Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Mar 29, 2011

Akhir Zaman

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:35-35)

Ayat ini telah diterjemahkan dengan kurang tepat, kata "anak" disini ditulis dimulai dengan huruf besar dimana dalam bahasa aslinya tidak ada kata yang ditulis dimulai dengan huruf besar. Dan ayat ini berkata bahwa satu-satunya yang mengetahui adalah Allah sendiri. Tetapi kita harus mengerti bahwa kita tidak pernah boleh memisahkan Kristus dari Allah Bapa, Kristus adalah Allah Yang Kekal, mereka adalah satu. Kitab 1 Yohanes 5:7-8 dan banyak ayat-ayat lainnya mencatat demikian:

"Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman [Anak] dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu."

Kita harus membaca dan memeriksa seluruh Alkitab. Kita dapat melihat pada suatu ayat dan mengambil suatu kesimpulan, akan tetapi ketika kita membandingkan ayat suci yang satu dengan ayat suci yang lain, kita akan tiba pada kesimpulan lain yang lebih akurat.

Selama 1,955 tahun dari masa kerja gereja, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui hari ataupun saatnya. Tuhan tidak membuka informasi tersebut kepada siapapun karena selama masa tersebut Tuhan sedang menggunakan gereja-gereja untuk mengirimkan Injil ke seluruh dunia. Itulah fokus utama dari masa kerja gereja, mereka tidak perlu terlalu khawatir tentang akhir zaman.

Dalam kitab Kisah Para Rasul 1:7-8 Yesus berkata kepada murid-murid, yaitu jemaat gereja Perjanjian Baru demikian:

"Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Kemudian ketika masa kerja organisasi gereja berakhir, Tuhan mulai untuk membuka mata rohani orang-orang percaya yang sejati, mereka adalah orang-orang yang "berjaga-jaga", yaitu mereka terus mempelajari seluruh Alkitab dengan berhati-hati seperti yang dikatakan dalam Wahyu 3:3b demikian:

"...Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu."

Di hari kita sekarang ini, Tuhan telah membuka meterai dari banyak informasi tentang "waktu dan penghakiman". Informasi ini telah disembunyikan di dalam Alkitab. Dalam kitab Daniel pasal 12 kita membaca bahwa Tuhan memberikan informasi ini kepada Daniel tetapi dia harus memeteraikannya sampai akhir zaman.

Dalam Daniel 12:4 kita membaca demikian:

"Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Kemudian dalam kitab Wahyu pasal 5 kita mempelajari bahwa hanya Kristus yang dapat membuka kitab tersebut yang dimeterai dengan tujuh meterai. Ketika masa kerja organisasi gereja berakhir, Kristus membuka meterai-meterainya. Sehingga sejak saat itu, Tuhan telah mengajarkan kepada kita banyak rincian tentang rencana penghakiman-Nya dan jadwal waktu sejarah, dimulai dari peristiwa penciptaan sampai hari yang terakhir dari keberadaan Bumi ini.

Tetapi jika kita tidak membaca dan mempelajari seluruh Alkitab, dan jika kita tidak mengerti bahwa Tuhan telah membuka semua kebenaran-kebenaran yang baru ini, maka kita akan berpikir bahwa kitab Matius 24:36 berlaku untuk hari sekarang ini. Dan jika anda berpikir demikian maka anda berada di dalam situasi yang sangat buruk. Tuhan juga berkata bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan, khususnya orang-orang yang masih berada di dalam organisasi gereja-gereja, percaya bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam. Tetapi Tuhan memperingatkan dalam kitab 1 Tesalonika 5:2-3 demikian:

"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam [yaitu Matius 24:36]. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman --maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin-- mereka pasti tidak akan luput."

Kemudian Tuhan berbicara tentang kelompok yang berbeda, yaitu orang-orang percaya yang sejati, dalam ayat 4 demikian:

"Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga Hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri"

Orang-orang yang berada di dalam organisasi gereja-gereja berpikir bahwa mereka tidak perlu untuk mengetahui karena mereka telah berada di dalam "kedamaian dan keamanan", yakni mereka sangat yakin di dalam keselamatan mereka. Melalui karya Kristus mereka telah "berdamai" dengan Allah. Kristus adalah Raja Damai, seperti yang dinyatakan dalam Efesus 2:14-17.

Oleh karena itu, jemaat-jemaat gereja Perjanjian Baru percaya bahwa mereka telah siap, tidak perduli kapanpun Kristus akan datang. Akan tetapi, Tuhan berkata bahwa "kebinasaan/kehancuran yang tiba-tiba akan menimpa mereka". Itu adalah gaya bahasa dari Hari Penghakiman, dan itu seharusnya menyebabkan orang-orang yang berada di dalam organisasi gereja-gereja untuk gemetar di hadapan Firman Tuhan.

Tuhan berkata tentang orang-orang percaya yang sejati dalam 1 Tesalonika 5:4-9 demikian:

"Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga Hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak Terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita"


Dalam ayat ini Tuhan berkata bahwa orang-orang percaya yang sejati akan mengetahui saatnya, mereka adalah orang-orang yang berjaga-jaga di dalam terang Injil, mereka adalah anak-anak siang.

Jadi jika anda percaya bahwa kita tidak dapat mengetahui dan anda tidak mencoba untuk mempelajari tentang saat kedatangan Kristus di dalam Alkitab, maka anda tidak sedang berjaga-jaga. Dan jika anda tidak berjaga-jaga, Tuhan berkata dalam Wahyu 3:3:

" ...jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu."

Itu adalah pernyataan yang sangat jelas. Jika anda berjaga-jaga, yaitu terus memeriksa Alkitab dengan rajin, maka anda akan mengetahui. Itulah sebabnya Tuhan memberikan kepada kita begitu banyak informasi di dalam Firman Tuhan, Alkitab. Informasi ini bukan berasal dari visi-visi atau mimpi-mimpi, itu bukan hanya sekedar filosofi yang berasal dari hasil pikiran manusia, semua itu berasal langsung dari mulut Tuhan.

Dan Tuhan berjanji dalam kitab Pengkhotbah 8:5 bahwa saatnya akan tiba ketika orang-orang percaya yang sejati "akan mengetahui baik mengenai waktu maupun penghakiman", dan hal itu telah digenapi sekarang. Alkitab pasti akan menggenapi semua nubuat-nubuat-Nya dengan sempurna. Dalam ayat itu kita membaca:

"Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan [yaitu lolos dari Hari Penghakiman], dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan [yaitu mengetahui baik tentang waktu maupun penghakiman]"

Sangat menyedihkan sekali bahwa orang-orang yang berada di dalam organisasi gereja-gereja tidak membaca dan mempelajari seluruh Alkitab, oleh karena itu mereka sedang berada di dalam kesukaran yang sangat besar. Dan pada akhirnya mereka akan masuk ke dalam Hari Penghakiman yang sangat mengerikan. Itulah "kebinasaan/kehancuran tiba-tiba" yang akan menimpa mereka seperti yang disebutkan dalam 1 Tesalonika 5.

Hari Penghakiman

"karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman --maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan [kehancuran], seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin-- mereka pasti tidak akan luput. (1 Tesalonika 5:2-3)

Dalam ayat ini kita membaca tentang orang-orang yang percaya bahwa kita tidak dapat mengetahui tanggal dari peristiwa kedatangan Kristus. Mereka percaya bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam. Dan itu adalah apa yang dimengerti oleh jemaat-jemaat selama masa kerja gereja berlangsung. Yaitu, tidak seorangpun yang dapat mengetahui. Kristus akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam. Akan tetapi, Alkitab juga mengajarkan bahwa ketika kita masuk ke dalam periode dari Masa Siksaan Yang Dahsyat, yang sekarang telah berlangsung selama 22 tahun, Tuhan akan akan memberikan kepada kita tanggal yang tepat. Hal ini terjadi karena orang-orang percaya yang sejati harus memperingatkan dunia bahwa Hari Penghakiman akan segera tiba. Dan supaya dapat melakukan hal itu, mereka harus mengetahui tanggalnya.

Kitab Pengkhotbah 8:5 menekankan demikian:

"Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan [yaitu lolos dari Hari Penghakiman], dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan [yaitu mengetahui baik tentang waktu maupun pengadilan - KJV]"

Jadi Tuhan memberikan peringatan kepada orang-orang yang percaya bahwa mereka adalah orang-orang percaya. Mereka yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang percaya, akan tetapi mereka bersikeras bahwa kita tidak dapat mengetahui tanggalnya. Kita hanya dapat mengetahui bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam.

Kitab 1 Tesalonika 5 adalah pasal yang sangat penting. Dalam kalimat permulaan dari 1 Tesalonika 5:3 kita membaca demikian:

"Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman..."

Ayat ini menunjuk kepada semua orang yang percaya bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri pada waktu malam. Dan mereka benar-benar percaya bahwa mereka sudah siap untuk bertemu dengan Kristus. Mereka tidak perlu khawatir apakah Ia akan datang malam ini atau 100 tahun dari sekarang. Mereka berkata, "Kami sudah siap. Dan kami mengetahui bahwa Ia akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam". Kemudian Tuhan memberikan peringatannya, dan kata-kata ini berasal dari mulut Tuhan (2 Timotius 3:16). Kita membaca dalam 1 Tesalonika 5:3 demikian:

"Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman --maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan [yaitu kehancuran - KJV], seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin-- mereka pasti tidak akan luput."

Dengan kata lain, kita dapat menghubungkan hal ini dengan perintah Tuhan dalam kitab Yehezkiel pasal 18 dan Yehezkiel pasal 33 dimana Tuhan memerintahkan orang-orang percaya yang sejati untuk berjaga-jaga. Ketika mereka melihat bahwa saatnya sudah dekat, mereka harus memperingatkan dunia. Mereka harus membantu supaya dunia mengetahui tanggal dari peristiwa kedatangan Kristus.

Tetapi jika mereka berpikir bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam, mereka tidak dapat melakukan hal itu. Mereka tidak dapat mematuhi perintah ini. Dan disini dalam kitab 1 Tesalonika pasal 5, Tuhan berkata bahwa mereka akan "ditimpa oleh kehancuran yang tiba-tiba", yaitu mereka akan masuk ke dalam Hari Penghakiman. Sesungguhnya Alkitab juga memberitahukan mengenai pencuri dalam kitab Yohanes 10:10 demikian:

"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan [menghancurkan - KJV]; Aku datang [pada peristiwa kayu salib], supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Kemudian 1 Tesalonika pasal 5 melanjutkan untuk menekankan bahwa pada saat yang sama ada orang-orang percaya yang lain yang berjaga-jaga. Mereka adalah anak-anak Terang. Mereka mengetahui kapan Kristus akan datang, karena mereka mendengarkan dan siap untuk patuh kepada seluruh Alkitab. 1 Tesalonika 5:4-9 berkata demikian:

"TETAPI kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur [rohani], tidur waktu malam dan mereka yang mabuk [rohani], mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus"

Ini adalah masalah yang sangat serius. Apa yang dapat saya beritahukan kepada anda adalah bacalah dan pelajarilah pasal ini dengan sangat berhati-hati. Waktunya sudah sangat dekat, hanya ada beberapa minggu saja yang tersisa sampai kita tiba pada tanggal 21 Mei 2011.

Anugrah Yang Sejati

"Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu [Hagar] diperanakkan menurut daging [injil pekerjaan] dan anak dari perempuan yang merdeka itu [Sara] oleh karena janji [injil anugrah]. Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar --Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab-- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita." (Galatia 4:23-26)

Pada dasarnya semua agama-agama di dunia dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar dalam ajaran keselamatannya. Yang pertama adalah agama-agama yang mengajarkan manusia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik tertentu guna menggenapkan keselamatannya (Injil Pekerjaan). Yang kedua adalah ajaran yang mengajarkan bahwa manusia diselamatkan bukan berdasarkan pekerjaannya sendiri, melainkan seratus persen karena kasih karunia atau anugrah Tuhan (Injil anugrah).

Dan biasanya injil-injil pekerjaan hanya perduli kepada hal-hal fisik yang hanya berlaku untuk sementara waktu di dunia ini, tetapi Injil yang sejati perduli kepada hal-hal rohani yang kekal.

Hampir semua jenis agama yang ada akan masuk ke dalam kelompok yang pertama. Hanya ajaran Kristus saja yang masuk ke dalam kelompok yang kedua. Keselamatan berdasarkan kasih karunia adalah suatu kebenaran Alkitab yang tidak dapat diperdebatkan karena sesungguhnya tidak mungkin manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan membayar upah dari dosa-dosanya di dalam kutukan yang kekal.

Kitab Ibrani 9:22 menekankan demikian:

"Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan [yaitu pengampunan dosa]."

Bahkan Alkitab mengajarkan kalau kita percaya bahwa kita telah diselamatkan karena sesuatu pekerjaan yang telah kita lakukan sendiri, maka dijamin bahwa kita masih belum diselamatkan dan akan masuk ke dalam Hari Penghakiman. Sebab ini adalah sama seperti seseorang yang mencoba untuk bekerja pada hari ke-tujuh sabat dari Perjanjian Lama. Tetapi sabat kita adalah Kristus, dimana kita harus ber­istirahat di dalam karya keselamatan-Nya yang sudah Ia selesaikan sejak sebelum dunia dijadikan.

Berbeda dengan kepercayaan-kepercayaan yang lain, Alkitab mengajarkan bahwa tidak ada seorang manusiapun yang baik di mata Allah. Bahkan bayi yang baru lahirpun telah memiliki sifat alami yang berdosa. Manusia tidak perlu diajari untuk berbuat dosa karena manusia memiliki sifat alami yang memberontak melawan Tuhan karena hawa nafsu mereka sendiri. Kitab Roma 3:23-24 berkata demikian:

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah..."

Ilmu psikologi dan kepercayaan-kepercayaan lain menyatakan bahwa bayi yang baru dilahirkan adalah putih seperti salju yang bersih dan kemudian lingkungan berpengaruh besar terhadap kehidupannya. Tetapi Alkitab berkata bahwa seorang bayi juga memiliki sifat alami yang berdosa, seperti yang kita baca dalam Mazmur 58:3 demikian:

"Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat."

Dan Daud yang berada dibawah ilham dari Allah Roh Kudus berkata dalam Mazmur 51:5 demikian:

"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku."

Sifat alami atau sifat manusia yang normal ini telah merasuk ke dalam seluruh aspek dan keberadaan manusia, mereka semua telah kehilangan kemuliaan Allah (citra Allah). Tuhan Yesus mengajarkan ketika seseorang melihat seorang wanita dengan bernafsu, ia sudah berbuat dosa atau berzinah di dalam pikirannya (Matius 5:28). Ketika kita membenci seseorang, sesungguhnya kita telah berdosa melakukan dosa pembunuhan rohani (1 Yohanes 3:15). Alkitab juga mengatakan jika kita tahu berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, kita sudah berbuat dosa (Yehezkiel 33:8). Bahkan bila kita menjadi tidak sabar dan berkata bahwa seseorang adalah bodoh (jahil) kita sudah patut untuk dibuang ke dalam api Neraka yang menyala-nyala (Matius 5:22). Dan lagi, setiap kata yang sia-sia akan dihakimi pada Hari Penghakiman (Matius 12:36). Segala sesuatu yang kita ucapkan yang tidak sesuai dengan Kebenaran adalah dosa dimata Tuhan. Dan ingatlah bahwa hal yang utama tentang dosa, pertama-tama itu adalah dosa kepada Tuhan bukan kepada manusia (Mazmur 51:4).

Dosa bermula di dalam hati (pikiran atau jiwa), itulah sumber dari dosa. Dengan kata lain setiap harinya manusia banyak melakukan dosa baik melalui pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Jika demikian, manusia, rasul atau nabi manakah yang dapat terbebas dari dosa? Tidak ada. Alkitab mengatakan bahkan perbuatan yang paling baik yang kita lakukan adalah seperti "kain kotor" di mata Allah (Yesaya 64:6). Nabi-nabi pada zaman dahulu disebut kudus karena mereka menyampaikan Firman Tuhan Yang Kudus, mereka bukan menjadi kudus karena mereka tidak pernah berbuat dosa, akan tetapi tentu saja Tuhan telah mengampuni dosa-dosa mereka dengan memberikan mereka anugrah "hati yang baru" yang membenci dosa (Yehezkiel 36:26).

Kalau kita mau jujur pada diri kita sendiri, perbuatan baik manakah yang pernah kita lakukan yang tidak mengandung unsur egois? Hanya Tuhan Yesus Kristus saja yang sama sekali tidak pernah berbuat dosa, baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan, sehingga Allah membuat Dia sebagai satu-satunya Anak Domba yang tidak bercacat yang memenuhi syarat untuk kurban penghapus dosa (Yohanes 1:29).

Yesus pernah memberikan tantangan yang paling agung yang pernah dilontarkan dalam sejarah: "Siapakah di antara kamu yang dapat membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?" (Yohanes 8:46). Tidak pernah ada seorang manusiapun yang berani melontarkan tantangan moral seperti ini. Allah adalah Allah Yang Maha Kudus sehingga Ia tidak dapat mentolerir dosa sedikitpun. Dengan demikian bagaimana mungkin manusia yang penuh dosa itu mau atau dapat menghampiri Allah? Tidak bisa! Sebaik apapun perbuatan-perbuatan baik manusia, itu tidak bisa sepadan dengan standar kekudusan Allah yang sempurna. Bahkan Alkitab berkata bahwa seluruh umat manusia pada dasarnya adalah licik atau jahat.

Kitab Yeremia 17:9 berkata demikian:

"Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"

Dan Zakharia 7:12 menyatakan demikian:

"Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu..."

Jadi pada dasarnya manusia alami adalah mati secara rohani. Oleh sebab itu, hanya oleh karena KASIH KARUNIA (anugrah) dari Allah saja kita dapat beroleh keselamatan. Allah rela menjadi manusia, turun ke dalam dunia, menjadi hamba, taat dan setia sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa umat-Nya. Kitab Kisah Para Rasul 3:20-24 demikian:

"agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula [yaitu sebelum dunia dijadikan] diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini."

Pada kenyataannya, pekerjaan-pekerjaan baik yang kita lakukan adalah "hasil" atau akibat dari keselamatan, hal itu tidak pernah menjadi "penyebab" atau dasar dari keselamatan. Jadi sesungguhnya sebelum kita benar-benar diselamatkan semua pekerjaan baik yang kita lakukan bukanlah suatu pekerjaan yang baik di mata Tuhan, malah sebaliknya.

Tetapi sayangnya ada banyak umat Kristen yang tidak rela bahwa keselamatannya adalah seratus persen pemberian atau hadiah atau anugrah dari Allah. Mereka merasa asing dengan konsep ini. Mereka berkata,"Pasti harus ada sesuatu pekerjaan yang dapat saya lakukan untuk menjamin keselamatan saya." Dengan kata lain, mereka kurang percaya kepada Allah, mereka ingin memegang kendali atas keselamatan mereka sendiri, dan kapan saja mereka mau mereka dapat membuat keputusan yang terakhir mengenai nasib mereka di dalam kekekalan. Akan tetapi injil-injil yang mengajarkan konsep-konsep ini bukanlah Injil yang berasal dari Alkitab, seperti contohnya, dalam kitab Roma 9:15-16 Tuhan menegaskan demikian:

"Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu [keselamatan] tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

Roma 9:11 berkata demikian:

"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya--"

Dan Yohanes 1:13 mengajarkan demikian:

"orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."

Konsep anugrah dalam Alkitab memang berbeda degan konsep anugrah versi dunia. Ketika Alkitab berbicara mengenai anugrah, itu berarti si Pemberi anugrah tidak berkewajiban untuk memberikan anugrah tersebut, dan sesungguhnya si penerima anugrah "tidak layak" untuk mendapatkan hadiah tersebut.

Jikalau saja benar bahwa keselamatan dapat bergantung pada pekerjaan kita sendiri apakah mungkin ada orang yang dapat menjadi diselamatkan? Jawabannya adalah tidak! Mengapa? Karena perbuatan baik kita sudah tercemar oleh dosa. Dari dalam diri kita sendiri kita tidak pernah mau untuk membuat Tuhan sebagai yang nomor satu di dalam kehidupan kita. Tanpa pertolongan Tuhan kita tidak akan mampu untuk berlaku setia kepada Tuhan. Apa yang biasanya terjadi manusia hanya bisa memberikan sisa-sisa dari kelimpahan mereka kepada Tuhan.

Jadi jangan pernah meremehkan anugrah Allah. Anugrah itu gratis tetapi hadiah itu justru sangat mahal sekali sehingga tidak ada orang yang dapat membelinya baik dengan uang maupun dengan hal-hal lainnya yang tersedia di dunia ini karena keselamatan yang sejati harus dibayar dengan pengorbanan darah Anak Domba Allah yang tidak bercacat ketika dunia belum dijadikan (Wahyu 13:8).

Dengan demikian kita mengerti bahwa kita diselamatkan dari Dosa dan Kutukan bukan untuk kemuliaan kita sendiri, akan tetapi kita diselamatkan untuk kemuliaan, kemegahan dan keagungan Allah sendiri. Kitab Efesus 2:8-9 berkata demikian:

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman [=Kristus]; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Dan akhirnya kitab Galatia 4:28-29 menasihatkan kepada kita demikian:

"Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging [injil pekerjaan], menganiaya yang diperanakkan menurut Roh [injil anugrah], demikian juga sekarang ini."

Mar 25, 2011

Malaikat Jahat

"Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." (Kejadian 6:5-7)


Ketika Tuhan menghukum dunia dengan banjir besar di zaman Nuh, Ia membinasakan semua orang kecuali 8 jiwa, yaitu Nuh dan keluarganya. Akan tetapi mengapa Tuhan tidak menghancurkan Iblis dan semua malaikat jahat pada saat itu? Ada banyak orang yang bertanya tentang hal ini.

Alasan Tuhan tidak menghancurkan Iblis dan malaikat-malaikat yang jahat pada saat itu adalah karena Tuhan memiliki tujuan lain untuk Iblis dan malaikat-malaikat yang memberontak ini. Seperti misalnya kitab 2 Petrus 2:4 berkata demikian:

"Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai Hari Penghakiman"

Iblis telah berkuasa atas umat manusia sampai tahun 33 Masehi ketika Kristus pergi ke kayu salib. Pada saat itu Iblis telah "di-ikat" supaya ada banyak orang yang dapat menjadi diselamatkan, tetapi Iblis akan dilepaskan lagi untuk "sedikit waktu lamanya" di akhir zaman untuk mempersiapkan dunia kepada Hari Penghakiman. Kitab Wahyu 17:8 berkata demikian:

"Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada [yaitu diikat pada peristiwa kayu salib], ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan [yaitu akhir zaman]. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi."

Kehadiran Iblis dan malaikat-malaikatnya di dunia akan menggandakan atau meningkatkan dosa dari orang-orang yang belum diselamatkan. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa jika kita berbuat hanya satu buah dosa yang paling kecil saja, kita sudah bersalah atas seluruh Hukum Tuhan. Kita membaca dalam kitab Yakobus 2:10 demikian:

"Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya."

Dan kitab 1 Yohanes 1:8-9 berkata demikian:

"Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan Kebenaran [=Kristus] tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Dan itulah sebabnya kitab Galatia 2:16 menekankan demikian:

"Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan [pekerjaan] Hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam [milik] Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam [milik] Kristus dan bukan oleh karena melakukan [pekerjaan] Hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan [pekerjaan] Hukum Taurat."

Dengan kata lain, kita semua dengan sangat gawat membutuhkan Seorang Juruselamat untuk menebus upah dosa-dosa kita. Dan kita mengetahui dua hal yang Tuhan lakukan yang membuat umat manusia untuk menjadi lebih berdosa. Kita harus ingat bahwa apakah kita hanya berbuat beberapa dosa yang kecil atau beribu-ribu dosa, hukumannya adalah sama. Upah dosa ialah maut atau kematian. Kita membaca dalam Roma 6:23:

"Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Hal pertama yang kita ketahui Tuhan lakukan adalah Ia memberikan umat manusia banyak hukum-hukum yang memberitahukan bagaimana kita harus hidup. Dan ketika kita melanggar hukum manapun dari hukum-hukum ini, itu adalah dosa. Manusia pertama, Adam, telah berdosa dan memberontak melawan Tuhan. Jadi semakin banyak Hukum yang Tuhan berikan kepada kita, umat manusia akan menjadi semakin berdosa. Kitab Roma 4:15 menjelaskan demikian:

"Karena Hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada Hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran."

Dan dosa telah benar-benar meningkat dengan pesat, tetapi hukuman atas dosa tetap sama, upah dosa ialah maut, yaitu kematian. Hal kedua yang kita ketahui Tuhan lakukan untuk membuat umat manusia berdosa adalah Tuhan menempatkan Iblis sebagai pemerintah rohani atas orang-orang yang belum diselamatkan. Dan tujuan utama Iblis adalah untuk mendapatkan kemenangan atas Kristus dan rencana-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya. Iblis adalah benar-benar berdosa, dan dia menggunakan segala usaha dan kekuasaannya untuk membuat manusia untuk menjadi lebih berdosa. Akan tetapi pekerjaan jahat Iblis tidak akan meningkatkan hukuman atas dosa, tetapi itu meningkatkan pengetahuan manusia akan fakta bahwa kita sangat-sangat berdosa.

Itu adalah salah satu alasannya mengapa Tuhan membiarkan Iblis untuk terus hidup dan memerintah di dunia ini. Manusia telah berdosa, dan upah dosa ialah maut. Setiap umat manusia yang pernah hidup di Bumi sepanjang sejarah telah berbuat dosa, dan Hukum Tuhan berkata bahwa upah dosa ialah maut atau kematian. Mereka mungkin mati pada usia 10 tahun, atau 50 atau 100 tahun, pada akhirnya mereka semua akan mati.

Tetapi rencana Tuhan untuk malaikat-malaikat yang jahat ini adalah mereka tidak akan mati sampai Hari Penghakiman tiba. Malaikat-malaikat jahat ini akan terus ada sampai Hari Penghakiman, dan kemudian mereka semua akan dimusnahkan untuk selama-lamanya.

Kitab Daniel 8:23-25 bernubuat tentang akhir zaman demikian:

"Dan pada akhir kerajaan mereka, apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya, maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu. Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi tidak sekuat yang terdahulu, dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan [pembinasa keji - Mat. 24, Luk 21], dan apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, -- juga umat orang kudus. Dan oleh karena akalnya, penipuan yang dilakukannya akan berhasil; ia akan membesarkan dirinya dalam hatinya, dan dengan tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya; juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan."

Mar 21, 2011

Gereja 1.500 Tahun Ditemukan di Israel




Para arkeolog Israel telah menemukan sebuah gereja kuno berusia 1.500 tahun di bukit Judean, Israel.

Gereja yang ditemukan oleh para arkeolog Israel tersebut sudah termasuk lantai bermotifkan mosaik dengan gambar singa, musang, ikan dan burung. Demikian seperti yang dikutip dari Associated Press, Minggu (20/3/2011).

Situs temuan tersebut berlokasi di barat daya Yerusalem, digali sejak dua bulan silam. Gereja kuno tersebut hanya bisa dilihat sampai pekan depan, sebelum para arkeolog menutupnya kembali dengan tanah dengan alasan untuk perlindungan dari para penjarah dan pencuri.

"Bangunan dengan lantai berdesain unik tersebut aktif antara abda ke lima dan tujuh sesudah masehi," ujar Amir Ganor dari Israel Antiquities Authority, yang juga merupakan pemimpin dari penggalian tersebut.

Ganor mengatakan kalau lantai di gereja tersebut merupakan salah satu mosaik kuno terindah yang ditemukan di Israel dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Para arkeolog mulai menggali situs yang dikenal dengan nama Hirbet Madras, pada bulan Desember silam. Pihak Israel Antiquities Authority mengetahui bahwa beberapa bulan lebih awal, para pencuri telah terlebih dahulu mencuri beberapa bagian dari situs tersebut.

Ganor mengatakan kalau gereja tersebut akan tetap dikubur, sampai mereka mendapat dana agar tempat tersebut dijadikan objek pariwisata.

Fakta Mukjizat Nabi Musa


Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.


Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.


Sekarang mari kita perhatikan gambar disamping, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat

Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.

Mar 7, 2011

Tahta Putih Penghakiman

"Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu."
(Wahyu 20:11-15)

Ini adalah gaya bahasa yang parabolis. Ketika Tuhan berbicara tentang "tahta putih yang besar" Ia sedang berbicara tentang Kristus sebagai sang Hakim. Dan tahta itu putih karena tahta itu benar-benar kudus secara keseluruhan. Kemudian Tuhan berbicara tentang "Dia yang duduk diatasnya, dimana dihadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya", itu menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus.

Ketika Tuhan berkata, "tidak ditemukan lagi tempatnya", itu berarti seluruh proses penghakiman telah selesai, ketika langit dan bumi yang sekarang ini lenyap. Dan orang-orang percaya yang sejati akan hidup selama-lamanya bersama dengan Kristus di dalam langit yang baru dan bumi yang baru.

Kemudian kita membaca, "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu". Nah disinilah kita mulai dapat masuk ke dalam kesulitan jika kita melihat ini sebagai saat yang terakhir dari dunia ini, ketika Kristus secara literal duduk pada tahta putih itu. Ingatlah "tahta putih" itu mewakili fakta bahwa Kristus adalah sang Hakim, akan tetapi kapan Ia akan menghakimi?

Alkitab berkata dalam Roma 6:23 demikian:

"Sebab upah dosa ialah maut..."

Ungkapan "dosa" menunjuk kepada segala pelanggaran atas Hukum Tuhan. Dan Tuhan menyatakan bahwa sesaat setelah anda berbuat dosa, Hukum Tuhan akan mengutuk anda. Dalam sekejap anda menjadi subjek dari maut atau kematian. Hukum Tuhan dalam sekejap menemukan anda bersalah dan menjatuhkan hukumannya kepada anda.

Jadi setiap dan semua umat manusia sedang berdiri di hadapan Tuhan, bukan pada Hari Penghakiman yang terakhir, akan tetapi di dalam seluruh kehidupan mereka. Sejak dari saat kita berada di dalam kandungan, kita dikandung dan dilahirkan dalam dosa, dan sejak saat itu, kita sudah berdiri di hadapan Tuhan.

Kemudian di dalam seluruh kehidupan kita, setiap kali kita berbuat dosa, kita jatuh ke dalam penghakiman Tuhan. Kristus duduk pada tahta putih itu, dan melakukan penghakiman melalui Firman Tuhan. Kristus benar-benar ber-identifikasi dengan Firman Tuhan, seperti yang kita baca dalam Yohanes 1:14 demikian:

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."

Kristus adalah Firman, dan Firman adalah Kristus. Dan Dia menemukan kita bersalah setiap kali kita berbuat dosa. Sejak saat pertama kali Adam dan Hawa berbuat dosa, inilah kondisi dari seluruh umat manusia selama sejarah dunia. Dalam kitab Kejadian 2:17 Tuhan berkata demikian:

"tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Adam dan Hawa tidak langsung mati secara fisik, tetapi mereka mati secara rohani dan menyadari ketelanjangan mereka, dan kemudian pada akhirnya mereka mati secara fisik. Pada saat pertama kali diciptakan, manusia diciptakan sempurna dan kekal di dalam "gambar dan rupa Tuhan" (citra Tuhan), tetapi ketika dosa mulai terjadi maka kematian mulai masuk ke dalam dunia.

Semua orang yang namanya ada tertulis didalam Kitab Kehidupan Anak Domba juga adalah bersalah karena telah berbuat dosa, akan tetapi Kristus telah membayar untuk upah dosa-dosa mereka sejak sebelum Ia menciptakan dunia. Oleh karena itu, ketika Kristus menyelamatkan mereka, orang-orang ini tidak lagi berdiri bersalah di hadapan hukum, karena Kristus telah menanggungkan upah dari dosa-dosa mereka kepada diri-Nya sendiri dan membayar penaltinya sebagai pengganti mereka.

Kemudian Tuhan berbicara tentang Hari Penghakiman yang terakhir ketika Dia berkata, "Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya". Yaitu, semua orang-orang yang tidak diselamatkan dari dunia ini, tubuh-tubuh mereka, sisa-sisa dari tulang mereka, atau debu apapun yang masih tersisa, akan dbangkitkan (yaitu diserakkan di atas tanah) untuk menerima aspek yang terakhir dari penghakiman yang belum mereka terima ketika mereka mati.

Kitab Yeremia 8:1-3 berbicara tentang Hari Penghakiman demikian:

"Pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, tulang-tulang raja-raja Yehuda, tulang-tulang pemuka-pemukanya, tulang-tulang imam-imam, tulang-tulang nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur mereka dan diserakkan di depan matahari, di depan bulan dan di depan segenap tentara langit yang dahulunya dicintai, diabdi, diikuti, ditanyakan dan disembah oleh mereka. Semuanya itu tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang [yaitu kotoran di muka bumi]. Tetapi semua orang yang masih tinggal dari kaum yang jahat ini akan lebih suka mati dari pada hidup di segala tempat ke mana Aku menceraiberaikan mereka, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Hal ini sangat mengerikan sekali. Ketika mereka mati, itu adalah aspek yang besar dari penghakiman Tuhan karena "upah dosa ialah maut", tetapi penghakiman itu termasuk dikutuk oleh Tuhan. Oleh karena itu, walaupun mereka tidak akan mengetahui apa-apa karena mereka tidak memiliki kesadaran mereka lagi, pada hari yang pertama dari Hari Penghakiman, sisa-sisa dari tubuh mereka akan dilempar keluar dari kubur-kubur mereka untuk dipermalukan di hadapan Tuhan.

Dalam Yeremia 25:32-33 kita membaca:

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, malapetaka akan menjalar dari bangsa ke bangsa, suatu badai besar akan berkecamuk dari ujung-ujung bumi. Maka pada hari itu akan bergelimpangan orang-orang yang mati terbunuh oleh TUHAN dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang [yaitu kotoran di muka bumi]."

Itu adalah bagian dari proses penghakiman Tuhan, dan rasa malu yang mereka terima akan didemonstrasikan pada Hari Penghakiman. Kemudian pada akhir dari periode Hari Penghakiman, seluruh dunia ini akan dimusnahkan seluruhnya. Dan itu adalah akhirnya. Ketika Tuhan berkata bahwa, "mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya", itu berarti bahwa mereka telah ditemukan bersalah, oleh karena itu, mereka akan dipermalukan.

Kemudian kita membaca, "Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api". Ungkapan "lautan api" adalah gaya bahasa yang menunjuk kepada Hari Penghakiman, yaitu periode 153 hari pada akhir dari dunia ini. Dan ketika periode itu berakhir, segala sesuatu akan dihancurkan, dan tidak akan ada lagi kematian dan neraka, karena semua yang Tuhan telah rencanakan untuk dunia ini telah digenapi.

Tidak akan ada lagi yang tersisa dari dunia ini. Orang-orang percaya yang sejati akan berada bersama dengan Kristus di dalam Surga, dimana mereka akan hidup selama-lamanya bersama dengan-Nya di dalam kekekalan.

Mar 3, 2011

Kesia sian hidup

"Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia." (Pengkhotbah 1:2)

Kadang-kadang kita berkata "Hidup ini terasa sangat hampa!" Di tengah kesibukan, tidak jarang kita merasakan kekosongan hidup. Kadang kita mencoba untuk menonton televisi sampai larut malam; main game yang sama berulang-ulang; berjalan-jalan di Internet; pergi ke plaza sesering mungkin; mencari tempat makanan yang baru, dan apa pun yang bisa memuaskan batin kita. Akan tetapi setelah itu semua... kita masih merasakan kehampaan.

