Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Mar 5, 2013

Menguak Misteri Para Penyihir

Witchcraft alias sihir, dalam beragam sumber sejarah, antropologi,
agama dan konteks mitologi, memiliki artian penggunaan kekuatan
supranatural atau magis, seringkali bertujuan untuk melukai. Dan witch
alias penyihir adalah praktisinya. Kepercayaan akan ilmu sihir dan
para praktisinya juga mencuat kuat dalam sejarah Eropa di abad 14
sampai 18, dimana penggunaan ilmu sihir dianggap sebagai aksi
pemberontakan terhadap agama Kristen. Kepercayaan dalam penggunaan
ilmu sihir menghasilkan witch-hunts (berarti perburuan penyihir) yang
tercatat dalam sejarah beberapa negara. Sub-Sahara Africa sampai saat
ini masih memercayai keberadaan praktek ilmu sihir; salah satunya
dalam budaya Bantu.

Definition of Witchcraft

Terdapat artian khusus mengenai definisi witchcraft. Witch (penyihir)
sebagai praktisi dari witchcraft, berbeda dari seorang sorcerer.
Seorang witch biasanya memerlukan alat-alat bantu untuk mempraktekkan
ilmu sihirnya. Jadi seseorang dapat menjadi penyihir tanpa harus
memiliki bakat alam, atau dengan kata lain sihir dapat dipelajari.
E.E. Evans-Pritchard adalah pelopor penelitian mengenai definisi
witchcraft dan witch. Menurutnya, seseorang dapat saja tidak sadar
dirinya telah menjadi penyihir atau seseorang dapat menjadi penyihir
atas tuduhan kelompok masyarakat di sekitarnya. Eva Pocs
mengidentifikasi tiga jenis penyihir dalam kepercayaan populer:

Neighborhood witch atau social witch: penyihir yang mengutuk
sekelompok masyarakat dengan dasar dorongan konflik tertentu.
Magical atau sorcerer witch: penyihir yang memiliki kekuatan
menyembuhkan, menaikkan keberuntungan seseorang atau kelompok
masyarakat.
Supernatural atau night witch: penyihir yang dapat berkomunikasi atau
melihat penampakan iblis, baik secara visi atau dalam mimpi.

Praktek ilmu sihir pada umumnya bertujuan untuk mempengaruhi pikiran
atau tubuh seseorang sehingga orang tersebut melakukan hal-hal di luar
kesadarannya. Konsep tersebut banyak tercatat dalam banyak catatan
sejarah, diantaranya Mesir dan Babilonia, dimana sihir dipercaya
memiliki kekuatan merasuki pikiran dan tubuh sampai menimbulkan
penyakit, nasib buruk, impotensi, kematian tiba-tiba, dan lain-lain.
Penyihir yang menggunakan sihir untuk kebaikan, seperti menyembuhkan
penyakit atau menangkal guna-guna, dijuluki penyihir putih atau white
witches. Necromancy adalah praktek sihir memanggil arwah dari
orang-orang yang sudah mati dengan tujuan mendapatkan petunjuk.
Necromancy juga memiliki artian sihir yang dapat membangkitkan orang
mati dengan tujuan menyakiti orang yang masih hidup atau mencuri
sesuatu.

Witch-Hunt

Witch hunt, atau perburuan penyihir, adalah istilah yang digunakan
untuk menggambarkan aksi pencarian penyihir atau bukti-bukti
keberadaan penggunaan guna-guna. Perburuan penyihir seringkali
melibatkan histeria massa. Sejarah mencatat terdapat beberapa negara
yang melegalkan perburuan penyihir sampai tahap eksekusi mati. Masa
perburuan penyihir yang paling terkenal terjadi di Eropa dan Amerika
Utara, di era awal moderninasai, sekira 1480 sampai 1700. Masa antara
era Reformasi dan Perang Tiga Puluh Tahun tersebut mencatat terjadinya
40.000 sampai 100.000 eksekusi. Ekseskusi penyihir terakhir tercatat
di Eropa pada abad 18. Di Kingdom of Great Britain, terdapat
undang-undang mengenai perburuan penyihir serta hukuman yang
dijatuhkan pada orang yang terbukti menggunakan ilmu sihir.
Undang-undang tersebut tercatat dalam Witchraft of Act of 1735.
Negara-negara lain yang pernah memiliki undang-undang mengenai
perburuan penyihir adalah Jerman, Sub-Saharan Africa, India, dan Papua
New Gueinea. Perundang-undangan legal melawan perburuan penyihir masih
ditemukan di Saudi Arabia dan Kamerun.

The Malleus Maleficarum adalah catatan perburuan penyihir, atau dapat
dikatakan sebagai petunjuk manual cara menghadapi penyihir, yang
banyak digunakan oleh penganut Katolik dan Protestan semasa
witch-hunt. Catatan tersebut memaparkan cara bagaimana
mengidentifikasi seseorang sebagai penyihir, apa yang membuat seorang
wanita lebih berpotensi menjadi penyihir daripada pria, bagaimana
menjatuhkan penyihir dalam persidangan, sampai bagaimana caranya
menghukum penyihir.

Trivia

Wicther adalah julukan untuk para penyihir dalam mitologi Slavic.
Salah seorang yang paling terkenal adalah Geralt of Rivia, karakter
utama dari game The Witcher.
Bayonetta, salah satu karakter utama dalam Bayonetta, adalah seorang
Umbra Witch yang memiliki kemampuan dalam bullet art.
Dalam seri Castelvania, klan Belnades terkenal sebagai witch yang
memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen.
Dalam Anime Fairy Tail, juga diceritakan terdapat sekelompok penyihir
yang bersatu dan membuat guild, dan Dragon Slayer adalah pemilik sihir
kuno.

No comments: