Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Mar 20, 2013

Asal-usul bangsa Batak


Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai 2 (dua) orang putra yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan sendiri mempunyai 5 (lima) orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Malau Raja. Sementara Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak. Semua marga-marga ini dapat dilihat kedudukan dari Si Raja Batak

Batak adalah nama sebuah suku bangsa di Indonesia. Suku ini kebanyakan bermukim di Sumatra Utara. Sebagian orang Batak beragama Kristen dan sebagian lagi beragama Islam. Tetapi dan ada pula yang menganut agama Malim (pengikutnya biasa disebut dengan Parmalim ) dan juga penganut kepercayaan animisme (disebut Pelebegu atau Parbegu).

Suku Batak terdiri dari beberapa sub suku yang berdiam di wilayah Sumatera Utara, khususnya Tapanuli .
Sub suku Batak adalah: Suku Batak Silindung , Suku Batak Samosir , Suku Batak Humbang ,Suku Batak Toba .
Suku-suku lain yang dinyatakan masuk dalam suku bangsa Batak, yaitu: Karo di Kabupaten Karo , Mandailing di Mandailing Natal , Angkola di Tapanuli Selatan , Padang Lawas (Padang Bolak) di Padang Lawas , Pakpak di Dairi, Pakpak Bharat , Simalungun di Kabupaten Simalungun 

WILAYAH BERMUKIM :
Dalam tata pemerintahan Republik Indonesia yang mengikuti tata pemerintahan Kolonial Belanda, setiap sub suku berdiam dalam satu kedemangan yang kemudian dirubah menjadi kabupaten setelah Indonesia merdeka.

  • Sub suku Batak Toba berdiam di Kabupaten Tobasa yang wilayahnya meliputi : Balige, Laguboti, Porsea, serta Ajibata (berbatasan dengan Parapat) Nahumaliangna.
  • Sub suku Batak Samosir berdiam di Kabupaten Samosir yang wilayahnya meliputi : Tele, Baneara, Pulau Samosir, Nahumaliangna.
  • Sub suku Batak Humbang berdiam di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara bagian utara yang wilayahnya meliputi : Dolok Sanggul, Siborongborong, Lintongnihuta, serta Parlilitan Nahumaliangna.
  • Sub suku Batak Silindung berdiam di Kabupaten Tapanuli Utara yang wilayahnya meliputi Tarutung, Sipoholon, Pahae, Nahumaliangna.
  • Suku Batak pun saat ini telah banyak tersebar ke seluruh daerah Indonesia bahkan ke luar negeri .

KEPERCAYAAN :

Batak telah menganut agama Kristen Protestan yang disiarkan oleh para Missionaris dari Jerman yang bernama Nomensen pada tahun 1863. Gereja yang pertama berdiri adalah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)di huta Dame, Tarutung. Sekarang ini gereja HKBP ada dimana-mana di seluruh Indonesia yang jemaatnya mayoritas suku Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba).Sebelum suku Batak menganut agama Kristen Protestan, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi tentang Mulajadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaanNya terwujud dalam Debata Natolu .

Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak mengenal tiga konsep, yaitu:

Tondi
Tondi adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi di dapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.

Sahala
Sahala adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.

Begu
Begu adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.

Beberapa begu yang ditakuti oleh orang Batak, yaitu:
Sombaon, yaitu begu yang bertempat tinggal di pegunungan atau di hutan rimba yang gelap dan mengerikan.
Solobean, yaitu begu yang dianggap penguasa pada tempat tempat tertentu
Silan, yaitu begu dari nenek moyang pendiri huta/kampung dari suatu marga
Begu Ganjang, yaitu begu yang sangat ditakuti, karena dapat membinasakan orang lain menurut perintah pemeliharanya.

Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha, yang walaupun sudah menganut agama Kristen, dan berpendidikan tinggi. Namun orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.
Contoh : Ada juga kepercayaan yang ada di Tarutung tentang ular (ulok) dengan boru Hutabarat bahwa boru Hutabarat tidak boleh dikatakan cantik di Tarutung. Apabila dikatakan cantik maka nyawa wanita tersebut tidak akan lama lagi, menurut kepercayaan orang itu.

TAROMBO :
Silsilah atau Tarombo merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang Batak. Bagi mereka yang tidak mengetahui silsilahnya akan dianggap sebagai orang Batak kesasar (nalilu). Orang Batak khusunya kaum Adam diwajibkan mengetahui silsilahnya minimal nenek moyangnya yang menurunkan marganya dan teman semarganya (dongan tubu).
Hal ini diperlukan agar mengetahui letak kekerabatannya (partuturanna) dalam suatu klan atau marga .

FALSAFAH BATAK :
Secara umum, suku Batak memiliki falsafah adat Dalihan Natolu paopat Sihal yakni Somba Marhulahula (hormat pada pihak keluarga ibu/istri), Elek Marboru (ramah pada keluarga saudara perempuan) dan Manat Mardongan Tubu (kompak dalam hubungan semarga) , Dan Sihal yaitu ; Dame martetangga jala ringkot mar ale ale (kompak Dalam kehidupan sehari-hari) , falsafah ini dipegang teguh dan hingga kini menjadi landasan kehidupan sosial dan bermasyarakat di lingkungan orang Batak (Samosir , Silindung , Humbang , Toba).

BAHASA BATAK :
Bahasa Batak sebenarnya merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang berkerabat yang dituturkan di Sumatra Utara. Mereka menggunakan aksara Batak
Bahasa Batak bisa dibagi menjadi beberapa kelompok: Bahasa-bahasa Batak Utara , Bahasa Alas , Bahasa Karo , Bahasa Simalungun . Bahasa-bahasa Batak Selatan , Bahasa Angkola-Mandailing , Bahasa Pakpak-Dairi , Bahasa Toba .

BATAK PADA ERA MODERN :
Sejarah Batak modern dipengaruhi oleh dua agama Samawi yakni Islam dan Kristen. Islam makin kuat pengaruhnya pada saat Perang Padri, melalui aktivitas dakwah yang dilakukan para da'i dari dari negeri Minang. Perluasan penyebaran agama Islam juga pernah memasuki hingga ke daerah Tapanuli Utara dibawah pimpinan Tuanku Rao dari Sumatera Barat, namun tidak begitu berhasil. Islam lebih berkembang di kalangan Mandailing, Padang Lawas, dan sebagian Angkola.
Agama Kristen baru berpengaruh di kalangan Angkola dan Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba) setelah beberapa kali misi Kristen yang dikirimkan mengalami kegagalan. Misionaris yang paling berhasil adalah I.L. Nommensen yang melanjutkan tugas pendahulunya menyebarkan agama Kristen di wilayah Tapanuli. Ketika itu, masyarakat Batak yang berada di sekitar Tapanuli, khususnya Tarutung, diberi pengajaran baca tulis, keahlian bertukang untuk kaum pria dan keahlian menjahit serta urusan rumah tangga bagi kaum ibu. Pelatihan dan pengajaran ini kemudian berkembang hingga akhirnya berdiri sekolah dasar dan sekolah keahlian di beberapa wilayah di Tapanuli. Nommensen dan penyebar agama lainnya juga berperan besar dalam pembangunan dua rumah sakit yang ada saat ini, RS Umum Tarutung dan RS HKBP Balige, yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
Sementara itu, perkembangan pendidikan formal juga terus berlanjut hingga dibukanya sebuah perguruan tinggi bernama Universitas HKBP I.L. Nommensen (UHN) tahun 1954. Universitas ini menjadi universitas swasta pertama yang ada di Sumatra Utara dan awalnya hanya terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Theologia.

27 comments:

Anonymous said...


BAHASA BATAK :
Bahasa Batak sebenarnya merupakan nama sebuah rumpun bahasa yang berkerabat yang dituturkan di Sumatra Utara. Mereka menggunakan aksara Batak
Bahasa Batak bisa dibagi menjadi beberapa kelompok: Bahasa-bahasa Batak Utara , Bahasa Alas , Bahasa Karo , Bahasa Simalungun . Bahasa-bahasa Batak Selatan , Bahasa Angkola-Mandailing , Bahasa Pakpak-Dairi , Bahasa Toba .

yanti batax said...

nice post !!
kunjungi balik ya: http://yantibatax.blogspot.com/

Anonymous said...

dapat memberi sedikit info buat ku yg telah meninggalakan tanah batak 30thn dahulu. tq

Anonymous said...

sorry... "meninggalkan"

Eka Frayer said...

Mauliate/trmksh bt penulis yg sgt peduli dgn sejarah batak.eka frayer pekan baru

Patikno Situmorang said...

Mauliate ... Mari kita putra Putri keturunan Batak sama2 memajukan,menjaga dan melestarikan silsilah/Sejarah Batak.mengingat anak anak Batak sudah banyak berpencar ditanah perantauan.
HORAS

Anonymous said...

Mauliate/trmksh bt penulis yg sgt peduli dgn sejarah batak.eka frayer pekan baru

PATAR HUTAURUK said...

Mohon Pencerahan. " SIAN HUTA / BANUA DIA DO RO BANGSO BATAK ON NAJOLO, JALA HIRA2 TAON SADIA DO OMPUI SAHAT TU TANO BATAK.

filla kaban said...

hmmm berarti orang karo tdak termasuk org batak ya
tu btul ga

Moratama said...

Batak ada berapa ?

Rahmat said...

banyak ya pengelompokkannya, saya kira orang/suku batak hanya satu saja, tp yang jelas serumpun lah

Anonymous said...

Darimana pula ada sub suku batak samosir, batak silindung, batak humbang ? berbeda dgn toba ?

Silindung humbang samosir, toba adalah penamaan terhadap daerah.

jangan asal tulis kawan.... ilmiah lah sedikit.

Anonymous said...

Maaf ya.. Untuk karo mohon jangan disamakan dengan batak. Karena karo ya karo, suku karo ya suku karo tanpa ada embel2 lainnya.
mejuah - juah...

Anonymous said...


Niche Biz: MtEverClimb
Making Snow: Even in the Summer
The Rise of Toilet Paper
Who Was Frank Sprague?
Inventor or Entrepreneur?
Niche: Webcam Bedtime Stories
6 Tips for Working at Home With Children
Cute and Funny to Sell Gross
The Doctor of the Future?
The Robot Bellhop
Florida’s Beer Battle
RFID Tag Could Mean the End of Bar Codes at the Grocery Store
In the Future, All Cakes Will Be Decorated By Robots
The Future of Work: Humans Need Not Apply
You Are Not Yet Late

Anonymous said...

Niche Biz: MtEverClimb
Making Snow: Even in the Summer
The Rise of Toilet Paper
Who Was Frank Sprague?
Inventor or Entrepreneur?
Niche: Webcam Bedtime Stories
6 Tips for Working at Home With Children
Cute and Funny to Sell Gross
The Doctor of the Future?
The Robot Bellhop
Florida’s Beer Battle
RFID Tag Could Mean the End of Bar Codes at the Grocery Store
In the Future, All Cakes Will Be Decorated By Robots
The Future of Work: Humans Need Not Apply
You Are Not Yet Late

Anonymous said...

1. mario kart 8 H@ck .... 165,000
2. tropico 5 H@ck ....181,000
3. WTFast Cheat ... 110,000
4. Deer Hunter H@ck .... 90,500
5. Ninja Kingdom H@ck .... 22,000

Anonymous said...

Here is my list of top niche ideas for 2014.Surely, all other "classic" niches such as healthcare, self-improvement, gaming, fashion and etc. are still profitable.This list is more focused on current 2014 trends.
Hopefully, this will help you to make your mind and start something really profitable! Do you agree with my list? Share your thoughts.
1. Parallax Themes (Wordpress, Joomla, Concrete5 and etc.)
2. Wearable Technology
3. Smartwatches
4. Mobile Apps consulting and development
5.Mobile advertising
6.Visual Content Creation (Infographics, Promo Videos and etc.)
7. 3D Printing
8. Advanced Web design (Twitter Bootstrap, Foundation,Zimit Framework and etc.)
9. IT education (ruby on rails home course, node js and etc.)
10. Trending Apps/New Sites and followers (Vine, Snapchat, Pheed)

Anonymous said...



Tesla Motors and crude oil both lost ground on Wednesday, and Tesla extended its slide into after-hours trading after reporting a quarterly profit loss and fewer-than-expected vehicle shipments.

Oil and the electric car company have been linked, whether or not they should be, said trader Pete Najarian. He and the rest of CNBC's "Fast Money" traders looked at how to play Tesla and the commodity to which investors link it.

Read MoreTesla earnings: Loss of 13 cents per share, vs. expected EPS of 31 cents

Tesla's roughly 3 percent slide in extended trading brought it to about $206 per share. Trader Guy Adami would wait for it to fall about $20 more before making any trade in the stock.

Anonymous said...

Discover HIDDEN, UNTAPPED Niche Markets

Anonymous said...

Asal muasal hata "Debatarja". Dahulu kala sistem kemasyarakatan di bangso batak songononma partordingna; 1.Jabu do mula ni huta. 2. Huta do mulani lunggu. 3.Lunggu do mula ni Horja. 4.Horja do mulani Bius. 5. Bius do mula Onan. Amanta do sebagai pimpinan di sada jabu didok ma goarna Amanta Parjabu Bona. Angka utusan Parjabu Bona do natarpillit gabe Raja Huta. Jala angka Raja Huta do na tarpillit gabe Raja Lunggu. Jala angka Raja Lunggu ma natarpillit gabe Raja Bius. Jala sian Raja Bius do natarpillit nagabe Raja Onan. Goarni "Raja Onan" didokma goarni i "DEBATARAJA". Raja Onan manang Debata Raja, ma sebagai pimpinan tertinggi disada Humanitas ke masyarakatan. Pada dasarna angka nasakti do Raja Onan manang Debata Raja on, jalanaung boi marpangidoan tu "Debata Mula Jadi Nabolon" . Onan Sitahuru Huta Bagasan Desa Lumban Silintong, Simamora Nabolak Tap.Utara. oleh; 0p. Aura Griselda Ekaristy Purba. 20160225.

Anonymous said...

Tarian tradisional masyarakat Batak Toba disebut dengan tortor. Secara harafiah, tortor dalam bahasa Batak berarti tari atau tarian. Sedangkan aktivitas menari disebut manortor.

Konon, kata tortor berasal dari 'tor-tor', bunyi hentakan kaki penari di lantai papan rumah adat Batak. Meskipun belum ada informasti detail kapan tradisi tortor mulak dipraktekkan dalam masyarakat Batak, namun para seniman dan praktisi tari percaya bahwa sejarah tortor sangat terkait dengan upacara-upacara ritual Batak.

Seorang pecinta dan praktisi tortor, Togarma Naibaho, menyatakan pendapat yang sama bahwa tor-tor berasal dari suara hentakan kaki penari di atas papan rumah adat Batak. Penari bergerak dengan iringan gondang yang juga berirama mengentak. "Tujuan tarian ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta muda-mudi. Tarian ini memiliki proses ritual yang harus dilalui," kata pendiri Sanggar Budaya Batak, Gorga, itu kepada National Geographic Indonesia.

Menurut sumber-sumber sejarah, tortor awalnya memang dilakukan saat acara ritual yang berhubungan dengan roh. Roh dipanggil dan 'masuk' ke patung-patung batu yang merupakan simbol leluhur. Patung tersebut lalu bergerak seperti menari. Tarian ini akhirnya bertransformasi seiring waktu hingga ke wilayah perkotaan. Namun dalam dalam konteks modern, tortor bukan lagi ritual, melainkan sudah hiburan semata.

Sesungguhnya, banyak jenis tortor yang dikenal dan dipraktekkan dalam kebudayaan Batak. Ada tortor pangurason (tari pembersihan), yang biasanya digelar pada pesta besar. Sebelum pesta dimulai, tempat dan lokasi terlebih dahulu dibersihkan agar jauh dari mara bahaya. Pada pembersihan inilah digelar tortor pangurason dengan menggunakan jerut purut.

Kemudian ada tortor Sipitu Cawan (Tari tujuh cawan). Tari ini biasa digelar pada saat pengukuhan seorang raja. Tari ini juga berasal dari 7 putri kayangan yang mandi di sebuah telaga di puncak gunung pusuk buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sarung (pisau tujuh sarung). Kemudian tortor Tunggal Panaluan, yang biasanya digelar apabila suatu desa dilanda musibah, maka tunggal panaluan ditarikan oleh para dukun untuk mendapat petunjuk mengatasi musibah dimaksud. Lalu Tortor Sigale-gale yang dilakonkan sebuah patung kayu yang menggambarkan rasa cinta seorang raja terhadap anak tunggalnya yang meninggal akibat penyakit.

Dalam setiap jenis-jenis tortor itu, ada tiga pesan utama yang ingin disampaikan. Pertama, takut dan taat pada Tuhan pencipta alam. Itulah sebabnya, sebelum tari dimulai, harus ada musik persembahan pada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, pesan ritual untuk penghormatan leluhur dan orang-orang yang masih hidup. Terakhir, pesan untuk khalayak ramai yang hadir dalam upacara.

Durasi tortor bervariasi, mulai dari tiga hingga sepuluh menit. Pada masyarakat Batak, hal ini tergantung permintaan rombongan atau kelompok yang ingin menyampaikan sesuatu hal ke rombongan lain. Dimintalah gondang (musik) terlebih dahulu sebelum memulai suatu acara atau pelaksanaan adat. Di zaman modern, meski tortor sudah hiburan semata, namun acara atau pesta adat baik pernikahan dan pemakaman, masyarakat Batak selalu mengggelar tortor. Pesta atau acara adat yang tidak diiringi tortor akan terasa kurang terhormat dan bisa menjadi pergunjingan.

Anonymous said...

Sebagaimana lazimnya tarian dari kebudayaan lain, maka tortor juga selalu diiringi gondang. Tidak ada tortor tanpa gondang. Dalam prakteknya, sebelum tortor dimulai, pihak yang ingin menari selalu terlebih melakukan acara khusus meminta musik yang disebut tua ni gondang. Permintaan ini juga disampaikan dengan bahasa santun berupa umpasa (pantun Batak). Setelahh gondang diminta, barulah acara manortor dimulai.

Jenis permintaan musik (gondang) yang akan dibunyikan umumnya diawali dengan penghormatan kepada dewa dan pada ro-roh leluhur, lalu gondang untuk keluarga yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan, kebahagiaan, rezeki, dan upacara adat itu. Dan terakhir gondang untuk berkat bagi tuan rumah (penyelenggara pesta atau upacara) dan seluruh keluarga dan para undangan.

Dalam manortor, setiap penari memakai ulos. Ada beberapa pantangan yang tidak diperbolehkan saat manortor, seperti tangan si penari tidak boleh melewati batas setinggi bahu ke atas. Jika itu dilakukan, si penari dianggap arogan dan tidak hormat kepada segenap hadirin. Konon, zaman dulu, jika ada penari melanggar larangan itu, ia dianggap menantang ilmu perdukunan dan kebatinan.

Alat musik yang digunakan adalah ogung sabangunan yang terdiri dari 4 ogung, dan lazim dilengkapi dengan alat musik bernama hesek, taganing dan sarune. Dalam manorotor, tahapan gondang (musik) yang diminta adalah gondang mula-mula, gondang domba, gondang mangaliat, gondang smonang-monang, gondang sibungajambu, gondang marhusip, dan seterusnya yang diakhiri dengan Gondang Hasahatan Sitio-tio.

Secara garis besar, terdapat empat gerakan dalam tortor. Pertama adalah Pangurdot, gerakan yang dilakukan kaki, tumit sampai bahu. Kedua adalah Pangeal, merupakan gerakan yang dilakukan pinggang, tulang punggung sampai bahu/sasap. Ketiga adalah Pandenggal, yakni gerakan tangan, telapak tangan dan jari-jarinya. Gerakan keempat adalah Siangkupna yakni menggerakan bagian leher.

Dalam acara tortor biasanya harus ada orang yang menjadi pemimpin kelompok tortor dan pengatur acara (peminta gondang) yang berkemampuan untuk memahami urutan gondang dan jalinan kata-kata serta umpasa dalam meminta gondang.

Usman Effendy Rambe said...

Menurut hemat saya bahwa yang selama ini istlah Si Raja Batak bukanlah merupakan sosok figur individu namun lebih identik dengan mitos untuk menyebut identitas sebuah rumpun.

Dasar alasan mengatakan ini diambil dari jenjang generasi yang ada pada Suku-bangsa Batak. Jika dirunut mulai dari istilah Si Raja Batak tersebut, generasi Suku-bangsa Batak paling banyak 40 generasi.

Nah kita buatlah bahwa satu generasi itu sekitar 35 tahun, berarti 40 x 35 = 1400 tahun.

Pertanyaannya :
1. BAGAIMANA DENGAN KEBERADAAN BANDAR BARUS YANG SUDAH TERKENAL ITU SEJAK MASA RAJA-RAJA MESIR KUNO ???
2. JIKA BUKAN ORANG BATAK, JADI ORANG APA DULU BERMUKIM DI BARUS DENGAN KAPUR BARUS (CANFER) DAN KEMENYAN (INCENSE) YANG DIPAKAI OLEH BANGSA MESIR DALAM MENGAWETKAN DAN MENGHARUMKAN ITU ???
3. APA BEDANYA SUKU BATAK TOBA DENGAN KARO, PAKPAK DIMANA MARGA MARGA YANG ADA SEKARANG INI DALAM BATAK TOBA TIDAK SEMUANYA DAPAT DIPERSAMAKAN DENGAN MARGA MARGA YANG ADA DALAM BATAK KARO, BATAK PAKPAK ???
4. HAL LAIN, MENGAPA BANYAK PERSAMAAN ANTARA MARGA BATAK TOBA/BATAK KARO/BATAK PAKPAK DENGAN MARGA MARGA YANG ADA PADA SUKU-BANGSA TORAJA, MAKASAR, BUGIS DAL LAIN SEBAGAINYA ???
5. MENGAPA AKSARA SUKU-BANGSA BATAK MIRIP ATAU PERSIS DENGAN AKSARA REJANG, KOMERING/LAMPUNG, TORAJA, MAKASAR. BUGIS, TAGALOG DAN LAIN SEBAGAINYA ??? JIKA MEREKA DULUNYA SATU RUMPUN, JADI DARIMANA ASAL-USUL MEREKA ???
6. Sudah itu, mengapa marga Limbong dan Sagala hingga kini tidak memakai marga marga cabangnya, sementara marga marga lain sudah banyak ???

Dengan munculnya buku "Pustaha Batak, Turi-turian dohor Tarombo ni Halak Batak" (1926)oleh Waldemar M. Hutagalung yang pada masa itu masih menjabat sebagai Polizie Inteligent, Demang di Pangururan adalah sebagai terjemahan dari buku "Tobabataks Worterboek" (1903) yang direka-tulis oleh Van Dijk (Kontelir Balige) dengan seorang missionaris bernama Pendeta DR. J. Warneck. Kemudian buku tersebut kembali diterjemahkan oleh Ypes ke dalam bahasa Pakpak dengan judul; "Bijdrage tot de kennis van de stamverwantschappen en het grondrcht der Toba en Dairibataks(1932).

Jadi, kemunculan dari buku buku tersebut ditujukan untuk memecah belah Suku-bangsa Batak terhadap perjuangan Si Singamangaraja XII kala itu. Karena secara politis, "devide et impera" yaitu itu politik adu domba terhadap bangsa Indonesia yang terdiri dari barbagai ragam rumpun suku suku tersebut. Sekarang ini istilah "devide et impera" tersebut dipermoderen dengan istilah "Sara," yaitu antara; "Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan."

Jadi; "ISTILAH SI RAJA BATAK ITU MASIH PERLU DITELITI LEBIH MENDALAM LAGI AGAR LEBIH TRANSPARAN." Silahkan buat argumentasi lainnya.)***

Usman Effendy Rambe said...

Istilah "Batak" adalah sebuah rumpun yang zaman dahulu kala asalnya diperkirakan dari bagian Asia Dalam antara Laos, Burma dan Siam. Kurang memberikan bukti bukti ilmiah jika disebut sebagai keturunan dari Si Raja Batak, namun hal itu dapat dimaklumi sebagai memperkenalkan identitas jati dirinya terhadap alam sekitarnya, lagi pula buku sejarah Suku-bangsa Batak sangat sarat dengan kepentingan penjajahan Kolonial Hindia Belanda.)***

Usman Effendy Rambe said...

Mencari sinonimnya ???

> Sriwijaya = Sariburaja ???
> Singaraja = Singamangaraja ???
> Basopaet = Majapahit ???
> Toba = Tokoh Batak ???
> Banjar... = Apakah ada hubungannya dengan "banjar" di Kalimantan atau Banjar Negara di Jawa, dll ???
> Pararathon = Pararaton (buku kuno Majapahit) ???
> Debata Mula Jadi Nabolon = Tuhan Mula Jadi ???
> Debata = Dewata ???
> Tangiang = Shangyang ???
> Purba = Purwa ???
> Mangan = Mangan (Jawa) ???
> Tolu = Tellu (Jawa) ???
> Opat = Papat (Jawa) ???
> Manuk = Manuk (Jawa, Aceh) ???
> Bali = Bali (jawa) = pergi (Indonesia) ???
> Mate = Mate (Jawa) = mati (Indonesia) ???
> Bagong = Bagong (Jawa) = babi (Indonesia) ???
dll,

Anonymous said...

Cerita Singkat Sejarah Asal Muasal Suku Batak

Suku Batak adalah salah satu dari ratusan suku yang terdapat di Indonesia. Suku Batak terdapat di wilayah Sumatera Utara. Menurut legenda yang dipercayai sebahagian masyarakat Batak, bahwa Suku Batak berasal dari Pusuk Buhit daerah Sianjur Mula Mula sebelah barat Pangururan di pinggiran Danau Toba.

Kalau versi ahli sejarah Batak mengatakan bahwa Raja Batak dan rombongannya berasal dari Thailand yang menyeberang ke Sumatera melalui Semenanjung Malaysia dan akhirnya sampai ke Sianjur Mula mula dan menetap disana.

Sedangkan dari prasasti yang ditemukan di Portibi yang bertahun 1208 dan dibaca oleh Prof. Nilakantisari seorang Guru Besar ahli Kepurbakalaan yang berasal dari Madras, India menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan Cola dari India menyerang Sriwijaya dan menguasai daerah Barus. Pasukan dari kerajaan Cola kemunggkinan adalah orang-orang Tamil karena ditemukan sekitar 1500 orang Tamil yang bermukim di Barus pada masa itu. Tamil adalah nama salah satu suku yang terdapat di India.

Raja Batak diperkirakan hidup pada tahun 1200 (awal abad ke13)
Raja Sisingamangaraja ke-XII diperkirakan keturunan Raja Batak generasi ke 19 yang wafat pada tahun 1907 dan anaknya si Raja Buntal adalah generasi ke 20.

Dari temuan diatas bisa diambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar leluhur dari Raja Batak adalah seorang pejabat atau pejuang kerajaan Sriwijaya yang berkedudukan di Barus karena pada abad ke-12 yang menguasai seluruh nusantara adalah kerajaan Sriwijaya di Palembang.

Akibat dari penyerangan kerajaan Cole ini maka diperkirakan leluhur Raja Batak dan rombongannya terdesak hingga ke daerah Portibi sebelah selatan Danau Toba dan dari sinilah kemungkinan yang dinamakan Raja Batak mulai memegang tampuk pemimpin perang, atau boleh jadi Raja Batak memperluas daerah kekuasaan perangnya sampai mancakup daerah sekitar Danau Toba, Simalungun, Tanah Karo, Dairi sampai sebahagian Aceh dan memindahkan pusat kekuasaanya di daerah Portibi di sebelah selatan Danau Toba.

Anonymous said...

Pada akhir abad ke-12 sekitar tahun 1275 kerajaan Majapahit menyerang kerajaan Sriwijaya sampai ke daerah Pane, Haru, Padang Lawas dan sekitarnya yang diperkirakan termasuk daerah kekuasaan Raja Batak.

Serangan dari kerajaan Majapahit inilah diperkirakan yang mengakibatkan Raja Batak dan rombonganya terdesak hingga masuk ke pedalaman di sebelah barat Pangururan di tepian Danau Toba, daerah tersebut bernama Sianjur Mula Mula di kaki bukit yang bernama Pusuk Buhit, kemudian menghuni daerah tersebut bersama rombongannya.

Terdesaknya Raja Batak oleh pasukan dari kerajaan Majapahit kemungkinan erat hubungannya dengan runtuhnya kerajaan Sriwijaya di Palembang karena seperti pada perkiraan di atas Raja Batak adalah kemungkinan seorang Penguasa perang di bawah kendali kerajaan Sriwijaya.

Sebutan Raja kepada Raja Batak bukanlah karena beliau seorang Raja akan tetapi merupakan sebutan dari pengikutnya atau pun keturunannya sebagai penghormatan karena memang tidak ada ditemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya sebuah kerajaan yang dinamakan kerajaan Batak.

Suku Batak sangat menghormati leluhurnya sehingga hampir semua leluhur marga-marga batak diberi gelar Raja sebagai gelar penghormatan, juga makam-makam para leluhur orang Batak dibangun sedemikian rupa oleh keturunannya dan dibuatkan tugu yang bisa menghabiskan biaya milyaran rupiah. Tugu ini dimaksudkan selain penghormatan terhadap leluhur juga untuk mengingatkan generasi muda akan silsilah mereka.

Di dalam sistim kemasyarakatan suku Batak terdapat apa yang disebut dengan Marga yang dipakai secara turun temurun dengan mengikuti garis keturunan laki-laki. Ada sekitar 227 nama Marga pada suku Batak.

Di dalam buku Tarombo Borbor Marsada dikatakan bahwa Raja Batak memiliki 3 (tiga) orang anak yaitu:

Guru Tatea Bulan (Raja Lontung)
Raja Isombaon (Raja Sumba)
Toga Laut.

Ketiga anak Raja Batak inilah yang diyakini meneruskan tampuk pimpinan Raja Batak dan asal mula terbentuknya marga-marga pada suku Batak.

Sub Suku Batak
Ada beberapa sub suku dan ratusan marga yang terdapat pada suku Batak. Suku batak sendiri memiliki sub suku antara lain:

1. Karo
2. Mandailing
3. Simalungun
4. Toba
5. Pakpak
6. Angkola dan
7. Batak Pesisir

Walaupun masih menjadi kontroversi dari sebahagian orang dari suku-suku Sub Suku Batak diatas tidak mau disebut Suku Batak tapi sebahagian lagi dari Sub Suku itu ada yang setuju disebut suku Batak.