Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 28, 2009

Kebangkitan Rohani

Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik, ungkapan "yang pertama bangkit dari antara orang mati" atau "yang sulung" yang diberikankepada Kristus memang sedikit rumit tetapi itu tidak sulit untukdipahami. Dalam kitab Kolose 1:18 kita membaca demikian: 

"Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu."

Kita mengetahui dari Kitab Suci bahwa di dalam Perjanjian Lama Allah juga sudah membangkitkan orang dari kematian. Atas kehendak Allah nabi Elia pernah membangkitkan anak dari seorang janda di Sarfat dari kematian fisik (1 Raja-raja 17). Dan dalam Perjanjian Baru kita membaca bahwa Lazarus telah dibangkitkan dari kematian fisik sebelum peristiwa penyaliban terjadi (Yohanes 11).

Akan tetapi gambaran utama yang diberikan dari peristiwa kebangkitan fisik ini menunjuk kepada "keselamatan", yaitu kebangkitan rohani yang kekal, atau kebangkitan jiwa yang baru, yang diberikan sebagai anugrah dari Tuhan. Tidak berguna terlalu banyak bagi Lazarus ketika ia dibangkitkan dari kematian fisik (di bumi yang sementara ini) dan kemudian ia harus mati lagi dan dikuburkan lagi. Pada akhrinya setiap manusia harus mati juga, kecuali kalau ia masih hidup pada waktu hari penghakiman tiba.

Jadi sesungguhnya Tuhan sedang menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang bersejarah ini, yang benar-benar pernah terjadi ini, untuk menunjuk kepada sifat dari keselamatan. Bahwa sebelum diselamatkan kita adalah "mati secara rohani", sebelum keselamatan terjadi secara rohani kita adalah mayat-mayat yang tidak dapat mematuhi perintah-perintah Tuhan. Tetapi kemudian melalui keajaiban yang besar
Tuhan mampu memberikan kita kebangkitan jiwa yang seluruhnya baru supaya kita bersuka-cita di dalam perintah-perintah-Nya.

Dengan demikian Kristus disebut sebagai "yang sulung" atau manusia pertama yang bangkit dari antara orang mati karena dalam pandangan Allah semua orang yang ada di dunia ini adalah mati secara rohani walaupun mereka hidup secara fisik.

Ingatlah bahwa orang-orang yang hidup dalam masa Perjanjian Lama juga diselamatkan dalam cara yang sama orang-orang dalam Perjanjian Baru diselamatkan. Yaitu mereka diberikan kebangkitan jiwa yang baru dalam Roh Kristus (yaitu Roh Kudus), dan Kristus-lah yang harus membayar semua upah dosa-dosa mereka di dalam kutukan yang kekal.

Dalam Perjanjian Lama di kitab Mazmur 51:11 ketika raja Daud menyesal karena dosa yang diperbuatnya, berada dibawah inspirasi ilahi ia berkata demikian:

"Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus [yaitu Roh Yesus] dari padaku!"

Alkitab dengan jelas menyamakan Roh Kudus dengan Roh Yesus, seperti yang kita baca dalam kitab Kisah Para Rasul 16:6-7 demikian:

"Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena ROH KUDUS mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi ROH YESUS tidak mengizinkan mereka."

Dan dalam kitab Yohanes 8:58 Yesus berkata demikian:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

Dan kitab 1 Korintus 10:2-4 menjelaskan demikian:

"Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua [yaitu bangsa Israel yang keluar dari tanah Mesir] telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan BATU KARANG itu [that Rock] ialah Kristus."

Kristus juga disebut sebagai "Batu Penjuru" atau "fondasi yang utama" karena tanpa Kristus tidak ada seorangpun dari kita yang dapat diselamatkan. Kitab Yesaya 28:16 menyatakan demikian:

"sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! [yaitu tidak terburu-buru]"

Dan kitab 1 Petrus 2:4-8 yang mengutip dari kitab Yesaya 28:16 berkata demikian:

"Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia [yaitu para ahli hukum], tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan."

Itulah sebabnya dalam kitab 1 Petrus 1:3 kita membaca demikian:

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya [yaitu anugrah-Nya] yang besar telah melahirkan kita kembali OLEH kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan"

Kehidupan Kristus adalah contoh utama yang harus kita ikuti, kita tidak boleh melihat pada kehidupan pendeta atau pastur atau yang disebut sebagai orang-orang kudus lainnya. Dari sejak kecil Kristus telah taat kepada Allah Bapa baik di dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Tidak ada cacat sama sekali di dalam kehidupan-Nya. Kristus adalah Yang Maha Tinggi tetapi telah merendahkan diri serendah-rendahnya sebagai manusia yang hina, yang ditolak oleh dunia, dan meskipun Ia tidak pernah berbuat salah, atas kehendak Allah, Ia telah menderita dan mati di atas kayu salib. Tidak ada seorangpun dari kita manusia yang dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah daripada-Nya.



No comments: