Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Mar 25, 2013

Situs Stonehenge Merupakan Makam Kuno

Berdasarkan investigasi terbaru, tim arkeolog berpendapat bahwa situs Stonehenge mulanya merupakan sebuah lahan makam kuno untuk kaum elit.

Para arkeolog yang menggunakan sejumlah teori terkait asal-usul Stonehenge ini mengklaim, menemukan 50 ribu fragmen tulang belulang yang dikremasi saat melakukan penggalian.

Setelah menganalisis fragmen tulang, para arkeolog menarik kesimpulan bahwa tulang belulang itu merupakan milik 63 orang berbeda yang tinggal di daerah Stonehenge sekira 3000 tahun sebelum masehi.

Seorang peneliti yang saat ini bekerja dengan Mike Parker Pearson University College London, Profesor Mike Parker Pearson yakin bahwa tulang belulang ini sebelumnya dimakamkan di situs Stonehenge.



"Merupakan tulang belulang laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Jadi mungkin kelompok keluarga. Kami berpikir (area Stonehenge) itu, merupakan tempat anggota dinasti raja-raja disemayamkan, akan tetapi ini nampaknya lebih dari sebuah komunitas, namun sebuah pemakaman untuk struktur kekuasaan yang berbeda," jelas spesialis Mike Parker Pearson.

Para peneliti menggali fragmen tulang manusia yang dikremasi dari 2500 tahun sebelum masehi. Stonehenge merupakan tempat di mana ratusan orang berkumpul untuk merayakan musim dingin dan awal musim panas, di tempat itu, orang-orang ambil bagian dalam perayaan komunal.

Argumentasi para ahli arkeolog ini diperkuat dengan ditemukannya sisa-sisa tulang belulang binatang yang di lokasi Stonehenge. "Stonehenge merupakan sebuah monumen sebagai tempat perayaan orang Inggris kuno. Apa yang kami temukan bahwa orang yang hadir dari segala penjuru Inggris -- paling jauh Scotland -- membawa hewan untuk berpesta," tutur Pearson.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa orang-orang dari segala penjuru Inggris datang untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut adalah orang-orang yang membangun Stonehange.

1 comment:

Anonymous said...

"Merupakan tulang belulang laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Jadi mungkin kelompok keluarga. Kami berpikir (area Stonehenge) itu, merupakan tempat anggota dinasti raja-raja disemayamkan, akan tetapi ini nampaknya lebih dari sebuah komunitas, namun sebuah pemakaman untuk struktur kekuasaan yang berbeda," jelas spesialis Mike Parker Pearson.

Para peneliti menggali fragmen tulang manusia yang dikremasi dari 2500 tahun sebelum masehi. Stonehenge merupakan tempat di mana ratusan orang berkumpul untuk merayakan musim dingin dan awal musim panas, di tempat itu, orang-orang ambil bagian dalam perayaan komunal.

Argumentasi para ahli arkeolog ini diperkuat dengan ditemukannya sisa-sisa tulang belulang binatang yang di lokasi Stonehenge. "Stonehenge merupakan sebuah monumen sebagai tempat perayaan orang Inggris kuno. Apa yang kami temukan bahwa orang yang hadir dari segala penjuru Inggris -- paling jauh Scotland -- membawa hewan untuk berpesta," tutur Pearson.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa orang-orang dari segala penjuru Inggris datang untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut adalah orang-orang yang membangun Stonehange.