Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Sep 30, 2016

Kalender dari Zaman Romawi Kuno

Kalender Julius

Awalnya, sebelum tahun Masehi, manusia belum menggunakan kalender yang akurat, bahkan dari tempat asal Masehi, yaitu Romawi, Kalender yang digunakan masih Kalender Julius, yang memiliki 365 hari dan setiap 4 tahun ditambahi 1 hari sesuai dengan panjang waktu tropis, akan tetapi Julius Caesar membingungkan masyarakat Romawi dengan menambahkan 90 hari Era sebelum tahun 45 SM, dinamakan "era bingung", karena Julius Caesar menyisipkan 90 hari ke dalam kalender tradisional Romawi, untuk lebih mendekati ketepatan pergantian musim. Penyisipan ini sedemikian cerobohnya sehingga bulan-bulan dalam kalender itu tidak lagi tepat. Akhirnya dengan saran Sosiogenes, seorang astronom dari Aleksandria, Caesar menetapkan kalendernya menjadi 12 bulan, masing-masing dengan jumlah hari tertentu seperti sekarang, dengan penetapan tahun kabisat setiap 4 tahun, dengan keyakinan bahwa panjang 1 tahun surya adalah 365,25 hari saat itu. Dengan cara ini setiap 128 tahun, kalender ini kebanyakan satu hari.

Kemudian kalender ini semakin disempurnakan lagi dan setelah 45 tahun, tepat pada tahun 1 Masehi, atau bagi sebagian orang tahun 0 Masehi, Kalender ini menjadi benar-benar sempurna dan dipatokkan pada hari kelahiran Tuhan Yesus, sehingga acara perayaan tahun baru biasa disebut sebagai perayaan “Kelahiran Tuhan Kita” tetapi Gereja-Gereja Ortodoks masih menganut kalender Julius yang lama, sehingga tanggal Natal berbeda dengan kebanyakan yang dipercayai oleh Orang Kristen.

Dalam Bahasa Indonesia, kalau sebelum masehi ya disingkat SM, nah kalau dalam bahasa Inggris, sebelum Masehi disebut sebagai BC, yaitu “Before Christ” artinya tahun-tahun sebelum masehi adalah tahun kegelapan di mana Kristus belum lahir.

Kenapa Indonesia menyebutnya Masehi? Kata Masehi berasal dari bahasa Arab yaitu Al-Masih(artinya membasuh atau membelai) nah hal ini juga ada hubungannya dengan nama Tuhan Yesus yang disebut sebagai Isa Al-Masih, karena kalender ini berasal dari Romawi dan sampai ke Indonesia melalui orang-orang Eropa, maka sebutan perayaan “Kelahiran Tuhan Kita” yaitu Isa Al-Masih, simplenya, kalender Julius dinamakan sebagai kalender Masehi, karena pengertian sebagai kalender yang berpatokan pada kelahiran Tuhan Kita(Al-Masih).

Kalender Penyempurnaan

Selain Kalender Julius, diusulkan pula sebuah kalender bernama Kalender Gregorius oleh Dr. Aloysius Lilius dari Napoli-Italia, dan disetujui oleh Paus Gregorius XIII, pada tanggal 24 Februari 1582. Penanggalan tahun kalender ini, berdasarkan tahun Masehi.

Kebanyakan masyarakat dunia barat memakai dua kalender, yaitu Kalender Gregorius dan Kalender Julius. Kalender ini diciptakan sebagai penyempurnaan Kalender Julius yang dianggap kurang tepat, sebab dalam kalender Julius, satu tahun ada 365 hari 6 jam, sementara bumi selesai berevolusi 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik, berarti Kalender Julius akan kelebihan 7-8 hari tiap satu millennium, nah kalender Gregorius ini menetapkan tahun kabisat adalah tahun yang bisa dibagi dengan 100 dan bisa dibagi dengan 400, contoh: tahun 700, 1000, bukan kabisat; 1600, 800, adalah tahun kabisat.

Mengenal Suku Inca

Kerajaan Inka adalah sebuah kerajaan yang terletak di wilayah yang sekarang adalah Peru dari 1438 sampai 1533. Inka disebut sebagai peradaban "pra-Columbus, artinya sudah ada sejak sebelum kedatangan Christopher Columbus. Selama periode tersebut, Inka menguasai sebagian besar wilayah Amerika Selatan bagian barat yang berpusat di pegunungan Andes hingga 1533, saat bangsa Spanyol menyerbu negeri itu. Atahualpa yang merupakan raja Inka terakhir, disebut juga dengan istilah Sapa Inca, tewas terbunuh oleh penjelajah Spanyol yang bernama Francisco Pizarro, yang juga menandai awal masa berkuasanya Spanyol di daerah tersebut.

Kerajaan Inka terdiri atas empat suyu. Bahasa resmi kerajaan adalah bahasa Quechua, walaupun ada sekitar 700 bahasa lokal yang digunakan. Suku Inka melakukan pemujaan atas dewa-dewa, dengan Inti sebagai dewa matahari yang merupakan dewa terdepan.
Ibukotanya ada di Cuzco, atau Qosqo, di selatan Peru.

Sebelum membahas suku Inca, mari kita bahas bangsa Indian yang menjadi awal pembentukan suku Inca Bangsa Indian yang berkembang di Amerika terdiri dari berbagai suku bangsa. Diantara suku-suku bangsa Indian itu, ada yang mengenal peradaban dan kebudayaan tinggi, seperti Suku Maya dan Aztek di Meksiko dan suku Inca di Peru.

Ada banyak versi tentang asal usul bangsa Indian di Amerika, misalnya:
a. Muhammad Yamin dalam bukunya Sejarah Amerika mengatakan bahwa bangsa Indian berasal dari Asia, masuk ke Amerika dalam 3 gelombang pada zaman neolithikum.
Gelombang 1 : perpindahan bangsa Mongol dari Asia Timur menuju Amerika  
Gelombang 2: perpindahan Austronesia dari barat ke timur
Gelombang 3 : perpindahan pelaut Austronesia yang terbawa arus ke Amerika
b.  Kurang lebih 20.000 sampai 50.000 tahun yang lalu bangsa Amurian dari Siberia di Rusia menyebrang melalui selat Bering ke benua Amerika.kemudian disusul oleh bangsa Mongol awal abad ke-1 masehi

Suku Inca
Inca merupakan sebuah kelompok klan yang mula-mula mendiami daerah Peru. Menurut legenda, asal-usul suku bangsa Inca berawal dari sekelompok anak dewa matahari, yang berasal dari sebuah gua di sebelah tenggara kota Cuzco. Bangsa Inca telah mendiami daerah Cuzco sejak kira-kira tahun 1200. tetapi sejak penaklukan oleh kekuasaan Panchacuti dalam tahun 1438, bangsa Inca mulai memperluas wilayahnya dengan menaklukan daerah-daerah sekitarnya. Akhirnya mereka membentuk suatu wilayah kekuasaan besar dan luas yang membentang dari Quito di Utara sampai Chile bagian tengah. 

Bahasa Inca menyebut wilayah kekuasaannya Tabuantisuyu, artinya daerah yang meliputi empat wilayah. Nama itu menunjukan bahwa seluruh wilayah kekuasaan bangsa Inca terbagi menjadi menjadi empat geografis, yang dibagi menjadi lebih dari 80 propinsi. Penguasa tertinggi berada di tangan seorang pemimpin yang dianggap sebagai wakil dewa matahari.

Bangsa Inca memiliki ilmu pengetahuan yang maju dan berkembang. Walaupun ilmu pengetahuan yang berkembang di Inca tidak dapat mengungguli perkembangan ilmu pengatahuan di Aztec dan Maya. Dalam bidang Matematika dan Astronomi bangsa Inca tidak dapat mengungguli kemajuan di Aztec dan Maya.

Bangsa Inca memiliki perkembangan yang pesat dalam bidang kesenian, terutama seni bangun. Seperti dalam pembuatan tekstil dan keramik, pembangunan benteng-benteng pertahanan, dan jalan-jalan raya yang lebar. Kemajuan bidang seni ini tidak dapat dipisahkan dari kemmapuan pemerintah mengatur masyarakat.

Dalam bidang sosial, raja sangat menarruh perhatian dalam hal perkawinan. Laki-laki atau perempuan yang sudah dewasa dan belum memiliki pasangan diplilihkan orang lain lain sebagai pendampingnya. Kemudian mereka dikawinkan dalam upacara umum.

Kepercayaan Suku Inca
Di samping memuja dewa matahari, masyarakat Inca juga melakukan pemujaan terhadap roh para leluhurnya. Pemujaan itu dilakukan dengan suatu upacara yang luar biasa besarnya. Di Kuzko mereka menyimpan mummi dalam bungkusan kain, konon mummi itu adalah para Raja yang memerintah pada zaman Manko Kapak (Inca yang pertama). Mummi tersebut ditempatkan pada sebuah rumah yang megah, seperti istana, sekakan-akan mereka masih hidup secara bergantian dikeluarkan untuk menyaksikan upacara. 

Anggota keluarga raja yang kurang penting, para bangsawan tinggi dan rakyat yang mampu mengawetkan jenazah keluarganya. Kepercayaan terhadap dewa di Inca tidak memainkan peranan yang meliputi seluruh kehidupan namun kerajaan Inca mempunyai lembaga agama yang mantap sebagai bagian dari pemerintah dan berada di bawah pemerintahan.

Bangsa Inca awalnya mempercayai dewa bernama Viracocha yang diakui sebagai dewa pembentuk, juga dewa badai dan dewa matahari, dikatakan dalam legenda, air mata Viracocha yang jatuh bisa mendatangkan hujan dan dia membawa petir di tangannya dan bermahkotakan matahari, Viracocha.

Di beberapa cerita, Viracocha sudah membentuk kehidupan manusia, bumi dan lain-lain dengan lengkap, tetapi ciptaan itu mengecewakan hatinya, sehingga Viracocha menghancurkan semuanya dengan banjir besar, maka suku Inca percaya bahwa mereka adalah anak-anak matahari yang turun dari langit setelah kehancuran terebut.
Kepercayaan ini bahkan menorehkan jejak sejarah yang indah, yaitu di lembah Urumba, terdapat gunung suci yang menggambarkan tentang Viracocha

Kehebatan Suku Inca
Suku Inca memerintah di Andean Cordillera, dan memiliki banyak tempat pemujaan serta jalan yang tergaris di wilayah-wilayah mereka! Bahkan panjang dan bentuk-bentuk jalan tersebut telah dituliskan dan dirancangkan secara rinci, sehingga transportasi dan lalu lintas perdagangan di sana bisa berlangsung dengan baik.

Suku Inca juga membuat garis-garis di dataran Nazca yang berbentuk seperti sebuah peta bintang atau catatan cerita dari suku Inca, belum jelas bagaimana mereka bisa membuat garis-gari sebesar itu serta kegunaannya.

1. Killer Whale
2. Wing
3. Baby Condor
4. Bird
5. Animal
6. Spiral
7. Lizard
8. Tree
9. Hands
10. Spiral
11. Spider
12. Flower
13. Dog
14. Astronaut
15. Triangle
16. Whale
17. Trapazoids
18. Star
19. Pelican
20. Bird
21. Trapazoid
22. Hummingbird
23. Trapezoid
24. Monkey
25. Llama
26. Trapezoids

Suku Inca juga membuat tempat pemujaan yang menjadi bersejarah seperti Machu Pichu, Piramida di Peru.

Suku Inca memiliki seorang peramal yang dianggap sangat suci dan dipercaya mampu berjalan keluar dari waktu, sehingga beliau dapat berjalan mundur(ke masa lampau) maupun berjalan maju(ke masa depan) tetapi suku Inca juga tahu bahwa takdir bukanlah sesuatu yang bisa dihindari.

Suku Inca sudah menemukan hal-hal yang berkaitan dengan operasi tengkorak, hal ini dilakukan untuk menghilangkan trauma dan pendarahan bagi para orang yang membutuhkan. WOW!

Suku Inca memiliki kemajuan dalam membuat banyak peralata yang berguna membantu kehidupan, bahkan mereka memiliki peralatan bedah (beberapa di antaranya terbuat dari emas), peta bintang, peralatan berburu, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya.

Dewi Artemis, Saudari Apollo dari Efesus

Pernah dengar tentang dewi Artemis? Dewi Artemis itu adalah salah satu dewi yang dipuja di zaman dahulu kala, entah cerita ini berkembang dari mana, tetapi pemujaan dewi Artemis semakin berkembang terutama di suku Amazon(suku para wanita)

Artemis (bahasa Yunani: Ἄρτεμις) dalam mitologi Yunani adalah dewi perburuan, alam liar, hewan liar, perawan, dan perbukitan. Dia adalah pembawa dan penghalau penyakit pada perempuan serta merupakan Dewi yang menolong dalam proses kelahiran. Dia merupakan putri dari Zeus dan Leto, serta saudari kembar Apollo.

Ada hipotesis yang menghubungkan Artemis dengan *h₂ŕ̥tḱos ("beruang"), yanng berakar dari Proto-Indo-Eropa, karena adanya pemujaan pada Artemis diBrauronia dan Arkouditessa. Tetapi ada juga yang menghubungkannya dengan nama dari Anatolia, karena itu adalah istilah untuk beruang dalam bahasa Hittis, Bukti paling awal mengenai nama Artemis terdapat dalam lembaran linear B yang ditemukan di Pylos, di sana tertulis A-TI-MI-TE. Sementara Artemis disebut di Lydia sebagai Artimus.

Dalam etimologi yang lebih tradisional mengenai Yunani kuno, nama Artemis dihubungkan dengan "ἀρτεμής" (artemes), "aman", atau "ἄρταμος" (artamos) "penjagal"
Banyak cerita yang berkembang mengenai Artemis, dan dikarenakan ini adalah foklore, ceritanya selalu menjadi banyak versi, tetapi di dalam garis cerita Artemis(garis besar ceritanya) Artemis menghabiskan masa kecilnya dengan berlatih berburu, berolahraga, dan juga mengumpulkan perlatan berburu serta pengikut. Ia mendapat delapan puluh pengikut Nimfa Amnides dan para Okeanid. Ia kemudian mengajak beberapa orang dari mereka untuk mendatangi tempat kerja Hefaistos (dewa pandai besi) untuk menemui para Kiklops. Ketika yang lainnya ketakutan, Artemis kecil dengan berani masuk dan mencari Kiklops untuk meminta busur serta panahnya.

Pemujaan di beberapa tempat
• Yunani
Di Yunani, pemujaan dewi Artemis berkembang pesat dan berpusat di pulau Delos, tempat kelahirannya

• Sparta
Ditandai dengan adanya perayaan Artemis Ortia, bangsa Sparta selalu meminta izin pada dewi Artemis sebelum kampanye

• Athena
festival untuk menghormati Artemis di antaranya adalah festival Elafebolia, Mounikhia, Kharisteria, dan Brauronia. Di Athena, gadis-gadis yang mendekati usia perkawinan, harus melayani di kuil Artemis selama 1 tahun penuh dan kemudian membakar pakaian dalam yang dipakai pada saat perawan, di Athena, dewi Artemis juga mirip dengan dewi Karyatis

• Suku Wanita Amazon
Dewi Artemis di sana dikenal sebagai dewi pemburu dan penyelamat.

• Arkadia
 Di Arkadia terdapat sebuah gunung yang diberi nama Artemisios yang dipuncaknya terdapat sebuah kuil untuk memuja Artemis yang sangat menggemari olahraga di gunung. Arkada pun menjadi tempat sakral dkarenakan di sanalah Artemis sering berburu, berlatih, serta bertemu dengan Pan untuk mendapatkan anjingnya.

• Ukraina
Pemujaan Artemis Tauria yang dilakukan di selatan Ukraina merupakan pemujaan terhadapnya yang paling kejam. Selain diwarnai dengan aktivitas seks massal (orgy), juga diwarnai dengan pengorbanan manusia. Dalam legenda diceritakan Artemis yang marah mengirim penyakit terus-menerus hingga akhirnya warga mengirim darah manusia untuk menenangkannya. Tapi karena dianggap keterlaluan, maka tradisi ini diubah menjadi perlombaan ketangkasan.

• Efesus
Kuil Artemis di Efesus di Ionia, (Turki) dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Kemungkinan itu adalah pusat pemujaannya selain di Delos. Di sana, dewi yang oleh orang Ionia diasosiasikan dengan Artemis melalui interpretatio Graeca disembah terutama sebagai "dewi ibu", mrip dengan dewi Kibele dari Frigia. Di sana, Artemis digambarkan sebagai "Nyonya dari Efesus"

Lain-lain
Ratu Thebes dan istri Amfion, Niobe, menyombong bahwa dirinya lebih hebat dari Leto karena dia memiliki 14 anak (Niobid) sementara Leto hanya memiliki sepasang anak. Ketika Apollo dan Artemis mendengar ini, mereka langsung membunuh semua anak Niobe dengan panah beracun sehingga anak-anak Niobe mati tanpa suara. Dalam beberapa versi Apollo dan Artemis mengampuni seorang putra dan seorang putri Niobe. Amfion yang melihat anak-anaknya mati akhirnya ikut bunuh diri. Sementara Niobe diubah menjadi batu oleh Artemis.

Dalam sebuah foklore lain, Artemis dikaitkan dengan Orion, Orion pernah bekerja pada Raja Oinopion namun kemudian diusir dan dibutakan setelah memperkosa putrinya, Merope. Orion lalu memohon pertolongan Hefaistos yang kemudian meminjamkan asistennya, Keudalion untuk membawa Orion menemui Helios yang bisa mengembalikan penglihatannya. Orion kemudian beristirahat di Pulau Delos dan menjadi teman akrab sekaligus pengikut yang paling disukai oleh Artemis. 

Ada tiga versi mengenai kematiannya dan bagaimana hingga ia akhirnya menjadi rasi bintang di langit. Artemis dan Orion lama kelamaan saling mencintai dan Orion memberanikan diri untuk melamarnya. Artemis dibutakan oleh cinta sehingga ia menerima begitu saja pinangan Orion tanpa mendengarkan Apollo yang mencoba memperingatinya (dalam beberapa versi Apollo memperingatkan Artemis karena ia adalah kekasih Eos). Tapi Artemis sudah terlalu tuli untuk medengarkan Apollo yang akhirnya frustasi dan mencoba jalan lain untuk menghindari pernikahan Artemis dan Orion. Apollo meminta Gaia untuk mengirimkan seekor kalajengking yang mengejar Orion hingga ia masuk ke dalam laut. Apollo kemudian menantang Artemis untuk menunjukan kemampuan memanahnya. 

Tanpa pikir panjang karena keangkuhannya, Artemis menembak benda hitam di tengah laut hingga ombak membawa tubuh Orion ke daratan. Artemis yang berduka menangisinya dan menaruhnya di langit. Untuk membalas dendam, Artemis membunuh Koronis, kekasih Apollo.

Artemis menghukum Agamemnon karena sang raja membunuh rusa suci di hutan suci dan menyombongkan diri sebagai pemburu terhebat. Ketika armada Yunani bersiap di Aulis untuk berangkat ke Troya dan memulai Perang troya, Artemis menghentikan angin sehingga kapal-kapal Yuanani tak bisa melaju. Peramal Kalkhis menasehati Agamemnon bahwa satu-satunya cara untuk menentramkan Artemis adalah dengan mengorbankan putri Agamemnon,Ifigenia. Ketika Ifigenia akan dikorbankan di altar, Artemis mengambil Ifigenia dan menggantinya dengan seekor rusa.

Agama Romawi Kuno

A.    Sejarah dan Perkembangan

Romawi Kuno adalah peradaban yang tumbuh dari komunitas pertanian kecil yang didirikan di Semenanjung Italia pada abad ke-9 SM. Seiring waktu, Romawi menjadi kekaisaran kuat yang menguasai Laut Tengah. Dalam 12 abad keberlangsungannya, peradaban Romawi berubah-ubah dari monarki menjadi republik campuran oligarki dan demokrasi, dan akhirnya menjadi kekaisaran otokrasi. Melalui penaklukan dan asimilasi, Romawi mendominasi Eropa Barat, seluruh Laut Tengah termasuk Timur dan Afrika Utara, Semenanjung Balkan, dan Laut Hitam.

Para arkeolog berpendapat, daerah tepi Sungai Tiber, Roma, sudah dihuni oleh petani-petani pada abad 10 SM. Pada abad 8 SM, diperkirakan sebuah kota didirikan dan bertahap-tahap berkembang, dan menjadi kota terbesar di Italia. Warga Roma merupakan salah satu suku di antara puluhan suku di Italia. Suku Roma menaklukan suku-suku lain dan menguasai hampir seluruh Italia pada pertengahan abad 3 SM.

Sedikit demi sedikit mereka menjadi bertambah kuat. Warga Roma berusaha menaklukan semua kota perdagangan di pesisir Laut Tengah (Mediterania). Selama 50 tahun Roma terlibat perang dengan kota Cartago, kota perdagangan yang terkenal dan kaya pada waktu itu. Kota Cartago terletak di wilayah Afrika Utara (Libya). Jenderal Cartago yang paling terkenal adalah Hannibal. Pada tahun 212 SM, Hannibal hampir berhasil menaklukkan Roma dengan bala tentaranya, termasuk ratusan gajah. Bayangkanlah mereka mendaki pegunungan Alpen (dengan ketinggian lebih dari 3000 meter). Tetapi pada tahun 202 SM, Hannibal dikalahkan oleh Roma dan pada tahun 146 SM, kota Cartago berhasil ditaklukkan.

Pada tahun 146 SM mereka menguasai wilayah Laut Mediterania Barat. Kemudian, Roma menaklukkan kerajaan Macedonia. Sedikit demi sedikit Roma menaklukkan kerajaan-kerajaan di Timur Tengah, yang dahulu dikuasai oleh pengganti-pengganti Alexander Agung.

Pada tahun 30 SM Mesir menyerah. Setelah pertempuran di Actium, Marcus Antonius, pelindyng Ratu Cleopatra dibunuh oleh Octavianus. Roma berkuasa di Timur Tengah, Mesir, dan wilayah pesisir sepanjang Laut Tengah (Mediterania).

Keunikan pemerintahan Roma adalah perkembangan kekuasaannya. Kota diperintah oleh pejabat terpilih yang disebut konsul, menjabat 1 tahun dan memerintah bersama dengan senat, kumpulan mantan konsul-konsul dan magistrat-magistrat. Pada umumnya kasta tinggi mendominasi pemerintahan, tetapi kadang orang berkasta rendah yang berhasil menunjukkan kecerdasannya juga dapat menjadi senator atau magistrat. Susunan pemerintahan ini memberikan Roma kepemimpinan yang kuat, menjamin dukungan rakyat dan membantu persatuan rakyat Roma sepanjang abad-abad kekuasaannya.

Kewajiban utama konsul adalah melindungi Kota Roma dan ini juga berarti memimpin kampanye militer. Kemenangan dalam perang memberi banyak keuntungan dan wibawa bagi para konsul. Tindakan imperialis menjadi satu ciri khas politik Roma. Roma berhasil menaklukkan Prancis, Spanyol, German, dan Rumania. Pada tahun 14 M, Roma juga berhasil menaklukkan Pulau Brittania (Inggris) yang perbatasannya dilindungi oleh tembok yang panjang.

Banyak harta seni khas budaya Yunani dirampas dan dibawa ke Roma. Karya sastra dan filsafat Yunani amat memengaruhi rakyat Roma dan susunan politiknya. Budaya Roma terkenal karena ditemukan banyak peninggalan kesenian; patung-patung marmer, bangunan dengan arsitektur khas, dan juga banyak karya sastra puisi, filsafat, sejarah, undang-undang, dan lain-lain.

Perang juga menghasilkan banyak kaum budak yang dipekerjakan sebagai buruh-buruh pertanian. Selain itu, imigran dan kadang budak, serta rakyat Negara-negara yang ditaklukkan  juga diberikan status kewarganegaraan. Tingkat jumlah penduduk Roma bertambah cepat. Sejak sekitar tahun 133 SM, Roma mengalami beberapa bentrokan dalam negeri. 

Beberapa komandan tentara berambisi tinggi mendominasi politik Roma. Beberapa pemberontakan kaum budak dan perang sosial dengan sekutu-sekutu Roma, menambah kerusuhan di wilayah Italia. Korupsi pun mulai berkembang, banyak pejabat mulai menyamarkan pajak-pajak Negara.

Pada tahun 44 SM, Julius Caesar berhasil mengalahkan semua pesaing-pesaing dan mengakhiri susunan republic dan menjadi diktator Roma. Kudeta dan perang sipil terjadi, dan Julius Caesar pun dibunuh. Akhirnya, Octavianus, keponakan Julius Caesar mengambil alih kekuasaan.

Pada saat pertempuran Actium tahun 31 SM, Octavianus muncul sebagai pemenang, dan berjaya. Dengan pengaruhnya yang begitu besar, Octavianus berhasil mengubah susunan pemerintahan Roma dan membentuk kekaisaran Roma. Octavianus bergelar Augustus, yang berarti “Yang Terhormat”.

Kaisar Romawi Kuno

1)      Dinasti Julio-Claudian (14 M-68 M)

Keempat penerus Augustus Domitianus dikenal sebagai Dinasti Julio-Claudian, karena mereka adalah keturunan baik dari Augustus (yang ibunya adalah keponakan Julius Caesar) atau dari istri keduanya, Livia, yang merupakan anggota dari Claudii (klan lain dari Romawi besar). Mereka diantaranya;

Tiberius (14 M-37 M)
Tiberius mewarisi pada tahun 14 M, melanjutkan kebijakan Augustus. Dia terus mengendalikan perusahaan dari tentara sambil menunjukkan hormat kepada senat di Roma, dan ia berperilaku dengan kerendahan hati. Dia diberikan status Ilahi, tetapi menghambat kultus dirinya sebagai kaisar hidup. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perilakunya membawa dia kepada reputasi yang berbeda. Untuk alasan yang tidak jelas, ia menarik diri dari Roma pada tahun 26 M untuk hidup di Pulau Capri. Namun, ketika dia meninggal, kematiannya disambut di Roma.

Pada saat kematian Tiberius pada 37 M, Gayus Caesar adalah satu-satunya pria keturunan dari Kaisar Augustus. Gayus Caesar sendiri dikenal luas oleh nama panggilan. Sewaktu menjadi anak kecil, pada kampanye dengan ayahnya melawan Jerman, ia sering mengenakan seragam tentara miniature itu. Sehingga, para prajurit memanggilnya Caligula. 

Pemerintahan singkat Caligula ditandai dengan pemborosan liar dan kebrutalan. Pada kontes atletik di Roma, permainan Palatine pada 41 M, Caligula dibunuh oleh trubyn dari Praetorian penjaga.

Claudius (41 M-54 M)
Dia menyibukkan diri dengan studi ilmiah, menulis buku dalam bahasa Yunani tentang berbagai topik, seperti Etruria dan bermain dadu. Namun, ketika didorong masuk ke dalam kekuasaan, ia membuktikan sebagai kaisar yang sangat handal. Kekaisaran diperpanjang selama pemerintahannya, dengan provinsi-provinsi baru di barat laut Afrika (Mauritania), Yunani Utara (Thrace), dan selatan Inggris. Claudius sendiri mengambil bagian dalam kampanye Inggris, melintasi sungai Thames dan menangkap Colchester. 

Dia begitu senang dengan prestasi ini, sehingga ia memberi nama anaknya Britanicus. Kehidupan pribadi Claudius sangat dramatis. Istrinya, Messalina, plot melawan dia dengan salah satu kekasihnya. Dia mengeksekusi mereka pada 48 M, dan menikahi keponakannya, Agrippina. Namun, hal ini dilarang dalam hukum Romawi. Istrinya meracuninya dengan jamur payung. Sehingga, meninggallah Claudius pada 54 M.

Nero (54 M-68 M)
Pada tahun-tahun awal pemerintahan Nero, ia dipandu oleh konselor yang bijaksana, khususnya Seneca, guru tuanya. Tetapi, ia merasa bebas bila mengikuti keinginannya sendiri. Ia menjadi begitu populer karena pada masa pemerintahannya terjadi pembakaran besar di Roma pada tahun 64 M. Rakyat menyalahkannya atas peristiwa itu, sehingga dia butuh kambing hitam. Dia kemudian menuduh kaum Kristen sebagai pelaku pembakaran dan menghukum mati mereka. Santo Petrus dan Santo Paulus adalah sebagian korbannya.

2)      Tahun Empat Kaisar (68 M-69 M)

Setelah kematian Nero, dinasti Augustus berakhir yang mengakibatkan perang sipil berdarah, yang pertama sejak Oktavianus dan Antony, antara jenderal saingan untuk kekuatan kekaisaran. Selama tahun 69 M, empat kaisar yang berbeda naik tahta dalam suksesi cepat meskipun tiga dari pertama tidak berlangsung lebih dari enam bulan.

ü  Servius Sulpicius Galba

Dia lahir pada tahun 4 SM. Galba telah menikmati dukungan kaisar sebelumnya dan diadakan konsulat pada 33 M dengan Tiberius. Sebagai hasil dari nikmat ini ia memiliki karir militer yang panjang dan terhormat. Dia menjabat sebagai kaisar ketika berusia 75 tahun. Kesalahan fatal Galba adalah bahawa ia menolak atas bayaran tentara bonus yang biasanya kaisar bayar mereka setelah kenaikan mereka. Dia percaya, bahwa seorang prajurit harus melakukan tugasnya dari patriotism dan bukan karena bonus besar. Dia juga marah kepada temannya dan pendukung terdekar, Otho dengan memilih pria lain sebagai ahli warisnya. Akibatnya, Otho berbalik melawan tentara Galba dan pada tanggal 16 Januari 69 M, Galba tewas setelah memerintah singkat selama 7 bulan.

ü  Marcus Salvius Otho

Dia lahir pada tahun 32 M. Setelah proklamasi sebagai kaisar, ia memiliki Praetorian penjaga untuk membunuh semua teman-teman dan pendukung Galba termasuk kaisar tua sendiri. Setelah ia menjadi kaisar, Otho menghadapi pemberontokan sendiri, sebagai penjaga praetorian mendukungnya, namun Legion di Jerman didukung oleh seorang pria bernama Vitellius. Akibatnya, legion Jerman berbaris memasuki Roma untuk menempatkan Vitellius naik tahta dan menggulingkan Otho. Setelah mendengar pemberontakan ini, Otho mengirim pasukannya untuk melawan Vitellius. Kedua pasukan bertemu di luar kota Italia. Otho telah mengirimkan pasukannya namun terlambat. Dan pasukannya menderita kekalahan menyedihkan. Ketika ia mendengar kekalahan ini, dia bunuh diri setelah memerintah selama 95 hari.

ü  Aelius Vitellius

Dia lahir pada tahun 32 M. Setelah kenaikannya, ia ditinggalkan sendiri untuk pemborosan, tetapi dia mengabaikan tentara yang telah memberinya posisi. Dia benar-benar tidak ingin menjadi kaisar dan bahkan mencoba untuk berdamai dengan pasukan Otho yang anggotanya tidak akan mengizinkan, karena mereka ingin mereka sendiri di atas tahta dan membayar mereka dengan bonus tunai. Juga, setelah mendengar bahwa pasukan saingannya, Vespasianus, mendekati Roma Vitellius memohon senat untuk memungkinkan dia untuk turun takhta dan hidup sebagai warga biasa sehingga ia bisa terhindar kematian menyedihkan ia tahu bahwa pasukan Flavianus akan memberinya . Orang-orang Romawi terkejut oleh tindakan ini dan menyuruhnya untuk menunggu nasibnya.

Setelah masuknya pasukan Vespasianus ke Roma, mereka menemukan Vitellius meringkuk di istana kamar tidur dengan tempat tidur terblokir pintu. Vitellius diseret keluar dari istana dan dilemparkan ke jalan-jalan di mana ia perlahan disiksa oleh tentara Vespasianus. Saat ia terbaring sekarat, ia diejek oleh pasukan Vespasian. Vitellius menjadi kaisar hanya tujuh bulan. Vespasianus naik tahta dan dengan kedamaian dan stabilitas akhirnya dikembalikan ke kekaisaran Romawi. Ia juga mengantar pada dinasti Flavianus baru, di mana ia dan anak-dua akan memerintah Roma selama 29 tahun.

3)      Lima Kaisar Baik

Nerva (96-98 M)
Setelah kematian Domitianus, seorang pemimpin yang efektif, tetapi dibenci kalangan bangsawan, Roma beruntung menemukan kekuatan stabilitas pada Nerva. Seorang senator yang dihormati, Nerva mengisi potensi kekosongan kekuasaan, dan setting panggung untuk era keemasan sejarah Romawi sebagai yang pertama dari lima kaisar baik.

Trajan (98-117 M)
Marcus Ulpius Traianus, lahir di Italica, Spanyol, pada tanggal 18 September 53 M. Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya pada kampanye dan diberi nama Optimus terbaik oleh Senat. Dia membangun sebuah pelabuhan buatan di Ostia. Setelah menunjuk penggantinya Hadrian, Trajan meninggal saat kembali ke Italia dari timur pada tanggal 9 Agustus 117 M, setelah menderita Stroke di kota Kilikia dari Selinus.

Hadrian (117-138 M)
Hadrianus Augustus, adalah kaisar Romawi yang dikenal karena banyak proyeknya bangunan, kota bernama Adrianapolis. Dia adalah anak dari mantan praetor, Aelius Hadrianus Afer, yang adalah sepupu dari masa depan kaisar Romawi Trajan. Dia lahir pada 24 Januari tahun 76 M. Ayahnya meninggal ketika ia berusia 10 tahun. Dia menghabiskan lebih banyak waktu bepergian di seluruh kekaisaran daripada kaisar lain. Dia murah hati dengan militer dan membantu untuk mereformasi itu, termasuk garnisun bangunan dan benteng. Dia pergi ke Inggris dimana dia memulai proyek untuk membangun dinding pelindung (Tembok Hadrian) di seluruh Inggris untuk menjaga barbar utara keluar. Hadrian meninggal pada 10 Juli 138 M, akibat sakit yang berkepanjangan yang membuatnya lama untuk mati. Ketika ia tidak bisa membujuk siapa pun untuk membantunya bunuh diri, ia mengambil langkah untuk memanjakan makan dan minum.

Antoninus Pius (138-161 M)
Antoninus Pius adalah kaisar yang saleh. Dia dipuji karena kualitas kecerdasan dan kemurnian. Dia adalah ayah angkat Kaisar Marcus Aurelius dan anak angkat Kaisar Hadrian. Setelah menjabat sebagai kaisar, ayah angkatnya, Hadrian, meninggal. Istrinya diberi gelar Augusta oleh Senat, dan ia diberi gelar Pius, yang berarti Bapak Negara. Dia terlibat dalam banyak pekerjaan umum dan proyek bangunan. Dia membangun sebuah kuil Hadrian, memperbaiki amfiteater, pemandian di Ostia, saluran air di Antium, dan banyak lagi. Dia meninggal pada bulan Maret 161 M. Dalam buku Historia Augusta menjelaskan penyebab dia meninggal adalah terlalu banyak makan keju Alpine. Dia didewakan oleh Senat.

Marcus Aurelius (161-180 M)
Dia adalah seorang filsuf Stoic dan salah satu dari Lima Kaisar Baik Romawi. Dia dilahirkan pada tanggal 26 April, 121 M. Tulisan-tulisan filosofis Stoic-nya dikenal sebagai Renungan Marcus Aurelius, yang ditulis dalam bahasa Yunani. Selama pemerintahan Marcus Aurelius, Perang Marcomannic pecah di perbatasan utara kerajaan. Dia meninggal pada 17 Maret 180 M. Sebelum pemakaman, ia dinyatakan sebagai dewa.

B.     Ajaran dan Praktek Keagamaan
Agama memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari Roma Kuno dan Romawi. Agama Romawi berpusat di sekitar dewa dan penjelasan untuk acara biasanya terlibat para dewa dan beberapa cara. Bangsa Romawi percaya, bahwa dewa-dewa dikendalikan kehidupan mereka, dan hasilnya, mereka banyak menghabiskan waktu mereka untuk menyembah para dewa.

Dewa yang paling penting adalah Jupiter. Dia adalah raja dewa yang memerintah dengan istrinya, Juno, dewi langit. Adapun dewa lainnya adalah:

–          Mars; Dewa perang
–          Nepture; Utusan para dewa
–          Diana; Dewi berburu
–          Minerva; Dewi penyembuhan dan kebijaksanaan
–          Venus; Dewi cinta
–          Mercury; Dewa Laut

Setelah masa pemerintahan Kaisar Augustus, kaisar juga dianggap dewa dan ia dipuja pada kesempatan khusus. Setiap dewa memiliki hari perayaan khusus yang biasanya dijadikan hari libur umum. Liburan ini memberikan kesempatan untuk mengunjungi kuil untuk dewa mana yang sedang dirayakan orang. Pada candi ini, imam akan mengorbankan hewan dan menawarkan mereka kepada dewa.

Kuil untuk menyembah dewa dibangun di seluruh Kekaisaran Romawi. Kuil biasanya selalu mengikuti pola gedung yang sama. Atap segitiga dibentuk dan didukung oleh pilar-pilar besar. Langkah menuju ke pintu utama biasanya dibangun di belakang tiang. Bagian dalam candi akan sangat baik bila dihiasi dan ada patung dewa di dalamnya. Ada juga sebuah altar dimana seorang imam akan melayani dewa dan membuat pengorbanan. Orang-orang yang disebut Augurs juga ditemukan di kuil-kuil. Orang-orang ini menggunakan isi perut dari hewan mati untuk memprediksi masa depan. Bangsa Romawi mengambil prediksi ini sangat serius dan sedikit mengabaikan nasihat dari ahli nujum.

Selain itu, setiap keluarga di rumah juga akan memiliki sebuah altar kecil dan kuil. Bangsa Romawi memiliki dewa rumah tangga pribadi yang disebut Lares, yang disembah setiap hari di rumah. Kuil berisi patung Lares dan kepala rumah tangga memimpin doa keluarga di sekitar kuil setiap hari. Layanan ini dianggap begitu penting, sehingga keluarga budak pun ikut diundang. Hal ini diyakini bahwa sebagian besar Roma lebih tertarik untuk menyenangkan dewa Lares daripada dewa Jupiter.

Triad Capitolina

Jupiter adalah pemimpin para dewa Romawi, seperti halnya Zeus di Yunani. Kemungkinan keduanya berasal dari satu dewa langit Indo-Eropa. Bangsa Romawi kadang melihat Jupiter sebagai bagian dari tiga dewa (Jupiter-Juno-Minerva). Nampaknya mereka memperoleh konsep ini dari bangsa Etruska.

Kristen sebagai Agama Suci Roma

Sebuah keputusan misterius oleh Constantine pada bulan Oktober tahun 312 M, dapat dilihat sekarang sebagai salah satu titik balik besar dalam sejarah. Dia berkemah di utara Roma untuk melakukan pertempuran dengan saingannya, untuk menguasai kekaisaran Barat. Dia memutuskan bahwa anak buahnya akan memakai perisai mereka, simbol Kristen – monogram yang dikenal sebagai Chi-Rho, terbentuk dari dua huruf pertama dari kata Yunani kristus.

Constantine memenangkan pertempuran di Jembatan Milvian. Diakui secara resmi oleh senat sebagai Augustus dari barat, Constantine segera mengambil langkah-langkah untuk mendukung orang-orang Kristen dianiaya. Dia mengembalikan milik gereja yang disita dan menawarkan dana public untuk gereja-gereja yang membutuhkan. Pada tahun 313 M, ia mengatur pertemuan di Milan dengan Licinius. Dia membujuknya untuk mengikuti kebijakan yang sama. Kemudian di tahun itu, dia mengalahkan Licinius, saingannya di Timur. Dia juga menyatakan kebijakan toleransi beragama, menawarkan kompensasi kepada orang-orang Kristen atas kesalahan yang dilakukan kepada mereka.

Gereja pertama: 312-337 M

Bukti konkret status baru Kekristenan terlihat dalam pembangunan gereja pertama. Sampai saat ini, terlepas dari ukuran jemaat Kristen di Roma, ibadah telah dilakukan diam-diam di rumah-rumah pribadi. Beberapa gereja berkembang dari rumah pribadi yang sudah digunakan untuk ibadah, salah satu contohnya SS. Giovani e Paolo di Roma.

Constantine menetapkan tiga gereja penting di Roma. Satu, dimaksudkan untuk menjadi katedral kota, yang berlokasi di samping istana Lateran sendiri – sudah disampaikan kepada orang-orang Kristen sebagai tempat tinggal bagi Paus. Gereja ini adalah St John Lateran.

Dua gereja lainnya dari Constantine di Roma yang dibangun untuk menghormati kota dua martir, Petrus dan Paulus, di situs seharusnya kuburan mereka.Salah satunya adalah di luar kota tua dan disebut S. Paolo fuori le Mura. Yang lainnya, di Vatikan, adalah St.Petrus. Keduanya telah dibangun kembali. 

Ekspansi Teritorial Romawi

Dimulai pada abad ke-3 Masehi, negara Romawi menjalani serangkaian berkepanjangan krisis. Kesenjangan antar daerah lama berdiri diinduksi Kaisar Diocletian (r. 284-305) untuk secara resmi membagi kekaisaran. Namun, lagi-lagi sebentar bersatu kembali oleh Constantine I (r. 306-337), yang juga menjadi salah satu penguasa Kekaisaran Romawi yang paling signifikan. Dia adalah orang pertama Kaisar Romawi untuk masuk agama Kristen. 

Kekristenan telah lama menjadi salah satu dari banyak agama hadir dalam kekaisaran, dan lebih dari tiga abad pertama telah berevolusi dari sebuah sekte Yahudi menjadi sistem yang kompleks keyakinan, meskipun terus mencakup sejumlah arus saingan. 

Konversi Konstantinus dan tindakannya selanjutnya untuk melindungi orang Kristen kerajaan berperan bagi kelangsungan hidup agama dan ekspansi. Pada 313 ia menandatangani Dekrit Milan, menetapkan kebijakan toleransi bagi orang Kristen di Kekaisaran, dan pada 325 ia mengadakan Konsili Nicea, yang dicoba untuk mengembangkan artikel standar iman untuk menyelesaikan sengketa doktrinal di antara orang Kristen. Pada 330 Konstantin membangun kota Konstantinopel di situs kuno kota Yunani, Bizantium, sebagai ibukota utama dari Kekaisaran Romawi, yang kekuasaan perlahan bergeser timur dari Roma.

Pemerintahan Theodosius I (r. 379-395) juga penting bagi Kekaisaran Romawi, karena ia adalah orang terakhir yang memerintah sebuah kerajaan bersatu. Dia bercokol pemisahan antara Kekaisaran Timur dan Barat dalam 395 dengan menetapkan anaknya Arcadius untuk memerintah di Timur, dan putranya Honorius memerintah di Barat. Sejak saat itu sampai jatuhnya Kekaisaran Barat untuk penjajah Jerman di abad ke-5 Masehi akhir, kerajaan yang terpisah. Theodosius juga penguasa pertama untuk menyatakan agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi. 

Pada 451, Konsili Chalcedon membagi dunia Kristen menjadi lima patriarkat, atau wilayah yang akan diawasi oleh bapa bangsa: Roma (yang di kepalai kemudian diasumsikan judul paus), Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia, dan Yerusalem. Ketika penaklukan Islam abad ke-7 membawa tiga terakhir patriarkat bawah kekuasaan Islam, Konstantinopel menjadi kota terkemuka Kristen Timur.Akhirnya pembagian antara gereja Barat, yang berbasis di Roma, dan gereja Timur, berpusat di Konstantinopel, memuncak dalam Skisma Besar tahun 1054, ketika Paus di Roma dan Patriark Konstantinopel dikucilkan sama lain. Hasilnya adalah pembentukan Gereja Katolik di barat, dan Gereja Ortodoks Timur di timur.

Pada abad ke-5 Kekaisaran Barat semakin hancur, dan 476 Romulus Augustus, Kaisar Romawi terakhir di barat, digulingkan oleh pemimpin Jerman, Odovacer. Wilayah timur kekaisaran selamat sebagai negara fungsional.Meskipun upaya untuk merebut kembali blok besar wilayah di barat tidak berhasil, kaisar penduduk di Konstantinopel terus berkuasa atas salah satu kerajaan yang paling kuat di wilayah tersebut.

Kekaisaran Bizantium

Meskipun penguasa, penduduk, dan musuh dari Kekaisaran Timur tahu itu sebagai Kekaisaran Romawi, bahkan setelah runtuhnya Kekaisaran Barat pada 476, telah mendapatkan nama, Kekaisaran Bizantium, dari sejarawan nanti. 

Nama ini didasarkan pada kota Yunani kuno Byzantium, yang menjadi situs untuk Konstantinopel pada 330. Kaisar Justinian (527-565 r.) direklamasi Semenanjung Italia dari Visigoth, membawa orang-orang Kristen bekas Kekaisaran Barat di bawah kekuasaan Bizantium. Ia juga menaklukkan Afrika barat laut dan pesisir Spanyol, sementara membawa sebagian besar Mediterania di bawah kontrol Bizantium. 

The Empire Sassanid di Persia, musuh bersejarah Kekaisaran Romawi, memulai kampanye baru ke wilayah Bizantium pada 610, tahun yang sama bahwa Muslim percaya bahwa Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah, di Mekkah, bahwa ia adalah nabi Islam. 

Dalam 30 tahun ini tiga peradaban – Bizantium, Persia, dan Arab – akan bertabrakan dalam apa yang untuk beberapa cara yang sangat tak terduga, seperti orang-orang Arab Muslim memulai kampanye ekspansi yang cepat yang meruntuhkan Kekaisaran Sassanid dan mengambil petak besar Bizantium wilayah di Afrika Utara dan Mesopotamia. 

Sebagaimana akan kita lihat dalam bab-bab berikut, Kekaisaran Islam dan Bizantium adalah musuh selama berabad-abad. Mereka terus-menerus diperdagangkan wilayah, khususnya di wilayah Asia Kecil yang mengelilingi Konstantinopel. 

Pada tahun 1453, bagaimanapun, kaum Muslim akan akhirnya mengalahkan Kekaisaran Bizantium sepenuhnya, dengan karung Konstantinopel.

C.    Pengetahuan

a)      Pengobatan

Bangsa Romawi pertama kali mempelajari ilmu pengobatan dari bangsa Yunani. Seperti bangsa Yunani, bangsa Romawi percaya pada empat cairan tubuh (empedu hitam, empedu kuning, lender, dan darah) dan metode pengobatan dengan cara pengeluaran darah. 

Dokter Romawi yang paling penting adalah Galenus, yang hidup pada tahun 100-an Masehi dan menulis sebuah buku mengenai pengobatan. Galenus mempelajari bagian dalam tubuh manusia dengan cara memeriksanya langsung. Biasanya dia mengamati tubuh prajurit atau gladiator yang terluka. 

Dan dia membedah banyak hewan untuk mengetahui cara kerja tubuh mereka. Galenus tentunya mengetahui tentang anatomi lebih banyak daripada Hippokrates. 

Galenus memahami bahwa darah dialirkan ke seluruh tubuh oleh jantung. Dan dia sudah mengungkap bahwa saraf mengendalikan gerakan tubuh, dan bahwa manusia berpikir menggunakan otak. Namun dia tidak membuat banyak kemajuan dalam hal metode pengobatan terhadap manusia. Dia masih berpikiran bahwa metode pengeluaran darah adalah cara yang baik.

b)      Angka

Lambang Nilai
I 1
II 2
III 3
IV (atau IIII) 4
V 5
VI 6
VII 7
VIII 8
IX (atau VIIII) 9
X 10
XI 11
XIV 14
XIX 19
XX 20
XXX 30
XL 40
L 50
LX 60
XC 90
C 100
CC 200
CD 400
D 500
DC 600
CM 900
M 1000

Dengan sistem penulisan seperti ini, anak-anak Romawi mengalami kesulitan ketika menghitung perkalian, pembagian, atau penambahan angka dalam jumlah besar. Untuk angka-angka besar, mempergunakan papan hitung atau abacus. Namun, yang banyak melakukan perkalian dan pembagian adalah oleh orang Romawi yang ahli, bukan orang biasa.

c)      Sanitasi

Untuk menyelesaikan masalah penyakit akibat meminum air kotor, banyak kota di Romawi yang dibangun akuaduk untuk menyediakan air bersih dari perbukitan di sekitar kota. Pemerintah juga membangun jamban umum dan saluran pembuangan untuk mengalirkan kotoran dan membuangnya ke sungai.

d)     Pelayaran

Hingga Perang Punisia Pertama, tahun 264 M, bangsa Romawi bukanlah pelaut, dan mereka tidak memiliki angkatan laut. Namun, ketika mereka harus berperang melawan Kartago, orang Romawi belajar cara membuat kapal dengan cara meniru kapal-kapal Kartago. 

Tidak lama setelah itu, Romawi berhasil menaklukan Fenisia dan sejak itu kemampuan pembuatan kapal Romawi merupakan keberlanjutan dari pembuatan kapal Asia Barat. Meskipun angkatan laut Romawi tak lagi terlalu penting, ketika Romawi menguasai seluruh Laut Tengah, ada banyak kapal dagang yang berlayar menjelajahi Laut Tengah. 

Orang-orang yang merancang kapal-kapal itu terus berusaha meningkatkan rancangan kapal selama masa Kekaisaran Romawi. Peningkatan yang paling penting adalah perkembangan berangsur dari layar segitiga, yang pertama kali muncul pada masa akhir Republik, sekitar tahun 50 SM. Layar segitiga ini secara perlahan menggantikan layar segi empat. Layar segitiga ini kini disebut layar “latin” karena diciptakan oleh para penutur bahasa Latin. 

Layar latin memiliki kelebihan karena dapat memanfaatkan angin dengan lebih baik . Dengan menggunakan layar latin, kapal dapat berlayar lebih cepat daripada ketika menggunakan layar segi empat, dan tidak membutuhkan angin yang terlalu kencang untuk membuat kapal melaju.

e)      Ptolomeus
Adalah ilmuwan terhebat pada masanya. Dia membuat dua sumbangan besar bagi ilmu pengetahuan manusia, yang satu bisa dibilang benar dan yang satu bisa dibilang salah. Ptolomeus benar mengenai peta dunianya.  Dia mengikuti Eratosthenes dalam menggunakan garis lintang dan bujur, namun petanya jauh lebih baik daripada peta Eratosthenes. 

Ptolemaios memperkirakan garis pantai pesisir Laut Tengah dan Laut Adriatik dan sebagian besar hasilnya benar, bahkan ke utara sampai sejauh Baltik dan Skandinavia. Asia Barat, Jazirah Arab, dan Teluk Persia juga cukup akurat. Ptolemaios tidak tahu apa yang ada di bagian selatan Afrika, dan dia juga tidak mengetahui Samudra Pasifik, Benua Amerika, ataupun Australia. Gagasannya mengenai India dan Sri Lanka cukup samar, namun dia telah mengetahui Asia Tenggara, dan hasilnya cukup lumayan.

Di lain pihak, Ptolemaios bisa dibilang salah mengenai pendapatnya yang lain. Menurutnya Bumi diam sedangkan matahari, bintang dan bulan bergerak mengelilinginya. 

Ptolemaios tahu bahwa beberapa astronom terdahulu, seperti Aristarkhos, berpendapat bahwa Bumi mengelilingi matahari, namun dia merasa itu tidak mungkin benar. Alih-alih, Ptolemaios mengembangkan penjelasan untuk pergerakan planet dan berasumsi bahwa semua planet lainnya bergerak mengelilingi Bumi. 

Dalam pergerakannya, beberapa planet kadang-kadang mengubah arah dan bergerak ke arah berlawanan untuk sementara – Ptolemaios menyebut ini “gerakan mundur”. Namun kini terbukti bahwa planet-planet hanya terlihat bergerak mundur ketika diamati dari Bumi, pada kenyataanya planet-planet selalu bergerak ke satu arah.

Efesus, Kota Indah yang Dipersembahkan Pada Dewi Artemis

Efesus adalah sebuah kota kuno taraf internasional. Terletak pada muara Kaistros di Asia Kecil. Kira-kira tahun 1000 sebelum Masehi didiami oleh para imigran dari Ionia. Kemudian bisa berkembang menjadi kota perdagangan yang kaya dan bernilai budaya tinggi. Sejak tahun 133 sebelum Masehi menjadi pusat propinsi Romawi di Asia. Kenisah dewi Artemis dengan arca dewi itu termasuk bilangan mujizat dunia sejak dari zaman kuno (Kisah Para Rasul 19:35)

Dalam Kisah Para Rasul 19:35 bagian yang terakhir, dikatakan bahwa para masyarakat Efesus percaya jika patung dewi Artemis turun dari langit, padahal patung-patung tersebut dibuat oleh para tukang-tukang, coba lihat di Kisah Para Rasul 19:24-25.

Di kota Efesus, dipercaya sebagai kota untuk dewi Artemis, bahkan mistik yang menyebar di masyarakat kota ini sudah menjadi sangat kuat dan sangat mendalam, bahkan bisa saja dikatakan bahwa hampir sebagian penduduknya adalah tukang-tukang sihir, dibuktikan dalam pembakaran kitab-kitab sihir yang bernilai super mahal dan super banyak di Efesus. Tempat yang terkenal di Efesus adalah kuil dewi Artemis yang mahabesar.

Dewi Artemis adalah dewi orang-orang Efesus yang kemudian disamakan dengan dewi Artemis orang Yunani dan Diana dari Romawi. Patungnya berupa sebuah tubuh yang berbuah dada banyak dan berkepala seorang wanita, dengan sebongkah batu besar sebagai ganti kaki.
Kuil yang pertama mungkin dibangun sekitar abad yang keenam SM, tetapi belum selesai hingga tahun 400 SM. Ia dibakar sampai rata ke tanah pada tahun 356 SM dan digantikan oleh bangunan yang lebih baru dan lebih besar, 425 kaki kali 225 kaki, yang disokong oleh sumbangan dari seluruh Asia. Ia dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia dan dikunjungi oleh banyak peziarah yang akan beribadat dalam tempat pemujaannya.

Kota Efesus merupakan salah satu daerah pemukiman yang tertua di pantai sebelah barat Asia Kecil dan kota yang paling menonjol di propinsi Romawi di Asia, Kota ini adalah salah satu dari dua belas kota anggota Liga Ioniapada masa Yunani Klasik. Pada masa Romawi, selama bertahun-tahun kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma.
Efesus memiliki populasi sejumlah lebih dari 250.000 orang pada abad ke-1 SM, yang ketika itu menjadikannya sebagai kota terbesar kedua di dunia. Asal mula kota ini tidak pernah diketahui, tetapi dalam abad kedelapan SM ia merupakan wilayah pemukiman yang menonjol dan sudah lama diambil alih oleh bangsa Yunani. Ia terletak sekitar tiga mil dari pantai di tepi Sungai Kayster, yang pada waktu itu dapat dilayari, sehingga Efesus merupakan kota pelabuhan. Lembah Sungai Kayster melandai sampai jauh ke pedalaman hingga digunakan sebagai jalur perjalanan kafilah ke Timur.

Dari Efesus ada jalan- jalan raya yang menghubungkannya dengan semua kota-kota besar lainnya di propinsi itu serta jalur-jalur perniagaan yang menghubungkannya dengan wilayah utara dan timur. Ia merupakan pos yang strategis untuk mengabarkan Injil, karena para pekerja dari Efesus mempunyai hubungan dengan seluruh wilayah pedalaman Asia.

Efesus di Zaman Kuno

Sekitar 650 tahun sebelum masehi, Efesus pernah diserang oleh Cimmerians(masyarakat Indo-Eropa kuno yang mendiami sisi utara Caucacus) yang menjarah Efesus sampai menghabiskan isi dari kuil dewi Artemis
560 tahun sebelum masehi, kota Efesus kembali ditaklukkan oleh Lidia dan berada di bawah pemerintahan raja Croesus, yang memerintah dengan kasar tetapi beliau ikut menyumbang dalam pembangunan kembali kuil dewi Artemis, dan pada waktu yang bersamaan, raja Croesus mengumpulkan penduduk Efesus yang tersebar menjadi satu dan membangun kota Efesus

Efesus di Periode Klasik

Efesus berkembang semakin makmur, tetapi pada saat kota Efesus tertekan oleh pajak yang memberatkan mereka di 498 tahun sebelum masehi, Efesus ikut memberontak bersama dengan persatuan pemberontak di Asia kecil melawan kekuasaan Persia.
Mereka disebut sebagai lonians, dan tidak lama kemudian, Athena dan Sparta ikut dalam penyerangan mereka melawan Persia di 497 tahun sebelum masehi.
Tetapi perang dan penjajahan tidak banyak member efek pada kehidupan warga Efesus, kehidupan di Efesus malah semakin maju dan warga Efesus menjadi salah satu kehidupan manusia yang lebih dulu menghargai wanita setelah suku Amazon.

Efesus di  Periode Hellenistic

334 tahun sebelum Masehi, ketika Alexander Agung mengalahkan Persia, kota-kota yang direbut Persia (Asia kecil dan Yunani) dibebaskan dan keluarga kerajaan dirajam sampai mati. Alexander Agung disambut hangat ketika memasuki kota Efesus dan berniat membiayai pembangunan kuil Artemis yang belum selesai-selesai, tetapi warga Efesus keberatan akan hal itu.
Setelah Alexander Agung mati di 323 tahun sebelum masehi, di 290 tahun sebelum masehi, Efesus dikuasai oleh Alexander Lysimachus
Efesus memberontak setelah kematian Agathocles, memberikan raja Helenistik Suriah dan Mesopotamia Seleukus I Nicator kesempatan untuk menghapus dan membunuh Lysimachus, saingan terakhirnya, pada Pertempuran Corupedium di 281 SM.

Jadi, Efesus menjadi bagian dari Kekaisaran Seleukus. Setelah pembunuhan Raja Antiochus II Theos dan istri nya Mesir, Firaun Ptolemy III menginvasi Kekaisaran Seleukus dan armada Mesir menyapu pantai Asia Kecil. Efesus berada di bawah kekuasaan Mesir antara 263-197 SM.
Ketika Seleukus Antiokhus III Raja Agung mencoba untuk mendapatkan kembali kota-kota Yunani di Asia Kecil, ia datang dalam konflik dengan Roma. Setelah serangkaian pertempuran, ia dikalahkan oleh asiaticus Scipio pada Pertempuran Magnesia di 190 SM. Akibatnya, Efesus berada di bawah kekuasaan raja Attalid dari Pergamon Eumenes II (197-133 SM).

Efesus di Periode Romawi

Di sekitar 88 tahun sebelum masehi, Efesus menjadi salah satu kota di Republik Romawi, pajak semakin meningkat dan tekanan hidup warga Efesus menjadi semakin berat, Efesus menyambut kedatangan Archealus, jendral dari raja Pontus yang diharapkan membawa perubahan, dan hal ini mengakibatkan pembantaian 80.000 warga Roma di daerah Asia dan setiap orang yang diketahui memakai aksen Latin.
Di 27 tahun sebelum masehi, ketika kaisar Augustus memerintah, ia membuat Efesus menjadi kota ibukota menggantikan Pergamus dan membangun kota ini.

Efesus di Era Byzantine

Kaisar Constantine 1 membangun Efesus dan mendirikan pemandian umum yang megah. Efesus tetap menjadi kota penting pada era Byzantine, hal ini didukung pula dengan adanya pelabuhan di Efesus yang menjadi pusat perdagangan

Efesus di Era Turki

Efesus berhasil ditaklukkan pada masa Perang Salib dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Ottoman pada tahun 1390. Efesus diyakini sebagai kota “Seven Sleepers” yaitu orang-orang yang dianiaya akibat percaya pada Tuhan dan memberitakan kabar sukacita atau Firman Tuhan pada jemaat Efesus, kemudian mereka bersembunyi di sebuah gua saat dikejar-kejar musuh dan tertidur selama berabad-abad, kisah ini dianggap suci oleh masyarakat Katolik, Kristen Ortodoks.

Super Power Terbesar dalam Sejarah

Sejarah dunia telah berganti-ganti dari satu penguasa ke penguasa lain. Sejumlah kekaisaran besar dengan kekuasaan luas silih berganti menjadi penguasa di bumi ini. Dan inilah lima kekuatan adidaya paling kuat yang pernah berkuasa di dunia.

Romawi Empire

Kekaisaran Romawi mencapai puncak kekuasaan di abad kedua. Meskipun kekuatannya tidak sejauh India dan China. Tetapi kekuasan Romawi mencakup hampir semua pusat-pusat penduduk utama dan peradaban kuno, termasuk Yunani, Mesir, Levant, Carthage, Anatolia dan Italia. Populasi Kekaisaran Romawi pada puncaknya mencapai sekitar 60 juta, jauh melebihi semua tetangga dan sebagian besar penduduk dunia. Ukuran kekaisaran sebesar ini membuat tidak perlu perdagangan kecuali untuk memperoleh sumber barang mewah (sutra, lapis, rempah-rempah, dupa dan sebagainya).
Kekaisaran juga memiliki dominasi militer atas tetangganya, dengan pengecualian Persia, yang kekuasaannya sama dengan Roma. Legiun Roma pada dasarnya tak terkalahkan dalam pertempuran sengit dengan musuh-musuhnya. Roma akhirnya jatuh bukan karena ancaman eksternal, namun karena perang saudara terus menerus, penghancuran ekonomi dan ketergantungan yang berlebihan pada tentara bayaran.

Mongol Empire

Mongol Empire adalah kerajaan darat terbesar. Kenaikan kekaisaran lebih menakjubkan karena suku Mongol hanya berjumlah tidak lebih dari satu juta tetapi berhasil menaklukkan kerajaan yang ratusan kali lebih besar. Hal ini dicapai melalui taktik yang luar biasa, mobilitas, penggabungan teknologi dan logistik.


Panglima perang Temujin mempesatukan semua suku Mongol pada 1206 ketika berusia 50, dia kemudian diakui sebagai Genghis Khan. Setelah menaklukkan China utara, ia menghancurkan Asia Tengah ketika duta Mongol tewas di sana dianggap sebagai penghinaan pribadi untuk Genghis Khan. Penaklukan berikutnya Asia Tengah 1219-1221 dan Iran dan merupakan salah satu peristiwa yang paling brutal dalam sejarah. Meskipun sejarah kontemporer menyebut angka yang berlebihan yakni mencapai 15-50 juta orang meninggal (sebagian besar penduduk Asia Tengah). Ahli waris Genghis Khan meneruskan dengan menaklukkan sebagian besar Eurasia, termasuk banyak daerah di Timur Tengah, bagian dari Eropa Timur, China dan Rusia. Pada akhirnya, ancaman nyata untuk dominasi Kekaisaran Mongol adalah persaingan antara penguasa dan kekaisaran terpecah-pecah, yang pada gilirannya runtuh atau ditaklukkan. Warisan dari Kekaisaran Mongol hidup dalam kenyataan bahwa 8 persen orang di dunia adalah keturunan dari Genghis Khan.

British Empire

Kerajaan Inggris tumbuh dari kolonial dan usaha perdagangan Inggris pada abad ke-18, dan pada awal abad ke-20,  telah menjadi kerajaan terbesar dalams ejarah, meliputi seperempat wilayah dunia. Pada puncaknya, lebih seperlima dari populasi dunia tinggal di dalamnya.
Tidak seperti kerajaan besar sebelumnya, dasar kekuasaan Inggris adalah angkatan lautnya, yang bisa digunakan untuk menyerang jauh dan luas. Hal ini memungkinkan Inggris untuk menegakkan kebebasan navigasi dan menentang perbudakan dan pembajakan, membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman. Alih-alih ingin mengontrol wilayah pedalaman yang luas untuk sumber daya, kekaisaran cukup melakukan kontrol atas terusan Suez, Malaka, Aden, Hormuz, Gibraltar semua Inggris. Hal ini membuat Inggris sangat kaya.
Kerajaan Inggris itu sangat beragam dan termasuk wilayah di semua benua di dunia. Lebih daripada kerajaan lain, memerintah populasi yang heterogen, memberikan waktu untuk berkembang dan cara-cara yang sempurna untuk memerintah beberapa daerah baik secara langsung atau melalui penguasa lokal. Pemerintahan Inggris memperluas ke tempat-tempat yang berbeda seperti India, Mesir dan Kanada.

Uni Soviet

Negara dengan ukuran dan sumber daya dari Uni Soviet tak terelakkan akan menjadi negara adidaya. Uni Soviet mewarisi sebagian besar penduduk dan wilayah Kekaisaran Rusia, sebuah kerajaan yang telah tumbuh begitu besar melalui penaklukan sehingga disebut “prison of nations.” Atau “penjara negara.” Dasar kekuasaan Soviet adalah ukuran yang sangat besar yang membuatnya sulit untuk dilumpuhkan dalam perang, termasuk oleh Hitler.
Daratan luas dengan sumber daya alam besar dan didukung oleh kekuatan militer yang juga sangat kuat. Militer Uni Soviet, didukung oleh senjata nuklir, adalah raksasa yang tak terbendung melalui pertempuran konvensional. Keuntungan geografis Uni Soviet juga menyebabkan banyak orang di Barat takut, berdasarkan teori geopolitik Heartland, siapa pun mengendalikan jantung Eurasia bisa mengontrol Eurasia dan akhirnya mengkontrol dunia.
Kekuasaan Soviet terus tumbuh semakin besar karena obsesi dengan keamanan. Dengan demikian, tentara Soviet terus bergulir dan untuk menjaga musuh mereka jauh perbatasan mereka. Hal ini memuncak di pendudukan Soviet di Eropa Timur dan sebagian besar Asia Timur Laut.

Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi negara adidaya global pertama dalam masa setelah Perang Dunia II. Pada akhir perang itu, Amerika adalah rumah bagi setengah dari PDB dunia, yang belum pernah terjadi dan belum tertandingi hingga sekarang. Selama empat dekade, Uni Soviet menyaingi tapi Amerika Serikat selalu kuat karena ekonomi, geografi dan aliansi. Sejak jatuhnya Uni Soviet, militer dan teknologi, telah menikmati domaniasi hampir total di udara dan laut, serta darat.
Amerika Serikat menggabungkan beberapa fitur terbaik dari negara adidaya sebelumnya. Mengontrol wilayah yang kaya sumber daya seperti yang dilakukan Uni Soviet dan memiliki militer yang kuat yang dapat mendatangkan malapetaka pada jumlah musuh-musuhnya seperti Mongol. Seperti Roma, Amerika benar-benar tidak memiliki saingan militer. Amerika memiliki angkatan laut yang luar biasa yang dapat mengakses semua rute laut utama dunia. Strategi yang pernah dilakukan Inggris
Namun, kita harus ingat semua negara adidaya yang pernah ada runtuh karena beberapa masalah internal . Bahkan negara adidaya terbesar, tidak peduli seberapa dominan ekonomi dan militer, hal ini harus diingat.
Selain lima terbesar itu Kekaisaran Ottoman, Kekaisaran Persia, Kekaisaran Spanyol, Kekaisaran Arab, Kekaisaran Maurya dan Dinasti Tang juga pernah menjadi kekuasaan dominan di dunia..

Sep 28, 2016

Kolosseum

Ketika Wespasianus menjadi kaisar pada tahun 69 SM, dia ingin menunjukkan bahwa dia peduli pada rakyat, jadi dia meruntuhkan sebagian dari Istana Emas Nero dan menjadikan lahannya sebagai taman umum. Wespasianus juga membangun sebuah amfiteater baru. Amfiteater ini dibangun dari beton, marmer, dan batu kapur. Amfiteater ini dulu diberi nama Amfiteater Wespasianus, tapi kini dikenal sebagai Kolosseum, karena di dekatnya ada patung Nero yang disebut Kolossus. Kolosseum sangatlah terenal di Romawi.

Di Kolosseum, orang-orang duduk dan menyaksikan pertunjukkan. Yang diperlihatkan biasanya adalah pertarungan manusia melawan manusia dan manusia melawan hewan. Di bagian bawah lantainya ada ruangan besar untuk menyimpan hewan, peralatan, dan berbagai benda untuk pertunjukan. Kini sebagian kursinya telah hilang, dan lantainya juga sudah tidak ada.