Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Mar 28, 2013

Sejarah Borobudur

Penemuan Borobudur

Hingga pada suatu hari di tahun 1814 baru ditemukan kembali dari balik lebatnya hutan belantara tropis. Kala itu Raffles, wakil gubernur Inggris untuk Jawa yang sedang menduduki pulau Jawa, mendengar cerita para pemburu dan penduduk tentang sebuah candi besar yang tersembunyi di dalam hutan belantara, maka ia mengutus insinyur Belanda, H.C. Cornelius, untuk melakukan survey.

Dalam 2 bulan Cornelius beserta 200 bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit Borobudur dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi ini. Karena ancaman longsor, ia tidak dapat menggali dan membersihkan semua lorong. Ia melaporkan penemuannya kepada Raffles termasuk menyerahkan berbagai gambar sketsa candi Borobudur. Sehingga Raffles dianggap berjasa atas penemuan kembali monumen ini, dan menarik perhatian dunia atas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.

Hartmann, seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Kedu meneruskan kerja Cornelius dan pada 1835 akhirnya seluruh bagian bangunan telah tergali dan terlihat. Minatnya terhadap Borobudur lebih bersifat pribadi daripada tugas kerjanya.

Wilsen, tahun 1853, yang mengatakan bahwa Hartman menyuruh bongkar stupa puncak, dan menemukan sebuah arca Buddha yang belum selesai, dan benda-benda lain termasuk sebilah keris. Di samping itu Wilsen mendapat tugas membuat gambar-gambar tentang candi Borobudur.

Pada 1882, kepala inspektur artefak budaya menyarankan agar Borobudur dibongkar seluruhnya dan reliefnya dipindahkan ke museum akibat kondisi yang tidak stabil, namun arkeolog utusan pemerintah waktu itu menyarankan untuk tidak membongkarnya dan dibiarkan dalam keadaan utuh.

J.W.Ijzerman tahun 1885 membuka dasar candi dan ia menemukan sejumlah relief yang kemudian dikenal sebagai relief Karmawibhangga

Borobudur mempunyai sejuta unsur eksotis dan misterius, serta perjalanan waktu dari mulai pembangunan hingga sekarang ini. Merupakan candi yang amat megah dan besar terletak di pulau Jawa, berjarak 40 km sebelah barat laut kota Yogyakarta. Bangunan kuno ini merupakan stupa tertua dan juga kompleks stupa terbesar di dunia.

Borobudur tercatat sebagai pewarisan budaya dunia oleh UNESCO dan masuk sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Borobudur didirikan pada abad ke 8 dan 9, kemungkinan oleh dinasti Syailendra yang kala itu memerintah pulau Jawa.

Borobudur Terkubur Tanah

Pada 1006 dalam sebuah letusan dahsyat gunung berapi, Borobudur terkubur di bawah berlapis-lapis abu gunung berapi, situs kuno agama Buddha itu terkubur dan terlelap dalam tidurnya. Sehingga borobudur waktu itu terbentuk seperti bukit dengan hutan belukar dan disebut oleh masyarakat sekitar sebagai Redi Borobudur.

Borobudur Dijarah

Beberapa waktu kemudian, borobudur menjadi tempat pencurian besar-besaran oleh para penjarah dan kolektor artefak. Kepala arca Buddha adalah bagian yang paling banyak dicuri. Karena mencuri seluruh arca buddha terlalu berat dan besar, arca sengaja dijungkirkan dan dijatuhkan oleh pencuri agar kepalanya terpenggal. Itulah alasan mengapa banyak arca tanpa kepala ditemukan di Borobudur.

Borobudur Sekarang

Setelah pemugaran besar-besaran pada 1973 yang didukung oleh UNESCO, Borobudur kembali menjadi pusat keagamaan dan ziarah agama Buddha. Sekali setahun pada saat bulan purnama sekitar bulan Mei atau Juni, umat Buddha di Indonesia memperingati hari suci Waisak, hari yang memperingati kelahiran, wafat, dan terutama peristiwa pencerahan Siddhartha Gautama yang mencapai tingkat kebijaksanaan tertinggi menjadi Buddha Shakyamuni.

Mar 27, 2013

Krisis di Galilea

Ketika Kristus melarang orang banyak untuk mengumumkan Dia raja, Ia telah mengetahui bahwa saat perubahan dalam sejarah hidup‑Nya sudah tiba. Orang banyak yang tadinya ingin menaikkan Dia ke takhta berbalik dari Dia keesokan harinya. Dengan dikecewakannya cita‑cita mereka yang mementingkan diri telah mengubah kasih mereka menjadi kebencian, dan pujian mereka menjadi kutuk serapah. Meski pun Ia mengetahui hal ini, Ia tidak mengambil tindakan mencegah krisis itu. Dari mula pertama la tidak menawarkan harapan akan pahala duniawi bagi para pengikut‑Nya. Kepada seorang yang datang dengan kerinduan hendak menjadi murid‑Nya Ia berkata, "Bagi serigala ada lubangnya, dan bagi segala burung pun ada sarangnya, tetapi Anak manusia tiada bertempat hendak membaringkan kepala‑Nya." Mat. 8:20. Sekiranya manusia dapat memperoleh dunia dengan Kristus, sudah tentu orang banyak akan menyatakan setia kepada‑Nya; tetapi pelayanan seperti itu tidak dapat diterima‑Nya. Dari mereka yang berhubungan dengan Dia sekarang banyak yang telah tertarik oleh harapan akan kerajaan duniawi. Orang‑orang ini hendaknya jangan terperdaya. Ajaran rohani dalam mukjizat ketul roti yang dalam artinya tidak dipahami. Hal ini harus dijelaskan. Dan wahyu yang baru ini akan membawa sertanya suatu ujian yang lebih teliti.

Mujizat mengenai ketul roti telah tersebar luas ke tempat jauh dan dekat, dan pagi‑pagi benar keesokan hannya orang banyak datang berduyun‑duyun ke Betsaida hendak melihat Yesus: Mereka datang dalam jumlah yang besar, melalui darat dan laut. Mereka yang telah meninggalkan Dia pada malam sebelumnya kembali lagi, dengan berharap masih dapat menemukan Dia di situ; karena tidak ada perahu yang dapat ditumpangi‑Nya untuk menyeberang. Tetapi sia‑sia saja mereka mencari‑Nya, dan banyak yang kembali ke Kapernaum dalam usaha hendak mencari Dia.

Dalam pada itu Ia telah tiba di Genesaret, sesudah tidak hadir hanya sehari ' lamanya. Segera sesudah diketahui bahwa Ia sudah  mendarat, "berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada." Mrk. 6:55.

Sesaat kemudian pergilah Ia ke rumah sembahyang, dan di sanalah mereka yang datang dari Betsaida menjumpai Dia. Mereka mendengar da i murid‑murid tentang bagaimana Ia telah menyeberangi laut itu. Ganasnya topan dan usaha mendayung dengan sia‑sia berjam‑jam lamanya hendak melawan angin sakal, tentang Kristus yang muncul dengan berjalan di atas air, darihal takut yang ditimbulkannya, perkataan‑Nya yang memulihkan keyakinan, keberanian Petrus dan akibatnya, teduhnya angin ribut secara tiba‑tiba dan perahu merapat dengan tenang, semuanya dituturkan dengan cermat kepada orang banyak yang keheran‑heranan. Tetapi karena tidak puas dengan penuturan ini, banyak orang mengerumuni Yesus seraya bertanya. "Ya Rabbi, bilakah Rabbi datang ke mari?" Mereka mengharapkan hendak mendengar cerita selanjutnya tentang mukjizat itu dari bibirNya sendiri.

Yesus tidak memuaskan rasa ingin tahu mereka. Ia berkata dengan sedih, "Kamu ini mencari Aku bukannya sebab kamu sudah nampak tanda ajaib, melainkan sebab kamu makan roti, sehingga kenyang." Mereka bukannya. mencari Dia karena suatu motif yang pantas, melainkan karena mereka telah diberi makan dengan roti, mereka masih mengharapkan hendak mendapat keuntungan duniawi dengan merapatkan diri mereka kepada‑Nya. Juruselamat menyuruh mereka, "Janganlah kamu bekerja karena makanan yang fana, melainkan karena makanan yang baka." Jangan mencari hanya keuntungan jasmani. Jangan hendaknya usaha utama hanya sekedar menyediakan untuk kehidupan sekarang ini, melainkan mencari makanan rohani, malahan akal budi yang akan tahan sampai kepada hidup yang kekal. Ini dapat diberikan hanya oleh Anak Allah, "karena Ialah yang dimeteraikan oleh Bapa itu, yaitu Allah."

Pada saat itu minat para pendengar tergugah. Mereka berseru, "Apakah yang patut kami perbuat akan menjalankan pekerjaan Allah?" Mereka telah melakukan banyak pekerjaan yang memenatkan agar dapat memujikan diri mereka kepada Allah; dan mereka bersedia hendak mendengar tentang,suatu penurutan yang baru yang olehnya mereka dapat memperoleh pahala yang lebih besar lagi. Pertanyaan mereka berarti: Apakah yang harus kami lakukan supaya kami layak masuk surga? Apakah pengorbanan yang dituntut dari kami agar memperoleh hidup mendatang?

"Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu: 'Inilah pekerjaan Allah, bahwa wajiblah kamu percaya akan Dia yang disuruhkan oleh Allah itu." Harga surga ialah Yesus. Jalan ke surga ialah oleh iman kepada "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia." Yoh. 1:29.

Tetapi orang banyak tidak memilih menerima pernyataan ini tentang kebenaran Ilahi. Yesus telah melakukan pekerjaan yang sama seperti yang telah dinubuatkan. tentang apa .yang akan dilakukan Mesias; tetapi mereka tidak menyaksikan apa yang digambarkan sebagai pekerjaan‑Nya oleh harapan mereka yang mementingkan diri. Memang Kristus pernah memberi makan orang banyak dengan roti jelai; tetapi pada zaman Musa orang Israel telah diberi makan dengan manna selama empat puluh tahun, dan berkat‑berkat, yang jauh lebih besar lagi diharapkan dari Mesias. Hati mereka yang tidak puas menanyakan mengapa, jika Yesus dapat melakukan begitu banyak perbuatan yang ajaib sebagaimana yang sudah mereka saksikan, tidak dapatkah Ia memberikan kesehatan, kekuatan, dan kekayaan kepada sekalian umat‑Nya, melepaskan mereka dari para penindas, serta mengangkat mereka kepada kuasa dan kehormatan? Kenyataan bahwa Ia mengaku diutus oleh Allah, namun enggan dijadikan raja Israel, sungguh merupakan suatu rahasia yang tidak dapat mereka duga. Penolakan‑Nya ditafsirkan dengan salah. Banyak orang menarik kesimpulan bahwa la tidak berani menyatakan tuntutan‑Nya karena Ia Sendiri menyangsikan mengenai sifat Ilahi yang menjadi ciri tugas‑Nya. Dengan demikian mereka membuka hati terhadap sifat tidak percaya, dan benih yang telah ditaburkan oleh Setan membuahkan yang sejenisnya, dalam salah pengertian dan kegagalan.

Sekarang, dengan setengah mengejek, seorang rabbi bertanya "Apakah tanda ajaib yang Tuhan perbuat, supaya boleh kami tampak, lalu percaya akan Tuhan? Apakah Tuhan perbuat? Nenek moyang kami makan manna di padang belantara, seperti yang tersurat itu: 'Ia sudah mengaruniakan mereka itu roti dari surga akan makanannya."'

Orang Yahudi menghormati Musa, sebagai sipemberi manna, memberikan pujian kepada alat perantara, dan melupakan Dia yang oleh‑Nya pekerjaan telah dilaksanakan. Nenek‑moyang mereka bersungut kepada Musa, serta meragukan dan menyangkal tugas Ilahinya. Sekarang dalam roh yang sama keturunan mereka menolak Seorang yang menyampaikan pekabaran Allah kepada mereka. Maka kata Yesus kepada mereka itu, "Sesungguh‑sungguhnya Aku berkata kepadamu: Bukannya Musa yang memberikan kamu roti dari surga itu." Sipemberi manna sedang berdiri di antara mereka. Kristuslah yang telah memimpin orang Ibrani melalui padang belantara, dan memberi makan kepada mereka setiap hari dengan roti dari surga. Makanan itu melambangkan roti yang sebenarnya dari surga. Roh yang memberi hidup, yang mengalir dari kepenuhan Allah yang tidak terbatas, ialah manna yang benar. Yesus berkata, "Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Yoh. 6:33.

Masih dalam keadaan memikirkan bahwa makanan jasmanilah yang dimaksudkan Yesus, beberapa dari para pendengarnya berseru, "Ya Tuhan, berilah kiranya kami roti ini selalu." Kemudian Yesus berkata dengan jelas, "Aku inilah Roti Hidup itu."

Kiasan yang digunakan Yesus sudah lazim bagi orang Yahudi. Musa, dengan ilham Roh Suci, berkata, "Bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi menusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan." Dan nabi Yeremia menulis, "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku." Ul. 8:3; Yer. 15:16. Rabbi‑rabbi sendiri mempunyai perbahasaan, bahwa makan roti, dalam makna rohaninya, adalah pelajaran tentang hukum dan kebiasaan perbuatan baik; dan sering dikatakan bahwa bila Mesias datang segenap Israel akan diberi makan. Ajaran nabi‑nabi menjelaskan pelajaran rohani yang mendalam mengenai mukjizat roti. Pelajaran inilah yang hendak dipaparkan Kristus kepada para pendengar‑Nya di rumah sernbahyang. Sekiranya mereka telah mengerti akan Kitab Suci, sudah tentu mereka mengerti perkataan‑Nya ketika Ia berkata, "Aku inilah Roti Hidup itu." Baru saja sehari yang lampau orang banyak, yang sudah lemah dan lelah, diberi makan dengan roti yang 'diberikan‑Nya. Sebagaimana dari roti itu mereka mendapat kekuatan dan kesegaran jasmani, demikian juga dari Kristus mereka dapat memperoleh kekuatan rohani menuju hidup kekal. "Siapa yang datang kepada‑Ku," kata‑Nya, "tiadalah ia akan lapar lagi; dan siapa yang percaya akan Daku, tiadalah ia akan dahaga lagi." Tetapi Ia menambahkan, "Kamu sudah nampak Aku, tetapi tiada kamu percaya."

Mereka telah melihat Kristus dengan kesaksian Roh Suci, dengan kenyataan Allah kepada jiwa mereka. Bukti‑bukti yang hidup mengenai kuasa‑Nya sudah mereka saksikan dari hari ke hari, namun mereka masih minta tanda lain. Jika mereka tidak diyakinkan dengan apa yang sudah mereka lihat dan dengar, tidak ada gunanya menunjukkan lebih banyak perbuatan ajaib kepada mereka. Sifat tidak percaya selamanya mencari dalih untuk meragukan, dan tidak akan menerima bukti yang paling pasti.

Sekali lagi Kristus berseru ke hati yang degil. "Orang yang datang kepada‑Ku, sekali‑kali tiada Aku akan menolak dia." Ia mengatakan bahwa semua orang yang menerima Dia dalam iman, akan mendapat hidup kekal. Tidak seorang pun akan hilang. Tidak perlu orang Farisi dan orang Saduki mempertengkarkan dari hal kehidupan masa depan. "Karena inilah kehendak Bapa‑Ku, bahwa masing‑masing yang memandang Anak itu serta percaya akan Dia kelak beroleh hidup yang kekal, maka Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat."

Tetapi para pemimpin orang banyak itu merasa sakit hati, "maka kata mereka itu: 'Bukankah orang ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu‑bapanya kami kenal? Bagaimanakah orang ini dapat berkata: Aku ini turun dari surga?' " Mereka berusaha membangkitkan prasangka dengan menyinggung secara mengejek tentang asal‑usul Yesus yang hina itu. Dengan sikap memandang rendah mereka menyindir tentang kehidupan‑Nya sebagai seorang pekerja Galilea, serta tentang keluarga‑Nya yang miskin dan hina. Mereka mengatakan bahwa tuntutan tukang kayu yang tidak terdidik ini tidak layak diperhatikan. Dan karena kelahiran‑Nya yang gaib itu, mereka menyindir bahwa Ia berasal dari keturunan yang diragukan, dengan demikian menggambarkan keadaan kelahiran‑Nya secara manusia sebagai suatu noda dalam sejarah hidup‑Nya.

Yesus tidak berusaha menjelaskan rahasia kelahiran‑Nya. Ia tidak menjawab pertanyaan‑pertanyaan tentang kedatangan‑Nya dari surga, sebagaimana Ia tidak menjawab pertanyaan‑pertanyaan tentang bagaimana Ia menyeberangi laut. Ia tidak menarik perhatian kepada mukjizat‑mukjizat yang menandai kehidupan‑Nya. Dengan rela Ia tidak menari nama baik bagi diri‑Nya, dan Ia mengenakan‑bagi diri‑Nya sifat seorang hamba. Tetapi perkataan dan perbuatan‑Nya menyatakan tabiat‑Nya. Semua orang yang hatinya terbuka terhadap penerangan Ilahi akan mengenal dalam Dia "Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." Yoh. 1:14.

Prasangka orang Farisi lebih mendalam daripada yang dinyatakan dalam pertanyaan‑pertanyaan mereka; prasangka itu berakar dalam kekacaubalauan batin mereka. Setiap perkataan dan tindakan Yesus membangkitkan permusuhan dalam diri mereka; karena roh yang mereka dambakan pada‑Nya tidak terdapat di dalam Dia.

"Seorang pun tiada boleh datang kepada‑Ku, jikalau tiada hatinya ditarik oleh Bapa yang menyuruhkan Aku; maka Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat. Adalah tersurat di dalam kitab nabi‑nabi, yaitu: 'Bahwa; mereka itu sekalian diajar oleh Allah. Mereka masing‑masing yang sudah mendengar serta belajar kepada Bapa, ialah datang kepada‑Ku.'" Tidak seorang pun akan datang kepada Kristus, kecuali mereka yang menyambut penarikan kasih Bapa. Tetapi Allah sedang menarik semua hati kepada‑Nya, dan hanya mereka yang menolak penarikan‑Nya akan enggan datang kepada Kristus.

Dalam perkataan, "Mereka itu sekalian diajar oleh Allah," yang Yesus maksudkan ialah nubuatan Yesaya: "Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan, dan besarlah kesejahteraan mereka." Yes. 54:13. Ayat Kitab Suci ini dikenakan oleh orang Yahudi kepada diri mereka sendiri. Mereka membanggakan bahwa Allah menjadi guru mereka. Tetapi Yesus menunjukkan betapa sia‑sia tuntutan ini; karena la berkata, "Maka masing‑masing yang sudah mendengar serta belajar kepada Bapa, ialah datang kepada‑Ku." Hanya dengan perantaraan Kristus mereka dapat memperoleh suatu pengetahuan tentang Bapa. Manusia tidak tahan melihat kemuliaan‑Nya. Mereka yang sudah belajar tentang Allah sudah mendengar suara Anak‑Nya dan dalam Yesus orang Nazaret mereka akan mengenal Dia, yang melalui alam dan wahyu, telah menyatakan Bapa.

"Sesungguh‑sungguhnya Aku berkata kepadamu: Barang siapa yang percaya, ialah menaruh hidup yang kekal." Dengan perantaraan Yohanes yang kekasih, yang mendengarkan perkataan ini, Roh Kudus menyatakan kepada sidang‑sidang, "Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.'' 1 Yoh. 5:11, 12. Dan Yesus berkata, "Aku ini akan menghidupkan Dia pada hari kiamat." Kristus menjadi satu daging dengan kita, supaya kita boleh menjadi satu roh dengan Dia. Karena hubungan inilah kita akan keluar dari kubur‑bukan saja sebagai suatu pernyataan kuasa Kristus, melainkan karena oleh iman hidup‑Nya telah menjadi hidup kita. Mereka yang melihat Kristus dalam tabiat‑Nya yang benar, serta menerima Dia ke dalam hati, mempunyai hidup kekal. Dengan perantaraan Roh Kuduslah Kristus tinggal di dalam kita; dan Roh Allah, yang diterima ke dalam hati oleh iman, menjadi permulaan hidup kekal.

Orang banyak telah mengalihkan perhatian Kristus kepada manna yang dimakan oleh nenek‑moyang mereka di padang belantara, seolah olah penyediaan makanan itu merupakan suatu mukjizat yang lebih besar daripada yang diadakan Yesus; tetapi Ia menunjukkan betapa kecilnya pemberian itu bila dibandingkan dengan berkat‑berkat yang hendak dikaruniakan‑Nya melalui kedatangan‑Nya. Manna itu dapat memelihara hanya kehidupan di dunia ini; manna itu tidak mencegah datangnya kematian atau pun menjamin sifat baka; tetapi roti yang dari surga akan memberi makan kepada jiwa sampai hidup yang kekal. Juruselamat berkata, "Aku inilah Roti Hidup itu. Nenek‑moyang kamu telan makan manna di padang belantara, dan mati juga mereka itu. Inilah Roti yang turun dari surga, supaya orang makan daripadanya dan tiada mati. Aku inilah Roti yang hidup, yang turun dari sorga; jikalau barang seorang pun makan daripada Roti ini, ia akan hidup selama‑lamanya." Pada kiasan ini Kristus menambahkan yang lain lagi. Hanya oleh mati dapatlah Ia memberikan hidup kepada manusia, dan dalam perkataan selanjutnya. Ia menunjukkan kepada kernatian‑Nya sebagai ikhtiar keselamatan. Ia berkata, "Roti yang Aku akan berikan itu ia itu tubuh‑Ku, karena kehidupan isi dunia ini."

Orang-orang Yahudi sudah bersedia hendak merayakan Paskah di Yerusalem untuk memperingati malam kelepasan Israel, ketika malaikat pembinasa memukul rumah‑rumah orang Mesir. Dalam domba Paskah Allah merindukan agar mereka memandang Anak Domba Allah; dan dengan perantaraan lambang itu menerima Dia yang memberikan diri‑Nya untuk kehidupan dunia ini. Tetapi orang Yahudi telah menjadikan lambang itu sangat penting, sedangkan maknanya tidak diperhatikan. Mereka tidak membedakan tubuh Tuhan. Kebenaran yang sama yang dilambangkan dalam upacara paskah diajarkan dalam perkataan Kristus. Tetapi kebenaran itu masih tidak dilihat.

Sekarang rabbi‑rabbi berseru dengan marahnya, "Bagaimanakah Orang ini dapat memberi kami makan tubuh‑Nya?" Mereka berpura‑pura mengerti perkataan‑Nya dalam pengertian yang sama secara harafiah sebagaimana halnya dengan Nikodemus ketika ia bertanya, "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?" Yoh. 3:4. Sedikit banyaknya mereka mengerti maksud Yesus, tetapi mereka tidak mau mengakuinya. Oleh salah menerima perkataan‑Nya, mereka mengharapkan untuk menimbulkan prasangka orang banyak melawan Dia.

Kristus tidak melunakkan penjelasan yang diberikan‑Nya secara lambang. Ia mengulangi kebenaran itu dalam bahasa yang lebih kuat lagi: "Sesungguh‑sungguhnya Aku berkata kepadamu; Jikalau tiada kamu makan tubuh Anak Manusia dan minum darah‑Nya, tiadalah kamu menaruh hidup di dalam dirimu. Barang siapa yang makan tubuh‑Ku, dan minum darah‑Ku, padanyalah hidup yang kekal, dan Aku ini akan menghidupkan dia pada hari kiamat. Karena tubuh‑Ku itulah makanan yang sungguh‑sungguh; dan darah‑Ku itulah minuman yang sungguh‑sungguh. Siapa yang makan tubuh‑Ku dan minum darah‑Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku tinggal di dalam dia."

Makan daging dan minum darah Kristus ialah menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi percaya bahwa Ia mengampuni dosa‑dosa kita, dan bahwa kita sempuma dalam Dia. Oleh memandang kasih‑Nya, oleh merenungkannya, oleh meminumnya, kita mendapat bagian dari sifat‑Nya. Sebagaimana makanan perlu untuk tubuh, demikian juga halnya dengan Kristus untuk jiwa. Makanan. tidak dapat memberikan manfaat kepada kita kecuali kita memakannya, kecuali makanan itu menjadi sebagian dari tubuh kita. Demikianlah Kristus tidak bermanfaat bagi kita jika kita tidak mengetahui Dia sebagai Juruselamat pribadi. Suatu pengetahuan secara teori melulu tidak akan memberikan kebaikan kepada kita. Kita harus makan daripada‑Nya, menerima Dia ke dalarn hati, sehingga kehidupan‑Nya menjadi kehidupan kita. Kasih‑Nya, rahmat‑Nya, harus dipahami baik‑baik.

Tetapi kiasan‑kiasan ini sekali pun tidak berhasil menggarnbarkan hak istimewa dari hubungan orang percaya kepada Kristus. Yesus berkata, "Sebagaimana Bapa yang hidup itu menyuruhkan Aku, dan Aku pun hidup oleh karena Bapa itu, demikian juga siapa yang makan Aku, ia pun akan hidup oleh sebab Aku." Sebagaimana Anak Allah hidup oleh iman kepada Bapa, demikian juga kita harus hidup oleh iman kepada Kristus. Demikian sempurnanya Yesus berserah kepada kemauan Allah sehingga Bapa saja kelihatan dalam kehidupan‑Nya. Meski pun digoda segala perkara sama seperti kita, namun la berdiri di hadapan dunia tanpa dinodai kejahatan yang mengelilingi‑Nya. Demikianlah juga kita harus menang sebagaimana Kristus sudah menang.

Apakah engkau seorang pengikut Kristus? Kalau demikian segala perkara yang tersurat mengenai kehidupan rohani tersurat bagimu, dan dapat dicapai oleh menyatakan dirimu kepada Yesus. Apakah semangatmu sedang melemah? Apakah kasihmu yang mula‑mula sudah menjadi dingin? Terimalah kembali kasih yang ditawarkan oleh Kristus. Makanlah dari daging‑Nya, minumlah dari darah‑Nya, dan engkau akan menjadi satu dengan Bapa dan dengan Anak itu.

Orang‑orang Yahudi yang tidak percaya enggan melihat sesuatu kecuali makna secara harafiah saja dalam perkataan Juruselamat. Oleh hukum upacara mereka dilarang mencicipi darah, dan kini mereka mengartikan bahasa Kristus sebagai pencemaran sesuatu yang suci, dan memperdebatkannya sama sendirinya. Kebanyakan dari mereka malahan murid‑murid sekali pun, berkata, "Perkataan ini sukar diartikan, siapakah gerangan dapat mendengarnya?"

Juruselamat menjawab mereka, "Adakah perkara ini mendatangkan syak ke atas kamu? Bagaimanakah kelak jadinya apabila kamu memandang Anak Manusia naik ke tempat asalnya? Roh itulah yang menghidupkan, tubuh suatu pun tiada gunanya. Ada pun perkataan yang Aku katakan kepadamu, itulah roh dan hidup adanya."

Hidup Kristus yang memberikan hidup kepada dunia ialah perkataan‑Nya. Dengan perkataan‑Nyalah Yesus menyembuhkan penyakit dan membuangkan setan; dengan perkataan‑Nya Ia mendiamkan laut, dan membangkitkan orang mati; dan orang banyak menyaksikan bahwa perkataan‑Nya disertai kuasa. Ia mengucapkan sabda Allah, sebagaimana Ia telah mengucapkannya dengan perantaraan segala nabi dan guru Perjanjian Lama. Segenap Kitab Suci merupakan pernyataan Kristus, dan Juruselamat ingin menetapkan iman para pengikut‑Nya pada sabda itu. Bila hadirat‑Nya yang kelihatan itu ditarik kembali, sabda itu hendaknya menjadi sumber kuasa bagi mereka. Sebagaimana halnya dengan Guru mereka, seharusnya mereka hidup "dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Mat. 4:4.

Sebagaimana kehidupan jasmani dipelihara dengan makanan, demikian juga kehidupan rohani dipelihara dengan sabda Allah. Dan setiap jiwa harus menerima hidup dari Sabda Allah baginya sendiri. Sebagaimana kita harus makan untuk diri kita sendiri agar mendapat keperluan gizi, demikian juga kita harus menerima sabda itu bagi diri kita sendiri. Kita tidak memperolehnya hanya dengan perantaraan pikiran yang lain. Kita harus menyelidiki Kitab Suci dengan saksama, memohonkan dari Allah bantuan Roh Kudus agar kita dapat mengerti sabda‑Nya. Kita harus merenungkan buah pikiran itu sampai itu menjadi bagian kita sendiri, dan kita mengetahui "apa yang dikatakan Tuhan."

Dalam janji‑janji dan amaran‑amaran‑Nya, Yesus menunjukkannya kepada saya. Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan‑Nya Anak‑Nya yang tunggal, supaya saya yang percaya kepada‑Nya, jangan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Pengalaman‑pengalaman yang diceritakan dalam sabda Allah hendaknya menjadi pengalaman saya juga. Doa dan janji, ajaran dan amaran, adalah untuk saya. "Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." Gal. 2:19, 20. Bila iman menerima dan menyelami prinsip‑prinsip kebenaran dengan cara demikian, itu menjadi sebagian dari kehidupan serta kuasa pendorong bagi kehidupan. Sabda Allah itu, bila diterima ke dalam jiwa, mengubahkan pikiran, dan masuk ke dalam perkembangan tabiat.

Oleh selalu memandang kepada Yesus dengan mata iman kita akan dikuatkan. Allah akan mengadakan wahyu yang paling berharga kepada umat‑Nya yang lapar dan haus. Mereka akan mendapati bahwa Kristus adalah Juruselamat pribadi. Bila mereka makan dari sabda‑Nya, mereka mendapati bahwa sabda itu roh dan hidup adanya. Sabda itu merusakkan sifat bawaan dan duniawi, dan memberikan suatu hidup yang baru dalam Kristus Yesus. Roh Suci datang ke dalam jiwa sebagai Penghibur. Oleh rahmat‑Nya yang mengubahkan itu, peta Allah dihasilkan kembali pada murid itu; ia menjadi suatu kejadian yang baharu. Kasih menggantikan kebencian, dan hati menerima kesamaan Ilahi. Inilah yang dimaksudkan oleh hidup "dengan tiap‑tiap firman yang keluar daripada mulut Allah." Inilah yang dimaksudkan dengan makan Roti yang berasal dari surga.

Kristus telah mengucapkan kebenaran yang suci dan kekal mengenai hubungan antara Dia dengan para pengikut‑Nya. Ia mengetahui tabiat orang‑orang yang mengaku sebagai murid‑murid‑Nya, dan sabda‑Nya menguji iman mereka. Ia menyatakan bahwa mereka harus percaya dan bertindak sesuai dengan ajaran‑Nya. Semua orang yang menerima Dia mengambil bagian dari sifat‑Nya, dan menjadi serupa dengan tabiat‑Nya. lni menyangkut kesediaan meninggalkan cita‑cita yang dipelihara dalam hati mereka. Hal itu memerlukan penyerahan diri mereka sepenuhnya kepada Yesus. Mereka dipanggil untuk memiliki sifat pengorbanan diri, dan kerendahan hati. Mereka harus berjalan pada jalan sempit yang dijalani oleh orang di Golgota, jika mereka mau mendapat bagian dari pemberian kehidupan dan kemuliaan surga.

Ujian itu terlalu besar. Semangat orang‑orang yang tadinya berusaha memaksa Dia serta menjadikan Dia raja kini menjadi dingin. Mereka menyatakan bahwa uraian di rumah sembahyang ini telah membuka mata mereka. Sekarang mereka tidak terperdaya lagi. Dalam pikiran mereka perkataan‑Nya merupakan pengakuan terus terang bahwa Ia bukannya Mesias, dan bahwa tidak ada pahala duniawi diwujudkan oleh hubungan dengan Dia. Mereka menyambut kuasa‑Nya yang mendatangkan kuasa mukjizat, mereka rindu dibebaskan dari penyakit dan penderitaan; tetapi mereka tidak mau bersimpati terhadap kehidupan‑Nya yang mengorbankan diri. Mereka tidak menghiraukan kerajaan rohani yang sukar dipahami, yang dikatakan‑Nya itu. Orang‑orang yang tidak ikhlas, yang mementingkan diri, yang telah mencari Dia, tidak lagi mengingini‑Nya. Jika Ia tidak mau mencurahkan kuasa dan pengaruh‑Nya untuk mendapat kemerdekaan dari orang Roma, mereka tidak mau mengadakan hubungan dengan Dia.

Yesus berkata dengan jelas kepada mereka, "Tetapi adalah di antara kamu beberapa orang yang tiada percaya," sambil menambahkan, "Itulah sebabnya Aku berkata kepadamu, bahwa seorang pun tiada boleh datang kepada‑Ku, jikalau tiada dikaruniakan kepadanya oleh Bapa." Ia menghendaki agar mereka mengerti bahwa jikalau mereka tidak tertarik kepada‑Nya, sebabnya ialah hati mereka tidak terbuka kepada Roh Kudus. "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatukebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohanii." 1 Kor. 2:14. Dengan imanlah jiwa memandang kemuliaan Yesus. Kemuliaan ini tersembunyi, sampai iman dinyalakan dalam jiwa dengan perantaraan Roh Kudus.

Oleh tempelakan terhadap kurangnya percaya mereka di hadapan umum, murid‑murid ini malah lebih menjauhkan diri dari Yesus. Mereka merasa amat kurang senang, dan dalam keinginan hendak melukai perasaan Juruselamat dan memuaskan kebencian orang Parisi, mereka membelakangi Dia dan meninggalkan Dia dengan penghinaan. Mereka telah mengadakan pilihan mereka,—mereka tidak mau mengatakan penyerahan yang sempurna. Keputusan mereka tidak pernah dibatalkan sesudah saat itu; karena mereka tidak lagi berjalan dengan Yesus.

"Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung." Mat. 3:12. Inilah salah satu saat pembersihan. Oleh sabda kebenaran, sekam dipisahkan dari gandum. Karena mereka terlalu congkak dan menganggap diri benar sehingga tidak dapat menerima teguran, terlalu mencintai dunia sehingga tidak dapat menerima hidup kerendahan, banyak dari mereka berbalik dari Yesus. Kebanyakan masih melakukan perkara yang sama. Jiwa‑jiwa diuji dewasa ini sebagaimana halnya dengan murid‑murid dalam rumah sembahyang di Kapernaum. Bila kebenaran dijelaskan dalam hati, mereka melihat bahwa kehidupan mereka tidak sesuai dengan kehendak Allah. Mereka melihat perlunya perubahan menyeluruh dalam diri mereka sendiri; tetapi mereka tidak sudi menanggung pekerjaan yang menuntut penyangkalan diri. Sebab itu mereka marah bila dosa‑dosa mereka didapati. Mereka pergi dengan perasaan sakit hati, sebagaimana murid‑murid meninggalkan Yesus, sambil bersungut," "Perkataan ini sukar diartikan, siapakah gerangan dapat mendengarnya?"

Pujian dan belaian menyenangkan pada pendengaran mereka, tetapi kebenaran tidak disambut dengan gembira; mereka tidak dapat mendengarnya. Ketika orang banyak mengikuti, dan diberi makan, dan sorak‑sorai kemenangan kedengaran, suara mereka menyaringkan puji‑pujian; tetapi bila pemeriksaan Roh Allah menyatakan dosa mereka, dan menyuruh mereka meninggalkannya, mereka membelakangi kebenaran, dan tidak lagi berjalan dengan Yesus.

Ketika murid‑murid yang tidak setia itu berbalik dari Kristus, suatu roh yang lain menguasai mereka. Mereka tidak dapat melihat sesuatu yang menarik dalam Dia, yang tadinya mereka dapati sangat menarik. Mereka mencari musuh‑musuh‑Nya, karena musuh‑musuh itu sesuai dengan roh dan pekerjaan mereka. Mereka salah tafsirkan‑perkataan‑Nya, memalsukan pernyataan‑Nya, serta menentang motif‑Nya. Mereka mempertahankan perlakuan mereka dengan mengumpulkan setiap perkara yang dapat menentang Dia; dan kemarahan seperti itu dibangkitkan oleh laporan yang tidak benar sehingga hidup‑Nya berada dalam bahaya.

Kabar tersiar dengan cepatnya bahwa atas pengakuan‑Nya sendiri Yesus orang Nazaret adalah Mesias. Dan dengan demikian perasaan khalayak ramai di Galilea dialihkan untuk melawan Dia, sebagaimana pada tahun sebelumnya sudah dialami di Yudea. Wai bagi Israel! Mereka menolak Juruselamat mereka, karena mereka merindukan seorang pemenang yang akan memberi mereka kuasa duniawi. Mereka menghendaki daging yang akan binasa, tetapi bukannya yang akan tahan sampai hidup kekal.

Dengan hati yang penuh kerinduan, Yesus melihat mereka yang pernah menjadi murid‑murid‑Nya meninggalkan Dia, Hidup dan Terang bagi manusia. Rasa kesadaran bahwa belaskasihan‑Nya tidak dihargai, kasih‑Nya tidak dibalas, kemurahan‑Nya diremehkan, keselamatan‑Nya ditolak, memenuhi Dia dengan kesedihan yang tidak terperikan. Perkembangan seperti itulah yang menjadikan Dia seorang yang kena sengsara dan yang biasa dalam kesukaran.

Tanpa berusaha menghalangi mereka yang sedang meninggalkan Dia, Yesus berpaling kepada keduabelas murid‑Nya seraya berkata, "Kamu ini hendak pergi jugakah?"

Petrus menyahut dengan bertanya, "Ya Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?" "Hanya Tuhan sahaja yang menaruh perkataan hidup yang kekal," ia menambahkan. "Kami ini sudah percaya dan yakin, bahwa Tuhanlah yang kudus datang daripada Allah."

"Kepada siapakah kami akan pergi?" Guru‑guru Israel diperbudak dengan ketelitian dalam upacara secara lahiriah. Orang‑orang Farisi dan Saduki senantiasa bertengkar. Meninggalkan Yesus berarti jatuh di antara para penyokong upacara agama, serta orang‑orang yang bercita‑cita yang mencari kemuliaan bagi diri sendiri. Murid‑murid telah mendapat lebih banyak damai dan kesukaan sejak mereka menerima Kristus daripada dalam segala kehidupan mereka pada masa yang silam. Bagaimanakah mereka dapat kembali kepada orang‑orang yang telah menghina dan menganiayakan Sahabat orang berdosa? Sudah lama mereka mengharapkan Mesias, sekarang Ia sudah datang, dan mereka tidak dapat berbalik dari hadirat‑Nya dan pergi kepada orang‑orang yang sedang mengejar nyawa‑Nya, dan telah menganiayakan mereka karena menjadi pengikut‑Nya.

"Kepada siapakah kami akan pergi?" Bukannya dari ajaran Kristus, pelajaran‑Nya tentang kasih dan kemurahan, kepada kegelapan kurang percaya, kejahatan dunia. Sementara Juruselamat ditinggalkan oleh banyak orang yang sudah menyaksikan perbuatan‑Nya yang ajaib, Petrus mengungkapkan iman murid‑murid—"Sesungguhnya Engkau Kristus." Hanya dengan memikirkan kehilangan jangkar ini bagi jiwa mereka memenuhi mereka dengan ketakutan dan kepedihan. Tidak mempunyai Juruselamat berarti hanyut di lautan yang gelap dan banyak angin ribut.

Banyak perkataan dan perbuatan Yesus kelihatan sukar dipahami dengan pikiran yang terbatas, tetapi setiap perkataan dan perbuatan mempunyai maksud yang tentu dalam pekerjaan untuk penebusan kita; setiap perkara itu diperhitungkan untuk memberikan hasilnya sendiri. Jika kita sanggup mengerti maksud‑maksud‑Nya, semuanya akan kelihatan penting, sempurna dan sesuai dengan tugas‑Nya.

Meski pun kita tidak dapat mengerti segala perbuatan dan jalan Allah, kita dapat melihat kasih‑Nya yang besar, yang menjadi dasar segala perlakuan‑Nya terhadap manusia. Ia yang tinggal dekat Yesus akan mengerti banyak tentang rahasia kesalehan. Ia akan mengakui kemurahan yang memberikan teguran, yang menguji tabiat, dan menyatakan niat hati.

Ketika Yesus mengemukakan kebenaran yang menguji itu yang rnenyebabkan begitu banyak dari murid‑murid‑Nya berbalik, Ia mengetahui apa akan diakibatkan oleh perkataan‑Nya; tetapi Ia hendak memenuhi suatu maksud kemurahan. Ia melihat jauh ke depan bahwa pada saat pencobaan setiap murid‑Nya yang kekasih akan diuji dengan keras. Sengsara‑Nya di Getsemani, perihal Ia dikhianati dan disalibkan, akan merupakan suatu ujian yang paling berat bagi mereka. Sekiranya tidak diberikan ujian lebih dulu, banyak orang yang didorong hanya oleh motif yang mementing kan diri akan bergabung dengan mereka. Ketika Tuhan mereka dihukum di balai pengadilan; ketika orang banyak yang pernah menyerukan Dia sebagai raja mereka kini mencemoohkan Dia serta menghinakan Dia; ketika orang banyak yang mengejek berseru, "Salibkan Dia!" Ketika mereka dikecewakan dalam cita‑cita duniawi, oleh mengingkari kesetiaan mereka kepada Yesus, sebenarnya orang‑orang yang mencari kepentingan diri sendiri ini akan membawa kesusahan yang pahit dan membebani hati, selain dari kesedihan dan kekecewaan mereka karena hilangnya harapan mereka yang paling disukai. Pada saat kegelapan itu, teladan di pihak orang‑orang yang berbalik dari Dia sebenarnya dapat membawa orang lain mengikuti mereka. Tetapi Yesus mendatangkan krisis ini sedangkan oleh hadirat‑Nya sendiri Ia dapat menguatkan iman para pengikut‑Nya yang benar.

Penebus yang menaruh belas kasihan, yang sangat mengetahui nasib yang menunggu Dia, melicinkan jalan bagi murid‑murid, menyiapkan mereka untuk ujian tertinggi, serta menguatkan mereka untuk menghadapi ujian terakhir.

Peradaban dan Kebudayaan Mesir Kuno

Kata Mesir memiliki tiga arti yang berbeda berdasarkan tiga periode waktu. Pada periode awal Mesir, selama pemerintahan Kerajaan Tua, Mesir disebut sebagai Kemet yang berarti tanah hitam. Kemudian, penduduk Mesir menyebut kerajaan mereka sebagai Hwt-ka-Ptah, yang berarti kuil untuk Ka dan Ptah. Saat ini, kata Mesir sering disebut Misr yang berarti negara.

Mesir memiliki tanah yang paling subur di Afrika dan salah satu dari Negara tersubur di sekitar Laut Mediterania. Banyak orang datang dan bermukim di Mesir karena Mesir sangat subur. Dahulu ada dua kerajaan di Mesir, Kerajaan Mesir Atas yang terletak di Selatan dan Mesir Bawah yang terletak di Utara. Namun, pada awal Zaman Perunggu, raja Kerajaan Mesir Atas berhasil menguasai Kerajaan Mesir Bawah dan menyatukannya menjadi kerajaan baru. Orang-orang memanggil penguasa dari Kerajaan Baru ini Firaun. Orang-orang Yunani dan Ibrani pada dasarnya menggunakan istilah 'Firaun'. Kata par'o pada bahasa Ibrani memiliki arti rumah yang besar. Kemudian, kerajaan ini terbagi lagi menjadi enam macam periode.

Mesir kuno adalah sebuah peradaban kuno di bagian timur Afrika Utara. Peradaban ini dimulai pada tahun 3150 SM di bawah pemerintahan Firaun pertama. Firaun adalah orang terkuat di mesir kuno. Firaun adalah pemimpin politik dan agama para masyarakat Mesir. Sebagai penguasa dari Mesir Atas dan Mesir Bawah, Firaun menguasai semua tanah, menbuat hukum, mengumpulkan pajak, dan melindungi Mesir dari bangsa asing. Dan sebagai imam tertinggi dari setiap kuil, Firaun mewakili dewa bumi. Dia membuat ritual dan kuil-kuil untuk menyembah para dewa. Banyak Firaun pergi berperang ketika daerah mereka diserang atau ketika mereka ingin menjajah daerah lain. Bila Firaun memenangkan perang, orang-orang yang terjajah harus mengakui Firaun sebagai penguasa mereka dan memberikannya barang terbaik dan paling berharga dari tanah mereka.

Mesir kuno terkenal dengan kehidupan social dan budayanya. Peradaban Mesir kuno adalah salah satu peradaban yang pertama kali menggunakan bahasa tulis. Mereka menulis pada makam, tembikar, dan kertas papyrus yang terbuat dari alang-alang yang ditenun. Bahasa pertama Mesir kuno adalah Hieroglif. Sebuah hieroglif terdiri dar gambar. Sistem penulisan hieroglif sangat kompleks dan padat karya. Hieroglif pertama digunakan pada bangunan dan makam. Hal ini diyakini bahwa masyarakat Mesir pertama kali mengembangkan sistem penulisan pada sekitar 3000 SM. Ada juga fakta-fakta menarik mengenai hieroglif. Hieroglif tidak memiliki huruf vokal, semua huruf hieroglif adalah konsonan. Tidak ada tanda baca digunakan dalan hieroglif. Tidak seperti kebanyakan bahasa modern yang biasa dibaca dari kanan atau kiri, hieroglif Mesir kuno dapat dibaca baik dari kanan ke kiri ataupun dari kiri ke kanan. Untuk mengetahui dari arah mana pembacaan harus dimulai, penulis akan mengatur posisi gambar tersebut sehingga menghadap ke arah yang benar. Hieroglif dibagi menjadi empat kategori, yaitu tanda abjad, tanda suku kata, tanda kata, dan gambar suatu objek yang mengarahkan pembaca.

Masyarakat Mesir kuno percaya kepada banyak dewa-dewi. Kira-kira terdapat 700 dewa-dewi yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh dari dewa-dewi Mesir kuno yang paling terkenal: Anubis dewa kematian, Ra dewa matahari, dewa yang paling penting dalam Mesir kuno, Horus dewa langit, dan Osiris dewa kematian dan penguasa dunia kematian. Masyakat Mesir menganggap Firaun lebih dari seorang raja. Mereka menghormati Firaun sebagai dewa. Firaun bertanggungjawab atas semua aspek kehidupan Mesir. Seperti menjaga irigasi agar teratur, mengarahkan pasukan, mempertahankan perdamaian, membuat hukum, dan lain sebagainya. Salah satu dari aspek kepercayaan Mesir yang paling terkenal adalah pemikiran tentang kehidupan setelah kematian. Mereka percaya bahwa tubuh fisik harus dipertahankan untuk mempersiapkan tempat bagi jiwa mereka untuk menetap setelah kematian. Karena itu, mumifikasi dilakukan untuk mempertahankan tubuh.

Mumi adalah tubuh seseorang atau binatang yang telah dipertahankan setelah kematian. Mumi-mumi tersebut adalah orang-orang Mesir yang sanggup membayar untuk proses pengawetan yang mahal. Orang-orang Mesir percaya bahwa ketika mereka mati, mereka akan melakukan perjalanan ke dunia lain di mana mereka akan memulai kehidupan yang baru, Mereka akan memerlukan semua benda yang mereka gunakan ketika masih hidup, sehingga keluarga mereka akan menaruh semua benda-benda tersebut di dalam makam mereka. Masyarakat Mesir membayar uang yang sangat banyak untuk mengawetkan tubuh mereka dengan baik. Orang-orang Mesir yang miskin dikuburkan di dalam pasir sedangkan orang-orang Mesir yang kaya dikuburkan di dalam makam. Orang-orang Mesir dikubur bersama-sama dengan harta benda mereka dan dinding makam dilukis tentang kehidupan orang yang telah meninggal. Dalam Kerajaan Mesir Tua dan Menengah, raja-raja Mesir dimakamkan dalam piramida. Orang-orang Mesir kuno awal menguburkan orang-orang mati di dalam lubang kecil di padang pasir. Panas dan kekeringan dari pasir mengeringkan tubuh dengan cepat, menciptakan mumi yang natural. Kemudian, orang-orang Mesir kuno mulai mengubur orang mati dalam peti mati untuk menjaga jenazahnya dari binatang-binatang liar di padang pasir. Namun, mereka menyadari bahwa tubuh yang ditaruh dalam peti mati membusuk ketika tidak terkena pasir gurun yang panas dan kering. Lalu, orang-orang Mesir kuno mengembangkan sebuah metode pengawetan tubuh sehingga jenazah dapat lebih bertahan lama. Proses ini meliputi pembalseman mayat, kemudian pembungkusan dan penguburan jenazah. Organ-organ dalam tubuh orang mati dikeluarkan dalam prosesnya. Hal ini disebabkan organ-organ dalam adalah yang paling cepat terurai. Hati tidak dikeluarkan dari dalam tubuh karena hati adalah pusat dari intelegensia dan perasaan, dan orang tersebut akan membutuhkannya dalam kehidupan yang akan dating. Dahulu, organ-organ dalam yang dikeluarkan dimasukkan ke dalam guci. Sekarang kita menyebut proses ini mumifikasi.

Kehidupan sehari-hari pada Mesir kuno berlangsung sekitar Sungai Nil dan tanahnya yang subur di sekitar aliran sungai. Banjir tahunan dari Sungai Nil menyuburkan tanah dan menghasilkan panen yang baik dan kemakmuran bagi penduduknya. Sungai Nil memiliki panjang 6695 kilometer dan menjadi sungai terpanjang di dunia. Kata 'Nil' berasal dari bahasa Yunani yang berarti lembah. Sekarang, sekitar 95% populasi Mesir masih tinggal di lembah Nil. Kayu sulit didapatkan di Mesir sehingga orang-orang Mesir membuat rumah mereka dari batu bata lumpur yang dikeringkan. Rumah-rumah memiliki beberapa kamar dan jendela ditutup dengan tirai untuk mencegah lalat dan debu. Selama musim panas, banyak orang tidur di atas atap supaya merasa sejuk. Mereka menanam sendiri sebagian dari makanan mereka dan menukar sebagian makanan dan barang yang tidak mereka produksi dengan desa lain. Sebagian besar masyarakat Mesir kuno bekerja sebagai buruh sawah, petani, dan pengrajin.

Orang-orang Mesir kuno memiliki cara yang unik dalam menggambar orang, Mereka memiliki norma sendiri dan telah ditetapkan sejak zaman Kerajaan Tua. Seniman-seniman Mesir menggunakan grid untuk membantu mereka menggambar orang. Mereka menggambar kepala, mata, dan kaki dalam posisi seperti dilihat dari samping. Mereka menggambar pundak dan dada seperti dilihat dari depan. Gambar-gambar seperti ini dapat ditemukan di dalam makam dan bangunan. Lukisan Mesir pada dasarnya didedikasikan untuk orang yang telah mati. Banyak gambar yang menunjukkan perjalanan panjang sebelum kematian. Aspek lain yang penting dari lukisan Mesir adalah penggambaran binatang. Warna primer yang digunakan dalam lukisan adalah merah, hijau, biru, emas, dan hitam.

Salah satu dari pekerjaan seni dan arsitektur terbesar di Mesir kuno adalah piramida. Piramida adalah sebuah struktur batu bata kuno berbentuk pyramid yang terletak di Mesir. Terdapat 138 buah piramida yang ditemukan di Mesir. Sebagian besar dibangun sebagai makam untuk para Firaun dan permaisuri mereka pada periode Kerajaan Tua dan Kerajaan Pertengahan. Piramida Mesir paling awal ditemukan di Saggara, barat laut Memphis. Paling awal diantaranya adalah piramida Dioser yang dibangun selama dinasti ketiga. Piramida ini dan kompleks sekitarnya dirancang oleh seorang arsitek bernama Imhotep. Piramida-piramida ini pada umumnya dianggap sebagai struktur monumental tertua di dunia yang dibangun dari batu yang dihias. Piramida Mesir yang paling terkenal adalah piramida yang ditemukan di Giza. Giza terletak di pinggir kota Kairo. Beberapa dari piramida Giza dihitung sebagai struktur terbesar yang pernah dibangun. Pada masa dinasti awal dalam sejarah Mesir, orang-orang penting dimakamkan di dalam struktur yang berbentuk seperti bangku dikenal sebagai mastabas. Piramida kedua yang didokumentasikan dalam sejarah diatributkan kepada Imhotep. Imhotep adalah arsitek yang pertama kali menyusun gagasan untuk menaruh mastabas di atasnya satu sama lain, menciptakan sebuah bangunan yang terdiri dari langkah-langkah menurun dalam ukuran menuju puncaknya. Hasilnya adalah piramida susun Djoser yang didesain sebagai tangga raksasa untuk jiwa Firaun yang meninggal sehingga mereka dapat menuju surga. Prestasi Imhotep yang sangat penting menjadikannya sebagai dewa bagi masyarakat Mesir kemudian. Pembangunan piramida yang paling produktif terjadi pada saat pemerintahan terbesar Firaun. Pada saat inilah piramida yang paling terkenal, Giza dan sekitarnya dibuat. Semakin berjalannya waktu, otoritas menjadi kurang terpusat, kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya yang diperlukan untuk pembangunan skala besar menurun, kemudian piramida lebih kecil, dibangun dengan kurang baik, seringkalu dibangun dengan terburu-buru.

Giza adalah lokasi dari piramida Khufu, yang juga dikenal dengan sebutan The Great Pyramid. Terdapat piramida yang lebih kecil yaitu piramida Khafre, dan yang lebih kecil lagi adalah piramida Menkaure. Di sekitarnya juga terdapat banyak piramida-piramida kecil. Piramida Menkaure dikelilingi oleh piramida-piramida kecil yang disebut sebagai Queen's Pyramid dan juga The Great Sphinx. Dari ketiga piramida terbesar, hanya piramida Khafre memiliki bagian yang terbuat dari batu kapur yang dipoles dekat puncaknya. Piramida Khafre lebih kecil dari piramida Khufu diukur dari tinggi dan volumenya. Giza telah menjadi objek wisata yang popular bagi para turis sejak zaman dahulu dan dipopulerkan pada zaman Hellenistic ketika piramida dicatat sebagai salah satu keajaiban dunia. Sekarang, piramida Giza adalah satu-satunya keajaiban dunia yang masih ada.

Piramida Menkaure adalah piramida terkecil dibandingkan dengan dua piramida utama lainnya di Giza. Pembuatnya menyusun bagian bawah piramida ini dengan granit untuk membedakannya dengan piramida lainya. Telah ditemukan sarkofagus di dalam piramida ini dan dikirim ke Inggris menggunakan kapal, tetapi di tengah perjalanan kapal ini tenggelam dan melenyapkan sarkofagus yang dibawanya.

Khafre adalah anak dari Khufu dan memiliki piramida kedua terbesar di Mesir, hanya sepuluh kaki lebih kecil daripada piramida Khufu. Setelah pembuatan piramida selesai, Khafre mecoba untuk membuat ilusi pada piramidanya sehingga terlihat lebih tinggi daripada piramida ayahnya. Dia menyuruh untuk menyusun bagian bawah dan atas piramidanya denga batu granit. Piramida ini tidak presisi, sudut atasnya terlalu lancip dan keempat sudut lainnya tidak tersusun dengan benar hingga ke sudut atasnya. Bagian atasnya sedikit bengkok. Piramida ini memiliki dua ruangan utama.

Piramida Giza adalah piramida terbesar di Mesir. Khufu memerintah ketika Kerajaan Tua sedang dalam puncak kejayaannya. Piramida Khufu menakjubkan dari ukuran dan presisi matematika. Piramida Khufu dikatakan terbuat dari dua koma tiga juta blok batu. Keempat sisi piramida ini berbentuk lancip ke arah tengah secara akurat. Alasnya berbentuk persegi yang hampir sempurna dengan sisi 230 meter dan perbedaan dari keempat sisinya hanya dalam satuan sentimeter. Piramida ini terbuat dari batu kapur yang sangat halus. Piramida Khufu di Giza termasuk bangunan teraksasa yang pernah ada di dunia sejak 4500 tahun yang lalu.

Mesir memiliki salah satu kebudayaan tertua di dunia yang sangat menarik. Sebagai mahasiswa desain dan teknik perencanaan, mempelajari seni dan arsitektur Mesir sangatlah bermanfaat sebab kebudayaan Mesir adalah cikal bakal dari kebudayaan di seluruh dunia.

Rahasia Piramid

Mesir kuno, 3000 SM, adalah peradaban tua yang besar dan maju. Sebagai sebuah tatanan masyarakat dan kebudayaan, Mesir kuno menjadi saksi sebuah peradaban yang telah mengenal cara berpakaian, membuat struktur bangunan, baca, tulis, dengan tatanan ekonomi dan politik yang mapan.

