Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Jan 27, 2017

Tahun Baru Imlek

Tanggal 1 (satu) bulan 1 (satu) penanggalan Imlek atau sering disebut dalam istilah mandarin “Zhen Yue Chu Yi ” merupakan hari pertama dalam satu Tahun dan dirayakan sebagai Tahun Baru Imlek atau juga dikenal sebagai istilah “Chun Jie” dalam bahasa Mandarin. Istilah “Chun Jie” atau “Hari Raya Musim Semi” dipakai karena pada hari itu juga merupakan awal mulainya musim Semi dalam satu Tahun.  Musim Semi merupakan salah satu musim dari 4 musim di Negara-negara yang terletak di bagian Utara Bumi ini.

Terdapat 2 cerita mengenai asal usul Tahun Baru Imlek, diantaranya :

1. Raksasa “Nian” dan Tradisi Makan Malam Bersama


Pada Zaman dulu, ada sejenis Raksasa yang sangat ganas dan tinggal di hutan-hutan  pengunungan, orang-orang pada saat itu menyebutnya sebagai “Nian”.  Bentuk Raksasa “Nian” sangat ganas dan menakutkan, sifatnya sangat kejam. Makanan Raksasa “Nian” adalah  binatang-binatang liar, burung, serangga dan juga manusia. Setiap hari memakan jenis makanan yang berbeda-beda.

Semua orang  pada saat itu sangat takut dengan Raksasa yang ganas ini. Tetapi beriringnya waktu, perlahan-lahan orang-orang mengetahui dan menguasai semua kegiatan-kegiatan Raksasa, setiap 365 hari, Raksasa Nian akan pergi ke kerumunan orang ramai untuk mencari mangsanya. Waktu keluarnya Raksasa Nian adalah pada malam hari saat Matahari sudah terbenam dan pulang ke pengunungannya pada waktu fajar saat Ayam berkokok.

Setelah mengetahui waktu muncul dan menguasai sifatnya Raksasa Nian, Orang-orang pada saat itu selalu melakukan persiapan dan menjaga-jaga untuk menghadapi Raksasa buas ini termasuk tidak tidur pada malam tersebut,  yang kemudian disebut dengan istilah “Nian Guan”.

Cara-cara untuk menghadapi Raksasa Nian adalah :
  1. Pada malam yang bersangkutan, setiap keluarga menyiapkan makanan untuk makan malam lebih awal dari biasanya, sehingga tidak ada lagi kegiatan masak memasak di dapur.
  2. Menutup dan mengunci semua pintu baik pintu depan maupun pintu belakang
  3. Sembunyi dirumah untuk makan malam bersama keluarga atau disebut dengan “Nian Ye Fan”. 
  4. Karena makan malam ini sangat berbahaya dan beresiko, maka makan malam tersebut akan lebih enak dan special.
  5. Mempersembahkan makanan kepada Dewa dan para leluhur untuk mendapatkan lindungan dari mereka supaya dapat bebas dari ancaman Raksasa Nian
  6. Saat Makan, semua anggota keluarga duduk membentuk lingkaran sebagai lambang keharmonisan keluarga.
  7. Setelah Makan Malam, siapapun tidak berani tidur dan semua anggota keluarga duduk berdekatan supaya tidak takut hingga Fajar, Ayam berkokok menandakan sudah bebas dari ancaman Raksasa Nian.
Dengan demikian kebiasaan Makan malam dan tradisi untuk tidak pada malam Tahun Baru Imlek tersebut berlangsung hingga kini dan menjadi Tradisi Khas Tahun Baru Imlek meskipun saat ini sudah tidak ada ancaman Raksasa Nian lagi. Perasaan takut dan kuatir sudah tidak ada lagi, yang ada adalah perasaan senang, bahagia dan penuh harapan.

2. Penciptaan Kalender Imlek oleh Pemuda yang bernama “Wan Nian”

Zaman dulu di daratan China ada seorang pemuda yang bernama “Wan Nian [万年] ” melihat kekacauan perhitungan musim pada saat itu, muncullah niat untuk memperbaiki cara perhitungan musim agar lebih akurat. Suatu hari, Pemuda tersebut lelah bekerja dan duduk di bawah pohon untuk istirahat. Dia kemudian terinspirasi oleh Bayangan Pohon yang bergerak sehingga menciptakan suatu alat untuk memantau pergerakan bayangan matahari agar dapat mengetahui dan mengukur waktu dalam satu hari.

Kemudian, tetesan air dari tebing juga menginspirasikan dia untuk menciptakan alat bertingkat lima  yang bernama “Wu Ceng Lou Hu [五层漏壶]” untuk mengukur waktu.

Dengan Alat-alat yang diciptakannya, dia menemukan bahwa masing-masing Musim akan berulang kembali setiap 360-an hari.

Raja pada saat itu bernama “Zu Yi [祖乙]”  juga sering dipusingkan dengan masalah situasi perubahan musim yang tidak dapat diprediksi. Pemuda “Wan Nian” kemudian membawa alat-alat ciptaannya untuk menemui sang Raja. Raja Zu Yi sangat gembira mendengarkan penjelasan-penjelasan tentang perhitungan perubahan musim yang ditemukan oleh Wan Nian dan meminta Wan Nian untuk tinggal di Istana. Sang Raja membangun sebuah bangunan yang bernama “Ri Yue Ge” atau “Pavilion Matahari Bulan” untuk mengetahui hukum alam tentang hari dan bulan. Dapat mengetahui lebih akurat waktu Fajar dan Senja setiap harinya, menciptakan Kalender untuk kepentingan dan kesejahteraan Rakyatnya.

Suatu hari, Sang Raja pergi ke Pavilion Matahari Bulan (Ri Yue Ge) untuk mengetahui lebih jelas mengenai perkembangan pembuatan Kalender, beliau melihat sebuah puisi yang terukir di sisi pavilion Matahari Bulan :

Terjemahan ke bahasa Indonesia kira-kira seperti ini :
Matahari terbit dan Tenggelam selama tiga ratus enam puluh, dan terus menerus berulang. Rumput dan Pohon layu mekar terbagi menjadi empat musim, terdapat 12 kali bulan purnama
Mengetahui Wan Nian sudah berhasil, Sang Raja langsung pergi menemui Wan Nian yang berada di Pavilion tersebut. Wan Nian menunjukkan perbintangan dan berkata kepada Raja Zu Yi, “sekarang 12 bulan sudah penuh, satu tahun sudah selesai, Musim Semi yang kembali lagi. Wan Nian kemudian meminta Raja Zu Yi untuk menentukan Hari Raya yang dimaksud tersebut. Raja Zu Yi kemudian berkata : “Sekarang adalah Musim Semi yang juga merupakan Musim pertama dalam satu Tahun, maka kita sebut saja Hari Raya Musim Semi”. Itulah asal usul pertama munculnya Hari Raya Musim Semi atau Tahun Baru Imlek yang kita kenal sampai saat ini.

Jan 26, 2017

Bangsa Amori

(Ulangan 2:33-34) - "tetapi TUHAN, Allah kita, menyerahkan dia kepada kita, sehingga kita mengalahkan dia dengan anak-anaknya dan seluruh tentaranya. 34Pada waktu itu kita merebut segala kotanya dan menumpas penduduk setiap kota: laki-laki dan perempuan serta anak-anak. Tidak ada seorangpun yang kita biarkan terluput;"
Perintah Allah untuk membunuh semua penduduk suatu kota seringkali dipandang oleh berbagai pengkritik sebagai suatu hal yang tidak bermoral dan bukti bahwa Alkitab sama sekali tidak benar. Tetapi, kita harus mempelajari masalah ini dalam terang konteksnya, konteks alkitabiahnya, bukan dalam terang pandangan masa kini, yakni asumsi-asumsi non Kristen. Jika kita ingin melihat apakah hal ini merupakan masalah moral atau bukan, kita harus tahu dulu moral yang mana yang sedang dipermasalahkan di sini.

Pertama-tama, konteks dari ayat ini berhubungan dengan kejahatan Raja orang Amori, Raja Sihon dari Hesybon, salah satu kota orang Amori (Bilangan 21:25). Mereka adalah orang-orang yang durjana (Kejadian 15:16; 2 Raja-raja 21:11). Ketika orang-orang Israel hendak melewati tanah mereka dalam perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian, orang-orang Amori tidak mengijinkan mereka untuk melewati tanah mereka dan malah menyerang orang-orang Israel. Tetapi, mereka dikalahkahkan secara telak oleh bangsa Israel (Bilangan 21:21-31). Dalam konteks inilah Allah menyerahkan mereka ke tangan orang Israel; yakni, dalam konteks peperangan.

Mengapakah keputusan orang Amori untuk melarang orang Israel lewat dan berperang dengan mereka menjadi suatu hal yang begitu serius bagi Allah sehingga Ia menyuruh bangsa Israel memusnahkan seluruh penduduk kotanya? Jawabannya sederhana. Allah telah memberitahukan kepada bangsa Israel mengapa penduduk kota tersebut harus dimusnahkan. Karena kejahatan orang-orang Amori.
"Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub. (Ulangan 9:5).
Allah telah mengumumkan bahwa bangsa Armori pantas mati karena dosa-dosa mereka. Tetapi mereka tetap tidak bertobat (tidak seperti Niniweh) dan amarah Allah yang adil jatuh atas mereka melalui bangsa Israel. Karena mereka semua orang berdosa, maka semua orang pantas mati. Tidak ada pengecualian. Tetapi, Allah itu pengasih dengan membiarkan orang berdosa tetap hidup. Dalam kasus orang Armori, Allah telah bermurah hati dengan membiarkan mereka hidup dan menikmati hidup dengan segala berkat umum dari Allah (seperti tersedianya hujan, matahari, air, dll.), sementara Ia tetap menghimbau mereka untuk bertobat. Tetapi mereka menolak untuk bertobat dari sikap hidup tidak bermoral mereka dan mereka akhirnya dibunuh habis.

Lagipula, kematian anak-anak kecil bisa menjadi anugrah besar karena jika mereka tidak mati dan kemudian bertumbuh dalam kultur Amori yang penuh dosa, mereka juga akan jatuh dalam murka Allah. Jika pendapat tentang "usia pertanggung jawaban" itu benar, maka Allah telah melepaskan anak-anak kecil itu dari amarah-Nya dan dengan demikian mereka bebas dari penghukuman abadi.

Alasan terakhir dan yang paling penting adalah bahwa Allah perlu menjaga supaya garis Mesianik (garis silsilah Mesias) tetap murni sehingga Yesus dapat dilahirkan dan dengan demikian menebus orang-orang-Nya sehingga orang-orang-Nya dapat pergi ke sorga. Tanpa pengorbanan Yesus, semua orang pasti binasa. Jika orang Amori dibiarkan hidup terus, mereka pasti akan mengancam negara Israel sehingga akan mengancam kelahiran Mesias. Karena itulah, Allah dalam keputusan-Nya yang adil menetapkan untuk menghukum mereka.

Kepemilikan tanah Kanaan

Kepemilikan tanah Kanaan dijanjikan oleh Tuhan kepada nabi Ibrahim (Abraham) pada kurun waktu 2000 SM. Tanah Kanaan ini luas wilayahnya meliputi Israel, Lebanon, Yordania, Suriah dan Sebagian Timur Laut Mesir. Sepeninggalnya nabi Ibrahim (Abraham) generasi penerusnya adalah Ismail (Bani Arab), Ishaq, Yaqub (Israel), Yehuda, Yusuf, Benyamin, Daud, Sulaiman (Solomon), Rehabeam (Suku Yehuda) dan Yerobeam (Suku Efraim, Yusuf).

Pada masa Rehabeam menjadi raja Israel (922-915 SM), Kerajaan Israel Serikat (bersatu) terpecah menjadi 2 kerajaan, yaitu Kerajaan Israel Utara (Samaria/Israel, yang dipimpin oleh Yerobeam) dan Kerajaan Israel Selatan (Yerussalem/Yehuda, yang dipimpin oleh Rehabeam). Dua kerajaan Israel ini pecah dilatar belakangi oleh : 

1.Nabi Sulaiman (Solomon) telah melanggar janji Tuhan Israel untuk tidak memperisteri wanita asing yang berpaham Polytheisme, sementara Solomon sendiri menganut ajaran paham Monotheisme (satu tuhan/satu Illah). 

2.Adanya Nubuat dari seorang Nabi Israel yang bernama Ahia, orang silo. Nubuat Ahia itu berisi tentang akan terbelahnya kerajaan Israel yang dipimpin oleh Solomon menjadi dua kerajaan Israel, yang disebabkan bangsa Israel sudah menyembah Illah lain akibat dari istri-istri Raja Solomon. 

3.Nubuat lain dari Ahia adalah, dari 2 kerajaan Israel tersebut, Yerobeam akan diberikan dan didukung oleh 10 Suku bani Israel dan Rehabeam akan didukung oleh 2 suku Bani Israel saja. Mendengar kabar nubuat dari Ahia ini, lalu raja Solomon memerintahkan untuk membunuh Yerobeam, usaha pembunuhan tersebut gagal, karena Yerobeam lari ke Mesir dan minta perlindungan (suaka) raja Firaun bernama Sisak, sampai wafatnya raja Solomon. 

4.Adanya kebijakan dari Raja Rehabeam (anak Solomon) yang membuat aturan pajak yang sangat memberatkan bagi suku bani Israel. 

Sepeninggalnya Raja Rehabeam (anak Solomon), lalu generasi selanjutnya sampai ke tangan Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Ahazia, Atalya, Yoas, Yosia (609SM), Yoahas, Elyakim (597 SM), dan Zedekia (586 SM). 

Sementara Raja Yerobeam (Suku Efraim, Yusuf anak Yaqub) generasi penerusnya hanya sampai ditangan Nadab (anak Yerobeam), pada tahun 909 SM raja Nadab pun tewas di bunuh oleh Baesa kemudian seluruh keturunan generasi Yerobeam pun musnah. Maka Kerajaan Israel Utara berpindah tangan tampuk kepemimpinannya ke tangan Raja Baesa (Keturunan Suku Isakhar, anak Yaqub), Baesa wafat pada tahun 877 SM. 

Posisi raja digantikan oleh anak Baesa yaitu Ela (raja ke 4 kerajaan israel utara Samaria). Raja Ela selama berkuasa dia memiliki dua orang panglima perang kerajaan yaitu Zimri dan Omri. Tapi Zimri mengkudeta raja Ela dan berhasil membunuh raja Ela. Dalam kudeta pemberontakan tersebut, semua keturunan laki-laki dari raja Ela dibunuh dan tak bersisa satupun generasi penerus dari Raja Ela. 

Zimri pun lalu menjadi Raja Israel Utara menggantikan Ela, tapi tak bertahan lama raja Zimri kemudian mati bunuh diri dengan cara membakar diri di dalam puri istananya sendiri, karena mendengar kota dan istananya telah direbut dan dikuasai oleh Omri (panglima perang setia raja Ela). Raja Zimri pun tewas lalu digantikan oleh Raja Omri. Dimasa kepemimpinan raja Omri ini lah Kerajaan Israel Utara yang semula berada di kota Tirza lalu dipindahkan kekota Samaria (Bit Omri). Kemudian raja Omri pun wafat pada tahun 869 SM, lalu digantikan oleh anaknya yang bernama Ahab. Raja Ahab adalah raja ke-8 kerajaan Israel Utara (Samaria), Raja Ahab adalah seorang raja lemah yang selalu dikuasai dan dipengaruhi oleh isterinya yaitu Izebel (Puteri Etbaal, raja orang Sidon). Tetapi meskipun begitu, raja Ahab merupakan pengikut setia Nabi Elia (Ilyas), Ahab selalu mendengarkan perkataan Nabi Elia untuk berbakti kepada Tuhan Israel. 

Sementara itu Izebel isterinya raja Ahab adalah penyembah berhala-berhala, Ahab akhirnya lemah dan dikuasai oleh Izebel (sang raja takut isteri). Akhirnya kerajaan Israel jatuh ditangan Izebel, kemudian Tuhan mengutus Nabi Elia (Ilyas) tadi untuk menentang Izebel dan Raja Ahab. Sepeninggal Raja Ahab dan Izebel, tahta kerajaan dikuasai oleh putra raja Ahab yaitu Ahazia (Raja Ke-9 Kerajaan Israel Utara Samaria). Pada masa raja Ahazia memerintah terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Raja Moab (Kerajaan Moab yang berada di pegunungan timur dan tenggara Laut Mati, Yordania). 

Raja Moab tidak lain adalah keturunan dari Lot (Nabi Luth, keponakan dari Ibrahim). Dalam ajaran agama Islam Lot (Nabi Luth) tak memiliki keturunan laki-laki, hanya memiliki 2 orang anak perempuan saja (Puteri Sulung dan Bungsu). Sementara dalam Torah (Taurat), Lot memiliki keturunan laki-laki dari hubungan badan kedua puteri sulung dan bungsunya itu. 

Kedua puteri Lot tersebut khawatir dan kasihan akan penerus keturunan dari ayah mereka, akhirnya mereka memberikan minuman anggur kepada ayah mereka sampai Lot mengalami mabuk berat, setelah itu terjadi lah hubungan badan antara anak dan ayah. Puteri Sulung melahirkan seorang putera bernama Moab dan puteri bungsu melahirkan putera bernama Amon. 

Pemberontakan Raja Moab pun berhasil terhadap raja Ahazia, akhirnya Ahazia pun mati ditangan Moab, tapi malangnya raja Ahazia tak memiliki keturunan laki-laki sebagai penerus kerajaannya nanti. Pemberontakan Moab tersebut dapat ditaklukkan oleh Yoram. Maka sepeninggal Raja Ahazia digantikan oleh saudara kandungnya yaitu Yoram (Raja ke-10 kerajaan Israel Utara, Samaria). Raja Yoram dan Ahazia ini merupakan keturunan dari dinasti Raja Ahab tadi. Setelah kematian raja Yoram pada tahun 842 SM, keturunan dan dinasti Raja Ahab pun pupus dan berakhir. Selanjutnya Kerajaan Israel Utara dipegang kendali oleh Raja Yehu (Raja ke-11 kerajaan Israel Utara, Samaria). Yehu tak lain merupakan seorang Panglima perangnya raja Yoram. 

Berikut akan dipaparkan silsilah (Genealogi) raja-raja kerajaan Israel Utara (Samaria) : Yerobeam I · Nadab · Baesa · Ela · Zimri · Tibni · Omri · Ahab & Izebel · Ahazia · Yoram · Yehu · Yoahas · Yoas · Yerobeam II · Zakharia · Salum · Menahem · Pekahya · Pekah · Hosea (721 SM). 

Selanjutnya Adalah Silsilah Raja-raja Kerajaan Israel Selatan (Yerussalem) : Rehabeam · Abia · Asa · Yosafat · Yoram · Ahazia · Atalya · Yoas · Amazia · Uzia (atau Azarya) · Yotam · Ahas · Hizkia · Manasye · Amon · Yosia · Yoahas · Yoyakim (atau Elyakim) · Yekonya (atau Yoyakhin) · Zedekia (587 SM). 

Kemudian dibawah ini akan dipaparkan Silsilah Raja-raja Kerajaan Israel Bersatu : Saul · Isyboset · Daud · Salomo · Rehabeam. 

Dua kerajaan Israel Utara dan Selatan masih berdiri kokoh dalam kurun waktu berabad-abad lamanya. 

Sampai pada kurun waktu 586 SM, tiba waktunya ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Raja Babilonia Modern (Nebukadnezar II, Orang Kasdim). Maka berakhirlah kerajaan Israel (Yehuda Yerussalem) kemudian tanah Yerussalem ini dipimpin oleh seorang Gubernur atas perintah dari Raja Nebukadnezar II. Ke-12 suku bangsa Israel kemudian eksodus (suaka) ke tanah Parsi (Iran), dan sebahagian lagi ke pembuangan Babilonia (Iraq), karena seluruh tanah Kanaan yang dimiliki oleh 12 suku bani Israel ini telah dikuasai oleh Nebukadnezar II. 

Perlu untuk diketahui, bahwa tanah Kanaan ini luas sekali cakupan wilayahnya, mulai dari Israel, Lebanon, Yordania, Suriah sampai sebagian kecil Mesir timur laut. Tak heran tanah Kanaan ini juga merupakan tanah yang telah dijanjikan oleh Tuhan Israel kepada 12 suku penerus bani Israel (Yaqub). Tak ada jalan lain bagi ke 12 suku bani Israel tersebut untuk menetap di Parsi (Iran) dan di tanah pembuangan bani Israel Yaitu Babel (Iraq). Sampai pada era kepemimpinan Raja Koresh Yang Agung atau sering dikenal dengan nama CYRUSS THE GREAT, dari kerajaan Parsi (Iran) melakukan penaklukkan dan invansi besar-besaran ke tanah Babel, kerajaan Babilonia Modern (Neo Babilonia) yang dipimpin oleh raja NEBUKADNEZAR II. Raja Cyruss The Great menguasai tanah babilonia (Babel) kemudian membebaskan semua keturunan suku bani Israel yang ada dikota tersebut. 

Berikut adalah daerah kekuasaan Raja Cyruss The Great dari Kerajaan Persia (Parsi, Iran) : 

1.Kerajaan Media (wilayah Iran sekarang ini) dan provinsi Persis di barat daya Iran 
2.Kerajaan Babilonia di Mesopotamia (wilayah Irak sekarang ini)
3.Suriah dan Palestina 
4.Mesir 
5.Beberapa daerah di timur laut dari kerajaan Media (Asia Tengah), didapatnya dari menaklukkan Massage Tae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Kaspia 
6.Kerajaan Lidia di Asia Kecil (wilayah Turki sekarang ini) 
7.Sebagian negara Pakistan dan Afganistan sekarang ini 
8.Sedikit daerah India.

Jan 19, 2017

Perkembangan Ilmu Masa Yunani Kuno

Perkembangan ilmu pengetahuan seperti yang sekarang ini  tidaklah terjadi secara spontan, melainkan secara bertahap. Setiap periode memiliki ciri khasnya sendiri terhadap perkembangan ilmu di eranya,oleh karna itu untuk lebih memahami sejarah perjalanan ilmu maka dilakukanlah pembagian atau klasifikasi secara periodik, dan pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai perkembangan ilmu pada masa yunani kuno.

Periode Yunani kuno adalah cikal bakal dari berkembangnya ilmu pengetahuan modern seperti saat ini.Yang paling menonjol dalam perkembangan ilmu pada era ini adalah filsafat ,yang nantinya akan menjadi induk bagi setiap ilmu pengatahuan. Zaman Yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Bangsa Yunani juga tidak dapat menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap menerima begitu saja, melainkan menumbuhkan sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis.

Sikap kritis inilah yang menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli pikir-ahli pikir terkenal sepanjang masa. Pada masa ini Filsafat lebih bercorak “kosmosentris”, artinya para filsuf pada waktu itu mengarahkan perhatian mereka terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan asal mula terjadinya alam semesta. Mereka berupaya mencari jawaban tentang prinsip pertama (arkhe) dari alam semesta, oleh karena itu mereka lebih dikenal dengan julukan “Filsuf-Filsuf Alam”.

Selain berkembangnya filsafat,pemikiran dari tokoh-tokoh besar seperti Arestoteles,plato,herodotus dan lain-lain telah melahirkan berbagai disiplin ilmu yang lain seperti ilmu komunikasi dan ilmu politik 

PERADABAN YUNANI KUNO

Peradaban Yunani Kuno dimulai periode Yunani purba pada abad ke-8 hingga abad ke-6 SM. Kemudian berlanjut hingga penaklukan Romawi atas Korintia pada 146 SM.Puncak peradaban ini ada pada masa Yunani Klasik yang mulai berkembang pada abad ke-5 hingga abad ke-4 SM.Pada masa inilah para ilmuwan masa lalu mencurahkan perhatiannya terhadap berbagai kajian ilmu pengetahuan yang menjadi dasar-dasar pengembangan dan penemuan berbagai disiplin ilmu pengetahuan masa sekarang.

Periode Yunani Klasik berada dibawah pimpinan negara-kota Athena,ketika mereka telah berhasil menghalau serangan kekaisaran Persia. Kekuasaan Athena berakhir karena mereka ditaklukan bangsa Sparta saat perang Peloponesia pada 401 SM.Namun bukan berarti perkembangan dan kajian ilmu pengetahuan ikut berakhir pula.Beberapa penemuan penting justru terjadi pada periode ini. 

HASIL PERADABAN BANGSA YUNANI KUNO

Peradaban Yunani Kuno mewariskan peradaban tinggi untuk dunia. Hasil dari peradaban itu bahkan sampai sekarang tetap dijadikan rujukan berbagai disiplin ilmu.

Hasil peradaban Yunani Kuno yang sangat penting bagi masyarakat dunia adalah karya sastra.Ada satu karya sastra yang sangat terkenal yaitu kitab IIIiad dan Odissesia .Kedua kitab tersebut ditulis oleh Homerus. Kitab tersebut berisi kejadian sejarah perang Troya. Sampai saat ini, karya sastra kuno ini menjadi rujukan penting dalam perkembangan sastra modern

Dalam bidang ilmu pengetahuan dan filsafat ,peradaban Yunani Kuno terbilang paling banyak memberikan kontribusi bagi dunia sekarang ini. Pada masa Yunani lahir filosof dan pemikir terkenal. Dari pemikiran- pemikiran mereka, berkembang berbagai ilmu pengeetahuan. Beberapa pemikir yang terkenal dari Yunani, diantaranya adalah Socrates, Plato, dan Aristoteles. Hingga saat ini, buah dari pemikiran-pemikiran mereka masih dikaji oleh barbagai kalangan. Sekalipun sebenarnya dalam perjalanannya para tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno tersebut bersinggungan dengan  tokoh-tokoh dari bangsa lain yang telah lebih dahulu meletakkan dasar-dasar kajian ilmu pengetahuan. Namun merekalah yang mengembangkan menjadi kajian yang bisa dipertanggungjawbkan secara ilmiah.

Peradaban Yunani kuno masih terus dikenang sampai sekarang. Karya dan pemikiran dari peradaban Yunani membawa pengaruh besar bagikemajuan peradaban manusia. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa peradaban Yunani merupakan awal dari peradaban manusia di dunia. 

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PADA MASA YUNANI KUNO

Zaman ini berlangsung dari abad 6 M sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap ‘’aninquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis)’’, dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap  ‘’receptve attitude mind (sikap menerima segitu saja)’’. Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai puncak kejayaannya atau zaman keemasannya (zaman Hellenisme) di bawah pimpinan Iskandar Agung(356-323 SM) dari Macedonia, yang merupakan salah seorang murid Aristoteles.

Pada abad ke- 0 M, perkembangan ilmu mulai mendapat hambatan. Hal ini disebabkan oleh lahirnya Kristen. Pada abad pertama sampai abad ke- 2 M mulai ada pembagian wilayah perkembangan ilmu. Wilayah pertama berpusat di Athena, yang difokuskan dibidang kemampuan intelektual. Sedangkan wilayah kedua berpusat di Alexandria, yang fukos pada bidang empiris.

Setelah Alexandria di kuasai oleh Roma yang tertarik dengan hal-hal abstrak, pada abad ke- 4dan ke- 5 M ilmu pengetahuan pegetahuan benar-benar beku. Hal ini di sebabkan oleh tiga pokok penting : 

1).  Penguasa Roma yang menekan kebebasan berfikir.
2). Ajaran Kristen tidak disangkal.
3). Kerjasama gereja dan penguasa sebagai otoritas kebenaran. 

Walaupun begitu, pada abad ke-2 M sempat ada Galen (bidang kedokteran) dan tokoh aljabar, Poppus dan Diopanthus yang berperan dalam perkembangan pengetahuan. 

TOKOH-TOKOH FILSUF PADA ZAMAN YUNANI KUNO

Bangsa Yunani adalah sebuah bangsayang tidak dapat menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap menerima begitu saja, melainkan menumbuhkan sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis. Sikap kritis inilah yang menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli pikir-ahli pikir terkenal sepanjang masa.berikut ini adalah beberapa tokoh pemikir atau filsuf pada masa yunani kuno :                      

–Tokoh Filosuf yang Mencurahkan Perhatiannya pada Alam Semesta 

a.    Thales (624-548 SM)
Thales berasal dari Miletus, ia mendapat gelar Bapak Filsafat karena dialah orang yang bermula-mula berfilsafat. Gelar itu diberikan karena ia mengajukan pertanyaan yang amat mendasar yang jarang dipertanyakan orang, juga orang pada zaman sekarang, yaitu mengenai “Apa sebenarnya asal-usul alam semesta ini?”, pertanyaan ini sangat  mendasar, terlepas apapun jawabannya. Namun yang penting adalah pertanyaan itu dijawabnya dengan pendekatan rasional, bukan dengan pendekatan mitos atau kepercayaan. Ia mengatakan asal alam adalah air, karena air adalah unsur terpenting bagi setiap makhluk hidup. Air dapat berubah menjadi benda gas dan padat seperti uap dan es, dan bumi ini juga berada di atas air.

b.    Pythagoras (580-500 SM)
Pythagoras adalah kelahiran Pulau Samos, Ionia. Ia dikenal sebagai filsuf dan juga ahli ukur. Ia mengembalikan segala sesuatu kepada bilangan. Semua realitas dapat diukur dengan bilangan (kuantitas). Karena itu, dia berpendapat bahwa bilangan adalah unsure pertama dari alam dan sekaligus menjadi ukuran. Kesimpulan ini ditarik dari kenyataan bahwa realitas alam adalah harmoni antara bilangan dan gabungan antara dua hal yang berlawanan.

Kalau segala-galanya adalah bilangan, itu berarti bahwa unsur bilangan merupakan juga unsur yang terdapat dalam segala sesuatu. Unsur-unsur bilangan itu adalah genap dan ganjil, terbatas dan tak terbatas. Demikian juga seluruh jagad raya merupakan suatu harmoni yang mendamaikan hal-hal yang berlawanan. Artinya, segala sesuatu berdasarkan dan dapat dikembalikan pada bilangan.

Jasa Pythagoras ini sangat besar dalam pengembangan ilmu, terutama ilmu pasti dan ilmu alam. Ilmu yang dikembangkan di kemudian hari sampai hari ini sangat tergantung pada pendekatan matematika. Galileo menegaskan bahwa alam ditulis dalam bahasa matematika. Dalam filsafat ilmu, matematika merupakan sarana ilmiah yang terpenting dan akurat karena dengan pendekatan matematika-lah ilmu dapat diukur dengan benar dan akurat. Di samping itu, matematika dapat menyederhanakan uraian yang panjang dalam bentuk simbul, sehingga lebih cepat dipahami.

c.   Heraklitos (540-480 SM)
Heraklitos berasal dari Ephesos, Asia kecil. Ia berpendapat bahwa tiap-tiap benda terdiri dari hal-hal yang saling berlawanan dan yang berlawanan itu tetap merupakan kesatuan. Baginya tidak ada sesuatu pun yang bersifat tetap. Tidak ada yang benar-benar ada karena semuanya menjadi berubah. Perubahan dapat dinyatakan dengan dua cara: pertama, seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir, kedua, seluruh kenyataan adalah api. Ucapannya yang terkenal adalah “Engkau tidak dapat turun dua kali ke dalam sungai yang sama” dan “Panta rhei kai uden menei” yang artinya semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tetap.

Jadi Heraklitos dalam melihat alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah. Sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berubah menjadi dingin. Itu berarti bahwa bila kita hendak memahami kehidupan kosmos, kita harus menyadari bahwa kosmos itu dinamis. Segala sesuatu saling bertentangan dan dalam pertentangan itulah kebenaran.

Itulah sebabnya ia mempunyai kesimpulan bahwa yang mendasar dalam alam semesta ini adalah bukan bahannya, melainkan aktor dan penyebabnya, yaitu api. Api adalah unsur yang paling asasi dalam alam karena api dapat mengeraskan adonan roti dan disisi lain dapat melunakkan es. Artinya api adalah aktor pengubah dalam ala mini, sehingga api pantas dianggap sebagai simbul perubahan itu sendiri. 

–Tokoh Filosuf yang Menjadikan Manusia sebagai Tolok Ukur Kebenaran

a. Pratagoras (481-411 SM)

Ia menyatakan bahwa “Manusia adalah ukuran kebenaran”. Pernyataan ini merupakan cikal bakal humanisme. Pertanyaan yang muncul adalah apakah yang dimaksudnya itu manusia individu atau manusia pada umumnya. Memang dua hal itu yang menimbulkan konsekuensi yang sungguh berbeda. Namun tidak ada jawaban yang pasti, mana yang dimaksud oleh Protagoras. Yang jelas ialah, bahwa ia menyatakan kebenaran itu bersifat subyektif dan relative. Akibatnya tidak akan ada ukuran yang absolute dalam etika, metafisika, maupun agama. Bahkan teori matematika tidak dianggapnya mempunyai kebenaran yang absolute.

–Tokoh Filosuf yang Mencurahkan Perhatiannya terhadap Suatu Masalah dengan Cara yang Rasional

a. Socrates (470-399 SM)

Socrates adalah anak seorang pemahat yang bernama Sophoniscos dan seorang bidang yang bernama Phainarete. Ia meninggal karena dihukum minum racun. Socrates berpendapat bahwa ajaran dan kehidupan adalah satu dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, dasar dari segala penelitian dan pembahasan adalah pengujian diri sendiri.

Socrates tidak pernah meninggalkan tulisan, namun pemikirannya dikenal melalui dialog-dialog yang ditulis oleh muridnya Plato. Metode Socrates dikenal sebagai Meieutike Tekhne (ilmu kebidanan) yaitu suatu metode dialektika untuk melahirkan kebenaran. Socrates selalu mendatangi orang yang dia pandang memiliki otoritas keilmuan dalam bidangnya untuk diajak berdiskusi. Socrates lebih mementingkan metode dialektika itu sendiri dari pada hasil yang diperoleh.

Jadi meskipun Socrates tidak meninggalkan teori-teori ilmu tertentu, namun ia meninggalkan suatu sikap kritis melalui metode dialektika yang akan berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan modern.

b. Plato (427-347 SM)

Plato adalah salah seorang murid dan teman Socrates, ia memperkuat pendapat gurunya dengan cara menulis ide-ide Socrates. Menurutnya, esensi itu mempunyai realitas dan realitasnya ada di alam idea. Kebenaran umum itu ada bukan dibuat-buat bahkan sudah ada di alam idea.

Plato berhasil mensintesakan antara pandangan Heraklitos dan Parmenides. Menurut Heraklitos segala sesuatu berubah, sedangkan Parmenides mengatakan sebaliknya, yaitu segala sesuatu itu diam. Untuk mendamaikan pandangan ini Plato berpendapat bahwa pandangan Heraklitos benar, tetapi hanya berlaku bagi alam empiris saja. Sedangkan pendapat Parmenides juga benar, tetapi hanya berlaku bagi idea-idea bersifat abadi dan idea inilah menjdai dasar bagi pengenalan yang sejati.

Plato juga sangat memperhatikan ilmu pasti sebagai peninggalan Pythagoras. Sebab ada hubungan yang erat antara kepastian, matematis, dengan kesempurnaan idea. Keterikatan Plato pada kesempurnaan idea dan kepastian matematik menjadikannya lebih memusatkan penelitian kepada cara berpikir (aspek metodis) dari pada apa yang dapat ditangkap oleh indera. Oleh karena itu, Plato dapat dikatakan seorang eksponen rasionalisme manakala ia hendak menerangkan sesuatu, namun ia juga seorang eksponen idealisme manakala menerangkan bidang nilai (aksiologis).

c. Aristoteles (384-322 SM)
Puncak kejayaan filsafat Yunani terjadi pada masa Aristoteles. Aristoteles adalah murid Plato dan penasihat serta guru Iskandar Agung. Aristoteles lahir pada tahun 384 SM di Stagira, sebuah kota di Thrace. Ayahnya meninggal tatkala ia masih sangat muda. Ia diambil oleh Proxenus, dan orang ini memberikan pendidikan yang istimewa kepadanya. Tatkala Aristoteles berumur 18 tahun, ia dikirim ke Athena dan dimasukkan ke akademi Plato.

Aristoteles adalah seorang filosuf yang berhasil menemukan pemecahan persoalan-persoalan besar filsafat yang dipersatukannya dalam satu system; yaitu logika, matematika, fisika dan metafisika. Logika Aristoteles berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut silogisme. Pada dasarnya silogisme terdiri dari tiga premis: yakni premis mayor, premis minor dan konklusi.

–          Semua manusia akan mati       (premis mayor)
–          Aristoteles seorang manusia    (premis minor)
–          Aristoteles akan mati                  (konklusi)

Logika Aristoteles ini juga disebut dengan logika deduktif yang mengukur valid atau tidaknya sebuah pemikiran.

Dalam bidang fisika, Aristoteles membagi gerak pada dua macam, yaitu gerak aksidental dan gerak substansial.

Aristoteles yang pertama kali membagi filsafat pada dua hal yang teoritis dan praktis. Yang teoritis mencakup logika, metafisika dan fisika. Sedangkan yang praktis mencakup etika, ekonomi dan politik. Pembagian ilmu inilah yang menjadi pedoman juga bagi klasifikasi ilmu dikemudian hari. Aristoteles dianggap sebagai bapak ilmu karena dia mampu meletakkan dasar-dasar dan metode ilmiah secara sistematis.

Filsafat Yunani yang rasional itu boleh dikatakan berakhir setelah Aristoteles menuangkan pemikirannya. Akan tetapi sifat rasional itu masih digunakan selama berabad-abad sesudahnya, sampai sebelum filsafat benar-benar memasuki dan tenggelam pada abad pertengahan. Namun jelas, setelah periode Socrates, Plato dan Aristoteles mutu filsafat semakin merosot. Kemunduran filsafat itu sejalan dengan kemunduran politik pada waktu itu, yaitu sejalan dengan terpecahnya kerajaan Macedonia menjadi pecahan-pecahan kecil imperium besar yang dibangun oleh Alexander the Great kemudian Alexander meninggal dunia. 

DISIPLIN ILMU YANG BERKEMBANG PADA MASA YUNANI KUNO

A.    Filsafat
Yunani kuno sangat identik dengan filsafat. Saat kata Yunani disebut, maka yang terbersit di pikiran para peminat kajian keilmuan dapat dipastikan adalah filsafat. Padahal filsafat di dalam pengertian yang sederhana sudah ada jauh sebelum para filosof klasik Yunani menekuni dan mengembangkannya. Filsafat di tangan mereka menjadi sesuatu yang sangat berharga sekali bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada generasi-generasi setelahnya. Ia ibarat pembuka pintu-pintu beraneka ragam disiplin ilmu yang pengaruhnya terasa hingga sekarang.

Zaman Yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Bangsa Yunani juga tidak dapat menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap menerima begitu saja, melainkan menumbuhkan sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis.

v  Sejarah Filsafat Yunani Kuno

Orang yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai sistem kepercayaan bahwa segala sesuatunya harus diterima sebagai sesuatu yang bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng. Artinya suatu kebenaran lewat akal pikir (logis) tidak berlaku, yang berlaku hanya suatu kebenaran yang bersumber dari mitos  (dongeng-dongeng).

Setelah abad ke-6 SM muncul sejumlah ahli pikir yang menentang adanya mitos. Mereka menginginkan adanya pertanyaan tentang isteri alam semesta ini, jawabannya dapat diterima akal (rasional). Keadaan yang demikian ini sebagai suatu demitiologi, artinya suatu kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi.upaya para ahli pikir untuk mengarahkan kepada suatu kebebasan berfikir , ini kemudian banyak orang mencoba membuat suatu konsep yang dilandasi kekuatan akal pikir secara murni, maka timbullah peristiwa ajaib The Greek Miracle yang artinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia.

Pelaku filsafat adalah akal dan musuhnya adalah hati. Pertentangan antara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat. Di dalam sejarah filsafat kelihatan akal pernah menang, pernah kalah, hati pernah berjaya, juga pernah kalah, pernah juga kedua-duanya sama sama-sama menang. Diantara keduanya , dalam sejarah, telah terjadi pergugumulan berebut dominasi dalam mengendalikan kehidupan manusia.

Yang dimaksud dengan akal disini ialah akal logis yang bertempat di kepala, sedangkan hati adalah rasa yang kira-kira bertempat di dalam dada.akal itulah yang menghasilkan pengethauan logis yang disebut filsafat, sedangkan hati pada dasarnya menghasilkan pengetahuan supralogis yang disebut pengetahuan mistik, iman termasuk disini. Ciri umum filsafat yunani adalah rasionalisme yang dimana mencapai puncaknya pada orang-orang sofis.

Dalam sejarah filsafat biasanay filsafat yunani dimajukan sebagai pangkal sejarah filsafat barat, karena dunia barat (Erofa Barat) dalam alam pikirannya berpangkal kepada pemikiran yunani. Pada masa itu ada keterangan-keterangan tentang terjadinya alam semesta serta dengan penghuninya, akan tetapi keterangan ini berdasarkan kepercayaan. Ahli-ahli pikir tidka puas akan keterangan itu lalu mencoba mencari keterangan melalui budinya. Mereka menanyakan dan mencari jawabannya apakah sebetulnya alam itu. Apakah intisarinya? Mungkin yang beraneka warna ynag ada dalam alam ini dapat dipulangkan kepada yang satu. Mereka mencari inti alam, dengan istilah mereka : mereka mencari arche alam (arche dalam bahasa yunani yang berarti mula, asal).

Terdapat tiga faktor yang menjadikan filsafat yunani ini lahir, yaitu:

1.      Bangsa yunani yang kaya akan mitos (dongeng), dimana mitos dianggap sebagai awal dari uapaya orang untuk mengetahui atau mengerti. Mitos-mitos tersebut kemudian disusun secara sistematis yang untuk sementara kelihatan rasional sehingga muncul mitos selektif dan rasional, seperti syair karya Homerus, Orpheus dan lain-lain.

2.      Karya sastra yunani yang dapt dianggap sebagai pendorong kelahiran filsafat yunani, karya Homerous mempunyai kedudukan yang sangat penting untuk pedoman hidup orang-orang yunani yang didalamnya mengandung nilai-nilai edukatif.

3.      Pengaruh ilmu-ilmu pengetahuan yang berasal dari Babylonia (Mesir) di lembah sungai Nil, kemudian berkat kemampuan dan kecakapannya ilmu-ilmu tersebut dikembangkan sehingga mereka mempelajarinya tidak didasrkan pada aspek praktis saja, tetapi juga aspek teoritis kreatif.

Dengan adanya ketiga faktor tersebut, kedudukan mitos digeser oleh logos (akal), sehingga setelah pergeseran tersebut filsafat lahir.

Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Dikatakan demikian, karena pada periode ini ditandai dengan munculnya para ahli pikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos. Mereka mencari asas yang pertama dari alam semesta (arche) yang sifatnya mutlak, yang berada di belakang segala sesuatu yang serba berubah.

Para pemikir filsafat yunani yang pertama berasal dari Miletos, sebuah kota perantauan Yunani yang terletak di pesisir Asia Kecil. Mereka kagum terhadap alam yang oleh nuansa dan ritual dan berusaha mencari jawaban tas apa ynag ada di belakang semua materi  

Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi merupakan Ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataanya kepada manusia lain. Sebagai ilmu, komunikasi memiliki objek kajian yaitu usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya kepada manusia lain. Manusia bukan saja menyampaikan isi pernyataan kepada manusia tetapi juga kepada yang bukan manusia sepertibinatang, tumbuhan-tumbuhan dan benda-benda. Hanya makhluk yang punya akal budi saja yang mampu memahami hasil penggunaan akal dan budi manusia
sebagaimana adanya.Dengan menggunakan akal dan budinya ini manusia dapat memberikan jawaban kepada manusia lain yang menyampaikannya. Pengertian lain, Ilmu komunikasi merupakan ilmu terapan dari kelompok ilmu sosial. Sebab, menurut ilmuwan, ilmu ini bersifat indisipliner karena objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu yang lain, terutama yang masuk ilmu sosial. 

v Perkembangan Ilmu Komunikasi Di Zaman Yunani Kuno 

Komunikasi adalah konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng belum dikenel saat itu. Istilahnya yang berlaku pada zaman tersebut adalah “Retorika”. Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah- Hotep. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Lebih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencangkup 3 unsur yakni: 

v  ethos (kredibilitas sumber)
v  pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
v  logos (hal yang menyangkut fakta). 

Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian mereka menyusun aturan retorika yang menyangkut 5 unsur: 

v  Inventio (urutan argumentasi)
v  Dispesitio (pengaturan ide)
v  Eloqutio (gaya bahasa)
v  Memoria (ingatan), serta
v  Pronunciatio (cara penyampaian pesan). 

Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu dikaitkan dengan aktifitas retorika yang terjadi di zaman Yunani kuno, sehingga menimbulkan pemahaman bagi pemikir-pemikir barat bahwa perkembangan komunikasi pada zaman itu mengalami masa kegelapan (dark ages) karena tidak berkembang di zaman Romawi kuno. Dan baru mulai dicatat perkembangannya pada masa ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg (1457). Sehingga masalah yang muncul adalah, rentang waktu antara perkembangan ilmu komunikasi yang awalnya dikenal retorika pada masa Yunani kuno, sampai pada pencatatan sejarah komunikasi pada masa pemikiran tokoh-tokoh pada abad 19, sangat jauh. Sehingga sejarah perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri terputus kira-kira 1400 tahun. Padahal menurut catatan lain, sebenarnya aktifitas retorika yang dilakukan pada zaman Yunani kuno juga dilanjutkan perkembangan aktifitasnya pada zaman pertengahan (masa persebaran agama). Sehingga menimbulkan asumsi bahwa perkembangan komunikasi itu menjadi sebuah ilmu tidak pernah terputus, artinya tidak ada mata rantai sejarah yang hilang pada perkembangan komunikasi. Makalah ini ingin mengangkat zaman persebaran agama yang berlangsung antara rentang waktu tersebut (zaman pertengahan) menjadi bagian dari perkembangan ilmu komunikasi. Sehingga zaman pertengahan menjadi jembatan alur perkembangan komunikasi dari zaman yunani kuno ke zaman renaissance, modern, dan kontemporer. 

Ilmu Politik 

Selain dua disiplin ilmu diatas,ilmu yang berkembang pada zaman yunani kuno adalah ilmu politik,yang mana dimasa selanjutnya akan memberikan sumbangan besar,khususnya dalam sistem pemerintahan. 

v Perkembangan Ilmu Politik 

Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Sejak orang mulai hidup bersama, masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan, hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah, serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang tentang pengaturan dan pengawasan.

Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno, membuat peningkatan pada masa Romawi, tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan, sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan, membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19, dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik

Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S.M. seperti dalam karya Herodotus, Plato, Aristoteles, dan lainnya. 

Disamping ketiga disiplin ilmu yang disebutkan diatas sebenarnya pada masa yunani kuno Aristoteles telah membagi filsafat pada hal yang teoritis (logika, metafisika, dan fisika) dan praktis (etika, ekonomi, dan politik). Pembagian ilmu inilah yang lantas menjadi pedoman bagi klasifikasi disiplin ilmu di kemudian hari. 

v Sejarah perkembangan Politik Di Zaman Yunani kuno

Tak begitu lama setalah kemunculan pemikiran politik Asia Kuno, sekitar tahun 450 SM, di tempat lain kemudian muncul pemikiran tentang politik, yaitu Yunani. Pemikiran politik ini lebih serius dan terarah dibandingkan dengan yang muncul di Asia. Itulah sebabnya jika membahas mengenai pemikiran politik, hampir semua ahli cenderung untuk melihat ke Yunani Kuno.

Bermula dari penyelidikan terhadap watak dan jalannya institusi politik yang pembahasannya mencakup persoalan kenegaraan (negara-kota) di Yunani, kemudian berkembang dan meluas hingga membahas mengenai hukum, keadilan dan kebebasan. Perkembangan pemikiran politik inilah yang kemudian menjadi dasar konsep sosial dan politik budaya barat yang akhirnya mempengaruhi pemikiran dan pola politik di seluruh dunia. Konsep seperti kebebasan manusia, keadilan, pengakuan terhadap individu,hubungan manusia dan negara, hingga demokrasi lahir di Yunani Kuno. Pemikiran-Pemikiran tersebut bukan saja ada dalam dunia ide, namun juga terwujud dalam sistem pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat Yunani Kuno.

Pemikiran- pemikiran yang muncul di Yunani kuno ini merupakan ide-ide briliant yang menjadi dasar dari kehidupan masyarakat modern di hampir seluruh belahan dunia dan sampai kini konsep-konsep tersebut masih dipakai oleh para ahli modern sebagai dasar berfikir dan rujukan ketika muncul permasalahan-permasalahan sosial dan politik.Hal ini menunjukkan perkembangan ide yang sangat cepat serta sistematis diantara para filsuf jenius masa lalu. Sehingga buah pemikiran mereka memberi dampak yang sangat besar dan luas.

Perkembangan paling klimaks pada masa Yunani kuno adalah adanya negara-kota atau polis di Yunani. Kehidupan politik selama periode Yunani kuno adalah negara-kota. Terdapat ratusan negara kota di Yunani dengan ukuran, bentuk pemerintahan dan tingkat peradaban yang berbeda. Kota tersebut talah memiliki sistempmerintahan sendiri yang otonom dan mengelola sistem keamanannya.

Perkembangan tertinggi dalam kehidupan  politik pada masa Yunani kuno terjadi pada abad ke-5 di negara-kota Athena masa ini disebut dengan “masa keemasan pericles”. Hal ini dikarenakan Athena memiliki perundang-undangan, sistem serta lembaga politik yang sangat diperlukan sebagai kelengkapan untuk suatu masyarakat yang bernegara. Melalui kelengkapan-kelengkapan yang masih serba sederhana inilah masyarakat Athena melakukan kegiatan politiknya. Karenanya Athena meberikan pengaruh paling besar terhadap perkembangan politik barat.Dikarenakan kecilnya ukuran dan kekuasaan raja,negara-kota menjadi bentuk masyarakat politik yang akrab dan hebat. Seluruh warga berperan langsung dalam pemerintahan sehingga setiap masyarakat memiliki sense of belonging terhadap kota tersebut.

Pusat Yunani Kuno dengan Peradaban Tertua dan Kehidupan Kuno

Yunani Kuno terletak di Eropa bagian selatan di sekitar Laut Tengah. Wilayahnya terdiri atas dua bagian, yaitu Yunani Kuno yang terletak di Semenanjung Balkan dan Yunani Ku no yang terletak di kepulauan di Laut Aegeia. Di sebelah utara, Yunani Kuno berbatasan dengan Macedonia. Tanahnya bergunung-gunung tidak subur, pantainya berupa teluk-teluk yang menjorok jauh ke daratan sehingga cocok untuk pelabuhan. Laut bagian timur te r diri atas ratusan pulau kecil (Kepulauan Aegeia) yang berhubungan dengan Pantai Asia Barat (Turki). Kepulauan ini berfungsi sebgai jembatan alam. Iklimnya subtropics dengan musm panas yang lama dan kering, sedangkan musin dinginnya sejuk, singkat dan bany a k hujan. Daerah lereng pegunungan menghasilkan anggur, sedangkan di lembah-lembah yang rendah menghasilkan gandum. Karena tanahnya yang kurang subur, penduduknya lebih mengandalkan hidupnya dari kegiatan di laut dan berdagang. Apalagi wilayah Yunani Kuno y ang merupakan kepulauan sehingga kehidupan penduduk banyak bertumpu pada sumber daya laut. Mereka menguasai pelayaran di Laut Tengah dan membentuk kolono di berbagai pulau sambil mengembangkan kebudayaan Yunani. Dengan cara tersebut kebudayaan Yunani meny ebar ke mana-mana.

(A) Sejarah Asal Bangsa Yunani Kuno. Pada tahun 3000 SM di Laut Aegeia telah berkembang kebudayaan Minoa atau kebudayaan Pulau Kreta. Kebudayaan tersebut dikembangkan atas dasar kekuatan maritime (laut). Kebudayaan Minoa mempunyai nilai tinggi. Banyak peninggalan kebudayaan dari Pulau Kreta, seperti Istana Raja Menos yang dibangun pada tahun 1600 SM, tempat pemandian, barang keramik, dan patung. Selain kebudayaan Minoa di Semenanjung Balkan Selatan juga telah berkembang kebudayaan Mekene . Pada tahun 1500 SM bangsa Mekene menyerang dan menghancurkan kebudayaan Pulau Kreta serta meniru kebudayaannya. Di antara hasil kebudayaan yang terkenal adalah sebagai berikut: pertama, Gerbang Singa dari Mekene; kedua, Istana Mekene yang memiliki 60 kam a r; ketiga, Thalos, yaitu kuburan yang berbentuk sarang lebah; sekitar tahun 2000-800 SM di Yunani Kuno telah berdatangan bangsa pengembara (nomad) dari rumpun Indo-Erupa (Indo-Jerman, Arya, Armenia dan Media). Mereka berasal dari daerah padang rumput seki t ar Laut Kaspia. Bangsa tersebut juga disebut bangsa Hellas (Hellen). Antara penduduk Pulau Kreta dan bangsa Mekene dengan bangsa pendatang tersebut hidup bersama, tetapi bangsa asli terdesak. Mereka diwajibkan bekerja kasar dan dijadikan budak. Percampura n antara bangsa asli dan bangsa pendatang itulah yang menjadi nenek moyang bangsa Yunani Kuno. Karena alamnya yang kurang baik, bangsa Yunani menyebar lagi ke daerah-daerah sekitar Pulau Sicilia, Italia, Perancis, Kepulauan Ageiea, dan Afrika Utara. Di per a ntauan mereka membentuk koloni-koloni baru seperti Cryton dan Sybaris (di Italia Selatan), Ephesus, Nitetus, dan Lydia (Asia Kecil) dan Syracus (di Pulau Sicilia). Daerah koloni ini akhirnya berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan yang p e nting di Laut Tengah. Mereka kemudian membentuk Negara-negara kecil yang berpusat di kota-kota yang diberi benteng. Di dalam benteng itu segala bentuk kehidupan diatur secara rapi seperti layaknya suatu Negara. Negara kecil seperti itu diseut polis atau N e gara kota. Pada waktu itu, terdapat banyak sekali polis yang masing-masing terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. Di antara polis-polis itu sering terjadi peperangan untuk memperluas wilayah dan pengaruhnya. Polis yang menang akan menjadi polis besar dan m e mbawahi polis kecil lainnya. Polis-polis itu, misalnya Athena, Sparta, Thebe Coronthia dan Argos. Banyak polis yang berdiri sendiri sulit untuk disatukan dan itulah yang menjadi cirri khas masyarakat Yunani Kuno. Dalam polis, masyarakat terdiri atas dua g olongan besar, yaitu golongan orang merdeka dan golongan budak.

(1) Golongan Orang Merdeka. Golongan orang merdeka, ya itu golongan masyarakat yang terdiri atas para pejabat kerajaan, prajurit, pedagang dan pengusaha. Mereka hanya berjumlah kurang lebih 12% dari seluruh penduduk Yunani Kuno yang terdiri atas penduduk asing dan orang asing. Pedagang yang berjasa bagi Negar a Yunani Kuno dapat menjadi warga Negara utama.

(2) Golongan budak. Jumlah golongan budak kurang lebih 80% yang umumnya bukan orang Yunani Kuno asli. Mereka adalah para tawanan perang atau kaum fakir miskin. Perdagangan budak pun berlaku di mana-mana dan itu sah. Nasib budak sepenuhnya bergantung pada majikannya. Para budak inilah yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar.

Timbulnya masyarakat kota (polis) yang terpisah-pisah ini karena adanya latar belakang tertentu, yaitu bangsa Yunani Kuno itu terdiri atas tiga golongan besar asal-usul masyarakat. Pertama Bangsa Doria, tinggal di Jazirah Peloponesus, ibu kotanya Sparta; kedua, bangsa Ionia, tinggal di Jazirah Attica, ibu kotanya Athena; ketiga, bangsa Aeolia, tinggal di Yunani Utara, ibu kotanya Olymp i a dan Delphi; walaupun saling bermusuhan, mereka tetap mengakui bahwa dirinya berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu Hellen. Karena itu, mereka menyebut dirinya sebagai bangsa Hellen dan menyebut negerinya dengan nama Hellas dan nantinya akan memuncul kan kebudayaan Hellenisme.

(B) Perkembangan Bangsa Yunani Kuno. Pada awal abad ke-7 SM sampai dengan abad ke-6 SM Yunanu Kono terpecah-pecah dalam beberapa polis. Polis tersebut saling bersaing dan berebut kekuasaan. Dalam persaingan antarpolis tersebut, p olis Sparta dan Athena yang akhirnya mendominasi sejarah Yunani.

(1) Polis Sparta. Polis Sparta terletak di Jazirah Peloponesus bagian selatan. Sparta merupakan Negara militer yang ketat, apalagi setelah terjadi pemberontakan di wilayahnya pada abad ke- 7 SM. Lycurgus seorang tokoh Sparta mengadakan pembaruan perundang-undangan yang menyangkut masalah pemerintahan, militer dan semua perikehidupan warga Sparta secara ketat. Hal itu menjadikan Sparta menjadi Negara militer yang kuat. Setiap warga Sparta di k enai wajib militer pada usia 20 tahun. Para pemuda sehat harus mengikuti kegiatan olahraga dan keprajuritan yang berat serta mulai dibiasakan dengan cara-cara hidup yang keras. Pendidikan jasmani lebih diutamakan sedangkan ilmu pengetahuan, sastra dan sen i diabaikan. Masyarakat harus hidup sederhana dan tidak boleh menyimpan kekayaan. Harta perorangan dianggap berbahaya. Sparta telah membangun kekuatan militernya yang tanggu guna menghadapi bangsa Athena dan bangsa asing dari luar Yunani Kuno. Akibatnya, d a lam perang Poloponnesia (431-404 SM) Sparta berhasil mengalahkan Athena. Namun, peeprangan itu melemahkan Yunani yang akhirnya dapat ditaklukan oleh Philippus dari Macedonia pada tahun 338 SM. Kepala pemerintahan Sparta dipegang oleh dua orang raja secara turun-temurun yang memiliki kekuasaan tidak terbatas. Raja berkedudukan sebagai kepala pemerintahan, panglima perang dan pemimpin agama. Pelaksanaan pemerintah tertinggi dipercayakan kepada suatu dewan yang terdiri atas lima orang Ephor (Dewan Menteri). S e gala keputusan harus dicapai dengan kata sepakat. Untuk menyalurkan pendapat rakyat, dibentuk Dewan Kaum Tua (gerousia) yang beranggotakan 28 orang dan terdiri atas orang-orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Tugasnya mempersiapkan perundang-undangan yang akan diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Anggota perwakilan Rakyat terdiri atas semua warga kota dan bersidang setipa bulan purnama. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat dapat diveto oleh Dewan Kaum Tua. Masyarakat Sparta terbagi atas dua golongan. Golongan pertama adalah bangsa Doria yang merupakan warga Negara penuh. Golongan kedua adalah bangsa taklukan yang tidak mempunyai hak apa-apa. Sebagian rakyat Sparta hidup dari pertanian. Tanah pertanian itu dikerjakan oleh para budak, sedangkan golongan militer hidup enak di asrama. Bergitulah sifat pemerintah arisratis militer yang dijalankan oleh Sparta. Susunan pemerintah polis terdiri atas: pertama, Raja (Kepala pemerintahan); kedua, Dewan Rakyat (eklesia); ketiga, Dewan Hakim Tinggi (ephoria); keemp at, Dewan Orang-orang Tua (gerousia);

(2) Polis Athena terletak di Semenanjung Attica. Athena hampir dalam segala hal berbeda dengan Sparta. Kehidupan masyarakat di Athena lebih demokratis dan hak perorangan dijamin oleh Negara. Rakyat Athena lebih menar uh perhatian terhadap seni, olahraga, ilmu pengetahuan, filsafat, serta kemerdekaan berpikir dan berpendapat menjadi sikap hidup yang kuat. Karena faktor tersebut, Athena tumbuh menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan sehingga melahirkan filsuf besa r, seperti Socrates (400 SM), Plato dan Aristoteles (300 SM).

(a) Kehidupan Sosial Ekonomi. Masyarakat Athena lebih heterogen dan terbagi dalam kelas-kelas social yang nyata. Kelas atas terdiri atas kaum bangsawan, pejabat Negara, panglima perang dan prajurit. Kalangan atas hidupnya cukup mewah. Kelas menengah terdiri atas para pengusaha, pedagang dan pelaut. Perekonomian kelompok ini cukup baik. Sementara itu, kelas bawah terdiri atas petani, perajin, buruh kasar dan budak, penghi d upan mereka cukup berat dengan nasib yang tidak menentu. Athena telah tumbuh menjadi pusat perdagangan dan pelayaran terbesar di Laut Tengah yang berpengaruh di wilayah itu dan Asia Kecil. Barang yang diperdagangkan berupa anggur, gandum, minyak zaitun, k ayu, logam, besi, tembaga, emas, perak, kerajinan tembikar dan para budak belian.

(b) System pemerintah. Semula bentuk pemerintahan Athena adalah aristokratis. Kekuasaan hanya dipegang oleh kaum bangsawan saja. Berkat perjuangan yang gigih dari lapisan baw ah, bentuk pemerintah Athena akhirnya berubah menjadi demokrasi. Solon dianggap berjasa dalam meletakkan dasar-dasar pemerintahan demokrasi itu (tahun 600 SM). Bentuk susunan pemerintah polis Athena adalah sebagai berikut: pertama, kepala pemerintah dipeg a ng oleh sembilang orang Archon (Dewan Menteri) yang setiap tahun diganti. Setiap Archon memimpin satu bidang tertentu sesuai kemampuan masing-masing; kedua, kekuasaan tertinggi dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat atau Boule yang anggotanya terdiri atas o rang-orang merdeka (bukan Helot). Dewan ini bertugas mengangkat Archon, meminta pertanggungjawaban para Archon dan menindak Archon yang berbuat kesalahan; ketiga, bidang pertahanan dan keamanan dipegang oleh sepuluh orang ahli siasat perang yang menguasai angkatan darat dan angkatan laut. Dalam keadaan perang, para panglima ini lebih berkuasa daripada para Archon; keempat, bidang peradilan dipegang oleh Mahkamah Agung yang disebut Aeropagos dan dibantu oleh Heliaca (peradilan rendah). Anggota Aeropagos ini ada yang merangkap sebagai anggota Boule dan pernah menjadi Archon. Seorang pejabat Negara dapat diganti bahkan diasingkan oleh rakyat. Hal ini dilakukan karena pejabat itu dinilai terlalu otoriter dan dianggap membahayakan kelangsungan Negara demokrasi t e rsebut. Cara yang ditempuh adalah mengumpulkan seluruh penduduk yang sudah punya hak pilih pada waktu yang sudah ditentukan. Mereka diminta menuliskan pada pecahan periuk (ostracon) nama seorang pejabat yang dinilai terlalu otoriter. Apabila nama pejabat yang ditulis itu mencapai 20% maka pejabat itu diganti. System seperti itu dinamakan ostracism dari kata ostracon.

(C) Athena Menjadi Pusat Kekuasaan dan Pemimpin Bangsa Yunani Kuno. Pada tahun 492-448 SM, Bangsa Yunani Kuno berkali-kali terlibat perang den gan Persia. Meskipun demikian, dengan susuah payah bangsa Yunani Kuno akhirnya dapat mengalahkan Persia. Pasukan Persia yang besar dan kuat dapat diusir dari negeri itu. Pada saat perang menghadapi Persia seluruh bangsa Yunani Kuno bersatu untuk mempertah a nkan kemerdekaan. Akan tetapi, setelah perang selesai bangsa Yunani Kuno kembali terpecah antara Sparta dan Athena sehingga kembali terjadi persaingan dan pertentangan. Kemenangan Yunani Kuno terhadap Persia menjadi Athena Sombong. Athena merasa paling be r jasa dalam perang tersebut karena mempunyai armada laut yang besar dan kuat. Oleh karena itu, Athena menganggap semua polis sebagai taklukannya. Bila melanggar ketentuan Athena maka polis tersebut akan diserang. Dengan begitu Athena merasa berkuasa di sel u ruh Yunani Kuno. Masa kejayaan berlangsung pada tahun 460-429 SM di bawah pemerintahan Pericles. Pericles adalah seorang kaisar yang cakap, patriotic, dan jujur. Athena menjadi cermin kehidupan dan kebanggaan bagi seluruh Yunani Kuno. Pada masa itu banyak dibangun gedung megah dan indah yang dihiasi dengan patung dewa bangsa Yunani Kuno. Misalnya gedung di Acropolis. Hampir seluruh Yunani Kuno (kecuali Sparta) berada dalam pengaruh kekuasaan Athena. Mereka diharuskan membayar upeti. Perdagangan dan pelayar a n meliputi seluruh pantai di Laut Tengah. Pada zaman Pericles, pengaruh rakyat terhadap jalannya pemerintahan tampak semakin besar, antara lain sebagai berikut: pertama, Hak pilih lebih diperluas sampai pada kalangan bawah; kedua, undang-undang yang akan diberlakukan harus dibahas terlebih dahulu; ketiga, parlemen harus mengadakan sidang setiap bulan;

(D) Kepercayaan Bangsa Yunani Kuno, penduduk Yunani Kuno memuja banyak dewa atau bersifat politeisme. Dewa itu dianggap seperti manusia dan mempnyai sifat sep erti manusia juga, tetapi lebih besar, lebih indah dan tidak mati. Para dewa itu bersemayam di bukut Olympus di bawah pimpinan Dewa Zeus. Dewa yang dipuja oleh bangsa Yunani, antara lain sebagai berikut:

Ø Dewa Zeus adalah pemimpin para dewa;
Ø Dewa Apollo (putera Zeus) adalah Dewa Ilmu dan Kesusasteraan;
Ø Dewa Hera adalah permaisuri Zeus;
Ø Dewa Phalas Athena (putera Zeus) adalah Dewa Kesenian, Filsafat dan Pelindung Kota;
Ø Dewa Poseidon adalah Dewa Laut;
Ø Dewa Ares adalah Dewa Perang;
Ø Dewa Hermes adalah Dewa Perdagangan;
Ø Dewa Aphrodite adalah Dewa Percintaan;

Untuk menghormati dan memuja Dewa Zeus setiap empat tahun sekali sejak 776 SM diadakan pesta olahraga dan seni di Bukit Olympia. Di situ diadakan perlombaan berbagai cabang olah raga. Peserta pesta olahraga dan seni itu berasal dari seluruh wilayah Yunani Kuno, baik itu penduduk yang ada di dalam negeri maupun penduduk Yunani Kuno yang berada di luar negeri. Setiap atlet harus sportif dan berkelakuan baik. Setiap kecurangan dalam pertandingan akan diberi hukuman yang berat. Perlombaan dan malam hiburan tersebut ternyata membawa pengaruh positif. Bangsa Yunani Kuno dari berbagai daerah dapat saling bertemu dan saling mengenal sehingga terjadilah pergaulan yang akrab. Dengan begitu, mereka tetap merasa satu keluarga besar, yaitu bangsa Yunani Kuno. Pesta olahraga yang semula berasal dari Yunani Kuno sekarang berkembang menjadi pesta olahraga dunia yang dikenal dengan nama Olimpiade.

(E) Kebudayaan Yunani Kuno

(1) Jaman Homerus. P ada tahun 1000-800 SM di Yunani Kuno telah berkembang kebudayaan yang maju terutama di bidang seni sastra. Tokoh seni sastra dan pujangga Yunani Kuno yang terkenal pada saat itu adalah Homerus. Karena kebesaran karya Homerus maka zaman itu dinamakan zaman Homerus. Karyanya sangat terkenal adalah Illias dan Odysseus. Illyas adalah syair yang menceritakan perang orang-orang Troia. Dalam perang tersebut orang Yunani Kuno menggunakan siasat Kuda Troia dan dapat mencapai kemenangan. Hasil karya Homerus yang lai n, yaitu Odysseus (Ullysses) adalah syair yang menceritakan pengembaraan Odysseus setelah Troia jatuh.

(2) Jaman Kejayaan Athena. Kebudayaan Yunani Kuno mengalami perkembangan yang sangat pesat pada masa kejayaan Athena di bawah pemerintahan Pericles (460-429 SM). DI antara kebudayaan yang terkenal adalah sebagai berkut:

(a) Di bidang Kesenian dan Aristektur

Ø Kuil Parthenon di Bukit Akropolis yang merupakan hasil seni seorang arsitek terkenal yang bernama Iktinus. Kuil itu berfungsi untuk memuja Dewa Phalas Athena.
Ø Patung dari gading dan emas karya Phidias;
Ø Patung pelempar cakram karya Miron;
Ø Naskah drama berisi cerita komedi, cerita menyedihkan, atau cerita tragedy karya Aristophanes, Aeschylus, dan Sophocles.

(b) Di Bindang Filsafat. Ilmu filsafa muncul karena adanya iklim segar dalam berpikir bebas. Para filsu Yunani yang sangat terkenal adalah sebagai berikut:
Socrates (469-399 SM). Socrates mengajak orang Athena untuk bersoal jawab tentang kehidupan dan mengajak berpikir bebas dan jujur. Ia juga mengajarkan perlunya manusia mempunyai rasa kemanusiaan terhhadap sesama makhluk hidup, sopan santun, adil, kebajikan, dan kesalehan. Socrates juga mengajarkan pentingnya manusia berpikir induktif, yaitu mengambil simpulan dari beberapa ke nyataan. Karena buah pikirannya itu. Socrates dituduh tidak mengakui para dewa bangsa Yunani Kuno dan menyesatkan rakyat sehingga ia dihukum mati.
Plato (427-347 SM). Plato murid Socrates yang cerdas dan rajin menulis karya sastra dan ilmu politik. Ia berpendapat, sebaiknya Negara itu dipimpin oleh orang cerdik, pandai, arif dan bijaksana.
Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles mengajarkan cara berpikir yang benar (logis) dan sistematis. Oleh karena itu, Aristoteles dijuluki Bapak Ilmu Logika.
(c) Di bidang Ilmu Pengetahuan
i) Di bidang astronomi dan geografi, bangsa Yunani telah mengetahui bahwa bumi itu bulat dan berputar pada porosnya. Mereka juga telah mengenal bintang-bintang dan pergantian musim;
ii) Herodotus dan Thucydides adalah seorang ahli sejarah yang sangat terkenal. Heredotus disebut Bapak Ilmu Sejarah.
iii) Pytagoras adalah ahli dalam ilmu bangun yang menemukan Dalil Pytagoras, yaitu jumlah kuadrat dari kedua sisi siku-siku (segitiga siku-siku) sama dengan kuadrat sisi miringnya. Ia hidup sekitar tahun 750-500 SM.
iv) Hipocrates dikenal sebagai pelopor ilmu kesehatan. Ia telah menguraikan penyebab terjadinya penyakit dan cara mengobatinya dalam bukunya APhorismen dan Prognose.
v) Archimedes, Thales dan Democritus adalah ahli dalam bidang pengetahuan alam. Thales dianggap sebagai Bapak Ilmu Pengetahuan Alam.

Tokoh Yunani Yang Paling Mempengaruhi Dunia

Yunani Kuno memiliki sejumlah besar dampak pada budaya di dunia Barat. Beberapa karya sastra pertama di barat yang tercatat, berasal dari Yunani, dan meskipun karya-karya itu diciptakan lebih tua dari Mesopotamia, puisi epik seperti Iliad dan Odyssey tel ah membawa pengaruh yang luas dari generasi ke generasi para pemikir barat.Yunani telah membuat kontribusi besar untuk dunia dalam berbagai aspek, namun hal yang paling nyata ada dalam sastra, arsitektur, Olimpiade, ilmu pengetahuan, matematika dan politi k. Berikut adalah daftar dari beberapa tokoh Yunani kuno yang paling berpengaruh dan mengesankan.

1. Hippocrates of Cos

Hippocrates dari Cos adalah seorang dokter Yunani kuno Zaman Pericles (Athena Klasik), dan dianggap salah satu t okoh paling terkemuka dalam sejarah kedokteran. Ia disebut sebagai bapak kedokteran Barat sebagai pengakuan atas kontribusi abadi untuk bidang medis sebagai pendiri dari Sekolah Kedokteran Hippocrates.Sekolah intelektual ini merevolusi ilmu kedokteran di Yunani kuno, menetapkan sebagai disiplin yang berbeda dari bidang lain yang secara tradisional dikaitkan dengan (terutama sihir dan filsafat), sehingga membentuk kedokteran sebagai sebuah profesi.

2. Thales of Miletus

Thales adalah seorang filsuf pra-Sokrates Yunani dari Miletus, di Asia Kecil, dan salah satu dari Seven Sages of Greece.Banyak, terutama Aristoteles, menganggapnya sebagai filsuf pertama dalam tradisi Yunani. Menurut Bertrand Russell, “dimulai filsafat Barat dengan Thales.” Thales berusaha untuk menjelaskan fenomena alam tanpa mengacu pada mitologi, dan sangat berpengaruh dalam hal ini.Dalam matematika, Thales menggunakan geometri untuk memecahkan masalah, seperti mengh itung ketinggian piramida dan jarak kapal dari pantai.Dia dikreditkan dengan penggunaan pertama dari penalaran deduktif yang diterapkan pada geometri, dengan menurunkan empat akibat wajar dari Teorema Thales ‘.Akibatnya, ia telah dianggap sebagai matematikawan sejati pertama, dan individu yang dikenal pertama pada kaitan penemuan matematika. Juga, Thales adalah orang pertama yang diketahui mempelajari listrik.

3. Phidias

Phidias, atau Pheidias yang Agung, adalah seorang pematung pelukis, dan arsitek Yunani, yang tinggal di abad ke-5 SM, dan dianggap sebagai salah satu pematung terbesar di Yunani Klasik.

Patung Phidias termasuk patung Zeus, di Olympia,yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.

Phidias juga mendesain patung-patung dewi Athen a di Acropolis Athena, yaitu parthenos Athena, di dalam Parthenon dan Promachos Athena, sebuah patung perunggu Athena kolosal yang berdiri antara itu dan Propylaea, sebuah gateway monumental yang menjadi pintu masuk ke Acropolis di Athena.Sebelum perang Peloponnesia, Phidias dituduh menggelapkan emas dalam pembuatan patung Athena di Parthenon.Pericles musuh ‘menemukan saksi palsu yang mencoba menjatuhkan Phidias, bernama Menon. Phidias meninggal dalam penjara, meskipun pendamping Pericles ‘, Aspasia, dibebaskan dari tuduhan 

4. Solon

“Dalam membuat penilaian mereka sendiri Solon, sumber-sumber kuno berkonsentrasi pada apa yang dianggap sebagai fitur konstitusi demokratis . Tapi … Solon diberikan komisi yang luar biasa oleh para bangsawan, yang menginginkan dia untuk menghilangkan ancaman bahwa posisi para bangsawan secara keseluruhan akan digulingkan “Stanton, GR Athenian Politics c800-500BC: A Sourcebook, Routledge, London (1990), hal-76

Solon adalah seorang negarawan Athena, anggota parlemen dan penyair. Dia dikenang atas usahanya untuk undang-undang terhadap penurunan politik, ekonomi dan moral di Athena kuno. Reformasinya yang gagal dalam jangka pendek, namun dia sering dikreditkan dengan peletakan dasar bagi demokr asi di Athena.

5. Democritus

Democritus adalah seorang filsuf Yunani Kuno, lahir di Abdera, Thrace, Yunani. Dia adalah seorang filsuf berpengaruh pra-Socrates dan murid dari Leucippus, yang merumuskan sebuah teori atom untuk kosmos.

Kontribusi yang tepat sulit untuk memisahkan Democritus dari Leucippus, mentornya, seperti yang sering disebutkan secara bersamaan dalam teks-teks. Spekulasi mereka pada atom, yang diambil dari Leucippus, dikenakan lewat kemiripan parsial untuk memahami abad ke-19 tentang struktur atom yang telah menyebabkan beberapa menganggap Democritus sebagai lebih dari seorang ilmuwan dari filsuf Yunani lainnya, namun, ide-ide mereka berkembang di bidang yang sangat berbeda.Diabaikan di Athena kuno,Plato mengatakan tidak menyukainya sehingga dia berharap semua buku-bukunya dibakar. namun Banyak yang menganggap Democritus sebagai “bapak ilmu pengetahuan modern.”

6. Herodotus

Herodotus adalah sejarawan Yunani kuno yang lahir di Halicarnassus, Caria, dan tinggal di abad 5 SM (484 SM – 425 SM). Dia disebut sebagai “Bapak Sejarah”, dan sejarawan pertama yang diketahui mengumpulkan bahan sistemat is, uji akurasi sampai batas tertentu, dan mengaturnya dalam sebuah narasi yang dibangun dengan baik dan jelas.

The Histories – karya dan pekerjaannya yang dikenal telah menghasilkan – catatan dari “penyelidikan” nya (atau ◊'3fóôïñßá Historia, sebuah kata yang berlalu ke dalam bahasa Latin dan mengambil makna sejarah modern), menjadi penyelidikan asal dari Perang Yunani-Persia dan termasuk kekayaan informasi geografis dan etnografis.Meskipun beberapa ceritanya tidak sepenuhnya akurat, dia mengklaim bahwa dia hanya melaporkan apa yang telah diberitahu kepadanya. Sedikit yang diketahui dari sejarah pribadinya, karena catatan kuno yang langka, dan sering bertentangan dan juga fantastis. 

7. Leonidas I

Leonidas adalah seorang raja Sparta, keturunan ke-17 dari garis Agiad, salah seorang putra Raja Anaxandridas II dari Sparta, yang diyakini dalam mitologi menjadi keturunan dari Heracles, memiliki banyak kekuatan terakhir dan keberanian.

Leonidas I menjadi penting untuk kepemimpinannya pada Pertempuran Thermopylae, yang telah lama menjadi topik inspirasi budaya, yang mungkin menjadi sejarah militer yang paling terkenal sepanjang masa.Usahanyaa “melawan segala rintangan” cerita diteruskan kepada kita dari tulisan Yunani Herodotus.Dia menceritakan kisah 300 Spartan dan 700 Thespians mempertahankan pintu masuk Thermopylae dari gempuran hampir “2 juta” pasukan Persia selama tiga hari.Meskipun sejarawan modern telah mempertanyakan angka-angka yang disajikan oleh Herodotus, dengan sebagian besar sekitar 100.000 h ingga 250.000 pasukan, cerita telah bergaung menjadi inspirasi bagi penulis dan penyair selama berabad-abad atas keberanian inspirasi dan resolusi Spartan.

Kinerja para pembela di pertempuran Thermopylae sering digunakan sebagai contoh keuntungan dari pelatihan, peralatan, dan pengenalan medan yang baik untuk memaksimalkan potensi tentara dan telah menjadi simbol keberanian melawan rintangan besar.

Bahkan penulis kuno dan modern menggunakan Per tempuran Thermopylae sebagai contoh kekuatan tentara unggul dan relawan merdeka membela tanah air. Pengorbanan Spartan dan Thespians telah mempengaruhi banyak pikiran di sepanjang zaman dan telah melahirkan banyak referensi budaya sebagai hasilnya.

8. Archimedes

Archimedes dari Syracuse adalah seorang matematikawan, fisikawan Yunani, insinyur, penemu dan astronom. Meskipun sedikit rincian hidupnya diketahui, ia dianggap sebagai salah satu ilmuwan terkemuka di zaman klasik. Di antara kemajuan dalam fisika adalah dasar hidrostatika, statika dan penjelasan dari prinsip tuas.Dia dikreditkan dengan merancang mesin yang inovatif, termasuk mesin pengepungan dan pompa sekrup yang menyandang namanya. Percobaan modern telah menguji penemuan Archimedesdan mengklaim bahwa : rancangan mesin Archimedes mampu mengangkat kapal menyerang keluar dari air (menggulingkan kapal) dan mesin lain mampu untuk membakar sebuah kapal dengan bantuan cermin.

Archimedes dianggap sebagai ahli matematika terbesar dari jaman kuno, dan sepanjang masa.

Dia menggunakan metode ekshaus untuk menghitung luas di bawah busur parabola dengan penjumlahan dari seri terbatas, dan memberikan perkiraan yang sangat akurat dari pi. Dia juga menemuk an spiral yang dinamakan sesuai namanya, rumus untuk volume permukaan revolusi dan sistem cerdas untuk mengekspresikan jumlah yang sangat besar.Berbeda dengan penemuannya, tulisan-tulisan matematika Archimedes dikenal di zaman kuno.Matematikawan dari Alex andria membaca dan mengutip karya Archimedes, tapi kompilasi komprehensif pertama tidak dibuat sampai tahun 530 M oleh Isidorus dari Miletus, sementara komentar tentang karya-karya Archimedes, yang ditulis oleh Eutocius pada abad ke 6, membuka mereka untu k pembaca yang lebih luas untuk pertama kalinya.

9. Pythagoras

Pythagoras membuat kontribusi berpengaruh untuk filsafat dan ajaran agama pada akhir abad ke 6 SM. Dia sering dipuja sebagai matematikawan, mistik dan ilmuwan besar, tetapi dia yang terbaik dikenal untuk Teorema Pythagoras yang dinamakan berdasar namanya.

Namun, karena legenda dan penafsiran karyanya lebih sulit dibandingkan denga n pra-Socrates filsuf lainnya, karya Phytagoras relatif sedikit diterapkan dan diikuti. Banyak prestasi dikreditkan untuk Pythagoras yang mungkin sebenarnya adalah prestasi rekan dan penerusnya.

Apakah atau tidak murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu itu terkait dengan matematika dan bahwa nomor adalah realitas terakhir tidak diketahui.Dikatakan bahwa dia adalah orang pertama yang menyebut dirinya seorang filsuf, atau pecinta kebijaksanaan dan ide-ide Pythagoras dilaksanakan atau berpengaruh yang nyata pada Plato, juga pada semua filsafat Barat.

10. Pericles

Pericles adalah seorang negarawan terkemuka dan berpengaruh, orator dan Jendral dari Athena selama jaman – jaman keemasan di Kota Athena, yaitu saat terjadi perang antara Persia dan Peloponnesia.Pericles memiliki pengar uh yang mendalam pada masyarakat Atena . Dan Thucydides, sejarawan kontemporer, mengakui dia sebagai “warga pertama dari Athena.” Saat Pericles bergabung pada Liga Delian menjadi sebuah kekaisaran Athena dan memimpin bangsanya selama dua tahun pertama pada Perang Peloponnesia.

Periode di mana dia memimpin Athena, sekitar 461-429 SM, kadang-kadang dikenal sebagai “Zaman Pericles,”periode yang dilambangkan sebagai awal Perang Persia, atau sebagai sebagai akhir abad berikutnya. Pericles mempromosikan seni dan sastra, ini adalah alasan utama Athena memegang reputasi sebagai pusat pendidikan dan budaya dunia kuno.

Dia memulai sebuah proyek ambisius yang menghasilkan sebagian besar struktur hidup di Acropolis (termasuk Parthenon). Proyek ini memperindah kota, mema merkan kemuliaan, dan memberikan pekerjaan kepada orang-orang. Selanjutnya, Pericles memupuk demokrasi di Athena sedemikian rupa sehingga para kritikus menyebutnya seorang populis.

warisan Pericles yang paling terlihat dapat ditemukan dalam karya-karya sastra dan artistik Golden Age of Athena, sebagian besar masih bertahan sampai hari ini. Acropolis, meskipun dalam reruntuhan, masih berdiri dan merupakan simbol modern Athena.Seorang sejarawan Yunani menulis bahwa karya Pericles juga dipuji sebagai “tipe ideal negarawan yang sempurna di Yunani kuno” “cukup untuk membuat nama Yunani abadi di dunia kita.”, Dan Orasi Pemakamannya saat ini identik dengan perjuangan untuk demokrasi partisipatif dan kebanggaan warga.

11. Plato

Plato, adalah seorang filsuf Yunani Kl asik, matematika, mahasiswa Socrates, penulis dialog filosofis dan pendiri Academy di Athena, lembaga pendidikan tinggi pertama di dunia Barat. Seiring dengan mentornya, Socrates, dan muridnya, Aristoteles, Plato membantu meletakkan dasar-dasar filsafat d an sains Barat.Dalam kata-kata terkenal dari AN Whitehead: “Karakterisasi umum paling aman dari tradisi filsafat Eropa adalah bahwa hal itu terdiri dari serangkaian catatan kaki Plato. Saya tidak bermaksud skema pemikiran yang sistematis sarjana telah diek strak dengan keragu-raguan dari tulisan-tulisannya. Saya menyinggung kekayaan ide-ide umum yang tersebar melalui mereka ”dialog-dialog Plato telah digunakan untuk mengajar berbagai mata pelajaran, termasuk filsafat, logika, etika, retorika dan matematika..

12. Aristotle

Aristoteles adalah seorang filsuf Yunani dan polymath, seorang mahasiswa Plato dan guru dari Alexander Agung. Tulisan-tulisannya banyak mencakup mata pelajaran, termasuk fisika, metafisika , puisi, teater, musik, logika, retorika, linguistik, politik, pemerintahan, etika, biologi dan zoologi. Bersama dengan Plato dan Socrates, Aristoteles adalah salah satu tokoh pendiri paling penting dalam filsafat Barat.Tulisan-tulisan Aristoteles yang pertama dimaksudkan untuk menciptakan sistem yang komprehensif pada filsafat Barat, meliputi moralitas dan estetika, logika dan ilmu pengetahuan, politik dan metafisika.Pandangan Aristoteles tentang ilmu-ilmu fisika sangat berbentuk kelembagaan sekolah di abad pertengahan, dan pengaruh mereka diperpanjang sampai zaman Renaisance, meskipun akhirnya digantikan oleh fisikanya Newton.

Dalam ilmu zoologi, beberapa pengamatan diteguhkan akurat dalam abad ke-19. Karya-karyanya mengandung studi awal resmi dikenal logika, yang didirikan pada akhir abad 19 ke dalam logika formal modern.

Dalam metafisika, Aristotelianisme memiliki pengaruh besar pada pemikiran filosofis dan teologis dalam tradisi Islam dan Yahudi pada Abad Pertengahan, dan terus mempengaruhi teologi Kristen, khususnya tradisi skolastik Gereja Katolik.

Etika ilmunya, meskipun selalu berpengaruh, mendapatkan minat yang diperbarui dengan munculnya etika moralitas modern .Semua aspek filsafat Aristoteles terus menjadi objek studi akademis aktif hari ini.

Meskipun Aristoteles menulis banyak risalah elegan dan dialog (Cicero menggambarkan gaya sastranya sebagai “sungai emas”), diperkirakan bahwa sebagian besar tulisan-tulisannya sekarang hilang dan hanya sekitar sepertiga dari karya asli yang masih bertahan.

13. Homer

Dalam tradisi klasik Barat, Homer adalah penulis Iliad dan Odyssey, dan dihormati sebagai penyair epik terbesar Yunani kuno.Epos ini terletak di awal Western canon of literature, dan memiliki pengaruh sangat besar pada sejarah sastra.Pengaruh formatif yang dimainkan oleh epos Homer dalam membentuk kebudayaan Yunani secara luas diakui, dan Homer digambarkan sebagai guru Yunani.Iliad dan Odyssey mengungkapkan banyak tentang nilai-nilai dari Yunani kuno. Pahlawan itu menampilkan kesan kemashuran, keberanian, dan kefasihan, sebagaimana ketika Achilles mendemonstrasikan pasukannya. Selama hampir 3.000 tahun, epik Homer telah mengilhami penulis dan seniman di seluruh dunia.

14. Socrates

Socrates adalah seorang filsuf Athena Yunani klasik. Dikreditkan sebagai salah satu pendiri filsafat Barat, dia adalah sosok misterius yang dikenal terutama melalui karya yang disebut tulisan klasik selanjutnya, terutama tulisan siswanya: Plato dan Xenophon, dan peran dari Aristophanes yang kontemporer.Banyak orang akan mengklaim bahwa dialog-dialog Plato adalah account yang paling komprehensif dari Socrates untuk bertahan dari zaman kuno.Melalui perannya dalam dialog Plato, Socrates terkenal karena kontribusinya pada bidang etika, dan inilah Socrates Platonis yang juga meminjamkan namanya pada concepts of Socratic irony dan metode Socrates, atau elenchus.

Yang terakhir ini tet ap merupakan alat yang umum digunakan dalam berbagai diskusi, dan merupakan jenis pedagogi di mana serangkaian pertanyaan yang diajukan tidak hanya untuk menggambar jawaban individu, tetapi juga untuk mendorong wawasan mendasar dalam masalah yang ada dala m pandangan.

Adalah Plato Socrates yang juga membuat kontribusi penting dan abadi untuk bidang epistemologi dan logika, dan pengaruh dari ide dan pendekatan yang tetap kuat dalam memberikan landasan bagi filsafat Barat banyak yang diikuti.

Salah satu komentator terakhirnya, Plato, idealis, menawarkan “satu idola, tokoh master, untuk filsafat. Seorang santo, seorang nabi dari ‘dewa matahari,’ seorang guru yang mengutuk ajarannya sebagai bid’ah. “

15. Alexander Agung

Alexander III dari Makedonia, umumnya dikenal sebagai Alexander Agung (bahasa Yunani: ◊'3fëÝîáíäñïò ◊'3f ÌÝãáò), adalah seorang raja dari Makedonia, sebuah negara di Yunani kuno utara. Lahir di Pella, Yunani pada 356 SM, Alexander diajari oleh Aristoteles sampai usia 16.

Pada usia 30, ia telah menciptakan salah satu imperium terbesar dunia kuno, membentang dari Laut Ionia ke Himalaya. Dia tak terkalahkan dalam pertempuran, dan dianggap salah satu komandan paling sukses dalam sejarah.Alexander menggantikan ayahny a, Philip II dari Makedonia, ke takhta pada 336 SM setelah Philip dibunuh.

Setelah kematian Philip, Alexander mewarisi kerajaan yang kuat dan tentara yang berpengalaman. Dia dianugerahi jenderal Yunani dan menggunakan otoritas ini untuk memulai rencana ekspansi dengan militer ayahnya .

Pada 334 SM ia menyerbu Persia yang menguasai Asia Kecil dan memulai serangkaian kampanye yang berlangsung 10 tahun. Alexander mematahkan kekuatan Persia dalam serangkaian pertempuran yang menentukan, terutama pertempuran Issus dan Gaugamela.Dia kemudian menggulingkan Raja Persia Darius III dan menaklukkan keseluruhan dari Kekaisaran Persia. Pada saat itu kerajaannya membentang dari Laut Adriatik sampai ke Sungai Indus.

Mencari untuk mencapai “ujung dunia dan Samudra besar di luar sana,” ia menginvasi India pada 326 SM, namun akhirnya terpaksa kembali atas permintaan dari pasukannya.

Alexander meninggal di Babilonia pada 323 SM, sebelum melaksanakan serangkaian kampanye yang direncanakan yang akan dimulai dengan invasi Arab.

Pada tahun-tahun setelah kematiannya serangkaian perang sipil mengoyak kerajaannya hingga terpisah, sehingga di beberapa negara bagian diperintah oleh Diadochi (Bekas Komandan Perang pasukan Alexander) dan pewarisnya

Warisan Alexander meliputi difusi penaklukan budaya yang ditimbulkan. Dia mendirikan beberapa kota yang melahirkan dua puluh namanya, yang paling terkenal Alexandria di Mesir.

Penyelesaian Alexander untuk koloni Yunani dan penyebaran yang dihasilkan dari kebudayaan Yunani di timur menghasilkan sebuah peradaban Helenistik baru, aspek yang masih jelas dalam tradisi Kekaisaran Bizantium di pertengahan abad ke-15.

Alexander menjadi pahlawan klasik legendaris dalam karya dari Achilles, dan fitur menonjol dalam sejarah dan mitos budaya Yunani dan non-Y unani. Dia menjadi standar idola untuk para pemimpin militer dan akademi militer di seluruh dunia masih mengajarkan taktiknya.