Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 29, 2009

Moab

Nubuat tentang Moab ini (Yeremia 48) berlatar-belakang penghancuran yang dilakukan oleh bangsa Babel yang berasal dari Utara. Dan pada hari sekarang ini dalam segala kemungkinannya dari apa yang kita bacatentang Moab, sama seperti Yerusalem (Yehuda), mereka merupakan gambaran dari orang-orang yang berada dalam organisasi jemaat-jemaat lokal.

Asal-usul Moab ia adalah cucu dari Lot saudara Abraham, dimana Lot dan keluarganya sudah "lari" dari Sodom dan Gomora, yaitu suatu tempat perzinahan yang dihancurkan oleh Tuhan. Tetapi isteri Lot mati menjadi "tiang garam" karena menoleh ke belakang (ia tidak dapat melupakan Sodom). Pada waktu itu perzinahan yang terjadi sudah sedemikian parahnya sehingga semua laki-laki dari yang kecil sampai yang besar tidur dengan laki-laki (homosexual), dan tidak ada laki-laki yang mau menikah dengan anak-anak perempuan Lot.

Jadi anak-anak perempuan itu tidur dengan Lot sendiri ketika sedang "mabuk anggur" sehingga melahirkan anak laki-laki yang bernama Moab dan Ben-Ami (Amon) yang merupakan bapak dari bangsa Moab dan Amon. Tetapi Tuhan berjanji bahwa pada akhirnya Ia akan memulihkan keadaan Moab.

Disisi yang lain tidak demikian keadaannya dengan Yerusalem (Yehuda), mereka semua harus dibawa ke dalam pembuangan di Babel. Tuhan sudah menetapkan bahwa mereka semua harus tinggal di Babel sampai Tuhan memperhatikan mereka lagi. Dalam kitab Yeremia 27:8-11 Tuhan berkata tentang raja Babel demikian:

"Tetapi bangsa dan kerajaan yang tidak mau takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel, dan yang tidak mau menyerahkan tengkuknya ke bawah kuk raja Babel, maka bangsa itu akan Kuhukum dengan pedang, kelaparan [rohani] dan penyakit sampar [rohani], demikianlah firman TUHAN, sampai mereka Kuserahkan ke dalam tangannya. Mengenai kamu, janganlah kamu mendengarkan nabi-nabimu, juru-juru tenungmu, juru-juru mimpimu, tukang-tukang ramalmu dan tukang-tukang sihirmu yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu dengan maksud menjauhkan kamu dari atas tanahmu, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa. Tetapi bangsa yang mau menaruh tengkuknya ke bawah kuk raja Babel dan yang takluk kepadanya, maka mereka akan Kubiarkan di atas tanahnya, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan mengolahnya dan diam di sana."

Pada waktu itu ada beberapa orang Israel yang tegar tengkuk mencoba untuk lari ke Mesir, tetapi raja Babel juga datang kesana untuk menghancurkan seluruh berhala-berhala yang ada di negeri Mesir.

Jadi disini kita melihat bahwa Tuhan dengan sengaja menggunakan bangsa Babel untuk menghancurkan seluruh "berhala" yang ada di sekitar tanah Kanaan. Ini adalah pembersihan besar-besaran yang dilakukan oleh Tuhan. Bangsa Israel telah menjadi begitu berdosa terhadap Tuhan sehingga Ia menghukum mereka dengan sangat keras dengan tujuan untuk menyelamatkan mereka. Pada waktu itu kota Yerusalem benar-benar dihancur-leburkan dan Bait Allah dibakar dengan api dan beberapa barang-barang suci dari Bait Allah diangkut ke Babel.

Kitab Yeremia 25:7-10 menjelaskan kepada kita demikian:

"Tetapi kamu tidak mendengarkan Aku, demikianlah firman TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan BUATAN TANGANMU untuk kemalanganmu sendiri. Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: Oleh karena kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, sesungguhnya, Aku akan mengerahkan semua kaum dari Utara --demikianlah firman TUHAN-- menyuruh memanggil Nebukadnezar, raja Babel, HAMBA-KU itu; Aku akan mendatangkan mereka melawan negeri ini, melawan penduduknya dan melawan bangsa-bangsa sekeliling ini, yang akan Kutumpas dan Kubuat menjadi kengerian, menjadi sasaran suitan dan menjadi KETANDUSAN untuk selama-lamanya. Aku akan melenyapkan dari antara mereka suara kegirangan dan suara sukacita, suara PENGANTIN LAKI-LAKI [=Kristus] dan pengantin perempuan, bunyi batu kilangan dan cahaya pelita [=Injil Anugrah]."

Masih ada banyak hal yang perlu kita selidiki dari ratusan ayat yang seperti ini, ayat-ayat ini berbicara tentang "malapetaka" atau penghakiman Tuhan yang terjadi di akhir zaman ketika kita mendekati hari yang terakhir seperti yang dikatakan dalam kitab Wahyu.

No comments: