Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Apr 28, 2016

Bukti Kebangkitan Yesus

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya..." (Filipi 3:10).
Rasul Paulus telah menyatakan bahawa kebangkitan Yesus Kristus adalah batu penjuru iman kita di dalam Dia (1 Kor 15:14). Dan walaupun orang-orang yang skeptik telah cuba membantah hal ini, bukti untuk Allah dan kebangkitan Yesus Kristus tidak dapat dinafikan, jika seseorang rela untuk melihat secara objektif semua bukti-buktinya. Sebenarnya untuk menjadi seorang percaya bukanlah satu lonjakan iman yang buta tetapi satu perhubungan yang nyata dengan Allah yang hidup yang cap jari-Nya kelihatan di manapun kita melihat. 

Terdapat banyak bukti-bukti yang dapat disahkan mengenai kebangkitan Yesus Kristus, dan yang berikut hanyalah tujuh daripadanya.

  • Kubur yang kosong. Musuh-musuh Kristus juga tidak menafikan kubur yang kosong itu. Dan semua penjelasan yang lain, mayatnya dicuri, Dia tidak sebenarnya mati, dan sebagainya, mudah sahaja didedahkan kesalahannya apabila diperiksa.
  • Penampakan Selepas Kebangkitan. Orang-orang melihat, menyentuh, berjalan di sampingnya, makan bersama dan mendengar daripada Yesus. Beratus saksi (lebih 500!) melihat Dia pada satu waktu (1 Kor 15:6), yang mana ahli-ahli psikologi mengesahkan sebagai tidak mungkin halusinasi beramai-ramai seperti yang didakwa oleh sebilangan skeptik. 

    Kebangkitan Yesus adalah kebangkitan yang secara jasmani. Berikutan dari kebangkitan-Nya, Dia menunjukkan Diri-Nya sebagai bukti bahawa Dia benar-benar hidup! Dia memberi Diri-Nya disentuh, menunjukkan bekas-bekas luka daripada penyaliban, dan kemudian makan bersama murid-murid-Nya. Dia menunjukkan bukti yang jelas bahawa Dia telah bangkit secara jasmani dari kubur. 

    Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah" (KPR 1:3).
  • Kesaksian para wanita. Fakta bahawa wanita-wanita adalah yang pertama untuk menemukan dan bersaksi mengenai kubur yang kosong dan bahawa Dia telah bangkit adalah sesuatu yang menarik perhatian kerana di dunia Yunani-Rom pada waktu itu kesaksian wanita dianggap kurang dapat dipercayai. Jika penulis-penulis Injil merasakan bebas untuk mereka-reka sesuatu, mereka pasti sekali tidak akan melaporkan bahawa wanita-wanitalah yang telah menemukan kubur yang kosong itu, kerana itu akan melemahkan kes dan matlamat mereka. Mereka bagaimanapun melaporkan apa yang mereka telah melihat dengan mata mereka sendiri, dan percaya bahawa kebenaran akan terserlah secara sendiri. 
  • Kehidupan murid-murid yang mengalami transformasi. Tidak ada keraguan bahawa sesuatu yang sangat nyata dan dramatik telah terjadi yang mentransformasikan sebelas lelaki yang pengecut, yang sedang bersembunyi dalam ketakutan akan nyawa mereka, untuk menjadi penginjil-penginjil yang lantang dan berani. Lelaki-lelaki itu menjadi rela menghadapi kemungkinan dipenjarakan, disisihkan, disiksa, dan juga dibunuh demi untuk mengisytiharkan kebangkitan Yesus Kristus di kota yang sama di mana Dia telah disalibkan! Mereka tidak akan secara rela mahu mati jika mereka tahu bahawa semua itu adalah kebohongan. Hakikatnya mereka tahu bahawa Kristus benar-benar telah bangkit – mereka telah melihat Dia, berkata-kata dengan Dia, menyentuh dia, dan makan bersama dengan Dia. Mengetahui kebenaran mengenai kebangkitan, mereka rela mati untuk Dia. 
  • Lahirnya Gereja Kristian. Adalah sangat nyata bahawa sesuatu yang sangat besar dan luar biasa telah terjadi yang menyebabkan iman Kristian meletus dalam pertumbuhannya dalam kota yang sama di mana Kristus telah disalib dan dikebumikan. Dalam beberapa kurun, dari Yerusalem sehinggalah menerusi seluruh empayar Rom, iman Kristian menjadi agama yang paling berpengaruh, menggantikan amalan pagan yang berkurun-kurun. Semua ini terjadi tanpa adanya kemudahan komunikasi, penggembaraan dan media yang  modern. Hanya sesuatu yang sangat mengesankan dan menyakinkan seperti Kebangkitan Yesus dapat menjelaskan transformasi yang mengkagumkan ini. 
  • Pengakuan Yakobus. Adik Yesus, Yakobus adalah seorang skeptik sehingga dia bertemu dengan Yesus yang telah dibangkitkan. Lantaran itu dia menjadi seorang pemimpin yang kuat dalam gereja awal. 
  • Pengakuan Saulus dalam perjalanan ke Damsyik. Suatu kejadian yang luar biasa pastinya sudah terjadi untuk menyebabkan perubahan yang begitu mendadak dalam Saulus, mentransformasikan dia daripada seorang pembenci fanatik dan penganiaya umat Kristian untuk menjadi pembela, misionari dan penginjil yang teragung dalam sejarah gereja. 

Apr 26, 2016

Peradaban Mesir Kuno

Peradaban Mesir Kuno lahir di tepi Sungai Nil pada tahun 3150 SM, ketika Mesir atas dan bawah bersatu di bawah pimpinan Firaun pertama. Peradaban ini terus berkembang dan hidup sampai sekitar 31 SM ketika ditaklukkan oleh kekaisaran Roma.

Di sepanjang sejarah panjang peradaban mereka, orang Mesir Kuno tercatat menjadi penemu berbagai hal menakjubkan yang bahkan bisa dilihat karyanya hingga sekarang.

Penemuan Mesir Kuno

Meskipun peradaban Mesir Kuno umumnya dihubungkan dengan mumi dan Piramida, mereka sebenarnya mampu membuat berbagai penemuan lain yang berguna.

Berikut adalah beberapa penemuan Mesir Kuno yang patut diketahui:

1. Papirus (Papyrus)

Papirus bisa dikatakan merupakan cikal bakal kertas yang digunakan pada jaman modern.
Mesir membuat kertas dari tanaman Papyrus cyperus yang tumbuh di sepanjang tepi sungai Nil.
Pada awal tahun 3000 SM, orang Mesir telah menggunakan papirus untuk membuat kertas, tikar, keranjang, tali, dan sandal. Batang papirus yang terpilih dianyam menjadi lembaran yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Kualitas kertas papirus terbukti amat tinggi karena masih utuh saat ditemukan 5000 tahun kemudian.

2. Tinta Hitam

Penemuan bangsa Mesir Kuno yang juga amat bermanfaat adalah tinta hitam. Orang Mesir membuat tinta hitam dengan mencampurkan jelaga dengan sayuran dan lilin lebah. Mereka lantas mengganti jelaga dengan bahan organik lain untuk membuat tinta dengan warna yang berbeda. Misalnya, oker digunakan menggantikan jelaga untuk membuat tinta merah.

3. Bajak Sawah

Bajak yang ditarik ternak adalah penemuan yang tidak hanya merevolusi cara pertanian masyarakat Mesir, namun juga mempengaruhi cara bertani peradaban lain. Menggunakan bajak, membalik tanah pertanian bisa dilakukan lebih mudah dan cepat daripada memakai cangkul yang menggunakan tenaga manusia.

4. Jam

Peradaban Mesir Kuno mengajarkan dunia mengetahui waktu dengan menciptakan jam. Mereka menemukan dua jenis jam: jam matahari dan jam air. Jam matahari berbentuk obelisk (tiang) yang dipancangkan di tanah lapang. Mereka lantas mengamati pergerakan bayangan obelisk dan membaginya menjadi zona yang menandakan waktu.

Orang Mesir juga menentukan hari terpanjang dan terpendek dalam setahun dengan mencatat hari-hari ketika bayangan obelisk memiliki ukuran terpanjang dan terpendek. Orang Mesir Kuno menemukan jam air sekitar tahun 1417-1379 SM pada masa pemerintahan Amenhotep III yang memungkinkan mereka membaca waktu di malam hari. Jam air ini berbentuk sebuah wadah dengan lubang kecil di bagian bawah dimana air menetes dengan laju konstan. Wadah tersebut diberi tanda yang menunjukkan tingkat perubahan ketinggian air sekaligus menunjukkan waktu.

5. Kalender Matahari

Berbagai peradaban Kuno menggunakan kalender bulan untuk menunjukkan waktu. Orang Mesir Kuno adalah yang pertama menggunakan kalender matahari yang terdiri dari dua belas bulan yang masing-masing memiliki 30 hari ditambah 5 hari ekstra di akhir tahun. Mereka lantas menyempurnakan sistem ini dengan menambahkan satu hari pada tahun kabisat (tiap empat tahun) pada tahun 238 SM.

6. Piramida

Mesir Kuno identik dengan Piramida yang merupakan makam Firaun. Mulai dari di Yunani Kuno hingga desain Museum Louvre di Paris, Piramida menjadi inspirasi dasar semua arsitekstur tersebut. Piramida pertama Mesir berbentuk Piramida bertangga yang terletak di Saqqara yang dibangun pada tahun 2750 SM untuk Raja Zoser dari dinasti ketiga raja-raja Mesir. Sebelum ini, raja-raja Mesir umumnya dimakamkan di makam persegi yang terbuat dari bata lumpur yang disebut Mastaba. Namun, arsitek Raja Zoser yang bernama Imhotep mulai merancang bentuk makam lain yang kini dikenal sebagai Piramida bertangga

Peradaban Mesir Kuno

Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal dari tahun 4000 SM. Hal ini diketahui melalui penemuan sebuah batu tulisdidaerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin Napoleo Bonaparte. Batu tulis itu berhasil dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion (1800)Sehingga sejak tahun itu terbukalah tabir sejarah Mesir Kuno yang berasal dari tahun4000 SM.

Periode Zaman Purba dan pra sejarah (sebelum mengenal tulisan)
Riset arkeologis intensif setelah bertahun-tahun, membuka banyak rahasia tentang Mesir zaman purba dan prasejarah. Pemahaman kita atas peradaban Mesir kini bisa ditelusuri melewati sekuens perkembangan yang panjang hingga tahun 5000 SM dan lebih awal, hampir 2000 tahun sebelumDinasti ke-1 Mesir. Kita telah menemukan, bahkan sebelum 5000 SM, bukti tentang komunitas awal kaum pemburu-pengumpul di sepanjang Lembah Nil dan di pesisir Danau Qarun diFayoum, serta tentang penduduk palaeolithic yang hidup sekitar 300.000 tahun lalu.
Periode Zaman Sejarah (Telah mengenal tulisan)
Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu menjadi satu kerajaan Mesir yang besar. Mesir merupakan sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bergelar Firaun. Ia berkuasa secara mutlak. Firaun dianggap dewa dan dipercaya sebagai putera Dewa Osiris. Seluruh kekuasaan berada ditangannya baik sipil, militer maupun agama.
Sejak tahun 3400 SM sejarah Mesir diperintah oleh 30 dinasti yang berbeda yang terdiri dari tiga jaman yaitu Kerajaan Mesir Tua yang berpusat di Memphis, Kerajaan Tengah di Awaris dan Mesir Baru di Thebe.

Pembagian Kerajaan Mesir Tua, Tengah, dan Mesir Baru

Kerajaan Mesir Tua (2660 – 2180 SM)

Kerajaan Mesir Tua disebut jaman piramida karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarah dari Firaun Joser. Piramida di Gheza adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa. Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes berhasil mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia digelari Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar. 
Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena sejak tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan.Bangsa-bangsa dari luar misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan ke Mesir. Para bangsawan banyak yang melepaskan diri dan ingin berkuasa sendiri-sendiri.Akhirnya terjadilah perpecahan antara Mesir Hilir dan Mesir Hulu.

Kerajaan Mesir Tengah (1640 – 1570 SM)

Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III.Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia).Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos.
Setelah zaman Kerajaan tengah, Mesir melemah dan terpecah belah dikuasai selama 100 tahun oleh bangsa Hiksos dari Kanaan. Mereka menguasai Mesir Bawah di bagaian utara. Sekitar 1550 SM, satu keluargabangsa Mesir Atas bangkit dan mengusir bangsa Hiksos serta menyatukan kembali seluruh negeri. Pada 1532 SM, mereka mencatat keberhasilan. Ahmose mendirikan dinasti ke-18 dan menjadi fiaun pertama di Kerajaan Baru, yaitu zaman keemasan Mesir.

Kerajaan Mesir Baru (1570 - 1070 SM)

Salah satu firaun pertama, Thutmosis I, menaklukan Palestina dan daerah di sebelah barat Eufrat sekitar tahun 1500 SM. Selama pemerintahan Amenhotep III, Kerajaan Baru dengan ibukota Thebes, mencapai zaman kemakmuran. Para petani dan pekerja hidup sederhana, sedangkan kaum bangsawan hidup mewah. Menurut hukum, pria dan wanita berkedudukan setara. Kaum wanita juga boleh memiliki harta benda. Kaum wanita boleh menekuni satu dari empat profesi: pendeta wanita, dukun beranak, penari, atau peratap. Selain kaum bangsawan, para juru tulis dan pendeta adalah jabatan terpenting dalam masyarakat Mesir.

Penguasa yang paling unik adalah Amenhotep IV (1353-35 SM). Ia menjadikan Aten, sang Matahari, sebagai dewa tunggal Mesir, dan berusaha mengubah agama orang Mesir dengan menyingkirkan banyak dewa lain dan tradisinya yang rumit. Ia mengubah namanya menjadi Akhenaten dan membangun ibukota baru di El-Amarna guna menghormati Aten. Pemaisurinya, Nefertiti, bukan keturunan bangsawan, dan bisa jadi bukan orang Mesir. Ketika Akhenaten wafat, para pendeta dewa lama kembali berkuasa, dan melarang penyembahan atas Aten. Nama Akhenaten disingkirkan dari semua monumen dan catatan. Kota baru yang dibangunnya ditinggalkan dan Akhenaten dianggap seolah tidak pernah ada.

Kebanyakan penguasa Kerajaan Baru dimakamkan di Lembah Raja – Raja, di makam batu yang di pahat dalam. Namun, makam – makam ini telah dijarah banyak penjahat. Hanya satu makam yang selamat hingga zaman moderen, yaitu makam Raja Tutankhamun, pengganti Akhenaten yang wafat sebelum usia 20 tahun. Mesir tetap kuat, khususnya dibawah pemerintahan Seti I dan anaknya Ramesses II yang agung dari dinasti ke-19 (1307-1196 SM). Namun, setelah diperintah oleh sejumlah penguasa lemah , para para pendeta mengambil alih kekuasaan, dan Mesir jatuh ke tangan banyak penguasa asing. Bangsa Yunani menaklukan Mesir dan berkuasa hingga 300 tahun. Lalu, Mesir menjadi wilayah Romawi. Akibatnya, sejarah dan tulisan Mesir terlupakan.

Sistem Kepercayaan Peradaban Mesir Kuno
Agama pada awal masa Mesir Kuno menganut kepercayaan Politeisme yaitu menyembah kepada dewa - dewa. Diantaranya memiliki perannya masing – masing yaitu:

  1. Horus adalah dewa langit dan rohnya mendiami firaun yang hidup. Matanya adalah matahari dan bulan.
  2. Ptah, dewa pencipta, pencipta kesenian. Ia merupakan dewa lokal di ibukota, Memphis.
  3. Hathor, dewi cinta dan kecantikan. Tanduknya mengankat sang matahari ke surga.
  4. Isis, saudari dan istri Osiris, adalah ibu dari Horus. Ia memiliki kekuatan sihir hebat.
  5. Re-Horakhty, gabungan dari dewa matahari dan Horus, ditunjukan dengan matahari berkepala elang.
  6. Osiris adalah dewa maut. Kerajaannya terdapat di barat. Ia menghakimi jiwa manusia menurut pahala yang mereka kumpulkan.

Pada kekuasaan Amenhotep IV (1353-35 SM). Ia menjadikan Aten, sang Matahari, sebagai dewa tunggal Mesir, dan berusaha mengubah agama orang Mesir dengan menyingkirkan banyak dewa lain dan besistem kepercayaan Monoteisme menyembah kepada satu dewa. Lalu setelah ia meninggal para pendeta mengambil alih kekuasaan dan kembali pada kepercayaan Politeisme.

Peninggalan Peradaban Mesir
  • Jimat.
    Orang Mesir semang mengenakan jimat. Jimat favorit mereka adalah sosok kumbang besar yang diukir dari batu. Kumbang besar dipuja sebagai penghormatan kepada dewa matahari, Re.
  • Papirus

    Papirus adalah kertas kaku yang dibuat dari buluh papirus. Orang mesir merekatkan lembaran menjadi gulungan perkamen. Tulisan hieroglif bidang administrasi dan keagamaan dituliskan dengan tangan.
  • Piramida
    Sejarah sekitar 2630 SM, orang Mesir membangun banyak piramida. Yang paling terkenal adalah piramida besar di Giza. Tidak seorang pun tahu mengapa bentuk itu yang dipilih. Skala dan dimensinya menunjukan bagian tujuan astronomi, matematis dan spiritual. Dengan membangun monumen besar seperti itu, para firaun berusaha menyenangkan para dewa dan mewariskan peninggalan penting dalam sejarah. Beberapa blok batu panjang di atas ruangan raja memiliki berat hingga 60 ton.
    Piramida besar, salah satu piramida yang terdapat di Giza dan makam Firaun Khufu, memiliki lorong dan ruang misterius yang panjang. Pembangunan piramida membutuhkan keterampilan tinggi. Dibutuhkan waktu lebih dari 30 tahun untuk membangun piramida Besar di Gazi.

    Upacara Pemakaman para firaun Mesir sangat rumit. Gambar ini menunjukan arak – arakan jenazah firaun yang tiba di Abusir, Sungai Nil, pada tahun 2500 SM. Proses itu memasuki Lembah Kuil. Jenazah yang sudah dibalsem dibawa naik ke jembatan yang menuju piramida.

PENINGGALAN DARI GENERASI KEGENERASI

Pengawetan Mayat (Ilmu Forensik)

Pada zaman Mesir Kuno, jenazah dibuat mumi dengan cara dibalsem. Dengan cara ini, Zorang yang telah meninggal dipercaya hidup selamanya. Mumi dimasukan ke sebuah peti mati yang biasanya dihiasi mewah. Sampai sekarang metode pengawetan mayat masih digunakan untuk membuat mayat tidak cepat busuk. Seperti di rumah sakit, adat masyarakat, dan sebagai tradisi turun temurun masih digunakan sampai sekarang.

Sistem Kalender

Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari.Karena dianggap kurang tetap kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem Solar).Penghitungan kalender Mesir dengan sistem Solar kemudian diadopsi (diambil alih) oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan sistem Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih penghitungan sistem lunar (peredaran bulan) menjadi tarik Hijriah. 

Seni Arsitektur

Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan sampai sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur. Peninggalan bangunan Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil yang erat kaitannya dengan kehidupan keagamaan. Piramida dibangun untuk tempat pemakaman Firaun.Arsitek terkenal pembuat piramida adalah Imhotep. Ilmu arsiterkur sampai sekarang masih digunakan seperti gedung perkantoran, geding pencakar langit, dan bangunan-bangunan lain yang memiliki pondasi yang hebat.

Peradaban Mesopotamia

Mempelajari peradaban kuno di dunia, memang sangat menarik. Budaya yang dimunculkan sangat luar biasa dengan nilai peradaban yang sedemikian tinggi.
Mesopotamia berasal dari kata meso = tengah dan potamus = sungai. Dengan demikian memiliki arti daerah antara dua aliran sungai (Eufrat-Tigris) sehingga daerahnya sangat subur. Diantara kedua sungai terdapat daerah bulan sabit yang sangat makmur (the fertile crescent). Sedangkan di luar daerah itu merupakan tanah yang kurang subur, padang rumput dan padang pasir. Oleh karena itu mesopotamia sering menjadi daerah perebutan diantara bangsa-bangsa.

Bangsa Sumeria

Kerajaannya di muara sungai Eufrat dan beribukota Lagas atau Ur ( 3000 SM). Raja merupakan patesi (pendeta raja). Masyarakat Sumeria telah mengenal tulisan paku. Bidang pengetahuan berkembang maju ditandai: kalender Komariyah (354), Syamsiyah (360), membagi satu hari = 24 jam, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik. Kepercayaan bersifat polytheisme dengan memuja alam (matahari, bintang, api, petir). Selain itu juga lingkaran memiliki perhitungan 360 °. Mereka juga mengembangkan tata ruang kota yang baik dan saluran irigasi yang teratur.
Kerajaan telah dikembangkan melalui organisasi birokrasi yang teratur. Perekonomian sudah maju yang dibuktikan dengan perdagangan yang maju dan luas dengan daerah di sekitarnya. Diantaranya dengan menjalin perdagangan dengan lembah sungai Indus yaitu budaya Mohenjo Daro – Harappa.
Daerah Sumeria yang subur banyak menghasilkan gandum. Sumeria menjalin hubungan dagang dengan bangsa di sekitarnya, misal bangsa Akadia. Aksara telah dikembangkan yaitu huruf paku yang terdiri atas 350 tanda. Tulisan digoreskan pada lapisan tanah liat yang masih basah. Tulisan yang dibuat banyak berhubungan dengan kepercayaan. Peninggalan tulisan bangsa Sumeria berupa epos Gilgamesh.
Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat polytheisme yaitu menyembah banyak dewa. Adapun dewa yang disembah adalah yang menguasai alam, misal Anu (dewa langit), Enlil (dewa bumi) dan Ea (dewa air). Selain itu juga menyembah dewa Sin (bulan), Samas (matahari) dan Istar (perang dan asmara). Untuk memajukan pertanian, bangsa Sumeria menyembah Tammuz (dewa tumbuhan). Dewa yang sangat ditakuti adalah dewa Ereskigal (dewa perempuan yang menguasai maut.
Bangunan Sumeria berupa rumah yang dibuat dari tanah liat yang dikeringkan. Kerajaan bangsa Sumeria berkembang pesat, namun pada tahun 2500 SM dapat dikalahkan oleh bangsa Akadia dibawah raja Sargon.

Bangsa Babylonia I

Kerajaan Babylonia lama beribukota Babylon. Kerajaan ini mewarisi budaya Sumeria. Raja terkenal Hammurabi yang menyusun UU tertulis pertama yaitu Codex Hammurabi (1750 SM) berisi hukum pidana, perdata, dagang, hak dan kewajiban rakyat. Kepercayaan bersifat polytheisme dengan dewa Marduk sebagai dewa tertinggi. Raja berkuasa mutlak yaitu penguasa kerajaan dan merangkap sebagai kepala agama. Semua urusan dan kepentingan rakyat diatur oleh kerajaan.
Bangsa Babylonia telah mengenal astronomi dan beberapa jenis planet. Biologi telah dikenal dengan mempelajari dan mengklasifikasikan hewan dan tumbuhan. Dalam matematika penggunaan bilangan hingga angka 60. Satuan panjang, luas, isi dan berat telah ditetapkan secara baku.
Kerajaan Babylonia I runtuh sejak meninggalnya raja Hammurabi akibat serangan bangsa Hithit yang menyerbu dari arah barat (1900 SM).

Bangsa Assyiria

Kerajaan beribukota di Niniveh, berpola kerajaan militer (750 SM) dengan senjata dari besi dan kendaraan perang kereta berkuda. Kehidupannya beternak dan peperangan. Peradaban Assyiria telah maju ditandai dengan didirikannya perpustakaan yang mengoleksi lebih dari 22.000 buku yang ditulis dalam lempengan tanah liat (tablet). Mereka menggunakan bahasa Semit. Selama kekuasaannya, mereka berperang dengan bangsa Hithit, Akkadia – Sumeria selama beberapa waktu. Peperangan yang cukup lama menjadikan bangsa Assyiria kuat dimana mereka menggunakan kereta perang yang ditarik kuda.
Assyiria terkenal sebagai bangsa yang ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Hal ini dibuktikan dengan penyerangan ke daerah Syiria, Samaria, daerah pantai barat Asia Kecil (gugusan pulau di Laut Tengah). Secara bergantian usaha raja Sargon diteruskan raja Sargon II, Sennachereb dan Assurbanipal yang mampu menguasai Mesir.
Assyiria merupakan daerah pertanian yang banyak menghasilkan gandum, anggur, zaitun dan sayur. Raja berkuasa mutlak. Bangsa Assyiria percaya kepada dewa matahari yang dilambangkan dengan gambar roda. Dewa matahari (Asuur) mengepalai semua dewa dan menjadi pelindung para raja. Peradaban bangsa Assyiria banyak meniru peradaban bangsa Babylonia. Pada tahun 612 SM, dapat dikalahkan bangsa Khaldea, Semit, Media dan Persia.

Bangsa Chaldea/ Babylonia Baru/ II

Babylonia II didirikan oleh Nabopalazar dengan ibukota Babylon setelah mampu menaklukkan bangsa Assyiria. Raja terkenal adalah Nebukadnezar dengan bukti: dapat menaklukkan bangsa Yahudi dan sekitarnya; membuat jalan dan jembatan untuk memperlancar lalu lintas; membangun menara Babil untuk keindahan kota dan mercu suar; membuat taman bergantung; membagi lingkaran menjadi 360 derajat dan gerhana bulan dan matahari.
Bangsa Babylonia II banyak mewarisi peradaban Babylonia Lama. Mereka mengembangkan budaya yang telah ada dalam waktu cepat. Mereka membagi lingkaran menjadi 360 °. Setiap derajat dibagi atas 60 menit dan tiap menit dibagi menjadi 60 detik. Dalam menghitung waktu telah dikenal perhitungan minggu menjadi 7 hari. Dalam ilmu pengetahuan, telah dikenal rasi bintang dan 5 buah planet. Dalam matematika telah dapat menghitung luas lingkaran dan panjang keliling lingkaran.
Setelah Nebukadnezar meninggal, maka digantikan beberapa penguasa, diantaranya yang terkenal adalah Nabonidus yang mendirikan bangunan di kota Babylon. Raja Belsarussur adalah raja terakhir yang pada masa pemerintahannya timbul kekuasaan bangsa Meida dan Persia.

Bangsa Persia

Pendiri kerajaan Persia yaitu Cyrus (550 SM) beribukota Persepolis. Raja terbesar Darius Agung (512-485 SM) dengan hasil budaya: membuat jalan raya yang menghubungkan ibukota dengan daerah dan membangun pos-pos; wilayah kerajaan dibagi atas 20 ksatrapi dan dipimpin ksatrap/ wali negara; sistem pemerintahan desentralisasi. Kepercayaan bersifat polytheisme berdasarkan kitab suci Avesta (pengetahuan), dengan dewa tertinggi Ahura Mazda (dewa langit). Ahura Mazda selalu bermusuhan dengan dewa Angro Manyu (dewa kejahatan).
Kehidupan kerajaan Persia ditopang adanya pajak yang diatur dengan baik. Penguasa daerah atau ksatrapi menjadi wali negara, pengawas keuangan, hakim dan panglima perang. Kekuasaan ksatrap ini diawasi langsung oleh raja melalui kurir khusus. Untuk memudahkan lalu lintas baik militer maupun perdagangan, maka dibuat jalan raya yang dimulai dari Susa – Sardes. Jalan raya tersebut dapat ditempuh dalam waktu 5 – 6 hari (naik kuda) atau 450 jam jika berjalan.
Kepercayaan bersifat polytheisme dengan kitab suci Avesta atau Zend Avesta ( sama dengan Wed = pengetahuan). Buku Avesta dibagi atas beberapa bagian :
YasnaYasna merupakan bagian Avesta yang berisi gatha (nyanyian) yang menyebut dewa; dinyanyikan pada waktu upacara keselamatan. 
YashYash adalah bagian yang memuat nyanyian yang digunakan untuk selamatan
WendidadWendidad merupakan buku yang memuat ajaran tentang mensucikan tubuh manusia dan untuk menolak mara bahaya.

Bangsa Macedonia

Iskandar Agung/ Alexander Agung dapat menaklukkan Persia dan berupaya memadukan budaya Yunani dengan budaya setempat, dengan cara: membangun ibukota di Babylonia; mengadakan perkawinan campuran dan mengembangkan Hellenisme (perpaduan budaya Mesir, Mesopotamia dan Persia).

Apr 25, 2016

Penyihir Terkenal Di Dunia

Penyihir dan ilmu sihir sudah ada di antara kita sejak ribuan tahun. Dan kebanyakan kaum wanita lah yang sering dituduh sebagai penyihir. Di abad pertengahan, masa kegelapan eropa, banyak wanita wanita yang dituduh sebagai tukang sihir, dan mereka dieksekusi mati, tanpa pengadilan yang adil. Kita tidak pernah tahu wanita mana yang benar-benar tukang sihir dan mana yang tidak, tapi yang jelas adalah, lebih banyak wanita wanita tak bersalah saat itu menemui ajalnya hanya karena cap tukang sihir.

Tukang sihir wanita ada di semua mitos dan legenda di seluruh dunia. Rata-rata mereka digambarkan sebagai wanita yang kecantikannya menggoda, namun adapula yang digambarkan seburuk Iblis. Sahabat anehdidunia.com penulis mempunyai keyakinan bahwa mitos, legenda, dan sejarah ada benang merahnya, sehingga semua yang disebut dewa-dewi oleh mitologi dan semua tokoh legenda kemungkinan adalah manusia juga yang dijadikan teladan atau contoh buruk bagi generasi berikutnya, sehingga lama kelamaan tokoh tokoh itu dianggap dewa oleh generasi setelah generasi-generasi berikutnya. Oleh karenanya penulis memasukkan juga tokoh tokoh mitologi yang diceritakan menguasai sihir.

Meskipun hari ini kita memiliki beberapa petunjuk tentang kehidupan para penyihir paling terkenal di dunia, kita tidak pernah tahu pasti siapa yang benar benar memiliki kekuatan sihir dan siapa yang cuma seorang wanita biasa. Dan mana yang benar benar kisah belaka. Silakan anda memutuskannya sendiri:

1. Calon Arang

Calon Arang adalah seorang tokoh dalam cerita rakyat Jawa dan Bali dari abad ke-12. Tidak diketahui lagi siapa yang mengarang cerita ini. Salinan teks Latin yang sangat penting berada di Belanda, yaitu di Bijdragen Koninklijke Instituut.

Diceritakan bahwa Calon Arang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam yang sering merusak hasil panen para petani dan menyebabkan datangnya penyakit. Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Manggali, yang meskipun cantik, tidak dapat mendapatkan seorang suami karena orang-orang takut pada ibunya. Karena kesulitan yang dihadapi puterinya, Calon Arang marah dan ia pun berniat membalas dendam dengan menculik seorang gadis muda. Gadis tersebut ia bawa ke sebuah kuil untuk dikorbankan kepada Dewi Durga. Hari berikutnya, banjir besar melanda desa tersebut dan banyak orang meninggal dunia. Wabah Penyakit pun muncul.

Raja Airlangga yang mengetahui hal tersebut kemudian meminta bantuan penasehatnya, Empu Baradah untuk mengatasi masalah ini. Empu Baradah lalu mengirimkan seorang muridnya bernama Empu Bahula untuk dinikahkan kepada Ratna. Keduanya menikah besar-besaran dengan pesta yang berlangsung tujuh hari tujuh malam, dan keadaan pun kembali normal.

Calon Arang mempunyai sebuah buku yang berisi ilmu-ilmu sihir. Pada suatu hari, buku ini berhasil ditemukan oleh Bahula yang menyerahkannya kepada Empu Baradah. Saat Calon Arang mengetahui bahwa bukunya telah dicuri, ia menjadi marah dan memutuskan untuk melawan Empu Baradah. Tanpa bantuan Dewi Durga, Calon Arang pun kalah. Sejak ia dikalahkan, desa tersebut pun aman dari ancaman ilmu hitam Calon Arang. Baca selengkapnya DISINI

2. Isis

Isis adalah dewi Mesir Kuno untuk kesuburan, pengobatan, pengetahuan, dan sihir. Isis sebenarnya hanya julukan – tidak diketahui siapa nama aslinya. Karena huruf Hieroglif tidak mengandung vokal, dewi Isis disebut sebagai “asset” atau “is-set”. Kata “asset” dieja “isis” dalam bahasa Yunani. Artinya, “wanita bermahkota”. Soalnya, dewi Isis selalu mengenakan mahkota lebai yang bentuknya mirip tahta/singgasana, dan itulah arti dari namanya.

Trinitas Isis, Osiris, dan Horus merupakan kisah legenda yang terkenal di negara piramid ini dan mungkin Andapun pernah dengar. Isis adalah istri dari Osiris, dan mereka berdua memiliki putra tunggal bernama Horus. Sahabat anehdidunia.com beberapa orang berpendapat bahwa Isis dan Osiris sebenarnya hanya manusia biasa yang berasal dari benua yang hilang, Atlantis, sebab ada kecocokan antara simbol-simbol Atlantis dengan simbol yang dikenakan Isis dan Osiris. Sebagian lagi berpendapat bahwa mereka adalah alien atau setidaknya keturunan alien (hehehe ..). Karena kelebihan ilmu pengetahuan mereka, kemudian masyarakat setempat menganggap mereka dewa-dewi. Apalagi dalam bahasa hieroglif, kata “is-set” (Isis) juga dapat merujuk kepada makna “manusia tidak kekal”.

Dalam legenda Mesir Kuno, dewi Isis dan suaminya sering turun ke bumi untuk mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan kepada manusia : seperti cara membangun piramid, struktur alam semesta, cara bertani dan beternak, pengobatan, termasuk ilmu sihir. Isis menguasai ilmu sihir dengan mencelakai ayah tirinya, Ra. Karena Ra adalah penguasa lalim, Isis mengirimkan ular kobra yang menggigitnya, dan hanya Isis lah yang memiliki obatnya. Dengan itu Isis memaksa, Ra untuk memberikan rahasia sihir kepadanya, dengan pertukaran obat. Oleh Isis, ilmu sihir ini diajarkan kepada rakyat Mesir.

Hampir semua murid-murid yang diajari langsung oleh Isis adalah kaum wanita. Salah satu ajaran Isis yang terkenal adalah ilmu sihir yang menggunakan ikatan tali atau simpul tali sebagai mediumnya. Bahkan, simpul kepangan rambut pun bisa dipakai untuk mengendalikan cuaca . Intinya, dalam sihir Isis, semua jenis simpul bisa jadi medium sihir. Sampai-sampai, ada simbol yang disebut “Simpul Isis” atau “the knot of isis”. Bentuknya mirip simbol Mesir Kuno “ankh”, hanya saja kedua tangannya terkulai.

Sebagai catatan, pada masa itu semua penyihir yang menggunakan simpul Isis sebagai medium magicnya adalah wanita. Bahkan pada masa Greco-Roman, semua pendeta yang melestarikan ajaran dewi Isis adalah wanita.

Penyebaran Sihir Dewi Isis

Dari masa ke masa, pemujaan Isis menggurita sampai ke luar Mesir. Di Yunani, muncul kisah dewi gandum Demeter yang pada hakikatnya, agak menyontek dari kisah Isis yang rajin turun ke bumi untuk mengajar kepada manusia. Muncul kuil-kuil pemujaan Isis. Di Sumeria, pemujaan dewi Isis menyaingi jumlah orang yang memuja dewi lokal mereka, Astarte.
Setelah agama Kristen berkembang di Romawi, ritual pemujaan Isis dilarang.Tapi toh, hal ini tidak mencegah penyebaran ajaran Isis di daerah luar Romawi. Di Irak, terdapat kuil-kuil pemujaan Isis yang berasal dari pertengahan 600M. Sebagai informasi, periode ini juga bersamaan dengan awal periode kenabian Rasulullah SAW dan awal kelahiran Islam. Dan Surah Al-Falaq merupakan wahyu yang diturunkan di Mekah, ketika Islam awal-awal lahir.

3. The Witch of Endor

Dalam Perjanjian Lama, sang Penyihir dari Endor disebutkan dalam bab 28, ayat 3-25. Rupanya, dia memiliki sebuah jimat yang dapat membantunya melakukan kontak dengan Nabi Samuel (yang pada waktu itu, telah meninggal). Ayat-ayat Alkitab yang menyebutkan Witch of Endor sangat menarik dan menimbulkan banyak kontroversi terutama di Abad Pertengahan, ketika para teolog tidak bisa menerima sebagai kebenaran, hal yang menyebutkan bahwa adalah mungkin untuk memanggil arwah orang-orang kudus dengan cara sihir. Mereka lebih percaya bahwa yang Penyihir dari Endor panggil sebenarnya adalah setan yang mengambil bentuk Samuel.

4. Cassandra

Cassandra adalah karakter terkenal dari mitologi Yunani. Dia adalah putri dari Raja Priam dari Troy dan dia diberkati sekaligus dikutuk oleh Apollo yang mencintainya tapi cintanya ditolak oleh Cassandra: diberkati dengan karunia clairvoyance dan dikutuk sehingga nubuat nya tidak akan pernah dipercaya. Dia memiliki nasib yang menyedihkan karena ia diperkosa dan dipaksa menjadi selir dari Agamemnon pemenang perang Troya. Setelah kedatangan mereka di Athena, raja dan Cassandra, keduanya dibunuh oleh Clytemnenstra, istri Agamemnon, dan kekasih gelapnya.

5. Angéle de la Barthe (1230-1275)

Seorang wanita kaya dan mulia dari Toulouse, Angéle hidup pada abad 13. Dia seorang tokoh Catharisme, sebuah sekte yang dianggap sesat oleh gereja. Angéle de la Barthe diduga orang pertama yang telah dieksekusi, sebagai bagian dari Perburuan Penyihir Wanita di Abad Pertengahan, karena dituduh mempraktekkan sihir . Sahabat anehdidunia.com dia dituduh berhubungan seks dengan Iblis dan melahirkan anaknya, monster pemakan bayi. Tuduhan ini muncul setelah banyak bayi menghilang didaerah itu. Dalam rangka untuk "mendorong" dia untuk mengaku dosa-dosa, ia disiksa oleh Inkuisisi. Kemudian, de la Barthe dinyatakan bersalah dan dieksekusi. Tidak ada catatan dari sidang-nya, namun banyak orang meragukan bahwa dia pernah ada.

6. Alice Kyteler (1280-1325)

Alice Kyteler adalah seorang wanita kaya yang tinggal di Irlandia. Pada saat kematian suaminya, ia dituduh telah meracuni nya (dan dia mengorbankan hewan untuk Iblis) oleh anak tirinya yang menginginkan hartanya. Banyak tuduhan terhadap dirinya agak mencurigakan dan anehnya begitu rinci, seperti ritual magis yang dia lakukan dengan menggunakan beberapa bahan aneh seperti rambut dari bokong dan item pakaian yang diambil dari bayi yang tidak dibaptis. Dikatakan juga bahwa barang-barang misterius, seperti mantera-mantera dan bubuk sihir juga ditemukan di rumahnya. Akibatnya, dia dijatuhi hukuman mati, tetapi entah bagaimana, satu malam sebelum eksekusi, dia kabur dan tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu.

7. Mother Shipton (1488-1561)

Dia mungkin adalah salah satu penyihir besar. Nama asli nya Southeil Ursula, dia seperti ditakdirkan untuk hidup sebagai orang buangan. Ursula tidak hanya lahir dari seorang ibu remaja yang diduga adalah seorang penyihir, tapi dia juga sangat cacat dan sangat buruk, karena kakinya yang melengkung, kepala sangat besar dan pipi cekung. Dia juga memiliki gigi yang lengkap sejak lahir. Semua penduduk desa percaya bahwa dia adalah anak Iblis, terutama karena nama ayahnya tidak diketahui. Meskipun banyak hal aneh terjadi disekitarnya saat masa kanak-kanaknya (seperti benda benda terbang dan beberapa hal magis lainnya), ia tercatat dalam sejarah untuk bakatnya yang lain, yaitu, sebagai pelihat masa depan/peramal yang menakjubkan. Reputasinya sama dengan Nostradamus. Dia memprediksi peristiwa bersejarah abad ini dan masa depan yang jauh ("di seluruh dunia pikiran akan terbang dalam sekejap mata" ~ mungkin ini deskripsi Internet). Meskipun tidak banyak dari nubuat asli disimpan, dan sebagian besar diketahui telah ditemukan, ia tetap menjadi peramal Inggris yang paling terkenal.

8. Moll Dyer (?-1697)

Seluruh keberadaan Moll Dyer adalah sebuah mitos. Namun, sebagian besar cerita di sekitarnya menggambarkan bahwa dia seorang wanita yang bangsawan asal Irlandia yang menemukan perlindungan di Maryland dari masalah masa lalunya. Segera, isolasi nya, dikombinasikan dengan pengetahuan herbalnya yang aneh, membuatnya dianggap sebagai penyihir di mata penduduk setempat. Mereka mengejarnya hingga keluar kota di malam musim dingin yang membeku. Dia membeku sampai mati di hutan terdekat, dan sempat melemparkan kutukan untuk kota dan penduduknya yang telah bertindak kejam terhadap dirinya. Dikatakan bahwa batu (lihat gambar) tempat dia mengutuk terdapat tanda lutut dan tangannya, sebagai pengingat dari kutukan. Jika Anda masih ragu, maka carilah data data laporan dari banyak orang yang merasakan sensasi aneh saat berada di lokasi itu dan bahkan banyak kamera mengalami kerusakan di daerah tersebut.

9. Marie Laveau (1801-1881)

Wanita ini adalah praktisi voodoo yang paling representatif di dunia. Dia tinggal di Louisiana, negara bagian amerika di mana boneka voodoo pertama kali muncul dan berhasil menjadi ikon dari agama ini. Dia adalah ratu Voodoo yang terkenal karena bakatnya dalam melakukan ritual voodoo, serta untuk kebaikannya. Dikatakan bahwa ia pernah didatangi oleh seorang pria New Orleans yang memintanya untuk membantu anaknya (terdakwa kasus pembunuhan), melarikan diri dari penjara. Dia meminta imbalan rumah yang dimiliki keluarga pria tersebut. Meskipun anak pria tersebut sudah hampir pasti akan dihukum, Sihir Marie Laveau ternyata ampuh dan anak itupun divonis bebas.

10. Silver Ravenwolf (1956-)

Silver Ravenwolf adalah penyihir kontemporer. Dia adalah pemimpin sekaligus pendiri Wicca, aliran Neopagan modern yang diyakini menjadi salah satu aliran paling cepat berkembang di amerika saat ini. Wicca mempraktekkan ritual ritual sihir. Dia juga Seorang penulis yang sangat terkenal dari Wicca dan Paganisme, dan menjadi direktur dari Black Forest Circle dan Seminari, sebuah organisasi yang mencakup banyak klan Wicca di Amerika dan Kanada. Penyihir modern ini tanpa diragukan lagi, jauh lebih beruntung dibandingkan para pendahulunya, karena ia hidup di dunia yang siap menerima apa pun, selama 'apapun' ini tidak merugikan siapa pun.

11. Maggie Wall (?-1657)

Dia mungkin adalah penyihir paling misterius di dunia. Maggie adalah salah satu dari 4.000 wanita yang dieksekusi sebagai penyihir di Skotlandia. Namun, hanya dia sendiri yang memiliki sebuah monumen batu untuk peristiwa itu. Yang kita tahu pasti adalah nama Maggie dan tahun kematiannya, karena tertulis di monumen tersebut: "Dibakar disini - sebagai penyihir - 1657". Pesan yang sama sekali tidak mencerahkan kita melainkan, menimbulkan lebih banyak pertanyaan: Siapa Maggie Wall? Mengapa dia dibakar hidup-hidup dan mengapa monumen dari batu batu besar dibangun pada tempat di mana dia meninggal? Tidak ada yang tahu. Tidak ada kisah lokal menyebutkan, tak ada legenda atau sepotong informasi yang pernah ditemukan tentang Maggie Wall. Namun, ada seseorang yang tahu tentang dia: Setiap tahun, orang yang misterius meninggalkan karangan bunga di piramida dr batu kasar besar ini, dengan pesan anonim yang menyatakan "Dalam memori Maggie Wall, dibakar oleh Gereja atas Nama kekristenan '. Tidak ada yang tahu siapa yang menulis itu. Tulisan itu terlihat dicat ulang secara teratur, dan ini tidak terjadi sejak kemarin, tapi mungkin sejak saat kematiannya.

Ritual Pemujaan Mesir Kuno

Berabad-abad lalu, kebudayaan Mesir kuno telah berkembang pesat. Tidak hanya sistem sosial dan seni arsitekturnya yang luar biasa, masyarakatnya juga dikenal akan kepatuhan terhadap dewa dewi dari kepercayaan yang mereka anut. Mitos dewa dewi ini terus diceritakan dari masa ke masa, hingga saat ini.

Ladies, dari berbagai sudut cerita, sisi seksual dewa dewi sekaligus ritual pemujaan di Mesir kuno ternyata juga menarik untuk disimak. Berikut ini beberapa di antaranya

1. Hikayat penciptaan dewa-dewi
Sang dewa Pencipta pada mitologi Mesir kuno, Chaos, diceritakan sedang bermasturbasi. Dari ejakulasinya, ia menciptakan dewa dewi yang lain.

2. Isis dan Osiris
Dalam mitologi Mesir kuno diceritakan bahwa Osiris dibunuh oleh Seth dan mayatnya dipotong-potong. Potongan mayat Osiris dibuang ke seluruh penjuru Mesir. Isis, Nephtys, dan Anubis berusaha menyatukan lagi bagian-bagian tubuh Osiris, namun sayang, bagian phallus Osiris hilang karena telah dibuang Seth ke sungai Nil dan dimakan ikan. Isis yang bersedih membuat phallus baru bagi suaminya. Penyatuan Osiris adalah proses mumifikasi yang pertama.

Orang-orang Mesir kuno memiliki perayaan sendiri untuk hal ini. Dalam perayaan ini para wanita akan berjalan dan bernyanyi di sepanjang jalan sambil membawa boneka-boneka berhiaskan organ seksual yang dibuat sangat besar.

3. Bes
Bes adalah dewa kerdil dengan phallus yang sangat besar. Dia dianggap sebagai pelindung para wanita. Wanita-wanita Mesir kuno pada saat itu banyak yang membuat tato Bes di paha mereka. Dewa Bes dirayakan melalui ritual bercinta. Ruangan yang dipakai untuk bercinta disebut bilik Bes.

4. Hathor
Hathor adalah dewi cinta dan musik. Dalam salah satu cerita, Hathor dikisahkan menunjukkan organ seksualnya kepada sang ayah, dewa matahari.

5. Bastet
Bastet adalah dewi kucing. Ia sering disamakan dengan Hathor dan disebut pula dewi kesuburan. Pada festival yang diadakan untuk menghormati Bastet, para wanita akan menunjukkan organ seksualnya.

6. Sekte Apis
Selama 40 hari, para wanita akan pergi menuju kuil dewa Apis, sang Banteng. Disana mereka akan menunjukkan organ seksualnya pada patung Apis.

7. Kuil Amun
Pada saat-saat tertentu, seorang wanita akan pergi ke kuil Amun, lalu bercinta dengan siapa pun yang dia inginkan hingga tiba masa menstruasi, yang kemudian dirayakan. Setelah itu, wanita tersebut menikah.

Kisah Perkawinan Sedarah Osiris Dan Isis

Dalam catatan sejarah literatur mesir kuno, Osiris dikenal sebagai dewa maut Mesir Kuno, disebut juga Asar, Asari, Aser, Ausar, Ausir, Wesir, Usir, Usire or Ausare. Kekuasaannya berada di barat, dalam mitos Mesir Osiris bertugas menghakimi jiwa manusia menurut amal perbuatan yang mereka kumpulkan. Dia digambarkan sebagai sosok berkulit hijau mengenakan janggut firaun, sebagian tubuhnya dibalut seperti mumi, mengenakan mahkota unik dengan dua bulu burung unta dikedua sisinya, memegang atribut kait dan cambuk.

Legenda Mesir menyebutkan, Osiris adalah putra sulung dewa bumi Geb, dan dewi langit Nut, sekaligus saudara kembar dan suami Isis. Putranya Horus, didapatkannya setelah dia meninggal. Kebanyakan mitos Osiris berasal dari Naskah Piramida yang tertulis sejak dinasti ke-5, kemudian pada masa kerajaan baru kisahnya disebutkan dalam dokumen Prasasti Shabka dan kisahnya diceritakan secara naratif oleh pujangga Yunani, termasuk Plutarch dan Diodorus Siculus.

Bagaimana kisah Osiris menurut versi buku yang ditulis berdasarkan fragmen yang diduga berasal dari Berosus, seorang imam Chaldean abad ke-3 SM? Kisah Osiris sangat berbeda dari terjemahan naskah yang tertulis di dinding Piramida Mesir, dia disebutkan sebagai sosok pemimpin Mesir, salah satu cucu Nuh, anak dari Ham (Cham). Daftar yang ditulis Berosus menyebutkan anak-anak Ham diantaranya Typhon (putra sulung dari istri pertamanya, Noegla), Cush (anak dari istri pertamanya, Noegla, ayah raja Nimrod), Osiris (anak dari istri keduanya, Rhea, juga diidentifikasi sebagai Misraim), dan Isis (putri dari istri kedua, Rhea).

Legenda Osiris Dan Isis

Sekitar tahun ke-43 pemerintahan Nynus (Raja Babilonia), Dionysius putra Hammon dan Almanthea membalas dendam pada Ham dan Rhea karena perlakukan mereka pada ayahnya. Dionysius mengusir mereka keluar kerajaan dan membuktikan dirinya sebagai raja yang sah. Saat itu, Dionysius merasa kasihan pada Osiris (anak Ham dan Rhea) kemudian mengambilnya sebagai anak angkat. Dionysius mengajarinya membaca dan menunjuk seorang terpelajar bernama Olympus sebagai guru Osiris.
Osiris menikahi adiknya Isis, dan mereka menjadi Raja dan Ratu Mesir. Pada saat itu Osiris berusia 60 tahun dan menikah diusia sekitar 50 tahun, meskipun pada waktu itu mereka berdua terlihat sangat muda karena panjang umur dan ukuran tubuh besar. Mereka unggul dalam menunaikan kebaikan dan kebajikan lebih daripada yang pernah dilakukan sang ayah, Cham. 

Osiris, Isis

Osiris Dan Isis mempelajari sifat tumbuh-tumbuhan dan penanaman, mengolahnya dan menabur jagung. Menginstruksikan masyarakat untuk bercocok tanaman jagung, termasuk negara tetangga yang berada di Palestina, dimana Sem yang pada waktu itu disebut Melchisedech merupakan orang pertama yang pernah menawarkan roti dan anggur kepada Allah (tradisi dalam menyembah Tuhan).

Kisah Osiris disebutkan memiliki banyak anak dari istrinya Isis dan dari perempuan lain, tidak jelas pada siapa saja yang telah dinikahinya dan karena tidak ada petunjuk adanya perzinahan. Beberapa anaknya yang tercatat antara lain adalah Hercules, Anubis, Macedon, Lidus, Meon, Neptune, dan Oros. Menurut catatan Holinshed, dia memberi dua gambaran berbeda tentang Neptunus, terkadang Neptunus dianggap sebagai anak Osiris dan terkadang dianggap sebagai saudara Osiris.

Osiris Dibunuh 26 Raksasa

Osiris melakukan perjalanan ke berbagai kerajaan disertai beberapa anaknya, dan meninggalkan ratunya untuk bertanggung jawab memimpin Mesir. Dia membawa tentara dan menundukkan raksasa-raksasa tirani, mendirikan pemerintahan sendiri dan mengajarkan orang tentang pertanian, bekal dan keadilan. Salah satu dari raksasa-raksasa itu adalah Typhon, raksasa yang berada dimana Troy nantinya akan didirikan. Typhon tak lain adalah saudara sedarah dari ayahnya, putra sulung Ham dari istri pertamanya, Noegla.

Pada waktu itu Isis selamat dan usianya 280 tahun, setelah memakamkan suaminya, dia meminta anak-anaknya untuk membalas kematian Osiris. Anak-anak dari Isis mengikuti instruksi ibunya dan bertempur melawan Typhon dan kelompoknya, mereka berhasil mengalahkan raksasa di sungai Oris, Saudi. Setelah pertempuran itu, Isis terus memerintah Mesir dalam damai.

Apr 11, 2016

Revival di Azusa Street

Pengalaman Roh Kudus yang terjadi di Azusa Street di tahun 1906 sebenarnya bukan hal yang baru. Kisah Para Rasul 2 mencatat peristiwa pencurahan Roh Kudus dan Baptisan Roh Kudus. Kegerakan Pentakosta yang terkenal dengan Azusa Street Revival di mulai di rumah Richard dan Ruth Asbery, 214 Bonnie Brae Street, pada tanggal 9 April 1906 ketika Edward Lee dipenuhi Roh Kudus setelah didoakan oleh William Seymour, dan  kemudian diikuti enam orang lain yang juga mulai berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru termasuk Jenny Moore, yang di kemudian hari menjadi isteri William Seymour.

William Joseph Seymour adalah seorang kulit hitam yang menjadi pemimpin gerakan Azusa Street yang lahir di Centerville, Louisiana, 2 Mei 1870. Keluarganya adalah penganut Baptis dan bekas budak, Simon dan Phyllis Seymour. Pada umur 25 tahun, ia pindah ke Indianapolis, bekerja sebagai penjaga rel kereta api dan kemudian sebagai pelayan restoran. Pada masa inilah ia terserang cacar, yang mengakibatkan mata kirinya buta. Tahun 1900 ia pindah ke Cincinnati dan bergabung dengan Church of God. Di sini ia mendalami Teologi Kekudusan yang radikal.

Teologi ini mengajarkan pengudusan sebagai pengalaman pasca pertobatan menuju kekudusan sempurna, kesembuhan ilahi, premilenialisme, dan janji akan pencurahan Roh Kudus di seluruh dunia sebelum terjadinya pengangkatan. Tahun 1903 ia pindah ke Houston, Texas untuk mencari keluarganya dan di sana ia bergabung dengan gereja kecil beraliran kekudusan yang digembalakan oleh seorang wanita kulit hitam, Lucy Farrow.

Tidak lama kemudian Farrow memperkenalkannya dengan Charles Fox Parham, seorang pengajar Kekudusan. Murid-murid yang dilayaninya mengalami karunia bahasa lidah (glossolalia) dua tahun sebelumnya. Bagi Parham, itu adalah “bukti Alkitabiah” dari baptisan Roh Kudus. Ketika ia mendirikan Sekolah Alkitab “Apostolic Faith” di Houston, Farrow mendorong Seymour mengikutinya.

Sementara itu William Seymour yang justru belum mengalami baptisan Roh Kudus, terus berdoa, dan baru menerima baptisan Roh Kudus beberapa hari kemudian pada tanggal 12 April setelah berdoa sepanjang malam. Mereka berdoa berseru tiga hari tiga malam dan mendapatkan pengalaman Baptisan Roh Kudus yang ditandai dengan bahasa roh.

Berita pencurahan Roh Kudus cepat tersebar sehingga orang-orang berdatangan dari mana-mana sehingga sudah tidak ada tempat lagi untuk mendekati rumah tersebut oleh karena begitu banyaknya orang yang datang, sampai fondasi rumah tersebut ambruk tetapi tidak ada seorangpun yang cedera. Mereka terus berdoa dan banyak orang-orang yang menerima baptisan Roh Kudus walau sesungguhnya mereka datang hanya untuk melihat apa yang sedang terjadi, juga banyak yang disembuhkan dari berbagai penyakit, dan banyak lagi dari orang-orang yang datang, bertobat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat.

Dengan begitu cepat rumah di jalan Bonnie Brae nomor 214 tersebut tidak dapat lagi menampung orang-orang yang datang ke tempat itu. Kemudian mereka berpindah di sebuah gedung tua di 312 Azusa Street. Selama tiga tahun mereka mengadakan ibadah tiga kali sehari dari pagi hari sampai malam hari setiap hari. Dan sampai sekarang ini kegerakan Roh Kudus terus terjadi dan tidak lagi hanya menjadi bagian Azusa Street tetapi sampai ke seluruh dunia.

Gembala Kulit Hitam dari Azusa Street

William Joseph Seymour lahir di Centerville, Louisiana, 2 Mei 1870, dalam keluarga bekas budak penganut Baptis, Simon dan Phyllis Seymour. Pada umur 25 tahun, ia pindah ke Indianapolis, bekerja sebagai penjaga rel kereta api dan kemudian sebagai pelayan restoran. Pada masa inilah ia terserang cacar, yang mengakibatkan mata kirinya buta.

Tahun 1900 ia pindah ke Cincinnati dan bergabung dengan Church of God. Di sini ia mendalami teologi Kekudusan radikal. Teologi ini mengajarkan pengudusan sebagai pengalaman pascapertobatan menuju kekudusan sempurna, kesembuhan ilahi, premilenialisme, dan janji akan pencurahan Roh Kudus di seluruh dunia sebelum terjadinya pengangkatan.

Tahun 1903 ia pindah ke Houston, Texas, mencari keluarganya. Di sana ia bergabung dengan gereja kecil beraliran Kekudusan yang digembalakan oleh seorang wanita kulit hitam, Lucy Farrow. Tidak lama kemudian Farrow memperkenalkannya dengan Charles Fox Parham, seorang pengajar Kekudusan. Murid-murid yang dilayaninya mengalami karunia berbahasa lidah (glossolalia) dua tahun sebelumnya. Bagi Parham, itu adalah “bukti Alkitabiah” dari baptisan Roh Kudus. Ketika ia mendirikan sekolah Alkitab “Apostolic Faith” di Houston, Farrow mendorong Seymour mengikutinya.

Karena hukum di negara bagian Texas melarang orang kulit hitam duduk dalam ruangan kelas bersama orang kulit putih, Parham meminta Seymour mendengarkan kuliahnya di koridor. Seymour menerima uraian Parham tentang baptisan Roh Kudus “berkat ketiga” dengan bukti berbahasa roh. Meskipun secara pribadi Seymour belum mengalami karunia bahasa lidah, ia kadang-kadang berkhotbah tentang hal itu bersama Parham di gereja-gereja Houston.

Pentakosta di Los Angeles

Pada awal 1906, Seymour diundang untuk membantu Julia Hutchins, gembala gereja Kekudusan di Los Angeles. Dengan dukungan Parham, Seymour pergi ke California, memberitakan doktrin Pentakosta baru dengan Kisah Para Rasul 2:4 sebagai nasnya. Namun, Hutchins menolak pengajaran Seymour tentang bahasa lidah dan menutup pintu baginya dan pengajarannya.

Seymour kemudian diundang untuk tinggal di rumah Richard Asberry. Pada 9 April, sebulan setelah berdoa dan berpuasa secara intensif, Seymour dan beberapa orang lain berbicara dalam bahasa roh. Berita segera tersebar tentang peristiwa ganjil di kediaman Asberry ini dan menarik banyak perhatian. Seymour harus berkhotbah di serambi kepada kerumunan orang di jalan. Suatu saat, karena begitu banyaknya orang yang berdesakan, lantai serambi itu ambruk.

Seymour pun menyusuri Los Angeles untuk mencari gedung yang memadai. Ia menemukan bekas gereja African Methodist Episcopal di Azusa Street, yang saat itu digunakan sebagai gudang dan kandang. Dibantu beberapa tukang cuci wanita, pelayan dan pekerja, ia membersihkan gedung berantakan itu, menyusun kursi papan, dan membuat mimbar dari kotak sepatu. Kebaktian dimulai pada pertengahan April, dan gereja itu dinamai “Apostolic Faith Mission”.

Peristiwa yang berlangsung di Azusa Street sepanjang tiga tahun berikutnya benar-benar mengubah jalannya sejarah gereja. Gedung kecil berukuran 40 X 60 kaki itu dipadati sampai 600 orang, dan ratusan orang lainnya melongok dari jendela. Yang menjadi pusat perhatian adalah bahasa lidah, selain gaya ibadah tradisional kaum kulit hitam yang penuh dengan teriakan, trance dan tarian kudus. Tidak ada tata ibadah khusus karena “Roh Kudus yang memegang kendali”. Para pelayan mimbar dengan penuh gairah berdoa bagi orang-orang yang menginginkan karunia berbahasa lidah. Tempat itu sangat ribut, dan ibadah berlangsung sampai jauh malam.

Meskipun liputan koran lokal secara sinis menyebutnya sebagai “celotehan ganjil tak karuan”, berita itu menggugah minat warga kota. Ada satu jemaat yang datang berbondong-bondong ke Azusa Street dan menetap di sana, meninggakan gereja lama mereka. Pusat-pusat Pentakosta lainnya segera bermunculan di seluruh kota.

Orang yang membuat laporan tentang semua peritiwa ini adalah Frank Bartleman, pengkhotbah Kekudusan dan pekerja misi penyelamatan yang melayani berkeliling. Kepada Way of Faith di Carolina Selatan ia menulis, “Pentakosta telah melanda Los Angeles, Yerusalemnya Amerika.” Laporannya menyebarluaskan keingintahuan akan kebaktian di Azusa Street itu ke seluruh negeri.

Bulan September, Seymour mula menerbitkan korannya sendiri, The Apostolic Faith. Pada puncaknya, koran ini disebarkan secara gratis ke sekitar 50.000 pelanggan di seluruh dunia.

Rekonsiliasi Rasial

Banyak orang yang datang untuk mencemooh. Namun, banyak pula lainnya yang mendengarkan khotbah dalam bahasa asing tertentu (bukan bahasa Inggris) disampaikan oleh orang kulit hitam dan kulit putih yang tidak terpelajar. Hal ini meyakinkan mereka bahwa ini sebuah kebangunan rohani. Tidak lama kemudian orang kulit putih menjadi mayoritas anggota dan pengunjung gereja tersebut. Tangan-tangan orang kulit hitam terulur ke atas kepala orang-orang kulit putih, mendoakan mereka untuk menerima karunia berbahasa roh.

Pengunjung Azusa yang kemudian menjadi tokoh terkenal di kalangan Pentakosta, antara lain Gaston B. Cashwell (membawa Pentakosta ke gereja-gereja Kekudusan di wilayah selatan), Charles Mason (memimpin Church of God in Christ masuk ke kalangan Pentakosta; sekarang menjadi denominasi Pentakosta kulit hitam terbesar di Amerika), dan William Durham (perintis Sidang Jemaat Allah).

Bagi Seymour, bahasa roh bukanlah satu-satunya berita dari Azusa Street. “Jangan keluar dari tempat ini berbicara tentang bahasa roh; berbicaralah tentang Yesus,” tegasnya. Berita lain yang ditekankan olehnya adalah rekonsiliasi rasial. Orang kulit hitam dan kulit putih bekerja sama dalam keharmonisan di bawah pimpinan seorang gembala kulit hitam. Ini benar-benar suatu keajaiban pada saat segregasi rasial masih sangat kental. Bartleman menyanjung, “Di Azusa Street, perbedaan warna kulit terhapus oleh Darah Yesus.” Seymour bermimpi membangun suatu jenis gereja yang baru. Dalam gereja ini, semua orang mengalami Roh Kudus sehingga tembok-tembok perbedaan rasial, etnis dan denominasi dapat diruntuhkan.

Impian Seymour berantakan bahkan sebelum “hari-hari yang mulia di Azusa Lama” berakhir. Ketika gurunya, Charles Parham, mengunjungi Azusa pada Oktober 1906, Parham tersentak oleh pemdangan yang disaksikannya dalam kebaktian. Ia menganggapnya sebagai antusiasme agamawi yang tidak terkendali. Ibadah yang emosional dan percampuran antara orang kulit putih dan kulit hitam sangat melukai perasaannya. Meskipun Seymour mengakuinya sebagai “proyektor” gerakan ini, para penatua Azusa Street menolak Parham.

Mungkin tantangan paling berat dihadapi Seymour tahun 1909. Dua pekerja wanita kulit putih pindah ke Portland, Oregon, membawa daftar alamat pelanggan The Apsotolic Faith. Hal ini memutuskan hubungan Seymour dengan para pengikutnya, dan kepemimpinannya atas pergerakan yang baru muncul ini pun berakhir.

Setelah “tahun-tahun kemuliaan” dari 1906 sampai 1909, gereja Azusa Street menjadi gereja kecil bagi warga kulit hitam yang digembalakan Seymour sampai ia meninggal pada 28 September 1922. Istrinya, Jennie, meneruskan penggembalaan, sampai ia meninggal pada tahun 1936.

Tahun 2000, William Seymour dipilih pembaca majalah Christian History sebagai salah satu dari 10 tokoh paling berpengaruh abad kedua puluh. Keturunan rohaninya, kalangan Pentakosta dan kharismatik, berjumlah sekitar 500 juta penganut, golongan Kristen terbesar kedua di dunia. Saat ini, secara praktis semua gerakan Pentakosta dan kharismatik dapat merunut akar mereka secara langsung maupun tidak langsung pada gereja sederhana di Azusa Street dan gembalanya.

Apr 2, 2016

Arkaik

Iklim dan tanah di Yunani tidak terlalu bagus untuk berocok tanam, sedangkan penduduk Yunani terus bertambah banyak pada Zaman Perunggu. Lama-kelamaan, hasil pangan yang diperoleh dari pertanian dan peternakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan jumlah penduduk yang semakin banyak itu. Ini membuat orang Yunani mencari tambahan pemenuhan kebutuhan pangan dengan mengadalkan laut dan pelayaran, antara lain dengan mencari ikan di laut, menjadi perompak, serta berdagang ke kota lain atau bahkan menyerang kota lain di seberang lautan.

Selama keruntuhan politik pada Zaman Kegelapan Yunani (sekitar 1200-1000 SM), banyak orang Yunani yang tidak memiliki anak, sementara sebagian lainnya pergi negeri yang lain. Akibatnya tidak banyak orang yang tinggal di Yunani. Dengan sedikitnya jumlah penduduk, orang Yunani menghasilkan pangan dengan mengandalkan peternakan sapi, dan tidak banyak melakukan perdagangan atau pencarian ikan.

Seusai Zaman Kegelapan, jumlah penduduk mulai meningkat lagi, dan orang-orang kembali beternak domba. Selain itu mereka juga mulai berdagang dan mencari ikan lagi.

Banyak orang Yunani pada periode Arkaik yang menjadi tentara bayaran. Oleh karena itu, mereka banyak belajar dari negar-negeri asing, misalnya mereka belajar cara pembuatan koin dari bangsa Lydia yang mereka perangi di Asia Barat. Tidak lama kemudian, negara-negara kota Yunani mulai membuat koinnya sendiri. Para pedagang Yunani lalu menggunakan koin-koin ini untuk melakukan jual-beli dengan bangsa Etruria, Fenisia, dan Mesir. Ketika Mediterania mulai pulih dari Zaman Kegelapan, bangsa Yunani dan Fenisia mengirim banyak kelompk orang untuk bermukim dan mendirikan kota-kota di negeri-negeri lain, antara lain di Italia selatan, Prancis selatan, Spanyol, dan Afrika utara.

Sparta

Sparta adalah sebuah kota di Yunani selatan. Kota ini sudah ada sejak Zaman Perunggu Akhir, dan muncul dalam naskah Odisseya karya Homeros sebagai kerajaan yang dipimpin oleh raja Menelaos dan ratu Helene. Selama Zaman Kegelapan, Sparta mengalami kemunduran seperti kota-kota Yunani lainnya. Pada periode Arkaik awal, sekitar tahun 900 SM, Sparta mulai berkembang kembali. Meskipun pada masa ini sebagian besar kota Yunani tak lagi diperintah oleh raja, Sparta tetap mempertahankan jabatan raja, bahkan Sparta dipimpin oleh dua orang raja secara bersamaan.

Perubahan besar terjadi dalam sejarah Sparta sekitar tahun 700 SM, ketika Sparta menaklukan suku Messenia yang tinggal di dekat mereka. Sparta memperbudak orang Messenia dan menyebut mereka helot. Sejak saat itu, orang Messenia harus menyerahkan sebagian hasil panen mereka kepada Sparta. Orang Sparta memperlakukan helot dengan buruk, mereka seringkali memukul, menganiaya, dan membunuh para helot, bahkan seringkali tanpa alasan yang jelas. Sementara itu, dengan tersedianya pasokan pangan dari pertanian Messenia, para pria Sparta tak perlu lagi bertani sehingga mereka dapat sepenuhnya berfokus untuk pelatihan pertempuran.

Ketika berusia tujuh tahun, anak lelaki Sparta harus meninggalkan rumah dan tinggal di asrama bersama anak-anak lainnya yang semumurannya. Di sana mereka terus-menerus melatih kekuatan fisik dan kemampuan tempur untuk menjadi prajurit yang hebat. Mereka belajar cara menggunakan tombak dan pedang. Untuk membuat mereka menjadi tangguh, para instruktur mereka tidak pernah memberikan makanan, pakaian, atau selimut yang cukup. Bahkan setelah dewasa dan menikah, para pria Sparta tetap harus makan bersama para prajurit lainnya, bukan bersama keluarga mreka.

Para gadis Sparta tinggal di rumah bersama orang tua dan tidak pergi ke asrama. Meskipun begitu, mereka tetap harus melatih kekuatan fisik mereka. Mereka juga dilatih menunggang kuda, menenun, dan memintal.

Karena disiplin militer yang ketat, pasukan Sparta menjadi pasukan yang disegani dan merupakan salah satu pasukan terhebat di Yunani kuno. Namun untuk menjaga perbudakan orang Messenia, Sparta harus menempatkan pasukan mereka tak jauh dari daerah kekuasaannya, karena orang Messenia seringkali memberontak dan berusaha membebaskan diri, terutama jika pasukan Sparta sedang bertugas di tempat yang jauh.

Ketika Persia menyerang Yunani pada tahun 490 SM, Sparta menolak menyerah ataupun bersekutu dengan Persia. Namun mereka juga tak ikut mengirimkan pasukan ketika orang Athena menghadapi invasi Persia di Marathon, karena ketika itu Sparta sedang menyelenggarakan festival keagamaan. Oleh karena itu, ketika Persia kembali menyerang pada tahun 480 SM, Sparta ingin menunjukkan bahwa mereka lebih hebat dari orang Athena. Mereka mengirim beberapa ratus tentara untuk memeprtahankan celah Thermopylae. Menghadapi pasukan Persia yang berjumlah jauh lebih banyak, pasukan Sparta berjuang mati-matian selama beberapa hari sebelum akhirnya dibantai oleh Persia. Pada bentrokan lainnya melawan Persia, yaitu Pertempuran Plataia, pasukan Sparta kembali menunjukkan kemampuan dan keberanian mereka.

Setelah Perang Yunani-Persia usai, pasukan Persia kembali pulang meskipun pasukan Yunani lainnya melakukan serangan balik ke Persia. Salah satu penyebabnya adalah karena pasukan Sparta merasa tak puas dipimpin oleh jenderal Athena. Alasan lainnya adalah bahwa pasukan Sparta harus menjaga negara mereka supaya tidak terancam oleh pemberontakan helot.

Pada tahun 441 SM, Sparta merasa bahwa Athena sudah terlalu mendominasi Yunani dan banyak bertindak semena-mena. Sparta lalu membentuk persekutuan dengan negara-negara kota lainnya, salah satu sekutu Sparta yang kuat adalah Korinthos, dan bersama-sama mereka menyerang Athena untuk mendobrak dominasi Athena. Konflik ini disebut Perang Peloponnesos, karena Sparta berada di wilayah Yunani yang disebut Peloponnesos.

Pada awalnya, Sparta terus terdesak oleh Athena dalam perang ini, namun kemudian Athena ditimpa wabah penyakit sehingga Sparta akhirnya mulai memperoleh keunggulan. Sparta bahkan mengalami lebih banyak kemenangan setelah dinasehati oleh seorang Athena bernama Alkibiades. Dia menyarankan Sparta untuk membentuk angkatan laut. Pada akhirnya, Sparta memenangkan Perang Peloponnesos. Pada tahun 404 SM, pasukan Sparta memasuki Athena dan menghancurkan dinding pertahanan di sekeliling kota Athena.

Namun kejayaan Sparta tidak berlangsung terllau lama. Pada tahun 369 SM, pasukan Thebes menyerbu Peloponnesos dan membantu membebaskan orang Messenia dari perbudakan Sparta. Orang Messenia pun kembali memiliki negara sendiri. Ini membuat para lelaki Sparta harus kembali bertani untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Akibatnya mereka tak lagi dapat berlatih bertempur seperti dulu, sehingga pasukan Sparta tak lagi sehebat dan setangguh dulu. Sparta pada masa ini hanyalah kota kecil dengan kekuasaan yang tak terlalu besar.

Setelah itu Sparta tak mampu lagi mempertahankan kemerdekaannya, mereka berturut-turut dikuasai oleh Liga Akhaia, Republik Romawi, Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Bizanitum, dan akhirnya pada tahun 1460 kota ini ditaklukan oleh Kesultanan Utsmaniyah.

Korinthos

Korinthos adalah kota di perbatasan antara Yunani selatan dengan Yunani utara. Kota ini jelas adalah kota Mykenai, karena banyak tembikar Mykenai ditemukan di Korinthos. Dalam mitologi Yunani, Korinthos pernah ditinggali oleh Iason dan Medeia. Pada Zaman Kegelapan, Korinthos mengalami kemunduran seperti kota-kota Yunani lainnya. Pada periode Arkaik awal, sekitar tahun 900 SM, Korinthos kembali berkembang. Seperti Athena, Korinthos tak lagi diperintah oleh raja sejak berakhirnya Zaman kegelapan, sebagai gantinya, kota ini diperintah oleh sekelompok orang kaya yang berkuasa dalam sistem oligarki.

Seusai Zaman Kegelapan, orang Yunani mulai banyak terlibat dalam perdagangan. Orang-orang memperdagangkan guci, minyak zaitun, anggur, gandum, gelas, minyak wangi, bulu, dan barang-barang lainnya dari dan ke Asia Barat, Yunani, dan Italia. Beberapa jenis benda diperdagangkan melalui kapal-kapal Fenisia, beberapa lainnya menggunakan kapal-kapal Yunani. Banyak dari kapal ini melewati Korinthos, karena kota ini terletak pada jalur antara Asia Barat dan Italia. Orang menggunakan jalur derek untuk menarik kapal melewati celah daratan sempit yang memisahkan dua pelabuhan Korinthos. Banyak perdagangan darat juga melalui Korinthos, yang ketika itu menjadi jalur utama antara Yunani utara dan selatan.

Sekitar tahun 800 SM, orang Korinthos mulai membuat barang-barang untuk dijual kepada para pedagang yang sering berlabuh di pelabuhan mereka. Mereka membuat minyak wangi, serta pot kecil sebagai wadahnya. Untuk beberapa waktu, pot buatan Korinthos menjadi terkenal, dan orang Korinthos menjadi kaya dari perdagangan itu.

Pada tahun 800-an dan 700-an SM, Korinthos menjadi sangat kaya dari perdagangan minyak wangi dalam pot kecil mewah, serta dari perdagangan guci. Namun pada akhir tahun 700-an SM, orang Athena mulai ikut membuat tembikar mewah juga, sehingga terjadi persaingan antara dua kota ini. Pada akhirnya, sekitar tahun 550 SM, orang Athena bisa dibilang telah mengambil alih keunggulan atas pasar tembikar, dan Korinthos berhenti menghentikan penjualan tembikar mereka.

Namun Korinthos tetap menjadi pelabuhan penting, sehingga kota ini tetap kaya. Beberapa bukti terawal mengenai tiran dan hoplites berasal dari kota ini, sekitar tahun 650 SM. Korinthos tidak pernah benar-benar mengembangkan pemerintahan yang sepenuhnya demokratis, namun pada tahun 400-an SM, ada semacam dewa konstitusi yang mengelola segala sesuatu. Korinthos adalah tempat diselenggarakannya Pesta Olahraga Isthmos, yang mirip dengan Olimpiade.

Selama Perang Yunani-Persia, Korinthos kurang lebih mengikuti Sparta, begitu juga dalam Perang Peloponnesos, ketika Korinthos membantu Sparta dan mengirimkan banyak tentara dan uang untuk melawan Athena. Seusai Perang Peloponnesos, pada tahun 300-an SM, Korinthos terlibat dalam beberapa perang kecil. Setelah Sparta mengalami kemunduran, Korinthos mendirikan perkumpulannya sendiri, yang disebut Liga Korinthos. Akan tetapi, sekitar tahun 338 SM, Korinthos ditaklukan oleh raja Philippos dari Makedonia, yang ketika itu juga menaklukan banyak kota Yunani lainnya.

Setelah Makedonia menaklukan Korinthos pada tahun 338 SM, Korinthos tak lagi menjadi sekuat sebelumnya, namun kota ini tetap menjadi pelabuhan penting pada periode Hellenistik.

Setelah Romawi menaklukan Yunani pada tahun 100-an SM, mereka membumihanguskan kota Korinthos sepenuhnya pada tahun 146 SM.

Seratus tahun setelah penghancuran itu, yaitu pada tahun 44 SM, Julius Caesar membangun kembali Korinthos seabgai kota Romawi. Pemerintah Romawi membangun banyak bangunan baru di Korinthos dengan gaya Romawi. Pendakwah Kristen awal, yakni Santo Paulus, mengunjungi Korinthos sekitar tahun 50 SM, dan memberikan serangkaian khotbah di sana untuk membuat orang Korinthos memeluk agama Kristen. Korinthos bertahan sebagai kota Romawi selama masa Kekaisaran Romawi, meskipun kota ini perna dijarah oleh orang Heruli pada tahun 267 M, dan oleh Alaric orang Visigoth pada tahun 395 atau 396 M. Alari sendiri menjadikan banyak penduduk Korinthos sebagai budak. Korinthos masih tetap ada pada masa Kekaisaran Bizantium, meskipun sempat diguncang gempa hebat pada tahun 521 M dan mengalami kerusakan berat. Pada tahun 1400-an Korinthos dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah, dan sejak itu tak lagi menjadi kota yang penting.

Pemerintahan Yunani Kuno Athena

Athena adalah sebuah kota di Yunani tengah yang sudah dihuni orang sejak lama karena memiliki pelabuhan di dekatnya (Piraios) dan bukit curam yang menjadikan kota ini mudah dipertahankan.

Monarki

Athena sudah menjadi kota yang penting pada Zaman Perunggu Akhir, dan kota juga muncul dalam Iliad karya Homeros sebagai kerajaan yang dipimpin oleh Theseus.

Hampir pasti bahwa ada istana Mykenai di Akropolis, dan banyak tembikar Mykenai telah ditemukan di Athena. Pada Zaman Kegelapan, Athena mengalami kemunduran seperti kota-kota Yunani lainnya, dan istana yang lama mulai diabaikan, akan tetapi Athena tidak pernah dijarah oleh penyerang, tak seperti kota Sparta atau Korinthos.

Oligarki

Pada periode Arkaik awal, sekitar tahun 900 SM, Athena mulai berkembang kembali. Orang Athena menerapkan sistem pemerintahan baru, yaitu oligarki, yang mana sekelompok pria kaya berkumpul dan membuat hukum serta menentukan segalanya.

Selama periode Arkaik, sistem pemerintahan nampaknya berat terhadap rakyat jelata, dan lebih memihak orang kaya. Pada tahun 621 SM Drako menjabat sebagai arkhon dalam pemerintahan Athena. Drako adalah orang kaya, bagian dari oligarki. Dia memerintahkan budak-budaknya untuk menuliskan hukum, supaya semua orang tahu hukum apa yang berlaku dan supaya orang kaya dalam oligarki tidak dapat lagi membuat hukum sesuka hatinya. Namun isi hukumnya masih berat sebelah. Hukumnya menyatakan bahwa orang miskin dapat dihukum mati bahkan atas kejahatan ringan, misalnya mencuri makanan. Hukum ini juga menerapkan hukuman yang yang berbeda-beda bagi orang kaya dan orang miskin. Jika seorang perempuan miskin berutang pada seorang pria kaya dan tak mampu mmebayarnya, maka dia dapat dijadikan budak untuk membayar utangnya, namun jika seorang pria kaya berutang pada perempuan miskin dan tak mampu membayarnya, maka hukumannya lebih ringan.

Solon

Rakyat Athena merasa tidak puas dengan hukum tertulis tersebut, mereka menilainya tak adil. Akhirnya pada tahun 594 SM, oligarki Athena memilih orang kaya lainnya, Solon, untuk memperbaiki pemerintahan. Para anggota oligarki meminta Solon untuk membuat hukum yang dapat memuaskan rakyat kecil namun tetap menjaga kekuasaan berada di tangan pemerintahan oligarki.

Solon mengubah hukum sehingga orang miskin tak dapat dijadikan budak hanya karena tak dapat membayar utang. Dia menghapuskan sejumlah utang dan membagikan lahan kepada banyak orang miskin. Dia juga mengubah hukum sehingga orang hanya dapat dihukum mati jika melakukan pembunuhan.

Di bawah kekuasaan Solon, para orang kaya dalam oligarki tetap memiliki sebagian besar tanah mereka dan memegang sebagian besar kekuasaan. namun dia membentuk sebuah Majelis, yang di dalamnya semua warga dapat datang dan memberikan suara pada pertanyaan yang penting. Dia juga memutuskan bahwa jabatan hakim diberikan melalui undian, sehingga orang miskin pun dapat menjadi hakim. Akan tetapi dia tidak mengizinkan perempuan masuk ke Majelis ataupun menjadi hakim. Dia melarang orang tua menganiaya anak. Untuk sementara waktu, hukum ini berjalan dengan baik, orang miskin merasa puas dan orang kaya tetap berkuasa.

Pada awalnya rakyat senang dengan perubahan yang dibuat Solon. Mereka memperoleh kembali lahan mereka, mereka tidak perlu takut jika tak mmapu membayar utang, mereka tidak perlu takut dihukum mati jika melakukan kesalahan kecil, dan para pria miskin dapat menjadi hakim dan memilih di Majelis.

Tirani

Rakyat tidak merasa senang dalam waktu yang lama. Mereka mulai kehilangan lahan mereka dan terpaksa berutang kembali. Keadaan bertambah parah ketika Athena mengalami banyak pertempuran melawan musuh. Pada tahun 560 SM, seorang pria kaya bernama Peisistratos memberitahu rakyat bahwa jika mereka bersedia mendukungnya menjadi tiran, dia akan membantu menyelesaikan semua permasalahan mereka dan tidak akan memihak golongan kaya. Rakyat setuju dan akhirnya Peisistratus berhasil memperoleh kekuasaan lebih dari golongan kaya di Athena, dan memperoleh kendali atas kota Athena.

Peisistratos bertugas dengan baik sebagai tiran, meskipun para orang kaya berusaha menyingkirkannya karena mereka ingin kembali berkuasa dalam oligarki. Peisistratos memberlakukan pajak yang sama bagi setiap orang (pada awalnya orang kaya dibebani pajak yang lebih ringan), dan dia juga mengatur supaya pemerintah memberikan pinjaman dengan bunga yang wajar kepada para petani sehingga mereka tak perlu lagi berutang kepada orang kaya. Peisistratos menggunakan uang pajak untuk membangun jalan, air mancur umum, kuil, dan banyak sarana umum lainnya. Dia juga berhasil menang melawan Thebes di utara dan Korinhtos di selatan.

Harmodios dan Aristogeiton

Setelah Peisistratos meninggal pada tahun 528 SM, putranya Hippias (dan kemungkinan kakaknya juga, Hipparkhos) menjadi tiran. Dua pemuda kaya bernama Harmodios dan Aristogeiton ingin menjadikan oligarki berkuasa kembali, dan mereka pun berusaha membunuh Hippias dan Hipparkhos pada festival keagamaan perayaan kelahiran dewi Ahena pada tahun 514 SM. Mereka hanya berhasil mmbunuh Hipparkhos, namun Hippias menjadi lebih jahat dan mencurigakan, sehingga pada tahun 508 SM rakyat Athena memutuskan bahwa Hippias juga harus disingkirkan. Para Alkmaeonid menyuap para pendeta di Delphi untuk menyuruh orang Sparta menggulingkan Hippias. Sparta pun turun tangan dan Hippias melarikan diri ke Persia. Ini adalah akhir kekuasaan tiran di Athena.

Demokrasi

Dengan perginya Hippias dan berakhirnya kekuasaan tiran, pemimpin keluarga Alkmaeonid, yaitu Kleisthenes, mulai menjadikan sistem politiknya sendiri berkuasa. Kleisthenes ingin berkuasa, namun dia tak mau Athena kembali dipimpin oleh tiran. Alih-alih, dia ingin rakyat jelata di Athena merasa bahwa ini memang pemerintahan mereka, dan bahwa mereka dapat mengubah hal tak mereka suka dengan cara memilih dan bukannya berperang. Maka Kleisthenes menciptakan sistem demokrasi.

Pnyx

Dalam demokrasi Athena, pria biasa dapat ikut menentukan semua keputusan penting terkait Athena, misalnya apakah Athena harus berperang. Rakyat berkumpul di Majelis (Ekklesia), di sebuah bukit di Athena yang disebut Pnyx. Majelis ini tidak boleh dihadiri oleh perempuan, budak, anak-anak, dan orang asing. Penetapan keputusan apapun baru boleh dilakukan setelah sekitar 6000 pria berkumpul di Ekklesia. Mereka berkumpul sekitar sebulan sekali, kecuali dalam keadaan darurat.

Rakyat Athena juga memilih lima ratus pria setiap tahun melalui undian untuk masuk dalam Dewa Lima Ratus atau Boule, yang melakukan rapat lebih sering dan membahas hal-hal yang agak tak lebih penting. Boule bertugas mengajukan hukum baru kepada Majelis, mengawasi pelaksanaan hukum yang berlaku, mengelola sarana umum seperti jalan, stoa, dan kuil, serta mengurusi penyediaan kapal dalam angkatan laut Athena.

Rakyat Athena juga memilih beberapa pejabat untuk mengelola urusa tertentu. Sembilan orang pria dipilih melalui undian untuk menjadi arkhon. Pada masa Kleisthenes dan setelahnya, arkhon bertugas terutama untuk mengelola urusan keagamaan seperti menyelenggarakan kurban umum.

Perikles

Setahun sekali, Majelis juga memilih sepuluh pria untuk menjadi strategos (jenderal). Pada awalnya para strategos hanya bertugas memimpin angkatan darat dan angkatan laut Athena. Namun pada masa Perang Peoloponnesos, mereka ikut terlibat dalam pemerintahan. Beberapa strategos yang terkenal adalah Perikles, Themistokles, dan Alkibiades.

Bagian lainnya dala sistem demokrasi Athena adalah sistem peradilan. Setiap pria dapat secara sukarela menjadi juri. Diperlukan enam ribu sukarelawan setiap tahunnya. Setiap harinya, dipilih lima ratus pria sebagai juri dalam persidangan. Para juri menetapkan putusan dalam suatu kasus melalui pemungutan suara. Terdakwa tidak dapat mengajukan banding. Juri di Athena tidak hanya mengurusi kasus pidana dan perdata, melainkan juga menentukan layak atau tidaknya hukum yang diloloskan oleh Majelis.

Demokrasi Athena amat terguncang oleh Perang Peloponnesos, yang bermula pada tahun 441 SM. Ketika Athena mulai mengalami kekalahan atas Sparta, beberapa orang termasuk Sokrates dan Plato, merasa bahwa Athena harus meninggalkan demokrasi dan kembali menerapkan oligarki. Alkibiades, yang masih kerabat Kleisthenes, ingin tetap menggunakan demokrasi. Ketika keadaan semain parah, rakyat Athena kembali mencoba menerapkan oligarki namun keadaa tak juga membaik, dan pada tahun 404 SM Athena benar-benar kalah dalam perang itu.

Setelah perang usai, Athena kembali menerapkan demokrasi, dan pemerintah Athena menghukum mati Sokrates karena pemikirannya dianggap meracuni kaum muda. Pada tahun 300-an SM, Athena masih menggunakan demokrasi meski tak sekuat dulu. Ketika raja Phillipos dari Makedonia menyerang Athena, pasukan Athena tak mampu mempertahankan kota dan pada akhirnya Athena jatuh dalam kekuasaan Makedonia.

Monarki

Reruntuhan Agora Romawi di kota Athena
Dengan takluknya Athena oleh Makedonia, Athena menjadi dikuasai oleh Makedonia, yang menerapkan monarki. Pertama-tama rajanya adalah Philippos, kemudian digantikan oleh putranya Aleksander, dan kemudian ada banyak raja Hellenistik. Di dalam kota Athena, Majelis dan Dewan Lima Ratus masih tetap melakukan rapat, para juri masih tetap menetapkan putusan peradilan, dan Majelis masih tetap memilih startegos, namun mereka hanya dapat mengatur urusan dalam kota Athena, itupun harus dengan persetujuan raja Makedonia.

Seratus lima puluh tahun kemudian, Romawi menaklukan Yunani, dan Athena jatuh dalam kekuasaan Republik Romawi. Demokrasi tetap berlangsung di dalam kota Athena, namun lagi-lagi rakyat Athena hanya dapat mengatur segala urusan sesuai persetujuan gubernur Romawi yang bertugas di Yunan. Ketika Augustus berkuasa di Romawi, Athena menjadi bagian dari Kekasiaran Romawi, sehingga mereka kini dipimpin oleh kaisar. Sejak tahun 1400-an, Yunani, termasuk Athena, dikuasai oleh Utsmaniyah, yang dipimpin oleh sultan.