Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 29, 2009

Saksi-Saksi

"Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah danorang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yangmenindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam." (Maleakhi 3:5)

Selagi kita membahas subjek mengenai seorang saksi, satu hal yang ada dalam pikiran adalah mengenai suatu ruang sidang dimana seseorang dipanggil dan disumpah untuk memberikan kesaksian mengenai hal-hal yang ia lihat atau dengar. Dan dalam situasi seperti itu orang ini diharapkan untuk mengatakan hal-hal yang merupakan kebenaran, tetapi bisa juga ia menceritakan kebohongan dan tidak menyatakan hal yang sebenarnya. Nah, dalam pelajaran kali ini kita akan melihat lebih dekat lagi kepada dua type orang ini.

Ini bukanlah suatu ide yang baru, hal ini dapat ditemukan dimana-mana di dalam Alkitab. Dalam kitab Kisah Para Rasul 4:20 kita membaca demikian:

"Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Tetapi kita harus memperhatikan bahwa setiap manusia adalah seorang saksi, hidup mereka adalah kesaksian mereka atau bukti dari saksi macam apa mereka sebenarnya.

1. Saksi Yang Salah
Dalam kitab Keluaran 20:16 kita menemukan pernyataan ini:

"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu...."

Dan kitab Keluaran 23:1 berbicara mengenai orang-orang yang jahat dan berdusta, yang menunjukkan bahwa mereka masih termasuk kelompok orang-orang yang belum diselamatkan, dalam ayat itu kita baca demikian:

"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar."

Hal ini juga diulang dalam kitab Matius 15:19, yang berbicara tentang sifat manusia yang berdosa dalam keadaannya yang masih mati secara rohani, disitu kita baca:

"Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu [yaitu saksi palsu] dan hujat..."

Perhatikan bagaimana Tuhan menekankan bahwa "hati" manusia adalah "sumber" dari segala macam dosa. Semua jenis dosa berasal dari "hati" atau "jiwa" yang masih mati secara rohani dan kemudian merambat ke dalam pikiran, kata-kata dan kemudian perbuatan.

Bagaimanapun juga dosa dari bersaksi palsu harus dihukum, seperti yang kita baca dalam Amsal 19:9 demikian:

"Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa."

Dan Amsal 17:23 menambahkan demikian:

"Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi untuk membelokkan jalan Hukum."

Kita juga harus ingat bahwa segala jenis dosa harus dihukum oleh keadilan Tuhan yang sempurna dan hukuman yang ada dalam pandangan Tuhan adalah kebinasaan yang kekal. Ini adalah hukuman yang adil untuk setiap dari kita manusia, kita pantas untuk mendapatkannya karena kita adalah orang-orang yang berdosa berdasarkan kelahiran, sifat alami maupun perbuatan-perbuatan kita.

Lebih jauh Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang yang membuat berhala-berhala juga dikatakan sebagai saksi-saksi palsu, dan hal ini dikaitkan dengan keadaan rohani mereka yang masih buta, atau mati secara rohani. Dalam kitab Yesaya 44:9-10 kita membaca demikian:

"Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidaklah memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu [yaitu dipermalukan pada Hari Penghakiman]. Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah?"

Bagian ini menjelaskan suatu proses tentang bagaimana manusia bersusah-payah untuk membuat patung-patung berhala dan kemudian sujud dan menyembah kepadanya. Dalam pikiran kita yang modern, kita cenderung melihat aktivitas-aktivitas seperti ini sebagai kuno, lucu atau bahkan menggelikan. Tetapi sebenarnya kita sama bersalahnya dengan mereka karena kita juga mempunyai berhala-berhala di dalam kegelapan hati kita yang paling dalam.

Dengan kata lain, setiap ajaran-ajaran sesat yang kita percayai adalah seperti berhala-berhala yang ada di dalam hati kita, dan hal itu dapat menyebar dengan cepat seperti penyakit kanker yang ganas. Perhatikan kitab Kolose 3:5 menjelaskan demikian:

"Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala"

Dan dalam kitab Yehezkiel 14:4-5 Tuhan menyatakan demikian:

"Oleh sebab itu berbicaralah kepada mereka dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Setiap orang dari kaum Israel yang menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi -- Aku, TUHAN sendiri akan menjawab dia oleh karena berhala-berhalanya yang banyak itu, supaya Aku memikat hati kaum Israel, yang seluruhnya sudah menyimpang dari pada-Ku dengan mengikuti segala berhala-berhala mereka."

Ayat ini sangat menakutkan sekali karena referensi ini bukan menunjuk kepada orang-orang yang tidak percaya, tetapi justru ini menunjuk kepada "kaum Israel" sendiri. Referensi ini menunjuk kepada orang-orang yang merupakan anggota dari organisasi gereja external yang ada di bumi, yang mengaku mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan Yesus Kristus.

2. Saksi Yang Benar
Alkitab juga berbicara banyak tentang saksi yang benar. Kitab Amsal 12:17 mengajarkan kepada kita demikian:

"Siapa mengatakan Kebenaran [yaitu Kristus], menyatakan apa yang Adil [yaitu Kristus], tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya."

Kata Yunani yang sama untuk ungkapan "kebenaran" juga ditemukan dalam kitab Ulangan 32:4, Mazmur 33:4 dan beberapa ayat-ayat lainnya. Dalam kitab Ulangan 32:4 kita membaca demikian:

"Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia [yaitu yang benar], dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia."

Dan Mazmur 33:4 menyatakan demikian:

"Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan [yaitu kebenaran]."

Kita juga mempelajari dalam kitab Amsal 15:4 bahwa "kebenaran" dihubungkan dengan kehidupan rohani, disitu kita baca demikian:

"Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati."

Kebenaran digambarkan sebagai "lidah yang lembut" dan "perkataan yang menyenangkan" yang memimpin kepada kesehatan rohani, atau jiwa. Dalam kitab Amsal 16:24 kita membaca demikian:

"Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang."

Biarlah setiap dari kita memeriksa diri masing-masing di dalam terang seluruh Alkitab untuk melihat saksi yang bagaimanakah kita pada hari sekarang ini.

No comments: