Para ilmuwan di Meksiko telah menemukan jejak kaki dari manusia awal yang berusia sekira 4500 sampai 25 ribu tahun.
Jejak kaki dari manusia purba tersebut diperkirakan berusia antara 4500 sampai 25 ribu tahun. Para ilmuwan mengatakan bahwa lokasi penemuan itu mengambil lokasi di daerah pedalaman wilayah utara Meksiko
"Kelima jejak kaki yang ditemukan tersebut adalah salah satu hal menarik dari sejarah manusia penghuni awal benua Amerika," ujar pihak Institute of Anthropology and History, dalam sebuah pernyataan.
Pihak institut juga menambahkan bahwa jejak kaki tersebut ditemukan di wilayah pedalaman pegunungan Sieraa de Tarahumara, di negara bagian Chihuahua, Meksiko.
"Diiperkirakan kalau jejak kaki tersebut berasal dari tiga orang dewasa dan satu orang anak berusia sekira empat tahun. Diperkirakan pula bahwa kelompok manusia tersebut tinggal di gua Ahuatos, sekira 8 kilometer dari kota Creel," papar pihak Institute of Anthropology and History.
Temuan itu sendiri pertama kali ditemukan oleh penduduk lokal, yang kemudian memberitahukan kepada pihak peneliti.
"Membutuhkan kerja keras untuk menemukannya, karena tidak mudah untuk menelitinya," ujar Jose Concepcion Jimenez, antropolog yang terlibat di proyek tersebut.
Pihak Institute of Anthropology and History juga mengatakan bahwa meski tidak ada jejak lainnya yang ditemukan, para ilmuwan juga menemukan sebuah sekumpulan hunian purba yang diduga berasal dari jaman Pleistocene (1,8 juta sampai 10 ribu tahun yang lalu).
Praise the Lord
Tuesday, September 27, 2011
"Gulungan Laut Mati" Kini Bisa Diakses Secara Online
Gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), dikenal sebagai dokumen-dokumen Injil tertua di dunia, kini sudah bisa dibaca secara online, dan perkamen berusia 2000 tahun ini secara instan bisa langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
"Ini diambil 24 abad lalu, karya para arkeolog, rahib, sejarawan, dan Internet untuk membuat Gulungan Laut Mati bisa diakses oleh siapapun di dunia," kata sebuah posting di blog resmi Google hari ini.
Gambar-gambar gulungan ini disediakan dengan resolusi 1.200 megapixel, ratusan kali lebih tajam daripada kamera profesional yang paling mahal sekaipun, dibuat menggunakan teknik "one-shot" dimana kamera "men-scan" sampai 50 menit untuk menyerap sejumlah besar informasi dari artefak-artefak tersebut.
Ini sangat tajam memungkinkan melihat ketipisan perkamen dan kerapuhan kulit hewan yang merupakan media asli tempat teks-teks suci itu ditulis.
Dengan perangkat Google di situs Museum Israel ini, membuat seluruh gulungan bisa diakses dan memungkinkan browser untuk memperbesar teks termasuk Gulungan Yesaya yang Agung (Great Isaiah Scroll) serta membaca terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Para sarjana percaya gulungan berusia 2.000 tahun ini ditulis oleh sebuah sekte Yahudi dari Qumran di Gurun Yudea dan tersembunyi di gua-gua sekitar tahun 70 M, ketika Roma menghancurkan kuil-kuil mereka di Yerusalem.
Gulungan ini ditemukan oleh gembala Badui antara tahun 1947 dan 1956 di gua-gua di tepi danau. Projek online ini merupakan perusahaan patungan antara Google dan Museum Israel.
"Misi Google adalah untuk mengorganisasi informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan berguna," kata Yossi Matias, kepala riset dan pengembangan Google di Israel,.
Gulungan yang terdiri atas 972 teks suci ini sangatlah rapuh, untuk itu dipajang dan diputar setiap tiga sampai empat bulan untuk meminimalkan paparan sinar. Gulungan suci ini ditulis dalam bahasa Ibrani, Aramaik, dan Yunani, beberapa perkamen lain ditulis dalam lembaran papirus.
"Ini memberi Anda cara untuk memahami awal sejarah Alkitab," kata direktur museum James Snyder. "Tidak ada yang bisa lebih penting. Bagi kami, Gulungan Laut Mati tidak bisa menjadi lebih penting dari artefak budaya ikonik," tambahnya.
Lima dari delapan gulungan ditempatkan di Museum Israel dan telah didigitalisasi, termasuk Gulungan Yesaya yang Agung, Gulungan Kuil (Temple Scroll), dan Gulungan Perang (War Scroll). Dalam Gulungan Yesaya yang Agung terdapat sebuah kutipan yang sangat terkenal, "dan serigala akan tinggal bersama domba."
"Ini diambil 24 abad lalu, karya para arkeolog, rahib, sejarawan, dan Internet untuk membuat Gulungan Laut Mati bisa diakses oleh siapapun di dunia," kata sebuah posting di blog resmi Google hari ini.
Gambar-gambar gulungan ini disediakan dengan resolusi 1.200 megapixel, ratusan kali lebih tajam daripada kamera profesional yang paling mahal sekaipun, dibuat menggunakan teknik "one-shot" dimana kamera "men-scan" sampai 50 menit untuk menyerap sejumlah besar informasi dari artefak-artefak tersebut.
Ini sangat tajam memungkinkan melihat ketipisan perkamen dan kerapuhan kulit hewan yang merupakan media asli tempat teks-teks suci itu ditulis.
Dengan perangkat Google di situs Museum Israel ini, membuat seluruh gulungan bisa diakses dan memungkinkan browser untuk memperbesar teks termasuk Gulungan Yesaya yang Agung (Great Isaiah Scroll) serta membaca terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Para sarjana percaya gulungan berusia 2.000 tahun ini ditulis oleh sebuah sekte Yahudi dari Qumran di Gurun Yudea dan tersembunyi di gua-gua sekitar tahun 70 M, ketika Roma menghancurkan kuil-kuil mereka di Yerusalem.
Gulungan ini ditemukan oleh gembala Badui antara tahun 1947 dan 1956 di gua-gua di tepi danau. Projek online ini merupakan perusahaan patungan antara Google dan Museum Israel.
"Misi Google adalah untuk mengorganisasi informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan berguna," kata Yossi Matias, kepala riset dan pengembangan Google di Israel,.
Gulungan yang terdiri atas 972 teks suci ini sangatlah rapuh, untuk itu dipajang dan diputar setiap tiga sampai empat bulan untuk meminimalkan paparan sinar. Gulungan suci ini ditulis dalam bahasa Ibrani, Aramaik, dan Yunani, beberapa perkamen lain ditulis dalam lembaran papirus.
"Ini memberi Anda cara untuk memahami awal sejarah Alkitab," kata direktur museum James Snyder. "Tidak ada yang bisa lebih penting. Bagi kami, Gulungan Laut Mati tidak bisa menjadi lebih penting dari artefak budaya ikonik," tambahnya.
Lima dari delapan gulungan ditempatkan di Museum Israel dan telah didigitalisasi, termasuk Gulungan Yesaya yang Agung, Gulungan Kuil (Temple Scroll), dan Gulungan Perang (War Scroll). Dalam Gulungan Yesaya yang Agung terdapat sebuah kutipan yang sangat terkenal, "dan serigala akan tinggal bersama domba."
Friday, September 16, 2011
Arkeolog Temukan Lukisan Tertua Murid Yesus
Arkeolog Italia dan tim pemugar karya seni di Italia mengklaim telah menemukan lukisan tertua yang menggambarkan beberapa murid Yesus Kristus. Lukisan tersebut diyakini merupakan gambaran wajah santo Andreas, santo Yohanes, santo Petrus, dan salah seorang pengikut Yesus lainnya, Paulus.
Mahakarya seni tersebut ditemukan di sebuah kuburan bawah tanah (katakomba) di Roma dekat dengan Basilika Santo Petrus. Diperkirakan lukisan tersebut dibuat pada pertengahan abad keempat atau awal abad kelima masehi.
" Lukisan itu adalah gambar pertama yang kita ketahui merupakan wajah keempat rasul," kata kepala arkeologi untuk berbagai katakomba, Vatikan, Roma, Profesor Fabrizio Bisconti.
"Penemuan ini sungguh menggugah emosi," tambah Bisconti.
Para arkeolog dan tim menggunakan teknologi laser baru yang memungkinkan gambar-gambar tersebut dapat terlihat. laser-laser mampu menyingkirkan lapisan kalsium karbonat putih yang muncul akibat kelembaban udara. "Laser menciptakan semacam letupan uap ketika berbenturan dengan kalsium karbonat untuk melepaskannya dari permukaan,'' kata Barbara Mazzei, penanggung jawab proyek tersebut.
Seperti diketahui, Santo Petrus, Andreas dan Yohanes merupakan tiga dari empat murid Yesus, sementara santo Paulus dikenal sebagai pengikut setelah masa Yesus wafat.
Mahakarya seni tersebut ditemukan di sebuah kuburan bawah tanah (katakomba) di Roma dekat dengan Basilika Santo Petrus. Diperkirakan lukisan tersebut dibuat pada pertengahan abad keempat atau awal abad kelima masehi.
" Lukisan itu adalah gambar pertama yang kita ketahui merupakan wajah keempat rasul," kata kepala arkeologi untuk berbagai katakomba, Vatikan, Roma, Profesor Fabrizio Bisconti.
"Penemuan ini sungguh menggugah emosi," tambah Bisconti.
Para arkeolog dan tim menggunakan teknologi laser baru yang memungkinkan gambar-gambar tersebut dapat terlihat. laser-laser mampu menyingkirkan lapisan kalsium karbonat putih yang muncul akibat kelembaban udara. "Laser menciptakan semacam letupan uap ketika berbenturan dengan kalsium karbonat untuk melepaskannya dari permukaan,'' kata Barbara Mazzei, penanggung jawab proyek tersebut.
Seperti diketahui, Santo Petrus, Andreas dan Yohanes merupakan tiga dari empat murid Yesus, sementara santo Paulus dikenal sebagai pengikut setelah masa Yesus wafat.
Ditemukan, Makam Berusia 1.700 Tahun
Para ahli arkeologi telah menemukan sebuah makam pada zaman Roma dengan catatan abad ke-3 di daerah timur laut Syiria. Makam ini merupakan salah satu dari sekian banyak temuan sejarah negara ini.
Makam batu gamping melintang itu ditemukan di wilayah Nasiriya, daerah terpencil di provinsi Hasaka, sekitar 440 mil timur laut ibukota Damaskus dan wadah koin, barang tembikar dan gelang dengan tanggal era akhir aramaik,
Ahli Arkeologi setempat Khaled al-Ahmed menyatakan, studi saat ini sedang dilakukan untuk mempelajari situs itu. Sebelumnya makam yang lebih tua yakni pada jaman abad kedua ditemukan di Palmyra. Itu adalah salah satu wilayah situs kalsik antik paling mengagumkan. Ahli arkeologi Syiria juga melaporkan telah menemukan papan makam langka di Palmyra.
Kepala Ekspedisi Arkeologi Nasional Syiria Khalik Hariri menyatakan, batu gamping yang melukiskan dua orang pria, berdiri di sebelah unta dengan muatan yang dikekang oleh seorang anak laki-laki. Nah pada gambar yang ditunjuk itu bertanggalkan abad kedua.
Makam batu gamping melintang itu ditemukan di wilayah Nasiriya, daerah terpencil di provinsi Hasaka, sekitar 440 mil timur laut ibukota Damaskus dan wadah koin, barang tembikar dan gelang dengan tanggal era akhir aramaik,
Ahli Arkeologi setempat Khaled al-Ahmed menyatakan, studi saat ini sedang dilakukan untuk mempelajari situs itu. Sebelumnya makam yang lebih tua yakni pada jaman abad kedua ditemukan di Palmyra. Itu adalah salah satu wilayah situs kalsik antik paling mengagumkan. Ahli arkeologi Syiria juga melaporkan telah menemukan papan makam langka di Palmyra.
Kepala Ekspedisi Arkeologi Nasional Syiria Khalik Hariri menyatakan, batu gamping yang melukiskan dua orang pria, berdiri di sebelah unta dengan muatan yang dikekang oleh seorang anak laki-laki. Nah pada gambar yang ditunjuk itu bertanggalkan abad kedua.
Kepala Pharaoh Ramses II Ditemukan
Pihak Supreme Council of Antiquities Mesir menyatakan, para arkeolog Mesir telah menemukan patung granit merah berwujud kepala yang merupakan peninggalan Dynasty Pharaoh Ramses II.
Patung kepala berusia 3.000 tahun tersebut memiliki tinggi 30 inci. Ini merupakan salah satu patung kepala dari Pharaoh. Para arkeolog menemukan patung tersebut di daerah Tell Basta, sekira 80 km timur laut Kairo.
Kawasan tersebut merupakan situs purbakala yang diduga banyak terdapat peninggalan benda bersejarah dari Ramses II. Saat ditemukan, kondisi hidung hancur dan bagian janggutnya sudah hilang.
Kawasan tersebut merupakan situs purbakala yang diduga banyak terdapat peninggalan benda bersejarah dari Ramses II. Tell Basta dipercaya sebagai tempat berkumpulnya dewa. Ini merupakan kawasan penting bagi para ahli arkeologi karena lokasi ini mewakili kejayaan zaman Kerajaan Lama hingga Periode Roman.
Arkeolog masih berusaha mencari sisa benda bersejarah lainnya yang diduga masih terkubur di situs tersebut.
Patung kepala berusia 3.000 tahun tersebut memiliki tinggi 30 inci. Ini merupakan salah satu patung kepala dari Pharaoh. Para arkeolog menemukan patung tersebut di daerah Tell Basta, sekira 80 km timur laut Kairo.
Kawasan tersebut merupakan situs purbakala yang diduga banyak terdapat peninggalan benda bersejarah dari Ramses II. Saat ditemukan, kondisi hidung hancur dan bagian janggutnya sudah hilang.
Kawasan tersebut merupakan situs purbakala yang diduga banyak terdapat peninggalan benda bersejarah dari Ramses II. Tell Basta dipercaya sebagai tempat berkumpulnya dewa. Ini merupakan kawasan penting bagi para ahli arkeologi karena lokasi ini mewakili kejayaan zaman Kerajaan Lama hingga Periode Roman.
Arkeolog masih berusaha mencari sisa benda bersejarah lainnya yang diduga masih terkubur di situs tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)