Terkadang kita melakukan banyak hal, sibuk dan berusaha tampak sibuk, tanpa tahu apa tujuan kita. Tetapi, ketika kejujuran bertahta di dalam hati, kita mulai sadar masalah yang sesungguhnya. Kita merasakan bahwa hidup kita ini adalah tanpa makna. Kita mencari makna hidup dalam aktivitas (doing) bukan dalam keberadaan kita (being) di hadapan Tuhan Semesta Alam sang "Ultimate Being". Sering kali berbagai aktivitas kita adalah upaya mencari makna hidup atau menutupi ketiadaan makna dalam hidup kita.

Pergumulan batin semacam ini sering kali kita abaikan begitu saja. Di dalam komunitas Kristen, kita mengakui bahwa kita sedang mencari dan menggali makna hidup yang rasanya hanya pantas diucapkan oleh kanak-kanak rohani. Tetapi kebenarannya adalah sebaliknya. Pergumulan menyangkut makna hidup justru merupakan pergumulan orang-orang dewasa.

Kanak-kanak hanya mengerti tentang "cita-cita" tanpa mengetahui bahwa jika mereka mencapainya, mereka masih mungkin mengalami kekosongan jiwa. Tetapi, jika kita mau kembali kepada sebuah buku kuno bernama Alkitab, ada sebuah kitab yang secara blak-blakan berbicara tentang pergumulan mencari makna hidup. Kitab ini tidak lain adalah kitab Pengkhotbah.

Pengkhotbah memulai kitabnya dengan pernyataan, "Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari" (1:2-3). Dan kesimpulannya ditemukan dalam pernyataan dibawah ini: "Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat." (12:13-14)

Jika kita membaca kitab Pengkhotbah, kita akan menemukan bahwa Pengkhotbah berbicara tentang realitas sehari-hari yang kita alami. Rutinitas kehidupan. Ya, hidup ini penuh dengan rutinitas belaka. Pengkhotbah berkata: "Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerusia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir kelaut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu." (1:5-7). Inilah realitas kita setiap hari. Bangun pagi, sekolah/ bekerja, pulang dan beraktifitas sebentar, tidur dalam kelelahan, dan bangun pagi lagi. Repetisi tidak hanya terjadi dalam alam (sungai, angin, matahari) tetapi juga dalam hidup kita. Betapa sia-sianya, demikianlah pengamatan Pengkhotbah.

Selanjutnya Pengkhotbah mengajak kita mengakui bahwa kehidupan ini tidak menawarkan sesuatu yang memuaskan jiwa kita. Pengkhotbah berkata: "Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar". Kalimat ini kedengarannya memang ekstrem. Tetapi itulah faktanya, Pengkhotbah sudah puas dengan seks, kekayaan, hikmat dan prestasi, tetapi ia menemukan bahwa semua itu tidak memuaskan, bahkan menjemukan. Jika kita tidak setuju dengan perkataan Pengkhotbah ini, mungkin kita baru mencicipi sedikit atau malah tidak pernah merasakan kenikmatan dunia sebagaimana dirasakan Pengkhotbah.

Mereka yang pernah bergelimangan dalam pornografi tahu bahwa hal itu tidak pernah memuaskan jiwa mereka; mereka yang pernah terjun dalam perjudian menyadari bahwa tidak ada rasa puas setelah kemenangan seberapapun besarnya. Bahkan dalam contoh-contoh yang lebih umum, mereka yang terobsesi dengan jalan-jalan dan shopping ke plaza tahu bahwa suatu kali mereka ingin muntah ketika mendengar kata "plaza".

Kedua hal di atas ditambah lagi dengan fakta kematian yang akan dialami oleh semua orang, kaya atau miskin, berhikmat maupun tidak menambahkan lagi satu faktor bagi kesia-sian hidup. Pengkhotbah 2:14 mengatakannya demikian:

"Mata orang berhikmat ada dikepalanya, sedangkan orang yang bodoh berjalan dalam kegelapan, tetapi aku tahu juga bahwa nasib yang sama menimpa mereka semua."

Akhir dari nasib semua manusia, baik yang kaya maupun miskin, berhikmat maupun tidak, adalah kematian. Itu adalah "upah dari dosa-dosa" yang kita yang kita perbuat (Roma 6:23). Pada saat pertama kali, manusia diciptakan sempurna dan kekal oleh Tuhan (dalam gambar dan rupa Tuhan, atau dalam citra Tuhan), akan tetapi ketika manusia (Adam dan Hawa) mulai memberontak maka kematian mulai masuk ke dalam dunia. Dan kecuali Tuhan menyelamatkan kita dengan memberikan "anugrah" kebangkitan jiwa yang kekal, yang hanya Tuhan saja yang dapat memberikannya kepada kita sebagai "hadiah", maka pada akhirnya kita tidak lebih dari binatang yang akan musnah dan dilupakan. Pengkhotbah 3:19-20 berkata demikian:

"Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya. Tentang anak-anak manusia aku berkata dalam hati: "Allah hendak menguji mereka dan memperlihatkan kepada mereka bahwa mereka hanyalah binatang. Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia. Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu."

Dengan kata lain, kepuasan yang sejati yang dapat mengisi hati kita dengan sempurna hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Pengampun dan Pengasih. Ingatlah bahwa Tuhan secara langsung akan menghakimi segala perbuatan kita, dan bukan hanya di dalam perbuatan, tetapi juga segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati, entah itu baik, entah itu jahat.