Peradaban yg mengenal sistem irigasi, perladangan, pertanian telah menjadikan hasil pertanian menghasilkan surplus produksi untuk disimpan dan diperdagangkan.  Mesir kuno tlah mengenal penambangan baik batu, besi, timah maupun emas, bahkan konstruksi, sampai abad ini pun setelah 5000 tahun lebih berlalu, manusia abad ini masih terkagum dengan pembangunan pyramid yang begitu megah, rumit dengan bahan dasar puluhan juta ton batu yang tersusun rapi menjulang ratusan meter keangkasa.

Seiring dengan majunya perekonomian dampak dari perubahan ekonomi yang pesat, administrasi pemerintahan pun dapat  mengelola ekonomi, politik, hukum dengan rapi. Sistem perpajakan, pengelolaan keuangan negara melalui pajak emas dan bahan pangan  dan ternak menjadikan tata ekonomi, tata politik,  militer dan hukum menjadi pemerintahan relatif stabil dibawah kekuasaan Firaun.

Dokumentasi  itu, tersimpan dg rapi baik dalam gambar, tulisan, makam, dan segala yang ada dalam pyramid. Bahkan legenda itu tidak mungkin hilang dalam ingatan kesejarahan, karena kitab-kitab suci menceritakan dengan lengkap baik itu dari kitab suci Kristen dan Yahudi.

Penindasan Kaum Pagan

Disisi terang Mesir Kuno sebagai peradaban yang besar dan maju, Negeri ini menyimpan kenangan sejarah yang kelam sebagai pusat penindasan, kezaliman, perbudakan bahkan negeri pagan terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Jejak genocide dan perbudakan terutama bangsa Yahudi dicatat dengan rapi pada dinding pyramid. Belum lagi dokumentasi Tuhan melalui kitab suci Taurat, Injil menceritakan dengan rinci akan masalah ini. Tentang pembunuhan massal lelaki bangsa Yahudi yang akan menghancurkan kedigdayaan Firaun.

Dalam setiap jejak sejarah kemegahan bangunan dan kedigdayaan ekonom, politik dibangun atas penindasan dan perbudakan yang tak ada bandingannya.

Firaun, bukan hanya mengaku-ngaku sebagai Tuhan, Firaun-firaun mesir konon memang memiliki kekuatan supra natural yang luar biasa sehingga para Firaun yang didapatkan dari ritual, sesembahan dan energi Pyramid yang dibangun.

Firaun adalah Tuhan Bangsa Mesir

Firaun dalam egyptology adalah Tuhan bangsa mesir. Mitologi Raja sebagai Tuhan ini seperti yang tercatat dalam hyeroglip pada dinding, tembikar, maupun pahatan di Pyramid, Sphinx.

Horus merupakan anak Dewa Isis dan Osiris. Setelah Osiris dibunuh oleh Set.  Horus kemudian membalas dendam kepada Set dan membunuhnya, namun dalam pertarungan itu, Set mencungkil salah satu mata Horus sehingga Horus kemudian menjadi Tuhan bermata satu.

Horus dilambangkan sebagai Tuhan yang menerangi dan melindungi bangsa mesir. Setiap Firaun yang masih hidup digambarkan sebagai Horus dimana dia merupakan penjelmaan dari Dewa-dewa/Tuhan itu sendiri sehingga seluruh kekuasaan dan legitimasi mutlak berada ditangannya, sedangkan Firaun yang telah mati, digambarkan sebagai Osiris yang akan menitiskan Horus baru pada setiap peradaban mesir.

Sumber kekuatan dan kekuasaan serta peradaban berada dibawah kekuasaannya berada dalam kekuatan Horus. Ketuhanan Firaun inilah yang memperluas dan menghegemoni peradaban ini menjadi begitu congkak dan menindas. Dan menjadi alat bagi Firaun Mesir untuk memperbudak seluruh peradaban yang berada dibawah  pengaruh kekuasaannya.

Sebagai sebuah keyakinan publik yang dilembagakan, mitos ini telah menciptakan sebuah peradaban yang besar dimana kaum pagan mencapai puncak keemasan pertamanya, yang dalam bahasa agama , kaum pagan ini  para penyembah iblis mitos para Dewa dan Tuhan Mereka simbol-simbol alam dan hewan.

Karena energi dan segala kekuatan yang berada dibelakangnya bersumber pada Iblis. Sehingga sebagai sebuah kebudayaan dan peradaban seluruh tingkah coraknya seluruhnya peradaban yang menentang Tuhan dengan segala kekuasaan baik itu perintah dan larangannNYA.

Karena seluruh Firaun mesir menjadi jelmaan Horus didunia, maka Tuhan Mata Satu inilah yang kemudian menjadi simbol tertinggi dari Dewa Tertinggi dari seluruh Firaun mesir. Sebagai Tuhan, Juru Selamat, yang akan datang kembali sebagai Raja yang akan memimpin seluruh peradaban manusia yang akan terus bereproduksi.

Sampai dengan hari ini mitologi ini didaur ulang banyak peradaban diberbagai belahan dunia, bahkan sampai dengan hari ini. Tuhan Mata Satu inilah yang dinantikan oleh para penyembah Iblis yang disiapkan tahtanya. Kelompok Pagan Kuno yang mendaur ulangnya,  sampai dg peradaban modern ini bervolusi menjadi yang paling terkenal dan besar adalah Freemasonry, Illmuminati dan Zionisme yang kesemuanya memiliki akar teologi yang sama dengan Mesir Kuno.

PYRAMID ENERGI ROH DAN IBLIS KEKUATAN FIRAUN

Pyramid dengan segala dimensinya mengandung misteri yang sampai hari ini terus menjadi curahan perhatian masyarakat dunia, baik itu pelancong, ilmuwan, sejarawan, teolog, Insinyur, seniman, dukun, berkunjung sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

Sebagai sebuah hasil dari sebuah peradaban dan kebudayaan, Pyramid adalah manifestasi dari sebuah cara pandang  keilmuan, seni, tatanan sosial, politik, ekonomi, hukum, yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, bahkan keyakinan ketuhanannya pada masanya.

Piramida dibangun sebagai makam bagi dinasti keempat Mesir Firaun Khufu dan dibangun selama periode paling tidak 20 tahun. Khufu wazir , Hemon , atau Hemiunu , diyakini oleh beberapa orang sebagai arsitek dari Piramida Agung yang didalam Al-Quran dipanggil dengan sebutan Hamman. Hamman sebagai kepercayaan  Firaun merancang dan membangun Pyramid ini untuk membuktikan bahwa tidak ada kekuatan dan Tuhan selain Tuhan Mesir yaitu Firaun yg adalah penjelmaan dari Dewa Horus yang pada saat itu menjadi Musuh Nabi Musa.

Hamman membangun Pyramid Giza, Diperkirakan, pada konstruksi, Piramida Agung awalnya 280 Mesir hasta tinggi, 146,5 meter (480,6 kaki) tetapi  karena erosi dan tidak adanya yang pyramidion , tinggi saat ini adalah 138,8 meter (455,4 kaki). Setiap sisi dasar kerajaan hasta 440, 230.4 meter (755,9 kaki) panjang. Sebuah hasta kerajaan tindakan 0,524 meter. Massa piramida diperkirakan mencapai 5,9 juta ton . Volume, termasuk bukit internal, kira-kira 2.500.000 meter kubik.  Berdasarkan perkiraan tersebut, bangunan ini dalam 20 tahun akan melibatkan sekitar 800 ton memasang batu setiap hari. Demikian pula, karena terdiri dari 2,3 juta blok diperkirakan, menyelesaikan bangunan dalam 20 tahun akan melibatkan bergerak rata-rata lebih dari 12 dari blok ke tempatnya setiap jam, hari dan malam.

Keakuratan piramid pengerjaan adalah sedemikian rupa sehingga keempat sisi dasar memiliki kesalahan rata-rata hanya 58 milimeter panjangnya. dasar adalah horizontal dan rata dalam waktu 21 mm. Sisi dari dasar persegi berkaitan erat dengan empat poin kardinal kompas (dalam waktu 4 menit busur ) berdasarkan utara yang benar , bukan utara magnetik ,  dan dasar selesai adalah kuadrat untuk kesalahan sudut rata-rata hanya 12 detik busur .

Pembangunan Pyramid ini tampaknya telah direncanakan begitu sempurna, sampai dengan 3800 tahun, bangunan ini menjadi bangunan yang terbesar dan tersempurna yang pernah dibuat oleh peradaban manusia. Bila saja kita coba berandai-andai, bangunan ini  tujuan pembuatannya hanya menjadi suatu nisan untuk mengubur para firaun tanpa ada tujuan lain , maka bangunan ini akan menjadi sebuah bangunan yang justru tidak memiliki tujuan yang signifikan bila dibandingkan dengan kerumitan, lama pengerjaan serta ratusan ribu pekerja yang dilibatkan dalam pengerjaannya. Alih-alih uang yang tidak sedikit dikeluarkan untuk pengerjaan dan penyelesaiannya.  Karena projek ini menghabiskan seluruh waktu dan sumber daya dinasti. Jika saja hanya menjadi sebuah kuburan/makam. Pertanyaanya justru adalah, mengapa justru Istana para Firaun yang akan dinikmati oleh nya dan simbol kekuasannya justru tidak mendapatkan perhatian menjadi sebuah mega projek seperti pengerjaan pembuatan pyramids yang konon pembangunannya paling tidak memakan waktu 20 s.d 80 tahun?

Mencoba mentafsirkan logika politik peradaban manusia tentang sebuah kekuasaan, kekuasaan akan cenderung akan diperkuat dan diperluas pengaruhnya ditengah rakyat dan untuk menghadapi segala ancaman yang meruntuhkan sebuah kekuasaan, serta  menjadi sumber kekuasaan menghegemonik, maka pyramids bisa kita artikan sebagai sebuah simbol kekuatan magis untuk memperkuat kekuasaan itu sendiri dan memperlemah segala kekuatan lain yang mengancam keberadaan sebuah rejim kekuasaan. Yang tidak kalah pentingnya adalah pyramids menjadi sebuah kekuataan mengendalikan rakyat dan memperkuat perbudakan atasnya untuk tunduk dan patuh pada simbol kedigdayaan sebuah kekuasaan.

Karena Firaun adalah Tuhan bangsa mesir penjelmaan Horus, pelindung dan cahaya bagi peradaban mesir, sebagai Tuhan, kekuasaan magis dan simbolnya mesti dibangun untuk mereproduksi kekuasaan tidak jatuh ke tangan selain Horus, karena ketika Firaun mati ia akan tetap hidup menjadi Osiris yang bertugas mereproduksi Horus  terus menerus sebagai Tuhan bangsa mesir berikutnya dan reproduksi Horus berada didalam Pyramids sebagai simbolnya dan bukan berada didalam Istana.

Itu salah satu alasan penting memahami logika pembangunan pyramids giza yang sampai hari ini pun tetap menjadi sebuah misteri besar tentang bagaimana sebuah peradaban kuno mampu membangun bangunan begitu megah dengan tingkat presisi kesempurnaan pembangunannya, padahal ilmu matematika dan ilmu konstruksi saat itu masih merupakan peradaban tua, bahkan ahli fisika, konstruksi hari ini pun masih tergagap-gagap untuk membuat salah satu nya dizaman ini.

Betapa  pentingnya  arti Pyramids ini bagi Firaun,  bukti sejarah mencatat, dalam pembangunan pyramid mesir, jutaan manusia dikorbankan menjadi budak dalam membangunnya, selain itu tidak sedikit pula yang mati terkorbankan dalam pembangunannya. Ini adalah salah satu penindasan terhadap manusia dan kemanusiaan yang terbesar dalam kesejarahan peradaban manusia.

Sementara, Peradaban Pagan atau penyembah dewa-dewa, adalah peradaban setanisme dimana kekuasaan dalam kendali Iblis, yang menyesatkan manusia melalui penzaliman, perbudakan, penindasan, seks bebas dan segala perilaku menyimpang perlambang sebuah peradaban sesat dibawah pengaruh kekuasaan tyrant. Dengan mencari informasi dari berbagai literatur, mengumpulkannya, menggabungkan, serta mempertentangkan antar data untuk mencari tahu tentang Tujuan Pyramids didirikan dan energi serta kekuatan supranatural yeng dialirkan dari Pyramids ini. Konon, Firaun Mesir pengakuannya sebagai Tuhan bukan hanya disebabkan oleh mitologi yang dikembangkan dan dikuatkan keseluruh daerah sepanjang aliran sungai Nil, namun Firaun memiliki kesaktian yang bahkan dapat menghidupkan dan mematikan.

Energi Pyramids

Kami menemukan pyramids mampu menghasilkan energi, bagi sebagaian pagan menganggapnya sebagai energi supranatural.

"What effect pyramid power is creating? The pyramid energy can create different effects. Mostly if it is properly used it is providing positive effect on living creatures or objects. If an object is placed in the pyramid after a period of time they are being affected by the energy of the pyramid. The blunt razor will become sharp again. The fruit taken green from the tree will become ripe. Fruit left inside pyramid will dehydrate gradually and will be preserved naturally, while the same fruit left outside pyramid will decay and rotten. Food and water treated by the pyramid power will be energized and will have higher biological value. Trees in the pyramid will grow faster and get bigger if they are placed within the pyramid. The water treated in the pyramid can be used for healing, thanks to the energy of pyramids. People having time spent in the pyramid will feel energized and refreshed, or even healed over period of time. Meditation in the pyramid can bring more intensive experiences than that outside the pyramid."

Sebagian mangakui, pyramids mampu mereproduksi energi, pisau cukur bisa tetap tajam bila diletakkan dalam pyramids, bahan makanan ditempatkan disana akan jauh lebih segar. Bahkan bermeditasi didalam pyramids akan mampu menyerap seluruh siklus energi bukan saja membuat hidup akan jauh tampak awet muda, segar lebih dari itu bisa saja mereka yang secara terus menerus bermeditasi didalam pyramids akan memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa.

Jadi tidak heran Firaun mengaku bahwa tiada kekuatan yang lebih kuat dari kekuatannya, karena para raja mesir ini terus menerus bersemedi dan memperbaiki metode untuk memaksimalkan reproduksi energi pyramids berabad-abad. Bahkan Pyramid Giza atau Pyramids Khufu yang dibangun menjadi Pyramids yang terbesar oleh Arsiteknya Hamman adalah kecongkakan Firaun untuk membangun sebuah tempat peribadatan, semedi dan penyembahan untuk dirinya melalui sehingga melalui bangunan yang super besar/agung, rumit dan sempurna itu Firaun berambisi untuk menyerap seluruh energi hasil siklus energi yang dihasilkan oleh Pyramids hingga dia benar-menjadi jadi Tuhan mesir dan berkuasa selama-lamanya.

Pyramids juga berfungsi tempat Firaun berkomunikasi lintas dimensi yaitu antara dirinya dengan alam roh atau setan dan iblis.  Diceritakan hal ini baik didalam Alquran, Taurat , maupun Injil dengan sangat rinci, selain itupun dalam dihieroglif dokumentasi mesir kuno pun terdapat dengan jelas menceritakan, Firaun bermimpi mengetahui bahwa penindasannya terhadap bangsa Yahudi khususnya pada suatu saatnya nanti akan mendapatkan perlawanan dari budaknya tersebut.

Firaun memiliki kekuatan supranatural yang bisa dikatakan luar biasa, bahkan bisa dalam saat-saat tertentu, mampu membaca/visi tentang masa depan yang baik yang dilakukan dengan melakukan bermeditasi, ritual, sesembahan didalam Pyramids. Pyramids menjadi pusat spiritualitas Firaun dan Elite Mesir untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari dunia dengan melakukan dialog lintas dimensi ke alam gaib yang dalam hal ini, dialog dilakukan dengan Sang Master yaitu Iblis/Setan yang menampakkan diri secara langsung kepada Elite tersebut kemudian memberikan petunjuk tentang apa dan bagaimana sistem yang harus dibangun.

Simbol-simbol spiritual/gaib tercermin dalam seluruh ornamen, struktur bangunan, cara berpakaian sang Firaun. Dapat kita lihat mahkota Firaun berbentuk Ular Cobra, Cemeti, dan Patung Kepala Singa adalah dimensi gaib gambaran pencerahan pencerminan Sang Master/Iblis dalam dialog lintas dimensi yang dilakukannya. Atau Horus yang dilambangkan sebagai burung rajawali yang bermata satu, ini mencerminkan penampakan Sang Master yang membimbing Firaun dalam menjalankan kekuasaannya dalan dialog lintas dimensi yang dilakukannya.

Sehingga Firaun, dan Elite Kekuasaan Mesir dapat mendapatkan informasi gaib langsung dari Sang Master seperti apa sebuah peradaban akan dibuat dan dijalankan. Jejak-jejak itu masih dapat disaksikan oleh peradaban masa ini di bangunan kuno peninggalan Firaun.

Alesyter Crowley Master Setanisme dunia modern menjelaskan dengan rinci pyramids mesir adalah tempat pemujaan setan bagi pengikutnya dalam setiap zaman. yang dapat anda tonton dalam karkoons film berikut.

Dialog dan energi gaib setan dapat direproduksi mereka yang bermeditasi dan melakukan ritual persembahan kepada Sang Master yaitu Iblis.

Pyramids dan Mimpi Firaun

Firaun bermimpi Mesir terbakar dan penduduknya mati, kecuali kaum Israel, sedangkan paranormalnya mengatakan kekuasaan Fir'aun akan jatuh ke tangan seorang laki-laki dari bangsa Israel. Setelahnya Firaun memanggil Imam Mesir untuk mentafsirkan mimpinya. Yang akhirnya memerintahkan tentara kerajaannya untuk membunuh semua bayi laki-laki terutama keturunan bangsa mesir.

Pengetahuan  akan terjadi itu pun diketahui oleh Firaun berkat bersemedi di pyramid. Sehingga Firaun mengumpulkan Elite kekuasaan dan melakukan antisipasi terhadap apa yang akan terjadi tersebut yaitu salah satu cara nya adalah dengan membunuh semua bayi laki-laki terutama keturunan Yahudi yang akan menghancurkan kekuasaannya.

Sebagai pusat kebudayaan dan peradaban mesir, pyramids harus kita letakkan sebagai titik sentral bagi tata kehidupannya. Dimana sistem pemerintahan, politik, ekonomi, seni, pengetahuan adalah hasil dari pemujaan pyramids dalam segala dimensinya. Sebagai wadah pemujaan Tuhan Horus, Tuhan Mata Satu sebagai Cahaya dan pelindung bangsa Mesir.  Memberikan takhta kepada Raja Mesir menjadi titisannya untuk memerintah manusia melalui altar pyramids.

Kedigdayaan pemerintahan yang berdasarkan Dewa-dewa ini dalam Agama monoteisme sebagai aliran sesat yang bersumber dari Setan yang Terkutuk yang bukan hanya ingin menyesatkan manusia tetapi juga menjadikan manusia untuk menyembahnya dan menjadi bala tentaranya. Dengan Imbalan yang diberikan oleh Iblis adalah Takhta, Harta, dan Kesesangan Dunia.

Mesir adalah bukti peradaban besar pertama terbesar dimana Iblis berkuasa atas peradaban manusia, dimana wakilnya dimuka bumi adalah sekelompok elite saat itu adalah tokoh-tokohnya adalah Firaun sebagai Penguasa, Imam/Dukun sebagai penasihat kerajaan, Hamman sebagai Intelektual Qarun sebagai Pemilik Modal dan Samiri sebagai Nabi Palsu. Yang semuanya menjadi bala tentara iblis dari pusat kekuasannya di Pyramids. Yang memberikan mereka segala kesenagnan duniawi namun merusak seluruh tatanan kehidupan kemanusiaan secara keseluruhan.

Kebenaran tentang penenggelaman Firaun ini dijelaskan dengan baik di Taurat, Injil menjelaskan dengan rinci untuk menjadi bukti akan peristiwa itu sampai dengan hari ini.

Pada Tahun 1898, mayat Firaun diketemukan dalam keadaan msh keadaan dapat dikenali meskipun peristiwa itu telah terjadi lebih dari 5000 tahun. Penelitian atas Jasad FIraun itu menimbulkan keheranan penelitinya, Prof. Bucaile. Setelah kurum waktu lebih dari 5000 tahun dan jasadnya telah bercampur air garam jasad itu masih bisa dikenali.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?

Mesir dan Pyramids Sebagai Reproduksi Pagan setiap Generasi Manusia

Setelah dihancurkan oleh Nabi Musa, Baik itu Firaun, Qarun, Hamman. Dan ditenggelamkan Allah ke Laut Merah, bukan berarti dunia pagan ini berhenti. Kerajaan Iblis/Pagan bermutasi dan berpindah dari Mesir dan Menyebar keseluruh belahan dunia, yang terbesar setelah nya adalah Babilonia, Asyiria, setelah Dihancurkan Allah , kemudia berpindah ke Romawi yang kemudian dihancurkan oleh Rasulullah.

Sampai hari ini pun golongan penyembah setan ini masih berkuasa dan membuat kezaliman terus menerus kepada ummat manusia. Yang hari ini diwakili oleh kelompok Illuminati, Freemasonry dan Zionisme.

Dunia pagan dari awalnya yang terbesar dicatat sejarah adalah masa Firaun sampai dengan sekarang, terus bereproduksi dari zaman ke zaman sampai dengan akhir zaman. Baik itu mereka mengenalkan diri dalam bentuk pyramid, mata satu, atau simbol-simbol yang ditampilkan oleh Firaun 3000 tahun sebelum masehi.

Peradaban Bangsa Mesir Kuno

Peradaban Mesir kuno di lembah sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir disebabkan kesuburan tanah disekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang membawa lumpur. Hal inilah yang menarik perhatian manusia untuk mulai hidup dan membangun peradaban ditempat tersebut. Peradaban lembah sungai Nil dibangun oleh masyarakat mesir kuno.

Kehidupan masyarakat Mesir kuno

Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.

Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libia. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah.

Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang selalu sibuk menangis dan menyusuri sungai Nil untuk mencari jenazah puteranya yang gugur dalam pertempuran. Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro sebagai hulu sungai Nil. Peranan sungai Nil begitu penting bagi lahirnya kehidupan masyarakat di lembah sungai tersebut. Maka tepatlah jika Herodotus menyebutkan "Mesir adalah hadiah sungai Nil" (Egypt is the gift of the Nile)

Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.

Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia, Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang yang melintasi sungai Nil.

Sistem kekuasaan raja-raja Mesir kuno

Sejarah politik di Mesir berawal dari terbentuknya komunitas-komunitas di desa-desa sebagai kerajaan-kerajaan kecil dengan pemerintahan desa. Desa itu disebut nomen. Dari desa-desa kecil berkembanglah menjadi kota yang kemudian disatukan menjadi kerajaan Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Proses tersebut berawal dari tahun 4000 SM namun pada tahun 3400 SM seorang penguasa bernama Menes mempersatukan kedua kerajaan tersebut menjadi satu kerjaan Mesir yang besar.

Mesir merupakan sebuah kerajaan yang diperintah oleh raja yang bergelar Firaun. Ia berkuasa secara mutlak. Firaun dianggap dewa dan dipercaya sebagai putera Dewa Osiris. Seluruh kekuasaan berada ditangannya baik sipil, militer maupun agama.

Sebagai penguasa, Firaun mengklaim atas seluruh tanah kerajaan. Rakyat yang tinggal di wilayah kerajaan harus membayar pajak. Untuk keperluan tersebut Firaun memerintahkan untuk sensus penduduk, tanah dan binatang ternak. Ia membuat undang-undang dan karena itu menguasai pengadilan. Sebagai penguasa militer Firaun berperan sebagai panglima perang, sedangkan pada waktu damai ia memerintahkan tentaranya untuk membangun kanal-kanal dan jalan raya.

Untuk menjalankan pemerintahannya Firaun mengangkat para pejabat yang pada umumnya berasal dari golongan bangsawan. Ada pejabat gubernur yang memerintah propinsi, panglima ketentaraan, hakim di pengadilan dan pendeta untuk melaksanakan upacara keagamaan. Salah satu jabatan penting adalah Wazir atau Perdana Menteri yang umumnya dijabat oleh putra mahkota.

Sejak tahun 3400 SM sejarah Mesir diperintah oleh 30 dinasti yang berbeda yang terdiri dari tiga zaman yaitu Kerajaan Mesir Tua yang berpusat di Memphis, Kerajaan Tengah di Awaris dan Mesir Baru di Thebe.

Secara garis besar keadaan pemerintahan raja-raja Mesir adalah sebagai berikut.

Kerajaan Mesir Tua (2660 – 2180 SM)

Lahirnya kerajaan Mesir Tua setelah Menes berhasil mempersatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Sebagai pemersatu ia digelari Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar. Kerajaan Mesir Tua disebut zaman piramida karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarah dari Firaun Joser.

Piramida di Gizeh adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa.

Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena sejak tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa dari luar misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan ke Mesir. Para bangsawan banyak yang melepaskan diri dan ingin berkuasa sendiri-sendiri. Akhirnya terjadilah perpecahan antara Mesir Hilir dan Mesir Hulu.

Kerajaan Mesir Tengah (1640 – 1570 SM)

Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia). Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos.

Kerajaan Mesir Baru (1570 - 1075 SM)



Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau zaman imperium. Disebut zaman imperium karena para Firaun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina, Funisia dan Syria.

Raja-raja yang memerintah zaman Mesir Baru antara lain:
  1. Ahmosis I. Ia berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir sehingga berkuasalah dinasti ke 18, ke 19 dan ke 20.
  2. Thutmosis I. Pada masa pemerintahannya Mesir berhasil menguasai Mesopotamia yang subur.
  3. Thutmosis III. Merupakan raja terbesar di Mesir. Ia memerintah bersama istrinya Hatshepsut. Batas wilayah kekuasaannya di timur sampai Syria, di selatan sampai Nubia, di barat sampai Lybia dan di utara sampai pulau Kreta dan Sicilia. Karena tindakannya tersebut ia digelari "Napoleon dari Mesir". Thutmosis III juga dikenal karena memerintahkan pembangunan Kuil Karnak dan Luxor.
  4. Amen Hotep IV. Kaisar ini dikenal seorang raja yang pertama kali memperkenalkan kepercayaan yang bersifat monotheis kepada rakyat Mesir kuno yaitu hanya menyembah dewa Aton (dewa matahari) yang merupakan roh dan tidak berbentuk. Ia juga menyatakan sebagai manusia biasa dan bukan dewa.
  5. Ramses II. Ramses II dikenal membangun bangunan besar bernama Ramesseum dan Kuil serta makamnya di Abusimbel. Ia juga pernah memerintahkan penggalian sebuah terusan yang menghubungkan daerah sungai Nil dengan Laut Merah namun belum berhasil.
Masa Ramses II diperkirakan sezaman dengan kehidupan nabi Musa.

Setelah pemerintahan Ramses II kekuasaan di Mesir mengalami kemunduran. Mesir ditaklukkan Assyria pada tahun 670 SM dan pada tahun 525 SM Mesir menjadi bagian imperium Persia. Setelah Persia, Mesir dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen dan para penggantinya dari Yunani dengan dinasti terakhir Ptolemeus. Salah satu keturunan dinasti Ptolemeus adalah Ratu Cleopatra dan sejak tahun 27 SM Mesir menjadi wilayah Romawi.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebu Hieroglyph berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu obelisk maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri dari gambar dan lambang berbentuk manusia, hewan dan benda-benda. Setiap lambang memiliki makna. Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana kemudian dikenal dengan tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan keduniawian misalnya jual beli.

Huruf-huruf Mesir itu semula menimbulkan teka-teki karena tidak diketahui maknanya. Secara kebetulan pada waktu Napoleon menyerbu Mesir pada tahun 1799 salah satu anggota pasukannya menemukan sebuah batu besar berwarna hitam di daerah Rosetta.

Batu itu kemudian dikenal dengan batu Rosetta memuat inskripsi dalam tiga bahasa. Pada tahun 1822 J.F. Champollion telah menemukan arti dari isi tulisan batu Rosetta dengan membandingkan tiga bentuk tulisan yang digunakan yaitu Hieroglyph, Demotik dan Yunani.

Dengan terbacanya isi batu Rosetta terbukalah tabir mengenai pengetahuan Mesir kuno (Egyptologi) yang Anda kenal sampai sekarang. Selain di batu, tulisan Hieroglyph juga ditemukan di kertas yang terbuat dari batang Papirus. Dokumen Papirus sudah digunakan sejak dinasti yang pertama. Cara membuat kertas dari gelagah papirus adalah dengan memotongnya. Kemudian kulitnya dikupas dan intinya diiris/disayat tipis-tipis.

Sistem kalender

Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem Solar).

Penghitungan kalender Mesir dengan sistem Solar kemudian diadopsi (diambil alih) oleh bangsa Romawi menjadi kalender Romawi dengan sistem Gregorian. Sedangkan bangsa Arab kuno mengambil alih penghitungan sistem lunar (peredaran bulan) menjadi tarik Hijriah.

Seni bangunan (arsitektur)



Dari peninggalan bangunan-bangunan yang masih bisa disaksikan sampai sekarang menunjukkan bahwa bangsa Mesir telah memiliki kemampuan yang menonjol di bidang matematika, geometri dan arsitektur. Peninggalan bangunan Mesir yang terkenal adalah piramida dan kuil yang erat kaitannya dengan kehidupan keagamaan.

Piramida dibangun untuk tempat pemakaman Firaun. Arsitek terkenal pembuat piramida adalah Imhotep. Bangunan ini biasanya memiliki kamar bawah tanah, pekarangan dan kuil kecil di bagian luarnya. Tiang-tiang dan dindingnya dihiasi dengan hiasan yang indah. Di bagian dalam terdapat lorong-lorong, lubang angin dan ruang jenazah raja. Di depan piramida terdapat spinx yaitu patung singa berkepala manusia. Fungsi spinx adalah penjaga piramida.

Piramida terbesar adalah makam raja Cheops, yang tingginya mencapai 137 meter di Gizeh. Selain Cheops, di Gizeh juga terdapat piramida Chefren dan Menkaure. Di Sakarah terdapat piramida firaun Joser. Selain piramida apakah ada tempat pemakaman yang lain di Mesir? Berdasarkan penggalian di daerah El Badari ditemukan pemakaman yang disebut Hockerbestattung (Hocker artinya jongkok dan bestattung artinya pemakaman) karena orang yang meninggal dimasukkan dengan cara didudukkan menjongkok. Ada pula pemakaman yang disebut mastaba untuk golongan bangsawan.

Bangunan kedua adalah kuil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa-dewa. Kuil terbesar dan terindah adalah Kuil Karnak untuk pemujaan Dewa Amon Ra.

Kuil Karnak panjangnya ±433 m (1300 kaki), tiang-tiangnya setinggi 23,5 m dengan diameter ±6,6 m (20 kaki). Tembok, tiang dan pintu gerbang dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan pemerintahan raja.

Sistem kepercayaan bangsa Mesir kuno

Masyarakat Mesir mengenal pemujaan terhadap dewa-dewa. Ada dewa yang bersifat nasional yaitu Ra (Dewa Matahari), Amon (Dewa Bulan) kemudian menjadi Amon Ra. Sebagai lambang pemujaan kepada Ra didirikan obelisk yaitu tiang batu yang ujungnya runcing. Obelisk juga dipakai sebagai tempat mencatat kejadian-kejadian. Untuk pemujaan terhadap dewa Amon Ra dibangunlah Kuil Karnak yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis III.

Selain dewa nasional maka ada dewa-dewa lokal yang dipuja pada daerah-daerah tertentu seperti Dewa Osiris yaitu hakim alam baka, Dewi Isis yaitu dewi kecantikan isteri Osiris, Dewa Aris sebagai dewa kesuburan dan dewa Anubis yaitu dewa kematian.

Wujud kepercayaan yang berkembang di Mesir berdasarkan pemahaman sebagai berikut:

1. Penyembahan terhadap dewa berangkat dari ide/gagasan bahwa manusia tidak berdaya dalam menaklukkan alam.
2. Yang disembah adalah dewa/dewi yang menakutkan seperti dewa Anubis atau yang memberi sumber kehidupan.

Jadi dengan taat menyembah pada dewa masyarakat lembah sungai Nil mengharap jangan menjadi sasaran maut. Kepercayaan yang kedua berkaitan dengan pengawetan jenazah yang disebut mummi. Dasarnya membuat mummi adalah bahwa manusia tidak dapat menghindari dari kehendak dewa maut. Manusia ingin tetap hidup abadi. Agar roh tetap hidup maka jasad sebagai lambang roh harus tetap utuh.

Kepercayaan (dewa) Mesir kuno



Amon (Amin, Amun): dewa besar dari Thebes yang asal-usulnya tidak pasti; digambarkan sebagai seorang pria, matahari, dan kadang-kadang sebagai ithyphallic; diidentifikasi dengan Re sebagai Amin-Re; binatang sucinya adalah ram dan angsa.



Anat: dewi asal Suriah, dengan karakter suka berperang; digambarkan sebagai seorang wanita memegang perisai dan kapak.



Anubis (Anpu): serigala-dewa, pelindung pembalsem, penyembuh, dan ahli bedah; di kedua penyembuhan dan upacara mumifikasi, Anubis adalah dewa pelindung yang disiapkan orang mati dan menyembuhkan hidup. Anubis dianggap pekuburan besar-dewa.



Anukis (Anqet): dewi katarak-daerah di Aswan; istri Khnum; digambarkan sebagai seorang wanita dengan tinggi kepala-gaun bulu.



Arsaphes (Herishef): ram-headed dewa dari, Heracleopolis.

Astarte (As-start-a): dewi asal Suriah; diperkenalkan ke Mesir selama Dinasti ke-18. Dia juga dikenal sebagai Ratu Surga dan sering kali tumpang tindih kultus dengan hamba-hamba Isian.

Aten: dewa matahari-disk, disembah sebagai pencipta besar-dewa oleh Akhenaten



Atum (Tum): asli dewa matahari-Heliopolis, kemudian diidentifikasi dengan Re; digambarkan sebagai seorang pria.

Bastet (kulit kayu): Seekor kucing-dewi-pusat kultus yang berada di Bubastis di Delta; di Akhir Periode dianggap sebagai dewa dermawan. Dia dipandang sebagai pelindung kucing, perempuan, dan perlindungan.