Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Sep 25, 2014

Mahluk Gaib Suka Berhubungan Seks Dengan Manusia

Sepanjang sejarah di dunia, banyak orang mengaku pernah melakukan hubungan seks dengan mahluk-mahluk supranatural. Dan sebagai hasilnya, sering diceritakan beberapa mahluk mistik pernah muncul di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Popobawa

Popobawa adalah mahluk bermata satu dan memiliki penis yang besar. Konon mahluk ini suka menguntit pria dan wanita di Zanzibar, Afrika. Mahluk ini bisa berubah wujud, bisa menjadi hewan maupun manusia. Mahluk ini biasanya mengincar dan menyodomi para mangsanya pada malam hari, dan tidak membeda-bedakan pria, wanita, maupun anak-anak.

Trauco and La Fiura

Mahluk ini berasal dari Chiloé, sebuah pulau di Chile bagian selatan. Mahluk ini punya kekuatan dengan tatapan mata untuk melumpuhkan para wanita sebelum berhubungan seks dengan mereka. Mahluk ini digambarkan bertampang jelek dan berbentuk seperti goblin dengan memakai penutup kepala dan jubah. Mahluk ini berkomunikasi dengan berdengus. Beberapa laporan mengatakan, mahluk ini juga tidak perlu berhubungan langsung dengan korbannya, tapi cukup dengan tatapan matanya bisa membuat para korbannya hamil.

Succubus and Incubus

Succubus adalah setan wanita berparas menarik yang bisa menggoda para pria untuk berhubungan seks dengannya. Konon mahluk ini diyakini sebagai refleksi dosa manusia yang berhubungan dengan seks terhadap wanita.

Incubus adalah versi pria dari Succubus. Incubus akan menguras tenaga dan menyerap energi para korbannya. Berbeda dengan Succubus, Incubus menghamili korbannya dengan benih Incubus. Dan kelak begitu bayinya lahir, bayi tersebut tidak memiliki denyut dan tidak bernafas. Barulah setelah berusia 7 tahun, bayinya menjadi normal dan menarik serta memiliki kecerdasan tinggi. Menurut legenda, penyihir Merlin diyakini adalah hasil dari hubungan antara Incubus dan manusia.

Encantado

Di Brazil, daerah hutan Amazon, ikan lumba-lumba di sungai Boto dipercaya memiliki kekuatan berubah wujud. Mahluk yang bisa menjelma menjadi seorang pria tampan itu disebut Encantado. Encantado akan mengajak wanita ke sungai, dan berubah wujud kembali menjadi ikan lumba-lumba, kemudian menghamili wanita itu. Para wanita muda setempat mewaspadai setiap pria yang memakai topi, karena menurut legenda, Encantado selalu memakai topi untuk menutupi rupa aslinya.

Lilu

Dalam cerita rakyat Yahudi, Lilu adalah setan yang suka mengunjungi wanita di saat tidur. Versi wanita dari Lilu adalah Lili. Para setan ini merupakan sumber kekawatiran para ibu karna mereka juga dikenal suka menculik anak-anak. Lilu dan Lili suka mengunjungi para korbannya pada malam hari untuk menghasilkan benih keturunan demi kelanjutan ras mereka.

Liderc

Di daerah utara Hungaria, konon dikenal mahluk yang disebut Liderc. Mahluk itu menetas dari telur ayam hitam, dan sering disembunyikan di kantong. Mahluk ini masuk ke rumah korbannya melalui lobang kunci. Begitu masuk, mahluk ini berubah wujud menjadi manusia yang dimiripkan dengan kerabat korbannya. Mahluk ini memperkosa korbannya dan setelah itu membuat rumahnya menjadi sangat kotor sebelum pergi. Beberapa laporan mengatakan, kadang Liderc menjadi betah dengan korbannya dan tidak mau melepaskannya. Sampai hari ini, sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak di Hungaria untuk menginjak dan memecahkan telur yang keluar dari ayam hitam agar terhindar dari mahluk itu.

Orang Minyak

Di tahun 1960, banyak para wanita mengalami pemerkosaan di beberapa tempat di Malaysia. Pelakunya digambarkan sebagai orang telanjang, dan seluruh tubuhnya dilumuri dengan minyak. Beberapa orang berkata, bahwa Orang Minyak tidak bisa dilihat oleh perempuan yang sudah tidak perawan. Di masa kepanikan itu, banyak para wanita muda mulai memakai baju berkeringat dan bau untuk mengecoh agar Orang Minyak mengira mereka adalah pria. Beberapa spekulasi mengatakan, bahwa Orang Minyak hanyalah manusia penjahat biasa yang melumuri badannya dengan minyak agar susah ditangkap dan juga sebagai kamuflase di malam hari.

Alp

Legenda ini berasal dari cerita rakyat dari Jerman. Alp adalah mahluk yang bentuknya kecil seperti kurcaci yang memasuki tubuh korbannya melalui lubang hidung, mulut, atau vagina. Begitu masuk, maka Alp punya kemampuan untuk mengendalikan mimpi si korban dan menciptakan mimpi buruk. Para korbannya akan merasa seperti tidak bernafas begitu sudah bangun.

Malaikat (Barat)

Menurut kitab Yahudi, Nephilim adalah ras raksasa hasil dari hubungan antara Malaikat dan manusia. Menurut cerita, bahwa dahulu para petinggi Malaikat turun ke bumi untuk mengajarkan manusia tentang kebaikan. Dan setelah berabad-abad, banyak dari Malaikat tersebut yang tertarik pada wanita di bumi dan melakukan hubungan seks sehingga menghasilkan Nephilim. Seiring waktu, Nephilim ternyata bisa melakukan kejahatan dan dosa yang besar. Melihat hal itu, Tuhan murka dan memerintahkan Malaikat Gabriel untuk memerangi mereka sampai punah.

Alien

Menurut isu yang beredar, sudah banyak kasus-kasus penculikan oleh alien, dan banyak dari mereka mengaku berhubungan seks dengan alien. Seorang pria dari desa di Brazil bernama Antonio, pada tahun 1957, dia mengaku diculik oleh alien dan ditempatkan di ruangan yang di dalamnya terdapat seorang wanita cantik dan dia dipaksa berhubungan seks dengannya. Howard Menger mengaku sering berhubungan seks dengan Marla, seorang wanita cantik berambut pirang berusia 500 tahun dari luar angkasa. Pada tahun 1970, seorang gadis berumur 19 tahun mengaku pernah diperkosa oleh 6 mahluk berwarna biru dan berkaki seperti manusia. Dia diperkosa setelah menyaksikan pesawat luar angkasa mereka mendarat.

Akibat kurangnya bukti-bukti mengenai hal tersebut, banyak pihak yang mengabaikan laporan-laporan seperti itu dan malah menganganggap bahwa klaim-klaim tentang alien semacam itu merupakan halusinasi orang-orang tersebut.

Peradaban Dunia yang Lenyap

Peradaban kuno banyak yang lenyap oleh kematian , dihapuskan oleh bencana alam atau invasi. Tetapi ada beberapa peradaban masyarakat yang hilang yang telah membuat para peneliti benar-benar bingung:

Puebloans Olmec

Salah satu masyarakat Mesoamerika pertama, Olmec mendiami dataran rendah tropis di selatan tengah Meksiko . Tanda-tanda pertama dari Olmec sekitar 1400 SM di kota San Lorenzo, penyelesaian Olmec utama yang didukung oleh dua pusat lainnya, Tenochtitlan dan Potrero Nuevo.

Peradaban Olmec adalah master pembangun dengan masing-masing situs utama mengandung pengadilan seremonial, gundukan rumah, piramida kerucut besar dan monumen batu termasuk kepala kolosal yang menjadikan peradaban mereka sangat dikenal. Peradaban Olmec sangat bergantung pada perdagangan, baik antar wilayah Olmec yang berbeda dan dengan masyarakat Mesoamerika lainnya.

Karena mereka salah satu kebudayaan Mesoamerika paling awal dan paling maju pada saat itu, mereka sering dianggap sebagai budaya ibu dari berbagai budaya Mesoamerika lainnya. Sekitar 400 SM sebelah timur separo wilayah Olmec mulai tak berpenghuni -mungkin karena perubahan lingkungan. Mereka mungkin juga mengungsi setelah aktivitas gunung berapi di daerah tersebut. Teori populer lain adalah bahwa mereka diserang, tetapi tidak ada yang tahu siapa penjajah yang mungkin menginvasi Bangsa olmec.

Puebloans Nabatean

Para Nabatean adalah budaya Semitik yang dihuni bagian dari Yordania, Kanaan dan Arab dari sekitar abad keenam SM. Mereka paling banyak dikenal sebagai pembangun kota Petra, yang menjadi pusat kota mereka. Petra adalah kota yang mengesankan dipahat dari sisi tebing dengan mahkota permata yang menjadi Khazneh, atau harta karun, sebuah bangunan yang diilhami gedung Yunani raksasa.

Kekayaan Nabatean 'diperoleh dengan menjadi jaringan pusat perdagangan yang kompleks, di mana mereka memperdagangkan gading, sutra, rempah-rempah, logam mulia, permata, kemenyan, gula parfum dan obat-obatan. Karena luasnya rute perdagangan, budaya Nabatean sangat dipengaruhi oleh Helenistik Yunani, Roma, Arabia dan Asyur. Tidak seperti masyarakat lain waktu mereka, tidak ada perbudakan di Nabatean dan setiap anggota masyarakat memberikan kontribusi dalam tugas-tugas kerja.

Selama abad ke keempat, Petra ditinggalkan Nabataen dan tidak ada yang benar-benar tahu mengapa. Bukti arkeologi membuktikan bahwa eksodus mereka adalah salah satu yang terorganisir yang tidak terburu-buru, yang membawa kita untuk percaya bahwa mereka tidak diusir dari Petra oleh budaya lain. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa ketika rute perdagangan mereka bergantung pada rute utara mereka tidak bisa lagi mempertahankan peradaban mereka dan meninggalkan Petra .

Kekaisaran Aksumite

Kekaisaran Aksumite dimulai pada abad pertama Masehi di tempat yang sekarang Ethiopia dan diyakini sebagai rumah dari Ratu Sheba. Aksum merupakan pusat perdagangan utama dengan ekspor dari gading, sumber daya pertanian dan emas diperdagangkan di seluruh jaringan perdagangan Laut Merah dan selanjutnya ke Kekaisaran Romawi dan timur menuju India. Karena itu, Aksum adalah masyarakat yang sangat kaya dan budaya Afrika pertama yang mengeluarkan mata uang sendiri, yang pada zaman kuno adalah tanda yang sangat penting. Monumen yang paling dikenal dari Aksum adalah stelae, obelisk diukir raksasa sebagai penanda kuburan raja dan bangsawan.

Awal Aksumites menyembah beberapa tuhan tapi tuhan utama mereka adlah Astar. Pada 324 M, Raja Ezana II memeluk Kristen dan sejak saat itu Aksum merupakan budaya yang sungguh-sungguh Kristiani, dan bahkan diduga rumah dari Perjanjian Tabut.

Menurut legenda setempat, Ratu Yahudi bernama Yodit mengalahkan Kekaisaran Aksumite dan membakar gereja dan sastra. Namun, yang lain percaya bahwa ratu selatan Bani al-Hamwiyah menyebabkan lenyapnya budaya Aksumite. teori lainnya termasuk perubahan iklim, isolasi perdagangan dan kemunduran pertanian menyebabkan kelaparan.

Mycenaeans

Tumbuh dari peradaban Minoan, Myceanaeans lahir sekitar tahun 1600 SM di Yunani selatan. tersebar di dua pulau dan daratan selatan, Myceaneans dibangun dan menguasai banyak kota-kota besar seperti Mycenae, Tiryns, Pylos, Athena, Thebes, Orchomenus, Iolkos dan Knossos. Banyak mitos Yunani berpusat di sekitar Mycenae termasuk legenda Raja Agamemnon, yang memimpin pasukan Yunani selama Perang Troya. Para Myceaneans adalah kekuatan laut yang dominan dan dengan kecakapan angkatan laut mereka untuk perdagangan serta untuk militer.

Karena kurangnya sumber daya alam, bMyceaneans banyak mengimpor barang dan mengubah mereka menjadi item sellable, dan karena itu menjadi ahli pengrajin , dikenal di seluruh Aegea untuk senjata dan perhiasan yang mereka hasilkan. Tidak ada yang tahu pasti, tapi satu teori adalah bahwa kerusuhan antara kelas petani dan kelas penguasa menyebabkan akhir Myceaneans. Sebab Lain diperkirakan karena gangguan pada rute perdagangan, atau faktor alam seperti gempa bumi. Namun teori yang paling populer adalah bahwa mereka diserang oleh peradaban dari utara seperti Dorians (yang menetap di daerah tersebut setelah jatuhnya Myceaneans) atau Manusia Laut (yang pada waktu itu bermigrasi dari Balkan ke Timur Tengah ).

Kerajaan Khmer

Kerajaan Khmer tumbuh dari kerajaan Chenla yang sekarang Kamboja sekitar abad ke 9 Masehi dan menjadi salah satu kerajaan yang paling kuat di Asia Tenggara. kerajaan ini dikenal kebanyakan orang sebagai peradaban yang dibangun adalah Angkor ,terletak di ibukota Kamboja. Budaya Khmer yang sangat kuat dan kaya terbuka untuk beberapa sistem kepercayaan termasuk Hindu, Buddha Mahayana dan Theravada, sebagai agama resmi kekaisaran. Kekuasaan mereka juga termasuk militer yang kuat karena mereka banyak berperang melawan Annamese dan Chams.

Penurunan kerajaan Khmer dapat dikaitkan dengan kombinasi dari beberapa faktor. Yang pertama adalah bahwa kerajaan itu diperintah oleh raja devarajo atau dewa, namun dengan pengenalan Buddhisme Theravada, yang mengajarkan pencerahan diri, membuat pemerintahan tertantang

Hal ini menyebabkan kurangnya keinginan untuk bekerja untuk devarajo yang mempengaruhi jumlah makanan yang diproduksi. Selama masa pemerintahan Jayavarman VII, sebuah jaringan jalan yang rumit ini dibangun untuk memudahkan transportasi barang dan pasukan di seluruh Kekaisaran. Tetapi beberapa ahli percaya bahwa jalan tersebut menjadi bumerang bagi mereka, sehingga memudahkan penjajah seperti Ayuthaya untuk mendapatkan akses langsung Menyerang Angkor.

Budaya Cucuteni-Trypillian

Di Rumania mereka adalah Cucuteni, di Ukraina mereka adalah Trypillians dan di Rusia mereka adalah Tripolie: budaya Neolitikum akhir yang berkembang antara 5500 SM dan 2750 SM. Pada tinggi badan mereka, masyarakat Cucuteni-Trypillian membangun pemukiman Neolitik terbesar di Eropa, dengan beberapa perumahan sampai 15.000 orang. Salah satu yang terbesar misteri budaya ini adalah bahwa setiap 60 sampai 80 tahun sekali mereka akan membakar seluruh desa dan merekonstruksi ulang semuanya.

Budaya Cucuteni-Typillian adalah matriarkal, perempuan kepala rumah tangga dan juga melakukan pekerjaan pertanian dan membuat gerabah, tekstil dan pakaian. Laki-lakinya adalah pemburu, pembuat alat dan bertanggung jawab untuk merawat binatang peliharaan. Agama mereka berpusat di sekitar Dewi Ibu Yang agung yang merupakan simbol ibu dan kesuburan pertanian. Mereka juga menyembah banteng (kekuatan, kesuburan dan langit) dan Ular (keabadian dan gerakan kekal)

Salah satu teori utama tentang akhir budaya Cucuteni-Trypillian adalah hipotesis Kurgan, yang menyatakan bahwa mereka ditaklukkan oleh budaya Kurgan yang suka berperang.
Namun, penemuan arkeologi yang lebih baru hal ini dikarenakan oleh perubahan iklim yang dramatis yang bisa menyebabkan kekeringan terburuk dalam sejarah Eropa- sangat berpengaruh bagi budaya yang sangat bergantung pada pertanian.

Clovis

Sebuah Budaya prasejarah Orang Amerika asli, budaya Clovis ada sejak 10.000 SM. Berpusat di dataran selatan dan tengah Amerika Utara mereka , penemuan arkeologi yang diakui adalah batu pecah disebut Clovis poin.

Mereka menggunakannya di ujung tombak untuk berburu binatang besar seperti mammoth dan bison dan binatang kecil seperti rusa dan kelinci. Orang-orang Clovis adalah manusia pertama di Dunia Baru dan dianggap sebagai nenek moyang dari semua budaya asli Amerika utara. Banyak ahli percaya bahwa mereka melintasi jembatan Beringia tanah dari Siberia ke Alaska selama zaman es dan kemudian menuju ke selatan untuk menuju iklim yang lebih hangat.

Ada beberapa teori di sekitar hilangnya budaya Clovis. Pertama menyatakan bahwa penurunan megafauna bersama dengan mobilitas kurang dalam budaya mereka membawa perpecahan yang membentuk kelompok-kelompok budaya baru, seperti budaya Folsom. Teori lain adalah bahwa spesies mammoth dan lainnya menjadi punah karena perburuan yang berlebihan, meninggalkan Clovis tanpa sumber makanan yang layak. Teori terakhir berkisar karena sebuah komet yang jatuh ke bumi di sekitar wilayah Great Lakes dan secara signifikan mempengaruhi kebudayaan Clovis.

Minoans

Dinamakan berdasar Raja Minos yang legendaris, Minoans dihuni apa yang sekarang konkrit sejak tahun 3000-1000 SM. Dalam mitologi Yunani, Minoa adalah tanah banteng dari Kreta dan anaknya, mahluk mitos yang tubuhnya setengah banteng setengah manusia, yang tinggal di labirin dan membunuh siapa pun yang masuk.

Pada kenyataannya, Minoans adalah peradaban pertama yang diketahui di Eropa . Hari ini semua yang tersisa dari peradaban Minoan adalah istana mereka dan artefak2. Peradaban Minoan adalah salah satu dari organisasi sosial, seni dan perdagangan.

Awal Minoans menggunakan bahasa yang kita sebut Linear A, yang selama periode kemudian digantikan oleh Linear B, yang didasarkan pada pictographs. Tidak ada bukti dari setiap budaya militer yang ditemukan di istana Minoan dan tampaknya kekuatan mereka adalah murni kekuatan ekonomi.

Meskipun Minoans jatuh, budaya mereka diwarisi oleh Myceaneans dan kemudian diteruskan oleh Helenistik Yunani . Banyak ahli percaya bahwa peradaban Minoans lenyap oleh letusan gunung berapi di pulau Thera (sekarang Santorini), tetapi ada bukti bahwa mereka selamat. Namun, letusan akan membunuh semua tanaman hidup sehingga mengarah kepada kelaparan, dan kapal mereka rusak menyebabkan penurunan ekonomi. hal lain yang juga dipercaya bahwa mereka diserang, mungkin oleh Myceaneans.

Peradaban Anasazi

Anasazi atau Leluhur Puebloans adalah budaya asli Amerika yang muncul di daerah 4 penjuru Amerika Serikat ( New Mexico, Arizona, Colordo, dan Utah ) sekitar 1200 SM.

Penduduk Puebloans awal adalah pemburu dan pengumpul yang tinggal di rumah-rumah lubang dangkal.Kemudian mereka mengembangkan hortikultura dan mulai pertanian jagung, kacang-kacangan dan Buncis. Juga ditemukan di situs arkeologi Anasazi adalah tembikar hijau, keranjang dengan anyaman rumit, sandal buluh, jubah bulu kelinci, batu gerinda dan busur serta anak panah.

Dalam Pueblo II dan III era Anasazi diukir di seluruh kota keluar dari tebing di dekatnya seperti yang di Mesa Verde dan Bandelier atau mereka membangunnya di permukaan batu juga pada permukaan batu bata yang disebut Chaco Canyon. Sekitar 1300 M Leluhur Puebloans meninggalkan rumah tebing dan mulai pindah. Banyak ahli percaya bahwa, setelah ledakan populasi penduduk, metode pertanian yang buruk , kekeringan regional membuatnya sulit untuk menghasilkan makanan yang cukup.

Karena kurangnya makanan, Anasazi bergerak di sepanjang Rio Grande atau pada mesa Hopi, dan karena itu banyak bangsa Indian modern Pueblo percaya bahwa mereka adalah keturunan dari Peradaban Anasazi.

Penelitian terbaru membuktikan bahwa perubahan iklim tidak bisa menjelaskan penurunan dari Anasazi sendiri dan menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial dan politik seperti konflik kekerasan menyebabkan akhir peradaban mereka.

Peradaban Lembah Indus

Setelah mendiami areal seluas ukuran Eropa barat di wilayah yang sekarang Pakistan dan India barat, Lembah Indus atau Peradaban Harappa berkembang 3300-1300 SM, daerah itu dihuni sejak tahun 7000 SM. Meskipun menjadi salah satu peradaban kuno terbesar, tidak banyak yang diketahui tentang peradaban Harappa, terutama karena bahasa mereka belum bisa diterjemahkan.

Kita tahu bahwa mereka membangun lebih dari seratus kota dan desa termasuk kota Harappa dan Mohenjo-Daro, masing-masing yang dibangun dengan tata letak terorganisir, dan sistem pemipaan kompleks dengan toilet dalam ruangan.

Bukti menunjukkan bahwa Harappa memiliki pemerintah bersatu dan bahwa tidak ada kelas sosial. Juga tidak ada bukti kegiatan militer sehingga kemungkinan bahwa mereka hidup dalam damai.

Mereka ahli astronom dan berpengalaman di bidang pertanian, gandum, jelai, kacang polong, melon, wijen dan kapas (menjadi peradaban pertama yang memproduksi kain katun) dan memelihara beberapa hewan termasuk sapi dan gajah.

Ada beberapa teori mengenai apa yang terjadi pada peradaban Lembah Indus. Beberapa orang percaya bahwa mereka tidak bisa menerima perubahan terhadap lingkungan mereka, seperti penurunan ukuran sungai Hakra Ghaggar atau suhu yang menjadi dingin, suhu kering yang juga terjadi di seluruh Timur Tengah. Teori lain yang populer adalah bahwa bangsa Arya menyerbu mereka sekitar 1500 SM.

Sep 18, 2014

Benarkah Misteri Angka 666 Terkait Ajaran Sesat?

Secara umum, angka 6 dikaitkan secara misterius, terlebih jika ada yang berpendapat bahwa misteri angka 666 sangat dekat dengan satanisme. Tapi dalam perhitungan matematika, hampir secara keseluruhan pengukuran bangunan, jarak, bahkan rutinitas Bumi berporos pada matahari juga terkait dengan angka 666. 

Dalam posting terdahulu, sudah dijelaskan misteri angka 7 yang juga sering dikaitkan degan mistisme. Kali ini, seorang pembuat video seri Secrets In Plain Sight karya Scott Onstott, dimana dirinya mengeksplorasi inspirasi seni besar berupa arsitektur, desain perkotaan, geometri Bumi, mistisisme, fisika, musik, astronomi, dan sejarah dunia. Secrets In Plain Sight telah dilihat lebih dari 3 juta orang sampai saat ini. Dalam penelitian dia telah membuat berbagai pengukuran, diantaranya simbol yang berada diatas pintu gereja La Maddalena di Venice. Dia menemukan bahwa ada persegi panjang tambahan ketika mengukur kesenjangan antara segitiga sama sisi dan lingkaran Circum. Selain itu, lingkaran yang lebih kecil terjalin dan memiliki wilayah yang sama. Apa sebenarnya kaitan pola gambar ini dengan ukuran berbagai dunia, kali ini Scott Onstott akan menjelaskan pola yang digambarkannya terkait misteri angka 666.

Mengungkap Misteri Angka 666

Dalam pengamatan terakhir, Scott menemukan persegi panjang sebagai jembatan untuk membuat kubus sebanding dengan bola. Perbandingan volume ini merupakan analogi dimensi yang lebih tinggi untuk triangulasi lingkaran berdasarkan wilayah. Scott menulis ulang rumus volume sebuah bola untuk menekankan pola penting pengulangan angka 3, yang dengan sendirinya menunjukkan segitiga atau trinitas.


Elevasi Piramid Besar Mesir dapat diamati dengan dua pola persegi panjang miring sehingga bertemu di puncaknya. Kemudian, Vitruvian Man Leonardo juga bergema dengan geometri persegi yang diciptakannya, dimana garis berkumpul dipusar menunjukkan bahwa tubuh manusia dibuat menjadi dasar pengukuran. Leonardo Da Vinci sangat memahami rahasia pusar manusia, pusat dari segala misteri dunia.


Scott juga membuat gambar yang disebutnya sebagai Misteri 273 untuk melihat berbagai fenomena yang berkumpul di angka 3 digit tersebut, termasuk proporsi relatif dari Bulan ke Bumi, bulan, siklus reproduksi manusia, dan air pada molekul tubuh manusia serta sebagian besar permukaan planet Bumi. Dimana semua perhitungan ini dikodekan dalam mengkuadratkan lingkaran.


Dengan membuat pola sebuah segitiga sama sisi dalam elevasi Piramida Besar di Mesir, sebuah resonansi terlihat dengan ukuran imperial. Panjang tepi 555,5 meter yang sama dengan 6666 inci, segitiga sama sisi didalamnya berukuran 3333.


Pengukuran ini muncul ketika menggunakan panjang dasar tepi 755,775 kaki. Jika dikalikan dengan 4 untuk menghitung basis perimeter lengkap, akan diperoleh 1007,7 meter, dimana angka ini merupakan dasar perimeter JH Cole yang disurvei pada tahun 1925. Pada tahun 1880, Prof WM Flinders Petrie melakukan survei kurang dari sepertiga inci lebih kecil berkisar 1007,6 meter. Tapi Scott sangat yakin dan perhitungannya berdasarkan resonansi panjang tepi piramida rata-rata 755,775 kaki. Alisis elevasi Piramida Besar menggunakan meteran. Panjang tepi 755,775 kaki = 230,360 meter, diameter lingkaran atas adalah 10(pi) meter.


Secara umum geometri berarti ukuran Bumi, sistem unit yang didasarkan pada geometri suci mungkin telah hilang dalam bencana atau dilupakan dari waktu ke waktu, dan dapat ditemukan kembali oleh budaya berikutnya secara akurat untuk mengukur bumi. John Michell dan Robin Heath, mereka menunjukkan dalam karyanya The Lost Science of Measuring the Earth, dijelaskan bahwa sistem imperial didasarkan pada ukuran Bumi dan keduanya mengeluarkan teori bahwa: 

Lingkar khatulistiwa bumi = 365,242 x 360 x 1000 kaki. Dengan kata lain dapat diartikan: jumlah hari dalam setahun matahari, jumlah derajat lingkaran, nilai skala 1000 sama dengan lingkar maksimum bumi dalam ukuran 'kaki'. Untuk membuktikan perhitungan ini, sistem satelit GPS WGS84 menggunakan data lingkar khatulistiwa bumi bernilai 24,901.4 mil. Dan jika dihitung secara matematika, keakuratan hasil perhitungan diatas 99,99%. 

Sistem metrik pada awalnya didasarkan pada pengukuran lingkar meridian bumi, jarak dari khatulistiwa ke kutub Utara dibagi menjadi 10 juta bagian yang ukuran meter. Scoot menganalisis diameter gabungan Bumi dan Bulan, diameter kutub Bumi dan bulan dengan pola 10000 x F kilometer, dimana F adalah rasio emas (kira-kira 1,61803) dan hasilnya 99,97%.

Diameter rata-rata Bumi dan Bulan jika digabungkan 10,077 mil (99,99%). Perimeter dasar (panjang keliling) Piramida Besar Mesir adalah 1007,7 meter dimana hasil ini merupakan angka yang sama tetapi mengukur jarak dalam satuan yang berbeda. Selain itu, dalam pengukuran laut juga ditemukan misteri angka 666. Jarak diukur sepanjang meridian menggunakan rumus: 6x6x6x100 menit busur lingkaran meridian. Dengan konvensi internasional, satu mil laut didefinisikan 1852 meter, faktanya bahwa 1851.85 meter sama dengan 5555.55 kaki, dan 5555.55 meter sama dengan 66,666.6 inci. 


Dengan memberi persegi diputar 45 derajat di ketinggian Piramida Besar, maka resonansi misterius muncul. Scott membatasinya dengan lingkaran dan menempatkan model bumi didalamnya dan kemudian diputar porosnya sehingga Giza tepat berada ditengah. Pola ini juga ditambah sosok manusia duduk dalam postur meditasi mengungkapkan bahwa sungai Nil sesuai dengan aliran berkelok-kelok, dimana energi kundalini mengalir dari jantung ke kelenjar pineal.


Geometri dapat digunakan untuk mengukur apa pun pada tubuh, bangunan, kota, Bumi dan lainnya. Piramida Besar Mesir awalnya dibalut batu kapur putih, beberapa batu pembalut itu selamat dan dari situlah bagaimana mengetahui sudut kemiringan piramida yang bernilai 51°51' sehingga diperoleh tinggi desain Piramida Besar 481 meter. Piramida ini dulunya terlihat seperti gunung putih berkilauan, dan anehnya puncak Mont Blanc tertinggi di Eropa dengan ketinggian 4810 meter. Mont Blanc berjarak 481 kilometer dari Louvre Pyramid, yang juga dibangun berdasarkan sudut kemiringan Piramida Besar. Apakah angka ini hanya kebetulan?

Scott juga menemukan jarak antara situs suci, misalnya antara Ka'bah di Mekah dan Tembok Barat di Yerusalem berjarak 666,6 mil nautikal, kemudian jarak Easter Island ke Mount Everest 6066 kilometer. Apakah angka 666 juga kebetulan?

Bagaimana dengan perhitungan ini, jika sumbu bumi dalam posisi miring 66.6° dari ekliptika (90-23,4 = 66.6), Bumi bergerak sekitar 66,600 mil perjam (akurasi 99,9%) dalam perjalanan mengelilingi Matahari. Afrika diukur 66.6° dengan lebar dari barat ke timur, sebuah garis ditarik dari titik paling selatan di Afrika, karena dari utara ke titik menyentuh Mediterania berukuran 66.6°. Dari Mediterranean diambil 33,33° melebar dari Gibraltar ke titik paling timur dekat Beirut.


Bukan kebetulan, maka hampir semua aspek yang dianggap penting sangat terkait dengan misteri angka 666, misteri yang sampai saat ini masih belum bisa terjawab. Apakah orang-orang terdahulu sudah memahami dan sengaja membuatnya dengan ukuran terkait angka 6? Bahkan tubuh manusia dan Bumi juga memiliki hal yang sama, masihkan Anda menganggap misteri angka 666 terkait dengan satanisme? Kelompok yang menggunakan angka 6, mereka sangat memahami misteri kekuatan angka yang diciptakan Tuhan dan menggunakannya sebagai bagian dari ritual.

Suku Arktik Terisolasi Di Kutub Utara Selama 4000 Tahun

Dalam studi sejarah dan DNA, ilmuwan meyakini bahwa peradaban pernah berkembang di Arktik selama sekitar 5000 tahun lalu. Bukti arkeologis jelas menunjukkan berbagai budaya selamat dari iklim yang keras di Alaska, Kanada dan Greenland selama ribuan tahun. Tetapi ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, dari mana mereka datang? Apakah melalui gelombang mograsi, kapan, siapa nenek moyang keturunan mereka, dan siapa sebenarnya yang disebut masyarakat suku Arktik? 

Studi ini menjawab pertanyaan yang beredar dalam arkeologi suku Arktik selama hampir satu abad, dimana orang-orang Paleo-Eskimo dan Neo-Eskimo secara genetik berbeda dan asal-usul yang terpisah di Siberia Timur. Paleo-Eskimo (suku Arktik kuno) tetap terisolasi di Kutub Utara Timur selama ribuan tahun tanpa pencampuran signifikan satu sama lain atau bercampur dengan Indian Amerika, Norse, ataupun nenek moyang Eropa lainnya.

Para ilmuwan saat ini mungkin telah mendapatkan jawaban berkat studi DNA komprehensif dari penduduk suku Arktik dan orang-orang yang pernah hidup di Greenland, Kutub Utara Kanada, Alaska, Kepulauan Aleutian dan Siberia. Studi ini dikerjakan oleh tim internasional dari Centre for GeoGenetics - Natural History Museum of Denmark, University of Copenhagen, dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah Science.

Suku Arktik Kuno Terisolasi Selama Ribuan Tahun

Arktik-Amerika Utara, merupakan salah satu wilayah utama yang dianggap pernah dihuni manusia modern. Peradaban ini diyakini pernah terbentuk ketika manusia menyeberangi Selat Bering dari Siberia dan berjalan ke daratan baru. Suku Arktik telah lama diteliti arkeolog tetapi sedikit bukti yang ditemukan, terlebih khusus pada prasejarah genetik. Dalam studi ini, ilmuwan membuktikan bahwa Paleo-Eskimo yang tinggal di Kutub Utara sekitar 5000 tahun yang lalu sampai sekitar 700 tahun lalu, merupakan gelombang migrasi berbeda dan terpisah dari penduduk asli Amerika yang menyeberangi Selat Bering dan Inuit. Mereka berasal dari Siberia ke Kutub Utara beberapa ribu tahun setelah periode Paleo-Eskimo.

Menurut Profesor Eske Lundbeck, pada kenyataannya Paleo-Eskimo mewakili satu kelompok tunggal yang merupakan orang pertama di Kutub Utara, dan suku Arktik kuno telah selamat tanpa kontak keluar selama lebih dari 4000 tahun. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa Paleo-Eskimo telah selamat dari isolasi lingkungan Kutub Utara yang keras dan menghilang sekitar 700 tahun yang lalu. Waktu yang bersamaan ketika nenek moyang modern Inuit menyebar ke arah timur dari Alaska.

Dalam literatur arkeologi, perbedaan antar budaya di Kutub Utara dimulai pada periode sebelum munculnya budaya Thule yang menggantikan semua budaya suku Arktik sebelumnya dan merupakan nenek moyang Inuit di Alaska, Kanada dan Greenland. Budaya sebelumnya termasuk Saqqaq atau Pre-Dorset dan Dorset terdiri dari tradisi Paleo-Eskimo, kemudian Dorset selanjutnya terbagi menjadi tiga tahap. Semua penduduk ini memiliki budaya, gaya hidup dan subsisten ciri khas seperti yang terlihat dalam catatan arkeologi, walaupun dalam beberapa periode wilayah Arktik tidak memiliki pemukiman manusia. 

Fakta ini justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai kemungkinan beberapa gelombang migrasi dari Siberia ke Alaska. Atau mungkin penduduk asli Amerika bermigrasi ke utara selama 4000 tahun menghuni wilayah Arktik. Eske Willerslev mengatakan, secara genetik semua budaya Paleo-Eskimo berbeda milik kelompok manusia yang sama. Di sisi lain suku Arktik tidak terkait erat dengan budaya Thule dan tidak ada indikasi asimilasi antara kedua kelompok.

Dipastikan, Paleo-Eskimo bukan keturunan penduduk asli Amerika, studi genetik mengungkap setidaknya tiga sumber nenek moyang terpisah dalam migrasi dari Siberia ke Amerika dan Arktik. Ketiga sumber itu adalah nenek moyang penduduk asli Amerika, kemudian Paleo-Eskimo dan akhirnya nenek moyang Inuit yang keturunannya juga bertahan sampai hari ini.

Studi ini menolak spekulasi bahwa Paleo-Eskimo mewakili beberapa orang yang berbeda, termasuk nenek moyang penduduk asli Amerika atau mereka termasuk nenek moyang Inuit modern. Juga menolak teori bahwa Greenland pantai timur atau Kanada Sadlermiut, yang pernah hidup di pulau Southampton di Teluk Hudson, yang mati hingga akhir 1902-1903, mereka termasuk kelompok masyarakat Dorset. Tetapi studi genetika kali ini menunjukkan bukti baru bahwa kelompok Inuit telah mengembangkan budaya seperti Dorset.

Keragaman alat dan cara hidup dari waktu ke waktu dalam arkeologi sering diartikan sebagai hasil dari migrasi, pada kenyataannya tidak selalu mencerminkan masuknya kelompok manusia baru. Suku Arktik kuno tinggal dalam isolasi selama lebih dari 4000 tahun dan selama waktu itu budaya mereka berkembang dengan berbagai cara. Pada dasarnya ada dua gelombang migrasi berturut-turut dari kelompok genetik yang berbeda memasuki wilayah Arktik dan menciptakan tiga budaya diskrit. 

Akan tetapi, penelitian ini tidak dapat menjelaskan mengapa hilangnya Paleo-Eskimo bertepatan dengan nenek moyang Inuit ketika mulai menjajah Arktik. Diduga, nenek moyang Inuit menyeberangi Selat Bering sekitar 1000 tahun yang lalu dan mencapai Greenland sekitar 700 tahun yang lalu, mereka memiliki teknologi yang lebih tinggi.

Mitos Inuit menceritakan tentang nenek moyang sebelum mereka yang kemungkinan besar merujuk pada suku Arktik kuno (Paleo-Eskimo). Dalam mitos itu nenek moyang mereka disebut sebagai Tunit atau Sivullirmiut, artinya 'Penduduk pertama'. Dalam mitos itu disebutkan bahwa nenek moyang mereka adalah raksasa, tubuhnya lebih tinggi dan lebih kuat dari Inuit tetapi takut pemukiman mereka dihuni pendatang baru.

Sejak ditemukannya budaya Paleo-Eskimo di Arktik Amerika Utara pada tahun 1925, arkeolog dibingungkan oleh hubungan mereka dengan leluhur budaya Thule dari Inuit modern. Sementara budaya Paleo-Eskimo digantikan dengan cepat sekitar tahun 1300-1400, hanya saja jejak mereka menjadi referensi dalam mitologi Inuit dan adopsi beberapa elemen teknologi Dorset. 

Kisah Hercules Yunani Meniru Legenda Baladewa India?

Dalam artikel yang lalu telah dijelaskan tentang asal usul kerajaan Babilonia kuno, didirikan oleh seorang raja Belus dari Mesir, jauh sebelum kehadiran Nimrod dan Semiramis. Kisah ini akan menceritakan siapa sebenarnya Raja Belus yang dianggap orang-orang Mesir, Fenisia dan Babilonia sebagai dewa, sosok yang sangat mirip dengan karakter pahlawan, Hercules dari Yunani.

Jika mengikuti narasi tradisional dan mengeksplorasi hubungan simbolis, sangat jelas bahwa kisah Raja Belus dari Mesir dan Babilonia, Melqart dari Fenisia, Hercules dari Yunani, serta para dewa Bel ataupun dewa Baal orang Ibrani, sebenarnya mereka sosok yang sama, dia adalah Balarama atau Baladewa. 

Di akhir Dwapara Yuga, Krishna dan Balarama meninggalkan dunia setelah seumur hidup menjalani prestasi luar biasa. Sebuah alasan yang sangat mendukung bahwa kisah Hercules sebenarnya berdasarkan pada peristiwa sejarah dari masa lalu yang terlupakan. Bibhu Dev Misra, seorang peneliti independen mengungkapkan kisah Hercules Yunani yang meniru kepribadian Baladewa dari India.

Siapakah Sosok Hercules Yunani?

Sejarawan Yunani seperti Arrianus dan Diodorus Siculus dianggap telah mengutip karya termasuk kisah Megasthenes (seorang etnografer Yunani dan explorer dalam periode Helenistik, penulis karya Indika, 350-290 SM). Kisah ini telah mewakili Hercules sebagai penduduk asli India seperti yang digambarkan di orang-orang India, dia dipuja suku Surasena di kota Mathura sekitar tepi sungai Yamuna. Kisah ini mennceritakan bahwa Hercules Yunani merupakan Balarama, kakak dari Krishna. Sejumlah sarjana Oriental pada awal abad ke-19 termasuk Kapten Francis Wilford dan Kolonel James Tod, telah memberikan wawasan lebih lanjut yang mendukung kisah ini. 



Balarama (Baladewa, Baladeva) seringkali digambarkan berkulit putih, jika dibandingkan dengan saudaranya Krishna berkulit biru gelap. Senjatanya adalah bajak dan gada, secara tradisional Baladewa memakai pakaian biru dan kalung dari rangkaian bunga hutan. Baladewa digambarkan memiliki fisik yang sangat kuat diaman hal ini terkait dengan nama 'Bala' dalam bahasa Sanskerta berarti 'Kuat', dan sekaligus merupakan teman kesayangan Krishna.

Kisah Hercules Yunani dan Baladewa memperkenal sosok yang kuat dan berani, mereka telah membebaskan dunia dari kejahatan monster. Kedua pahlawan digambarkan dalam seni dan patung yang memegang berbagai alat seperti kulit singa, cangkir anggur, busur dan anak panah, pedang, bajak, gada dan lainnya. Eksploitasi di India, Dewa Balarama juga berbagi elemen simbolik diantaranya ular berkepala banyak, banteng ganas, burung pemakan manusia, kuda bernapas api, yang menunjukkan bahwa kisah ini muncul dari sumber yang sama. 

Menurut legenda Hercules Yunani (Hercules) pertama kali menginjakkan kaki di kota Heracleion wilayah Mesir, terletak dekat muara Sungai Nil dan sangat dekat dengan Alexandria. Sebuah kuil besar Heracles telah dibangun dan pernah dikunjungi oleh Helena dan Paris sebelum Perang Troya, karena mereka melarikan diri dari kemarahan suami Helena Menelausi. Berabad-abad kemudian, Herodotus juga mengunjungi kuil Heracles di Heracleion.

Ketika Heracles tiba di Mesir, raja yang memerintah Mesir pada waktu itu adalah Busiris, dimana peramal Oracle juga pernah menyarankan untuk membuat pengorbanan tahunan di altar Zeus untuk mengakhiri bencana kelaparan yang melanda Mesir. Kehadiran Hercules di Mesir ditangkap dan menyebabkan Mezbah, tetapi dia memecahkan rantai dan membunuh Busiris bersama-sama dengan anaknya Amphidamas.

Menurut catatan Diodorus Siculus, sebuah catatan yang dibuat sekitar tahun 50 SM berkaitan dengan kisah Hercules, dimana kisah itu menceritakan banjir besar Sungai Nil yang menenggelamkan seluruh Mesir. Prometheus merupakan pengawas dari sebuah distrik tertentu di Mesir, dia berusaha untuk menghentikan banjir tapi tidak berhasil dan bunuh diri karena putus asa. Hercules kemudian tiba tepat pada waktunya dan menghentikan banjir.

Begitupula Baladewa dikisahkan pernah mengalihkan aliran sungai Yamuna menggunakan bajak, sementara Hercules mengalihkan aliran sungai Alfeus untuk membersihkan kandang Augean. Tindakan menghentikan banjir sungai sesuai dengan kemampuan super yang secara tradisional dikaitkan dengan Hercules dan Baladewa.

Sejak zaman Yunani kuno, penyebutan Yavanas atau Yonas dalam teks Sansekerta telah mengambil bagian cerita dalam kisah Perang Mahabharata. Beberapa kisah Yunani juga ada di India selama zaman itu, terutama di Mathura, tempat kelahiran Baladewa dan tampaknya,... sangat mungkin bahwa Yunani telah mengidolakan Baladewa untuk mengeksploitasi sosok heroik Hercules Yunani dan mengubahnya menjadi pahlawan dalam budaya mereka.

Raja Belus, Hercules Dari Mesir Dan Babilonia

Diodorus Siculusxii pernah menyebutkan, Raja Belus dari Mesir pergi meninggalkan Mesir bersama koloninya dan menetap didekat sungai Efrat. Pausanias seorang ahli bahasa Yunani dan geografi tahun 110 M, menyatakan bahwa Raja Belus (Babilonia) menggunakan namanya di Mesir. Sejarawan Romawi Eusebius menuliskan bahwa Belus dianggap sebagai raja kuno yang mendirikan Babilonia, dimana awalnya semua wilayah Babilonia merupakan air dan disebut laut. Dia membangun Babilonia yang dikelilingi dinding hingga pada waktu yang ditentukan dia menghilang.

Hercules Yunani Dan Mesir

Di Mesir, Hercules (Baladewa) memainkan peran sangat signifikan yang sebagian besar tetap belum diselidiki. Sesuai dengan teks kuno, dia telah digulingkan dari seorang raja tiran bernama Busiris dan mengangkat anaknya Ramses diatas takhta Mesir, hal ini dianggap sebagai fase baru dalam sejarah Mesir. Demikian pula kisah kehidupan akhir dari Dwapara Yuga sekitar tahun 4000 SM, sesuai dengan Periode Predinastik Mesir khususnya terkait Naqada I atau Periode Amratian dari tahun 4000 SM hingga 3500 SM.

Bukti yang jelas dalam bentuk seni dan teknologi selama periode Naqada I mungkin disebabkan kedatangan Raja Belus di Mesir. Periode ini juga menjelaskan mengapa Mesir Kuno mampu mencatat raja-raja Mesir seperti Belus dan Busiris kesalah satu firaun terkenal dari Periode Dinasti, terjadi hampir 1000 tahun sebelum Dinasti Mesir Awal sekitar tahun 3100 SM.

Warisan Hercules (Baladewa) masih tertinggal di Mesir kuno terutama sehubungan dengan institusi kerajaan. Analisis berbagai simbol misterius dan membingungkan terkait dengan Regalia dari firaun Mesir mengungkapkan bahwa diseluruh Dinasti Mesir, Firaun hanya mencoba meniru sosok Hercules (Baladewa) yang melambangkan kekuasaan, wewenang dan kerajaan.

Catatan Apollodorus pada tahun 180 SM mengatakan bahwa Belus menguasai Mesir dan Libya, sementara saudara kembarnya Agenor memerintah Tirus dan Sidon di Phoeniciavi. Belus memiliki dua putra, Aegyptus (Ramses) dan Danaus, Belus diangkat Aegyptus sebagai penguasa Mesir dan menempatkan Danaus di Libya. Kemudian, penulis Suidas pada abad ke-10 juga pernah menyusun ensiklopedia tebal tentang Mediterania kuno yang dikenal sebagai Suda Lexicon, dia menyatakan bahwa nama Mesir berasal dari Aegyptus, anak Belus.

Suidas mengatakan: "Ramses, anak Belus merupakan putra dari Zeuth datang ke wilayah yang disebut Mestraea (Mesir kuno) dan memperoleh kedaulatan atas penduduk negara. Dia adalah manusia yang kemudian mereka sebut sebagai Aegyptus, dan daerah itu memiliki mata uang yang mencetak dirinya". Tetapi ada juga pendapat bahwa Aegyptus adalah nama lain dari Belus, karena menurut catatan Aeschylus, penyair dan dramawan Yunani yang hidup sekitar tahun 525 SM, setelah Belus menaklukkan Misraim (Mesir) dia menata Melampodes dan sebutan Mesir mulai digunakan setelah Aegyptus.

Beberapa maksud yang pernah dinyatakan Arrianus diantaranya kisah Hercules dari India memiliki kebiasaan yang sama dengan Hercules dari Thebes, Mesir. Dan bahwa Hercules dari Thebes tak lain adalah Khonsu yang merupakan salah satu anggota para Dewa di Thebes bersama dengan Amun dan Mut. Herodotus disebut Khonsu (Heracles Khonsu) dimana sebuah kuil Heracles Khonsu ditemukan diantara reruntuhan Heracleion sekitar Abu Qir bay, Alexandria. Khonsu sama seperti Hercules dan Baladewa, dia dianggap sebagai pelindung dan pembela, dewa kesuburan, pertanian, kejantanan, penyembuh, dan dianggap sebagai Ular Besar yang mengambil bagian dalam penciptaan kosmik. 

Seperti Baladewa, Khonsu dikaitkan dengan simbol pohon palem dan penggambarannya sebagai Firaun Mesir yang diturunkan ilahi, sesuai dengan kisah Hercules dan Baladewa dimana mereka didewakan setelah kematiannya. Sementara itu, kisah Khonsu memiliki berbagai unsur simbolik dengan Hercules dan Baladewa, sumber teks Mesir kuno justru tidak menjelaskan apakah dia pernah melakukan perbuatan Heroik seperti Hercules. 

Teks kuno menceritakan kisah Belus, dimana filsuf Cicero mengatakan bahwa Hercules dari India (Baladewa) pernah tercetak dalam mata uang Belus dan dia menggunakan istilah Hercules Belus yang secara tak langsung merujuk pada Baladewa. Baladewa tak lain adalah kakak Krishna, maka dalam konteks ini istilah Hercules bertindak sebagai 'Baladewa' seperti yang disarankan Kolonel James Todd, istilah Hercules terlihat senyawa (Hari-Kula Es) yang berarti 'Hari dari ras Tuhan'.

Baladewa juga membangun kota Palibothra (Patna modern) yang merupakan ibukota India kuno. Strabo mengatakan bahwa Palibothra merupakan kota terbesar di India, terletak di pertemuan Sungai Gangga dan Erranaboas. Dia mengatakan, Palibothra berbentuk seperti jajaran genjang dengan sisi panjang 8 kilometer dan lebarnya 1,5 mil. Parit yang tertutup sepanjang 600 kaki dan selebar 45 meter untuk menampung limbah kota, dikelilingi oleh tembok tinggi dengan 570 menara dan 64 gerbang, dinding bagian atas terbuat dari kayu dilengkapi lubang-lubang untuk pemanah. 

Menurut Pliny, tidak ada kota di India yang menyaingi Palibothra. Ada persamaan yang jelas antara arsitektur, tata letak dan skala kota kuno Babilonia dan Palibothra. Bukti mendukung gagasan bahwa keduanya dibangun oleh orang yang sama, secara kronologis terlihat bahwa Raja Belus dan Balarama hidup diperiode waktu yang sama.

Beberapa pendapat berbeda menjelaskan kapan periode Raja Belus pernah hidup dan berapa lama dia memerintah Babilonia. Menurut Philo, seorang filsuf Yahudi Helenistik Alexandria tahun 50 M, Belus membangun Babilonia 2000 tahun sebelum periode Semiramis, istri Ninus yang naik tahta setelah kematian suaminya dan membawa berbagai karya seni agung serta arsitektur sipil diseluruh kerajaannya. Menurut Diodorus Siculus, Ninus hidup sekitar tahun 1950 tahun sebelum Masehi, hampir bersamaan dengan waktu nabi Ibrahim. Artinya Belus hidup 2000 tahun sebelum Ninus, hampir 3950 tahun sebelum Masehi. Sangat dekat dengan periode akhir Dwapara Yuga dalam sistem India Yuga tahun 3976 SM (Kalender Saptarshi sebagai dasar Siklus Yuga). 

Dewa Baal, Sosok Hercules Ibrani Dan Kanaan

Raja Belus mendirikan kerajaan Babilonia yang memerintah selama berabad-abad setelah kepergian Belus. Nebukadnezar II (562 SM) telah membangun kembali dan menghiasi kota Babilonia dan menganggap dirinya telah menerimanya dari Belus. Di India juga demikian, cucu Baladewa memerintah selama berabad-abad di Palibothra (Patna). Seperti Hercules dan Baladewa, Raja Belus juga dianggap sebagai dewa setelah kematiannya dan dipuja oleh orang Ibrani sebagai Bel atau Dewa Baal.



Orang-orang Ibrani dan Kanaan menyembah Bel atau Baal, dia dianggap dewa pelindung Nippur dan namanya berarti 'Yang Agung'. Dewa Baal juga mengawasi Babilonia meskipun istilah Baal digunakan sebagai kehormatan atau titel beberapa dewa di Levant dan Asia Kecil, seperti Ish-Baal ataupun Hannibal.

Baladewa, Balarama

Kesamaan nama Baal dan Balarama atau Balram, dimana nama Bala-Rama berarti 'Rama Kuat', sementara 'Bala' ataupun 'Bal' (Baal) hampir identik yang mendukung hipotesis bahwa keduanya adalah orang yang sama. Istilah 'Bal' masih banyak digunakan di India seperti yang digunakan pada zaman kuno sebagai akhiran untuk penyebutan nama seperti Hannibal atau Ishbaal. Sama seperti Baladewa, Baal dianggap sebagai pemberi kemenangan (Baal Sang Penakluk), dewa pelindung hujan, pertumbuhan, kesuburan, dan hasil bumi. 

Kuil Baal selalu memiliki batang pohon suci atau tiang yang ditanam di sampingnya, dan sering digambarkan memegang batang pohon ditangannya. Pilar suci juga sering dibangun dekat dengan Shrine. Semua ini bisa kita temukan pada ajaran Hindu dan ikonografi Jain. Salah satu simbol yang terkait dengan Baladewa adalah pohon palem, dimana sebuah pilar yang merupakan simbol dari Balarama yang disebut Talanka. Pohon palm juga disimbolkan pada standar kereta Balarama yang disebut Taladhvaja.

Melqart, Hercules Fenisia (Phoenicia)

Perspektif lain yang menarik menyangkut saudara kembar dari Raja Belus disebut Agenor, dia memerintah Tirus dan Sidon di Phoenicia. Menurut Philipp Karl Buttmann, seroang ahli bahasa Jerman, nama asli Fenisia (Phoenicia) adalah Khna. Fenisia adalah salah satu dari beberapa manusia yang memiliki Kanaan (subkelompok dari bangsa Semit) bisa ditelusuri dari asal usul leluhur mereka yang disebut Khna atau Canaan. Wilayah Kanaan termasuk daerah pesisir Suriah, Israel dan Lebanon juga memiliki asal yang sama. Orang-orang Yunani selalu menggunakan istilah Khna untuk menyebut tanah Cannan dan Mesir menyebut daerah ini sebagai Tanah Kana'an.

Baladewa juga mempunyai adik laki-laki bernama Krishna dan mereka benar-benar tak terpisahkan seperti saudara kembar. Salah satu nama Krishna yang sangat populer adalah Kanha (Kanhaiya) yang terdengar sangat mirip artinya dengan Phoenician Khna. Nama Kanha banyak digunakan di India bahkan sampai hari ini, oleh karena itu saudara kembar Belus sebenarnya tak lain adalah rekan dari Baladewa, yaitu Krishna (Khna).

Raja Belus melakukan perjalanan ke Babilonia dan melakukan beberapa tugas seperti kisah Hercules Yunani. Ribuan tahun kemudian, pelaut Fenisia misterius mengadopsinya sebagai dewa utama, Melqart. Bukan kebetulan jika Baladewa diceritakan pernah membangun kota-kota besar dan istana megah, dimana dalam kisah Raja Belus diceritakan membangun kota Babilonia dari daratan berair dan lautan, sementara Dewa Krishna dalam kisah Balarama (Baladewa) diceritakan mengambil tanah dari Laut Arab dan membangun kerajaan Dwaraka (kerajaan yang tenggelam dibawah laut pada akhir Dwapara Yuga). 

Orang-orang Fenisia hidup dan berkembang sebagai pelaut, budaya perdagangan tersebar diseluruh Mediterania, dan mendirikan berbagai kota pelabuhan. Orang-orang Fenisia menyembah dewa bernama Melqart, dewa yg mengawasi kota Fenisia, Tirus. Melqart juga disebut sebagai 'Baal Melqart' dan 'Baal Tirus', dimana nama Melqart menandakan raja kota ataupun raja kuat. Fenisia menganggapnya sebagai dewa panen, dewa yang membawa sukacita dalam sebuah kereta. Sebuah patung perunggu yang ditemukan abad ke-15 menggambarkan dewa Melqart dengan cara yang sangat mirip dengan Baal, berjenggot, mengenakan penutup kepala berbentuk kerucut, dan tangan terangkat siap tempur.

Sejarawan Yunani Thomas Maurice menulis dalam Antiquities India pada tahun 1812, bahwa Hercules (Yunani) adalah penduduk asli India dan merupakan kakak dari Krishna. Dalam tulisannya disebutkan bahwa Hercules India, raja dewa Belus, adalah sosok yang dipuja di Tirus dan merupakan promotor besar perdagangan dan navigasi. Dia dipuja Busiris di Mesir, singkatnya kisah Hercules diadopsi orang Yunani dari legenda Baladewa India.

Melqart juga disebut sebagai Belus, sama seperti yang digunakan Balarama. Begitupula orang Yunani mengidentifikasi Melqart sama dengan Heracles dan menyebutnya sebagai Tyrian Heracles. Sejumlah uang koin dari Fenisia menggambarkan Tirus dan menunjukkan Melqart dengan kulit singa terikat dilehernya, sisi balik koin bergambar elang dengan cabang pohon palm di atas sayap kanan. Gambar kulit singa cabang pohon palm tak lain merupakan simbol dari Balarama.

Keturunan Israel Yang Hilang

Sekitar tahun 1900 SM, ada seorang Ibrani yang bernama Yakub yang merupakan leluhur Bangsa Israel. Nama Yakub kemudian diganti menjadi Israel. Israel memiliki 12 orang anak, Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf, dan Benyamin. Keturunan merekalah yang disebut dengan ke-12 Suku Israel. Ke-12 Suku ini disebut sebagai "orang Israel".

Setelah mereka menduduki tanah Kanaan, Suku Lewi tidak mendapatkan daerah warisan karena mereka adalah Suku spesial, yaitu Suku para Imam. Suku Yusuf maka dibagi menjadi dua menurut anak-anak Yusuf, yaitu Manasye dan Efraim (karena Yusuf mendapat berkat ganda dari ayahnya, Israel). Demikianlah tanah Kanaan dibagi menjadi 12 bagian oleh orang Israel.

Kedua belas suku Israel mencapai puncak kejayaannya pada pemerintahan Raja Salomo pada abad ke-10 SM. Namun setelah kematian Salomo, Kerajaan Israel terpecah menjadi dua, menjadi Kerajaan Israel Utara (yang disebut "Kerajaan Israel") dengan 10 suku, dan Kerajaan Israel Selatan (yang disebut "Kerajaan Yehuda") hanya dengan suku Yehuda dan suku Benyamin. Kerajaan Israel beribukota di Samaria dan Kerajaan Yehuda/Yudea beribukota di Yerusalem. Kata "Yahudi" dipakai untuk menyebut keturunan dari Kerajaan selatan ini, yang akhirnya membentuk Negara Israel modern, dengan demikian merujuk pada orang Israel modern.

Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang' berasal dari Kerajaan utara, sementara Suku Yehuda dan Benyamin bergabung dengan Kerajaan selatan. Pada abad kedelapan SM Kerajaan utara ditaklukkan oleh Bangsa Asiria dari Kekaisaran Asiria, dan kesepuluh Suku Israel tersebut ditawan dan dipaksa untuk pergi ke Negeri Asiria. Mereka tidak pernah kembali lagi dan tidak ada catatan tentang mereka lagi. Merekalah yang disebut dengan Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang'.

Mengenai Suku Simeon yang tidak banyak disebutkan dan dipercaya telah tercerai-berai sejak kematian Yakub, beberapa sumber menggabungkan Suku ini dengan kesepuluh Suku yang 'hilang' dari utara, namun beberapa lainnya menggabungkannya dengan Kerajaan selatan, dan posisinya dalam 'kesepuluh' Suku digantikan oleh 'Manasye barat' dan 'Manasye timur' (Suku Manasye yang besar memiliki dua bagian tanah, satu di tepi barat sungai Yordan, dan satu di sebelah timurnya).

12 Suku Israel

Menurut kitab suci Yahudi dan Kristen, Yakub mempunyai 12 anak laki-laki dan 1 anak perempuan yang tercatat (Dina) dari 2 istri dan 2 gundik, yaitu (dengan urutan kelahiran dalam tanda kurung):

Lea : Ruben
Simeon
Lewi
Yehuda
Isakhar
Zebulon
Dina(P)
Rahel : Yusuf , Benyamin
Bilha : Dan, Naftali
Zilpa : Gad, Asyer

Kedua belas anak laki-laki ini kelak menjadi bapak leluhur dari "Dua belas suku Israel". Ketika Musa, Eleazar, Yosua dan para kepala suku-suku Israel membagi tanah Israel pada 12 suku ini, Suku Lewi tidak mendapatkan bagiannya karena suku ini dikhususkan untuk menjadi imam. Suku Yusuf, atas wasiat Yakub sebelum meninggal, mendapatkan dua bagian tanah melalui Suku Efraim dan Manasye, yang merupakan keturunan dari dua putra Yusuf dari Asnat, istrinya yang berasal dari Mesir.

Suku Yehuda, dan Suku Benyamin bergabung membentuk Kerajaan Yehuda/Yudea, yang dipercaya merupakan cikal bakal dari bangsa Yahudi yang hidup saat ini. Suku Lewi yang memiliki tugas keagamaan sama sekali tidak memiliki tanah (hanya menguasai area Bait Suci dan 6 kota sisa). Sedangkan suku lainnya (Ruben, Simeon, Isakhar, Zebulon, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Efraim, Manasye Timur, dan Manasye Barat) merupakan bagian dari Kerajaan Israel Utara yang nantinya dinyatakan sebagai "Suku yang Hilang".

Kerajaan Israel Utara

Setelah perang saudara di waktu pemerintahan Rehabeam, anak dari Raja Salomo, 10 Suku melepaskan diri dari Kerajaan utama dan membuat Kerajaan sendiri yaitu Kerajaan Israel Utara. 10 Suku ini terdiri dari 9 Suku (yang memiliki hak tanah) yaitu Suku Zebulon, Isakhar, Asyer, Naftali, Dan, Manasye, Efraim, Ruben dan Gad, dan beberapa anggota dari Suku Lewi yang tidak memiliki hak tanah. Suku Simeon tidak disebut sama sekali dalam Alkitab dan banyak yang percaya bahwa Suku ini telah tercerai berai sejak kembali dari Mesir.

Kerajaan Israel Selatan atau Yehuda/Yudea, beribukota di Yerusalem dan dipimpin oleh Raja Rehabeam. Kerajaan ini memiliki penduduk dari Suku Yehuda dan Benyamin (dan juga oleh beberapa anggota Lewi dan Simeon yang masih tersisa).

Penaklukan Bangsa Asing

Pada tahun 721 SM [Samaria] sebagai ibuKota Kerajaan Israel Utara diserbu oleh pasukan Asyur (Asiria) yang dipimpin oleh Salmaneser V dan dilanjutkan oleh Sargon II. Dan satu tahun kemudian Samaria takluk dan dihancurkan. Penduduk Kerajaan Israel Utara yang terdiri dari 10 suku Israel (suku Yehuda dan suku Benyamin tidak termasuk di dalamnya) diasingkan dan dibuang ke Khorasan, yang sekarang merupakan bagian dari Iran Timur dan Afganistan Barat. Suku-suku ini dipercaya oleh bangsa Yahudi sekarang telah hilang dari sejarah, karena melebur dengan suku-suku bangsa tempat mereka tinggal.

Perang pun terus berlanjut di Timur Tengah. Bangsa-bangsa kuat saling beradu satu sama lain memperebutkan kawasan Timur Tengah. Pada tahun 603 SM, kekuasaan bangsa Asyur ("Asiria") digantikan oleh bangsa Babel ("Babilonia"). Di masa kekuasaan Babel, Kerajaan Israel Selatan atau Kerajaan Yehuda jatuh, dan Yerusalem dihancurkan (587/586 SM). Setelah itu berlangsunglah masa pembuangan di Babel. 50 tahun kemudian, 538 SM, Kekaisaran Persia merebut kekuasaan Babel. Sebagian Suku Yehuda dan Benyamin diperkenankan untuk kembali ke Yudea. Namun sepuluh Suku Israel lainnya, penduduk Kerajaan Israel Utara, tidak pernah disebutkan kembali sebagaimana dua suku itu, sehingga mereka dijuluki sebagai "Sepuluh Suku (Utara) Israel yang 'Hilang'".

Tulisan Flavius Yosefus tentang Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang'

Dalam Alkitab Perjanjian Lama 2 Raja-raja 18:11 tertulis "Raja Asyur mengangkut orang Israel ke dalam pembuangan ke Asyur dan menempatkan mereka di Halah, pada sungai Habor, yakni sungai Negeri Gozan, dan di Kota-Kota orang Madai "

Tempat-tempat ini sekarang terletak pada bagian utara Irak dan sebelah barat laut Iran yang disebut Kurdistan. Kesepuluh Suku Israel tersebut mulanya diangkut ke sana.

Menurut sejarawan kuno Flavius Yosefus yang hidup pada abad pertama Masehi, di mana ia menulis tentang keberadaan kesepuluh Suku tersebut: "... kesepuluh Suku yang berada di Efrat hingga sekarang, dan yang berjumlah sangat besar, yang jumlahnya tidak dapat diperkirakan." (Antiquitates Iudaicae 11:2)

Yosefus menulis bahwa pada abad pertama Masehi kesepuluh Suku Israel hidup dalam jumlah yang sangat besar di seberang Sungai Efrat. Hal ini mungkin berarti bahwa beberapa dari mereka tersebar ke sebelah timur sungai Efrat.

Pathans (Pasthun) di Afghanistan & Pakistan

Pathans atau Pasthun menganggap diri mereka sebagai anak-anak Israel, meskipun mereka beragama Islam. Bangsa Pasthun memiliki kemiripan dengan kebiasaan Israel kuno. Bangsa Pasthun kini tinggal di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Mereka disebut Afghans atau Pishtus menurut bahasanya. Di Afghanistan, jumlah mereka sekitar enam juta jiwa, dan di Pakistan sekitar tujuh hingga delapan juta jiwa dan dua juta jiwa lagi hidup seperti Suku Badui. Bukti-bukti yang menarik adalah beberapa nama Suku-suku yang sama dengan Suku-suku Israel seperti:

    "Suku Harabni" yakni Ruben,
    Suku Shinwari adalah Simeon,
    Suku Levani - Lewi,
    Suku Daftani - Naftali,
    Suku Jaji - Gad,
    Suku Ashuri - Asyer,
    Suku Yusuf Su, anak-anak Yusuf,
    Suku Afridi - Efraim, dan seterusnya.

Pathans atau Pasthun mengaku mempunyai hubungan dengan Kerajaan Israel kuno dari Suku Benyamin dan keluarga Saul. Menurut tradisi, Saul mempunyai seorang anak, bernama Yeremia yang memiliki anak bernama Afghana.

Menurut Alkitab, terutama Kitab 2 Raja-raja, Kitab 1 Tawarikh dan Kitab 2 Tawarikh, sepuluh suku Israel dibuang ke Halah, Havor, sungai Gozan dan Kota-Kota Madai. Beberapa kemiripan Tradisi Pasthun dengan Israel kuno: memiliki sunat untuk anak laki-laki pada hari kedelapan, Patrilineal (Garis Bapak), menggunakan Talith (Jubah Doa) Tsitsit, pernikahan (Hupah), kebiasaan kaum wanita (pembasuhan di sungai), pernikahan dari pihak keluarga ibu atau bapak (Yibbum), Sangat menghormati bapak, larangan memakan daging kuda dan unta, Shabbat dengan menyiapkan 12 roti Hallah, menghidupkan lilin pada saat Shabbat, hari Yom Kippur, menyembuhkan penyakit dengan bantuan kitab Mazmur (menempatkan kitab Mazmur dibawah kepada pasien, nama-nama Ibrani di desa-desa dan menyebut nama Musa, dan menggunakan simbol bintang Daud. Mereka hidup sebagai Suku-suku yang terpencar dan memiliki hukum tradisi yakni Pashtunwali atau hukum Pasthun yang mirip dengan hukum Taurat. Pasthun bertradisi pernikahan ipar, yang mengharuskan saudara laki-laki menikahi janda saudaranya yang meninggal tanpa keturunan, sama seperti Israel kuno (Ulangan 25:5-6). Pasthun juga bertradisi mengorbankan kambing-domba penebusan, sama seperti masa Israel kuno yang membebankan dosa seluruh Bangsa pada domba yang diusir ke gurun dan disembelih (Imamat 16).

Kashmir di India bagian utara

Di India bagian utara yakni Kashmir terdapat sekitar 5-7 juta jiwa. Terdapat nama Ibrani di lembah dan di desa-desa di Kashmir seperti Har Nevo, Beit Peor, Pisga, Heshubon. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa Bangsa Kashmir keturunan Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang' pada pembuangan tahun 722 SM. Penampilan fisik mereka berbeda dengan umumnya orang India. Tradisi mereka memang mengindikasikan perbedaan asal-usul. Orang Kashmir memiliki hari raya Paskah pada musim semi, saat dilakukan penyesuaian perbedaan penanggalan candra dan surya, dengan cara seperti yang dilakukan orang-orang Yahudi. Mereka memang menyebut diri sebagai Bene Israel, Anak-anak Israel. Orang Kashmiri menghormati Sabbath (beristirahat dari semua jenis kerja); menyunat bayi pada usia delapan bulan (di Alkitab, Kejadian 17:12: 8 hari); tidak makan ikan yang tak bersisik dan bersirip (Imamat 11), dan merayakan beberapa Hari Raya Yahudi lainnya, tetapi tidak yang berasal dari setelah kehancuran Bait Allah pertama (seperti Hannukah).

Shin-lung (Bnei Manasye) di sekitar perbatasan India-Myanmar

Di kawasan pegunungan di kedua sisi perbatasan India-Myanmar, bermukim sekitar 2 juta orang Shin-lung. Mereka memiliki tradisi penyembelihan binatang korban seperti suku-suku Israel kuno pada umumnya, dan menyebut diri "Anak Manasye" atau "Bnei Manasye". Kata Manasye banyak bermunculan dalam puisi dan doa (mereka menyeru "Oh God of Manasseh"). Mereka memiliki tradisi cerita yang mengatakan bahwa mereka dibuang ke suatu tempat yang berada di sebelah barat tempat asal mereka, lalu bermigrasi ke timur dan mulai menjadi penggembala dan penyembah dewa. Migrasi mereka berlanjut ke timur, mencapai perbatasan Tibet-China, lalu mengikuti aliran Sungai Wei, hingga masuk dan bermukim di China Tengah sekitar tahun 230 SM. Orang China menjadikan mereka sebagai budak, sehingga beberapa di antara mereka melarikan diri dan tinggal di gua-gua kawasan pegunungan Shin-lung, dan hidup miskin selama dua generasi. Mereka juga disebut orang gua atau orang gunung dan tetap menyimpan kitab suci mereka. Akhirnya mereka mulai berasimilasi dengan orang China dan terpengaruh budaya China, hingga akhirnya mereka meninggalkan gua-gua pegunungan dan pergi ke barat, melalui Thailand, menuju Myanmar. Setelah itu mereka berkelana tanpa kitab suci, dan membangun tradisi lisan, hingga sampai di Sungai Mandaley, dan menuju Pegunungan Chin. Pada abad-18 sebagian dari mereka bermigrasi ke Manipur dan Mizoram, India Timur Laut.

Mereka sadar bahwa mereka bukan orang China meskipun menggunakan bahasa China dialek lokal, dan menyebut diri Lusi yang berarti Sepuluh Suku ("Lu" berarti Suku, dan "si" berarti sepuluh). Tradisi Manasye antara lain adalah sunat (kini sudah ditinggalkan), upacara pemberkatan anak pada usia 8 hari, hari raya keagamaan yang mirip dengan hari raya keagamaan Yahudi, praktik pernikahan ipar demi kelangsungan nama marga, menyebut nama Tuhan sebagai "Yahwe", dan memelihara puisi yang mirip dengan kisah penyeberangan Kitab Keluaran ketika Bangsa Israel menyeberang Laut Merah. Di setiap kampung ada Pendeta atau Imam yang selalu bernama Harun (Aaron, saudara Musa dan Imam Pertama Yahudi) dengan pewarisan turun-temurun. Salah satu tugas mereka adalah mengawasi kampung, berdoa dan mempersembahkan korban, dengan jubah ber-'breastplate', ikat pinggang dan mahkota, dan selalu membuka doa dengan menyebut nama Manasye. Dalam kasus terdapat orang jatuh sakit, para Imam dipanggil untuk memberkati pesakit dan mempersembahkan korban. Imam akan menyembelih domba atau kambing dan mengoleskan darahnya di telinga, punggung dan kaki pesakit sambil mengucapkan mantra yang mirip dengan Imamat 14:14. Pada kasus penyakit khusus, diselenggarakan upacara khusus. Semacam upacara penebusan yang dilakukan dengan memotong sayap burung dan menebar bulunya ke udara. Pada kasus penyakit lepra, para Imam menyembelih burung di lapangan terbuka. Untuk penebusan dosa, dilakukan pengorbanan domba di altar seperti dilakukan di Bait Allah (seperti disaksikan seorang penulis di hutan Myanmar sekitar tahun 1963-1964). Darah sembelihan ditorehkan di ujung altar, dagingnya dimakan. Yom Kippur dirayakan sebagai hari penebusan, sekali setahun seperti tradisi Yahudi. Kendaraan Imam tidak boleh dibuat dari logam, namun dari tanah liat, kain, atau kayu. Melakukan praktik pemujaan berhala dan mempercayai klenik sehubungan dengan roh dan setan. Percaya reinkarnasi tapi percaya Tuhan di sorga akan membantu dalam kesusahan.

Qiang (Ch'iang-min) di China bagian barat

Orang-orang Qiang atau Ch'iang-min (sekitar 250 ribu orang, 1920) bermukim di Propinsi Sechuan, China bagian barat, di daerah pegunungan sebelah barat Sungai Min, dekat perbatasan Tibet [Thomas Torrance "The History, Customs and Religion of the Ch'iang People of West China" (1920) dan "China's First Missionaries: Ancient Israelites" (1937)]. Mereka menganggap diri sebagai imigran dari barat yang datang ke tempat tersebut setelah berjalan selama tiga tahun tiga bulan. Orang China menganggap mereka sebagai barbar, dan mereka menilai orang China sebagai penyembah berhala (Ch'iang-min percaya hanya pada satu Tuhan dan menyebutnya 'Yawei' ketika berada dalam kesulitan). Ch'iang-min mempraktikkan persembahan korban yang dilakukan Imam, jabatan yang hanya bisa dijabat oleh pria yang sudah menikah (Imamat 21:7,13) dan diwariskan turun-temurun. Para Imam mengenakan jubah putih bersih dan bersurban khusus. Mezbah dibuat dari batu yang tidak dipotong dengan alat logam (Keluaran 20:25), dan tidak boleh didekati oleh orang asing dan "cacat" (Imamat 21:17-23). Para Imam Ch'iang-min menggunakan tali pengikat jubah, dan sebatang tongkat berbentuk seperti ular (kisah Musa di gurun). Setelah berdoa, para Imam membakar bagian dalam dan daging korban sembelihan, dan mengambil bagian pundak, dada, kaki dan kulit, sementara dagingnya dibagikan kepada pemberi persembahan. Saat persembahan, mereka mengibarkan 12 bendera di sekitar altar untuk menjaga tradisi bahwa mereka berasal dari satu bapak yang memiliki 12 anak. (Mereka bertradisi sebagai keturunan Abraham dan berleluhur seorang bapak dengan 12 anak). Di antara orang Ch'iang-min, terdapat tradisi mengoleskan darah pada ambang pintu demi keselamatan dan keamanan rumah, pernikahan ipar, tudung kepala bagi wanita, memberi nama anak pada usia 7 hari hingga menjelang malam ke-40.

Kelompok Suku/Bangsa lainnya yang 'terindikasi' keturunan dari 10 Suku Utara Israel yang 'Hilang'

    Samaria di Israel & Palestina
    Badui-Bedul di Israel, Palestina & Yordania
    Kurdi di Suriah, Irak, Iran & Turki
    Parthia di Iran
    Bukharia di Negara-Negara Asia Tengah & Kazakstan
    Pathan-Afridi di India & Pakistan
    Bene Efraim di India
    Nasranis Kerala (Malabar) di India bagian selatan
    Tibet
    China-Taiwan di Taiwan
    Korea di Korea Utara & Korea Selatan
    Jepang
    Suku-suku di Filipina
    Nias di Sumatra bagian utara, Indonesia
    Batak-Toba di Sumatra bagian utara, Indonesia
    Mentawai di Sumatra bagian barat, Indonesia
    Minangkabau di Sumatra bagian barat, Indonesia
    Enggano di Sumatra bagian selatan, Indonesia
    Dayak Laut atau Iban di Kalimantan (Indonesia, Malaysia & Brunei)
    Talaud di Sulawesi bagian utara, Indonesia
    Sangihe di Sulawesi bagian utara, Indonesia
    Minahasa di Sulawesi bagian utara, Indonesia
    Mongondow di Sulawesi bagian utara, Indonesia
    Gorontalo di Sulawesi bagian utara, Indonesia
    Mandar di Kalimantan bagian selatan & Sulawesi bagian selatan, Indonesia
    Toraja di Sulawesi bagian selatan, Indonesia
    Sumba dan Suku-suku lainnya di Flobamora, Indonesia & Timor Leste
    Alef'uru dan Suku-suku lainnya di Maluku, Indonesia
    Beberapa Suku Melanesia di Papua, Indonesia & Papua Nugini
    Eskimo di Kanada & Alaska, Amerika Serikat
    Indian-Amerika di Kanada & Amerika Serikat
    Polynesia-Hawaii di Hawaii, Amerika Serikat
    Beberapa Suku di Kamerun
    Bilad el-Sudan di Mali & Ghana
    Annang di Nigeria
    Efik di Nigeria
    Ibibio di Nigeria
    Ibo (Igbo) di Nigeria
    Sefwi (Rumah Israel) di Ghana
    Bani Israel di Senegal
    Anglo-Saxon (Anglo-Israelism) yang membentuk Kerajaan Persemakmuran Inggris Raya & Amerika Serikat
    Irlandia
    Belanda
    Luksemburg
    Gaul di Prancis bagian utara
    Jerman (Franka)
    Denmark (Danes)
    Swedia (Sami)
    Finlandia (Finn)
    Viking di Norwegia & Eslandia
    Yunani
    Aborigin di Australia
    Polynesia-Maori di Selandia Baru
    Mikronesia-Kiribati di Kiribati

Kelompok Suku/Bangsa lainnya yang 'terindikasi' keturunan dari Beberapa 2 Suku Selatan Yehuda yang 'Hilang'

  •     Arab-Yahudi di Negara-Negara Liga Arab & Negara-Negara OKI
  •     Persia-Yahudi di Iran
  •     Beberapa Suku di Afghanistan
  •     Beberapa Suku di Kirgistan
  •     Yahudi-Bene Israel di India & Pakistan
  •     Yahudi-Kaifeng di China
  •     Minahasa-Yahudi di Sulawesi Utara, Indonesia
  •     Sumba-Yahudi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
  •     Kuba-Yahudi di Kuba
  •     Jamaika-Yahudi di Jamaika
  •     Puerto Riko-Yahudi di Puerto Riko
  •     Barbados-Yahudi di Barbados
  •     Suriname-Yahudi di Suriname
  •     Indian-Inka-Yahudi (Bnei Moshe) di Peru
  •     Amazon-Yahudi di Negara-Negara Amerika Selatan
  •     Berber-Yahudi di Negara-Negara Afrika Utara
  •     Beberapa Suku di Sudan
  •     Serai di Eritrea
  •     Meroni di Eritrea
  •     Dembia di Ethiopia
  •     Falash Mura (Beit Avraham) di Ethiopia
  •     Falasha (Beta Israel) di Ethiopia & Kenya
  •     Beberapa Suku di Laikipia, Kenya
  •     Abayudaya di Uganda
  •     Bakwa Dishi di Zaire & Kongo
  •     Beberapa Suku di Sao Tome & Principe
  •     Timbuktu di Mali
  •     Beberapa Suku di Pantai Gading
  •     Beberapa Suku di Guinea
  •     Beberapa Suku di Tanjung Verde
  •     Rusape di Zimbabwe
  •     Lemba di Zimbabwe, Afrika Selatan & Malawi
  •     Latin-Yahudi (Bnei Anousim) di Spanyol, Portugal, Italia, Vatikan, San Marino, Andorra, Monako, Prancis, Rumania, Indonesia, Filipina, Timor Leste, Negara-Negara Amerika Latin, Amerika Serikat & Australia
  •     San Nicandro di Italia
  •     Donmeh di Turki
  •     Polandia-Yahudi di Polandia
  •     Vilna-Yahudi di Lithuania
  •     Subbotniks di Rusia
Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang' dalam pandangan Kristen

Siapa sebenarnya Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang'? Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24). Ini berarti dalam pengertian rohani orang-orang Kristen adalah Sepuluh Suku Utara Israel yang 'Hilang' dari umat Israel pada semua Suku/Bangsa, tidak hanya terbatas pada mereka yang mempunyai gen/darah Israel.

Sep 17, 2014

Kehidupan Seks di Romawi Kuno

Kehidupan seksual orang Romawi kuno banyak mengadopsi cara orang Yunani. Gaya berhubungan seks paling dasar orang Romawi kuno adalah sang pria mendominasi, sedangkan sang wanita menyerah pasrah. Orang Romawi kuno juga senang mencari dan membeli segala bentuk kesenangan seksual.

Akan ada masalah besar jika melibatkan pria Romawi, yaitu bila menjalin hubungan seksual dengan keturunan kerajaan atau berhubungan seksual dengan istri atau anak perempuan maupun anak laki-laki dari keluarga terpandang di Roma, selain itu bukan menjadi masalah untuk melakukan seks.

Pria Roma juga memperlakukan budak sebagai objek seksual. Bagi mereka, seorang budak tidak lebih dari sekedar property yang dapat mereka gunakan sesukanya. Hal ini berlaku bagi budak pria maupun wanita.

Reformasi moralitas terjadi ketika Kaisar Agustus dimahkotai sebagai seorang Kaisar pada tahun 27 sebelum masehi. Pada masa pemerintahannya membatasi eksploitasi seks dalam permainan politik pemerintahannya.

Dalam 40 tahun masa perang saudara Kaisar Agustus membersihkan rumah-rumah bordil. Dan juga menyalahkan 50 tahun pemerintahan sebelumnya yang tak bermoral. Kemudian membuat peraturan bahwa tindakan penyelewengan seks adalah bentuk kriminalitas.

Peraturan moral ini sangat membatasi libido pria Roma waktu itu. Angka penyelewengan menurun drastis, angka kelahiran yang terkontrol, menjamin kelangsungan pemerintahan Roma yang lebih baik untuk masa mendatang. Apakah semuanya berjalan dengan baik ? Ternyata tidak. Hal ini menimbulkan masalah lainnya. Yaitu angka perceraian naik drastis, sedangan angka kelahiran menurun tajam. Pria Roma menjadi tidak berkeluarga dan mereka tidak mempunyai anak.

Melihat fenomena ini akan membawa Roma ke gerbang kehancuran, Kaisar Agustus memperkenalkan suatu program baru tentang nilai-nilai keluarga. Kaisir Agustus melakukan pemaksaan kasar namun tampak halus, yaitu dengan memanfaatkan pajak.

Bagi mereka yang memutuskan berkeluarga dan mempunyai anak akan mendapat keringanan pajak. Namun program reformasi moralitas ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, pria Roma tetap mengikuti pola lama mereka, hidup membujang dan enggan berkeluarga.

Kebebasan berhubungan seks telah mendarah daging di dalam tubuh pria Roma dan tidak terkecuali wanita Roma. Wanita Roma, terutama wanita dari kedudukan terpandang, adalah wanita yang tidak malu melakukan penyelewangan seksual demi mendapat kepuasan. Tercatat dalam sejarah seorang wanita Roma pernah memiliki delapan suami dalam 5 musim dingin.

Hal yang sama juga terjadi pada anak perempuan Kaisar Agustus sendiri. Julia putri Kaisar Agustus, meski telah bersuami dan mempunyai banyak anak, sering berganti pasangan tidur dengan kekasih-kekasih gelapnya. Namun, satu hal yang mengagetkan masyarakat Roma adalah semua anak-anaknya mirip dengan suaminya dan tak satupun yang mirip dengan selingkuhannya. Apa rahasianya? Ternyata dalam pengakuan Julia, dia selalu memastikan dirinya hamil dulu dengan suaminya sebelum tidur dengan pria lainnya, sebuah ide yang cemerlang.

Seiring dengan berjalannya waktu, seks kembali popular di Roma di abad pertama dan kedua setelah masehi, dan ekonomi Roma kembali membaik. Namun pada abad ketiga, kekaisaran Romawi mulai terguncang oleh invasi kaum barbar.

Pada masa ini, Kaisar Konstantin, kaisar yang memerintah mulai menyelaraskan diri dengan gereja Kristiani yang mulai menyebar. Kaum Roma melihat bahwa kekaisaran mereka semakin mengalami kemunduran. Ajaran Kristiani sedikit banyak mempengaruhi pola pikir kekaisaran Roma dari prospek di dunia ini, dengan prospek didunia mendatang. Akhirnya, kekaisan Romawi tumbang pada tahun 410 sesudah masehi.

Di era yang sama, Jerome dan Degustan meletakan pondasi dasar bagi gereja Kriastiani dalam melihat seks dan seksualitas dalam kehidupan manusia. Santo Degustan, sewaktu muda juga seperti pria Roma pada umumnya, menikmati kebebasan seks dalam kehidupannya. Namun setelah dia menerima Kristen dalam hidupnya, cara pandangnya terhadap seks menjadi berubah.

Pondasi dasar yang diletakkan tentang ajaran seks yang selaras dengan Kristiani secara perlahan-lahan dapat diterima di dunia barat, sementara kebebasan seksual dari para leluhur perlahan-lahan memudar ke masa lampau.

Beberapa ribuan tahun kemudian, kehibupan manusia menjadi semakin beradab. Tidak ada lagi perbudakan sex dan masalah sex semakin terkunci rapat diseluruh belahan bumi ini namun pada suatu saat nanti, terjadi titik balik yang sangat dashyat, tentang perkembangan industrialisasi sex.

Kehidupan Seks di Romawi Kuno

Kehidupan seksual orang Romawi kuno banyak mengadopsi cara orang Yunani. Gaya berhubungan seks paling dasar orang Romawi kuno adalah sang pria mendominasi, sedangkan sang wanita menyerah pasrah. Orang Romawi kuno juga senang mencari dan membeli segala bentuk kesenangan seksual.

Akan ada masalah besar jika melibatkan pria Romawi, yaitu bila menjalin hubungan seksual dengan keturunan kerajaan atau berhubungan seksual dengan istri atau anak perempuan maupun anak laki-laki dari keluarga terpandang di Roma, selain itu bukan menjadi masalah untuk melakukan seks.

Pria Roma juga memperlakukan budak sebagai objek seksual. Bagi mereka, seorang budak tidak lebih dari sekedar property yang dapat mereka gunakan sesukanya. Hal ini berlaku bagi budak pria maupun wanita.

Reformasi moralitas terjadi ketika Kaisar Agustus dimahkotai sebagai seorang Kaisar pada tahun 27 sebelum masehi. Pada masa pemerintahannya membatasi eksploitasi seks dalam permainan politik pemerintahannya.

Dalam 40 tahun masa perang saudara Kaisar Agustus membersihkan rumah-rumah bordil. Dan juga menyalahkan 50 tahun pemerintahan sebelumnya yang tak bermoral. Kemudian membuat peraturan bahwa tindakan penyelewengan seks adalah bentuk kriminalitas.

Peraturan moral ini sangat membatasi libido pria Roma waktu itu. Angka penyelewengan menurun drastis, angka kelahiran yang terkontrol, menjamin kelangsungan pemerintahan roma yang lebih baik untuk masa mendatang. Apakah semuanya berjalan dengan baik ? Ternyata tidak. Hal ini menimbulkan masalah lainnya. Yaitu angka perceraian naik drastis, sedangan angka kelahiran menurun tajam. Pria Roma menjadi enggan berkeluarga dan mereka tidak mempunyai anak.

Melihat fenomena ini akan membawa Roma ke gerbang kehancuran, Kaisar Agustus memperkenalkan suatu program baru tentang nilai-nilai keluarga. Kaisir Agustus melakukan pemaksaan kasar namun tampak halus, yaitu dengan memanfaatkan pajak.

Bagi mereka yang memutuskan berkeluarga dan mempunyai anak akan mendapat keringanan pajak. Namun program reformasi moralitas ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, pria Roma tetap mengikuti pola lama mereka, hidup membujang dan enggan berkeluarga.

Kebebasan berhubungan seks telah mendarah daging di dalam tubuh pria roma dan tidak terkecuali wanita roma. Wanita roma, terutama wanita dari kedudukan terpandang, adalah wanita yang tidak malu melakukan penyelewangan seksual demi mendapat kepuasan. Tercatat dalam sejarah seorang wanita roma pernah memiliki delapan suami dalam 5 musim dingin.

Hal yang sama juga terjadi pada anak perempuan Kaisar Agustus sendiri. Julia putri Kaisar Agustus, meski telah bersuami dan mempunyai banyak anak, sering berganti pasangan tidur dengan kekasih-kekasih gelapnya. Namun, satu hal yang mengagetkan masyarakat roma adalah semua anak-anaknya mirip dengan suaminya dan tak satupun yang mirip dengan selingkuhannya. Apa rahasianya? Ternyata dalam pengakuan Julia, dia selalu memastikan dirinya hamil dulu dengan suaminya sebelum tidur dengan pria lainnya, sebuah ide yang cemerlang.

Seiring dengan berjalannya waktu, seks kembali popular di Roma di abad pertama dan kedua setelah masehi, dan ekonomi Roma kembali membaik. Namun pada abad ketiga, kekaisaran Romawi mulai terguncang oleh invasi kaum barbar.

Pada masa ini, Kaisar Konstantin, kaisar yang memerintah mulai menyelaraskan diri dengan gereja kristiani yang mulai menyebar. Kaum roma melihat bahwa kekaisaran mereka semakin mengalami kemunduran. Ajaran kristiani sedikit banyak mempengaruhi pola pikir kekaisaran Roma dari prospek di dunia ini, dengan prospek didunia mendatang. Akhirnya, kekaisan Romawi tumbang pada tahun 410 sesudah masehi.

Di era yang sama, Jerome dan Degustan meletakan pondasi dasar bagi gereja kriastiani dalam melihat seks dan seksualitas dalam kehidupan manusia. Santo Degustan, sewaktu muda juga seperti pria roma pada umumnya, menikmati kebebasan seks dalam kehidupannya. Namun setelah dia menerima kristen dalam hidupnya, cara pandangnya terhadap seks menjadi berubah.

Pondasi dasar yang diletakkan tentang ajaran seks yang selaras dengan kristiani secara perlahan-lahan dapat diterima di dunia barat, sementara kebebasan seksual dari para leluhur perlahan-lahan memudar ke masa lampau.

Beberapa ribuan tahun kemudian, kehibupan manusia menjadi semakin beradab. Tidak ada lagi perbudakan sex dan masalah sex semakin terkunci rapat diseluruh belahan bumi ini namun pasa suatu saat nanti, terjadi titik balik yang sangat dashyat, tentang perkembangan industrialisasi sex.

Sep 15, 2014

Sejarah Kaisar Nero

Nero bermata biru, wajahnya berbintik-bintik, dan rambutnya berwarna merah kekuning-kuningan dan berpipi agak tembam. Ia putra Gnaeus Dominitus - seorang anggota keluarga Ahenobarbi. Selama 500 tahun keluarga ini, yang dikenal akan janggut merah, darah ningrat, kecerobohan dan keberanian mereka, telah berada di lingkungan teratas dari masyarakat Romawi. Kakek Nero dari pihak ayah adalah seorang pemboros dan gemar melihat pertandingan antar Gladiator. Lagipula ia kejam terhadap para budak beliannya. sehingga ia dikecam oleh Kaisar Agustus.

Ketika dilahirkan pada tahun 37, Nero diberi nama Lucius Dominitus Ahenobarbus. Ia tetap memakai nama itu sampai ibunya menikah dengan kaisar Klaudius. Waktu ia diangkat anak oleh ayah tirinya, namanya diganti menjadi Nero Klaudius Drusus Germanikus.

Tidak lama menjadi kaisar, Nero mendengar bahwa ibunya secara aktif berkomplot untuk membunuh dia. Mula-mula ia tidak percaya desas desus ini dan mengalihkan perhatiannya kepada Britanikus saudara tirinya dan saingannya yang kuat. Akhirnya Nero memutuskan saudara tirinya harus dilenyapkan, Pada bulan februari Nero menitahkan untuk meracuni Britanikus di acara jamuan makan malam. Seorang pelayan membawa anggur untuk Britanikus. setelah minum seteguk yang langsung berakibat fatal, para pelayan menggotongnya keluar, lalu nero menenangkan para tamu dengan mengatakan bahwa Britanikus hanya mengalami serangan penyakit ayan. Esok harinya Nero menitahkan jenazah itu diperabukan di Kampus Mars.

Setelah ia yakin bahwa ibunya menentang dia, ia juga memutuskan untuk membunuh ibunya. Untuk meredam reaksi umum Nero memutuskan ibunya harus mati akibat kecelakaan. Ia mengatur agar ibunya pulang dengan kapal yang akan tenggelam.

Setelah ibunya dan Britanikus meninggal , Nero berkelakuan seperti seorang Singa kelaparan yang tiba-tiba dilepaskan dari kandangnya. Ketika sedang bercakap cakap, kawannya mengutip sebuah perkataan yang terkenal "Bila saya mati biarlah api menghanguskan Bumi." namun Nero memperbaiki kalimat itu dengan berkata "Bila aku masih hidup, Biarlah Api menghanguskan Bumi!" dan dia menyebarluaskan perkataanya itu dengan kegembiraan.

Oktavia istri pertama Nero dan pompaea istri kedua:

Ia meracuni Bibi yang telah membesarkan dia, merobek-robek surat wasiatnya dan merampas harta bibinya. Kemudian dia membuang istrinya Oktavia dan 12 hari kemudian menikahi gundiknya, Poppaea. Beberapa waktu kemudian ia memerintahkan Oktavia untuk bunuh diri.

Untuk Menghormati Isteri barunya ,ia mendirikan Istana dari Emas yang megah - salah satu keajaiban dari Kemaharajaan. Bagian-bagian istana dilapisi dengan emas dan permata. Dari keran bak mandi selalu dapat diperoleh air laut atau air yang mengandung belerang.Setelah Istananya selesai dihiasi secara mewah, Nero meresmikannya dengan nada merendahkan diri - ia berkata "Nah, sekarang aku dapat mulai hidup sebagai seorang manusia!"
Didalam Istananya ia memuaskan diri dengan segala macam kekotoran, dan ia tidak berusaha merahasiakanya. berbagai tindakan Asusila terjadi. sampai -sampai tersedia ruang muntah dimana para tamu bisa memuntahkan isi perutnya , lalu kembali mengisi di meja makan lagi.

Nero menyukai pacuan kuda, mereka yang berlomba dengan dia mengetahui bahwa sebaiknya mereka kalah! suatu malam ketika pulang larut dari pacuan kuda, Pompaea menegur dia secara halus, Nero naik pitam lalu menendang perutnya yg sedang mengandung- Seketika itu juga Pompaea meninggal. Dengan sangat menyesal Nero memerintahkan suatu pemakaman kenegaraan dan mendirikan kuil untuk menghormatinya. Namun Nero terlalu cepat melupakan Pompaea, setelah menemukan seorang pemuda Sporus yang mirip dengan Pompaea , Nero menitahkan mengebiri dia. mengawini dia dalam upacara pernikahan resmi. Sehubungan dengan keadaan itu seorang bijaksana menyatakan "Alangkah baiknya apabila ayah Nero mempunyai istri semacam itu; maka tentu tidak akan ada orang seperti Nero di dunia ini!"

Pada bulan Juli tahun 64, setelah Nero kira-kira memerintah 10 tahun, terjadi kebakaran besar di Roma. kebakaran itu berlangsung selama 9 hari dan para pencuri sibuk merampok , membunuh dan merusak. Kemudian di suatu malam yang panas dan pengap Nero memegang sebuah lyre (sejenis harpa), dan ketika orang-orang mengawasi dengan tidak bersuara sedikitpun ,ia mulai menyanyi tentang perampokan kota Troya diiringi dengan alat petiknya itu. Segera tersebarlah kabar bahwa Nero telah menyebabkan kebakaran itu. Tuduhan-tuduhan demikian bahkan dicorat-coretkan pada gedung pemerintah. Nero dengan putus asa mencari kambing hitam untuk dipersalahkan. tak lama kemudain dia menemukanya, yaitu orang-orang Kristen ( yang masih baru berkembang dalam kumpulan kumpulan kecil dan masih dianggap sekte)

Dengan kecerdikan tak terhingga, Nero menghasut orang-orang Roma terhadap orang Kristen. mereka dihukum mati secara kejam luar biasa. ada yang diadu dengan Singa, ada yang dijadikan obor hidup untuk penerangan pertandingan Gladiator dimalam hari, dan masih banyak lagi. Akhirnya kekejaman tindakan-tindakan itu menyesakkan dada setiap orang sehingga menerbitkan rasa kasihan. Tumbuh rasa peri kemanusiaan terhadap orang-orang Kristen.

Setelah puing-puing dibersihkan , Nero membangun Roma kembali dengan sangat megah, jalan diperlebar , kota dipercantik sedemikian rupa, para penduduk kembali ke rumah-rumahnya tanpa harus membayar biaya bangunan baru. Sangking megahnya hasil pekerjaan ini sampai-sampai para pengagum ingin mengubah nama kota itu menjadi Nero.

Tiap Hari kemasyuran Nero meningkat. Senat bahkan menyarankan untuk memulai tahun baru dengan bulan Desember , bulan kelahirannya, namun ketika ia menolak penghormatan itu, kepopulerannya melonjak lebih tinggi lagi. banyak cerita menyanjung namanya, sampai- sampai ada yang menyatakan dia menghapus pajak tidak langsung dari seluruh Kemaharajaan.

Namun tidak lama kemudian Nero diperhadapkan kepada suatu kesulitan lain. Selama musim dingin tahun 65 dan musim semi tahun 66, Roma dilanda penyakit pes berjangkit. Banyak orang menyalahkan Nero dengan menyatakan bahwa dia telah menyinggung perasaan para Dewa (perlu diketahui bahwa Nero adalah seorang Atheis). Nero menjadi peka terhadap keritik dan ketenaranya jatuh. Banyak pembunuhan diperintahkannya akibat kritikan- kritikan yang dilontarkan.

Tentara mulai memberontak di Spanyol dan Galba dinyatakan sebagai Kaisar baru. Senat sekarang menetapkan bahwa Nero adalah seorang buangan. Ia melarikan diri dari Roma dengan menyamar. Pada suatu malam bulan Juni, dalam keadaan terpojok ia merangkak kedalam sebuah ruang bawah tanah, dalam keadaan gemetar ketakutan ia mencoba untuk bunuh diri. Tetapi pisaunya menembus tidak cukup dalam, maka ia memohon pelayannya, Epafroditus, mendorong mata pisau itu kedalam.
Ketika Nero meninggal , menurut cerita orang , Efpafroditus bergumam "Seorang seniman besar mati bersamaku!"
Ia berusia 31 tahun dan telah memerintah selama 14 tahun. Dan sangat kebetulan ia meninggal pada tanggal 9 Juni, hari peringatan dimana ia memaksa Oktavia, isteri pertamanya; untuk bunuh diri.

Pesta Domus Aurea Kaisar Nero

Domus Aurea (The Golden House/Rumah Emas) adalah manor pesta mewah milik Nero yang dibangun untuk dirinya serta para tamunya yang cabul dan suka berlebih-lebihan, dan dirinya sendiri menggunakan manor tersebut hampir setiap hari selama 4 tahun. Para ahli juga tidak begitu mengetahui seberapa besar tempat itu, dengan luas sekitar 40.5 hektar ditengah Roma, diseberang Palatine, Caelianm dan juga bukit Esquiline. Sekarang ini, situs ini dikubur dibawah bangunan yang ada setelahnya, dan sekarang ini sedang digali. Ruang-ruang baru ditemukan disepanjang waktu, dengan lukisan dinding dan juga arsitektur yang tidak tersentuh semenjak Nero berkuasa.

Pesta Domus Aurea Kaisar Nero, Pesta Terliar Sepanjang Sejarah Oleh Unik Segiempat

Pesta yang sering dilakukan disini adalah salah satu pesta terliar sepanjang sejarah. Dan kemewahan yang dibangun Nero tersebut diluar dari nalar manusia, dan Rumah Emas adalah salah satu alasan pemberontakan yang pada akhirnya mengusir dirinya keluar Roma. Masyarakat Roma kelaparan, dan Nero mengacuhkan mereka, menghibur teman-teman kaya dan politiknya. Domus sendiri mungkin memiliki luas maksimal 121 hektar, termasuk danau artisifial, padang rumput ternak, dan juga hutan belukar luas yang terawat. Hutan tersebut dulunya adalah "taman" dimana Nero berjalan-jalan dimalam hari, mengikat umat Kristen di tiang, lalu membakarnya.

Bangunan utama Domus Aurea ini adalah kubah raksasa, dengan seluruh dinding eksterior berlapis emas. Dinding interior serta lantainya adalah batu yang dilapisi dengan marmer padat, dihiasi dengan gading gajah, berlapiskan intan, rubi, safir, dan batu mulia lainnya. Nero membangun patung perunggu dirinya sendiri, yaitu Colossus Neronis, dengan tinggi 35 meter dan diletakkan tepat diluar pintu masuk utama. Ada sekitar 300 ruangan di Domus ini, dan tidak ada satupun ruangan didalamnya yang berupa kamar tidur.

Bangunan ini sendiri hanya memiliki satu tujuan, yaitu digunakan untuk tempat pesta. Dupa-dupa dibakar diseluruh bangunan ini, dan ruang makan tengah adalah kumpulan batu bulat yang dapat memutar seluruh ruangan, dengan para tamu yang makan didalamnya, dan dapat mengubah warna langit-langit ruangan tersebut.

Lantai dari semua ruangan yang ada pada bangunan ini dibuat sedemikian rupa agar satu ruangan yang menangkap sinar matahari akan dipantulkan pada lantai lainnya. Ada sedikit sekali informasi tentang pesta-pesta tertentu yang diselenggarakan di Domus, dan hal ini mungkin dikarenakan karena pesta itu sendiri dilakukan setiap malam. Tidak hanya pesta minuman keras dan makanan, pesta "hubungan intim" juga dilakukan disana.

Kaisar Nero, "Pembakar Kota Roma"

A. Lahir dan Masa Mudanya si "Pembakar Kota Roma"
Lucius Dominitus Ahenobarbus atau Nero lahir pada tanggal 12 Desember 37 Masehi di Antium. Anak dari Agrippina dan Gnaeus Dominitus dan masih merupakan keturunan dari dinasti Julio-Claudian. Setidaknya ada 5 penguasa Romawi yang berasal dari dinasti Julio-Claudian, yakni Augustus, (27 SM – 14 M), Tiberius (14 M – 37 M), Gaius Caligula (37 M – 41M) , Claudius (41M – 54 M), dan yang terakhir Nero (54 M – 68 M). Nama Nero sendiri digunakan setelah ibunya, Agrippina menikah dengan kaisar Claudius yang merupakan seorang kaisar Romawi.

Suksesi awal Nero untuk menguasai Roma dimulai setelah membunuh Britanikus dan Agrippina, ibunya sendiri. Sebelum Claudius meninggal, santer berita bahwa tahta dari Claudius akan jatuh kepada tangan Agrippina atau Britanikus. Akan tetapi Nero lebih condong kepada Britanikus. Maka dilakukanlah sabotase untuk melakukan pembunuhan terhadap Britanikus. Peristiwa pembunuhan Britanikus terjadi ketika jamuan makan di istana. Saat itu pelayan membawa anggur untuk Britanikus dan setelah meminum anggur tersebut Britanikus mendapat serangan yang sangat fatal dan mengakibatkan kematian. Nero menenangkan tamu dengan mengatakan bahwa Britanikus hanya mendapat serangan ayan. Besoknya jenazah Britanikus diperabukan.

Akhirnya Nero menikah dengan Oktavia, yang merupakan saudara kandung dari Britanikkus atau saudara tiri Nero itu sendiri. Setelah membunuh lawan politik yang juga saudara tirinya, Britanikus, Nero hanya menghadapi ibunya. Saat dia yakin bahwa ibunya juga menentang dia, Nero mengatur rencana untuk membunuh ibunya. Diceritakan bahwa ibunya, Agrippina, terbunuh di teluk Napoli ketika mengendarai perahu yang dibiarkan tenggelam.
Setelah membunuh semua lawan politik termasuk ibu dan saudara tirinya, Britanikus, bahkan Nero sudah menikahi anak Claudius yang juga saudara tirinya Oktavia, boleh dikatakan bahwa Nero mulai memegang pemerintahan Romawi. Bahkan setelah ibunya meninggal Nero mulai menunjukan "ketidakwarasan"nya. Kelakuan Nero seolah-olah singa lapar yang terlepas dari kandangnya dan bertindak sesuka hati. Bahkan Nero membunuh bibinya sendiri yang telah membesarkan dan mengambil semua harta beserta warisannya.

Nero bahkan berniat membunuh istrinya sendiri, dan mulai menunjukan rasa ketertarikan terhadap Poppaea, yang tak lain adalah budaknya sendiri. Setelah dia membuang istrinya, 12 hari kemudian Nero menikahi Poppaea. Bahkan mendirikan istana yang berlapis emas sebagai hadiah dari Nero.

B. Pembakaran Kota Roma dan Pembantaian Kaum Nasrani
Nero dan pembakaran Kota Roma adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, bahkan cerita tentang Nero tidak akan terlepas dari cerita pembakaran Kota Roma. Pembakaran Kota Roma terjadi pada tahun 64 M. Kira-kira setelah 10 tahun Nero memegang kekuasaan Romawi. Sebenarnya tidak ada kepastian siapa yang membakar Kota Roma, akan tetapi dikatakan bahwa Nero yang membakar Kota Roma karena ketika terjadi kebakaran besar tersebut, Nero malah memainkan alat musik lyre (sejenis harpa) sambil melihat Kota Roma yang terbakar. Tersiarlah kabar bahwa Nero-lah yang membakar Kota Roma, banya tuduhan terhadapnya termasuk "Kaisar hanya main-main sedang Kota Roma sedang terbakar hebat". Setelah kebakaran hebat yang berlangsur hampir 9 hari tersebut Kota Roma hancur dan luluh lantak. Segenap karya maestro dari Romawi hilang terbakar.

Setelah popularitasnya turun akibat kebakaran Kota Roma, Nero mulai mencari kambing hitam untuk menaikan kembali pamornya. Maka hal pertama yang dilakukan Nero ialah membangun Kota Roma dan yang kedua ialah mulai mencari penganut Nasrani (dulu para penganut Nasrani masih berbentuk sekte dan belum banyak penganutnya) untuk menjadi kambing hitam dari masalah kebakaran Kota Roma. Setelah puing-puing bekas kebakaran dibersihkan, Nero mulai kembali membangun Kota Roma dengan kemegahan yang melebihi dari megahnya Roma sebelum terjadi kebakaran. Jalan mulai dilebarkan dan kota mulai dibangun dengan megah. Bahkan saking megahnya, Senat meminta untuk mengganti awal tahun dari Januari ke Desember, bulan kelahiran dari Nero, tapi Nero menolaknya.

Selain membangun Kota Roma, Nero juga membunuh banyak para penganut Nasrani. Sebenarnya jika ditelaah ada 2 hal yang menjadi alasan Nero membunuh banyak para penganut Nasrani. Pertama ialah untuk mencari kambing hitam dari masalah kebakaran Roma dan yang kedua ialah mulai ketidak taatan para pemeluk Nasrani untuk menyembah dirinya.

Pembunuhan yang dilakukan Nero terhadap kaum Nasrani sangat menyedihkan, para Nasrani dibunuh dengan berbagai cara yang tidak manusiawi. Ada yang bertarung dengan singa di arena gladiator, ada yang dibakar tubuhnya dan digunakan untuk menerangi di malam hari, dan masih banyak lainnya.

Semua tindakan yang dilakukan Nero untuk memperbaiki citra dirinya tidak berhasil secara memuaskan. Para kalangan bawah masih tetap tidak menyukai pemerintahan Nero. Bahkan para rakyat dari golongan bawah mulai banyak yang menaruh simpatik terhadap para kaum Nasrani yang banyak menderita dari tindakan politik "pencitraan"nya. Terlebih lagi pada tahun 65 M dan 66 M terjadi epidemi penyakit pes yang menerjang Kota Roma. Rakyat mulai menuduh Nero telah menyinggung perasaan Dewa. Hal ini tak lepas dari kenyataan bahwa Nero adalah seorang atheis.

C. Akhir Pemerintahan Nero
Setelah kritikan-kritikan tajam terhadapnya, Nero melakukan banyak pembunuhan terhadap orang yang melakukan kritik terhadapnya. Makin banyak pula orang yang mulai membencinya, termasuk para tentara dari Spanyol dan melakukan pemberontakan yang dipimpin Galba. Galba pun mengklaim dirinya sebagai orang yang memegang tahta pada tahun 68 dan Nero pun ditinggalkan oleh para pendukungnya. Senat mulai mendukung Galba dan akhirnya Nero mati terbunuh. Ketika Nero meninggal, dia ditemani oleh Efpafroditus seorang pelayan setianya. Bahkan ada cerita bahwa ketika Nero mati bunuh diri, Efpafroditus bergumam "Qualis artifex pereo" (seorang seniman besar mati bersamaku).

Setelah kematian Nero, Roma mengalami kekacauan yang dasyhat. Terjadi perang saudara antara banyak penguasa, dan muncullah Vespasianus yang menjadi pengganti selanjutnya kekuasaan Romawi. Dengan berakhirnya Nero, berakhir pula kekuasaan dinasti Julio-Claudian dan digantikan oleh dinasti yang dibawa oleh Vespasianus yaitu dinasti Flavianus.