Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Jul 28, 2009

Masa Kesesakan

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yangterhuyung-huyung menuju tempat pemancungan.

Kalau engkau berkata: "Sungguh, kami tidak tahu hal itu!" Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu. Ketahuilah, demikian HIKMAT untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik, jangan merusak rumahnya. Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu. Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik. Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.

Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja; jangan melawan terhadap kedua-duanya. Karena dengan tiba-tiba mereka menimbulkan bencana, dan siapa mengetahui kehancuran yang didatangkan mereka?

Juga ini adalah amsal-amsal [yaitu ibarat-ibarat atau perumpamaan-perumpamaan] dari orang bijak. Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik. Siapa berkata kepada orang fasik: "Engkau tidak bersalah", akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa. Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia, mereka akan mendapat ganjaran berkat.

Siapa memberi jawaban yang tepat mengecup bibir. Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu. Jangan menjadi saksi terhadap sesamamu tanpa sebab, dan menipu dengan bibirmu. Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya."

Aku melalui LADANG seorang pemalas dan KEBUN ANGGUR orang yang tidak berakal budi. Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. (Amsal 24:10-34)

No comments: