Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Apr 6, 2009

Via Dolorosa

Via Dolorosa adalah jalan yang ditempuh Yesus ketika Ia pergi ke kayu salib. Ungkapan "Via Dolorosa" adalah bahasa latin yang berarti "Way of Grief" atau "Way of Suffering", yaitu Jalan Penderitaan. Hal ini hanya menunjukkan bahwa sebagai orang-orang yang percaya kita harus menderita bersama Kristus menanggung kayu salib seperti yang Tuhan katakan dalam kitab Matius 10:38-39 demikian:

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya [hidupnya], ia akan kehilangan nyawanya [hidupnya], dan barangsiapa kehilangan nyawanya [hidupnya] karena Aku, ia akan memperolehnya."

Dan ayat-ayat sebelumnya ayat 34-37 menjelaskan demikian:
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku."

Sama seperti yang terjadi pada masa Yesus dan masa-masa sebelumnya musuh utama dari Injil akan datang dari gereja itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa musuh utama dari orang-orang percaya yang setia kepada Tuhan bukanlah orang-orang dunia ini, tetapi musuh utama mereka adalah gereja-gereja yang tersesat yang mengikuti injil-injil palsu dan berusaha keras untuk membungkam (membunuh) kebenaran Firman Tuhan.
Dalam kitab Matius 23:34 Yesus berkata demikian:

"Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota"
Dan kitab 1 Yohanes 2:18-20 menasihatkan demikian:

"Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita.

Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya."

Bahkan kitab Yohanes 16:2 menyatakan berfirman:

"Kamu akan dikucilkan [diusir], bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh [membungkam] kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah."
Ini adalah masa siksaan rohani yang sangat dahsyat. Tetapi ingatlah apa yang terjadi di akhir zaman adalah sama seperti yang terjadi pada zaman nabi-nabi dahulu, tetapi dalam segala kemungkinannya yang terjadi pada mereka jauh lebih parah dan menyusahkan daripada yang dapat terjadi pada zaman modern sekarang ini.

Dan keadaannya selalu sama, ketika kebenaran yang sejati muncul pihak yang paling menentang justru adalah pemimpin-pemimpin rohani yang sedang berkuasa. Di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama seperti Yesaya, Yeremia, Yoel, Amos, Nahum, Hosea, Micah, Habakuk, Zakaria, dll. banyak membicarakan tentang kejatuhan dari organisasi gereja-gereja ini. Saya sarankan untuk membaca kitab-kitab tersebut karena itu adalah "surat kabar" untuk hari kita sekarang ini.

Alkitab menggunakan nama-nama seperti Edom, Esau, Seir, Bozra, Tirus, Sidon, Babel, Yerusalem (external), Mesir, Sodom, Amon, Moab, dll. untuk menunjuk kepada organisasi gereja-gereja Perjanjian Baru yang tersesat di akhir zaman tepat menjelang kedatangan Kristus yang kedua kali.

Dalam kitab Yohanes 16:33 Tuhan Yesus berpesan demikian:
"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Apr 3, 2009

Mujizat Kesembuhan

"Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan." (Matius 10:1)

Tuhan telah berjanji bahwa Ia mampu memberikan kuasa untuk menyembuhkan segala (semua) macam sakit-penyakit. Ini berarti tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan janji ini bukanlah sebuah dusta, kita masih menemukan hal ini terjadi pada hari sekarang ini dimana-mana kita menemukan kumpulan orang-orang percaya yang sejati. Tetapi ingatlah selalu bahwa Tuhan lebih perduli pada kesembuhan dari "penyakit rohani" atau "penyakit dosa" daripada penyakit jasmani.

Jika kita berkata bahwa karunia untuk menyembuhkan adalah untuk penyembuhan penyakit jasmani, maka kita boleh berkata bahwa Injil telah gagal, karena pada akhirnya semua orang akan mati juga (termasuk mereka-mereka yang mengaku dapat menyembuhkan), dan biasanya kita akan mati karena suatu macam penyakit, seperti misalnya ginjal kita gagal berfungsi, atau penyakit lever, atau jantung kita rusak, dsbnya.

Lebih lanjut bila kita membandingkan apa yang disebut sebagai "mujizat" yang terjadi pada hari sekarang ini dengan tanda-tanda mujizat yang terjadi pada zaman Yesus dan para rasul, ini adalah hal yang sungguh-sungguh berbeda. Mujizat kesembuhan dari suatu penyakit jasmani yang terjadi sekarang ini hanyalah kesembuhan dari suatu "penyakit dalam", atau kesembuhan yang "lebih cepat dari biasanya", atau bisa juga terjadi "salah diagnosa awal", dll. Ingatlah bahwa hal-hal seperti itu juga terjadi pada orang-orang non-kristen dimana-mana di seluruh dunia.

Ada orang Kristen yang sakit biasa dan sudah didoakan dengan sungguh-sungguh tetapi tiba-tiba meninggal dunia, dan ada orang non-kristen yang sudah divonis mati oleh dokter dan tidak pernah didoakan dalam nama Yesus tetapi akhirnya sembuh. Semua hal ini terjadi menurut kehendak Tuhan.

Jika Tuhan menjawab doa-doa kita sesuai keinginan kita, itu bukanlah tanda yang ajaib. Jikalau seseorang disembuhkan, Tuhan-lah yang menyembuhkan dia. Dan kadang Tuhan menyembuhkan penyakit lebih cepat dari biasanya, kadang juga lebih lambat dari biasanya, dan hal ini terjadi pada semua orang yang ada di seluruh dunia. Ini hanya menyatakan bahwa Tuhan masih memelihara dunia ini untuk orang yang baik maupun orang jahat sampai hari penghakiman yang terakhir tiba.

Kita harus mengerti bahwa kesembuhan ajaib dari penyakit jasmani yang tercatat di dalam Alkitab adalah suatu "gambaran" atau "perumpamaan" dari kesembuhan "penyakit rohani". Dalam kitab Matius 13:34-35 kita membaca demikian:
"Semuanya itu [yaitu Firman itu] disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan [Mazmur 78:2]."

Dan kitab Markus 4:11-12 menambahkan demikian:

"Kepadamu [yaitu kepada murid-murid] telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."

Mujizat kesembuhan ini adalah bukanlah seperti pertunjukan sihir atau hiburan untuk dipertontonkan kepada orang banyak, karena sesungguhnya kesembuhan yang diperhatikan Injil adalah kesembuhan dari "penyakit rohani" atau "penyakit dosa" yang jauh lebih penting daripada kesembuhan badan.

Dan mujizat yang terbesar atau "mujizat keselamatan", yaitu "kebangkitan rohani" (dunamis) masih terjadi dimana-mana kita menemukan kumpulan orang-orang percaya yang sejati. Mujizat dunamis inilah yang Alkitab bicarakan dalam kitab 1 Korintus 12:10 demikian:

"Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat [dunamis], dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat [yaitu memberitakan Firman Tuhan dalam bahasa yang dapat dimengerti], dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh."

Dan dalam kitab Kisah Para Rasul 1:8 Tuhan Yesus berkata demikian:

"Tetapi kamu akan menerima kuasa [dunamis], kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Demikian juga halnya dengan orang mati yang hidup kembali, yang banyak terjadi pada hari sekarang ini mereka hanya mengalami "mati suri" atau berada dalam keadaan koma dan kemudian hidup kembali. Dan hal-hal seperti itu juga terjadi pada orang-orang non-kristen. Sedangkan Alkitab berkata di Ibrani 9:27 demikian:

"Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi"

Ada juga orang-orang yang menyebarkan berita tentang suatu macam keajaiban yang terjadi di suatu tempat dimana sebetulnya tidak pernah terjadi keajaiban apa-apa. Dan Iblis, yang adalah mahluk "roh", mampu untuk membuat seseorang yang belum diselamatkan menjadi stress berat sehingga terlihat sakit (psikosomatis), dan kemudian pada suatu saat yang sudah ditentukan Iblis menghentikan stress itu sehingga terlihat "sepertinya" telah terjadi suatu mujizat kesembuhan.Kemudian ada juga orang-orang yang dibayar untuk melakukan akting tertentu sesuai dengan kemampuannya. Ada banyak macam-macam penipuan mengenai hal ini.

Sekarang bila kita bandingkan dengan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus dan tercatat di dalam Alkitab, pada hari sekarang ini tidak ada satu orangpun yang dapat "berjalan di atas air", tidak ada satu orangpun yang dapat melipat-gandakan "roti dan ikan", tidak ada satu orangpun yang mampu merubah "air menjadi anggur", tidak ada satu orangpun yang dapat menyembuhkan "penyakit kusta" yang menular, tidak ada satu orangpun yang dapat menyembuhkan "tangan yang buntung" sejak lahir, dan tidak ada satu orangpun yang dapat "membangkitkan orang mati" yang sudah berbau busuk.

Anda lihat semua ini merupakan gambaran dari suatu segi tentang keselamatan. Ketika Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus, ia sudah betul-betul mati, tidak ada nafas kehidupan selama 4 hari, dan mayatnya sudah berbau busuk. Akan tetapi atas perintah Yesus, Lazarus yang tidak dapat mendengar apa-apa dapat bangkit dari antara orang mati. Yesus dengan sengaja datang berlambat ke tempat Lazarus di Betania supaya Dia dapat menunjukkan mujizat yang sebenarnya. Dalam kata lain, Tuhan-lah yang harus memberikan telinga rohani dan kemauan kepada mayat tersebut supaya ia dapat bangkit. Dan Tuhan melakukan semua mujizat-mujizat ini supaya kita dapat melihat perumpamaan atau gambaran dari suatu aspek mengenai keselamatan, yaitu kebangkitan rohani.

Di dunia ini ada tiga hal yang sangat diinginkan oleh setiap manusia, pertama manusia menginginkan kemakmuran, kedua setiap manusia menginginkan kesehatan jasmani yang baik dan ketiga manusia menginginkan kebebasan politik. Dan sejumlah besar injil-injil palsu akan mengikat kepada keinginan-keinginan manusia ini, dan hal pertama yang akan mereka bicarakan adalah kesehatan jasmani yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan keselamatan yang kekal.

Injil yang sejati peduli pada kebutuhan-kebutuhan rohani manusia.

Seorang Kristen yang sejati dapat meninggal karena suatu penyakit, atau dia dapat meninggal karena penganiayaan, atau mati karena kelaparan makanan, tetapi jika ia sudah mempunyai Kristus sebagai Juruselamatnya, bagaimanapun keadaannya di dunia ini dia sudah mempunyai segalanya karena dia sudah mempunyai hidup yang kekal di dalam keberadaan jiwanya.

Perhatikanlah bahwa mujizat-mujizat yang tercatat di dalam Alkitab lebih banyak terjadi "sebelum" peristiwa Pentakosta daripada sesudah Pentakosta. Ketika Kristus sudah kembali ke Surga mujizat-mujizat yang terjadi berangsur-angsur "menurun" dan bukan bertambah hebat.

Pada masa Alkitab belum selesai ditulis Tuhan melakukan mujizat-mujizat tersebut untuk membuktikan bahwa memang benar Injil berasal dari surga, tetapi Tuhan juga memperingatkan bahwa di akhir zaman Iblis akan melakukan hal yang sama, ia akan menggunakan "tanda-tanda yang dahsyat" dan "mujizat-mujizat yang mengherankan" untuk menyebarkan injil-injil palsunya. Tuhan memperingatkan dalam kitab Matius 24:24 demikian:

"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat [simeon] dan mujizat-mujizat [tyros], sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga."

Sekiranya mungkin Iblis ingin untuk menyesatkan orang-orang pilihan juga, tetapi orang-orang pilihan tidak akan tertipu karena mereka sudah dipegang erat-erat oleh Firman Kristus yang merupakan Kebenaran. Alkitab juga mencatat bahwa rasul Paulus pernah menyuruh Timotius untuk minum sedikit anggur karena Timotius mempunyai masalah dengan pencernaannya (1 Timotius 5:23).

Ini berarti pada waktu itu Tuhan tidak mengizinkan rasul Paulus untuk melakukan penyembuhan ajaib. Dan kita juga mengetahui bahwa rasul Paulus sendiri mempunyai suatu penyakit jasmani yang tidak dapat disembuhkan (2 Korintus 12:7).

