Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Jul 13, 2012

Bangso Batak Toba, keturunan Israel yang hilang

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel. Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.

Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain, terserak diseluruh dunia.

Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak
pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina,
tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur dengan penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam. Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal, rambut keriting, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang
merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan. Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan
transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.

Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan- perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan bahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel kuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Toba sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang memberikan perhatian terhadap hal ini.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra), adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang, pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.

Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD), sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA diantara bangsa-bangsa.

Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di  Hindia yang berdekatan dengan India. Bandingkan Yesaya 11:11: Pada waktu Tuhan akan mengangkut pula tanganNya untuk menebus sisa-sisa umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD) yang tertinggal di Asyur, dan di Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di Pulau-pulau di Laut.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi, guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik
Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama, dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang Melayu.

Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke
pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.

Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria. Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga dapat m encapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan itu terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam ke perut bumi.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberi bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur sejarah dan spiritual.

4 comments:

Anonymous said...


Technology
Blogging / SEO
Web Designs
Photography
Icon Designs
Travel
Gadgets
Automobile
Health tips
Social Media
News
Gaming
Entertainment (Bollywood/Hollywood)
Celebrity Talks
PC Software
Mobile Applications
Business Tips (Online as well as offline)
Sports
Fun / humor
Religion
Yoga
Kitchen recipes
Arts and graffiti
Music
Beauty Tips
Fashion
Inspirations
Life Styles
Development News
Psychology
Reviews

Anonymous said...


Technology
Blogging / SEO
Web Designs
Photography
Icon Designs
Travel
Gadgets
Automobile
Health tips
Social Media
News
Gaming
Entertainment (Bollywood/Hollywood)
Celebrity Talks
PC Software
Mobile Applications
Business Tips (Online as well as offline)
Sports
Fun / humor
Religion
Yoga
Kitchen recipes
Arts and graffiti
Music
Beauty Tips
Fashion
Inspirations
Life Styles
Development News
Psychology
Reviews

Manotar Tampubolon said...

Coba di hubungkan dengan asal usul orang batak yg berasal dari Pusuk Buhit/Huta Sianjur Mula-mula, apakah disana mereka sdh melakukan perkawinan campuran shg secara fisik berbeda dgn Israel? Bila sdh melakukan kawin campur (istilah anda intermarriage) dengan etnis mana mereka sdh melakukannya?

Yang kedua, tlg jangan ngarang, dan ilmiah sedikit dgn sumbernya yang jelas, kalau salah itu boleh, berbohong dilarang. terimlaksih

Anonymous said...

Pada Pertengahan Tahun 1980an,dalam Moment Pertemuan Kongres Para Tokoh Yahudi Sedunia di Tel Aviv,Mereka telah Membantah Usulan atau Klaim yang di lakukan beberapa Pihak non Yahudi yang mencoba mengaku keturunan Bangsa Yahudi yang Agung.

Salah Satu yang dimaksud Mereka adalah Suku Batak,Usulan dari Salah Seorang Toko Batak mengenai Kemungkinan Suku Batak sebagai Salah Satu Keturunan Yahudi pada awal Tahun 1970an Ikut dibantah dalam Pertemuan Tokoh Yahudi tersebut.

Berikut Dasar-dasar Penolakan tersebut :

-Kebiasaan Suku dan Orang-orang Yahudi yang tersebar di Seluruh Dunia selama beberapa Millenium adalah bahwasanya Orang Yahudi tidak pernah Kehilangan Jati Diri sebagai Penyembah Monoteisme.
Sehingga bila ada Etnis di Masa Lalunya mempunyai Kepercayaan banyak Tuhan,Kepercayaan pada Jenis Dewa,Anemisme,Dinamisme dan Jenis Politeisme lainnya,ataupun Terpengaruh Menyembah di luar YHWH,adalah Jenis Bukan dari Keturunan Bangsa Yahudi.

-Bangsa Yahudi adalah Bangsa yang di Karuniai,Keistimewaan dan Kecerdasan oleh Tuhan,sehingga tidak ada Sejarahnya Mereka masuk dalam Fase Kehidupan Primitif dimanapun Mereka Berada.
Sehingga jika ada Bangsa Primitif atau belum Mengenal Peradaban Modern ataupun Hidup Terasing di Pedalaman,sehingga Budayanya tidak sesuai Perkembangan paling Maju saat itu di Seluruh Dunia,Jelas Bukan dari Keturunan Yahudi.

-Bangsa Yahudi tidak pernah Hilang akan Jati Diri Bangsanya dan Leluhur,Tetap Mengaku sebagai Keturunan Yahudi dimanapun berada dalam Garis Darah dan Keturunanya.
Sehingga jika ada Bangsa yang memiliki Sejarah berbeda,apalagi yang tidak ada Kaitannya dengan Kisah Penyebaran Bangsa Yahudi,Jelas Bukan dari Keturunan Yahudi.

-Bangsa Yahudi tidak pernah jadi Bangsa Inferior dalam Kondisi Normal,justru Mereka bisa Mendominasi atau setidaknya Pemberi Warna dan Kemajuan suatu Bangsa dan Kemajuan Dunia pada Umumnya.
Sehingga jika ada Bangsa dahulunya dikalsifikasikan Primitif,Terasing,Terisolir ataupun Berbudaya Renda,Jelas itu Bukan Bangsa Yahudi.

-Bangsa Yahudi terlalu Agung untuk di Sandingkan dengan Bangsa-bangsa lain,apalagi dengan Bangsa Primitif,Karena memang tidak ada Korelasinya sama sekali sesuai Janji Tuhan bahwa Yahudi adalah Bangsa Terpilih (sumber Egger,1987)

Demikian Dasar-dasar Penolakan tersebut oleh Para Tokoh Bangsa Yahudi,

Alm TB Simatupang di Tahu 1980an pernah memberikan Tanggapan Mengenai Hal tersebut,Pesan Beliau agar Melupakan Usulan Bodoh yang memang tidak ada Dasarnya itu.Sejarah Bangso Batak Berbeda dengan Bangsa-bangsa lainnya,dan Tidak Pantas dilecehkan secara Sepihak oleh Bangsa lain.