Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Mar 16, 2016

Kisah Akhir Hidup Para Rasul Kristus

Bagaimana sebenarnya akhir hayat atau akhir dari kehidupan murid-murid Jesus yang 11 lagi dan bagaimana kematian Rasul Matias pengganti Yudas, dan bagaimana kematian Rasul-rasul lainnya yang ada di Perjanjian Baru? Apakah mereka meniggal setelah sakit dimasa tuanya. Atau apakah mereka mati dengan dielu-elukan, dihormati sebagai seorang tokoh ulama/keagamaan atau mati dengan upacara kerajaan. Atau juga mati dengan upacara kehormatan adat Jahudi, atau mati “saur matua” seperti adat dari suku Batak. Kemudian setelah mati martir bagaimana dengan makam atau kuburannya apakah ada yang ziarah ?.

Kematian Rasul Allah atau murid-murid Jesus sangat tragis dan sangat menyayat hati. Mereka semua mati martir di dalam mempertahankan keyakinannya kepada Yesus. Sehelai rambutpun tidak pernah terlintas di dalam pikiran mereka untuk mengingkari Yesus. Bahkan ada yang mati sambil berkotbah, dan ada pula yang mati dengan membawa jiwa baru di dalam kematiannya.

Rasul Yakobus adalah Rasul pertama dari 12 Rasul yang menjadi martir. Kisah Rasul Yakobus menjadi martir dituliskan di Kisah Para Rasul 12:2. Ia dihukum mati sekitar tahun 44 M oleh perintah Raja Herodes Agrippa I dari Yudea. Kemartirannya menjadi penggenapan dari hal yang dikatakan Yesus sebelumnya tentang ia dan saudaranya Rasul Yohanes (Markus 10:39).

Hanya Rasul Yohanes yang luput dari mati martir. Tetapi penderitaan Yohanes sangat memilukan. Yohanes sudah diputuskan untuk hukuman mati, tetapi hanya berkat pengasihan Allah saja Yohanes selamat dari maut. Allah masih memakai Yohanes dalam pelayananNYA, meskipun sudah digoreng diatas minyak yang mendidih, Yohannes tidak jadi mati martir, dan akhirnya dia dilepas dan kemudian dibuang ke pulau Patmos. Disinilah Yohanes menghabiskan masa tuanya dengan tenang serta menyelesaikan penulisan kitab yang ada di dalam Perjanjian Baru. Memang murid-murid Yesus pernah menganggap bahwa Rasul Yohanes sebagai murid yang dikasihi Yesus, tidak akan pernah mati sampai kepada kedatangan Yesus yang kedua kali. Yohanes 21:23

Berikut kisah tragis kematian dari murid-murid Jesus (kecuali Yudas Iskariot karena telah berhianat), kiranya semakin menguatkan iman kita dalam bersaksi tentang Kerajaan Allah.
  • Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia.
  • Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.
  • Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
  • Yohanes di goreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.
  • Petrus telah di salib dengan kepala di bawah dan kaki diatas. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.
  • Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama di mana setan membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tersebut.
  • Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yang dipanggil, ia dipenggal kepalanya di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal TuhanYesus, bahkan ia berusaha berkhotbah trus, bukan hanya kepada tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doa nya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.
  • Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas.
  • Andreas juga di salib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”. Pada saat dicambuk ia tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus hingga ajal.
  • Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, ia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.
  • Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.
  • Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
  • Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.
Anda dan saya adalah murid Tuhan. Kita perlu diperlengkapi dengan ketahanmalangan utuk mengikuti Kristus. Kita jangan hanya mau berkat-Nya tetapi tidak memiliki qualifikasi menjadi saksi (martyr) bagi Dia. Tuhan telah memperlengkapi kita dengan ketahanmalangan (Adversity) seperti yang tercantum dalam FIl.1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Teologi kemakmuran mengajarkan bahwa hidup dalam Tuhan damai sejahtera akan selalu mengiringi. Tetapi firman Tuhan berkata dalam :
  1. Kol.1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus…
  2. 1Ptr. 4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
  3. Mrk.10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
Ada banyak sekali janji sukacita dalam Alkitab, tetapi kita pun harus ingat bahwa Tuhan tidak pernah berjanji langit akan selalu biru dan hari akan selalu cerah dan tidak ada badai. Tuhan hanya berjanji bahwa Ia akan menyertai kita sampai kepada akhir zaman. Kita perlu menyadari akan perkara mengasihi dan mengikuti Kristus yang sejati sebagaimana konsep Alkitab. Jika kita hanya mau senangnya saja, maka kita tidak layak menjadi murid Kristus, apalagi menjadi saksi-saksi (Martyr)-Nya.

Mar 2, 2016

Bulan Januari

Januari diambil dari nama Dewa Janus yaitu dewa Romawi yang bertugas sebagai penjaga gerbang/pintu sehingga pantas saja, Januari ‘membuka’ tahun yg baru. Dewa ini mempunyai dua muka sehingga ia bisa melihat ke depan dan ke belakang secara bersamaan, selain dapat melihat kedepan dan belakang, dewa janus juga dapat melihat ke masa lalu dan masa depan. Janus dikenal sebagai dewa permulaan dan akhir. Bangsa Romawi bila ingin melakukan permulaan suatu pekerjaan selalu memohon pertolongan dewa Janus.

1 Januari pertama kali dirayakan

Jika berbicara tentang 1januari maka tidak akan lepas dari Julius Caesar. Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma serta penuh bakat. Dia seorang politikus yang sukses, seorang jendral yang brilian, mempesona serta seorang penulis yang bagus. “De bello Gallico” adalah buku yang ditulisnya. Caesar seorang berani, penuh energi, dan ganteng.

1 Januari tahun 45 SM, untuk pertama kali dalam sejarah dirayakan sebagai tahun baru. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, dia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi. Julius Caesar menyisipkan 90 hari ke dalam kalender tradisional Romawi, penetapan 90 hari dimaksudkan untuk lebih mendekati ketepatan pergantian musim. Penetapan ini membuat bulan-bulan dalam kalender itu tidak lagi tepat dengan perhitungan purnama. Walaupun sebenarnya dasar dari kalender Romawi adalah luni-solar. Akhirnya dengan nasehat Sosigenes, seorang astronom dari Alexandria, Caesar menetapkan kalendernya menjadi 12 bulan, masing-masing dengan jumlah hari tertentu seperti sekarang, dengan penetapan tahun kabisat setiap 4 tahun, dengan keyakinan bahwa panjang 1 tahun surya adalah 365.25 hari saat itu.

Setelah Caesar meninggal penerapan tahun kabisat salah terap. Kabisat diberlakukan tiap menginjak tahun ke 4, jadi 3 tahun sekali. Kesalahan terap ini kemudian diperbaiki oleh Kaisar Agustus, dengan meniadakan semua kabisat dari tahun 8 SM sampai tahun 4 Masehi. Setelah itu kalender Julian berfungsi dengan jauh lebih baik.

Asal Usul Nama Bulan

Januari: nama bulan pertama ini diadopsi dari nama janus, yaitu dewa romawi penjaga pintu gerbang. Dewa dengan dua wajah yang bertolak belakang. Satu wajah menatap ke depan, sedang lainnya menoleh ke belakang. Hal ini sebagai perlambang tatapan masa lalu dan pandangan ke masa datang. Janus yang kemudian menjadi januari adalah gambaran bulan mawas diri, yaitu sebagai pemisah tahun lalu dan tahun baru.

Februari: berasal dari kalata latin februa. Suatu istilah untuk pesta penyucian yang diselenggarakan oleh bangasa romawo kuno pada tiap tanggap 15 februari. Bulan ini adalah bulan yang paling sedikit jumlah harinya, yaitu hari pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun kabisat. Tahun kabisat datang 4 tahun sekali untuk mengimbangi kekurangan dan kelebihan akibat perhitungan hari dalam setahun yang tidak bulat, yaitu 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 46 detik.

Maret: semula maret adalah bulan pertama dalam kalender romawi. Namun, pada tahun 45 sm, julius caesar menambahkan bulan januari dan februari di depannya, sehingga maret menjadi bulan ketiga dalam penanggalan gregorian. Nama maret berasal dari nama dewa perang romawi, mars. Dewa mars sangat terkenal karena kegarangan dan keberaniannya yang tiada tara.

April: asal kata nama bulan keempat ini masih belum disepakati secara pasti. Sebagian mengatakan bahwa april berasal dari kata aphrodite, yang berarti dewi cinta. Agak mendekati kebenaran jika ditilik dari asal kata adalah aperire yang berarti membuka. Pikiran ini muncul karena orang yunani menyebut musim semi yang dimulai bulan april dengan istilah “pembukaan”.

Mei: kata mei diperkirakan diambil dari nama maia majesta, atau dewi musim semi. Musim semi disambut meriah dengan festival-festival oleh banyak rakyat eropa. Gadis tercantik dan pria tertampan dipilih untuk dinobatkan menjadi raja dan ratu yang akan memimpin tari-tarian dalam festival itu. Di inggris tradisi ini masih dilakukan tiap bulan mei, ratu disebut maid marian dan sang raja robin hood.

Juni: kata juni berasal dari dewi juno, istri dewa jupiter. Juno adalah dewi feminin yang melambangkan harkat kewanitaan yang membawa kebahagian keluarga. Bagi sementara kelangan, terutama masyarakat eropa, bulan juni dianggap bulan yang paling baik untuk melangsungkan perkimpoian. Mereka percaya bahwa kimpoi pada bulan juni akan membawa kebahagiaan bagi pasangan pengantin dan keturunannya.

Juli: bulan ketujuh ini pada mulanya bernama quintilis dan aslinya terletak pada urutan kelima. Tetapi ketika roma dikuasai oleh mark anthony nama bulan itu diubah menjadi juli, diambil dari nama julius caesar sebagai penghormatan kepada kaisar romawi yang terkenal itu. Tidak disebutkan apakah mark anthony juga memindahkan urutan bulan seperti tersebut diatas.

Agustus: bulan kedelapan ini juga berasal dari nama kaisar roma; agustus. Bahkan dia sendiri pula menempatkan namanya dalam kalender tersebut. Konon untuk kekuasaannya dia merubah jumlah hari, mengurangi jumlah pada bulan februari lalu menambahkannya pada bulan agustus. Itu sebabnya maka bulan februari menjadi bulan paling sedikit jumlah harinya.

September: september berasal dari kata septa, bahasa latin berarti tujuh. Pada mulanya bulan september memang berada pada urutan ketujuh pada kalender julian. Tapi pada abad kedelapan sebelum masehi, pembagian tahun dirubah dari 10 bulan menjadi 12 bulan, tanpa merubah namanya terlebih dahulu bulan september ditempatkan di urutan kesembilan dan berlaku sampai saat ini

Oktober: nama bulan oktober berasal dari kata okto, bahasa latin yang berarti delapan, semula berada pada urutan kedelapan dan bergeser keurutan sepuluh mengikuti pergeseran perubahan bulan-bulan dalam satu tahun.

November: mengikuti urutan bilangan latin, november berasal dari kata novem yang berarti sembilan. Sebelum diadakan pembaharuan di jaman julius caesar, bulan november hanya mempunyai 29 hari, bukan 30 hari seperti yang dikenal sekarang.

Desember: baik pada zaman romawi kuno maupun pada masa modern sekarang ini, bulan desember merupakan bulan terakhir dari penanggalan setahun. Desember berasal dari kata decem yang berarti kesepuluh. Hal ini dikarenakan dahulunya bulan ini berada pada urutan ke-10 bukan pada urutan ke-12 pada saat sekarang.

Tahun Kabisat 29 Februari

Kalender seharusnya sesuai dengan tahun matahari, dengan kata lain, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk Bumi dalam  sekali mengelilingi Matahari. Tapi banyak hal yang tidak sesederhana itu.

Sebenarnya Bumi  untuk menyelesaikan dalam mengelilingi matahari   terjadi  dalam waktu  65 hari, 5 jam, 48 menit dan 46 detik  (sekitar 365 1/4 hari). Jam tersebut dapat bertambah secara bertahap sehingga setelah empat tahun pada kalender terjadi penambahan waktu  sekitar satu hari. Menambahkan satu hari setiap empat tahun memungkinkan kalender untuk menyesuaikan lagi dengan tahun matahari .
Namun, karena tahun matahari tidak tepat 365 hari, bahkan menambahkan hari kabisat setiap empat tahun sekali berarti bahwa sistem kalender masih di luar dari tahun matahari karena kekurangan waktu 11 menit dan 14 detik setiap tahunnya. Selama 400 tahun ini akan menambah hingga tambahan tiga hari. Untuk mengatasi masalah ini diputuskan untuk meninggalkan tahun kabisat tiga kali setiap 400 tahun. Jadi, aturan baru itu, tahun abad (1600, 1700, 1800, dll) hanya akan menjadi tahun kabisat jika tahun itu dapat dibagi  habis dengan angka 400. Ini berarti bahwa tahun 2000 adalah tahun kabisat, tetapi 2100 tidak terjadi (2100 : 400 = 5 sisanya 100 atau 5,25 bukan angka bulat) .

Orang Mesir adalah orang pertama untuk memikirkan menambahkan hari kabisat ke kalender setiap empat tahun. Kemudian, orang-orang Romawi menyempurnakan gagasan itu. Pada 1582 Paus Gregorius XIII mereformasi kalender Julian (diperkenalkan oleh Julius Caesar pada 45 SM). Pada saat Paus Gregory kalender telah bergeser 14 hari dari jalur. Ia dengan rapi memecahkan ini dengan memotong sepuluh hari dari kalender, mengatakan kepada semua orang bahwa sehari setelah 4 Oktober akan menjadi 15 Oktober. Sial buat orang yang hari ulang tahunnya  pada waktu itu.

Kalender Romawi lebih awal, jauh sebelum waktu Julius Caesar, mulai tahun ini dengan bulan Maret. Itu terdiri dari sepuluh bulan, masing-masing berlangsung sekitar 30 hari, berakhir dengan Desember. Mereka sepertinya tidak sudah menghitung bulan-bulan musim dingin. Diperkirakan bahwa dua bulan tambahan, Januari dan Februari, ditambahkan sekitar tahun 715-673 SM.

Hal ini akan membuat Februari pada akhir tahun, yang mungkin menjelaskan mengapa hari kabisat ditambahkan ke bulan itu. Kemudian ia memutuskan untuk memulai tahun ini dengan Januari, satu bulan yang berisi perayaan yang didedikasikan untuk Janus, dewa pintu gerbang.

Kalender Masehi

Perhitungan kalender Masehi berdasarkan pada rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya) dan revolusi bumi (peredaran bumi mengelilingi matahari). Menurut sistem Yustisian 1 tahun = 365,25 hari dan hitungan kesatu (tahun pertama masehi) dimulai pada kelahiran Yesus menurut keyakinan kaum Nasrani. Dasar perhitungan menurut sistem Yustisian tersebut adalah : pertama, rotasi bumi disebut satu hari = 24 jam dan kedua revolusi bumi disebut satu tahun = 365,25 hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Kaisar Romawi pada tahun 47 SM menetapkan kalender dengan ketentuan :
  • Satu tahun berumur 365 hari dengan kelebihan 6 jam setiap tahun
  • Setiap tahun yang keempat atau angkanya habis dibagi 4 maka umurnya menjadi 366 hari disebut tahun kabisat (tahun panjang), sedangkan tahun biasa (non kabisat atau tahun pendek) berumur 365 hari. Cara menetapkannya ialah apabila tahun tersebut habis dibagi 4 berarti tahun kabisat. Misalnya tahun 1995 : 4 = 498,7 bukan tahun kabisat sedangkan tahun 1996 : 4 = 499 adalah tahun kabisat.
Perkembangan selanjutnya pada abad ke-16 terjadi pergeseran dari biasanya yaitu musim semi yang biasanya jatuh pada tanggal 21 Maret telah maju jauh, maka dilakukan suatu koreksi. Apabila sebelum perhitungan satu tahun adalah 365,25 hari maka sejak saat itu satu tahun menjadi 365,2425 hari. Itu berdasar pada perhitungan bahwa revolusi bumi bukan 365 hari lebih 6 jam tetapi tepatnya 365 hari 5 jam 56 menit atau 365 hari lebih 6 jam kurang 4 menit.

Oleh sebab itu pada tanggal 21 Maret 1582 terjadi pergeseran sehingga awal musim semi jatuhnya lebih maju di Eropa. Untuk koreksi akibat adanya pembulatan 4 menit selama 15 abad tersebut maka Paus Gregorius XIII menetapkan sebagai berikut :
  • Setiap tahun tang habis dibagi 100 meskipun habis dibagi 4 yang menurut ketentuan sebelumnya adalah tahun kabisat tidak lagi menjadi tahun kabisat. Hal itu karena pembulatan satu hari untuk tahun kabisat setiap 4 tahun tersebut mendahului beberapa menit dari sebenarnya, maka diadakan pembulatan lagi pada setiap 100 tahun.
  • Setiap 400 tahun sekali diadakan pembulatan satu hari, jadi meski habis dibagi 100 maka tetap menjadi tahun kabisat. Dasar perhitungannya adalah dengan kelebihan 4 menit setahun maka 400 tahun menjadi 1600 menit = 26 jam 40 menit.
  • Untuk menghilangkan kelebihan dari pembulatan yang telah terjadi sebelumnya maka dilakukan pemotongan hari, yaitu sesudah tanggal 4 Oktober 1582, hari berikutnya langsung menjadi tanggal 15 Oktober 1582. jadi tanggal 5 – 14 Oktober 1582 (selama 10 hari) tidak pernah ada dalam penanggalan Masehi.
Dengan dasar perhitungan koreksi tersebut maka sejak tahun 1600 sampai 2000 terjadi koreksi 3 kali yaitu tahun 1700, 1800 dan 1900. Hal ini adalah karena sesuai ketentuan sebelum tahun 1582 setiap tahun habis dibagi 4 adalah tahun kabisat. Namun sejak tahun 1582 berlaku ketentuan baru bahwa setiap tahun yang habis dibagi 100 tidak menjadi tahun kabisat kecuali untuk tahun yang habis dibagi 400. Dengan demikian tahun 1600 dan 2000 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400. tahun yang habis dibagi 4 yang tidak menjadi tahun kabisat untuk masa setelah tahun 2000 adalah tahun 2010, 2200, 2300 sedangkan tahun 2400 tetap tahun kabisat karena habis dibagi 400.

Kesimpulan yang bisa didapat pada perjalanan tahun Masehi dari tahun 1 – 2000 adalah :
  • tahun 1 – 1582 semua tahun yang habis dibagi 4 adalah tahun kabisat
  • tanggal 5 – 15 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam kalender penanggalan
  • tahun 1700, 1800, 1900 bukan merupakan tahun kabisat (3 tahun terjadi koreksi 3 hari)
Siklus tahun Masehi adalah 4 tahunan untuk siklus kecil (4 X 365) + 1 = 1461 hari sedangkan siklus besarnya setiap 400 tahun (100 X 1461) – 3 = 146097. Bulan Februari pada tahun biasa (bukan kabisat) berumur 28 hari sedang pada bulan tahun kabisat berumur 29 hari. Bulan yang berumur 31 hari adalah bulan Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober dan Desember. Bulan yang berumur 30 hari ialah bulan April, Juni, September dan Nopember.

Tahun Kabisat

Tahun kabisat 2016 adalah tahun dimana bulan februari terhitung mengalami perhitungan 29 hari setiap empat tahun sekali, hal ini berbeda pada bulan februari di tiga tahun sebelumnya yang mengalami perhitungan hanya sebanyak 28 hari.

Setiap 4 tahun sekali kita mengalami tahun kabisat dimana pada satu tahun tertentu ada penambahan satu hari di bulan februari yang kemudian mempengaruhi total hari dalam tahun kabisat menjadi 366 hari, berbeda dengan tahun biasanya yang berjumlah 365 hari.

Perhitungan tahun kabisat diambil dari tahun yang dapat dibagi dengan empat, asal mula menentukan tahun kabisat adalah karena adanya kejanggalan jumlah hari ketika planet bumi mengelilingi matahari dalam periode satu tahun, dimana kita mengenal sebelumnya waktu yang diperlukan bumi berotasi untuk mengelilingi bintang matahari membutuhkan 365 hari padahal kenyataannya memerlukan waktu 365 lebih 1/4 hari.

Cara menentukan tahun kabisat

Ada perhitungan khusus untuk menentukan tahun kabisat, algoritma ini diambil berdasarkan pembagian menurut angka 100, 400 dan angka 4 yang menentukan hasil pasti tahun kabisat

  • Jika jumlah angka tahun habis dibagi 400 maka tahun tersebut bisa dipastikan bukan tahun kabisat.
  • Jika jumlah angka tahun tidak habis dibagi 400 tetapi bisa habis dibagi dengan 100 maka tahun itu pastilah juga bukan tahun kabisat.
  • Jika jumlah angka tahun tersebut tidak habis dibagi 400 juga tidak habis dibagi dengan angka 100 akan tetapi bisa habis dibagi 4, maka tahun itu bisa ditetapkan sebagai tahun kabisat.
  • Jika jumlah angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak pula habis dibagi dengan 100, dan tidak juga habis dibagi dengan angka 4, maka tahun tersebut bukanlah merupakan tahun kabisat.

Sejarah Tahun Kabisat Dan Asal Mulanya

Dalam perjalanan sejarah tahun kabisat banyak mengalami perubahan karena adanya penyesuaian-penyesuaian untuk menggenapkan perhitungan tahun agar habis dbagi 4, tercatat penentuan ini dilakukan pertama kali pada masa Julius caesar yang memerintahkan astronomnya untuk menentukan penanggalan yang pasti.

Ahli perbintangan dimasa itu bernama Sosigenes mengambil perhitungan hari disetiap tahunnya mendapatkan jumlah 365,25 kemudian menetapkan satu tahun masing-masing berjumlah 365 hari, dan untuk menetapkan sisanya yang berjumlah 1/4 hari dikompensasikan pada setiap 4 tahun sekali dibulan februari yang kemudian dikenal dengan tahun kabisat.

Perhitungan untuk menentukan tahun kabisat akan tetap berlanjut karena harus menyesuaikan dengan perubahan penanggalan yang “bersisa” yaitu 365,25 menurut edaran bumi yang mengelilingi matahari tak terkecuali dengan tahun kabisat 2016 dibulan februari yang terjadi setiap 4 tahun sekali.