Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Jan 30, 2014

Yahudi Keturunan yang Cerdas

Hasil penemuan Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu "Mengapa Yahudi Pintar ?" Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar ? Mengapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis PhD-nya. Sekedar untuk anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun karena harus mengumpulkan data-data yang tepat.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang istri sedang mengandung, sang ibu akan lebih sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan, kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya"Apakah ini untuk anak mu ?” Lalu dia menjawab,"Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan, sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. tengah hari makanan utama nya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan, menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung, menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengkonsumsi pil minyak ikan. Ketika diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, begitu Stephen menceritakan. pada setiap undangan yang sama saya perhatikan mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet) ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan tidak ada daging, ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja, menurut keluarga Yahudi campuran ikan&daging tdk bagus di makan bersama, salad&kacang harus, terutama kacang badam. Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama, jangan terperanjat jika anda diundang ke rumah Yahudi anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi/roti) dahulu kemudian buah-buahan akan menyebabkan merasa mengantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Di Israel merokok adalah tabu, apabila anda diundang makan dirumah Yahudi jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka, menyuruh anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusak sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh) suatu penelitian dari ilmuwan gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas, rata-rata mereka memahami tiga bahasa yakni : Hebrew, English, dan bahasa Arab. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain biola dan piano, ini adalah suatu kewajiban.

Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ, sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Menurut para ilmuwan Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak, tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi diajari matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatannya, Stephen mengatakan "jika dibandingkan dengan anak-anak di California dalam tingkatan IQ-nya, bisa saya katakan 6 tahun ke belakang!!"

Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi, selain dari pelajaran tadi, olah raga juga menjadi kewajban mereka. Olah raga yang diutamakan menurut teman Yahudinya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih fokus otak. Di samping itu menembak adalah bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tingkat menengah. Di sini murid-murid di perdalam dengan pelajaran sains. Mereka di dorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadang kelihatannya lucu & memboroskan tetapi di teliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang diberi keutamaan adalah fakultas ekonomi, saya sungguh terperanjat melihat begitu agresif & seriusnya mereka belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Anda hanya akan dinyatakan lulus jika team anda (10 orang setiap kelompok) berhasil mendapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta. Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan pada teori Stephen adalah melahirkan anak & keturunan yang cerdas adalah keharusan, tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalam, bahkan mungkin perlu proses melewati beberapa generasi.

Jan 29, 2014

Kehidupan Seks di Romawi Kuno

Kehidupan seksual orang Romawi kuno banyak mengadopsi cara orang Yunani. Gaya berhubungan seks paling dasar orang Romawi kuno adalah sang pria mendominasi, sedangkan sang wanita menyerah pasrah. Orang Romawi kuno juga senang mencari dan membeli segala bentuk kesenangan seksual.

Akan ada masalah besar jika melibatkan pria Romawi, yaitu bila menjalin hubungan seksual dengan keturunan kerajaan atau berhubungan seksual dengan istri atau anak perempuan maupun anak laki-laki dari keluarga terpandang di Roma, selain itu bukan menjadi masalah untuk melakukan seks.

Pria Roma juga memperlakukan budak sebagai objek seksual. Bagi mereka, seorang budak tidak lebih dari sekedar property yang dapat mereka gunakan sesukanya. Hal ini berlaku bagi budak pria maupun wanita.

Reformasi moralitas terjadi ketika Kaisar Agustus dimahkotai sebagai seorang Kaisar pada tahun 27 sebelum masehi. Pada masa pemerintahannya membatasi eksploitasi seks dalam permainan politik pemerintahannya.

Dalam 40 tahun masa perang saudara Kaisar Agustus membersihkan rumah-rumah bordil. Dan juga menyalahkan 50 tahun pemerintahan sebelumnya yang tak bermoral. Kemudian membuat peraturan bahwa tindakan penyelewengan seks adalah bentuk kriminalitas.

Peraturan moral ini sangat membatasi libido pria Roma waktu itu. Angka penyelewengan menurun drastis, angka kelahiran yang terkontrol, menjamin kelangsungan pemerintahan roma yang lebih baik untuk masa mendatang. Apakah semuanya berjalan dengan baik ? Ternyata tidak. Hal ini menimbulkan masalah lainnya. Yaitu angka perceraian naik drastis, sedangan angka kelahiran menurun tajam. Pria Roma menjadi enggan berkeluarga dan mereka tidak mempunyai anak.

Melihat fenomena ini akan membawa Roma ke gerbang kehancuran, Kaisar Agustus memperkenalkan suatu program baru tentang nilai-nilai keluarga. Kaisir Agustus melakukan pemaksaan kasar namun tampak halus, yaitu dengan memanfaatkan pajak.

Bagi mereka yang memutuskan berkeluarga dan mempunyai anak akan mendapat keringanan pajak. Namun program reformasi moralitas ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, pria Roma tetap mengikuti pola lama mereka, hidup membujang dan enggan berkeluarga.

Kebebasan berhubungan seks telah mendarah daging di dalam tubuh pria roma dan tidak terkecuali wanita roma. Wanita roma, terutama wanita dari kedudukan terpandang, adalah wanita yang tidak malu melakukan penyelewangan seksual demi mendapat kepuasan. Tercatat dalam sejarah seorang wanita roma pernah memiliki delapan suami dalam 5 musim dingin.

Hal yang sama juga terjadi pada anak perempuan Kaisar Agustus sendiri. Julia putri Kaisar Agustus, meski telah bersuami dan mempunyai banyak anak, sering berganti pasangan tidur dengan kekasih-kekasih gelapnya. Namun, satu hal yang mengagetkan masyarakat roma adalah semua anak-anaknya mirip dengan suaminya dan tak satupun yang mirip dengan selingkuhannya. Apa rahasianya? Ternyata dalam pengakuan Julia, dia selalu memastikan dirinya hamil dulu dengan suaminya sebelum tidur dengan pria lainnya, sebuah ide yang cemerlang.

Seiring dengan berjalannya waktu, seks kembali popular di Roma di abad pertama dan kedua setelah masehi, dan ekonomi Roma kembali membaik. Namun pada abad ketiga, kekaisaran Romawi mulai terguncang oleh invasi kaum barbar.

Pada masa ini, Kaisar Konstantin, kaisar yang memerintah mulai menyelaraskan diri dengan gereja kristiani yang mulai menyebar. Kaum roma melihat bahwa kekaisaran mereka semakin mengalami kemunduran. Ajaran kristiani sedikit banyak mempengaruhi pola pikir kekaisaran Roma dari prospek di dunia ini, dengan prospek didunia mendatang. Akhirnya, kekaisan Romawi tumbang pada tahun 410 sesudah masehi.

Di era yang sama, Jerome dan Degustan meletakan pondasi dasar bagi gereja kriastiani dalam melihat seks dan seksualitas dalam kehidupan manusia. Santo Degustan, sewaktu muda juga seperti pria roma pada umumnya, menikmati kebebasan seks dalam kehidupannya. Namun setelah dia menerima kristen dalam hidupnya, cara pandangnya terhadap seks menjadi berubah.

Pondasi dasar yang diletakkan tentang ajaran seks yang selaras dengan kristiani secara perlahan-lahan dapat diterima di dunia barat, sementara kebebasan seksual dari para leluhur perlahan-lahan memudar ke masa lampau.

Beberapa ribuan tahun kemudian, kehibupan manusia menjadi semakin beradab. Tidak ada lagi perbudakan sex dan masalah sex semakin terkunci rapat diseluruh belahan bumi ini namun pasa suatu saat nanti, terjadi titik balik yang sangat dashyat, tentang perkembangan industrialisasi sex.

Manusia Purba

1. Manusia Purba

Manusia purba adalah manusia yang hidup sebelum ditemukannya tulisan.

2. Jenis Manusia Purba di indonesia

a. Pithecantropus atau manusia kera, meliputi :

            Pithecantropus Robustus

            Pithecantropus Soloensis
            Pithecantropus Erectus
            pithecantropus Dubois

b. Hom sapiens, manusia yang sudah cerdas ditemukan oleh Von Rietschoten

c. Megantropus Palaeojavanicus, ditemukan oleh Von Koningswald di Sangiran

3. Jenis manusia purba di luar Indonesia

Sinantropus Pekinensis di Cina
Homoheidel Bergensis dan Homo Neander Thalensis di Jerman
Grimaldi dan Cro magnon di Perancis
Pittdown dan Susscexs di Inggris
Homo Afrikanus di Afrika
4. Zaman Kehidupan Manusia Purba
  1. Zaman Palaeolitikum (batu Tua)
    Pola hidupnya adalah Nomaden, food gathering, berburu dengan alat yang masih sederhana, seperti kapak genggam, flakes, chopper pendukung kebudayaan ini adalah kebudayaan pacitan dan ngandong
  2. Zaman Mezolitikum (batu tengah)
    Pada zaman ini mulai dikenal kehidupan yang menetap, adapun pendukung kebudayaan ini adalah kebudayaan Bachon Hoabinh dan kebudayaan Roala.
  3. Zaman Neolitikum (batu baru)
    Pada masa ini kehidupan sudah menetap peralatan dari batu sudah halus. Zaman ini merupakan perubahan besar dari Food gathering ke food producing, juga kehidupan golongan royong serta bercocok tanam semakin berkembang
  4. Zaman Megalitikum (batu besar)
    Pada masa ini sudah mulai dikenal kepercayaan Dinamisme dan Animisme. Adapun benda-benda peninggalan zaman ini adalah bangunan menhir, dolmen, sarkofagus, waruga dan punden berundak, yang semua itu terbuat dari batu besar.
  5. Zaman Logam
    Pada masa ini sudah dikenal benda-benda dari logam dengan teknik yang tinggi. hasil peninggalan kebudayaan ini, antara lain : kapak corong, nekara, bejana, manik-manik dan peerhiasan.

5. Peradaban-peradaban Tertua di Dunia

1. Kebudayaan sungai besar, meliputi :

        Mesir Kuno dengan sungai Nil

        Mesopotamia dengan sungai Eufrat dan Tigris
        India dengan kebudayaan sungai Gangga dan Indus
        Cina dengan kebudayaan sungai Huang Ho

2. Kebudayaan pantai, pedalaman dan kepulauan

        Kebudayaan Funisia, kebudayaan peninggalan yang terkenal adalah huruf abjad yang terdiri dari 22 huruf atau lambang dan menjadi huruf latin sampai sekarang

        Kebudayaan Ibrani/Yahudi, puncak kejayaannya pada nabi Daud dan nabi Sulaiman
        Kebudayaan tertua di Amerika, pendukung kebudayaan ini adalah peradaban Inca, Maya dan Aztec.

3. Kebudayaan Persia

Raja yang terkenal adalah Darius Agung dan Wilayahnya meliputi Persia, Mesopotamia, Asia kecil dan Mesir. kepercayaan orang Persia disebut Zoroatrinisme.

4. Kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno

Pada masa kebudayaan kuno ini berkembang ada 3 polis yang terkenal yaitu Athena, Spartha dan Thebe. pada masa raja Iskandar Zulkarnaen wilayah kekuasaan dikenal dengan Helenisme, yaitu kebudayaan perpaduan yunani dengan daerah taklukannya.

6. Renaissance dan Humanisme

1. Renaissance dan tokoh-tokohnya

Renaissance diartikan sebagai kelahiran kembali kebudayaan-kebudayaan romawi dan yunani. Humanisme adalah aliran yang bertujuan mempelajari bahasa dan kebudayaan yunani dan Romawi kuno untuk kepentingan manusia. tokohnya yaitu Leonardo Da Vinci, Michael Agelo,dll

2. Keadaan susudah Renaissance dan akibatnya

            adanya Reformasi yang dilakukan oleh Marthin Luther (1483 – 1546), kemudian diikuti oleh Calvin dan Swingly dengan keberaniannya mengecam keburukan Gereja dan Raja.

            Ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang pesat yang didukung oleh kaum Humanis, serta tidak takut lagi terhadap pihak gereja
            Bidang sosial dan masyarakatan, yaitu munculnya golongan Borjuis, negara-negara kerajaan nasional agama nasrani serta kebudayaan klasik barat berkembang secara berimbang. Dengan adanya Renaisance dan Humanisme yang berkembang di Eropa abad pertengahan menjadikan suatu tongkat baru bagi perkembangan sejarah Eropa

Mempercayai Alkitab

Mengapa Saudara dapat mempercayai Alkitab?
Bagaimana kita tahu bahwa alkitab yang kita miliki sekarang dapat dipercaya?

Alkitab dinyatakan sebagai cara unik Tuhan untuk berkomunikasi dengan manusia. Milyaran orang hidup berdasarkan pesan-pesannya. Jutaan mati untuknya.

Dapatkah seseorang yang cerdas percaya pada Alkitab?

Ya. Alkitab bukanlah sebuah buku dongeng. Tidak seperti buku rohani yang lain, Alkitab tidak meminta iman buta. Bermacam-macam kategori bukti mendukung keakuratan sejarah Alkitab sama bagusnya dengan klaimnya terhadap kepenulisannya yang bersifat keTuhanan.

  • Sejarah kuno mendukung keakuratan Alkitab sebagai suatu catatan sejarah.
  • Kitab-kitab Injil menyediakan bermacam cerita-cerita yang terpercaya mengenai kehidupan Yesus.
  • Ilmu Arkeologi menyokong cerita Alkitab.
  • Teks ilmu pengetahuan menegaskan bahwa kitab-kitab dalam Alkitab tidak berubah sejak pertama kali ditulis.

Apakah sejarah kuno sepaham dengan Alkitab?

Jika Alkitab adalah pesan Tuhan pada kita, kita seharusnya berharap versi sejarahnya akurat. Alkitab memang akurat.

Contohnya, Alkitab melaporkan bahwa Yesus dari Nazaret menunjukkan banyak mujizat, dieksekusi oleh Romawi, dan bangkit dari kematian. Banyak ahli sejarah kuno membenarkan cerita Alkitab dari kehidupan Yesus dan para pengikutNya:

Cornelius Tacitus (55-120 M), seorang sejarawan Romawi dari abad pertama, dianggap sebagai satu dari sejarawan yang paling akurat dari dunia kuno.1 Sebuah kutipan dari Tacitus mengatakan bahwa Kaisar Romawi, Nero "menimbulkan penganiayaan-penganiayaan yang paling hebat pada suatu kelompok masyarakat....yang disebut orang Kristen...Christus (Kristus), yang dari Dialah sebutan itu berasal, menderita hukuman yang paling ekstrim selama pemerintahan Tiberius salah satu procurator kita, Pontius Pilatus..."2

Flavius Josephus, seorang sejarawan Yahudi (38-100+ M), menulis tentang Yesus dalam peninggalan kuno Yahudinya. Dari Josephus, "Kita belajar bahwa Yesus adalah seorang bijak yang melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa, banyak mengajar, memenangkan banyak pengikut dari orang Yahudi dan Yunani, dipercaya sebagai Mesias, dituduh oleh para pemimpin orang Yahudi, disalibkan oleh Pilatus, dianggap telah bangkit."3

Suetonius, Pliny the Younger, dan Thallus juga menulis tentang penyembahan dan penganiayaan orang Kristen yang konsisten dengan cerita perjanjian Baru.

Bahkan Kitab Taurat Yahudi, dengan pasti tidak berprasangka terhadap Yesus, setuju mengenai kejadian-kejadian penting dalam hidupNya. Dari kitab Taurat, "kita tahu bahwa Yesus tidak menikah, mengumpulkan murid-murid, membuat klaim-klaim yang bersifat menghujat Tuhan pada diriNya, dan mengerjakan mujizat-mujizat, namun mujizat-mujizat ini dianggap ilmu sihir."4

Ini adalah sungguh-sungguh informasi mengingat bahwa kebanyakan sejarawan kuno berfokus pada para pemimpin politik dan militer, tidak pada para rabi tak dikenal dari provinsi yang jauh dari kekaisaran Romawi. Namun para sejarawan kuno (Yahudi, Yunani, dan Romawi) menegaskan kejadian-kejadian penting yang ditampilkan dalam perjanjian baru, walaupun mereka bukanlah para pemercaya itu sendiri.

Apakah cerita-cerita Injil mengenai Yesus dapat dipercaya?

Para sejarawan sekuler mencatat fakta-fakta umum dari hidup Yesus, namun teman-teman dekatNya membuat laporan-laporan yang lebih detil berdasarkan kesaksian langsung. Disebut 4 Injil, empat buku pertama dari perjanjian baru. Bagaimana kita dapat yakin bahwa biografi-biografi mengenai Yesus ini akurat?

Ketika para sejarawan mencoba menentukan apakah suatu biografi dapat dipercaya, mereka bertanya, "seberapa banyak sumber-sumber lain melaporkan detil-detil yang sama tentang orang ini?" Inilah cara kerjanya. Bayangkan saudara sedang mengumpulkan biografi-biografi dari Presiden John F. Kennedy. Saudara menjumpai banyak gambaran tentang keluarganya, pemerintahannya, cara dia menangani krisis misil Kuba, dan hampir semua biografi melaporkan fakta-fakta yang sama. Namun, bagaimana jika saudara menjumpai satu biografi yang melaporkan bahwa John F. Kennedy pernah hidup 10 tahun sebagai pendeta di Afrika Selatan? Biografi-biografi yang lain menyatakan dia berada di Amerika Serikat pada waktu itu; seorang sejarawan yang berakal sehat akan setuju dengan cerita-cerita yang saling menyetujui satu sama lain.

Mengenai Yesus orang Nazaret, apakah kita menjumpai bermacam biografi yang melaporkan fakta-fakta yang sama tentang hidupNya? Ya. Ketika biografi-biografi tersebut tidak berlebihan menampilkan semua informasi yang, keempat Injil menceritakan dengan pokok-pokoknya cerita yang sama:


Dua dari kitab-kitab Injil ditulis oleh Rasul Matius dan Yohanes, orang-orang yang mengenal Yesus secara pribadi dan berkelana denganNya selama lebih dari 3 tahun. Dua kitab lainnya ditulis oleh Markus dan Lukas, teman-teman dekat dari para Rasul. Penulis-penulis ini mempunyai akses langsung pada fakta-fakta yang mereka catat. Gereja mula-mula menerima ke-empat Injil karena kitab-kitab tersebut setuju dengan pengetahuan umum mengenai hidup Yesus.

Masing-masing dari penulis 4 Injil membuat suatu cerita yang sangat detil. Seraya saudara berharap dari bermacam-macam biografi dari seseorang yang sungguh ada, ada variasi dalam gaya penulisan namun sama dalam fakta-fakta. Kita tahu bahwa para penulis tidak membuatnya begitu saja, karena Injil-Injil memberikan nama-nama geografis yang spesifik dan detil-detil kultural yang telah ditegaskan oleh para sejarawan dan arkeolog.

Kata-kata tercatat dari Yesus meninggalkan banyak topik yang gereja mula-mula mungkin memiliki sebuah pernyataan mengenaiNya. Hal ini menunjukkan bahwa para penulis biografi jujur, tidak meletakkan kata-kata pada mulut Yesus untuk mencocokkan dengan kepentingan-kepentingan mereka.

Apakah Alkitab telah berubah dan rusak dalam perjalanannya?

Beberapa oaring berpikiran bahwa Perjanjian Baru telah diterjemahkan "berkali-kali" sampai Perjanjian Baru telah rusak dalam proses penerjemahannya. Jika penerjemahan-penerjemahan itu dibuat dari terjemahan-terjemahan yang lain, akan timbul masalah. Namun terjemahan-terjemahan tersebut dibuat langsung dari teks-teks sumber Yunani, Ibrani, dan Aramik yang asli berdasarkan ribuan manuskrip kuno.

Sebagai contoh, kita tahu bahwa Perjanjian Baru yang kita miliki sekarang adalah benar dari bentuknya yang asli karena:

     1. Kita memiliki sejumlah besar salinan manuskrip--lebih dari 24.000
     2. Salinan-salinan tersebut saling membenarkan satu sama lain, kata per kata, 99.5 % akurat
     3. Tanggal-tanggal pada manuskrip-manuskrip ini sangat dekat dengan data dari tulisan-tulisan aslinya (lihat link pada akhir bagian ini)

Ketika seseorang membandingkan teks salah satu manuskrip dengan yang lain, kesesuaiannya menakjubkan. Kadang-kadang ejaannya mungkin bervariasi, atau kata-kata mungkin diubah, namun hal itu hanyalah konsekuensi kecil. Mengenai urutan kata, Bruce M. Metzger, Professor Emeritus pada Princeton Theological Semionary menjelaskan: "suatu perbedaan yang amat besar dalam bahasa inggris jika anda berkata, 'Anjing menggigit orang' atau 'orang menggigit anjing'--urutan sangat penting dalam bahasa inggris. Namun dalam bahasa Yunani tidak. Suatu kata berfungsi sebagai subjek dari kalimat tanpa mempedulikan dimana kata itu berada pada rangkaian kata."5

Dr. Ravi Zacharias, seorang professor tamu pada Oxford University, juga berkomentar: "dalam istilah-istilah riil, Perjanjian Baru dengan mudah dibuktikan sebagai tulisan kuno terbaik dalam hal jumlah dokumen saja, jangka waktu antara kejadian-kejadian dan dokumentasi-dokumentasinya, dan variasi dokumen yang tersedia untuk menyokong atau menyangkalnya. Tidak ada bukti manuskrip kuno untuk menandingi ketersediaan dan integritasnya."6

Perjanjian Baru adalah dokumen kuno kemanusiaan yang paling terpercaya. Integritas isinya lebih pasti daripada tulisan-tulisan Plato atau Illiad karya homerus. Untuk suatu perbandingan dari Perjanjian Baru dengan tulisan-tulisan kunao yang lain, klik disini.

Perjanjian lam juga luar biasa terjaga. Terjemahan-terjemahan modern kita ditegaskan oleh sejumlah besar manuskrip kuno baik dalam bahasa Ibrani maupun Yunani, termasuk penemuan gulungan Laut Mati pada pertengahan abad 20. Gulungan-gulungan ini memegang fragmen-fragmen tertua yang pernah ada dari hamper semua kitab-kitab Perjanjian Lama, Tertanggal dari 150 SM. Kesamaan dari manuskrip-manuskrip gulungan laut Mati dengan salinan-salinan tangan yang dibuat bahkan 1000 tahun sesudahnya adalah bukti dari kehati-hatian para penulis Ibrani kuno dalam menyalin tulisan-tulisan itu.

Apakah Ilmu Arkeologi mendukung Alkitab?

Ilmu Arkeologi tidak dapat membuktikan bahwa Alkitab adalah kata-kata Tuhan yang tertulis pada kita. Bagaimanapun, ilmu Arkeologi dapat (dan mampu) membenarkan keakuratan sejarah Alkitab. Para Arkeolog telah secara konsisten menemukan nama-nama pegawai pemerintahan, raja-raja, kota-kota, dan perayaan-perayaan yang disebutkan dalam Alkitab--kadang-kadang ketika para sejarawan tidak berpikir orang-orang atau tempat-tempat itu pernah ada. Sebagai contoh, Injil Yohanes bercerita tentang Yesus menyembuhkan seorang lumpuh dekat kolam Bethesda. Teksnya bahkan menggambarkan lima serambi (gang) menuju ke kolam. Para sarjana tidak berpikir bahwa kolam itu ada, sampai para arkeolog menemukannya 40 kaki dibawah tanah, lengkap dengan 5 serambinya.7

Alkitab memiliki sejumlah besar detil sejarah, jadi tidak semua yang disebutkannya sudah bisa ditemukan dengan ilmu arkeologi. Bagaimanapun juga, tidak satupun penemuan arkeologi bertentangan dengan apa yang dicatat Alkitab.8

Sebaliknya, reporter berita Lee Strobel berkomentar tentang kitab Mormon: "Arkeologi berulang kali gagal untuk membenarkan klaim-klaimnya tentang kejadian-kejadian yang dianggap terjadi lama dahulu di Amerika. Saya ingat untuk menulis kepada Smithsonian Institute untuk meminta keterangan tentang bilamana pernah ada bukti apapun yang mendukung klaim-klaim Mormonisme, hanya untuk dikatakan dalam istilah-istilah tegas bahwa para arkeolognya menjumpai 'tidak ada hubungan langsung antara arkeologi dunia baru dan subyek penting dari kitabnya."' Para arkeolog tidak pernah menemukan lokasi kota-kota, orang-orang, nama-nama, atau tempat-tempat yang disebutkan oleh kitab Mormon.9

Banyak tempat-tempat kuno yang disebutkan oleh Lukas, dalam Kisah para Rasul dalam Perjanjian Baru, telah berhasil diidentifikasi dengan arkeologi. "Secara total, Lukas menyebutkan 32 negara, 54 kota, dan 9 pulau tanpa kesalahan."10

Arkeologi juga telah menyangkal banyak teori dengan dasar lemah mengenai Alkitab. Contohnya, sebuah teori yang masih diajarkan di beberapa perguruan tinggi saat ini menyatakan bahwa Musa tidak mungkin menulis kitab Pentateuch (5 kitab pertama alkitab), karena tulisan belum ditemukan pada masanya. Kemudian para arkeolog menemukan Black Stele. "memiliki huruf-huruf berbentuk paku dan memuat hukum-hukum yang terperinci dari Hammurabi. Apakah itu ada setelah Musa? Tidak! Itu adalah Pra-Musa; tidak hanya itu, tapi juga pra-Abraham (2000 SM). Mendahului tulisan-tulisan Musa paling tidak 3 abad."11

Suatu penemuan arkeologi lain yang utama menegaskan satu alfabet awal dalam penemuan Tablet Ebla di bagian utara Syria pada 1974. 14000 lembaran-lembaran tanah liat ini dianggap dari sekitar 2300 SM., beratus tahun sebelum Abraham.12 Lembaran-lembaran itu menggambarkan budaya lokal yang sama pada apa yang dicatat dalam kejadian pasal 12-50. Arkeologi secara konsisten menegaskan keakuratan sejarah dan Alkitab.

Apakah ada penyangkalan-penyangkalan dalam Alkitab?

Sementara beberapa orang mengklaim bahwa alkitab penuh dengan penyangkalan-penyangkalan, pendeknya hal ini tidak benar. Jumlah dari penyangkalan-penyangkalan yang nyata sebenarnya sangat kecil untuk suatu kitab seukuran jangkauan seperti Alkitab. Perbedaan-perbedaan yang jelas yang ada lebih mencurigakan daripada kesalahan. Hal-hal itu tidak menyentuh sedikitpun pada kejadian-kejadian penting atau tulisan-tulisan iman.

Ini adalah sebuah contoh dari sesuatu yang disebut kontradiksi. Pilatus memerintahkan bahwa satu tanda harus diletakkan pada salib dimana Yesus tergantung. Tiga Injil mencatat apa yang tertulis pada tanda itu:

     Dalam Matius: "Inilah Yesus, Raja orang Yahudi"
     Dalam Markus: "Raja orang Yahudi"
     Dalam Yohanes: "Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi"

Pemakaian katanya berbeda, itulah pertentangan yang muncul. Sesungguhnya, ketiga penulis menggambarkan kejadian yang sama-Yesus disalibkan. Pada hal ini mereka semua setuju. Mereka bahkan mencatat bahwa suatu tanda telah diletakkan pada salib, dan arti dari tanda itu sama pada ketiga ceritanya!

Bagaimana dengan penggunaan kata yang sebenarnya? Dalam versi Yunani asli dari Injil, mereka tidak menggunakan suatu symbol kutipan seperti yang kita lakukan saat ini untuk menandai suatu kutipan langsung. Penulis-penulis Injil membuat suatu kutipan tidak langsung, yang akan bercerita untuk perbedaan-perbedaan yang tak kentara dalam pesan-pesannya.

Ini adalah contoh lain dari sebuah pertentangan nyata. Apakah Yesus tinggal selama 2 malam atau 3 malam dalam makam sebelum kebangkitanNya? Yesus berkata, sebelum penyalibanNya, "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Matius 12:40). Markus mencatat suatu pernyataan lain yang Yesus buat, "kata-Nya: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit." (Markus 10:33,34)

Yesus dibunuh pada hari Jumat dan kebangkitan dijumpai pada hari Minggu. Bagaimana hal itu dapat menjadi 3 hari dan 3 malam dalam makam? Itu adalah suatu gaya bahasa Yahudi pada masa Yesus untuk menghitung banyak bagian dari suatu siang atau malam sebagai satu hari dan malam penuh. Jadi Jumat, Sabtu, Minggu akan disebut 3 hari dan 3 malam dalam budaya Yesus. Kita berbicara dengan cara yang sama sekarang--jika seseorang berkata, "Saya berbelanja seharian" kita paham bahwa orang itu tidak bermaksud berkata 24 jam.

Hal ini adalah tipikal dari pertentangan nyata dalam Perjanjian Baru. Kebanyakan dipecahkan oleh suatu penjelasan pemeriksaan lebih dekat pada teks itu sendiri atau dengan mempelajari latar belakang sejarah.

Siapa yang menulis Perjanjian Baru? Mengapa tidak menerima Apokripa, Injil Yudas, atau Injil Tomas?

Ada alasan-alasan kuat untuk percaya pada daftar kitab-kitab Perjanjian Baru pada masa sekarang. Gereja menerima kitab-kitab Perjanjian Baru hampir sesegera setelah kitab-kitab itu ditulis. Penulis-penulisnya adalah sahabat-sahabat Yesus atau pengikut-pengikutNya yang baru, orang-orang yang Yesus percayakan kepadanya kepemimpinan gereja mula-mula. Penulis Injil Matius dan Yohanes adalah beberapa pengikut Yesus yang paling dekat. Markus dan Lukas adalah rekan-rekan para Rasul, yang memiliki akses kepada cerita-cerita para Rasul tentang hidup Yesus.

Penulis-penulis Perjanjian Baru yang lain memiliki akses yang dekat juga pada Yesus; Yakobus dan Yudas masih saudara Yesus yang semula tidak percaya padaNya. Petrus adalah salah satu dari 12 Rasul. Paulus mulai sebagai pembenci orang Kristen, namun dia menjadi seorang rasul setelah dia mendapat suatu penglihatan Kristus. Dia juga berkomunikasi dengan rasul-rasul yang lain.

Isi kitab-kitab Perjanjian Baru serasi dengan ribuan saksi yang telah melihat untuk diri mereka sendiri. Sementara kitab-kitab yang lain ditulis ratusan tahun kemudian (contohnya Injil Yudas, ditulis oleh sekte Gnostik sekitar 130-170 Masehi, jauh sebelum Yudas wafat), tidak sulit bagi gereja untuk menempatkannya sebagai kepalsuan-kepalsuan. Injil Tomas, ditulis sekitar 140 Masehi, adalah suatu contoh lain suatu tulisan palsu yang ditulis secara salah menampilkan satu nama rasul. Kitab-kitab ini dan injil-injil Gnostik yang lain bertentangan dengan pengajaran-pengajaran yang dikenal dari Yesus dan Perjanjian Lama, dan sering memuat sejumlah kesalahan historis dan geografis.

Pada tahun 367 Masehi, Athanasius secara resmi menyusun daftar 27 kitab Perjanjian Baru (daftar yang sama yang kita miliki sekarang). Segera sesudahnya, Jerome dan Agustinus menyebarkan daftar yang sama ini. Daftar ini, bagaimanapun juga, bukanlah kebutuhan utama oang-orang Kristen. Sejumlah besar gereja telah mengenali dan menggunakan daftar kitab-kitab yang sama sejak abad pertama setelah Kristus. Seraya gereja bertumbuh melampaui daerah-daerah berbahasa Yunani dan perlunya menterjemahkan kitab-kitab Injil, dan seraya sekte-sekte pecahan mulai muncul dengan kitab-kitab suci mereka sendiri, menjadi sangat penting untuk memiliki suatu daftar yang jelas.

Mengapa memerlukan waktu 30 sampai 60 tahun untuk menulis kitab-kitab Perjanjian Baru?

Alasan utama cerita-cerita Injil tidak segera ditulis setelah wafatnya Yesus dan kebangkitanNya adalah karena tidak ada kebutuhan akan tulisan-tulisan tersebut. Pada awalnya Injil disebarkan melalui mulut ke mulut di Yerusalem. Tidak perlu menulis sebuah cerita tertulis mengenai kehidupan Yesus karena mereka yang tinggal di wilayah Yerusalem adalah saksi-saksi Yesus dan menyadari dengan baik tentang pelayananNya.14

Bagaimanapun juga, ketika Injil menyebar keluar Yerusalem, dan saksi-saksi tidak lagi dapat dihadirkan, muncul suatu kebutuhan akan cerita-cerita tertulis untuk mengajar orang-orang lain mengenai kehidupan dan pelayanan Yesus. Banyak sarjana memberi penanggalan dari penulisan Injil-Injil adalah antara 30 sampai 60 tahun sesudah wafatnya Yesus.

Lukas memberi sedikit pengertian yang lebih mendalam dengan menyatakan, pada awal Injilnya, mengapa dia menulisnya: "Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu."15

Yohanes juga memberi alasan untuk menulis Injilnya: "Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya." Jika saudara ingin mengetahui lebih jauh tentang Yesus, artikel ini akan memberi suatu ringkasan yang bagus tentang hidupNya: Melampaui Iman yang buta.

Sungguh Pentingkah jika Yesus sungguh-sungguh melakukan dan mengatakan apa yang ada pada Injil-Injil?

Ya. Agar iman sungguh menjadi nilai yang sangat berharga, iman harus didasarkan pada fakta-fakta, pada kenyataan. Inilah alasannya jika saudara sedang naik pesawat ke London, saudara mungkin percaya bahwa jetnya mempunyai cukup bahan bakar dan terpercaya secara mekanis, pilot yang terlatih, dan tidak ada teroris yang naik. Kepercayaan saudara, bagaimanapun juga, bukanlah apa yang membuat saudara sampai ke London. Kepercayaan saudara berguna untuk naik pesawat itu. Tapi apa yang sebenarnya membuat saudara sampai ke London adalah integritas dari pesawat, pilot, dsb. Saudara dapat berdasar pada pengalaman-pengalaman positif penerbangan sebelumnya. Namun pengalaman positif saudara tidak akan cukup untuk membuat pesawat tersebut sampai ke London. Apa yang penting adalah obyek dari kepercayaan saudara--dapatkah itu dipercaya?

Apakah Perjanjian Baru adalah sebuah gambaran yang akurat dan terpercaya tentang Yesus? Ya. Kita dapat mempercayai Perjanjian Baru karena ada fakta-fakta pendukung yang hebat untuknya. Artikel ini menyentuh poin-poin berikut ini: Persetujuan para sejarawan, persetujuan para arkeologi, persetujuan ke 4 Injil, pemeliharaan salinan-salinan dokumen yang hebat, keakuratan yang superior pada penerjemahan-penerjemahannya. Semua itu memberi suatu pondasi kokoh untuk mempercayai apa yang kita baca di Perjanjian Baru: bahwa Yesus adalah Tuhan, yang dihukum untuk dosa-dosa kita, dan bahwa Dia bangkit dari kematian.

Rangkuman Tentang Sejarah Peradaban Kuno Di Dunia

Peradaban Mesir Kuno.
Dibagian tengah mengalir sungai Nil, Mesir memiliki daerah yang subur disepanjang sungai NIL. Ahli sejarah Yunani Herodotus, memberikan julukan “Mesir merupakan hadiah sungai Nil)

Sejarah Mesir Kuno
Peradaban Mesir Kuno, baru dapat dipelajari setelah ditemukan peninggalan tertulis di kota Roseta (abad ke 19), yang disebut Batu Rosetta  dan tulisan Hirogliph oleh Champoleon (pakar purbakala Perancis)

Kehidupan Masyarakat.
Gandum merupakan hasil pertanian yang terbesar, sehingga Mesir mendapat julukan “Gudang gandum Laut Tengah”
Masyarakat Mesir dibagi menjadi enam tingkatan :
1         Firaun dan keluarganya (hidup mewah)
2         Para bangsawan (hidup mewah)
3         Para pedagang dan pengusaha ( hidup cukup baik)
4         Para petani (hidup kurang baik)
5         Para buruh (hidup miskin)
6         Para budak (hidup paling menderita)
Pemerintahan
Peradaban Mesir merupakan peradaban yang tertua di dunia, terbukti Mesir pada tahun 4000 SM telah mengenal tulisan.
Pusat pemerintahan Mesir Kuno berada di Memphis (telah memiliki pemerintahan teratur). Raja-raja Mesir Kuno memiliki gelar Pharao atau Firaun.
  1. Setiap desa dikepalai oleh seorang kepala desa, tugasnya menarik pajak dari petani dan menyerahkannya kepada raja. Raja Firaun mempunyai kekuasaan mutlak. Raja Firaun dianggap sebagai keturunan dari Dewa Matahari (Amon Ra)
  2. Perkembangan Pemerintahan.
a.Zaman Kerajaan Tua
Pada Masa ini, makam raja-raja berbentuk piramida dan depannya terdapat Sphink.
b.Zaman Kerajaan Tengah
Dikota Karnak didirikan Obelisk yang besar.
c.Zaman Kerajaan Baru
Raja terkenal adalah Thutmosis III, yang memindahkan pusat pemerintahan dari Memphis ke Thebe. Akhirnya pada masa Ramses III Mesir menjadi lumpuh, tidak mampu menghadapi serangan dari luar :
  • Pada abad ke 9 SM, Mesir dikalahkan bangsa Assiria
  • Pada abad ke 6 SM, Mesir dikalahkan bangsa Persia.
  • Pada abad ke 4 SM. Mesir dikalahkan oleh raja Iskandar Zulakarnaen dari Macedonia (Yunani), di Mesir ditemukan kota Iskandaria. Dia menggabungkan kebudayaan barat (Yunani) dengan kebudayaan Timur (Asia Afrika), yang disebut Hellenisme.
Kepercayaan
Orang Mesir Kuno menyembah banyak Dewa (Pholytheisme). Dewa yang terpenting :
Dewa Amon-Ra yaitu Dewa Matahari.
Dewa Osiris, yaitu Dewa Langit
Dewa Isis yaitu Dewa Bumi.
Jenazah yang sudah diawetkan (dibalsem) disebut mumi, mumi raja-raja Mesir disimpan dalam piramida, didepannya terdapat patung singa berkepala manusia (disebut Sphink)

Hasil Kebudayaan
  1. Tulisan berupa gambar atau lambing mesir Kuno yang disebut tulisan Hierogliph.
  2. Seni bangunan/arsitektur, berupa Piramida dan Sphing, kuil di Luxor, Obelisk, makam-makam raja di gunung batu.
  3. Ilmu pengetahuan dan teknologi, berupa ilmu perbintangan, menghitung 1 tahun matahari = 365 hari = 12 bulan dan 1 bulan = 30 hari 1 hari 1 malam = 24 Jam, dan berupa pembuatan kapal dagang.
Peradaban Mesopotamia.
Mesopotamia berarti daerah diantara dua aliran sungai. Mesopotamia sangat subur, sering menjadi rebutan bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa yang berebut adalah : bangsa Sumeria, bangsa Akadia, bangsa Amorit, bangsa Assiria, bangsa Khaldia dan bangsa Persia.

Bangsa Sumeria
Telah memiliki kebudayaan yang tinggi. Mereka telah mendirikan daerah perkotaan.
  • Kehidupan perekonomian
    Orang Sumeria hidup sebagai petani, tidak memiliki tanah sendiri. Mereka mengerjakan tanah milik para pendeta, bangsawan, dan raja. Perdagangan juga berjalan dengan baik.
  • Kehidupan Sosial.
    Bangsa Sumeria mengelompokkan masyarakatnya seperti Mesir Kuno, yaitu : Raja dan Keluarganya, Tuan tanah (bangsawan), Pedagang, Petani dan Budak.
  • Kepercayaan
    Kepercayaan orang Sumeria seperti Mesir Kuno, meyembah banyak dewa. Dewa-dewa yang terkenal Anu (Uruk)= Dewa langit, dewa Ea (Eridu) = dewa Bumi.
4. Kebudayaan
  1. Tulisan
    Tulisan bangsa Sumeria disebut tulisan Paku, mirip dengan huruf Cina, tulisan paku menjadi dasar tulisan Latin sekarang ini.
  2. Arsitektur.
    Di puncak kuil dibuat menara yang tinggi, disebut Ziggurat.
  3. Ilmu Pengetahuan
    Orang Sumeria sudah mengenal ilmu ukur untuk membuat bangunan juga pembagian waktu, sehari semalam = 24 jam (1 jam = 60 menit 1 menit = 60 detik). Mengetahui lingkaran = 60 derajat. Mampu menyusun dua penanggalan (berdasarkan peredaran bulan 1 tahun = 354 hari, dan berdasarkan peredaran matahari 1 tahun = 360 hari.

II.     Bangsa Amorit.
Setelah berhasil menduduki Mesopotamia, bangsa Amorit mendirikan kerjaan Babilonia lama,Ibukotanya Babilon. Puncak kejayaannya pada masa pemerintahan raja Hamurabi.
1         Kepercayaan/Agama.
Bangsa Amorit menyembah banyak dewa. Dewa yang paling berkuasa Dewa Marduk atau dewa Shamash.
2         Kebudayaan
Jasa Hamurabi, yaitu kitab undang-undang (undang-undang Hamurabi) ditulis dengan huruf Paku.
III.  Bangsa Asirria
Kemajuan bangsa Asirria.
1         Telah memiliki penanggalan berdasarkan peredaran matahari (lebih teliti, yaitu 1 tahun 365 ¼ hari
2         Maju dalam bidang ilmu sastra, diantaranya terdapat epos Gilgamesh.
3         Seni patungnya berupa manusia bersayap dan berkepala Garuda.
IV.    Bangsa Khaldea.
Bangsa Asirria ditaklukkan oleh bangsa Khaldea dibawah pimpinan Nebukadnexar, yang kemudian mendirikan kerajaan Babilonia Baru.
1         Arsitektur
Bangsa khaldea terkenal arsitekturnya. Di atas atap gedung-gedung istana dibangun taman-taman, taman itulah yang terkenal dengan sebutan Taman Bergantung Babilonia.
2         Astronomi.
Bangsa Khaldea sudah dapat memperhitungkan benda-benda langit dan gerhana.
V.     Bangsa Persia. (Iran)
3         Sistem Pemerintahan
Bangsa Persia mengelompokkan wilayahnya dalam 20 provinsi (satrapi) setiap empat atau lima sastrapi diawasi oleh seorang panglima.
4         Kepercayaan
Bangsa Persia menyembah tiga dewa.
a.        Ahura/Ormuzh yaitu dewa baik.
b.        Anggora/Ahriman yaitu dewa jahat
c.        Ahura Mazda yaitu dewa kebahagiaan kekal.
C       Peradaban India Kuno.
Di India terdapat lembah sungai Indus dengan daerah Punjab, yang artinya “daerah lima aliran sungai”. Celah kaibar di antara pegunungan Himalaya dan pegunungan Hindukush, merupakan pintu gerbang India.
Kebudayaan India kuno memiliki dua kebudayaan tinggi.
I.       Kebudayaan Lembah sungai Indus.
Jawatan purbakala India pada tahun 1922 mengadakan penggalian di Mohendjodaro dan Harappa (ditemukan benda purbakala dan bangunan kota yang berkebudayaan tinggi) dan disebut kebudayaan Mohenjodaro dan Harappa.
1         Mata pencahariaan
Bangsa Dravida adalah pedagang (diatur dengan baik). Mereka mengadakan hubungan dengan daerah lain.
2         Kepercayaan / Agama.
Bangsa Dravida menyembah banyak dewa (politheisme)
3         Hasil kebudayaan bangsa Dravida.
Meliputi :
a.        Ilmu ukur, terbukti adanya (perencanaan kota, bangunan rumah tertib, jalan lurus lebar)
b.        Arsitektur, adanya rumah terbuat dari batu bata dengan atap datar, ada yang bertingkat/modern.
c.        Seni tari, terbukti adanya patung perunggu berbentuk anak perempuan yang sedang menari.
d.        Tulis, berupa gambar-gambar (piktografik)
II.    Kebudayaan Hindu_Budha
Penyebaran bangsa Aria ke India, menghancurkan kebudayaan Mahenjodaro dan Harappa. Daerah yang dikuasai dinamakan Hindustan, yang berarti Negara orang Hindu. Bahasa yang digunakan bahasa Sansekerta. Bangsa Aria menganggap rendah bangsa Dravida, karena :
1         Orang Aria berkulit putih orang Dravida berkulit hitam.
2         Orang Aria berhidung mancung orang Dravida berhidung pesek.
3         Orang Aria berbadan tinggi orang Dravia berbadan pendek.
Karena perbedaaan itu bangsa Aria menjauhkan diri dari bangsa Dravida. Perkembangannya bangsa Aria di India dikelompokkan dalam empat zaman :
1         Zaman Weda (2000 – 1000 SM)
a.        Agama dan kepercayaan memeluk agama Hindu dan menyembah banyak dewa. Dalam perkembangannya terjadi percampuran dengan kebudayaan bangsa Dravida. Menyembah banyak dewa menjadi tiga dewa (Trimurti = tiga dewa tertinggi/Iswara) yaitu :
i.         Brahma yaitu dewa pencipta
ii.        Wisnu yaitu dewa pemelihara/pelindung.
iii.       Syiwa yaitu dewa perusak.
Orang hindu percaya adanya Hukum Karma (karma pala) = hukuman orang yang sesuai dengan perbuatannya.
b.        Pembagian Masyarakat, tujuan pembagian kasta oleh bangsa Aria :
i.         Untuk membedakan bangsa Aria dengan bangsa Dravida.
ii.        Pembagian tugas berdasarkan pekerjaan dan kedudukan sosial.
Akibatnya dalam masyarakat terdapat beberapa kasta :
i.         Kasta Brahmana (dari para pendeta)
ii.        Kasta ksatria (dari para raja, bangsawan dan prajurit)
iii.       Kasta Waisya (dari para petani, pedagang dan pengusaha)
iv.       Kasta Sudra ( dari para pekerja kasar dan budak)
v.        Kasta Paria / Candala (dari para budak belian)
Dalam agama Hindu dikenal Catur Asmara, membagi masyarakat atas empat kelompok :
i.         Brahmacarin (dari anak usia 8 – 12 tahun / usia sekolah.
ii.        Grhasta ( kepala keluarga)
iii.       Wanaprstha (penghuni hutan yang bertapa)
iv.       Sanyasin/Pariwrajaka (pertapa yang mengembara)
c.        Hasil kebudayaan bangsa Aria
Hasilnya berupa :
i.         Seni patung/pahatan, umumnya patung-patung berbentuk patung Brahma, Wisnu dan Syiwa.
ii.        Seni bangunan, berupa candi dengan pahatan indah.
iii.       Tulisan dan bahasa, bahasa yang digunakan adalah bahasa Sansekerta. Hurufnya huruf Pallawa, di Jawa berkembang menjadi huruf JAwa.
iv.       Seni sastra, yang ditulis bangsa Aria adalah kitab Weda, yang terbagi menjadi empat bagian :
a.      Rigweda
b.      Yajurweda
c.       Samaweda
d.      Atarwaweda
Kitab yang terkenal adalah Rigweda yang berisi puji-pujian kepada dewa.
2         Zaman Epos (1000 – 500 SM)
Dinamakan epos karena pada masa itu sastrawan banyak menyusun cerita kepahlawanan yang terkenal. Antara lain Mahabharata dan Ramayana.
a.        Kitab Mahabharata digubah oleh Wiyasa, yang melukiskan perang saudara antara Pandawa dengan Kurawa.
b.        Kitab Ramayana digubah oleh Walmiki yaitu melukiskan kepahlawanan Rama dan kesetiaan seorang istri, Shinta.
3         Zaman Budha.
Agama Budha diajarkan oleh Sidharta Gautama (dikenal dengan sang Budha, artinya orang yang telah mendapat penerangan. Kitab suci agama Budha adalah Tripitaka, artinya tiga keranjang, tidak mengenal pembagian kasta.
Tempat-tempat suci agama Budha :
a.        Kapilaswatu, tempat kelahiran sang Budha.
b.        Bodh gaya, tempat sang Budha bersemedi dan mencapai Bodhi.
c.        Sarnath (dekat Benares), tempat sang Budha memberikan wejangan yang pertama kali.
d.        Kusinagara, tempat sang Budha wafat (usia 80 tahun) – 483 SM
Raja India yang berjasa menyebarkan agama Budha ialah raja Asoka. Riwayat sang Budha diabadikan dalam kitab Jataka.
4         Zaman Dinasti Maurya (322 – 185 SM)
Dinasti ini didirikan oleh raja Candra Gupta Maurya, pusat pemerintahan di Pattaliputra. Agama Hindu dijadikan agama Negara. Puncak kejayaan Dinasti Maurya terjadi pada pemerintahan raja Asyoka.

D. Peradaban China Kuno
Disebelah utara mengalir sungai hoang Ho/ Sungai kuning, disebelah selatan mengalir sungai Yang tse Kiang. Dilembah sungai Hoang Ho inilah berkembang kebudayaan China Kuno.
Sistim pemerintahan yang lazim digunakan di China adalah sistim dinasti. Pada zaman dinasti Chin dibuat tembok raksasa yang disebut Tembok Besar Raksasa” yang panjangnya 2.430 km dan lebar 8 m tinggi 16 meter. Dibuat selama 20 tahun dengan tenaga 1.000.000 orang. Tembok raksasa digunakan untuk menahan serangan dari suku barbar di sebelah utara.

E. Peradaban Yunani Kuno.

I. Wilayah Yunani Kuno.
Yunani terdiri dari dua bagian yaitu Yunani Daratan dan Yunani Kepulauan. Bangsa Yunani Kuno mendiami wilayah yang disebut Negara Kota atau Polis yaitu sebuah kota yang terbentang sebagai pusat kota dengan daerah pedesaan disekitarnya. Di Yunani terdapat tiga polis besar dan kuat, yaitu Athena, Sparta dan Thebe. Polis Hakekatnya sebuah Negara kecil yang merdeka

Kepercayaan
Bangsa Yunani kepercayaannya politheisme. Dewa-dewanya :
Dewa Zeus (dewa tertinggi)
Dewa Apollo (dewa kesenian)
Aphrodite (dewa kecantikan)
Posiedon (dewa laut)
Aries (dewa perang)
Dewa Pallas Athena (dewi pengetahuan)
Dewa Hermes (dewa perdagangan)
Artemis (dewa perburuan)

Para dewa bersemayam di Bukit Olympus, untuk menghormati dan memuja para dewa diadakan pertandingan olah raga yang disebut Olympiade.

Hasil-hasil Kebudayaan
Pemerintahan Athena dan Sparta berbeda dalam bentuk negara. Athena menjadi Negara demokratis, sedangkan Sparta menjadi Negara militer.
Ilmu pengetahuan dan Filsafat, adanya :
Ahli sejarah yaitu Herodotus (dianggap sebagai bapak ilmu sejarah)
Ahli kedoteran yaitu Hipocrates (dianggap sebagai bapak ilmu kedokteran)
Ahli Ilmu pengetahuan alam yaitu Archimedes (dianggap sebagai bapak ilmu pengetahuan alam)
Ahli matematika yaitu Phythagoras
Ahli filsafat yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles.
II.Wilayah Romawi Kuno
Romawi berkembang, timbulah golongan-golongan :
Golongan optimat yaitu golongan orang-orang kaya.
Golongan Equites yaitu golongan menengah
Golongan proleter yaitu golongan orang-orang miskin.

Kemudian terjadi pertentangan yang mengakibatkan perang saudara yang berlangsung sampai empat kali dan berubah menjadi Negara kekaisaran. Pada waktu diperintah kaisar Nero, pengikut agama Kristen difitnah dan dituduh membakar kota Roma, pada hal yang membakar Kaisar Nero sendiri. Kepercayaan orang Romawi mengakui adanya dewa-dewa (politheisme). Nama-nama dewa romawi :
Yupiter sebagai pemimpin para dewa.
Neptunus sebagai dewa laut
Venus sebagai dewi kecantikan
Minerva sebagai dewi ilmu pengetahuan
Juno sebagai dewi permaisuri Yupiter.

Mengenal Israel Kuno

Israel adalah salah satu negara fenomenal didunia yang terkenal dengan keunikannya. Kebanyakan dari kita hanya mengenal Israel sebagai negara kaya dan maju dalam berbagai bidang. Ada juga yang hanya mengenal Israel sebagai satu-satunya bangsa yang dipilih Tuhan (YHWH) dan selalu diberkati oleh Tuhan. Tetapi dari semua itu, kita belum mengetahui lebih dalam mengenai sejarah bangsa "pilihan Allah" yang selalu disebutkan dalam Alkitab.

Kota-kota Penting di Israel

Betel merupakan sebuah kota yang terletak 19 km dari kota Yerusalem. Disebutkan dalam alkitab bahwa ketika Yakub melewati tempat ini, Ia bertemu dengan Tuhan dalam mimpinya. Dan kemudian tempat yang awalnya bernama Lus itu dinamakan Betel.

Yerusalem (bahasa Ibrani: ירושלים Yerushalayim, adalah kota di Timur Tengah yang merupakan kota suci bagi agama Kristen, Yahudi, dan islam. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel (meskipun tidak diakui secara internasional). Kota ini dianggap sangat penting oleh beberapa agama besar didunia. Diantaranya Kristen, Yahudi, dan Islam. Kota ini juga menjadi pusat kerajaan Yehuda pada saat itu dan menjadi pusat ibadah sejak penaklukan raja Daud hingga 3000 tahun setelahnya.

Babilon berasal dari kata "babila" yang artinya masih belum bisa diketahui. Namun dalam bahasa Akkaida, terdapat kata bab-ilim yang berarti Gerbang para Dewa yang diperkirakan juga sebagai asal nama kota ini. Didalam alkitab diceritakan bahwa kota ini pernah di bagun sebuah menara yang sangat tinggi (menara babel) dan terjadi peristiwa besar disana, dimana bahasa manusia pada saat itu dikacau balaukan oleh Allah, sehingga pembangunannya menjadi kacau balau.

Kota yang sering di bicarakan atau diperbincangkan. Baik dari segi alkitabiah itu sendiri maupun dari sisi sejarahnya.

Keadaan Alam
  1. Permukaan tanah

    Keadaan permukaan tanah di Israel dapat di golongkan sebagai permukaan tanah yang subur dan kaya akan asupan nutrisi pada tanah tersebut. Sebab sejak dahulu kala, curah hujan beberapa daerah di Israel masih sangat tinggi, contohnya di daerah Hermon curah hujan mencapai 152 cm per tahun. Walaupun daerah Israel berdekatan dengan padang gurun, namun permukaan tanah di Israel gembur dan tidak keras.

  2. Israel memiliki empat musim, yaitu musim gugur, musim dingin, musim semi, musim panas. Musim gugur menandai awal tahun. Musim ini merupakan masa peralihan pada musim hujan. Musim dingin adalah musim hujan. Namun suhu dingin terasa pada bulan Januari dan Februari. Musim ini berlangsung lumayan lama. Musim semi adalah masa yang hangat, tidak panas dan tidak dingin. Hujan masih turun walaupun tidak deras. Musim ini pendek dan terasa amat menyenangkan. Selama musim panas tidak ada hujan. Inilah musim panen yang di susul dengan musim kering yang sangat menyiksa. Pohon-pohon yang akarnya tidak dalam menjadi kering. Tetapi, ini masih bisa diimbangi dengan ketersediaan sumber mata air, waduk-waduk buatan, ataupun sumur-sumur yang dibuat oleh masyarakat pada saat itu untuk memenuhi kebutuhan akan air pada musim-musim seperti ini.

  3. Flora

    Israel memiliki beragam jenis flora. Dalam alkitab sendiri, ada beberapa jenis flora yang paling sering disebutkan. Diantaranya anggur dan zaitun. Sejak zaman dahulu, masyarakat Israel sudah sangat akrab dengan anggur. Tanaman ini biasanya diproduksi sebagai sejenis minuman yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Minuman Anggur ini diproduksi secara turun temurun sehingga sudah menjadi minuman tradisional bangsa Israel. Anggur sendiri juga sering dipergunakan sebagai analogi atau perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam alkitab.

    Selain itu juga terdapat pohon Zaitun. Flora jenis ini bahkan sudah tersebar di seluruh Israel. Buah dari pohon ini biasanya diproduksi sebagai minyak. Minyak ini biasa digunakan sebagai bahan bakar pelita, wewangian, dan sebagai media dalam ritual-ritual penting di Israel seperti sebagai minyak pengurapan raja, penguburan, dll.

  4. Fauna

    Israel juga memiliki keanekaragaman jenis fauna. Diantaranya kuda nil, badak, hyena bergaris, kuda, serigala, musang, macan, cheetah, burung unta, unta, beruang Suriah, berbagai jenis kijang, dan lain-lain. Selain itu juga terdapat domba dan keledai. Kedua hewan ini juga sering disebutkan oleh alkitab. Keledai biasa digunakan sebagai alat transportasi. Salah satu contoh, Yesus sering mengunakan keledai dalam perjalananNya. Domba juga sering dipergunakan sebagai perupamaan-perupamaan mengenai Yesus sendiri maupun kita sebagai pengikut-pengikutnya.

Perekonomian

Roda perekonomian di Israel pada umumnya digerakan oleh pertanian, peternakan, dan perdagangan. Bertani dan berternak sudah dimulai sejak zaman nenek moyang manusia dijadikan (pada masa Kain dan Habel). Sedangkan pada zaman Abraham dulu lebih menekankan pada pola mencari nafkah berternak dengan sistem nomaden, yaitu cara hidup berpindah-pindah dari tempat yang satu ketempat yang lain dengan maksud mencari ketersediaan pangan bagi kehidupan mereka. Semuanya itu mereka lakukan, hanya ntuk satu tujuan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Walaupun pola mencari nafkah mereka sudah berkembang pesat namun peralatan yang di gunakan masih sangat sederhana. Hal tersebut bisa dilihat pada zaman nabi Elisa yang pada saat itu membajak dengan menggunakan lembu. Sistem ini (baik pertanian dan peternakan) masih terus berjalan sampai bangsa Israel sampai di tanah perjanjian. Selain itu juga terdapat sektor ekonomi lainnya seperti: perdagangan, pengolahan logam, dan sebagainya, terdapat pula di negara-negara sekitar Israel. Namun lebih tepatnya sektor pertanianlah yang menjadi komoditi utama atau sumber mata pencaharian utama masyarakat di Israel dan sekitarnya.

Politik

Israel pada zaman dulu dikenal menggunakan sistem politik Theokrasi. Sistem politik ini berarti suatu sistem politik dimana Allah yang menjadi sumber dari segala aturan atau undang-undang. Sehingga setiap kata-kata atau ucapan yang datangnya dari Allah menjadi suatu keharusan untuk dilakukan. Sistem politik ini sudah dimulai sejak zaman nabi Musa, yang saat itu memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Diketahui pula bahwa pada saat itu, bangsa Israel pernah masuk dalam suatu masa "demokrasi" yang tidak bertahan lama, melalui pemilihan saul menjadi Raja, karena kemudian Daud mengembangkan sikap anti-demokrasi dan membangun teokrasi dengan sangat mapan.

Di samping itu orang-orang Yahudi lebih menerima sistem politik mereka sebagai suatu komunitas sosio-spiritualis, bukan politis-ekonomis. Karena sistem kepemimpinan dalam masyarakatnya dipegang oleh orang-orang, yang memiliki kharisma legal dan tradisional (melalui semacam dinasti), dan kharismatik (dalam hal ini imam dari suku Lewi, dan para Nabi). Semuanya selalu atas "petunjuk","kehendak",atau "panggilan" dari Tuhan secara langsung, dan hukum Taurat seakan mensahkannya. Hal ini menyebabkan pengekangan dalam sistem pemerintahannya karena seakan-akan segala sesuatu yang sudah ditetapkan bersifat mutlak dan tidak bisa dirubah.

Kemudian pada saat bangsa Israel sedang berada dalam kecaman bangsa Filistin yang hendak meperluas daerahnya, maka dibentuklah sistem pemerintahan Israel menjadi sebuah kerajaan pada tahun 1050 SM, dan pada tahun 1030 SM diangkatlah Saul menjadi raja yang pertama untuk Israel. Inilah awal bentuk pemerintahan Israel yang baru, yaitu Monarki.

Kepercayaan

Di dunia Timur Dekat kuno, terdapat berbagai kerpecayaan dan agama yang berkembang. Ini disebabkan oleh banyaknya suku bangsa yang berdiam di sana. Namun masing - masing suku bangsa ini memiliki semacam kesamaan dalam corak penyembahan terhadap sesembahannya.

Pada zaman bapa - bapa leluhur Israel, sering kali nama Allah muncul dalam berbagai bentuk, misalnya El-Shaddai, El-Roi, El-Betel, dan sebagainya. Sehingga seringkali orang berpendapat kalau bangsa Israel menggunakan pola pikir politheisme. Namun sebenarnya mereka menganut monotheisme praktis, yang tidak mempersoalkan eksistensi ilah - ilah lainnya.

Dalam corak kepercayaan bangsa Israel, terdapat satu paham ketuhanan yang dikenal dengan Yahwehisme. Yahwehisme sendiri diperkirakan baru berkembang pada zaman Musa. Yahweh (YHWH) menyatakan diri-Nya melalui pembebasan umat Israel dari Mesir, dan kemudian memberikan 10 perintah kepada mereka, yang perintah pertamanya adalah jangan ada allah lain dihadapan-Ku. Namun agaknya pola pikir politheisme Timur Dekat kuno justru mempengaruhi bangsa ini. Bangsa Israel sering kali menyembah ilah - ilah setempat sesuai dengan bangsa di sekitarnya. Yahweh dianggap sebagai dewa perang saja dan tidak dianggap bisa mengurusi masalah pertanian, perdagangan, dan hal - hal keseharian yang lainnya. Politheisme Israel ini kemudian dikontrol dan ditekan pertumbuhannya dengan sistem politik yang juga semakin berkembang di Israel yaitu pengangkatan hakim - hakim, lalu sistem pemerintahan Monarki.

Namun, meskipun sistem politik Israel telah menjadi Monarki, politheisme masih berkembang, bahkan dengan lebih pesat karena kepentingan politik dan hubungan dengan kerajaan sekitar Israel. Salomo dikatakan akhirnya juga jatuh dalam dosa penyembahan berhala karena terpengaruh istri - istrinya yang tak lain adalah putri - putri dari kerajaan tetangga. Pemerintahan Monarki malah membuat penyembahan kepada berhala semakin pesat dan terbuka.

Ibadah Israel umumnya dilakukan di kuil - kuil penyembahan. Bait suci yang tadinya difungsikan sebagai tempat ibadah Kerajaan, sekarang hanya menjadi salah satu tempat ibadah nasional saja. Akibatnya poilitheisme semakin berkembang di negara ini. Penyembahan di rumah - rumah juga tak luput dari pengaruh ini.

Kebudayaan

Pada dasarnya kebudayaan di Israel kuno meliputi beberapa hal. Diantaranya: seni pertunjukan, seni kerajinan, pakaian, dan perhiasan.

