Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Jul 31, 2009

Kemenangan

"Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Markus 8:35-37)


Ayat-ayat ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa untuk hidup secara materialistik tanpa kehidupan rohani yang benar hanya akan membawa seseorang kepada hukuman yang kekal, kematian kedua. Disisi yang lain, ketika seseorang sudah diselamatkan dalam keberadaan jiwanya, kehidupannya secara fisik akan dipergunakan untuk melayani dan mematuhi sang Juruselamat untuk mempersiapkan hidup yang kekal bersama dengan-Nya.


Sebagai contohnya rasul Paulus, dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus, menyatakan apa yang orang lain katakan tentang perjalanan rohaninya dalam kitab Galatia 1:23 demikian:


" bahwa ia [yaitu Paulus] yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya."


Untuk membantu kita mengerti kalimat "barangsiapa kehilangan nyawanya karena Kristus dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya", kita dapat melihat pada kitab Filipi 3:4-9 dimana rasul Paulus menjelaskan demikian:


"Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah [yaitu injil pekerjaan], aku lebih lagi: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat [yaitu jemaat Kristus atau jemaat Injil anugrah], tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku [yaitu hal-hal yang disebutkan diatas], sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."


Lebih lanjut ayat 10-14 menyatakan demikian:


"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya [yaitu kematian terhadap dosa], supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."


Jadi apakah sebenarnya yang kita anggap benar-benar menguntungkan? Alkitab menjelaskan dalam ayat yang sangat penting di kitab Yohanes 6:63 demikian:


"Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu [yaitu Firman Tuhan] adalah Roh dan Hidup."


Yang betul-betul "menguntungkan" atau "berharga" adalah Alkitab itu sendiri. Ingatlah kitab Roma 10:17 berkata demikian:


"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan."


Kita tidak dapat pernah menekankan dengan cukup betapa pentingnya Alkitab itu. Akan tetapi Firman Tuhan juga bisa menjadi "tidak menguntungkan" bagi orang-orang yang hanya mendengarkan dengan "telinga fisik" dan bukan dengan "telinga rohani", seperti yang kita lihat dalam contoh yang menyedihkan dalam Ibrani 4:2, mengenai bangsa Israel yang keluar dari tanah perbudakan di Mesir tetapi tidak pernah sampai ke Tanah Perjanjian. Dalam ayat itu kita membaca demikian:


"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi Firman pemberitaan itu tidak berguna [yaitu tidak menguntungkan] bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya."


Kepuasan yang sejati hanya bisa diterima oleh seseorang yang jiwanya telah diberikan kehidupan yang kekal oleh "sang Pengarang dan Penyelesai dari iman" yaitu Tuhan Yesus Kristus, kitab Ibrani 12:2 menekankan demikian:


"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman [yaitu pengarang dari iman kita], dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [yaitu penyelesai dari iman kita], yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."


Ingatlah dalam khobah di bukit Yesus mengajar orang banyak di kitab Matius 5:10-13 demikian:


"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab Kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."


Dan di dalam seluruh Alkitab kita akan mempelajari bahwa Allah sendiri adalah kepuasan kita. Kitab Mazmur 16:11 menyatakan demikian:


"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."


Dalam kitab Kejadian 15:1 Allah berjanji kepada Abram (yang kemudian namanya diganti menjadi Abraham) demikian:


"Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."


Dan Mazmur 42:1-2 menggambarkan tentang mereka-mereka yang haus kepada Allah sendiri demikian:


"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?"


Nah dimanakah kita dapat menemukan Allah? Kita beribadah atau bersekutu dengan Allah ketika kita mempelajari Firman-Nya dengan sangat teliti dan berhati-hati. Kitab Mazmur 107:7-9 berkata demikian:


"Dibawa-Nya mereka menempuh Jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang [yaitu orang-orang hidup]. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib [yaitu keselamatan] terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan."


Semua umat Kristen yang sejati menunggu suatu hari dimana mereka akan "mewarisi segala sesuatu", seperti yang dinyatakan dalam kitab Wahyu 21:6-7 demikian:


"Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku."

Jul 30, 2009

Bapa Yang Kudus

"Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku [Yesus], supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." (Yohanes 17:11b)



Tuhan Yesus memang mempunyai Bapa surgawi, demikian juga kita mempunyai Bapa surgawi dimana kita berdoa kepada-Nya sama seperti model doa yang diajarkan Yesus kepada kita (Matius 6). Dan ada banyak bagian Alkitab yang menyebutkan bahwa ada tiga pribadi yang berbeda dalam diri Allah Tritunggal tetapi mereka adalah satu. Seperti contohnya ketika Yesus dibaptis kita melihat tiga Pribadi yang berbeda-beda disebutkan disana, dalam kitab Matius 3:16-17 kita membaca demikian:


"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah [Allah Roh Kudus] seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga [yaitu suara Allah Bapa] yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."


Pertama-tama kita harus selalu mengingat bahwa "Allah adalah Roh", Alkitab menjelaskan dalam kitab Yohanes 4:24 demikian:


"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran."


Dan Tuhan Yesus itu adalah "Roh Allah" atau "Roh TUHAN" dalam wujud manusia, kitab Kolose 2:9 menyatakan kepada kita demikian:


"Sebab dalam Dialah [Kristus] berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan"


Dengan kata lain Yesus Kristus adalah figure atau contoh (Allah dalam wujud daging) yang Bapa berikan kepada kita supaya kita mengikuti-Nya. Tidak ada satu orangpun yang pernah melihat atau mengenal Allah Bapa dengan dekat kecuali Yesus, karena itu sudah seharusnya kita mengikuti ajaran-ajaran yang Yesus berikan kepada kita. Kitab Yohanes 1:18 Yesus berkata demikian:


"Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."


Hanya Yesus yang mengerti seluruhnya tentang Bapa, dan Ia "turun" ke dunia sebab --sejak sebelum dunia dijadikan-- Ia telah diberikan tugas untuk menebus umat pilihan dari dosa, kematian rohani dan kutukan kekal. Dalam kitab 1 Petrus 1:17-20 kita membaca demikian:


"maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir."


Tuhan Yesus Kristus adalah "anak domba yang telah disembelih sejak dunia dijadikan" (Wahyu 13:8, Wahyu 17:8b). Itulah sebabnya dalam kitab Kejadian kita membaca bahwa Allah memanggil diri-Nya sendiri sebagai "Kita" dalam bentuk jamak bukan tunggal (Kejadian 1:26, Kejadian 11:7, dll). Allah berkata dalam kitab Kejadian 1:26 demikian:


"Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."


Kita tidak mengerti mengapa hal tersebut demikian tetapi itulah yang dikatakan di dalam kitab Taurat Musa (Lima kitab yang pertama dari Alkitab). Ini adalah "misteri ilahi" -- Allah memang tidak merancang pikiran kita yang kecil untuk mengerti seluruhnya tentang Allah.


Alkitab bersikeras bahwa Allah adalah Esa, tetapi disisi lain Allah juga menampilkan diri-Nya dalam tiga Pribadi yang berbeda, Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus.


Ketika kita mempunyai hubungan yang erat dengan Alkitab dimana kita merenungkan hal-hal yang kita baca ke dalam pikiran kita siang dan malam maka kita akan melihat ayat-ayat yang secara "tersembunyi" menyatakan Allah Tritunggal. Seperti misalnya kitab Yudas 1:25 berkata demikian:


"Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin."


Dan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama kita juga menemukan hal yang sama, Yeremia 50:34 berkata kepada kita demikian:


"Tetapi PENEBUS mereka adalah kuat; TUHAN semesta alam nama-Nya. Tentulah Ia akan memperjuangkan perkara mereka, supaya Ia memberi ketenteraman [peristirahatan - bandingkan dengan Matius 11:28] kepada bumi, tetapi kegemparan kepada penduduk Babel."


Dan Yesaya 45:21 berkata demikian:


"Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN [=Yehovah]? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan JURUSELAMAT, tidak ada yang lain kecuali Aku!"


Yesus Kristus adalah Juruselamat atau Penebus yang dimaksud oleh Alkitab, ayat kuncinya dinyatakan dalam Matius 1:21 dimana kita baca demikian:


"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan MENYELAMATKAN umat-Nya dari dosa mereka."


Dan Lukas 2:11 menambahkan demikian:


"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."


Nama Yesus sendiri berarti Juruselamat, dan itu adalah salah satu dari nama-nama Allah yang ada tertulis di dalam Alkitab. Yesus adalah nama Allah "yang baru" (yang terakhir), seperti yang dikatakan dalam kitab Wahyu 3:12 demikian:


"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru."


Ingatlah dalam kitab Yohanes 17:12a Yesus berdoa kepada Bapa demikian:


"Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku….."


Dan kitab Filipi 2:9-11 menyatakan demikian:


"Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!"


Yesus Kristus adalah "fondasi" dari seluruh ciptaan Allah, Ia adalah alasan utama mengapa Allah menciptakan manusia beserta langit dan bumi ini. Tanpa Yesus tidak ada sesuatupun yang telah jadi dari segala sesuatu yang telah dijadikan di dunia ini (Yohanes 1).


Kita hanya bisa menerima pernyataan-pernyataan yang tercantum di dalam Alkitab dengan iman, dan pada saat kita merenungkan siapa sesungguhnya Allah itu, kita menerima kenyataan bahwa -- kita tidak sanggup memahami seluruhnya mengenai Allah Yang Maha Kuasa dan Tidak Terbatas yang dengan bersabda saja dapat menciptakan langit dan bumi yang sangat kompleks ini. Kita tidak dapat mengerti hal itu.


Jadi kita sama sekali tidak boleh memilih-milih atau memotong beberapa ayat dari Firman Allah dan kemudian mengambil kesimpulan dari situ, tetapi kita harus selalu membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain yang berbicara tentang hal yang sama di dalam seluruh Alkitab. Kita harus melihat kepada seluruh Alkitab sebelum kita bisa sampai pada Kebenaran yang sesungguhnya.


Kemudian yang terakhir Yesus berkata kepada salah seorang muridnya Filipus dalam kitab Yohanes 14:9 demikian:


"Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami."


Dan dalam Yohanes 10:30 Yesus berkata demikian:


"Aku dan Bapa adalah satu."

Siapa dan Apa Antikristus itu ?

Terminologi "Antikristus"

Kata "antikristus" berasal dari kata yunani antikristos. Anti berarti mengganti, melawan atau mengambil tempat orang lain. Kristos berarti Kristus. Jadi antikristus berarti melawan, mengganti , atau mengambil tempat Kristus. Bisa juga antikristus berarti Kristus palsu atau Kristus gadungan. Kata "antikristus" hanya ditemukan empat kali, semuanya dalam tulisan Rasul Yohanes (1Yoh 2:18,22;4:3; 2Yoh 7). Dalam empat kali pemakaian tersebut dibedakan antara antikristos (tunggal) dan antikristoi (jamak), atau antara antikristus dan antikristus- antikristus. Perbedaan ini jelas terlihat dalam 1Yoh 2:18, "Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir". Jadi sudah ada antikristus pada waktu zaman Yohanes, banyak lagi! Nah siapakah antikristus itu? 1Yoh 2:22 menjelaskan tentang siapakah antikristus itu,

"Siapakah pendusta itu?

Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak". Dengan pemahaman ini berarti setiap orang yang menolak bahwa Yesus adalah Kristus, bahwa Yesus adalah Allah yang telah menjelma manusia adalah antikristus-antikristus. Tetapi Yohanes juga juga berbicara tentang antikristus yang akan datang, seorang pribadi yang disebut sebagai "manusia durhaka", "si pendurhaka" (2Tes 2:3-8) dan "binatang buas" (Wahyu 13:1-10). Antikristus ini adalah seorang figur pemimpin yang akan muncul di akhir zaman.

Dua Binatang dalam Wahyu 13

Wahyu 13 menyebutkan tentang dua binatang yang keluar dari laut dan bumi. Binatang I (1-10) menunjuk pada antikristus yang akan muncul sebagai pemimpin dari gabungan bangsa-bangsa di akhir zaman untuk melawan Allah. Sementara Binatang II (11-18) menunjuk pada "asisten" dari antikristus. Binatang kedua inilah yang akan mengadakan tanda-tanda mujizat untuk melancarkan penyembahan bagi binatang I (antikristus). Ia akan memberikan perintah membuat patung dari binatang I serta memberikan "hidup" bagi patung tersebut dan menuntut penyembahan dari semua penduduk dunia pada waktu itu.

Wahyu 13:18 menjelaskan identitas binatang buas itu, Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah ialah enam ratus enam puluh enam. Manusia yang bilangannya 666 ini akan menguasai 3 sistem dunia

• Pemerintahan dunia " … dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa" (Wahyu 13:7, Dan 7:23)

• Ekonomi dunia " ...Dan ia menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau besar, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selaian dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya (Wahyu 13:16-17).

• Agama dunia "… seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu" (Wahyu 13:3-4,8). Dengan kekuasaan seperti ini, maka mereka yang menolak untuk menyembah antikritus itu, tidaklah akan dapat hidup. Dalam kondisi seperti ini akan muncul banyak martir.

Lalu siapakah 666 itu?

Sepanjang sejarah, telah mucul orang-orang yang "disebut" sebagai antikristus. Mulai dari Kaisar Nero, Martin Luther, Paus, Adolf Hitler, Henry Kissinger, Stalin, Roosevelt, Mussolini, Karl Von Habsburg, Saddam Hussein, Mikhail Gorbachev, dan Paus. Tetapi ternyata toh hal ini tidaklah terbukti. Demikian juga dengan perkiraan-perkiraan yang baru seperti Bill Gates ataupun Omen, George W Bush, Barrack Obama, sepertinya toh akan berlalu begitu juga.

Siapapun juga nantinya antikritus itu, sebenarnya tidaklah perlu dikuatirkan. Karena pada akhirnya antikristus itu akan dikalahkan oleh Kristus sendiri dalam peperangan besar di armageddon, di akhir masa 7 tahun kesengsaraan besar itu.

Ancaman bagi kaum Kristen

Banyak ancaman pada kaum kristen, seperti munculnya persatuan antikristus dan gereja setan. menurut buku Paradise Lost, Yang menyebabkan keretakan kaum kristiani seperti AntiKristus dan GS(gereja setan) adalah Lucifer sang bapa dari segala dosa. Dan hingga sekarang umat kristen banyak yang mengalami perpecahan dan memilih memerangi agama kristen, sehingga terjadi ketidak harmonisan dimana-mana dan bahkan terjadi peperangan. Dan menyebabkan orang-orang tidak mempercayai Tuhan, hingga disebut sebagai atheis, dan membanyak keseluruh dunia.

Tentang Antikristus ini dengan Gereja Living Church Of God, bahwa Antikristus adalah gereja / agama yang menyesatkan umatNya diakhir zaman, peneguhannya di Mat 11:12

Jul 29, 2009

Kekurangan Hikmat

Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku [Israel] di perantauan [=di dunia]. Saudara-saudaraku,anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalamberbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman [=Kristus], dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena MATAHARI terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah TIDAK dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri TIDAK mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai OLEH keinginannya sendiri, karena ia DISERET dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna [=keselamatan], datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena PERTUKARAN.

Atas kehendak-Nya sendiri [=anugrah] Ia [yaitu Tuhan] telah menjadikan kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia TIDAK mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna [=Alkitab], yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu [rohani] dan janda-janda [rohani] dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. (Yakobus 1:1-27)

Yerusalem dan Yehuda

Maka sesungguhnya Tuhan, TUHAN semesta alam, akan menjauhkan dari Yerusalem dan dari Yehuda setiap orang yang mereka andalkan, segala persediaan makanan dan minuman: pahlawan dan orang perang, hakim dan nabi, petenung dan tua-tua, perwira dan orang yang terpandang,penasihat dan ahli sihir, dan orang yang paham mantera. Aku akan mengangkat pemuda-pemuda menjadi pemimpin mereka, dan anak-anak akan memerintah atas mereka. Maka bangsa itu akan desak-mendesak, seorang kepada seorang, yang satu kepada yang lain; orang muda akan membentak-bentak terhadap orang tua, orang hina terhadap orang mulia.

Sehingga apabila seorang memegang saudaranya di rumah Ayahnya dan berkata: "Engkau masih mempunyai jubah [pakaian], jadilah pemimpin kami, dan reruntuhan ini di bawah kuasamu", maka pada waktu itu saudaranya akan menjawab: "Aku tidak mau menjadi tabib; di rumahku tidak ada ROTI dan tidak ada JUBAH; janganlah angkat aku menjadi pemimpin bangsa."

Sungguh, Yerusalem telah runtuh dan Yehuda telah rubuh; sebab perkataan mereka dan perbuatan mereka melawan TUHAN dan mereka menantang kemuliaan hadirat-Nya. Air muka mereka menyatakan kejahatan mereka, dan SEPERTI orang Sodom, mereka dengan terang-terangan menyebut-nyebut dosanya, tidak lagi disembunyikannya. Celakalah orang-orang itu! Sebab mereka mendatangkan malapetaka kepada dirinya sendiri. Katakanlah berbahagia orang benar! Sebab mereka akan memakan hasil pekerjaannya. Celakalah orang fasik! Malapetaka akan menimpanya, sebab mereka akan diperlakukan menurut perbuatannya sendiri.

Adapun umat-Ku, penguasa mereka ialah anak-anak, dan perempuan-perempuan memerintah atasnya. Hai umat-Ku, pemimpin-pemimpinmu adalah penyesat, dan jalan yang kamu tempuh mereka kacaukan! TUHAN mengambil tempat untuk menuntut dan berdiri untuk mengadili bangsa-bangsa. TUHAN bertindak sebagai hakim atas tua-tua dan pemimpin-pemimpin UMAT-NYA: "Kamulah yang memusnahkan KEBUN ANGGUR itu [=Israel], barang rampasan dari orang yang tertindas tertumpuk di dalam rumahmu. Mengapa kamu menyiksa umat-Ku dan menganiaya orang-orang yang tertindas?" demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.

TUHAN berfirman: Oleh karena wanita Sion [=Yerusalem] telah menjadi sombong dan telah berjalan dengan jenjang leher dan dengan main mata, berjalan dengan dibuat-buat langkahnya dan gemerencing dengan giring-giring kakinya, maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis dan TUHAN akan mencukur rambut sebelah dahi mereka. Pada waktu itu Tuhan akan menjauhkan segala perhiasan mereka: gelang-gelang kaki, jamang-jamang dan bulan-bulanan; perhiasan-perhiasan telinga, pontoh-pontoh dan kerudung-kerudung; perhiasan-perhiasan kepala, gelang-gelang rantai kaki, tali-tali pinggang, tempat-tempat wewangian dan jimat-jimat; cincin meterai dan anting-anting hidung; pakaian-pakaian pesta, jubah-jubah, selendang-selendang dan pundi-pundi; cermin-cermin, baju-baju dalam dari kain lenan, ikat-ikat kepala dan baju-baju luar.

Maka sebagai ganti rempah-rempah harum akan ada bau busuk, sebagai ganti ikat pinggang seutas tali, sebagai ganti selampit rambut kepala yang gundul, sebagai ganti pakaian hari raya sehelai kain kabung; dan tanda selar sebagai ganti kemolekan. Orang-orangmu akan tewas oleh pedang, dan pahlawan-pahlawanmu oleh perang. Pintu-pintu gerbang Sion akan mengaduh dan berkabung, dan kota itu akan seperti PEREMPUAN BULUS yang duduk di bumi [=Babel sang pelacur besar]. (Yesaya 3:1-26)

Gereja Yang Mati

"Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. Banyak orang akan disucikan dandimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya." (Daniel 12:9-10)

Ketika kita memeriksa Alkitab dengan seksama kita akan menemukan banyak sekali Kebenaran, karena Alkitab adalah refleksi dari pikiran Allah Yang Maha Kuasa dan tidak terbatas. Dan sesungguhnya apa yang dapat anda pelajari dari kami adalah lebih daripada apa yang bisa anda dapatkan dari gereja-gereja ataupun sekolah-sekolah teologi yang masih berada dalam otoritas gereja-gereja atau denominasi-denominasi.

Ketika kita mempelajari Alkitab dengan teliti kadang kita juga menemukan hal-hal yang tidak kita sukai. Dan hal ini adalah sungguh-sungguh benar karena kita telah menemukan begitu banyak informasi di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Tuhan telah selesai menggunakan organisasi gereja-gereja dan jemaat-jemaat setempat untuk memberitakan Injil yang sejati, jadi mereka sangat tidak berbahagia dengan hal ini.

Sekarang adalah sangat menarik untuk memperhatikan apa saja kritik-kritik utama yang disampaikan oleh pemimpin-pemimpin gereja. Dan sesungguhnya kritik-kritik tersebut tidak ditujukan kepada kami, mereka berpikir demikian, tetapi sesungguhnya mereka sedang membuat kritik terhadap Alkitab karena hal utama yang kita harus lakukan adalah untuk patuh kepada Firman Tuhan dan bukan kepada manusia.

Kritik yang pertama adalah tentang ajaran "pewahyuan progressif", mereka sama sekali tidak mau mengakui hal ini. Mereka tidak percaya bahwa selagi waktu terus berjalan, dan khususnya di akhir zaman ini, Tuhan akan membuka lebih banyak kebenaran-kebenaran yang disembunyikan di dalam Alkitab (Daniel 12:9). Ingatlah bahwa Tuhan sama sekali tidak memberikan pesan-pesan ilahi tambahan yang lain selain yang kita temukan di dalam Alkitab (Wahyu 22:18-19). Dan Tuhan akan membuka lebih banyak pengertian kepada orang-orang percaya yang sejati atas kebenaran-kebenaran yang sudah ada tertulis di dalam Alkitab yang tidak dimengerti dengan baik sebelumnya oleh generasi-generasi yang lalu.

Ingatlah bahwa Rasul Paulus dalam kitab Efesus pasal 3 berkata, "misteri" atau "rahasia Allah", telah dinyatakan kepadanya bahwa Injil juga harus diberitakan kepada orang-orang yang bukan Yahudi. Bila kita memperhatikannya hal ini ada tertulis dimana-mana di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, nama Abraham sendiri berarti "Bapa dari sejumlah besar bangsa" (Kejadian 17:5), tetapi hanya pada masa Rasul Paulus hal itu menjadi jelas bagi rasul-rasul yang lainnya bahwa memang itulah rencana ilahi Tuhan. Pada waktu itu bangsa Israel telah sangat terbiasa untuk tidak bercampur dengan bangsa-bangsa lain, mereka tidak
mau masuk ke rumah seorang yang bukan Yahudi bahkan mereka menyebut bangsa-bangsa Kanaan sebagai anjing-anjing, jadi kemudian mereka harus membiasakan diri dengan perintah Tuhan yang baru saja mereka mengerti.

Ingat juga tentang dua orang murid yang berada dalam perjalanan menuju sebuah kampung yang bernama Emaus yang berjarak kira-kira 7 mil dari Yerusalem (Lukas 24). Baru pada saat itu mata dan telinga rohani murid-murid itu dibuka, sebelumnya mereka tidak benar-benar mengerti apa yang telah terjadi pada Tuhan Yesus. Hal-hal seperti ini ada anyak dicatat di dalam Alkitab, dan mereka telah mendengarnya berulang-kali, mereka telah mendengarkannya pada setiap hari Sabat, akan tetapi mereka tidak mengerti hal-hal itu sampai Tuhan dalam kasih karunia-Nya memberikan pengertian kepada mereka. Dan Tuhan memiliki jadwal-Nya sendiri untuk memberitahukan kebenaran-kebenaran-Nya.

Nah, apa yang kita baca dalam kitab Daniel 12:9 diatas adalah hal yang sama, seluruh pasal tersebut berbicara tentang kondisi yang akan terjadi di dunia dan organisasi gereja-gereja pada akhir zaman. Dan Daniel diberitahukan bahwa pernyataan-pernyataan itu "dimeterai", dan akan datang saatnya ketika kebenaran-kebenaran tersebut diberitahukan kepada orang-orang yang percaya, dan sekarang kita telah hidup pada masa tersebut.

Alkitab adalah sangat jelas bahwa Tuhan akan membukakan kebenaran-kebenaran yang disembunyikan di dalam Alkitab kepada umat-Nya, dan itu berarti Tuhan tidak akan memberikan wahyu-wahyu tambahan lagi. Semua nubuat-nubuat-Nya sudah lengkap dan ada tertulis di dalam Alkitab, dan Alkitab tidak pernah berubah. Dalam bahasa aslinya, tidak satu kata, tidak satu huruf dalam suatu kata yang berubah sejak Alkitab selesai ditulis kira-kira pada tahun 95 Masehi. Itu adalah buku hukum Tuhan yang selalu berada disana, dan pengertian kita harus bertumbuh, bertumbuh dan terus bertumbuh dalam kasih
karunia Tuhan.

Jadi gereja-gereja menolak ide yang mengatakan bahwa Tuhan memberikan orang-orang percaya yang sejati lebih dan lebih banyak pengertian dari Alkitab, jadi pada dasarnya gereja-gereja telah menolak suatu bagian yang sangat penting dari Alkitab. Secara sederhana mereka berkata, kita telah mengerti hal ini dengan baik, kita telah mengerti hal itu, dan kita telah mengerti hal-hal yang lainnya, dan itulah seluruhnya yang harus kita ketahui. Tidak ada hal lainnya yang akan Tuhan ajarkan kepada kita di dalam Alkitab. Dan itulah sebabnya mengapa mereka menulis di dalam pengakuan-pengakuan iman mereka dan
peraturan-peraturan gereja mereka bahwa itulah semuanya yang harus kita ketahui. Akan tetapi sekarang kita dapat melihat, mengapa gereja-gereja ini telah menjadi mati secara rohani, karena mereka telah sekian lama berlaku demikian.

Kritik yang kedua juga sangat menarik, ada orang-orang yang berkata, "Anda mengajarkan pengertian rohaninya, anda membuatnya menjadi rohani." Dan mereka berkata bahwa mereka melihat pada Alkitab secara literal atau harafiah, dan anda telah membuatnya menjadi rohani. Akan tetapi tentu saja dalam suatu derajat tertentu semua orang dapat melihat pengertian rohani yang ada di dalam Alkitab. Seperti misalnya, Yohanes Pembaptis mengumumkan bahwa Yesus adalah "Anak Domba Allah". Jadi kita harus mencari pengertian rohaninya, karena Kristus bukanlah seekor domba, Ia bukan binatang. Dia adalah Anak Allah dan sekaligus juga Anak Manusia. Dalam kitab Yohanes 1:29 kita membaca demikian:

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Dan hanya setelah kita mengerti bahwa itu adalah sebuah ungkapan metafora atau perumpamaan, maka kita dapat mengerti apa yang Yohanes katakan dibawah inspirasi ilahi, lihatlah ini adalah anak domba kurban yang datang untuk membayar upah dosa-dosa dari semua orang yang Ia datang untuk Ia selamatkan.

Sangat disayangkan sekali bila gereja-gereja tidak mengerti hal ini. Dan ketika mereka membaca di dalam kitab Wahyu tentang seekor binatang yang keluar dari dalam laut yang memiliki tujuh kepala dan tujuh tanduk, dalam derajat tertentu mereka mengetahui bahwa itu sama sekali tidak berbicara tentang seekor binatang secara harafiah. Jadi sebenarnya mereka mengetahui bahwa dalam suatu cara hal itu harus dimengerti secara rohani.

Dan sekarang ketika kita memiliki banyak informasi tentang "akhir dari masa kerja gereja", dan dimulainya "Masa Siksaan Yang Dahsyat" atau "Masa Kesukaran Yang Besar", dan tentang "Hujan Akhir" atau Hujan Musim Semi, dan mereka berkata bahwa kita mencari pengertian rohaninya dan kita mendapatkan semua informasi ini dari perumpamaan-perumpamaan.

Akan tetapi lihatlah apa yang kita baca dalam kitab Matius pasal 13 atau Markus pasal 4 bahwa: "tanpa perumpamaan Tuhan tidak berkata-kata kepada mereka ......" Sebenarnya ini adalah kritik yang sangat penting sekali. Ini adalah sangat penting, karena hal inilah persisnya yang terjadi pada bangsa Israel pada masa ketika Yesus mengajar disana. Dalam kitab Matius 13:13 Tuhan berkata demikian:

"Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti ..... "

Jadi anda lihat, dalam kata lain mereka mengakui satu hal yang Tuhan sudah peringatkan, bahwa Kristus berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan supaya mereka tidak mengerti, dan hal itulah tepatnya yang sedang terjadi pada hari sekarang ini. Mereka mendengar kita berbicara tentang perumpamaan ini dan perumpamaan itu, seperti misalnya perumpamaan bersejarah tentang kerajaan Babel yang menghancurkan Yehuda (Yudea) dan Yerusalem pada tahun 587 Sebelum Masehi. Itu adalah gambaran dari Iblis ketika ia datang kembali pada akhir zaman dan akhirnya menjadi penguasa di dalam perkumpulan jemaat-jemaat setempat, yaitu sejak dimulainya "masa siksaan rohani yang dahsyat" yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan hal ini sedang terjadi pada hari kita sekarang ini.

Ini adalah pernyataan-pernyataan rohani karena Alkitab adalah sebuah buku rohani. Akan tetapi mereka tidak memahaminya. Mereka tidak dapat dan tidak mau memahaminya. Dan Tuhan Yesus menyatakan bahwa mereka tidak akan mengerti:

"Aku berkata-kata dalam perumpamaan supaya mereka tidak mendengar ...."

Dan organisasi gereja-gereja dan denominasi-denominasi tidak akan mengerti hal ini. Pada saat ini dalam sejarah, ketika kita mengembangkan semua informasi ini dan banyak pernyataan-pernyataan yang langsung tetapi dicampur di dalamnya dengan perumpamaan-perumpamaan, dan ada penerapan rohani dalam ayat ini dan ayat itu, akan tetapi ini berada diluar pengertian mereka.

Pada kenyataannya Kristus tidak mungkin berbicara tentang "akhir dari masa kerja gereja" pada akhir zaman dalam gaya bahasa yang se-sederhana mungkin. Dia tidak akan melakukan hal itu. Akan tetapi Tuhan berbicara tentang hal itu ketika Ia berkata dalam kitab Matius 24:15 demikian:

"Jadi apabila kamu melihat PEMBINASA KEJI berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel [Daniel 8:23-25, Daniel 9:27, Daniel 11:31-32, Daniel 12:9-11] para pembaca hendaklah memperhatikannya -- maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan."

Masih ada ratusan ayat-ayat yang menyatakan hal yang seperti ini. Ini adalah gaya bahasa parabolik atau metafora, dan kita harus mencari apakah yang dimaksud dengan Yudea? Menunjuk kepada apakah ungkapan Pegunungan itu? Dan apakah yang dimaksud dengan "tempat kudus" ? Dan seterusnya. Pengajar-pengajar dan guru-guru Alkitab di dalam gereja-gereja tidak memiliki pengertian ini. Secara rohani mereka telah dibutakan oleh Tuhan. Dan jadi tiba-tiba saja kita menyadari betapa pentingnya kritik-kritik seperti ini. Kita sudah mengetahui bahwa kritik-kritik ini akan datang, dan ini adalah salah satu kritik
utama yang disampaikan oleh para pemimpin gereja. Dan itulah juga sebabnya mengapa mereka tidak dapat beralih dari prinsip-prinsip dasar kepada pengertian rohani seperti yang kita baca dalam kitab Ibrani 6:1-2 demikian:

"Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari
perbuatan-perbuatan yang SIA-SIA, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal."

Sahabat

"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. KAMU adalah sahabat-Ku,jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu SAHABAT, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (Yohanes 15:13-15)

Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib [=Kristus]. (Amsal 17:9)

Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah [=nabi palsu] menceraikan sahabat yang karib [=Kristus]. (Amsal 16:28)

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. (Amsal 17:17)

"Jangan kautinggalkan temanmu dan teman Ayahmu. Jangan datang di rumah saudaramu pada waktu engkau malang. Lebih baik tetangga yang dekat dari pada saudara yang jauh." (Amsal 27:10)

"supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing [=Babel], yang licin perkataannya, yang meninggalkan teman hidup masa mudanya [=Kristus] dan melupakan perjanjian Allahnya" (Amsal 2:16-17)

"Katakanlah kepada hikmat [=Firman Tuhan]: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing [=Babel], yang licin perkataannya." (Amsal 7:4-5)

Perkumpulan Jemaat

"Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh.Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dariperbuatan-perbuatan yang SIA-SIA, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan,kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yangbaik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, TIDAK mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum." (Ibrani 6:1-6)

Beberapa orang berkata bahwa ini adalah bagian Alkitab yang paling sulit untuk dimengerti, bahkan beberapa orang lagi berkata bahwa ayat-ayat ini bukan berasal dari Alkitab. Akan tetapi ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Alkitab. Ini adalah gaya bahasa yang sangat tegas dan serius, sangat menakutkan untuk kita hadapi, akan tetapi ini adalah bagian dari Firman Tuhan yang harus kita pelajari dengan sungguh-sungguh.

Alkitab telah selesai ditulis kira-kira 2000 tahun yang lalu akan tetapi hanya dalam waktu 50 tahun yang terakhir ini Tuhan baru sedang membuka arti dari ayat-ayat yang sulit di dalam Alkitab dengan cepat daripada waktu-waktu yang sebelumnya. Sekarang doktrin-doktrin mengenai akhir zaman dengan cepat dapat kita mengerti.

Akan tetapi tepat pada saat ini organisasi gereja-gereja sedang berjalan mundur. Daripada mempelajari lebih banyak dan lebih berhati-hati mengenai kebenaran-kebenaran dasar dari Alkitab, mereka justru merusak apa yang telah mereka mengerti sebelumnya. Mereka telah mengetahui bahwa selama masa kerja gereja kita tidak boleh ada perceraian untuk alasan perzinahan, atau alasan apapun juga, akan tetapi pada hari sekarang ini, ketika mereka seharusnya mengerti dengan lebih jelas bersama-sama dengan banyak kebenaran-kebenaran lainnya, mereka justru berbalik dari apa yang telah mereka mengerti dengan benar pada masa yang lalu dan mereka juga tidak memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari lebih banyak dari Alkitab.

Bukankah hal ini sangat mengherankan? Pada kenyataannya mereka sangat ber-identifikasi dengan perumpamaan tentang seseorang yang diberikan satu talenta yang kita baca dalam kitab Matius 25:28 demikian:

"Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah [yaitu di dalam bumi = gua atau celah bukit] lalu menyembunyikan uang tuannya."

Dengan demikian bahkan apa yang telah mereka miliki akan diambil dari mereka oleh si Jahat. Jadi pada hari sekarang ini pengertian mereka akan lebih dan lebih berkurang lagi, karena mereka tidak mau mengikuti prinsip yang Tuhan telah tetapkan, yaitu dengan rajin, jujur dan sungguh-sungguh kita harus mencari di dalam Kitab Suci, membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain supaya kita dapat bertumbuh dalam Kasih Karunia.

Akan tetapi bagaimanapun juga ini adalah masanya dimana Tuhan terus berada di atas kendali, seperti yang kita baca dalam ayat diatas demikian:

" Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya."

Kita harus mengerti karakteristik dari Alkitab yang diungkapkan kepada kita dengan berbagai macam cara, bahwa Alkitab adalah buku yang menyatakan "pewahyuan progressif". Hal ini sangat berhubungan dengan kitab Daniel 12:9 yang berkata demikian:

"Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman."

Dengan kata lain, pewahyuan dari Tuhan sudah selesai dan sudah lengkap dan seluruhnya ada tertulis di dalam Alkitab. Tidak akan ada wahyu-wahyu tambahan lagi, tidak akan ada pesan-pesan tambahan, semuanya sudah ada tertulis di dalam Alkitab. Dan ini adalah buku Hukum Tuhan. Semuanya yang Tuhan ingin untuk Ia sampaikan kepada umat manusia ada tertulis disana (Wahyu 22:18-19), akan tetapi Tuhan memiliki jadwal-Nya sendiri untuk menunjukkan arti dari Firman-Nya yang sudah ada tertulis ini.

Dan dari waktu ke waktu kita membaca illustrasi-illustrasi mengenai hal ini di dalam Alkitab, ada saatnya ketika para murid akhirnya mengerti bahwa Kristus harus mati di atas kayu salib, dan kemudian bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. Ada waktunya ketika rasul Paulus yang berada dibawah ilham dari Allah Roh Kudus berkata dalam kitab Kolose 1:26-27 bahwa sebuah "misteri" (yaitu rahasia) telah dinyatakan kepadanya, bahwa sekarang mereka harus memberitakan Injil ke seluruh dunia kepada bangsa-bangsa yang bukan Yahudi. Sebenarnya hal ini ada tertulis dimana-mana di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, tetapi sebelum saat itu para murid tidak mengerti bahwa itulah yang Tuhan ingin untuk mereka lakukan.

Kita juga telah melihat pada kitab 2 Tesalonika 2 dimana kita mempelajari bahwa "secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja". Sebelumnya hal ini sama sekali tidak dapat dimengerti dengan jelas. Akan tetapi pada hari sekarang ini kita dapat mengerti kenyataannya bahwa Iblis secara dramatis sedang menyerang organisasi gereja-gereja Perjanjian Baru dengan cara menanamkan berbagai macam "lalang" disana, dan itu termasuk para pemimpin rohani yang terlihat seperti pengajar-pengajar kebenaran.

Jadi sekarang kita mengerti bahwa Tuhan memiliki jadwal-Nya sendiri untuk membuka kebenaran. Dan kita mengetahui bahwa kita harus menunggu Tuhan.

Kita telah memeriksa masalah tentang "akhir dari masa kerja gereja" yang telah berlangsung selama beberapa dekade sekarang. Dan akhirnya, sekarang kita mengerti lebih dan lebih banyak tentang hal ini. Dan sekarang kita akan melihat bahwa ayat-ayat dalam Ibrani pasal 6 ini juga dengan cocok menempatkan dirinya ditengah-tengah masalah ini. Pada waktu-waktu yang sebelumnya ada banyak kebingungan tentang ayat ini, tetapi sekarang kita mengetahui bahwa ayat-ayat ini sedang berbicara tentang keadaan suatu perkumpulan jemaat bukan perorangan.

Kita hidup dalam suatu masa waktu yang sudah sangat dekat dengan hari yang terakhir, oleh karena itu, jika ada suatu saat untuk dengan rajin mempelajari Alkitab, dengan rajin membandingkan ayat Kitab Suci dengan ayat Kitab Suci, ini adalah saatnya. Dan jangan terkejut bila pada saat ini anda dapat belajar banyak tentang hal-hal yang tidak anda mengerti sebelumnya, karena, ini adalah saatnya dimana Tuhan membukakan banyak arti dari ayat-ayat yang sulit yang tidak Ia bukakan sebelumnya. Ini adalah suatu masa yang disebut sebagai "hujan akhir".

Sekarang kita telah tiba pada ayat kunci, dimulai dari ayat 4, dalam Ibrani 6 kita membaca demikian:

"Sebab MEREKA yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, sehingga MEREKA bertobat ... "

Harus kita perhatikan bahwa ungkapan "mereka" adalah kata yang jamak, seluruh ayat-ayat ini menggunakannya secara jamak. Dan ayat 6 berkata demikian:

"sebab MEREKA menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri MEREKA dan menghina-Nya di muka umum."

Perhatikan bahwa ini sedang berbicara tentang "perkumpulan jemaat" lokal. Dan kemudian lihatlah pada kitab Ibrani pasal 10 yang merupakan pasal yang pararel. Dimulai dari ayat 26 kita membaca demikian:

"Sebab jika KITA sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu."

Perhatikan bahwa kata "kita" adalah kata yang jamak. Tetapi ayat 29 berkata demikian:

"Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas DIA [ini dalam bentuk tunggal], yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?"

Disini kita menemukan bahwa Ibrani pasal 10 memang berbicara tentang individu secara perorangan. Akan tetapi dalam Ibrani pasal 6, Tuhan sedang berbicara tentang "perkumpulan jemaat". Tuhan sedang berbicara tentang gereja secara institusi atau organisasi, yaitu perwakilan luar dari Kerajaan Allah yang juga disebut sebagai jemaat.

Ingatlah ayat 6 berkata demikian:

"namun yang murtad lagi, TIDAK mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, sehingga mereka bertobat, ... "

Ini sedang berbicara tentang institusi gereja atau jemaat. Karena seseorang yang telah diselamatkan, seorang individu yang telah diselamatkan, telah diperbaharui melalui "permandian kelahiran kembali" dan "pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" (Titus 3:5).

Ini berarti orang tersebut telah diselamatkan. Jadi ia tidak dapat diperbaharui lagi, dia telah aman selama-lamanya di tangan Allah. Dia telah diberikan kehidupan yang kekal. Dia telah menerima anugrah kebangkitan jiwa yang baru, dimana di dalamnya ia tidak pernah mau untuk berbuat dosa lagi. Dan jadi, ia tidak dapat dibaharui lagi untuk pertobatan karena ia telah bertobat.

Dalam ayat lainnya di kitab Wahyu pasal 2 Tuhan sedang berbicara kepada perkumpulan jemaat di Efesus, bukan kepada individu secara perorangan. Dan dalam ayat 4 Tuhan berkata demikian:

"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula."

Dan ayat 5 berkata demikian:

"Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat."

Dengan kata lain, Tuhan sedang memberitahukan kepada jemaat ini bahwa kamu masih dapat bertobat jika kamu tidak meninggalkan Hukum Tuhan. Untuk mengasihi Tuhan adalah untuk menuruti perintah-perintah-Nya. Dan hal ini telah terjadi di sepanjang masa kerja gereja-gereja Perjanjian Baru. Ada gereja-gereja yang telah jatuh, dan kemudian mereka mendapatkan pendeta yang baru, yang benar-benar mengasihi Tuhan, sehingga Tuhan dapat membawa mereka kembali kepada Kebenaran.

Dan hal seperti ini telah terjadi secara besar-besaran 500 tahun yang lalu selama masa Reformasi, ada banyak orang-orang yang meninggalkan gereja mereka untuk memulai suatu jemaat yang baru yang lebih taat dan setia kepada Firman Tuhan. Akan tetapi ingatlah dengan cara demikian anda tetap memiliki suatu jemaat lokal. Hal ini tidak mengakhiri perkumpulan jemaat itu. Dan jika suatu jemaat akan bertobat, maka mereka akan menjadi lebih taat dan setia dalam mematuhi hukum-hukum Tuhan. Akan tetapi hal itu tidak dapat terjadi pada individu secara perorangan. Hal itu adalah tidak mungkin.

Perhatikan dalam ayat 4 dari Ibrani pasal 6 bahwa gereja-gereja telah mendapatkan berkat-berkat yang kudus. Itu berbicara tentang mereka-mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap Firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dari dunia yang akan datang. Sekarang ini tidak berkata bahwa setiap anggota dalam jemaat tersebut telah mendapat bagian dalam Roh Kudus. Akan tetapi ingatlah, di dalam suatu perkumpulan jemaat ada orang-orang yang merupakan orang-orang percaya yang sejati, yaitu
gandum, dan ada juga orang-orang yang tidak percaya, yaitu lalang, dan mereka semua merupakan bagian dari jemaat ini.

Dan kenyataannya orang-orang percaya yang sejati telah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan itu berarti secara prinsip jemaat ini juga telah mendapat bagian tersebut. Di dalam prinsipnya seluruh jemaat telah diberkati dengan kehadiran orang-orang percaya yang sejati yang berada di bawah bimbingan Roh Kudus, yang mata rohaninya telah dibuka terhadap kebenaran-kebenaran Alkitab. Pada kenyataannya mereka membuat perbedaan dalam jemaat tersebut.

Akan tetapi selagi jemaat beralih semakin dan semakin jauh dari kebenaran yang sejati, karena ada lebih banyak lalang yang ditanam disana, dan itu termasuk para pemimpin dan penatua yang menjadi pelayan-pelayan Iblis, secara sederhana ajaran-ajaran yang benar berangsur-angsur akan menghilang. Dan sekarang pada kenyataannya hal inilah yang menjadi sifat alami dari jemaat-jemaat setempat.

Harus ada penerangan rohani dan kehadiran dari mereka-mereka yang pernah mengecap anugrah surgawi. Akan tetapi sekarang jemaat-jemaat tersebut telah jatuh. Ayat 6 berkata: "namun yang murtad lagi", dan ungkapan ini telah diterjemahkan secara literal, karena dalam bahasa aslinya ini berkata, "mereka telah sedang jatuh".

Ingatlah dalam kitab Wahyu pasal 2, dengan tegas Tuhan menyatakan kepada jemaat di gereja Efesus, "bertobatlah". Dan Tuhan tidak berkata bahwa kamu sama sekali tidak dapat bertobat, tidak ada kemungkinannya kamu dapat bertobat. Tuhan sama sekali tidak menyatakan demikian.

Memang kita tidak mengetahui bagaimana persisnya yang terjadi pada gereja Efesus, mereka mungkin bertahan selama ratusan tahun setelah itu. Mungkin mereka bertobat, kita tidak mengetahui dengan pasti, akan tetapi mereka memiliki kemungkinan untuk bertobat. Tidak ada implikasi yang menyatakan bahwa mereka tidak mungkin bertobat lagi. Akan tetapi disini dalam Ibrani pasal 6 ayat 6 Tuhan menggunakan gaya bahasa yang berkata demikian:

"tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, sehingga mereka bertobat ..."

Yaitu, gereja-gereja ini yang telah mengalami kehadiran dari Allah Roh Kudus, perkumpulan jemaat-jemaat ini yang telah mengalami penerangan dari Tuhan, jadi ada mereka-mereka di dalam jemaat ini yang telah mengalami karunia surgawi, mereka telah mengambil bagian dalam Air Kehidupan, akan tetapi sekarang hal itu tidak dapat terjadi lagi. Sebagai perkumpulan jemaat mereka telah murtad atau jatuh. Dan itulah karakteristik dari setiap perkumpulan jemaat yang ada pada hari sekarang ini karena mereka semua telah memberontak.

Pada kenyataannya mereka sedang memandang rendah kepada Alkitab, atau mungkin mereka masih menghormati Alkitab, akan tetapi kenyataannya Allah Roh Kudus telah meninggalkan organisasi gereja. Kristus telah meninggalkan organisasi gereja. Dan ketika Kristus meninggalkan gereja, mereka telah jatuh. Dan pada waktu yang bersamaan Kristus meninggalkan gereja, Allah Roh Kudus juga meninggalkan gereja. Jadi tentu saja orang-orang percaya sejati yang berada disana, dalam derajat yang tinggi akan diusir keluar dari gereja-gereja ini. Atau kalau mereka tidak diusir keluar, mereka akan meninggalkan gereja secara sukarela karena mereka telah diperintahkan untuk keluar.

Jadi apakah yang masih tersisa di dalam organsasi gereja-gereja ini? Apakah yang masih ada tersisa disana? Mereka adalah kayu, rumput kering, dan jerami. Pada akhirnya hanya mereka saja yang akan tertinggal di dalam gereja-gereja. Dan pada akhirnya mereka akan terbakar habis oleh Firman Tuhan. Bahkan kitab Wahyu 18:2 menjelaskannya demikian:

" .... ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci"

Ini adalah tempat yang sangat berbahaya untuk berada disana. Jadi anda memiliki suatu organisasi gereja akan tetapi Allah Roh Kudus tidak lagi bekerja ditengah-tengah perkumpulan jemaat. Bagaimanapun taat dan setianya khotbah-khotbah yang disampaikan disana itu sudah menjadi gereja yang mati. Kaki dian (yaitu tempat lilin) mereka telah diambil oleh Tuhan sendiri.

Gereja-gereja tidak dapat bertobat lagi, bagaimanapun besarnya keinginan mereka untuk bertobat mereka tidak dapat bertobat. Mungkin ada seorang individu tertinggal disana yang berkata: "Oh ya, kita dapat bertobat, ya Tuhan, kasihanilah kami, kasihanilah kami, kami telah berbuat dosa, kasihanilah kami." Kita dapat mengikuti doa dari Daniel dalam kitab Daniel 9 dimana Daniel mencari belas kasihan Tuhan karena dosa-dosa mereka, tetapi tidak ada harapan. Adalah tidak mungkin bagi gereja tersebut untuk bertobat, hal itu tidak dapat terjadi. Dalam suatu hal, karena keadaan dan persaingan yang sangat ketat mereka tidak dapat menghindar dari injil-injil pekerjaan atau injil-injil kehendak bebas.

Dan lebih mengerikan lagi dalam ayat 6 ungkapan "menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum" menyatakan bahwa mereka adalah sama persis seperti pemimpin-pemimpin agama dan ahli-ahli Taurat yang hidup pada masa Yesus yang selalu menentang Kebenaran dan benar-benar ingin mempermalukan Yesus di atas kayu salib.

Moab

Nubuat tentang Moab ini (Yeremia 48) berlatar-belakang penghancuran yang dilakukan oleh bangsa Babel yang berasal dari Utara. Dan pada hari sekarang ini dalam segala kemungkinannya dari apa yang kita bacatentang Moab, sama seperti Yerusalem (Yehuda), mereka merupakan gambaran dari orang-orang yang berada dalam organisasi jemaat-jemaat lokal.

Asal-usul Moab ia adalah cucu dari Lot saudara Abraham, dimana Lot dan keluarganya sudah "lari" dari Sodom dan Gomora, yaitu suatu tempat perzinahan yang dihancurkan oleh Tuhan. Tetapi isteri Lot mati menjadi "tiang garam" karena menoleh ke belakang (ia tidak dapat melupakan Sodom). Pada waktu itu perzinahan yang terjadi sudah sedemikian parahnya sehingga semua laki-laki dari yang kecil sampai yang besar tidur dengan laki-laki (homosexual), dan tidak ada laki-laki yang mau menikah dengan anak-anak perempuan Lot.

Jadi anak-anak perempuan itu tidur dengan Lot sendiri ketika sedang "mabuk anggur" sehingga melahirkan anak laki-laki yang bernama Moab dan Ben-Ami (Amon) yang merupakan bapak dari bangsa Moab dan Amon. Tetapi Tuhan berjanji bahwa pada akhirnya Ia akan memulihkan keadaan Moab.

Disisi yang lain tidak demikian keadaannya dengan Yerusalem (Yehuda), mereka semua harus dibawa ke dalam pembuangan di Babel. Tuhan sudah menetapkan bahwa mereka semua harus tinggal di Babel sampai Tuhan memperhatikan mereka lagi. Dalam kitab Yeremia 27:8-11 Tuhan berkata tentang raja Babel demikian:

"Tetapi bangsa dan kerajaan yang tidak mau takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel, dan yang tidak mau menyerahkan tengkuknya ke bawah kuk raja Babel, maka bangsa itu akan Kuhukum dengan pedang, kelaparan [rohani] dan penyakit sampar [rohani], demikianlah firman TUHAN, sampai mereka Kuserahkan ke dalam tangannya. Mengenai kamu, janganlah kamu mendengarkan nabi-nabimu, juru-juru tenungmu, juru-juru mimpimu, tukang-tukang ramalmu dan tukang-tukang sihirmu yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu dengan maksud menjauhkan kamu dari atas tanahmu, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa. Tetapi bangsa yang mau menaruh tengkuknya ke bawah kuk raja Babel dan yang takluk kepadanya, maka mereka akan Kubiarkan di atas tanahnya, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan mengolahnya dan diam di sana."

Pada waktu itu ada beberapa orang Israel yang tegar tengkuk mencoba untuk lari ke Mesir, tetapi raja Babel juga datang kesana untuk menghancurkan seluruh berhala-berhala yang ada di negeri Mesir.

Jadi disini kita melihat bahwa Tuhan dengan sengaja menggunakan bangsa Babel untuk menghancurkan seluruh "berhala" yang ada di sekitar tanah Kanaan. Ini adalah pembersihan besar-besaran yang dilakukan oleh Tuhan. Bangsa Israel telah menjadi begitu berdosa terhadap Tuhan sehingga Ia menghukum mereka dengan sangat keras dengan tujuan untuk menyelamatkan mereka. Pada waktu itu kota Yerusalem benar-benar dihancur-leburkan dan Bait Allah dibakar dengan api dan beberapa barang-barang suci dari Bait Allah diangkut ke Babel.

Kitab Yeremia 25:7-10 menjelaskan kepada kita demikian:

"Tetapi kamu tidak mendengarkan Aku, demikianlah firman TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan BUATAN TANGANMU untuk kemalanganmu sendiri. Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: Oleh karena kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, sesungguhnya, Aku akan mengerahkan semua kaum dari Utara --demikianlah firman TUHAN-- menyuruh memanggil Nebukadnezar, raja Babel, HAMBA-KU itu; Aku akan mendatangkan mereka melawan negeri ini, melawan penduduknya dan melawan bangsa-bangsa sekeliling ini, yang akan Kutumpas dan Kubuat menjadi kengerian, menjadi sasaran suitan dan menjadi KETANDUSAN untuk selama-lamanya. Aku akan melenyapkan dari antara mereka suara kegirangan dan suara sukacita, suara PENGANTIN LAKI-LAKI [=Kristus] dan pengantin perempuan, bunyi batu kilangan dan cahaya pelita [=Injil Anugrah]."

Masih ada banyak hal yang perlu kita selidiki dari ratusan ayat yang seperti ini, ayat-ayat ini berbicara tentang "malapetaka" atau penghakiman Tuhan yang terjadi di akhir zaman ketika kita mendekati hari yang terakhir seperti yang dikatakan dalam kitab Wahyu.

Penghakiman Moab

Sungguh, orang mendaki pendakian Luhit sambil menangis. Sungguh, di JALAN turun ke Horonaim orang mendengar teriak karena ditimpa bencana.Larilah, selamatkanlah nyawamu: jadilah seperti keledai liar di padanggurun! [dalam bahasa aslinya ini adalah "semak liar di padang gurun"] Sungguh, oleh karena engkau percaya kepada bentengmu dan perbendaharaanmu, maka engkaupun akan direbut; [dewa] Kamos akan pergi ke dalam pembuangan, bersama-sama dengan para imam dan pemukanya. Pembinasa akan datang ke setiap kota, tidak ada kota yang terluput! Lembah akan binasa, tanah datar habis musnah, seperti yang difirmankan TUHAN.

Berikanlah sayap kepada Moab, supaya ia lari terbang; kota-kotanya akan menjadi sunyi sepi, tidak ada lagi penduduk di dalamnya [yaitu tidak ada orang-orang yang diselamatkan didalamnya]. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

Moab hidup aman dari sejak masa mudanya, dia hidup tenang seperti anggur di atas endapannya, tidak dituangkan dari tempayan yang satu ke tempayan yang lain, tidak pernah masuk ke dalam pembuangan; sebab itu rasanya tetap padanya, dan baunya tidak berubah. Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan mengirim kepadanya tukang-tukang yang akan menuangkannya, mencurahkan tempayan-tempayannya dan memecahkan buyung-buyungnya.

Maka Moab akan menjadi malu oleh karena dewa Kamos, SAMA seperti kaum Israel menjadi malu oleh karena Betel, kepercayaan mereka. Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami adalah pahlawan-pahlawan, orang-orang gagah perkasa untuk berperang! Pembinasa Moab telah maju menyerang dia, teruna-terunanya yang pilihan telah turun ke pembantaian, demikianlah firman Raja yang nama-Nya TUHAN semesta alam.

Bencana Moab sudah hampir datang, malapetakanya sangat segera sampai. Ratapilah dia, hai semua yang ada di sekitarnya, hai semua yang mengenal namanya! Katakanlah: Sungguh, sudah patah tampuk kekuasaan, tongkat keagungan itu! Turunlah dari kemuliaanmu dan duduklah di atas kotoran, hai puteri Dibon yang sudah lama menetap! Sebab pembinasa Moab sudah maju menyerbu engkau, memusnahkan tempat-tempatmu yang berkubu. (Yeremia 48:5-18)

Telah patah tanduk kekuatan Moab, dan lengan kekuasaannya telah pecah! demikianlah firman TUHAN. Buatlah dia mabuk, sebab dia membesarkan diri terhadap TUHAN! Moab akan berguling-guling dalam muntahnya, dan ia sendiripun akan menjadi tertawaan orang. Apakah bukan Israel tadinya yang menjadi tertawaan bagimu? Apakah dia terdapat di antara pencuri-pencuri, sehingga engkau menggeleng-gelengkan kepala, setiap kali engkau berbicara tentang dia? Tinggalkanlah kota-kota dan diamlah di BUKIT BATU, hai penduduk Moab! Jadilah seperti burung merpati yang bersarang di dinding mulut liang.

Kami telah mendengar tentang keangkuhan Moab, alangkah angkuhnya dia, tentang kesombongannya, keangkuhannya dan kecongkakannya, tentang tinggi hatinya. Aku ini kenal kepongahannya, demikianlah firman TUHAN, tidak benar cakapnya, dan tidak benar perilakunya. Sebab itu aku akan meratap karena Moab, akan berteriak karena Moab seluruhnya, dan akan mengaduh karena orang-orang Kir-Heres!

Aku akan menangis karena engkau, lebih dari pada menangis karena Yaezer, hai pohon anggur Sibma! Ranting-rantingmu merambak sampai ke laut, meluas sampai ke Yaezer. Si pembinasa telah jatuh menimpa hasil musim kemaraumu dan panen buah anggurmu. Sukaria dan sorak-sorak telah lenyap dari kebun buah-buahan dan dari negeri Moab. Aku telah menjauhkan anggur dari tempat pemerasan; pengirik tidak ada lagi pengiriknya, pekik kegirangan tidak kedengaran lagi. Hesybon dan Eleale meraung-raung; orang memperdengarkan suaranya sampai ke Yahas, dari Zoar sampai Horonaim dan Eglat-Selisia; sebab air sungai Nimrim juga menjadi ketandusan.

Firman TUHAN: Aku akan menghentikan orang di Moab mempersembahkan korban bakaran di bukit pengorbanan dan mempersembahkan korban ukupan kepada allahnya. Sebab itu seperti hatiku terharu mendengar suling, begitulah hatiku terharu melihat keadaan Moab, dan hatiku terharu melihat keadaan orang-orang Kir-Heres; bukankah sudah hilang segala harta yang mereka tumpuk? Sungguh, setiap kepala digundul dan setiap janggut dipotong, pada semua tangan ada toreh-torehan dan kain kabung dikenakan pada semua pinggang. Di atas segala sotoh Moab dan di tanah-tanah lapangnya hanya ada perkabungan belaka; -- sungguh, Aku telah memecahkan Moab seperti tembikar, sehingga tidak ada orang yang menyukainya, demikianlah firman TUHAN.

Betapa terkejutnya dia! Betapa Moab menyembunyikan mukanya karena malu! Maka Moab telah menjadi tertawaan dan kekejutan bagi semua yang di sekitarnya. Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, ia datang melayang seperti burung rajawali dan mengembangkan sayapnya ke atas Moab. Kota-kota direbut, kubu-kubu pertahanan dirampas. Hati para pahlawan Moab pada waktu itu akan seperti hati perempuan yang sakit beranak.

Moab akan musnah sebagai bangsa, sebab ia membesarkan diri terhadap TUHAN. Kejut dan pelubang dan jerat bagimu, hai penduduk Moab! demikianlah firman TUHAN. Yang lari dari kekejutan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sungguh, Aku mendatangkan semuanya ini atas Moab di tahun penghukuman atas mereka, demikianlah firman TUHAN. (Yeremia 48:25-44)

Aku berteriak karena Moab, pengungsi-pengungsi sudah sampai ke Zoar, ke Eglat-Selisia. Sungguh, orang mendaki pendakian Luhit sambil menangis; dan di JALAN ke Horonaim orang berteriak karena ditimpa bencana. Sungguh, air di Nimrim menjadi kering dan tandus dan rumput sudah kering, rumput muda sudah habis, tidak ada lagi tumbuh-tumbuhan hijau. Sebab itu segala harta yang mereka tumpuk dan segala yang mereka simpan mereka bawa ke seberang sungai Haarabim. Sungguh, teriak itu akan kedengaran di seluruh daerah Moab, ratapnya terdengar sampai ke Eglaim, bahkan sampai ke Beer-Elim. Sungguh, air Dibon telah penuh dengan darah, tetapi yang menimpa Dibon akan Kutambah lagi, yaitu singa [=nabi-nabi palsu] akan menerkam orang-orang yang terluput dari Moab dan yang tersisa di tanah itu. (Yesaya 15:5-9)

Nasihat Kepada Isteri

"Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati
suaminya." (Efesus 5:31-33)

Seorang isteri Kristen diharuskan untuk "menghormati" suaminya, yang berarti dia harus menghargai suaminya dan mengakui bahwa sang suami adalah sang kepala keluarga. Ini tidak berarti bahwa suaminya adalah "tuan besar", tetapi pada akhirnya sang suami-lah yang harus bertanggung-jawab kepada Allah atas apa yang terjadi di dalam keluarganya. Oleh sebab itu, seorang suami harus mempunyai keprihatinan yang besar tentang bagaimana kehidupan isterinya dalam mengenal Tuhan.

Disisi yang sama, seorang isteri Kristen harus menghargai suaminya walaupun suaminya bukanlah seorang yang percaya. Kitab 1 Petrus 3 berbicara mengenai isteri dengan suami yang belum diselamatkan, yaitu seseorang yang tidak mengasihi Tuhan, dan Allah berkata dalam kitab 1 Petrus 3:1 sbb:

"Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,"

Isteri harus tunduk dalam segala hal yang sah menurut hukum kepada suaminya. Tetapi jika suaminya meminta dia untuk berbuat sesuatu yang berdosa, dia harus menurut kepada Allah daripada menuruti keinginan suaminya. Selama sang suami meminta sesuatu yang tidak berdosa, sekalipun isterinya tidak perduli untuk itu, sang isteri sebaiknya berusaha untuk menurut. Isteri harus mempunyai rasa hormat yang besar terhadap atasannya sama seperti ia menghormati Tuhan.

Dalam kitab Kolose 3:23 kita membaca demikian:

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."

Penekanan yang mirip juga kita temukan dalam kitab Efesus 5:22 yang berkata demikian:

"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan"

Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus harus berpikir, berbicara dan bertindak dengan tujuan untuk memuliakan sang Tuan atau Juruselamat mereka. Tentu saja, hal ini adalah benar baik untuk laki-laki, perempuan maupun anak-anak.

Akan tetapi dalam ayat ini dan juga ayat-ayat lainnya, para isteri diperintahkan untuk tunduk kepada suaminya "seperti kepada Tuhan". Dalam kitab Kolose 3:18 kita membaca demikian:

"Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan."

Hal ini menunjuk pada keinginan yang tulus dari seorang isteri untuk menempatkan dirinya dibawah otoritas sang suami, sama seperti isteri harus tunduk kepada Tuhan sendiri. Tindakan yang seperti itu dicatat dan di-demonstrasikan dalam kitab 1 Petrus 3:6 yang kita baca demikian:

"sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya ... "

Kata Yunani yang di-terjemahkan sebagai ungkapan "tundukkanlah" juga kita temukan dalam kitab 1 Petrus 2:13 yang menegaskan tugas dari seorang warga negara Kristen untuk mematuhi hukum yang berlaku di tempat ia tinggal (kecuali kalau hukum tersebut melanggar ketentuan Kitab Suci). Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi"

Dan kitab 1 Korintus 11:3 menegaskan kenyataan ini demikian:

"Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki ..... "

Sang isteri harus tunduk atau taat, atau menjadi subjek dari sang suami "seperti kepada Kristus", dan pada gilirannya sang suami juga harus mengasihi isterinya sama seperti Kristus mengasihi gereja yang kekal. Kitab Efesus 5:25 dengan jelas bersaksi demikian:

"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya"

Secara alami, adalah lebih mudah bagi sang isteri untuk tunduk kepada suaminya ketika sang suami menunjukkan pengorbanan yang besar untuk isterinya. Akan tetapi bagaimanapun juga, jika ini bukanlah kasusnya, sang isteri tetap harus tunduk kepada sang suami "seperti kepada Tuhan".

Ayat 24 dari kitab Efesus 5 mengajarkan kepada kita demikian:

"Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu."

Dan kitab 1 Petrus 2:18 menasihatkan demikian:

"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis."

Lebih jauh kitab Roma 8:7 menjelaskan perang rohani (perseteruan) yang terjadi antara orang-orang yang belum diselamatkan dengan Tuhan, dan hal itu menekankan ketidak-mampuan sifat dasar manusia untuk tunduk kepada Firman Tuhan sebelum ia benar-benar diselamatkan. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya."

Nah, Firman Tuhan yang ingin anda baca berulang kali adalah kitab Efesus 5:21-25 yang berkata demikian:

"dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya."

Mintalah kepada Tuhan untuk menolong anda untuk saling mengasihi dan ikutilah peraturan dalam kitab Filipi 4:8 yang kita baca demikian:

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Semua Orang

"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." (2 Petrus 3:9)

Bagian Alkitab ini seringkali dikutip oleh orang-orang yang mengajarkan injil "kehendak bebas" untuk menyatakan bahwa Tuhan Yesus mati untuk "setiap" umat manusia yang pernah hidup di dunia ini, dan apa yang seseorang harus lakukan supaya ia diselamatkan hanyalah untuk menerima Kristus (dan ingatlah bahwa "menerima Kristus" adalah pekerjaan yang kita lakukan sendiri).

Sayangnya hal ini tidak ada diajarkan dimanapun di dalam Alkitab, -- bahkan pada kenyataannya hal seperti ini adalah perzinahan rohani dari Injil Kristus yang sebenarnya. Ungkapan "semua" yang berada dalam pandangan di kitab 2 Petrus 3:9 menunjuk kepada "semua orang-orang pilihan" yaitu orang-orang yang Kristus datang untuk Ia tebus dimana Kristus menderita kutukan Neraka untuk menebus mereka.

Dalam kitab Yohanes 17:2, 6-7 Yesus berkata demikian:

"Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia [yaitu Allah Bapa] akan memberikan hidup yang kekal kepada SEMUA yang telah Engkau berikan kepada-Nya [yaitu Kristus] Aku telah menyatakan nama-Mu kepada SEMUA orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa SEMUA yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu."

Dan kitab Yohanes 8:37 menambahkan demikian:

"Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang."

Perhatikanlah bahwa kita harus selalu membandingkan ayat Kitab Suci dengan ayat Kitab Suci yang lain di dalam seluruh Alkitab. Kita tidak boleh mengambil kesimpulan dengan "memisahkan" suatu ayat secara tersendiri tanpa memeriksa ayat-ayat lainnya yang berbicara tentang hal yang sama. Kita mungkin akan menemukan beberapa ayat yang "kelihatannya" mendukung pendapat kita sendiri, akan tetapi bila kita bersikeras untuk berbuat demikian maka lambat-laun kita akan menemukan masalah demi masalah karena hal itu ternyata tidak sesuai dengan ayat-ayat yang lainnya di dalam seluruh Alkitab.

Seperti misalnya dalam kitab Matius 22:14 Tuhan berkata demikian:

"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang DIPILIH."

Dan kitab Yohanes 6:65 menyatakan demikian:

"Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, KALAU Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."

Lebih lanjut kitab Lukas 13:23-24 mengajarkan demikian:

"Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" Jawab Yesus kepada orang-orang di situ:
"Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat."

Dan kitab Matius 15:13 memperingatkan demikian:

"Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya."

Dan dalam kitab Yohanes 10:26-29 Tuhan Yesus berkata demikian:

"tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, YANG memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa."

Dan kitab Yohanes 1:12-13 mencatat demikian:

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan BUKAN dari darah atau dari daging, BUKAN pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah [yaitu dari Roh bukan dari daging]."

Pikiran yang menyatakan bahwa Tuhan menahan keselamatan dari seseorang dan memberikannya kepada orang yang lain adalah ide yang menjijikan bagi manusia alami (yaitu belum diselamatkan), yang berdasarkan sifatnya harus bertanggung-jawab atas keselamatannya sendiri.

Hal ini terjadi karena mereka tidak benar-benar mengerti kebangkrutan atau kerusakan rohani yang mereka derita. Sesungguhnya bila keselamatan itu tergantung dari diri kita sendiri maka tidak akan ada satu orangpun yang dapat diselamatkan. Hanya karena kasih karunia dan kesetiaan Allah saja maka ada orang-orang yang dapat diselamatkan.

Perhatikanlah dengan hati-hati pernyataan dari kitab Yesaya 6:9-10 yang kita baca demikian:

"Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini:
Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya ...."

Begitu pentingnya ayat-ayat ini sehingga Tuhan mengulanginya dalam tujuh kitab yang pertama dari Perjanjian Baru -- yaitu Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Kisah Para Rasul, Roma, dan 1 Korintus.

Karena secara rohani manusia adalah buta atau mati, maka dari kehendaknya sendiri ia tidak akan pernah mau bertobat dalam cara yang alkitabiah. Kitab Roma 3:10-18 menyatakan tuduhan yang sangat kuat yang menembus hati setiap orang yang tidak percaya. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah [yaitu mencari Allah sesuai dengan syarat-syarat Allah]. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di Jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal [yaitu mereka dengan giat sedang menyebarkan injil-injil palsu]; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Untuk menolak Firman Tuhan adalah sama dengan menolak Tuhan. Dengan demikian, sesungguhnya perang yang terbesar yang terjadi di alam semesta ini ini adalah "perang rohani" yang terjadi setiap hari antara Tuhan dan semua orang yang belum diselamatkan. Berdasarkan sifat alaminya manusia membenci Tuhan, dan disisi yang sama Tuhan juga membenci orang-orang yang berada dalam pemberontakan terhadap-Nya.

Dan Pendamaian (penebusan) hanya dapat terjadi melalui pribadi dan karya dari Tuhan Yesus Kristus, seperti yang dengan indahnya dinyatakan dalam kitab Yesaya 40:1-2 demikian:

"Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya [yaitu peperangannya] sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya."

Dan kitab Efesus 2:14-16 menegaskan demikian:

"Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan [peperangan], sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia [yaitu Kristus] telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan Damai Sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu."

Itulah sebabnya mengapa Tuhan-lah yang harus memulai dan menyelesaikan seluruh karya keselamatan di dalam kehidupan setiap dari anak-anak domba pilihan-Nya. Dalam kitab Mazmur 6:4 kita membaca demikian: "Kembalilah pula, TUHAN, luputkanlah jiwaku, selamatkanlah aku oleh karena kasih setia-Mu."

Isteri Yang Saleh

"Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu,supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya" (1 Petrus 3:1)

Konteks dari ayat ini berbicara tentang suatu keadaan yang sering terjadi dimana sang isteri sudah diselamatkan tetapi sang suami belum diselamatkan. Bukti dari hal ini terlihat dalam pernyataan:

"jika ada di antara mereka yang tidak taat [apeitheo] kepada Firman"

Untuk "tidak taat" adalah bentuk lain dari "ketidak-percayaan". Ini adalah bagaimana kata Yunani untuk ungkapan ini seringkali di-terjemahkan dalam Perjanjian Baru. Indahnya, Tuhan dapat merubah situasi ini dimana Tuhan mampu untuk memberikan keselamatan yang berasal daripada-Nya kepada suami yang tidak percaya dengan menggunakan "percakapan" (atau kelakuan) dari sang isteri sebagai saksi "bisu" (yang berarti "...tanpa perkataan...") sebagai lawan dari "khotbah" secara langsung kepada suaminya.

Sekarang bagaimana kita mengerti arti dari ungkapan "dimenangkan" [kerdaino] dalam kitab 1 Petrus 3:1 ini? Kata Yunani yang sama lebih sering diterjemahkan sebagai ungkapan "memperoleh", jadi kita dapat mengganti ungkapan "memenangkan" dengan "memperoleh". Dan dalam kitab Filipi 3:8-10 kita membaca demikian:

"Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh [atau memenangkan] Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus [yaitu kepercayaan milik Kristus], yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya"

Perhatikan bagaimana kepercayaan atau "iman milik Kristus" dan bukan iman kita yang memulai keselamatan kita. Ingatlah bahwa pada dasarnya manusia adalah "mati secara rohani" sejak mereka berada di dalam kandungan, dan manusia tidak memiliki iman sebelum mereka diselamatkan. Kitab Ibrani 12:2a menjelaskan kepada kita demikian:

"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman [yaitu sang pengarang iman kita], dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [yaitu penyelesai iman kita]

Lebih jauh dalam ayat 2 dari kitab 1 Petrus 3 kita baca lagi demikian:

"jika mereka melihat, bagaimana murni [percakapannya] dan salehnya hidup isteri mereka itu."

Dalam bahasa aslinya kita menemukan kata "percakapan" (anastrophe) di ayat ini. Dan sesungguhnya ini menunjuk pada kelakuan atau "kebiasaan" seseorang, dan Tuhan juga menggunakan dua kata yang lain dalam ayat ini yang harus kita periksa, yaitu "murni" (hagnos) dan "saleh" (phobos).

Kata Yunani untuk ungkapan "murni" ditemukan dalam kitab Titus 2:5 sebagai ungkapan "suci", dalam ayat itu kita membaca demikian:

"hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang."

Dan dalam kitab 1 Petrus 2:18 kita melihat kata Yunani untuk ungkapan "saleh" diterjemahkan sebagai "takut". Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis."

Ini adalah ayat yang sangat bagus untuk mengingatkan para isteri yang diberkati untuk melayani suami mereka dalam cara yang memuliakan Tuhan. Dan selanjutnya ayat ini adalah nasihat bagi kita semua yang telah diberkati dengan keselamatan untuk mengenali fakta bahwa secara sederhana kita hanyalah hamba-hamba atau pelayan-pelayan yang melayani "Raja dari segala raja dan Tuan dari segala tuan" yang kepada-Nya kita harus takut, setia, dan patuh dengan segenap hati kita.

Selanjutnya ayat 3 - 4 dari 1 Petrus 3 menyatakan demikian:

"Perhiasanmu janganlah secara lahiriah [yaitu penampilan luar], yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa [yaitu kekal] yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah."

Sekarang kita mau memeriksa kata Yunani untuk ungkapan "perhiasan" [kosmos]. Kata ini muncul dalam Perjanjian Baru sebanyak 187 kali, dan di-terjemahkan 186 kali sebagai ungkapan "dunia". Hanya dalam kitab 1 Petrus 3:3 kata ini di-terjemahkan sebagai ungkapan "perhiasan".

Dan disini Tuhan sedang membuat kontras tentang apakah yang "lahiriah" (jasmani atau daging) sebagai lawan dari "batiniah" (roh), yaitu "sifat yang tersembunyi di dalam hati", yang disebut juga sebagai "roh yang lemah lembut dan rendah hati" yang sangat berhubungan dengan keselamatan yang sejati.

Ayat ini membuat perbedaan yang sangat besar antara yang "lahiriah" (yaitu penampilan luar) dengan yang "tersembunyi" (yaitu penampilan dalam). Kata Yunani untuk ungkapan "lahiriah" [exothen] juga digunakan dalam kitab Matius 23:27 demikian:

"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya [exothen] memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran."

Dalam ayat yang cukup tajam ini Tuhan sedang menekankan prioritas rohani. Apakah gunanya untuk bersih, sehat, dan menarik secara fisik tetapi sesungguhnya sakit secara rohani dan sedang berjalan menuju hukuman yang kekal?

Selanjutnya ungkapan "mengepang" [emploke] dalam frasa kata "mengepang rambut" hanya ditemukan di ayat ini dalam Perjanjian Baru, akan tetapi akar katanya [yaitu empleko] ditemukan dalam ayat-ayat berikut ini sebagai ungkapan "memusingkan" dan "terlibat":

Kitab 2 Timotius 2:4 menasihatkan kita demikian:

"Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan [empleko] dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya."

Dan kitab 2 Petrus 2:20 mengajarkan demikian:

"Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia [kosmos], tetapi terlibat [empleko] lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula."

[Dan dalam ayat ini ungkapan "dunia" adalah bagaimana kata kosmos biasanya diterjemahkan]

Jadi ayat-ayat ini membuat kita melihat bahwa seorang isteri yang merupakan seorang yang percaya "dunia-nya" (dan juga dunia suaminya) seharusnya berfokus pada perluasan dari Kerajaan Tuhan, dan bukan menjadi tawanan dari "keinginan daging, keinginan mata, serta keangkuhan hidup" (1 Yohanes 2:16).

Dan kitab 1 Timotius 2:9-10 menasihatkan sbb:

"Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan [kosmeo] dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah."

Perjanjian Yang Baru

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamupada hari ini haruslah engkau perhatikan [yaitu "simpan di dalam hatimu" - KJV]" (Ulangan 6:4-6)

Bagian Alkitab ini menunjukkan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan sepenuh hati, jiwa dan seluruh kekuatan kita. Bagaimanakah kita untuk mampu melakukan hal itu? Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia sendirian.

Allah memberitahukan kepada kita kondisi dari hati seseorang yang belum diselamatkan dalam kitab Kejadian 6:5 demikian:

"TUHAN melihat betapa jahatnya orang-orang di bumi; semua pikiran [atau hati] mereka selalu jahat."

Kita juga telah mempelajari bahwa pada dasarnya seluruh umat manusia adalah "mati secara rohani" dari sejak saat mereka dilahirkan, kitab Mazmur 51:5 menjelaskan kepada kita demikian:

"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku."

Jadi sekarang bagaimanakah caranya Firman Allah bisa memasuki hati seseorang? Alkitab sangatlah jelas bahwa kita harus mengasihi Allah dengan sepenuh hati, jiwa dan kekuatan, dan mujizat terbesar yang dilakukan oleh Allah adalah untuk merubah hati, atau jiwa yang mati tersebut, dan memperkenalkan Firman Allah, yang adalah perkataan hidup yang kekal.

Dan Allah menggunakan ungkapan "memotong" atau "menusuk" untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Dalam kitab Ibrani 4:12 kita membaca demikian:

"Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."

Dengan kata lain, Firman Allah mampu untuk menembus hati, atau jiwa manusia yang mati supaya dapat memberikan hidup yang kekal dan juga memberikan kutukan yang kekal. Firman Allah adalah Pedang bermata dua yang sangat tajam dan tidak ada satu orang manusiapun yang tidak akan terpengaruh oleh kedahsyatan Pedang ini.

Sedangkan kitab-kitab Perjanjian Lama menggunakan gaya bahasa "penyunatan" untuk menggambarkan "pemotongan" yang dibicarakan dalam kitab Ibrani 4:12 diatas. Kitab Ulangan 30:6 menyatakan demikian:

"Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup."

Penyunatan secara fisik menyangkut pemotongan kulit dari organ reproduksi laki-laki, yang secara simbolis menunjuk kepada pengorbanan dari Tuhan Yesus Kristus. Ia "ditinggalkan", atau dipisahkan dari Allah, ketika Ia menderita hukuman yang setara dengan kutukan di dalam Neraka untuk dosa-dosa umat-Nya. Dan kitab Roma 2:29 juga menambahkan demikian:

"Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya [yaitu Yahudi di dalam hati] dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara harafiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah."

Dan kitab Filipi 3:2-3 memperingatkan demikian:

"Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah."

Hal ini membawa kita kepada Perjanjian Allah yang baru, atau Injil Anugrah seperti yang kita baca dalam kitab Ibrani 10:16-18 demikian:

"sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka." Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa."

"Perjanjian" tersebut sebenarnya adalah "Injil" itu sendiri, yang menyangkut "pengampunan" dari dosa seseorang. Bahkan pada kenyataannya kedua kata ini, yaitu "Perjanjian" dan "Injil" adalah sinonim di dalam seluruh Alkitab.

Alkitab menyatakan bahwa Injil ini adalah Injil Kasih Karunia atau Anugrah dari Allah. Dan inilah alasannya mengapa Tuhan Yesus "ditinggalkan" oleh Allah demi dosa-dosa umat-Nya untuk memenuhi syarat pembayaran atas upah dosa, yang adalah hukuman kutukan di dalam Neraka.

Jadi Tuhan Yesus memenuhi tuntutan dari hukum untuk setiap umat Kristen, dan pada akhirnya Ia juga memberikan kebenaran-Nya kepada setiap dari mereka. Lebih jauh dalam kitab Ibrani 10:11-12 kita membaca demikian:

"Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah"

Dan kitab Ibrani 8:10 yang mengutip dari Yeremia 31:33 Tuhan berkata demikian:

"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku."

Dan kitab Yehezkiel 36:26-28 menjelaskan hal ini demikian:

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku [= Roh Kristus = Roh Kudus] akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri [yaitu Kerajaan Allah] yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu."

Dan itulah sebabnya dalam kitab Ibrani 10:8-10 kita menemukan pernyataan ini:

"Di atas Ia berkata: "Korban dan Persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus."