Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

Jul 27, 2012

Kuil Sulaiman Peradaban Mesopotamia Kuno

Kuil Sulaiman masih menjadi tanda tanya bagi peneliti dan arsitektur kini, mungkinkah di zaman peradaban Mesopotamia kuno Raja Sulaiman membangun kuil setinggi 120 hasta atau berkisar 63 meter?

Kuil Sulaiman dibangun pada masa peradaban Mesopotamia kuno berukuran 500 hasta persegi. Sepanjang tembok timur Kuil Sulaiman dekat dinding ujung utara terdapat lapisan yang mendasar, pra-Herodian yang menampilkan sudut dinding sangat tua dan menonjol keluar. Menurut Leen Ritmeyer, seorang arkeolog yang menghabiskan masa hidupnya selama 22 tahun di Yerusalem, menyebut tempat ini sebagai sudut unik, dan jelas merupakan tonjolan yang lebih tua dari sebuah dinding, dan sudut yang ada ketika Raja Herod membangun tembok baru. Mungkinkah 'sudut unik' (offset) ini telah menjadi halaman luar Kuil Sulaiman?

Pelataran luar Kuil Sulaiman di dokumentasikan oleh orang-orang yang terbuang di Mishna. Orang-orang Yahudi yang dibebaskan oleh Persia kembali
ke Israel untuk membangun kembali Kuil Suci Kedua. Mereka mengukur halaman luar sebesar 500 hasta persegi, tidak mengatakan membangun halaman pelataran luar, alun-alun, seluas 500 hasta yang merupakan sisa-sisa Kuil Pertama. Dengan pengukuran Yehezkiel di kuil Sulaiman, masing-masing memiliki halaman luar seluas 500 persegi. Jadi, Kuil Sulaiman asli memiliki halaman seluas dimensi tersebut, dan hanya tercatat dalam sejarah melalui Yehezkiel.

Sudut timur laut Kuil Sulaiman ditempatkan di lokasi 'offset' (Laut Molten atau Laut Brass) di mana para imam mencuci tangan mereka, berbaris tepat di atas sumur bawah tanah terbesar. Sumur bawah tanah yang tidak biasa berada di dalam pelataran dalam dan pelataran luar. Air hujan dihalaman dalam dan luar bisa dikeringkan melalui sumur ini.

Pelataran dalam dibagian pilar berbentuk persegi seluas 100 hasta. Di tengah alun-alun inilah terdapat mezbah yang memiliki tangga menghadap
timur. Para imam akan berbaris di sekitar altar dari Barat ke Timur,

Sejarah Athena Dalam Mitologi Yunani

Menurut mitologi Yunani kuno, nama Athena diambil ketika Dewi Athena dan Poseidon berkompetisi untuk menjadi pelindung kota. Mitos Yunani kuno mengatakan bahwa Poseidon memberikan mata air dengan air laut, sementara Dewi Athena menawarkan pohon zaitun yang menyentuh batu suci Acropolis, hingga akhirnya penduduk memilih Dewi Athena sebagai pelindung mereka. Mitos itu hanyalah simbol tetapi dua Dewa itu melambangkan kekuatan Athena sebagai kota yang diberkati kekuatan laut. Pemukiman pertama Athena dimulai sejak tahun 3000 SM, awalnya berada di atas bebatuan Acropolis.

Pengorbanan Yunani Mendirikan Athena

Mengutip artikel yang dimuat pada Athensguide; bahwa dalam tradisi Yunani kuno, sejarah Athena didirikan ketika raja Theseus menyatukan beberapa pemukiman Attica. Kodros, adalah raja terakhir Athena kuno yang mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan negara. Kemudian para bangsawan (kalangan atas yang memonopoli tanah) mulai berkuasa. Para bangsawan memerintah Athena melalui Mahkamah Agung (Arios Pagos), dari konsul ini terpilih 9 penguasa Athena. Selama waktu tersebut dibentuk majelis (sidang) warga Athena (Ecclesia, Demos) tetapi selama priode ini, Athena tidak memiliki kekuatan hingga kemudian pada titik terendah Solon.

Setelah periode penjajahan dan ekspansi perdagangan, banyak warga Athena menjadi kaya melalui perdagangan dan pelayaran (transportasi laut). Mereka ingin berpartisipasi dalam administrasi negara sedangkan di sisi lain, penduduk kelas bawah mengalami kemiskinan. Hal ini mengakibatkan kerusuhan antara kaum miskin yang menginginkan tanah dan keadilan sosial, dan bangsawan ingin mempertahankan kekuasaan serta otoritas mereka.

Kerusuhan itu semata-mata untuk mengeksploitasi ambisi Kylon yang ingin menjadi tiran, tapi dia gagal. Gerakan itu tertulis dalam sejarah Athena sebagai Kylonion Agos. Setelah kerusuhan, para bangsawan menulis undang-undang baru dalam menanggapi tuntutan masyarakat. Tapi hukum Dracon yang dianggap sebagai Solon, terlalu keras dan membuat kecewa orang Atena. Solon mengembalikan hutang para warga dan membebaskan hutang semua budak. Hukum itu mengeluarkan rakyat Athena dari beban yang sangat berat dan disebut Seisachtheia.

Solon membagi Athena menjadi empat kelas yang masing-masing bergantung pada pendapatan mereka. Archons (penguasa) memiliki hak untuk menjadi orang kaya. Solon diperkuat secara politik dan kalangan miskin, karena ia memberikan peranan besar bagi Ecclesia Demos. Rancangan undang-undang dan suara hukum disusun oleh Dewan. Solon mendirikan pengadilan besar yang disebut Iliaia, sebuah langkah pertama menuju demokrasi.



Walaupun hukum Solon meyakinkan berbagai kalangan penduduk Atena. Masyarakat miskin menginginkan pertanian, dengan kata lain pengembalian tanah. Selama periode ini, kaum bangsawan kehilangan banyak kekuasaan hingga akhirnya Peisistratos berhasil mendapatkan dukungan dari banyak orang dan menjadi tiran. Peisistratos mendukung petani dan berbagai proyek di Athena. Putranya sekaligus penerusnya, Hippias dan Hipparchos, sebuah kenyataan pahit dalam sejarah Athena, hingga membuat Hippias melarikan diri ke Persia. Hippias meninggal di pengasingan dan Hipparchos dibunuh oleh orang Athena.

Lahirnya Demokrasi Athena

Berakhirnya Tirani itu, orang Athena mulai mengatur demokrasi. Kleisthenes adalah pendiri utama yang secara radikal mereformasi konstitusi, dan membagi orang Athena dalam 10 ras (kasta). Kleisthenes memberikan semua keputusan di Ecclesia Demos. Dari sidang (majelis) yang memilih 10 jenderal sebagai pemimpin bukan hanya militer, tapi negara itu sendiri. Parlemen Solon diganti dengan parlemen baru dengan 500 deputi. Para anggota parlemen baru di mana 50 orang Athena dari setiap majelis dipilih setiap tahun secara adil. Dengan sistem ini semua warga Athena kemungkinan besar akan berkesempatan menjadi anggota parlemen. Tugas parlemen adalah mempersiapkan topik yang akan dibahas dalam Ecclesia Demos.

Setiap warga negara bisa menulis nama seorang politisi yang berbahaya bagi demokrasi di selembar vas rusak (kepingan). Setelah itu mereka akan menghitung orang-orang yang memiliki 6 ribu keping vas dengan nama mereka, dan mengirimkan ke pengasingan selama 10 tahun. Dengan demikian lahirlah demokrasi di Athena, konstitusi yang memberikan semua warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pemerintahan negara. Demokrasi ini merupakan salah satu prestasi paling penting dalam sejarah Athena, Yunani kuno.

Kejayaan Athena dimulai abad ke 5 SM di bawah kekuasaan Pericles. Selama periode ini disebut sebagai Golden Age of Athens Parthenon. Seni, Filsafat, Drama, berkembang hingga pada tingkat tertinggi masa itu. Tetapi, perang Peloponnesia antara Athena dan Sparta mengakhiri masa kejayaan mereka.

Athena terus menjadi pusat kebudayaan dan pentingnya intelektual bahkan selama zaman Romawi. Selama masa pemerintahan Kaisar Romawi Hadrian, Athena menjadi kota tercinta. Hadrian membangun dan menghiasi Athena dengan monumen megah seperti Perpustakaan Hadrian (Hadrian Library). Dia menyebut sebelah selatan Acropolis sebagai Theseus Athena, dan di sebelah utara Acropolis sebagai Hadrian Athena.

Kejatuhan Kekaisaran Romawi berdampak pada Athena. Selama masa Bizantium, Athena adalah kota Kekaisaran Bizantium. Dalam masa ini banyak gereja Bizantium dibangun di Athena. Tentara Salib menyerang kota Athena di abad ke-13 hingga abad 15 ketika kota ini diduduki oleh Turki. Setelah perang Kemerdekaan Yunani, Athena menjadi Ibukota Yunani pada tahun 1833.

Kuil Sulaiman Peradaban Mesopotamia Kuno

Kuil Sulaiman masih menjadi tanda tanya bagi peneliti dan arsitektur kini,
mungkinkah di zaman peradaban Mesopotamia kuno Raja Sulaiman membangun kuil
setinggi 120 hasta atau berkisar 63 meter?

Kuil Sulaiman dibangun pada masa peradaban Mesopotamia kuno berukuran 500
hasta persegi. Sepanjang tembok timur Kuil Sulaiman dekat dinding ujung
utara terdapat lapisan yang mendasar, pra-Herodian yang menampilkan sudut
dinding sangat tua dan menonjol keluar. Menurut Leen Ritmeyer, seorang
arkeolog yang menghabiskan masa hidupnya selama 22 tahun di Yerusalem,
menyebut tempat ini sebagai sudut unik, dan jelas merupakan tonjolan yang
lebih tua dari sebuah dinding, dan sudut yang ada ketika Raja Herod
membangun tembok baru. Mungkinkah 'sudut unik' (offset) ini telah menjadi
halaman luar Kuil Sulaiman?

Pelataran luar Kuil Sulaiman di dokumentasikan oleh orang-orang yang
terbuang di Mishna. Orang-orang Yahudi yang dibebaskan oleh Persia kembali
ke Israel untuk membangun kembali Kuil Suci Kedua. Mereka mengukur halaman
luar sebesar 500 hasta persegi, tidak mengatakan membangun halaman
pelataran luar, alun-alun, seluas 500 hasta yang merupakan sisa-sisa Kuil
Pertama. Dengan pengukuran Yehezkiel di kuil Sulaiman, masing-masing
memiliki halaman luar seluas 500 persegi. Jadi, Kuil Sulaiman asli memiliki
halaman seluas dimensi tersebut, dan hanya tercatat dalam sejarah melalui
Yehezkiel.

Sudut timur laut Kuil Sulaiman ditempatkan di lokasi 'offset' (Laut Molten
atau Laut Brass) di mana para imam mencuci tangan mereka, berbaris tepat di
atas sumur bawah tanah terbesar. Sumur bawah tanah yang tidak biasa berada
di dalam pelataran dalam dan pelataran luar. Air hujan dihalaman dalam dan
luar bisa dikeringkan melalui sumur ini.

Pelataran dalam dibagian pilar berbentuk persegi seluas 100 hasta. Di
tengah alun-alun inilah terdapat mezbah yang memiliki tangga menghadap
timur. Para imam akan berbaris di sekitar altar dari Barat ke Timur,

Jul 24, 2012

Kematian Cleopatra

Catatan sejarah Plutarch mengakui, tidak ada yang tahu kebenaran tentang bagaimana kematian Cleopatra. Strabo mungkin sebenarnya sudah berada di Alexandria pada saat kematian Cleopatra, dan menunjukkan bahwa Cleopatra mungkin telah menaruh racun pada jarum. Tak satu pun orang yang hidup di masa itu menerima teori bahwa dia menelan campuran beracun dalam bentuk minuman.

Riwayat Sebelum Kematian Cleopatra

Sejarah mencatat bahwa Cleopatra, Ratu Mesir terakhir yang mengakhiri masa hidupnya di Alexandria. Cleopatra lahir pada tahun 69 SM yang merupakan garis keturunan Macedonia Yunani. Keluarganya memerintah Mesir selama lebih dari tiga abad. Sebagai seorang anak, Cleopatra memiliki pendidikan yang sangat baik dan dapat berbicara dalam 7 bahasa.

Masa kecilnya, dia belajar tentang realitas kehidupan di kerajaan. Cleopatra tinggal bersama kedua orangtua dan saudara kandungnya. Dia menjadi anak manja, menyadari bahwa dia bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan. Tidak ada riwayat bunuh diri dalam keluarganya, tetapi ada sejarah pembunuhan. Cleopatra tak berhenti berusaha untuk mendapatkan keinginannya, dia benar-benar tak seperti tipe orang yang menyerah begitu saja.


Pada usia 18 tahun, Cleopatra mewarisi tahta Mesir. Setelah kematian kedua adiknya, dia khawatir merasa akan dibunuh hingga akhirnya mengambil hati seorang Kaisar Romawi. Cleopatra, menikah dan melahirkan anak dari Julius Caesar. Setelah kematian mendadak Caesar dia merayu temannya, Marc Antony.

Misteri Kematian Cleopatra Belum Terpecahkan

Moseleum Cleopatra sangat dekat dengan istana (jaraknya beberapa ratus meter). Dalam cerita sejarah, Cleopatra berada dalam moseleum ketika dia menulis surat bunuh diri kepada penjaganya dan menyampaikan surat itu kepada Oktavianus (Octavian). Penjaga itu mengantarkan catatan Cleopatra kepada Oktavianus.

Di Kuil File terdapat ukiran Isis yang dikelilingi ular. Ukiran ini berhubungan dengan Cleopatra. Cleopatra diyakini sebagai reinkarnasi hidup dari Isis, bahwa takdirnya bersama ular.

Dalam sejarah seperti yang di muat Wikipedia, kematian Cleopatra disebabkan oleh gigitan ular beracun. Ada banyak alasan mengapa teori konspirasi ini mungkin tidak benar. Salah satunya, ketika penjaga mengambil surat itu dan membawanya kepada Oktavianus di istana, jaraknya hanya beberapa meter dan memakan waktu beberapa menit. Dalam kasus keracunan, setidaknya memerlukan beberapa jam sebelum kematian Cleopatra.

Salah satu orang yang mungkin terlibat dalam kematian Cleopatra adalah Oktavianus (Octavian). Rencananya adalah untuk mendapatkan kekuasaan tunggal. Dia menguasai bagian Barat Kekaisaran Romawi dan Mark Antony menguasai bagian Timur. Oktavianus kemudian memutuskan untuk menyatakan perang dan menggunakan Cleopatra sebagai pion. Dia mencoba untuk menangkap Cleopatra, dikatakan bahwa Oktavianus ingin menangkap hidup-hidup Cleopatra sehingga bisa menghinanya. Setelah kematian Cleopatra, dia menjadi kaisar pertama era baru dan mengubah namanya menjadi Augustus.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa ketika Cleopatra pertama kali ditangkap, dia sudah mencoba untuk bunuh diri dengan pisau. Bahkan setelah ia dilucuti oleh Gayus Proculeius, Cleopatra kemudian berhenti makan dan membiarkan dirinya menyerah hingga Oktavianus mengancam anak-anaknya.

Augustus memandang anak Cleopatra (Cizarian) sebagai ancaman besar bagi Roma. Hari sebelum Augustus tiba di Alexandria, Cleopatra mengirimkan anaknya yang berusia 14 tahun ke Ethiopia. Tapi, akhirnya Cizarian diburu dan dibunuh.

Ini menjadi perdebatan sejarawan bagaimana kematian Cleopatra dan juga menunjukkan bahwa dia mungkin telah dibunuh atau dipaksa untuk bunuh diri. Teori konspirasi lain menyatakan bahwa Oktavianus mengirim Dolabella kepada Cleopatra dengan cerita tentang bagaimana dia diseret ke jalan-jalan Roma dengan tujuan untuk meyakinkan Cleopatra, bahwa membunuh dirinya merupakan satu-satunya cara untuk mempertahankan harga diri Cleopatra.

Penganut teori konspirasi ini menunjukkan bahwa Oktavianus adalah seorang propagandis utama yang ingin terbebas dari Cleopatra dan bersedia untuk berbohong tentang bagaimana kematian Cleopatra sehingga memastikan bahwa dia akan mati dengan cara bunuh diri.

Sumber kuno lain menuduh Oktavianus karena telah membunuh ratu atau telah mendorongnya untuk bunuh diri. Bahkan catatan sejarah Plutarch menyebutkan bahwa Cleopatra telah meneliti bentuk menyakitkan bunuh diri jauh sebelum Oktavianus menginjakkan kaki di Alexandria, dan informasinya mungkin berasal putrinya (Cleopatra Selene) melalui Juba II.

Ucapan Plutarch dalam catatan bersejarah menyatakan bahwa tidak ada yang tahu kebenaran tentang bagaimana kematian Cleopatra. Tapi bukti dominan bahwa Cleopatra mengambil pilihan dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Sangat mungkin kematian Cleopatra dengan bantuan ular berbisa.