Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Jun 3, 2010

HARI DAN SAAT

"Tetapi tentang hari dan saat itu [yaitu hari kiamat] tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
(Matius 24:36)

Pertama-tama kita harus mengerti bahwa Kristus tidak pernah berhenti menjadi Allah (Yohanes 14:9, Yohanes 10:30, Kolose 2:9, 1 Yohanes 5:7-8, 1 Timotius 1:1). Seperti misalnya dalam kitab Yohanes 14:9 kita membaca demikian:

"Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami."

Dan 1 Yohanes 5:7-8 menyatakan demikian:

"Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu."

Dan dalam Yohanes 10:30 Tuhan Yesus berkata demikian:

"Aku dan Bapa adalah satu."

Jadi tentu saja Kristus mengetahui. Tetapi kita harus ingat bahwa itu adalah apa tepatnya yang Tuhan inginkan untuk terjadi selama masa kerja gereja, supaya mereka tidak bertanya-tanya tentang akhir waktu. Gereja-gereja tidak boleh berpikir mengenai akhir zaman. Dalam kitab Kisah Para Rasul 1:7-8 Tuhan berkata:

"Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Dengan kata lain, Tuhan menyatakan adalah bukan untuk kamu untuk mengetahui tentang "masa dan waktu", tetapi kamu harus bersibuk untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Akan tetapi dihari sekarang ini kita dapat mengetahui, karena Tuhan telah membuka "kitab kecil" yang dimeterai, seperti yang kita baca dalam Daniel 12:9-10 demikian:

"Tetapi ia menjawab: "Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya."

Kitab kecil tersebut dibuka meterai-meterainya oleh Kristus seperti yang kita baca dalam Wahyu pasal 5. Oleh karena itu sekarang kita telah mengerti banyak informasi yang sulit dari Alkitab, termasuk rincian tentang rencana penghakiman Tuhan di akhir zaman. Dan Tuhan bernubuat dalam kitab Pengkhotbah 8:5 demikian:

"Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan"

[* Harap diperhatikan bahwa dalam bahasa aslinya ayat ini ditulis: "mengetahui waktu dan pengadilan"]

Jadi orang-orang percaya yang sejati akan mengetahui "waktu dan pengadilan". Akan tetapi, selama seluruh masa kerja gereja, jadwal waktu sejarah tidak pernah diketahui sampai hari kita sekarang ini. Dan sekarang Tuhan telah memenuhi nubuat tersebut. Sekarang kita dapat mengetahui saatnya, sekarang kita dapat mengetahui sifat dasar dari keselamatan dan rincian tentang rencana Penghakiman Tuhan di akhir zaman yang tidak diketahui sebelumnya.

Tetapi bagi orang-orang yang berpikir bahwa kita tidak dapat mengetahui hari atau saat dari kedatangan Kristus, maka Dia akan datang seperti Pencuri bagi mereka. Yaitu, mereka masih berada di dalam kegelapan malam rohani karena mereka tidak sedang mendengarkan seluruh Alkitab.

Pencuri hanya datang untuk mencuri, membunuh dan menghancurkan (Yohanes 10:10). Bukankah sangat mengherankan Alkitab berkata bahwa Pencuri ini datang untuk "mencuri", "membunuh" dan kemudian untuk "menghancurkan" mereka. Jadi Tuhan akan datang untuk mengambil segala sesuatu yang mereka miliki dan kemudian membinasakan mereka untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan berkata bahwa Dia akan datang seperti Pencuri di malam hari. Ketika mereka berkata, "Semuanya damai dan aman", karena mereka berpikir bahwa semuanya berada dalam keadaan baik-baik saja, maka kehancuran yang tiba-tiba akan menimpa mereka, seperti yang kita baca dalam kitab 1 Tesalonika 5:2-3 demikian:

"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam [yaitu Matius 24:36, Matius 25:13, Markus 13:32]. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman --maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin-- mereka pasti tidak akan luput."

Betapa mengerikannya hal itu. Akan tetapi di beberapa ayat-ayat berikutnya Tuhan berbicara tentang suatu kelompok orang yang lain, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu [yaitu hari kiamat] tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar."

Hal itu terjadi karena kita telah mempelajari bahwa Tuhan memiliki banyak informasi lainnya yang Ia sembunyikan di dalam Firman-Nya dan sekarang telah kita ketahui. Untuk "berjaga-jaga dan sadar" adalah untuk terus mempelajari Alkitab dengan sangat berhati-hati dengan membandingkan ayat suci yang satu dengan ayat suci yang lain.

Lebih lanjut dalam kitab Matius 25:13 kita membaca:

"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Jadi kita harus terus berjaga-jaga. Dan akan ada saatnya ketika kita akan mengetahui. Ketika "kitab kecil", yang menurut perintah Tuhan dimeterai dalam buku Daniel, telah dibuka oleh Kristus dimulai dari buku Wahyu pasal 5, hasilnya adalah sekarang kita dapat mengetahui. Ingatlah, mari kita membaca kitab Pengkhotbah 8:5 lagi:

"Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan.... "

Itu berarti bagian ini sedang berbicara tentang orang-orang percaya yang sejati. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk mematuhi perintah-perintah Tuhan, dan mereka tidak akan jatuh ke dalam penghakiman. Kemudian ayat itu berkata lagi:

"...dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan [yaitu mengetahui waktu dan pengadilan]"

Hal itu terjadi bukan karena mereka lebih pintar. Itu terjadi karena kita berada telah berada di akhir zaman, dan Tuhan telah memberikan orang-orang percaya yang sejati ini anugrah "kebangkitan jiwa yang baru" atau "hati yang baru" dan membimbing mereka melalui Alkitab supaya mereka dapat melihat hal ini.

Jun 1, 2010

Selama - lamanya

"dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya."
(Wahyu 20:10)

Ayat ini kelihatannya mengajarkan bahwa Iblis dan nabi-nabi palsu akan disiksa untuk selama-lamanya. Akan tetapi, ungkapan "sampai" di dalam ayat ini tidak diterjemahkan dengan benar. Itu tidak sesuai dengan konteks atau harmonis dengan apa yang kita baca di bagian Alkitab yang lainnya. Kata asli Yunani yang diterjemahkan sebagai ungkapan "sampai" dapat juga diterjemahkan sebagai ungkapan "kepada". Dan konteks dari ayat ini menunjukkan bahwa seharusnya itu dibaca: Iblis akan disiksa siang dan malam "kepada" selama-lamanya. Dan pernyataan ini harmonis dengan segala sesuatu lainnya yang kita baca di dalam Alkitab mengenai Penghakiman Tuhan.

Lebih dari itu, "siang dan malam" hanya akan terus berlangsung sampai hari yang terakhir dari Hari Penghakiman. Itu adalah hari ketika Tuhan akan menghancurkan seluruh alam semesta ini dengan api (2 Petrus 3:10). Kemudian "siang dan malam" akan berhenti, waktu akan berakhir, dan kekekalan masa yang akan datang dimulai.

Kitab Wahyu 21:22-23, 25-26 menyatakan tentang Yerusalem yang baru demikian:

"Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; SEBAB Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya .......... dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, SEBAB malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu."

Demikianlah Iblis hanya dapat disiksa sampai hari yang terakhir dari keberadaan Bumi, yaitu ketika "siang dan malam" berakhir. Pada hari penghakiman yang terakhir Tuhan akan menghancurkan Iblis secara total ketika Ia menghancurkan seluruh alam semesta ini. Setelah itu tidak akan ada apa-apa yang tersisa dari Iblis untuk disiksa, oleh karena itu, ayat itu seharusnya dibaca: Iblis akan disiksa siang dan malam "kepada" selama-selamanya.

Demikianlah "asap" dari siksaan mereka itu naik ke atas "kepada" selama-lamanya" (Wahyu 14:11). Murka Tuhan akan selesai ketika Ia menghancurkan alam semesta ini secara total. Kemudian ciptaan yang sekarang ini "tidak akan diingat lagi atau timbul di dalam hati". Kristus akan mengangkat orang-orang yang percaya ke dalam Surga pada peristiwa Pengangkatan yang akan terjadi pada hari yang pertama dari Hari Penghakiman. Dan mereka akan berada bersama dengan Kristus untuk selama-lamanya. Tetapi, semua orang yang tidak diselamatkan akan dihancur-leburkan pada hari yang terakhir sehingga kelihatannya seperti mereka tidak pernah ada.

Hamargedon

"Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" (Matius 12:41)

Alkitab berkata tentang "Perang Harmagedon" di dalam beberapa ayat-ayat yang berbeda. Itu disebutkan sebagai perang besar dimana bala tentara Surga akan menghancurkan kekuatan yang jahat. Hal ini dengan jelas menunjuk kepada peristiwa Pengangkatan yang akan terjadi di akhir dunia. Kitab Matius pasal 12 adalah salah satu ayat terbaik yang dapat membantu kita mengerti tentang "Perang Harmagedon". Kita membaca mengenai pertobatan dari "orang-orang Niniwe" di dalam kitab Yunus. Dan Tuhan menyebabkan mereka untuk percaya kepada pesan-pesan-Nya tentang penghancuran yang akan segera terjadi, dan menyebabkan mereka untuk merendah diri, dan mencoba untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. Kemudian Tuhan menyelamatkan mereka, tetapi kemudian mereka mati dan tubuh mereka ditaruh di dalam kubur. Tetapi bagaimanapun juga, ketika mereka mati, di dalam keberadaan jiwanya, mereka telah pergi ke dalam Surga.

Dan kitab Matius 12:41 diatas menunjuk kepada peristiwa Pengangkatan, yaitu saat ketika tubuh-tubuh "orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini" untuk menghakimi. Ketika Kristus datang kembali untuk yang kedua kalinya Dia akan membangkitkan sisa-sisa tubuh mereka kepada tubuh yang baru yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa. Dan walaupun "orang-orang Niniwe" ini tidak akan mengatakan sepatah katapun kepada orang-orang yang tidak percaya, tetapi orang-orang yang tidak diselamatkan akan melihat peristiwa kebangkitan tubuh mereka.

Hal itu akan menjadi kutukan terakhir kepada orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang yang percaya, tetapi mereka ditinggal dibelakang. Mereka akan dikutuk untuk mengalami murka Allah selama masa-masa terakhir dari Hari Penghakiman. Perang Harmagedon akan menjadi "kemenangan terakhir" dari orang-orang percaya yang sejati atas orang-orang yang tidak percaya, termasuk orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah "diselamatkan". Kristus akan membangkitkan sisa-sisa dari  tubuh orang-orang pilihan-Nya dan dalam sekejap mata akan merubah tubuh dari orang-orang pilihan yang masih hidup kepada tubuh yang baru yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa (1 Korintus 15:52, Daniel 12:1-2).

Ketika orang-orang yang tidak diselamatkan menyaksikan hal tersebut, itu akan merupakan kutukan bagi mereka. Walaupun banyak dari mereka mengaku sebagai orang-orang yang percaya, mereka akan ditinggal dibelakang pada peristiwa Pengangkatan. Hal itu akan mengutuk mereka sampai mati dan memenuhi penghancuran terakhir selama masa dari Penghakiman Tuhan yang terakhir. Di dalam Alkitab Tuhan menggunakan beberapa gambaran ketika Dia menunjuk kepada "Perang Harmagedon". Seperti misalnya, dalam kitab Yeremia pasal 50 dan 51, Tuhan menyatakannya sebagai penghancuran yang total dari Babel, dan membandingkannya dengan penghancuran dari Sodom dan Gomora.

Tuhan juga menyatakannya dalam kitab Wahyu 19:11-16 dimana disitu digambarkan dengan Kristus yang menunggangi kuda putih, dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia. Tuhan berkata bahwa ada "pedang tajam" yang keluar dari mulut Kristus yang akan "memukul segala bangsa". Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" [yaitu Kristus], Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Semua gaya bahasa figuratif ini menunjuk kepada "Perang Harmagedon". Walaupun itu adalah bukan perang secara fisik atau literal, hal itu mewakili "kemenangan terakhir" dari orang-orang percaya yang sejati atas orang-orang yang tidak diselamatkan. Ketika Kristus mengangkat orang-orang pilihan-Nya, hal itu akan mengutuk orang-orang yang tidak percaya ke dalam murka Allah yang terakhir. Dalam kitab Wahyu 21:8 kita membaca demikian:

"Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir [yaitu penyembuh-penyembuh ajaib], penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Dan kitab Lukas 13:28-30 menyatakannya demikian:

"Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi [yaitu mereka marah kepada Allah], apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan sesungguhnya -- ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Hukuman Kekal

"Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya." (Ibrani 6:1-3)

Ketika Tuhan menaruh manusia di bumi ini Dia sedang melakukan suatu hal yang sangat indah, Tuhan memberikan kita dunia yang sangat indah dengan sinar matahari yang hangat dan semua hal-hal baik yang dapat kita miliki. Banyak orang-orang yang tidak diselamatkan tidak mengetahui apa-apa tentang Kristus sang Pencipta, tetapi mereka dapat memiliki hidup yang menyenangkan ketika mereka menikmati kesehatan yang baik, berbagai macam makanan yang lezat dan keluarga serta teman-teman. Dan di dalam ukuran bahwa mereka telah mematuhi Hukum Tuhan dan menjauhi kejahatan mereka bisa memiliki hidup yang menyenangkan. Kemudian mereka mati dengan tidak diselamatkan, dan itu adalah akhirnya dari mereka. Mereka tidak akan pernah memiliki kesadaran lagi untuk mengalami rasa sakit atau hukuman.

Tentu saja jika mereka hidup memberontak melawan Hukum Tuhan, jika mereka berbohong, menipu, mencuri, berzinah dan seterusnya, maka mereka akan mengalami akibatnya. Mereka akan membawa banyak masalah kepada diri mereka sendiri, oleh karena itu, mereka akan memiliki hidup yang kurang baik. Akan tetapi, jika ada orang yang tidak dipilih Tuhan mencoba untuk mengikuti Hukum Tuhan dengan baik, maka Tuhan bisa menjadi sangat berbelas kasihan kepadanya. Tetapi ketika mereka mati, itu adalah akhirnya bagi mereka, orang-orang yang tidak percaya akan binasa untuk selama-lamanya dan mereka tidak akan memiliki kesadaran lagi. Mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah dihukum karena dosa-dosa mereka. Mereka tidak mengetahui bahwa hukumannya adalah mereka tidak diberikan "warisan hidup kekal", bahwa mereka tidak akan berada bersama dengan Kristus di dalam "Langit yang baru dan Bumi yang baru" untuk selama-lamanya. Tetapi mereka telah menerima berkat-berkat yang sementara dari Tuhan.

Dalam kitab Roma 6:23a Tuhan berkata demikian:

"Upah dosa ialah maut [yaitu kematian kedua yang kekal]...."

Dan Yehezkiel 18:4b mencatat demikian:

"Dan orang [yaitu jiwa - KJV] yang berbuat dosa, itu yang harus mati."

Bahkan kitab Yohanes 3:16 menjelaskan demikian:

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa...."

Itulah sebabnya kita menemukan ayat-ayat seperti yang kita baca dalam kitab Ayub 7:9-10 demikian:

"Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali... "

Kitab Pengkhotbah 3:19-20 menyatakan demikian:

"Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia. Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu."

Dan kitab Yesaya 26:14 berkata tentang orang-orang yang tidak diselamatkan demikian:

"Mereka sudah mati, tidak akan hidup pula, sudah menjadi arwah, tidak akan bangkit pula; sesungguhnya, Engkau telah menghukum dan memunahkan mereka, dan meniadakan segala ingatan kepada mereka."

Ada banyak ayat-ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa ketika seorang yang tidak diselamatkan mati, mereka akan punah begitu saja. Sayangnya, adalah sulit bagi kita untuk menerima konsep tersebut karena itu bukanlah apa yang telah kita pelajari selama Masa Kerja Gereja. Biasanya kita diajarkan bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan dibangkitkan pada akhir zaman untuk berdiri dihadapan tahta Penghakiman Tuhan. Kemudian mereka akan ditemukan bersalah atas dosa-dosa mereka dan akan dibuang ke dalam suatu tempat yang bernama "Neraka" untuk disiksa selama-lamanya.

Hal itu telah terpatri di dalam pikiran kita selama bertahun-tahun. Adalah sulit bagi kita untuk mengerti bahwa hal itu tidak akan terjadi. Akan tetapi konsep tersebut sangat bertentangan dengan Hukum Tuhan. Gereja-gereja menggunakan konsep Neraka untuk menakuti orang-orang supaya mereka datang ke gereja. Hampir setiap denominasi mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan dikirim ke Neraka dan mereka menawarkan jalan untuk keluar dari masalah tersebut. Akan tetapi setiap dari denomiasi menawarkan jalan keluar mereka sendiri-sendiri untuk menjadi diselamatkan. Seperti misalnya, mereka memerintahkan kita untuk "menerima" Kristus, dibaptis di dalam air, menjadi anggota yang taat dari suatu kongregasi, atau mematuhi peraturan-peraturan mereka. Dan mereka meyakinkan kita bahwa jika kita mengikuti instruksi-instruksi tersebut, maka kita akan diselamatkan.

Sayangnya, mereka hanya menipu orang-orang untuk masuk ke dalam rencana keselamatan yang mereka kerjakan sendiri. Tetapi Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa manusia tidak dapat membuat kontribusi apapun kepada keselamatannya. Semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk Keselamatan telah diselesaikan oleh Kristus sejak sebelum dunia dijadikan. Itulah sebabnya segala kemegahan, kemuliaan dan kehormatan atas keselamatan hanya patut diberikan kepada Tuhan.

Oleh karena itu, jika Kristus telah mati untuk membayar upah dosa-dosa kita, maka Tuhan akan membawa jiwa kita ke dalam Surga, tetapi jika Kristus tidak membayar untuk upah dosa-dosa kita, dan itulah yang terjadi kepada kebanyakan orang yang ada di dunia ini, kita akan tetap berada dibawah penalti dari upah dosa, yaitu maut, atau kematian kedua yang kekal. Tidak perduli bagaimana rajinnya kita berusaha untuk hidup secara rohaniah, kita tidak akan diselamatkan. Akan tetapi, dalam kebaikan dan belas kasihan Tuhan, menurut ukuran kita bahwa kita telah mencoba untuk menjalankan hidup yang rohaniah, kita akan mengalami kebahagiaan dan suka-cita di dalam hidup kita di dunia ini. Tetapi ketika orang yang tidak diselamatkan mati, secara sederhana mereka hanya menghilang. Mereka tidak akan menderita lagi, dan mereka tidak memiliki kesadaran bahwa mereka berada dibawah murka Allah. Itulah belas kasihan Allah.

Ketika hidup mereka berakhir, kebahagiaan dan kesedihan yang mungkin mereka miliki akan berakhir. Hal-hal yang ada di dalam kehidupan mereka akan berakhir. Mereka tidak menyadari penghakiman Allah terhadap mereka. -- Tidak ada pernyataan di dalam Alkitab yang berkata bahwa ketika seorang yang tidak diselamatkan mati, mereka akan dihidupkan kembali. Alkitab berkata bahwa mereka akan bangkit, tetapi ada perbedaan yang besar antara bangkit dan memiliki kehidupan kembali. Alkitab menunjukkan bahwa tubuh mereka akan mati, dan pada hari yang pertama dari hari penghakiman, mayat-mayat mereka akan dilempar keluar dari kubur-kubur untuk diserakkan di atas bumi untuk "dipermalukan" dihadapan Tuhan dan pemerintah-pemerintah surgawi (Yesaya 66:24, Yeremia 8:1-3, Matius 24:48-51).

Alkitab sangat jelas tentang kenyataan bahwa tidak boleh ada hukuman yang tidak terbatas. Tuhan berkata dalam kitab Ulangan pasal 25 bahwa ketika seseorang ditemukan bersalah atas suatu kejahatan, dia boleh dipukul sebanyak 40 kali, yaitu 40 cambukan atau pukulan, dan tidak boleh lebih dari 40 kali. Kita membaca dalam kitab 2 Korintus pasal 11 bahwa dalam 5 peristiwa yang berbeda, orang-orang Farisi menghukum Paulus dengan pukulan, dan dalam setiap kasusnya, mereka memukul dia sebanyak 39 kali. Mereka mengetahui jika mereka memukulnya lebih dari 40 kali, maka itu akan merupakan pelanggaran dari Hukum Tuhan.

Oleh karena itu, ketika seorang yang tidak diselamatkan mati, Tuhan tidak dapat membangkitkan dia dari kematian kepada kehidupan untuk menghukum dia selama-lamanya. Hal itu akan bertentangan dengan Hukum Tuhan, dan Tuhan juga berada dibawah Hukum dari Alkitab. Jadi itu akan bertentangan dengan karakter dari Allah sendiri. Jika anda mempunyai seorang anak kecil atau dua atau tiga anak yang belum diselamatkan, maka tidak akan masuk akal untuk berpikir bahwa karena dosa kekanak-kanakan mereka Tuhan akan menghukum mereka di suatu tempat dimana mereka akan disiksa dengan berat untuk selama-lamanya. Seluruh ide tentang hal itu bertentangan dengan Alkitab.

Kita harus ingat bahwa Alkitab adalah kamus bagi dirinya sendiri, dan Tuhan memberikan kita definisi dari "kutukan yang kekal" dalam kitab Yudas 1:7 dimana kita membaca:

"sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang."

Ungkapan "sebagai peringatan bagi semua orang" memberitahukan bahwa mereka dijadikan contoh dari orang-orang yang akan mengalami pembalasan dari "api yang kekal". Alkitab berkata bahwa pada zaman Abraham, api dan belerang menimpa mereka, dan mereka benar-benar dihancurkan seluruhnya, tetapi sekarang apinya telah padam. Akan tetapi mereka tidak ada lagi untuk selama-lamanya. Kematian mereka adalah kekal. Mereka tidak akan dihidupkan kembali. Itulah definisi Tuhan tentang hukuman kekal. Itulah kematian kedua yang berarti bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan mati untuk selama-lamanya.

Pada hari sekarang ini, kita sudah berada sangat dekat dengan hari yang terakhir, dan pada akhir zaman, orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang yang percaya tetapi tidak memperdulikan Alkitab atau tidak memperhatikan dan tidak menghormati otoritas Alkitab akan mengalami lebih banyak penderitaan daripada orang-orang yang tidak mengetahui Alkitab. Akan ada banyak orang yang masih hidup pada permulaan dari hari penghakiman, akan tetapi berjuta-juta orang akan mati pada hari yang pertama, dan kemudian setiap hari, jutaan orang akan mati. Kematian akan ada dimana-mana dan tidak ada yang menguburkan mereka.

Jika orang-orang terus berada di dalam penyangkalan, jika mereka mencemoh Firman Tuhan, mereka akan tetap tidak diselamatkan, dan mereka akan masuk ke dalam suatu periode masa yang disebut sebagai hari penghakiman. Orang-orang yang percaya akan diangkat (rapture), tetapi kebanyakan dari orang-orang dunia ini akan ditinggal dibelakang untuk mengalami penderitaan, dan mereka akan mengetahui bahwa berada di bawah murka Tuhan. Kematian akan ada di sekitar mereka. Itu akan menjadi suatu periode masa yang sangat mengerikan. Ketika hari penghakiman dimulai, orang-orang akan mengetahui bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi di bumi ini. Tuhan telah mempersiapkan rencana penghakiman-Nya di dalam suatu cara sehingga mereka akan mengetahuinya.

Ini adalah masalah yang benar-benar serius, dan kita harus mendengarkan Firman Tuhan dengan seksama. Jika anda masih belum diselamatkan, hari ini masih merupakan hari keselamatan, dan anda dapat berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk keselamatan yang berasal daripada-Nya sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Niniwe. Dan Tuhan akan memutuskan siapa yang akan Ia selamatkan. Tuhan berkuasa penuh di dalam segala hal. Kita tidak dapat mempertanyakan keputusan Tuhan bahwa Ia menyelamatkan yang satu dan tidak menyelamatkan yang lain. Itu adalah hak dan urusan Tuhan. Kita mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah yang sangat baik, panjang sabar dan sangat berbelas kasihan kepada semua ciptaan-Nya, kecuali jika kita terus-menerus memberontak melawan Dia.

Hari hari terakhir

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah [yaitu menyebarkan injil-injil palsu], mereka akan berontak terhadap orang tua [rohani] dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai [tidak mau berdamai dengan Allah], suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang Baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka [yaitu injil-injil pekerjaan], tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri Kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal Kebenaran.

Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang Kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang. Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada Kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau [yaitu Timotius] sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah [yaitu seluruh Alkitab] memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Timotius 3:1-17)

PENGEJEK-PENGEJEK (Pencemoh)

Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. Rahmat, damai sejahtera dan kasih [yaitu keselamatan] kiranya melimpahi kamu. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum [yaitu pre-destinasi]. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia [yaitu anugrah] Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya [di padang gurun].

Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar [yaitu perzinahan rohani], telah menanggung siksaan Api Kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah [lihat Bilangan 16]. Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."

Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan. Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."

Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah Pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah Yang Esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
(Yudas 1:1-8; 11-25)