Jika kita menelusuri budaya-budaya yang dihasilkan oleh bangsa Israel, kita akan melihat bahwa Israel Kuno memiliki peradaban yang tergolong unik dan juga mengalami perkembangan. Terlebih lagi, kebudayaan yang dimiliki Israel memiliki ciri khas Timur Dekat Kuno yang terlihat dari produk budaya nya seperti alat-alat musik, tariannya, dan lain sebagainya. Namun demikian, ada juga produk budaya Israel Kuno yang mengadopsi atau menyesuaikan dengan kebudayaan sekitar Israel.

Hal menarik lainnya, yaitu bagaimana bangsa Israel Kuno menghayati kehidupan spiritual dengan produk budaya yang dihasilkan. Hampir setiap produk budaya yang dimiliki Israel kuno memiliki makna, baik itu seni penampilan (musik, nyanyian, dan tari), seni kerajinan (gambar&ukiran), perhiasan, dan juga perlengkapan rias. Dapat kita lihat bahwa Kebudayaan sangat kental pada kehidupan Israel. Bahkan boleh dikatakan kebudayaan adalah kebutuhan utama bagi mereka. Oleh sebab itu kebudayaan sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari Orang-orang Israel baik dalam aspek sosial maupun religius. Ini sekaligus memperhadapkan orang-orang Israel pada dampak buruk dari kaku nya budaya mereka.

Jan 27, 2014

Kota Kuno Idu Irak Ditemukan

Di wilayah Kurdistan, sebelah utara Irak, arkeologis telah menemukan kota kuno yang disebut Idu, dan terkubur di bawah gundukan tanah. Prasasti dan karya seni yang ditemukan, mengungkapkan istana ini berkembang ribuan tahun yang lalu.

Terletak di sebuah lembah di tepi utara sungai Zab, kota ini saat ditemukan telah menjadi gundukan tanah yang disebut Tell. Saat ditemukan, kita akan dibawa ke zaman Neolitik, saat pertanian pertama kali dilakukan di Timur Tengah.

Diperkirakan, kota ini berkembang sekitar 3.300 sampai 2.900 tahun yang lalu. Arkeologis yang menemukan kota ini di antaranya Cinzia Pappi dari universitas Leipzig di Jerman. Pada awalnya, kota ini berada di bawah kendali Kerajaan Syiria. Kemudian, setelah kekaisaran melemah, kota ini merdeka selama kurang lebih 140 tahun. Sampai mereka merebutnya kembali.

Peneliti mampu menentukan nama kota ini sekitar tahun 2008, ketika itu seorang penduduk membawa mereka ke sebuah prasasti kuno dengan nama kota terukir di atasnya. Dan penggalian dilakukan sekitar tahun 2010 dan 2011, seperti tertulis dalam laporan jurnalnya, Anatolica.

"Sangat sedikit penggalian yang dilakukan arkeologis di Kurdistan Irak sebelum tahun 2008, tulis Pappi, dikutip dari email yang diberikan kepada LiveScience. Konflik yang terjadi di Irak selama tiga dekade, membuatnya sulit untuk bekerja di sana. Selain itu, lebih melakukan penggalian di selatan Irak, seperti Uruk dan Ur.

Simbol Swastika

Simbol Swastika Nazi Ada Sejak 12.000 Tahun Lalu, namun, simbol itu konon dipropagandakan oleh Adolf Hitler. Simbol swastika pada masa kini lebih dikenal sebagai simbol Nazi yang dipropagandakan oleh Adolf Hitler. Namun, sebenarnya simbol itu telah lama muncul di masa kuno, yakni sekitar 12.000 tahun silam (10.000 tahun SM). Jauh sebelum dipopulerkan oleh Hitler di abad ke 20, dilansir Eepochtimes, Senin 27 Januari 2014.
 
Menariknya, di masa lalu, simbol itu bukan hanya ditemukan pada satu peradaban kuno saja. Namun, hampir semua peradaban kuno mengadopsi simbol tersebut. Mulai dari peradaban Aztec hingga Suku Maya di Benua Amerika, menggunakan simbol itu pada gundukan pemakaman, pakaian, dan barang-barang perhiasan. Sementara di daratan Eropa, simbol itu ditemukan pada bangunan bawah tanah untuk mengubur mayat pada era Romawi, juga di gereja, batu di alun-alun, dan pemakaman umum.
 
Bagi keyakinan Buddha, simbol swastika sangatlah agung sebab sering ditemukan pada patung Buddha yang mewakili makna surgawi. Simbol ini dalam entitas lain juga dimaknai positif selama berabad-abad, yakni simbol keberuntungan sampai simbol kemurnian dan atribut positif lainnya.
 
Di tangan Hilter, simbol ini menjadi kekuatan gerakan pemurnian ras Jerman sebagai ras terunggul. Untuk itu melalui pasukannya, Hitler membunuh jutaan ras Yahudi.
 
Berikut foto-fotonya:



Swastika dari abad ke dua pada mosaik Romawi.



Srivatsa (Swastika) dipahat pada sebuah batu kuno di Kuil Nata-dera, Jepang.



Simbol Swastika pada dada patung Buddha di Pulau Lantau, Hong Kong.

Lokasi Sejarah Alkitab

Terletak di salah satu persimpangan jalan di dunia kuno tempat bertemunya jalur kafilah dari kawasan Laut Tengah menuju ke Cina dan dari Mesir menuju ke Anatolia. Bala tentara Akad, Babilon, Mesir, Persia, Yunani, dan Roma pernah melintasinya. Berabad-abad kemudian, orang Turki dan para ksatria Perang Salib melintasinya. Pada zaman modern, bala tentara Prancis dan Inggris berperang untuk menguasainya. Sekarang, sebagian kawasan itu dikenal dengan sebutan yang digunakan ribuan tahun yang lalu Siria (di Indonesia dikenal dengan sebutan Suriah). Meskipun daerah itu telah banyak berubah, gema sejarah masih bergaung di sana. Kawasan ini khususnya menarik bagi para pelajar Alkitab, mengingat Siria memegang peranan dalam sejarah Alkitab.

Sebagai contoh, perhatikanlah Damaskus, ibu kota Siria. Konon, kota itu adalah salah satu kota tertua di dunia yang senantiasa berpenghuni sejak didirikan. Damaskus, yang terletak di kaki Pegunungan Anti-Lebanon dan dilalui aliran Sungai Barada, telah berabad-abad lamanya menjadi oasis yang dinanti-nantikan di tepi Gurun Siria yang luas. Kemungkinan besar, patriark Abraham melintasi kota ini dalam perjalanannya ke selatan menuju Kanaan. Dan, ia mengambil Eliezer, "orang Damaskus", menjadi anggota rumah tangganya sebagai pelayan. Kejadian 15:2. Hampir seribu tahun kemudian, raja-raja Zoba dari Siria berperang melawan raja pertama Israel, Saul. (1 Samuel 14:47) Raja kedua Israel, Daud, juga berperang melawan raja-raja Aram (nama Ibrani untuk Siria), mengalahkan mereka, dan "menempatkan garnisun-garnisun di Siria, di Damaskus". (2 Samuel 8:3-8) Dengan demikian, Israel dan Siria menjadi musuh bebuyutan. 1 Raja 11:23-25. Pada abad pertama M, permusuhan antara orang Siria dan orang Yahudi tampaknya telah mereda. Bahkan, terdapat sejumlah sinagoga Yahudi di Damaskus pada saat itu. Anda mungkin ingat bahwa Saul (belakangan Paulus) dari Tarsus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem ke Damaskus ketika ditobatkan kepada Kekristenan. Kisah 9:1-8. Di kota Damaskus sekarang, tidak ada bukti bahwa Abraham pernah melintasinya atau bahwa Daud pernah menaklukkannya. Tetapi, ada reruntuhan kota Romawi kuno serta sebuah jalan raya utama yang melintasi kota tua tersebut yang mengikuti jalan Romawi kuno Via Recta (Jalan Lurus). Di sebuah rumah di jalan itulah Ananias menjumpai Saul setelah Saul ditobatkan secara mukjizat kepada Kekristenan tepat di luar kota Damaskus. (Kisah 9:10-19) Meskipun jalan itu kini sudah jauh berbeda dibanding keadaannya pada zaman Romawi, di sinilah rasul Paulus memulai kariernya yang menonjol. Jalan Lurus berakhir di gerbang Romawi Bab-Sharqi. Tembok kota itu, dengan rumah-rumah di atasnya, membantu kita memahami bagaimana Paulus dapat melarikan diri dengan diturunkan dalam sebuah keranjang melalui sebuah lubang di tembok. Kisah 9:23-25; 2 Korintus 11:32, 33.

Palmira -Oasis yang Bersejarah

Kira-kira sejauh tiga jam perjalanan ke sebelah timur laut Damaskus terdapat lokasi arkeologis yang terkenal: Palmira, yang di dalam Alkitab disebut Tadmor. (2 Tawarikh 8:4) Oasis yang terletak di pertengahan antara Laut Tengah dan Sungai Efrat ini mendapatkan airnya dari mata air bawah tanah yang memancar di sini dari pegunungan di sebelah utara. Jalur perdagangan zaman dahulu antara Mesopotamia dan negeri-negeri di sebelah barat mengikuti Daerah Bulan Sabit Subur dan karenanya membentang jauh di sebelah utara Palmira. Namun, pada abad pertama M, ketidakstabilan politik di utara menyebabkan orang-orang memilih jalur perdagangan yang lebih pendek dan letaknya lebih ke selatan. Dengan cara itu Palmira memasuki masa kejayaannya. Karena berguna bagi Roma sebagai basis pertahanan di sebelah timur imperiumnya, Palmira diintegrasikan ke dalam Provinsi Siria di wilayah Romawi, tetapi akhirnya dinyatakan sebagai kota yang merdeka. Kuil-kuil besar, gapura-gapura peringatan, tempat-tempat pemandian, dan sebuah teater berderet di sebuah jalan yang dihiasi oleh barisan tiang yang megah. Trotoar beratap di kiri-kanan jalan diberi lapisan keras untuk para pejalan kaki, tetapi jalan utama di tengah tidak dilapisi demi kenyamanan kereta-kereta unta yang melintas. Kafilah-kafilah yang menempuh rute perdagangan antara Cina dan India di Timur dan dunia Yunani-Romawi di Barat selalu singgah di Palmira. Di sana, mereka dipaksa membayar pajak atas sutra, rempah-rempah, dan komoditas-komoditas lain yang mereka bawa. Pada puncak kejayaannya, pada abad ketiga SM, Palmira berpopulasi sekitar 200.000 jiwa. Pada saat itulah, ratunya yang ambisius, Zenobia, angkat senjata melawan Roma dan akhirnya dikalahkan pada tahun 272 M. Dengan cara itu, Zenobia tanpa sadar menggenapi bagian dari nubuat yang dicatat nabi Daniel sekitar 800 tahun sebelumnya. (Daniel, pasal 11) Setelah kekalahan Zenobia, Palmira tetap ada selama beberapa waktu sebagai pos terdepan strategis untuk Imperium Romawi, tetapi tidak pernah mendapatkan kembali kekuasaan dan kesemarakan yang pernah ia miliki.
 
Sungai Efrat

Setelah tiga jam perjalanan ke sebelah timur laut melintasi padang gurun terdapat kota Deir ez Zor, tempat Sungai Efrat yang perkasa dapat terlihat. Sungai yang bersejarah ini bersumber dari pegunungan di Anatolia bagian timur (Turki Asia), memasuki Siria persis di sebelah utara di Karkhemis, dan mengalir ke tenggara melewati Siria menuju Irak. Tidak jauh dari perbatasan Irak, terdapat reruntuhan dua kota kuno Siria. Seratus kilometer ke sebelah tenggara, di lengkungan Sungai Efrat, terdapat reruntuhan kota kuno berbenteng, Dura-Europos. Dua puluh lima kilometer lagi ke sebelah tenggara, terdapat lokasi kota Mari. Kota perdagangan yang pernah sangat makmur ini dihancurkan pada abad ke-18 M oleh Raja Babilonia Hammurabi. Dalam arsip istana kerajaannya ditemukan sedikitnya 15.000 lempeng tanah liat berinskripsi dokumen-dokumen yang telah menyingkapkan banyak hal tentang sejarah masa lampau. Sewaktu pasukan Hammurabi menghancurkan kota itu, mereka meruntuhkan tembok atas kota, sehingga memenuhi ruang-ruang yang lebih rendah dengan batu bata dan tanah. Alhasil, lukisan-lukisan dinding, keramik-keramik, dan artifak lain yang tak terhitung banyaknya tetap terlindung dengan aman sampai sebuah tim arkeolog Prancis menemukan lokasi ini pada tahun 1933. Barang-barang ini dapat dilihat di museum di Damaskus dan Aleppo serta di Louvre, Paris.
 
Kota-Kota Kuno di Siria Barat Laut

Dengan menyusuri Sungai Efrat ke sebelah barat laut, kita sampai di kota Aleppo (Haleb). Aleppo, seperti Damaskus, mengaku sebagai salah satu kota tertua di dunia yang senantiasa berpenghuni. Souk, atau pasar tertutup, di Aleppo termasuk yang terindah di Timur Tengah.
Persis di sebelah selatan Aleppo terdapat Tell Mardikh, lokasi negara-kota kuno Ebla. Ebla adalah kota perdagangan yang berpengaruh yang mendominasi Siria bagian utara pada paruh kedua milenium ketiga SM. Penggalian-penggalian yang dilakukan di sana menemukan reruntuhan sebuah kuil yang dibaktikan kepada dewi Babilonia Istar. Di situ juga ditemukan sebuah istana kerajaan yang ruangan arsipnya menampung sekitar 17.000 lempeng tanah liat. Artifak-artifak dari Ebla dapat dilihat di museum di Idlib, kota kecil berjarak 25 kilometer dari lokasi itu. Bergerak ke selatan di jalan menuju Damaskus, tibalah kita di Hama, yang dalam Alkitab disebut Hamat. (Bilangan 13:21) Sungai Orontes berkelok-kelok melewati Hama, menjadikannya salah satu kota yang paling menyenangkan di Siria. Lalu, ada pula Ras Syamra, lokasi kota kuno Ugarit. Pada milenium ketiga dan kedua SM, Ugarit adalah pelabuhan dagang yang makmur yang sangat dipengaruhi oleh ibadat kepada Baal dan Dagon. Sejak tahun 1929, para arkeolog Prancis telah menemukan banyak lempeng tanah liat dan perunggu berinskripsi yang banyak menyingkapkan kebejatan ibadat kepada Baal. Hal ini membantu kita lebih mengerti mengapa Allah membasmi orang-orang Kanaan penyembah Baal. Ulangan 7:1-4. Ya, di Siria modern masih terdengar gema dari masa lampau yang menarik.
 
Tel Arad Menjadi Saksi Bisu

Kota yang hilang. Kuil yang misterius. Kumpulan inskripsi kuno. Kedengarannya seperti pengantar sebuah film petualangan yang menarik. Sebenarnya, semua hal ini dan banyak lagi yang lain terkubur selama berabad-abad di bawah lapisan pasir gurun di Tel Arad, Israel, hingga para arkeolog mulai menggali di sana.
saat ini, Arad modern dianggap oleh banyak pengunjung sebagai kota khas Israel. Kota ini yang berpenduduk 27.000 orang, terletak di padang belantara Yudea di sebelah barat Laut Mati. Namun, kota Arad orang Israel kuno terletak sekitar delapan kilometer ke sebelah baratnya. Di sanalah para arkeolog dengan hati-hati menggali lapisan-lapisan pasir, menemukan banyak bangunan dan inskripsi kuno. Inskripsi-inskripsi tersebut tertera pada ostraka, pecahan tembikar yang digunakan sebagai lempeng tulis. Cara menulis seperti itu sudah umum pada zaman Alkitab. Hasil penggalian di situs Tel Arad digambarkan sebagai koleksi terbesar dari ostraka semacam itu yang pernah ditemukan di Israel. Sebenarnya, apa manfaat dari penggalian arkeologis ini? Temuan di Tel Arad meliputi sejarah Alkitab yang panjang, mulai dari zaman para Hakim Israel hingga penyerbuan Babilonia ke Yehuda pada tahun 607 SM. Jadi, temuan ini turut meneguhkan kesaksamaan Alkitab. Temuan tersebut juga menyediakan contoh-contoh yang informatif tentang cara orang-orang Israel zaman dahulu memandang nama pribadi Allah.
 
Arad dan Alkitab

Memang, tidak banyak yang diceritakan Alkitab tentang Arad. Tetapi, kota yang letaknya strategis ini pernah mengendalikan rute perdagangan yang penting. Maka, tidaklah mengherankan, catatan sejarah dan temuan arkeologis menunjukkan pasang surut yang dialami kota kuno ini, sering kali ditaklukkan, dihancurkan, dan dibangun kembali. Karena sering dibangun kembali, reruntuhannya telah menjadi gundukan puing atau tell yang sangat besar. Alkitab pertamakali menyebut Arad sewaktu menceritakan akhir perjalanan orang Israel selama 40 tahun melalui padang belantara. Tidak lama setelah kematian Harun, kakak Musa, umat Allah melintas di dekat perbatasan selatan Tanah Perjanjian. Raja kota Arad, orang Kanaan, menganggap para pengembara padang belantara ini sebagai sasaran empuk. Ia melancarkan serangan. Dengan dukungan Allah Yehuwa, orang Israel yang gagah berani menyerang balik, mendapatkan kemenangan telak dan menghancurkan Arad hingga rata ke tanah, walaupun tampaknya ada orang yang luput. Bilangan 21:1-3.
Orang Kanaan dengan cepat membangun kembali kota mereka yang strategis itu; sewaktu Yosua sampai di daerah itu beberapa tahun kemudian, menyerang dari utara dan secara sistematis melenyapkan orang Kanaan "di wilayah pegunungan, [dan] Negeb", salah seorang yang mengadangnya adalah "raja Arad". (Yosua 10:40; 12:14) Belakangan, keturunan Hobab orang Keni, yang telah memberikan dukungan dan bergabung dengan rombongan Israel selama perjalanan di padang belantara, menetap di wilayah Negeb ini. Hakim 1:16.
 
Temuan Arkeologis

Reruntuhan di Tel Arad memberikan keterangan tambahan yang menarik tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan dalam catatan Alkitab. Misalnya, para arkeolog telah menemukan berbagai tembok pertahanan. Beberapa di antaranya mungkin berasal dari masa pemerintahan Raja Salomo, yang terkenal dengan proyek pembangunan kota secara ekstensif. (1 Raja 9:15-19) Dari satu lapisan penggalian terlihat bahwa kota itu pernah dibumihanguskan dan hal itu diperkirakan terjadi pada awal abad kesepuluh SM. Temuan tersebut cocok dengan masa penyerbuan Raja Syisyak dari Mesir, hanya lima tahun setelah kematian Salomo. Di Karnak, daerah selatan Mesir, ada relief pada tembok yang memperingati penyerbuan tersebut dan Arad termasuk dalam daftar banyak kota yang dikalahkan. 2 Tawarikh 12:1-4.

Yang paling menarik adalah banyak dari sekitar 200 ostraka yang ditemukan memuat nama-nama Ibrani yang juga terdapat dalam Alkitab, seperti Pasyur, Meremot, dan putra-putra Korah. Beberapa dari dokumen sekuler ini bahkan lebih menarik lagi karena memuat nama pribadi Allah. Nama pribadi yang terdiri dari empat huruf Ibrani יהוה (YHWH) sering disebut Tetragramaton hanya digunakan untuk Allah Yang Mahakuasa. Belakangan, takhayul membuat banyak orang percaya bahwa mengucapkan atau menulis nama Allah adalah hujah, atau melanggar kesucian. Namun, temuan di Tel Arad, seperti banyak temuan lainnya, meneguhkan bahwa pada zaman Alkitab nama Allah sering dan umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sewaktu memberi salam, dan sewaktu mengucapkan berkat. Misalnya, sebuah inskripsi berbunyi, "Kepada tuanku Elyasyib. Semoga Yahweh [Yehuwa] mengupayakan kedamaianmu Ia tinggal di rumah Yahweh." Namun, bagaimana tentang kuil misterius yang disebutkan pada awal artikel ini? Sebuah bangunan di Tel Arad yang telah menimbulkan banyak dugaan ialah kompleks kuil, lengkap dengan mezbah, dari masa orang Yehuda. Meskipun ukurannya jauh lebih kecil daripada bait Salomo di Yerusalem, kuil ini memiliki banyak kemiripan dengan bangunan suci itu. Mengapa dan kapan kuil Arad itu dibangun? Digunakan untuk apa saja? Para arkeolog dan sejarawan hanya bisa berspekulasi.
Yehuwa dengan jelas menetapkan bahwa bait di Yerusalem adalah satu-satunya pusat ibadat yang diperkenan-Nya untuk perayaan tahunan dan persembahan korban. (Ulangan 12:5; 2 Tawarikh 7:12) Jadi, pembangunan dan penggunaan kuil Arad bertentangan dengan Hukum Allah, mungkin dilakukan pada masa ketika banyak orang Israel tersimpang dari ibadat sejati dengan menggunakan mezbah-mezbah dan berbagai upacara lain. (Yehezkiel 6:13) Jika demikian halnya, pusat ibadat tiruan ini boleh jadi dimusnahkan selama masa reformasi besar-besaran yang dilakukan oleh Hizkia atau Yosia pada abad kedelapan dan ketujuh SM. 2 Tawarikh 31:1; 34:3-5, 33. Jelaslah, sekelumit masa lalu Arad yang bisa kita ketahui sekarang mengandung pelajaran penting bagi kita. Setelah berabad-abad berlalu, berbagai artefak yang ditemukan meneguhkan kesaksamaan Alkitab, membuktikan timbul tenggelamnya penyelewengan dari ibadat sejati, dan menyediakan berbagai contoh penggunaan nama Yehuwa yang penuh respek dalam kehidupan sehari-hari.

Tulisan Kuno Ditemukan di Israel

Para arkeolog Israel telah menemukan sebuah teks kuno yang tampaknya ditulis 1.000 tahun sebelum Gulungan Laut Mati. Dokumen itu, lima baris teks yang ditulis dengan tinta pada sebuah fragmen tembikar, ditemukan dalam penggalian sebuah benteng Yehuda dari abad ke-10 SM di Khirbet Qeiyafa, Israel. Dokumen itu belum sepenuhnya diterjemahkan, tetapi tampaknya itu adalah sebuah teks hukum yang ditulis oleh seorang penulis terlatih dan, menurut sebuah pernyataan pers dari Hebrew University di Yerusalem, berisi "akar kata dari kata 'hakim', 'budak' dan 'raja'".
 
Pernak-pernik Babilon

Para arkeolog yang menyelidiki gua-gua dekat Laut Mati telah menemukan perhiasan dan benda-benda lain yang konon berumur kira-kira 2.500 tahun, yaitu dari masa ketika orang Yahudi kembali ke tanah air mereka dari pembuangan di Babilon. Para arkeolog itu, dari Universitas Ibrani di Yerusalem dan Universitas Bar Ilan di Ramat Gan, menemukan benda-benda tersebut dengan bantuan detektor logam. Di antara harta karun itu terdapat sebuah cermin perunggu kecil, liontin perak, kalung emas dan manik-manik batu semiberharga, medali akik Babilonia, dan segel dengan gambar seorang imam Babilonia sujud kepada bulan, lapor Associated Press. "Temuan ini sangat langka. Kita hampir tidak pernah mendengar ada temuan yang begitu banyak dan yang berasal dari periode itu," kata Tsvika Tsuk, kepala arkeolog untuk Pengelola Perlindungan Alam dan Taman Nasional Israel
 
Lumbung Mesir Kuno Ditemukan

Para arkeolog dari University of Chicago yang melakukan penggalian di Mesir bagian selatan telah menemukan tujuh wadah kuno tempat menyimpan biji-bijian, yang terbesar yang pernah ditemukan di negeri itu. Berdasarkan artefak yang ditemukan di dekatnya, para arkeolog menentukan bahwa wadah, atau lumbung, itu dibuat antara tahun 1630 dan 1520 SM. Jika penentuan tahun itu akurat, lumbung itu berasal dari zaman Musa. Bentuknya bundar, terbuat dari bata lumpur, dengan diameter 5,5 meter sampai 6,5 meter dan mungkin tingginya tidak kurang dari 7,5 meter. Dulu, ini digunakan oleh pemerintah sebagai bagian dari pusat distribusi makanan setempat. Mengenai temuan tersebut, universitas itu melaporkan bahwa pusat-pusat demikian "berfungsi sebagai tempat dikumpulkannya panenan yang limpah dari Lembah Nil untuk dimanfaatkan demi kepentingan negara. Kekuasaan para firaun semakin mantap dengan digunakannya biji-bijian itu sebagai mata uang". Laporan itu menambahkan, "karena biji-bijian memiliki nilai tukar, lumbung itu berfungsi sebagai bank dan sumber makanan".
 
Bertruk-truk Sejarah

Menurut laporan, para arkeolog yang mengayak bertruk-truk tanah dari situs bait di Yerusalem telah mengumpulkan ribuan artefak yang berasal dari masa pra-Israel hingga zaman modern ini. Di antaranya terdapat sebuah kepala anak panah dari jenis yang digunakan oleh pasukan Nebukhadnezar, yang menghancurkan bait pertama orang Yahudi di situs itu. Temuan yang paling mengejutkan ialah sebuah meterai tanah liat, yang berasal dari abad ketujuh atau abad keenam SM, yang katanya memuat nama Ibrani Gedalyahu Ben Immer Ha-Cohen. Menurut arkeolog Gabriel Barkai, pemilik meterai itu "kemungkinan adalah saudara lelaki Pasyur Ben Imer, yang disebutkan dalam Alkitab [Yeremia 20:1] sebagai imam dan pejabat di bait".
 
Perbantahan Ratu Syeba

Di Etiopia ia dinamakan Makeda. Di Yaman, namanya adalah Bilqis. Ia lebih dikenal sebagai ratu Syeba, disebut dalam Alkitab maupun Quran. Setiap negara menyatakan memilikinya dan berharap agar makamnya segera ditemukan di negara mereka, mengimbau para arkeolog untuk terus menggali mencari bukti. Jika bukti mengenai ratu Syeba dapat ditemukan, lokasi tersebut akan menjadi objek wisata yang sangat besar bagi wisatawan dan mengesahkan pernyataan mengenai mata ranatai purba negara itu dengan peradaban. "Para arkeolog telah menemukan banyak inskripsi dari kerajaan Syeba pada batu-batu kuno di Etiopia dan Yaman," demikian komentar The Wall Street Journal. "Anehnya, tidak ada yang menyebut Makeda atau Bilqis." Ditambahkan, "Alkitab tidak banyak membantu. Memang disebutkan secara terperinci semua emas dan rempah-rempah yang dibawa Syeba kepada Salomo, tetapi tidak disebutkan dari mana ia datang."
 
Penggalian Sodom dan Gomora

Para arkeolog Swedia menyatakan telah menemukan Sodom dan Gomora Purba. Bekerja sama dengan Badan Kepurbakalaan Amman, para ilmuwan melakukan penyelidikan di El Lisan, sebelah timur Laut Mati, di Yordania. Surat kabar Swedia Östgöta-Correspondenten menjelaskan bahwa penemuan reruntuhan bangunan yang dihancurkan kira-kira 1.900 tahun Sebelum Masehi sangat menakjubkan. Para arkeolog yakin bahwa mereka telah menemukan Sodom dan Gomora. Setelah menganalisis tembikar, dinding, makam, dan batu api, kesimpulan mereka adalah bahwa kota itu dihancurkan oleh bencana alam. Akan tetapi, Alkitab memperlihatkan bahwa Allah sendiri yang menghancurkan karena perbuatan amoral yang bejat dari kota itu.

Perahu Galilea - Harta Karun dari Zaman Alkitab

Laut Galilea adalah saksi mata berbagai peristiwa yang paling mengesankan selama pelayanan Yesus. Di danau inilah atau di dekat pantainya, Putra Allah sendiri berjalan di atas air, menenangkan gelombang yang mengamuk, memberi makan ribuan orang secara mukjizat, dan menyembuhkan orang sakit. Pada tahun 1986, sesuatu yang tak terduga ditemukan di dasar laut dekat kota Kapernaum kuno. Ini adalah sebuah perahu yang pernah mengarungi laut ini pada masa pelayanan Yesus. Bagaimana perahu itu ditemukan? Dan, informasi apa yang dapat kita peroleh darinya?

Terungkap karena Kemarau

Curah hujan di bawah rata-rata selama bertahun-tahun, diikuti oleh musim panas yang terik pada tahun 1985, berdampak buruk atas Laut Galilea. Selain itu, air danau ini juga disedot untuk irigasi pertanian. Permukaan air turun drastis sehingga banyak bagian dari dasar danau pun kelihatan. Dua pria kakak beradik dari sebuah kibbutz (permukiman Israel) di dekat lokasi itu melihat peluang emas untuk mencari harta terpendam. Ketika mereka berjalan di dasar danau itu, mereka menemukan paku-paku kuno dan beberapa uang logam dari perunggu. Tiba-tiba, mereka melihat sesuatu—sebuah rangka lonjong, yang ternyata adalah bagian atas sebuah perahu kuno yang terkubur dalam lumpur. Mereka benar-benar telah menemukan harta karun!

Para arkeolog tidak pernah menduga akan menemukan perahu berusia 2.000 tahun di Laut Galilea. Menurut mereka, kayu apa pun pasti sudah lama hancur dimakan mikroorganisme. Namun, berdasarkan metode penentuan umur spesimen purba dan uang logam yang ditemukan di situs tersebut, para pakar menyimpulkan bahwa temuan itu berasal dari abad pertama SM atau abad pertama M. Yang luar biasa, kondisi badan perahu itu masih lumayan baik. Bagaimana mungkin?

Tampaknya, perahu itu berada di daerah yang tidak terusik sehingga seluruh bagian bawahnya terkubur dalam endapan lumpur halus. Seraya waktu berlalu, lumpur itu mengeras. Dengan demikian, sepenggal sejarah terlestarikan selama kira-kira 20 abad!

Sewaktu berita tentang temuan ini menyebar, perahu itu dijuluki Perahu Yesus. Tentu saja, tidak seorang pun benar-benar menganggap bahwa perahu inilah yang digunakan oleh Yesus atau murid-muridnya. Tetapi, yang membuat para sejarawan maupun pakar Alkitab tertarik pada perahu ini adalah umur dan kesamaannya dengan perahu-perahu yang digambarkan dalam kisah-kisah Injil.

Perahu itu panjangnya 8,2 meter dan lebarnya 2,3 meter. Pembuatannya tidak dimulai dengan sebuah rangka, tetapi papan-papan langsung dipasang pada lunas sehingga badan perahu terbentuk. Baru setelah itu, kayu-kayu yang melengkung dipasang melintang sebagai penguat badan perahu. Metode ini umum dalam pembuatan kapal yang dirancang untuk mengarungi Laut Tengah. Tetapi, perahu Galilea ini mungkin disesuaikan untuk pelayaran di danau.

Tampaknya, perahu itu semula dilengkapi sebuah layar segi empat. Ada empat dayung, yang menunjukkan bahwa dibutuhkan sedikitnya lima awak empat pendayung dan seorang juru mudi. Namun, perahu itu bisa mengangkut orang sebanyak dua kali jumlah itu atau lebih. Tidak sulit untuk membayangkan perahu yang mirip ukurannya sewaktu kita membaca tentang ketujuh murid yang melihat Yesus yang telah dibangkitkan ketika mereka sedang menangkap ikan. Yohanes 21:2-8.

Perahu Galilea itu tidak diragukan mempunyai dek di buritan untuk menyimpan jala yang besar. Di bawah papan-papan dek seperti itu terdapat ruangan yang agak terlindung untuk tempat istirahat para nelayan yang lelah. Bisa jadi, Yesus menggunakan tempat seperti itu ketika selama suatu badai angin "ia berada di buritan, sedang tidur di atas bantal". (Markus 4:38) Ada yang berpendapat bahwa "bantal" itu bisa jadi adalah sebuah kantong pasir yang dibawa di perahu untuk pengimbang .

Para Nelayan di Sekitar Laut Galilea

Coba bayangkan diri Anda sebagai penumpang perahu seperti ini pada abad pertama. Seraya Anda berlayar di Laut Galilea, apa yang mungkin Anda lihat? Ada nelayan-nelayan yang menebarkan jala, beberapa dari perahu-perahu kecil dan yang lain sambil berjalan di air yang dangkal. Dengan terampil, mereka menggunakan satu tangan untuk melemparkan jala-jala bundar itu, yang berdiameter antara enam dan delapan meter dan ujung-ujungnya diberi pemberat. Setelah terentang rata di permukaan air, jala itu terbenam, lalu ikan-ikan pun terjerat. Seorang nelayan akan mengambil tangkapan dengan menyeret jala tersebut ke darat atau mungkin dengan menyelam untuk mengangkat jala beserta isinya ke perahu. Dalam Alkitab, Simon dan Andreas digambarkan sedang "menebarkan" jala mereka, mungkin dengan cara yang serupa. Markus 1:16.

Anda mungkin juga melihat sekelompok nelayan yang asyik bercakap-cakap seraya menyiapkan pukat tarik. Jaring ini panjangnya barangkali 300 meter, ujung-ujungnya dipasangi tali pengeret dan bagian tengahnya kalau ditarik lurus lebarnya 8 meter. Setelah para nelayan memilih lokasi, setengah dari mereka akan menuju ke pantai sambil membawa salah satu tali pengeret. Perahu berlayar menjauhi pantai sehingga jaring terbentang, lalu perahu pun berbalik sambil perlahan-lahan menarik jaring itu hingga membentuk setengah lingkaran menghadap pantai. Kemudian, para nelayan lain turun dari perahu dengan tali pengeret yang kedua. Seraya kedua kelompok nelayan itu saling mendekat, mereka menarik tangkapan mereka. Matius 13:47, 48.

Di kejauhan, Anda melihat seorang nelayan dengan tali pancingnya. Yesus pernah menyuruh Petrus melemparkan pancingnya di laut ini. Bayangkan betapa tercengangnya Petrus ketika menemukan uang logam dari perak dalam mulut ikan yang ditangkapnya tepat senilai yang dibutuhkan untuk membayar pajak bait. Matius 17:27.

Para pekerja menyingkirkan lumpur di bagian dalam perahu
Pada waktu senja, danau ini hening. Tiba-tiba, keheningan dipecahkan oleh bunyi entakan kaki para nelayan di dek seraya mereka memukul-mukulkan dayung ke air untuk menimbulkan bunyi segaduh mungkin. Ada apa gerangan? Mereka sudah menaruh dalam air semacam jaring insang sedemikian rupa sehingga ikan, yang ketakutan karena kegaduhan itu, langsung berenang masuk perangkap.

Dibungkus dengan busa poliuretan. Jaring ini, yang terpasang tegak di dasar danau, tidak tampak dalam kegelapan dan dirancang sedemikian rupa supaya ikan mudah terbelit di dalamnya. Jaring-jaring tersebut berulang kali diturunkan ke air sepanjang malam dan pada pagi hari dicuci, lalu digantung hingga kering. Anda mungkin bertanya-tanya, 'Apakah jaring yang digunakan dalam kisah tentang mukjizat tangkapan ikan di Lukas 5:1-7 adalah jaring insang?'

Pemugaran

Perahu itu terapung lagi setelah hampir 2.000 tahun berlalu. Mari kita kembali ke zaman modern. Apa yang dilakukan selanjutnya dengan perahu yang telah ditemukan itu? Walaupun utuh, strukturnya tidak lebih kokoh daripada kardus basah. Pasti tidak bijaksana kalau perahu itu ditarik begitu saja dari lumpur. Betapa menyedihkan jika perahu tersebut hancur sewaktu diangkat dari lumpur padahal sudah sekian lama tetap utuh! Mengingat air danau kemungkinan besar akan pasang lagi, sebuah tanggul dibuat di sekeliling situs itu. Beberapa terowongan dibuat untuk menyisipkan penopang dari fiberglass di bawah badan perahu. Lalu, seraya lumpur disingkirkan dengan hati-hati, bagian luar dan dalam perahu disemprot dengan lapisan pelindung dari busa poliuretan.

Kesulitan berikutnya adalah mengangkut perahu yang rapuh ini ke tempat yang jauhnya 300 meter untuk dilestarikan. Lapisan poliuretan yang melapisinya memang kuat, tetapi kayu yang telah rapuh itu bisa rontok akibat guncangan mendadak. Tim memilih jalan keluar yang kreatif. Mereka membuka tanggul dan membiarkan air masuk. Untuk pertama kali setelah berabad-abad, perahu kuno itu, yang kini terbungkus dalam lapisan modern, terapung lagi di Laut Galilea.

Sebuah tangki beton dibangun sebagai rumah untuk perahu itu selama proses pelestarian, yang berlangsung hingga 14 tahun. Problem timbul sewaktu larva nyamuk menghuni tangki tersebut, sehingga mengganggu para pekerja yang harus masuk ke tangki yang penuh air. Tetapi, tim konservasi menemukan solusi yang unik dan kuno. Mereka memanfaatkan sejumlah ikan Santo Petrus, yang memakan larva dan membersihkan air.

Setelah itu, perahu harus segera dikeringkan. Kondisinya masih terlalu rapuh untuk dibiarkan mengering secara alami. Air yang diserap oleh kayu harus diganti dengan bahan lain. Tim menggunakan teknik yang menggantikan air dengan lilin sintetis yang larut dalam air, sehingga kayu dapat mengering tanpa berubah bentuk.

Setelah pelestarian rampung, terlihatlah sebuah perahu yang sederhana. Perahu itu terbuat dari 12 jenis kayu. Mengapa begitu? Satu kemungkinan ialah kayu sulit diperoleh pada zaman itu. Kemungkinan yang lebih besar ialah pemiliknya bukan orang kaya. Perahu tersebut telah sering kali diperbaiki sampai akhirnya dibiarkan tenggelam.

Perahu Galilea itu mungkin sama sekali tidak ada kaitannya dengan Yesus. Tetapi, bagi banyak orang ini adalah harta karun. Terbukalah kesempatan untuk menengok ke masa silam dan membayangkan kehidupan berabad-abad yang lalu di Laut Galilea pada masa yang bersejarah selama pelayanan Yesus di bumi.