Kesembuhan yang disediakan oleh Injil Kristus adalah kesembuhan yang jauh lebih penting daripada kesembuhan jasmani, dan itu adalah "kesembuhan rohani" atau kesembuhan dari penyakit dosa. Inilah kesembuhan yang dimaksud dalam kitab Yesaya 53:3-6 yang berkata demikian:

"Tetapi sesungguhnya, PENYAKIT kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia [yaitu Kristus] tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh."

Dan kitab Lukas 5:31-32 menegaskan demikian:

"Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Apr 2, 2009

Tiga Tingkatan Pengertian

"untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda --baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan-- untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak." (Amsal 1:2-6)

Alkitab ditulis sedemikian rupa sehingga memiliki tiga tingkatan pengertian, yaitu sejarah, moral dan rohani. Pernyataan-pernyataan di dalam Alkitab ditulis bukan untuk mengajarkan sejarah. Seperti misalnya di dalam buku Amsal (dan arti dari kata Amsal adalah "perumpamaan"), ini adalah pengajaran moral, tetapi tujuan yang sebenarnya adalah untuk mengerti arti-arti rohani-nya. Sebelum kita menemukan pernyataan Injil didalamnya, kita belum sepenuhnya mengerti apa yang sedang Tuhan ajarkan disitu, dan makna rohaninya harus ada dengan hubungannya dengan Injil Yesus Kristus.

Dalam kitab Matius 13:34-35 kita membaca demikian:

"Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan TANPA perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Ini dikutip dari kitab Perjanjian Lama, dalam kitab Mazmur 78:2 Tuhan berfirman:

"Aku mau membuka mulut mengatakan amsal [perumpamaan], aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala."

Dan kitab-kitab seperti 1 Raja-raja, 2 Raja-raja, 1 Tawarikh dan 2 Tawarikh mempunyai banyak pernyataan-pernyataan sejarah dimana didalamnya juga ada pengertian moral dan rohani. Dari waktu ke waktu kita bisa melihat Injil di dalamnya. Salah satu hambatannya untuk menemukan pernyataan-pernyataan Injil di dalamnya adalah kemampuan kita yang terbatas, tetapi ingatlah bahwa Tuhan Yesus ada di dalam setiap halaman-halaman Alkitab.

Dalam kitab Yohanes 5:39-40 Yesus berkata demikian:

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu."

Dan dalam Markus 4:11-12 Tuhan menyatakan demikian:

"Jawab-Nya: "Kepadamu [yaitu kepada murid-murid] telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."

Ini adalah peringatan yang sangat serius sekali. Dengan kata lain, Tuhan telah menulis banyak bagian dalam Alkitab dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan supaya ketika orang yang tidak percaya mencari di dalam Alkitab mereka tidak mengerti dan hanya menemukan kontradiksi-kontradiksi.

Sedangkan bagi orang-orang yang percaya, ketika mereka mulai mengerti arti rohani dari perumpamaan-perumpamaan tersebut, mereka akan sangat dikuatkan. Orang-orang yang percaya akan dikuatkan dalam pengertian mereka tentang Injil karena ini adalah sungguh-sungguh Firman Tuhan yang ajaib. Tidak ada manusia yang dapat menyembunyikan arti-arti yang sebenarnya dari Injil dengan begitu indahnya dan begitu konsisten di dalam pernyataan-pernyataan yang berbeda di dalam seluruh Alkitab mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu walaupun Tuhan menggunakan orang yang berbeda-beda untuk menuliskan firman-Nya.

Jadi, ada orang-orang yang tidak mau atau takut untuk menggunakan perumpamaan, tetapi itu tidak berarti bahwa perumpamaan-perumpamaan ini tidak ada di dalam Alkitab. Malah pada kenyataannya, dalam beberapa bagian, setiap orang bisa langsung melihat perumpamaan tersebut dengan jelas. Seperti misalnya, ketika Yohanes melihat Yesus, ia berkata dalam kitab Yohanes 1:29:

"Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Disini Yohanes tidak berkata, "Saya sedang memberitahukan kepada anda secara metafora, ini adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia."

Dalam kata lain, tidak ada peringatan bahwa dia akan berkata-kata di dalam perumpamaan atau metafora. Dia cukup membuat deklarasi. Dan setiap orang percaya yang mempunyai hubungan yang khusus dengan Alkitab, mengetahui dengan benar bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang disembelih sebagai kurban penghapus dosa, dan Yohanes membicarakan hal ini dalam kalimat parabolik atau metafora ini.

Ini adalah salah satu perumpamaan yang mudah, dan bila kita mengartikannya secara benar, dimana-mana kita baca di dalam Alkitab kita akan mendapatkan hal yang sama di seluruh Alkitab dalam kitab manapun yang kita baca.

Jadi bila ada sesuatu hal yang tidak masuk akal di dalam ajaran Alkitab, maka kita segera mengerti bahwa kita harus mencari arti rohaninya, tetapi kita harus membiarkan Alkitab yang mengarahkan kita, yaitu Alkitab-lah yang akan menerangkan Alkitab. Kita tidak bisa mengambil ide-ide yang berasal dari luar Alkitab atau dari hasil pikiran kita sendiri untuk menjelaskan gaya bahasa Alkitab. Ini harus datang dari Alkitab karena -- Alkitab adalah kamus bagi dirinya sendiri.

"Now we have received, not the spirit of the world, but the spirit which is of God; that we might know the things that are freely given to us of God. Which things also we speak, not in the words which man's wisdom teacheth, but which the Holy Spirit teacheth; comparing spiritual things with spiritual" (1 Corinthians 2:12-13)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

Apr 1, 2009

Bunga Uang (Riba)

"Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat HIDUP di antaramu. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba." (Imamat 25:36-37)

Kita harus ingat bahwa Alkitab adalah suatu kitab rohani yang berhubungan dengan situasi-situasi rohani, yaitu keselamatan jiwa ynag kekal. Seperti misalnya di dalam Perjanjian Lama kita membaca tentang menanam dua benih yang berbeda di satu ladang itu sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Injil Keselamatan. Hukum tentang membayar upah seseorang di hari yang sama sebelum matahari terbenam itu tidak ada hubungannya dengan Injil. Dan hukum tentang bunga atas pinjaman juga tidak ada hubungannya dengan Injil. Alkitab tidak sampai mengatur hal-hal ekonomi semacam itu, namun hal-hal tersebut tetap saja tercantum di dalam Alkitab.

Pada saat kita membaca suatu aturan-aturan yang tidak ada kaitannya dengan Injil, maka kita segera mengetahui bahwa aturan ini bukan untuk dipahami dalam konteks duniawi, tetapi kita harus mencari makna rohaninya yang berkaitan dengan perintah Tuhan. Sebagai contoh, dalam hal tidak boleh membungakan uang, tentang memberi kepada mereka yang meminta, maka ini sedang berbicara tentang memberikan Injil yang bersifat rohani. Inilah makna rohaninya, "uang" (talenta), "benih", "pakaian", "makanan" dan "air" itu memperlambangkan Injil.

Dengan kata lain dalam memberitakan Injil kita tidak boleh menuntut pembayaran, kita tidak boleh berkata, "Aku sudah mengajar engkau, dan sekarang engkau harus membayar aku". Kristus berkata dalam kitab Matius 10:8 demikian:

"Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."

Dan dalam kitab Yesaya 55:1-3 Tuhan berkata demikian:

"Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Lebih lanjut "menanam dua benih di satu ladang" atau "memakai dua jenis bahan yang berbeda seperti katun dan wol pada satu jubah" adalah bagian dari hukum yang memerintahkan kita untuk hidup terpisah dari dunia ini. Kitab 2 Korintus 6:14-18 menjelaskan kepada kita demikian:

"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: KELUARLAH kamu dari antara mereka, dan PISAHKANLAH dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu."

Pemisahan itu adalah sama seperti pemisahan antara makanan yang halal dan haram, ini ada kaitannya dengan kebenaran bahwa kita tidak boleh menaruh iman atau keyakinan kita pada hal-hal duniawi. Kita tidak boleh menyembah dua tuan, kita menyembah hanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ini semua adalah tanda-tanda atau "bayangan", yang disebut hukum tata cara ibadah, yang menunjuk kepada sifat alami dari Injil Kristus.