Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 4, 2009

Rumah Tuhan

"Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." (Mazmur 23:6)

Kebajikan dan kemurahan yang akan mengikuti orang-orang yang percaya adalah berkat-berkat kekal yang berasal dari atas. Tuhan Yesus mengajarkan dalam kitab Matius 19:17 bahwa hanya ada satu yang baik, yaitu Allah sendiri. Dan ungkapan Rumah Tuhan dalam ayat ini sesungguhnya menunjuk kepada Kerajaan Tuhan yang kekal yang hanya akan didiami oleh orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia selamatkan. Jika kita sudah benar-benar diselamatkan secara rohani kita akan berdiam (atau tinggal) di dalam di dalam Rumah Tuhan yang kekal. Ini bukan berarti bahwa kita akan hidup di dalam sebuah bangunan gereja, ini juga bukan berarti bahwa rumah kita adalah semacam tempat ibadat secara fisik. Rumah Tuhan yang dimaksud adalah Allah Yehovah itu sendiri seperti yang kita baca dalam kitab Mazmur 90:1 demikian:

"Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan [yaitu tempat tinggal - KJV] kami turun-temurun."

Harap perhatikan bahwa ungkapan "kami" dalam ayat ini menunjuk kepada bangsa Israel rohani keturunan Abraham seperti yang kita baca dalam kitab Galatia 3:29 dan Roma 2:29. Ada hubungan yang sangat intim antara Tuhan dengan umat-Nya -- Tuhan ada di dalam mereka dan mereka di dalam Dia. Dan mereka disebut sebagai "tubuh Kristus", yang adalah "Bait Allah" yang hidup. Kitab 1 Korintus 3:16 menjelaskan kepada kita demikian:

"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"

Kitab Yohanes 2:19-21 berkata demikian:

"Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri [yaitu tubuh Kristus = badan kumpulan orang-orang percaya sejati]."

Kitab Efesus 2:21 mengajarkan kepada kita demikian:

"Di dalam Dia [yaitu Kristus sebagai Batu Penjuru] tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh."

Dan dalam Yohanes 14:23 Tuhan menyatakan demikian:

"Jika seorang mengasihi Aku [Yesus], ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan KAMI [yaitu Bapa dan Kristus dalam bentuk Roh = Roh Allah = Roh Kristus = Roh Kudus] akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."

Kitab 1 Petrus 2:5 menyatakannya dengan cara ini:

"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."

Dan kitab Wahyu 7:15-17 menekankan demikian:

"Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Di dalam Alkitab orang-orang percaya yang sejati juga disebut sebagai Yerusalem dan Sion (internal), seperti yang kita baca dalam kitab Yesaya 40:9 demikian:

"Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"

Dan kitab Yohanes 15:4-6 menyatakan hubungan ini sebagai berikut:

"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar."

Ungkapan "tinggal" berarti untuk "bersemayam" atau "berada". Ketika kita berada di dalam Kristus, kita berada bersama-sama dengan-Nya untuk selama-lamanya, seperti yang dinyatakan dalam kitab Mazmur 100:3 demikian:

"Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya."

Ini adalah pernyataan yang sangat mengagumkan tentang "kedamaian kekal" yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya -- "domba-domba gembalaan-Nya". Biarlah anda juga menjadi salah satu dari "domba" yang berada dalam pemeliharaan kekal dari sang "Gembala Agung", Tuhan Yesus Kristus, supaya anda juga dapat berkata dengan penuh keyakinan, "Aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."

No comments: