Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 29, 2009

Menikah Dengan Hukum

"Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum-- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu."(Roma 7:1-2)

Bagian Alkitab dimulai dengan menunjukkan bahwa sebelum kita diselamatkan, secara rohani kita menikah dengan hukum Tuhan, kita terikat dengan sangat erat kepada hukum-hukum Tuhan. Semua orang yang pernah dilahirkan di dunia ini terikat kepada hukum ini.

Dan sebelum kita diselamatkan, hukum itu menyatakan bahwa kita semua bersalah di hadapan Tuhan, dan hukum itu menuntut bahwa kita akan bertanggung-jawab atas dosa-dosa kita. Kitab Roma 6:23a berkata demikian: "Sebab upah dosa ialah maut ...."

Satu buah dosa yang paling kecil saja sudah menjadi cukup alasan bagi Tuhan untuk menghukum kita. Dan "maut" yang dimaksud disini adalah hukuman yang kekal atau "kematian kedua" yang kekal. Dan semua umat manusia berada di bawah hukum ini. Jadi sesuai dengan sifat alaminya kita semua adalah orang-orang yang berdosa, tetapi ketika kita diselamatkan berdasarkan anugrah Tuhan semua dosa-dosa kita dihapuskan. Ketika kita sudah diselamatkan, kesalahan-kesalahan itu tidak lagi melekat pada kita karena dosa-dosa kita telah ditebus.

Tuhan Yesus Kristus yang tidak berdosa telah dinyatakan bersalah karena dosa-dosa kita, dan Allah telah menumpahkan murka-Nya kepada Yesus untuk menebus dosa-dosa kita. Ingatlah Tuhan Yesus yang merupakan "Sang Firman" (hukum Tuhan) telah mati di atas kayu salib, hal ini harus terjadi terlebih dahulu supaya segala sesuatunya sesuai dengan hukum Allah, sehingga sekarang orang-orang percaya yang telah bercerai dengan hukum yang sudah mati itu dapat menikah kembali dengan Yesus Kristus Sang Juruselamat.

Ayat 3 dan 4 dari Roma pasal 7 menyatakan kepada kita demikian:

"Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku [yaitu orang-orang yang percaya], kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah."

Jadi sekarang bahkan jikalau kita melanggar hukum setelah kita diselamatkan, hukum itu tidak dapat menyeret kita ke dalam Neraka karena Kristus telah membayar seluruh upah dosa-dosa kita, baik dosa-dosa yang dahulu, sekarang maupun yang akan datang.

Kitab Roma 8:37-39 menjelaskan demikian:

"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, TIDAK akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Dan dalam kitab Yohanes 10:27-30 Tuhan Yesus menyatakan demikian:

"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun TIDAK akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun TIDAK dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

No comments: