Sejarah Dunia Kuno

2018 The Year of Angel Gabriel

May 30, 2016

Letak Kota Tujuh Jemaat Di Dalam Kitab Wahyu

Peta Anatolia Barat (dahulu termasuk Asia Kecil - sekarang menjadi wilayah Negara Turki) menunjukkan pulau Patmos dan tujuh kota yang disebutkan dalam Kitab Wahyu.
Tujuh Jemaat di Asia Kecil, juga dikenal sebagai Tujuh Jemaat di Asia (bahasa Inggris: The Seven Churches of Revelation, The Seven Churches of the Apocalypse atau The Seven Churches of Asia) merupakan tujuh gereja di Provinsi Romawi, Asia, (meliputi wilayah Asia Kecil, bukan seluruh benua Asia) yang disebutkan dalam Kitab Wahyu Pasal 1, 2 dan 3. Yohanes sedang berada di pulau Patmos dalam pembuangan atas perintah Kekaisaran Romawi karena mengajarkan iman Kristen. Ketika di sana ia mendapatkan penglihatan di mana ia melihat dan mendengar Yesus Kristus berbicara kepadanya dan memerintahkannya untuk menulis surat kepada tujuh jemaat. Ke tujuh jemaat itu adalah:
1. Efesus (Wahyu 2:1-7)
2. Smirna (Wahyu 2:8-11)
3. Pergamus (Wahyu 2:12-17)
4. Tiatira (Wahyu 2:18-29)
5. Sardis (Wahyu 3:1-6)
6. Filadelfia (Wahyu 3:7-13)
7. Laodikia (Wahyu 3:14-22)
1. EFESUS (EPHESOS)

Letak Ephesos di Turki
Koordinat: 37,939722°LU 27,340833°BT
Ephesos (bahasa Yunani kuno Ἔφεσος, Ephesos; bahasa Turki Efes) atau Efesus adalah kota Yunani kuno, dan di kemudian hari menjadi kota Romawi, di pesisir barat Asia Kecil, dekat Selçuk modern, Provinsi Izmir, Turki. Kota ini adalah salah satu dari dua belas kota anggota Liga Ionia pada masa Yunani Klasik. Pada masa Romawi, selama bertahun-tahun kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma. Ephesos memiliki populasi sejumlah lebih dari 250.000 orang pada abad ke-1 SM, yang ketika itu menjadikannya sebagai kota terbesar kedua di dunia.
Kota ini dulunya terkenal karena adanya "Kuil (dewi) Artemis" (Temple of Artemis; selesai dibangun pada tahun 550 SM), salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Kaisar Konstantin I membangun kembali hampir keseluruhan kota ini dan mendirikan tempat-tempat mandi umum yang baru. Berdasarkan surat perintah "Edik Tesalonika" (Edict of Thessalonica) dari kaisar Theodosius I, kuil itu dihancurkan oleh massa yang dipimpin oleh St. Yohanes Krisostomus.Kota ini sebagian hancur akibat gempa bumi pada tahun 614 M. Pentingnya kota ini sebagai pusat perdagangan menurun karena pelabuhannya lambat laun ditumpuki oleh endapan sungai Cayster (Küçük Menderes). Efesus adalah salah satu dari tujuh Jemaat di Asia Kecil yang disebutkan dalam Kitab Wahyu kepada Yohanes. Diduga Yohanes menulis Injilnya di kota ini.Pada abad ke-5 kota ini menjadi tempat pertemuan besar orang Kristen, yang disebut "Konsili", salah satu yang terkenal adalah "Konsili Efesus".

2. SMIRNA (SMYRNA)

Letak Smirna di Turki
Koordinat: 38°25′26″LU 27°8′34″BTKoordinat: 38°25′26″LU 27°8′34″BT
Smirna (bahasa Yunani Kuno: Σμύρνη or Σμύρνα, Smyrna) adalah kota kuno yang terletak di bagian tengah dan strategis di pantai Laut Aegea dari wilayah Anatolia. Karena kondisi pelabuhan yang menguntungkan, mudahnya dipertahankan dan hubungan darat yang bagus, kota Smirna berkembang menjadi penting. Lokasinya sekarang ini terletak di dalam daerah kota modern İzmir, Turki. Ada dua lokasi bekas kota ini. Yang bertama dibangun dan menjadi besar pada masa Archaic Yunani sebagai pemukiman kuno orang Yunani di bagian Anatolia barat. Yang kedua, landasannya dihubungkan dengan Aleksander Agung, menjadi kota metropolitan pada masa Kekaisaran Romawi. Kebanyakan reruntuhan yang ditemukan sekarang ini berasal dari zaman Romawi, yaitu setelah gempa bumi di abad ke-2 M. Sebagai salah satu kota Romawi penting di provinsi Asia, Smirna bersaing dengan kota Efesus dan Pergamum untuk gelar "Kota Paling Utama di Asia." Sebuah gereja Kristen berdiri di sini sejak awal sekali, mungkin bertumbuh dari koloni orang Yahudi. Merupakan salah satu dari "tujuh jemaat di Asia" yang disebutkan namanya dalam Kitab Wahyu. Santo Ignatius dari Antiokhia mengunjungi Smirna dan kemudian menulis surat-surat kepada uskupnya, Polikarpus. Gerombolan orang Yahudi dan Yunani menyebabkan Polikarpus mati syahid pada tahun 153 M. Ireneus, yang pernah mendengarkan Polikarpus ketika masih kecil, nampaknya berasal dari Smirna. Penduduk kota lain yang terkenal dan dari zaman yang sama adalah Aelius Aristides. Polycrates melaporkan pergantian uskup-uskup termasuk Polikarpus dari Smryna, maupun yang lain di kota-kota terdekat misalnya Melito di Sardis.

3. PERGAMUS (PERGAMON)

Pergamum di Turki
Pergamum atau Pergamon (Yunani: Πέργαμος, kini Bergama di Turki) adalah sebuah kota Yunani Kuno, di Mysia, sebelah barat laut Anatolia, 16 mil dari Laut Aegea, terletak di ujung sisi utara sungai Caicus (kini Bakırçay). Pergamum memiliki perpustakaan terbaik pada saat peradaban Yunani kuno setelah perpustakaan di Alexandria, Mesir. Di dekat kota terdapat tempat pemujaan Asclepius, dewa penyembuhan. Di sini, orang dengan masalah kesehatan dapat berendam di mata air suci, dan kelak di mimpi pasien, Asclepius akan datang dan memberi tahu bagaimana cara penyembuhannya. Pada abad pertama, gereja Kristen di Pergamum disebutkan sebagai salah satu dari tujuh gereja pada kitab Wahyu (Wahyu 1:11).

4. TIATIRA (AKHISAR)

Thyatira (Θυάτειρα) di Turki
Koordinat: 38,92°LU 27,836111°BT
Tiatira (Thyateira atau Thyatira) adalah sebuah kota kuno Yunani yang sekarang ini adalah kota modern Akhisar ("kastil putih"; "white castle") di negara Turki. Nama kuno ini berasal dari bahasa Yunani Koine "Θυάτειρα" (Thuateira). Terjemahan bahasa Turki yang setara dengan Thyateira adalah Tepe Mezarlığı, artinya "kuburan bukit" (hill graveyard). Terletak di bagian barat Turki, sebelah selatan Istanbul dan ke arah timur dari Athena. Berjarak sekitar 50 mil (80 km) dari Laut Tengah
Kota ini mula-mula dikenal sebagai Pelopia (bahasa Yunani: Πελοπία), tetapi dinamai Thyateira (Θυάτειρα) oleh raja Seleucus I Nicator pada tahun 290 SM. Ia sedang berperang melawan Lysimachus ketika mendengar bahwa istrinya melahirkan seorang putri. Menurut Stephanus of Byzantium, ia menyebut kota ini "thuateira" dari kata Yunani "θυγατήρ", "θυγατέρα" (thugater, thugatera), artinya "anak perempuan", meskipun kemungkinan juga adalah nama Lydia kuno. Dalam zaman kuno, Tiatira terletak di perbatasan antara Lydia dan Mysia. Terkenal karena industri pewaranaan kain dan pusat dari perdagangan pewarna Indigo (ungu). Di antara reruntuhan kota kuno, terdapat tulisan-tulisan yang berhubungan dengan organisasi pembuat warna di kota itu. Diketahui ada lebih banyak organisasi (guild) di Tiatira daripada kota-kota lain di provinsi Romawi Asia. Tulisan-tulisan itu menyebutkan antara lain: pengerja kain wol, kain lenan, pembuat baju luar, pewarna kain, pengerja kulit, penyamak kulit, tukang periuk, pembuat roti, pedagang budak dan pengerja perunggu. Dalam zaman gereja Kristen mula-mula di abad pertama Masehi, Tiatira adalah tempat gereja penting yang disebut sebagai salah satu dari tujuh gereja di Asia dalam kitab Wahyu kepada Yohanes.Menurut kitab tersebut, seorang wanita yang disebut "Izebel" dan menyebut dirinya seorang nabiah, mengajar dan menyesatkan orang Kristen di Tiatira untuk berbuat mesum dan makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Rasul Paulus dan Silas mungkin saja mengunjungi Tiatira dalam perjalanannya yang kedua atau ketiga, meskipun tidak ada bukti kuat, selain dicatat bahwa mereka melalui sejumlah kota-kota yang tidak disebut namanya di daerah itu dalam perjalanannya yang kedua. Ketika pertama kalinya sampai di kota Filipi, Paulus dan Silas tinggal di tempat seorang perempuan bernama Lidia, penjual kain ungu dari Tiatira, yang beserta seluruh keluarganya merupakan orang Kristen pertama di tempat itu. Perempuan itu terus menolong mereka ketika dipenjarakan dan sampai dilepaskan.
Pada tahun 366, sebuah pertempuran yang dikenal sebagai "battle of Thyatira" terjadi di dekan Thyateira, di mana tentara kaisar Romawi, Valens, mengalahkan pasukan pemberontak bernama Procopius.
Pada tahun 1922, Patriarkh Konstantinopel menunjuk seorang Eksarkh untuk Eropa Barat dan Tengah dengan gelar "Uskup Tiatira" (Archbishop of Thyateira). Uskup yang sekarang (sejak tahun 1988) adalah Gregorios Theocharous. Uskup Tiatira tinggal di London dan mempunyai tanggung jawab pastoral untuk Gereja Ortodoks Timur (Ortodoks Yunani) di Britania Raya.

5. SARDIS (SARDES)

Letak Sardis di Turki
Koordinat: 38,476389°LU 28,114444°BT
Sardis atau Sardes (bahasa Lydia: Sfard; bahasa Yunani: Σάρδεις, Sardeis; bahasa Persia: سارد, Sārd) adalah kota kuno di tempat yang kini mejadi Sart modern (Sartmahmut sebelum 19 Oktober 2005) di Provinsi Manisa di Turki. Sepanjang sejarahnya, Sardis merupakan kota yang penting. Kota ini adalah ibukota kuno kerajaan Lydia, kota penting di Kekasiaran Persia, kota tempat prokonsul di Kekaisaran Romawi, dan kota besar di provinsi Lydia di Kekaisaran Bizantium.
Sebagai salah satu dari Tujuh gereja di Asia, kota ini disebut dalam Kitab Wahyu 3:1). Kota ini menjadi penting antara lain karena kekuatan militernya, letaknya yang terletak di jalur menuju pesisir Aigea, dan karena memiliki tanah subur di Hermus.

6. FILADELFIA (ALASEHIR)

Kota Alaşehir di Turki.
Alaşehir (Pengucapan bahasa Turki: [aˈɫaʃehiɾ]), dalam zaman kuno sampai Abad Pertengahan dikenal dengan nama Filadelfia (bahasa Inggris: Philadelphia; bahasa Yunani: Φιλαδέλφεια), artinya "(kota) kasih sayang persaudaraan", sekarang adalah sebuah kota dan distrik di Provinsi Manisa, di daerah Aegea, negara Turki. Terletak di lembah Kuzuçay (Cogamus, pada zaman kuno), di kaki gunung Bozdağ (gunung Tmolus pada zaman kuno). Kota ini dihubungkan dengan kota İzmir dengan sebuah jalur kereta api sepanjang 105 km (65 mil). Walikota yang menjabat lama adalah Gökhan Karaçoban. Dataran tinggi di wilayah ini dipenuhi tanah luas dan subur dari sungai Gediz, (nama kuno: Hermus)) yang memberikan pemandangan luar biasa. Terdapat beberapa mesjid dan gereja Kristen. Juga ada sejumlah industri kecil dan pusat perdagangan. Dari salah satu sumber mata air mineral keluarlah air yang bermuatan tinggi yang terkenal di seluruh Turki. Di Turki, kota ini dikenal sebagai penghasil kismis dari anggur Sultana. Namun, pasaran buah-buahan segar, yang membutuhkan penanganan lebih sedikit daripada pengeringan buah, menanjak ketenarannya dalam dekade-dekade terakhir. Ketika masih bernama Filadelfia, kota ini merupakan pusat kekristenan penting pada zaman gereja mula-mula (abad pertama M) dan terus sampai ke periode Kekaisaran Bizantin. Sampai sekarang, tempat ini tetap dianggap sebagai titular see Gereja Katolik. Alaşehir mungkin salah satu kota pertama dengan nama "Filadelfia". Didirikan pada tahun 189 SM oleh Raja Eumenes II dari Pergamon (197-160 SM). Eumenes II menamai kota ini karena kasihnya pada saudara laki-lakinya, yang kelak menggantikannya, Attalus II (159-138 SM), yang kesetiaannya menyebabkan Ia diberi julukan, "Philadelphos", arti harafiahnya "orang yang mengasihi saudara laki-lakinya". Karena tidak memiliki ahli waris, Attalus III Philometer, raja terakhir dari dinasti Attalid di Pergamum, menyerahkan kerajaannya, termasuk kota Filadelfia, kepada sekutunya, Kerajaan Romawi, pada waktu Ia meninggal pada tahun 133 SM. Roma membentuk Provinsi Asia pada tahun 129 SM dengan menggabungkan Ionia dan bekas wilayah Kerajaan Pergamum.
Filadelfia berada dalam distrik administratif Sardis (Pliny NH 5.111). Pada tahun 17 M, kota ini rusak berat akibat gempa bumi, sehingga Kaisar Tiberius memberi keringanan tidak usah membayar pajak (Tacitus Annales 2.47, cf. Strabo 12.8.18, 13.4.10, John Lydus de mensibus 4.115). Sebagai balasan, kota itu memberikan berbagai penghormatan kepada Tiberius. Bukti dari mata uang logam menunjukkan bahwa Caligula pernah membantu kota ini. Di bawah pemerintahan Vespasian, Filadelfia menerima cognomen-nya, Flavia. Di bawah Caracalla, Filadelfia menjadi tempat berdirinya satu kultus imperial; mata uang logamnya bertuliskan Neokoron (arti harafiahnya, "penyapu kuil"/"temple-sweeper"--pengurus kuil). Sebuah teater kecil berada di pinggiran utara bukit Toptepe Hill, merupakan apa yang tersisa dari kota ini pada zaman Romawi.
Meskipun sejumlah kota kuno juga bernama Filadelfia, kota yang sekarang bernama Alaşehir ini jelas adalah salah satu dari tujuh kota di Asia Kecil yang disebutkan oleh Yohanes (pada waktu di pulau Patmos) dalam tiga pasal pertama kitab tulisannya, Wahyu kepada Yohanes. Filadelfia adalah kota keenam dari tujuh kota yang dikirimi surat oleh Yohanes. Bagian surat yang secara khusus ditujukan kepada jemaat gereja di Filadelfia tercantum dalam Wahyu 3:7.

7. LAODIKIA (LAODICEA)

Laodikia di Turki
Laodikia atau Laodikea di tepi sungai Lycus (bahasa Yunani: Λαοδίκεια πρός τοῦ Λύκου; bahasa Latin: Laodicea ad Lycum; bahasa Inggris: Laodicea on the Lycus, juga ditransliterasi menjadi Laodiceia atau Laodikeia, dahulu juga dikenal sebagai Diospolis dan Rhoas; bahasa Turki: Laodikya) adalah kota metropolitan kuno di Phrygia Pacatiana (juga diatribusikan ke Caria dan Lydia), yang dibangun di tepi sungai Lycus (Çürüksu), di Anatolia dekat desa modern Eskihisar (Eski Hissar), Denizli, Turki. Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai Asopus dan Caprus, yang bermuara ke sungai Lycus. Kota ini semula disebut Diospolis, "Kota Zeus", dan kemudian Rhodas, dan Laodikea, dikatakan didirikan oleh Antiokhos II Theos, pada tahun 261-253 SM, untuk menghormati istrinya Laodice, kemungkinan di lokasi kota tua sebelumnya. Kira-kira 17 km di sebelah barat Kolose, 10 km di selatan Hierapolis, sekitar 160 km di timur Efesus dan, menurut Strabo, berada di jalan utama. Terletak di daerah Phrygia, meskipun beberapa penulis purba menempatkannya di wilayah provinsi lain – tidak heran mengingat batas-batas wilayah ini sering tidak jelas dan tidak konsisten – misalnya Ptolemaeus dan Philostratus menyebutnya kota di daerah Caria, sedangkan Stefanus dari Byzantium (s. v.) menulis termasuk ke dalam wilayah Lydia. Pada tahun 220 SM, Jenderal Achaeus menjadi rajanya. Kemudian tahun 188 SM, di bawah kekuasaan Kerajaan Pergamon, dan setelah 133 SM dikuasai oleh Kekaisaran Romawi.

May 25, 2016

Dewi Artemis, Saudari Apollo dari Efesus

Dewi Artemis itu adalah salah satu dewi yang dipuja di zaman dahulu kala, entah cerita ini berkembang dari mana, tetapi pemujaan dewi Artemis semakin berkembang terutama di suku Amazon (suku para wanita)
Artemis (bahasa Yunani: Ἄρτεμις) dalam mitologi Yunani adalah dewi perburuan, alam liar, hewan liar, perawan, dan perbukitan. Dia adalah pembawa dan penghalau penyakit pada perempuan serta merupakan Dewi yang menolong dalam proses kelahiran. Dia merupakan putri dari Zeus dan Leto, serta saudari kembar Apollo.

Ada hipotesis yang menghubungkan Artemis dengan *h₂ŕ̥tḱos ("beruang"), yanng berakar dari Proto-Indo-Eropa, karena adanya pemujaan pada Artemis di Brauronia dan Arkouditessa. Tetapi ada juga yang menghubungkannya dengan nama dari Anatolia, karena itu adalah istilah untuk beruang dalam bahasa Hittis, Bukti paling awal mengenai nama Artemis terdapat dalam lembaran linear B yang ditemukan di Pylos, di sana tertulis A-TI-MI-TE. Sementara Artemis disebut di Lydia sebagai Artimus.

Dalam etimologi yang lebih tradisional mengenai Yunani kuno, nama Artemis dihubungkan dengan "ἀρτεμής" (artemes), "aman", atau "ἄρταμος" (artamos) "penjagal"
Banyak cerita yang berkembang mengenai Artemis, dan dikarenakan ini adalah foklore, ceritanya selalu menjadi banyak versi, tetapi di dalam garis cerita Artemis(garis besar ceritanya) Artemis menghabiskan masa kecilnya dengan berlatih berburu, berolahraga, dan juga mengumpulkan perlatan berburu serta pengikut. Ia mendapat delapan puluh pengikut Nimfa Amnides dan para Okeanid. Ia kemudian mengajak beberapa orang dari mereka untuk mendatangi tempat kerja Hefaistos (dewa pandai besi) untuk menemui para Kiklops. Ketika yang lainnya ketakutan, Artemis kecil dengan berani masuk dan mencari Kiklops untuk meminta busur serta panahnya.

Pemujaan di beberapa tempat

• Yunani
Di Yunani, pemujaan dewi Artemis berkembang pesat dan berpusat di pulau Delos, tempat kelahirannya

• Sparta
Ditandai dengan adanya perayaan Artemis Ortia, bangsa Sparta selalu meminta izin pada dewi Artemis sebelum kampanye

• Athena
festival untuk menghormati Artemis di antaranya adalah festival Elafebolia, Mounikhia, Kharisteria, dan Brauronia. Di Athena, gadis-gadis yang mendekati usia perkawinan, harus melayani di kuil Artemis selama 1 tahun penuh dan kemudian membakar pakaian dalam yang dipakai pada saat perawan, di Athena, dewi Artemis juga mirip dengan dewi Karyatis

• Suku Wanita Amazon
Dewi Artemis di sana dikenal sebagai dewi pemburu dan penyelamat.

• Arkadia
Di Arkadia terdapat sebuah gunung yang diberi nama Artemisios yang dipuncaknya terdapat sebuah kuil untuk memuja Artemis yang sangat menggemari olahraga di gunung. Arkada pun menjadi tempat sakral dkarenakan di sanalah Artemis sering berburu, berlatih, serta bertemu dengan Pan untuk mendapatkan anjingnya.

• Ukraina
Pemujaan Artemis Tauria yang dilakukan di selatan Ukraina merupakan pemujaan terhadapnya yang paling kejam. Selain diwarnai dengan aktivitas seks massal (orgy), juga diwarnai dengan pengorbanan manusia. Dalam legenda diceritakan Artemis yang marah mengirim penyakit terus-menerus hingga akhirnya warga mengirim darah manusia untuk menenangkannya. Tapi karena dianggap keterlaluan, maka tradisi ini diubah menjadi perlombaan ketangkasan.

• Efesus
Kuil Artemis di Efesus di Ionia, (Turki) dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Kemungkinan itu adalah pusat pemujaannya selain di Delos. Di sana, dewi yang oleh orang Ionia diasosiasikan dengan Artemis melalui interpretatio Graeca disembah terutama sebagai "dewi ibu", mrip dengan dewi Kibele dari Frigia. Di sana, Artemis digambarkan sebagai "Nyonya dari Efesus"

Ratu Thebes dan istri Amfion, Niobe, menyombong bahwa dirinya lebih hebat dari Leto karena dia memiliki 14 anak (Niobid) sementara Leto hanya memiliki sepasang anak. Ketika Apollo dan Artemis mendengar ini, mereka langsung membunuh semua anak Niobe dengan panah beracun sehingga anak-anak Niobe mati tanpa suara. Dalam beberapa versi Apollo dan Artemis mengampuni seorang putra dan seorang putri Niobe. Amfion yang melihat anak-anaknya mati akhirnya ikut bunuh diri. Sementara Niobe diubah menjadi batu oleh Artemis.

Dalam sebuah foklore lain, Artemis dikaitkan dengan Orion, Orion pernah bekerja pada Raja Oinopion namun kemudian diusir dan dibutakan setelah memperkosa putrinya, Merope. Orion lalu memohon pertolongan Hefaistos yang kemudian meminjamkan asistennya, Keudalion untuk membawa Orion menemui Helios yang bisa mengembalikan penglihatannya. Orion kemudian beristirahat di Pulau Delos dan menjadi teman akrab sekaligus pengikut yang paling disukai oleh Artemis. Ada tiga versi mengenai kematiannya dan bagaimana hingga ia akhirnya menjadi rasi bintang di langit. Artemis dan Orion lama kelamaan saling mencintai dan Orion memberanikan diri untuk melamarnya. Artemis dibutakan oleh cinta sehingga ia menerima begitu saja pinangan Orion tanpa mendengarkan Apollo yang mencoba memperingatinya (dalam beberapa versi Apollo memperingatkan Artemis karena ia adalah kekasih Eos). Tapi Artemis sudah terlalu tuli untuk medengarkan Apollo yang akhirnya frustasi dan mencoba jalan lain untuk menghindari pernikahan Artemis dan Orion. Apollo meminta Gaia untuk mengirimkan seekor kalajengking yang mengejar Orion hingga ia masuk ke dalam laut. Apollo kemudian menantang Artemis untuk menunjukan kemampuan memanahnya. Tanpa pikir panjang karena keangkuhannya, Artemis menembak benda hitam di tengah laut hingga ombak membawa tubuh Orion ke daratan. Artemis yang berduka menangisinya dan menaruhnya di langit. Untuk membalas dendam, Artemis membunuh Koronis, kekasih Apollo.

Artemis menghukum Agamemnon karena sang raja membunuh rusa suci di hutan suci dan menyombongkan diri sebagai pemburu terhebat. Ketika armada Yunani bersiap di Aulis untuk berangkat ke Troya dan memulai Perang troya, Artemis menghentikan angin sehingga kapal-kapal Yuanani tak bisa melaju. Peramal Kalkhis menasehati Agamemnon bahwa satu-satunya cara untuk menentramkan Artemis adalah dengan mengorbankan putri Agamemnon,Ifigenia. Ketika Ifigenia akan dikorbankan di altar, Artemis mengambil Ifigenia dan menggantinya dengan seekor rusa.

Efesus Dipersembahkan Pada Dewi Artemis

Efesus adalah sebuah kota kuno taraf internasional. Terletak pada muara Kaistros di Asia Kecil. Kira-kira tahun 1000 sebelum Masehi didiami oleh para imigran dari Ionia. Kemudian bisa berkembang menjadi kota perdagangan yang kaya dan bernilai budaya tinggi. Sejak tahun 133 sebelum Masehi menjadi pusat propinsi Romawi di Asia. Kenisah dewi Artemis dengan arca dewi itu termasuk bilangan mujizat dunia sejak dari zaman kuno (Kisah Para Rasul 19:35). Dalam Kisah Para Rasul 19:35 bagian yang terakhir, dikatakan bahwa para masyarakat Efesus percaya jika patung dewi Artemis turun dari langit, padahal patung-patung tersebut dibuat oleh para tukang-tukang, coba lihat di Kisah Para Rasul 19:24-25.

Di kota Efesus, dipercaya sebagai kota untuk dewi Artemis, bahkan mistik yang menyebar di masyarakat kota ini sudah menjadi sangat kuat dan sangat mendalam, bahkan bisa saja dikatakan bahwa hampir sebagian penduduknya adalah tukang-tukang sihir, dibuktikan dalam pembakaran kitab-kitab sihir yang bernilai super mahal dan super banyak di Efesus. Tempat yang terkenal di Efesus adalah kuil dewi Artemis yang mahabesar.
Dewi Artemis adalah dewi orang-orang Efesus yang kemudian disamakan dengan dewi Artemis orang Yunani dan Diana dari Romawi. Patungnya berupa sebuah tubuh yang berbuah dada banyak dan berkepala seorang wanita, dengan sebongkah batu besar sebagai ganti kaki. Kuil yang pertama mungkin dibangun sekitar abad yang keenam SM, tetapi belum selesai hingga tahun 400 SM. Ia dibakar sampai rata ke tanah pada tahun 356 SM dan digantikan oleh bangunan yang lebih baru dan lebih besar, 425 kaki kali 225 kaki, yang disokong oleh sumbangan dari seluruh Asia. Ia dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia dan dikunjungi oleh banyak peziarah yang akan beribadat dalam tempat pemujaannya.

Kota Efesus merupakan salah satu daerah pemukiman yang tertua di pantai sebelah barat Asia Kecil dan kota yang paling menonjol di propinsi Romawi di Asia, Kota ini adalah salah satu dari dua belas kota anggota Liga Ionia pada masa Yunani Klasik. Pada masa Romawi, selama bertahun-tahun kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma.
Efesus memiliki populasi sejumlah lebih dari 250.000 orang pada abad ke-1 SM, yang ketika itu menjadikannya sebagai kota terbesar kedua di dunia. Asal mula kota ini tidak pernah diketahui, tetapi dalam abad 8 SM ia merupakan wilayah pemukiman yang menonjol dan sudah lama diambil alih oleh bangsa Yunani. Ia terletak sekitar tiga mil dari pantai di tepi Sungai Kayster, yang pada waktu itu dapat dilayari, sehingga Efesus merupakan kota pelabuhan. Lembah Sungai Kayster melandai sampai jauh ke pedalaman hingga digunakan sebagai jalur perjalanan kafilah ke Timur.

Dari Efesus ada jalan- jalan raya yang menghubungkannya dengan semua kota-kota besar lainnya di propinsi itu serta jalur-jalur perniagaan yang menghubungkannya dengan wilayah utara dan timur. Ia merupakan pos yang strategis untuk mengabarkan Injil, karena para pekerja dari Efesus mempunyai hubungan dengan seluruh wilayah pedalaman Asia.

Efesus di Zaman Kuno

Sekitar 650 tahun sebelum masehi, Efesus pernah diserang oleh Cimmerians(masyarakat Indo-Eropa kuno yang mendiami sisi utara Caucacus) yang menjarah Efesus sampai menghabiskan isi dari kuil dewi Artemis
560 tahun sebelum masehi, kota Efesus kembali ditaklukkan oleh Lidia dan berada di bawah pemerintahan raja Croesus, yang memerintah dengan kasar tetapi beliau ikut menyumbang dalam pembangunan kembali kuil dewi Artemis, dan pada waktu yang bersamaan, raja Croesus mengumpulkan penduduk Efesus yang tersebar menjadi satu dan membangun kota Efesus

Efesus di Periode Klasik

Efesus berkembang semakin makmur, tetapi pada saat kota Efesus tertekan oleh pajak yang memberatkan mereka di 498 tahun sebelum masehi, Efesus ikut memberontak bersama dengan persatuan pemberontak di Asia kecil melawan kekuasaan Persia.
Mereka disebut sebagai lonians, dan tidak lama kemudian, Athena dan Sparta ikut dalam penyerangan mereka melawan Persia di 497 tahun sebelum masehi.
Tetapi perang dan penjajahan tidak banyak member efek pada kehidupan warga Efesus, kehidupan di Efesus malah semakin maju dan warga Efesus menjadi salah satu kehidupan manusia yang lebih dulu menghargai wanita setelah suku Amazon.

Efesus di  Periode Hellenistic

334 tahun sebelum Masehi, ketika Alexander Agung mengalahkan Persia, kota-kota yang direbut Persia (Asia kecil dan Yunani) dibebaskan dan keluarga kerajaan dirajam sampai mati.
Alexander Agung disambut hangat ketika memasuki kota Efesus dan berniat membiayai pembangunan kuil Artemis yang belum selesai-selesai, tetapi warga Efesus keberatan akan hal itu.
Setelah Alexander Agung mati di 323 tahun sebelum masehi, di 290 tahun sebelum masehi, Efesus dikuasai oleh Alexander Lysimachus
Efesus memberontak setelah kematian Agathocles, memberikan raja Helenistik Suriah dan Mesopotamia Seleukus I Nicator kesempatan untuk menghapus dan membunuh Lysimachus, saingan terakhirnya, pada Pertempuran Corupedium di 281 SM.

Jadi, Efesus menjadi bagian dari Kekaisaran Seleukus. Setelah pembunuhan Raja Antiochus II Theos dan istri nya Mesir, Firaun Ptolemy III menginvasi Kekaisaran Seleukus dan armada Mesir menyapu pantai Asia Kecil. Efesus berada di bawah kekuasaan Mesir antara 263-197 SM.
Ketika Seleukus Antiokhus III Raja Agung mencoba untuk mendapatkan kembali kota-kota Yunani di Asia Kecil, ia datang dalam konflik dengan Roma. Setelah serangkaian pertempuran, ia dikalahkan oleh asiaticus Scipio pada Pertempuran Magnesia di 190 SM. Akibatnya, Efesus berada di bawah kekuasaan raja Attalid dari Pergamon Eumenes II (197-133 SM).

Efesus di Periode Romawi

Di sekitar 88 tahun sebelum masehi, Efesus menjadi salah satu kota di Republik Romawi, pajak semakin meningkat dan tekanan hidup warga Efesus menjadi semakin berat, Efesus menyambut kedatangan Archealus, jendral dari raja Pontus yang diharapkan membawa perubahan, dan hal ini mengakibatkan pembantaian 80.000 warga Roma di daerah Asia dan setiap orang yang diketahui memakai aksen Latin.
Di 27 tahun sebelum masehi, ketika kaisar Augustus memerintah, ia membuat Efesus menjadi kota ibukota menggantikan Pergamus dan membangun kota ini.

Efesus di Era Byzantine

Kaisar Constantine 1 membangun Efesus dan mendirikan pemandian umum yang megah. Efesus tetap menjadi kota penting pada era Byzantine, hal ini didukung pula dengan adanya pelabuhan di Efesus yang menjadi pusat perdagangan

Efesus di Era Turki

Efesus berhasil ditaklukkan pada masa Perang Salib dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Ottoman pada tahun 1390

Efesus diyakini sebagai kota “Seven Sleepers” yaitu orang-orang yang dianiaya akibat percaya pada Tuhan dan memberitakan kabar sukacita atau Firman Tuhan pada jemaat Efesus, kemudian mereka bersembunyi di sebuah gua saat dikejar-kejar musuh dan tertidur selama berabad-abad, kisah ini dianggap suci oleh masyarakat Katolik, Kristen Ortodoks

May 19, 2016

Pembuangan Yehuda

A. Awal Kerajaan Yehuda (Kerajaan Selatan)
Setelah wafatnya Salomo pada 931 SM, sepuluh suku di utara menolak menerima Rehabeam (Salomo memngut pajak yang besar dan 10 suku kuatir bahwa Rehabeam ikut menjalankan kebijkan ayahnya) sebagai raja mereka, dan sebagai gantinya pada sekitar tahun 930 SM mereka memilih Yerobeam, yang bukan dari garis Daud, sebagai raja mereka. Yerobeam (bahasa Ibrani: יָרָבְעָם yarobh`am; bahasa Yunani: Ιεροβοάμ Hieroboam; bahasa Inggris: Jeroboam) bin Nebat adalah raja pertama Kerajaan Israel Utara menurut Alkitab Ibrani

Kerajaan utara kemudian dikenal dengan Kerajaan Israel atau Israel. Pemberontakan terjadi di Sikhem, dan suku Yehuda merupakan yang tersisa pertama kali yang menerima Keluarga Daud. Kemudian, setelah suku Benyamin bergabung dengan Yehuda, Yerusalem (yang terletak di teritori Benyamin: Yosua 18:28) menjadi ibukota kerajaan baru tersebut.Kerajaan selatan disebut dengan kerajaan Yehuda atau Yehuda. 2 Tawarikh 15:9 juga menyebutkan bahwa anggota suku-suku Efraim, Manasye, dan Simeon “melarikan diri” ke Yehuda selama pemerintahan Asa dari Yehuda.
Selama enam puluh tahun pertama, raja-raja Yehuda berusaha mengembalikan otoritas mereka terhadap kerajaan utara, dan terjadi perang yang terus berkecamuk di antara mereka. Selama delapan puluh tahun berikutnya, sudah tidak terjadi lagi perang terbuka di antara mereka, dan kemudian menjadi saling bersekutu, bekerja sama melawan musuh mereka, khususnya Damaskus.

B. Jatuhnya Israel dan Yehuda
Israel berdiri sebagai sebuah negara merdeka hingga sekitar tahun 720 SM saat terjadi penaklukkan oleh Kekaisaran Asyur. Alkitab mengisahkan bahwa seluruh orang Israel dibuang, yang kemudian dikenal dengan “Sepuluh suku yang hilang”. Namun, diperkirakan hanya seperlima populasi (sekitar 40.000) yang benar-benar dipindahkan dari wilayah mereka selama dua periode pengasingan dibawah Tiglath-Pileser III dan Sargon II. Banyak orang Israel juga melarikan diri ke selatan ke Yerusalem, yang menjadi lima kali lipat lebih luas selama periode ini, sehingga didirikan sebuah tembok baru dan sebuah mata air (Siloam) yang disediakan oleh Raja Hizkia. Setelah kehancuran Israel, Yehuda masih bertahan hingga sekitar satu setengah abad hingga ditaklukkan oleh bangsa Babilonia.

Israel lebih dahulu dikuasai Asyur, kemudian Asyur dikalahkan oleh Babilonia

Raja Hizkia dari Yehuda (727-698 SM) dalam Alkitab disebutkan sebagai pemrakarsa pembaharuan yang memaksa hukum Yahudi menolak penyembahan berhala (dalam hal ini, penyembahan terhadap Ba’alim and Asyera di antara dewa-dewa tradisional Timur Dekat). Selama kekuasaannya juga dibuat “Inskripsi Siloam”, yang ditulis dalam abjad Ibrani Kuno.
Manasye dari Yehuda (698-642 SM), mengorbankan putranya kepada Molokh, 2 Raja-raja 21:{{{ayat}}}. Dia dan putranya Amon (berkuasa 642-640 SM) membalikkan reformasi Hizkia dan secara resmi mengadakan kembali pemberhalaan. Menurut cerita-cerita kenabian, Manasye meletakkan sebuah berhala berwajah empat di Tempat Maha Kudus dari Tempat-tempat Kudus.
Pada pemerintahan raja Yosia (640-609 SM) terjadi reformasi agama. Menurut Alkitab, saat pemulihan dilakukan di Kuil, sebuah ‘Kitab Hukum’ ditemukan (kemungkinan Kitab Ulangan).
Pada 586 SM, masa pemerintahan Zedekia yang berkonspirasi dengan Mesir mendapat murka bangsa Babilonia, dibawah raja Nebukadnezar II, mengepung Yerusalem. Kuil Pertama dihancurkan begitu pula kota Yerusalem. Hingga saat ini, penghancurkan diperingati oleh orang Yahudi pada 9 Abib, atau Tisha B’Av.
Akibat penaklukkan ini, banyak penduduk Yehuda diasingkan dari tanah mereka dan disebar ke seluruh Kekaisaran Babilonia, dan kerajaan Yehuda merdeka berakhir. Keluarga Daud masih tetap dihormati dan diterima sebagai pemimpin komunitas Yahudi Babilonia sebagai Rosh Galut.

C. Di Pembuangan
Pembuangan yang dilakukan oleh Babel terjadi dalam tiga tahap yaitu:
1. Karena pada mulanya kerajaan Israel termasuk dalam wilayah kekuasaan Asyur tetapi kemudian bangsa Asyur itu sendiri dikuasai oleh Babilonia pada tahun 612 S.M. Sehingga secara otomatis bangsa Israel atau Kerajaan Utara masuk dalam jajahan Babilonia. Dan dibuang bersama bangsa Asyur. Dalam pembuangan pertama ini Daniel bersama teman-temanya ikut dalam pembuangan.
2. Pembuangan tahap kedua ini terjadi pada tahun 597 S.M. (2 Raja-raja 24:10-17) dan termasuk diantaranya adalah Raja Yoyakhin dan Yehezkiel. Dan lebih menarik lagi pada tahap ini yaitu munculnya Yudaisme dimana ada sebagaian orang yang kembali kepada Tuhan dan nabi Yehezkiel mendapatkan julukan sebagai “Bapa Yudaisme”.
3. Pembuangan tahap ketiga merupakan rombongan kedua dari Yehuda terjadi pada tahun 587 S.M. pembuangan ini ditandai dengan runtuhnya Yerusalem. Raja Zedekia pun ikut dalam pembuangan pada tahap ketiga ini. Seluruh jumlah orang buangan rupanya tidak lebih dari 20.000 sampai 30.000 orang (2 Raja-raja 24:10-17). Tetapi karena orang yang dibuang ini terdiri dari lapisan atas (pegawai, militer, imam, tukang besi) dan karena banyak orang yang sudah tewas dalam perang sebelumnya, akibat pembuangan ini membawa dampak yang sangat buruk bagi bangsa Yehuda. Pembuangan ini dimaksudkan untuk melumpuhkan suatu bangsa, sehingga bangsa itu tidak dapat memberontak lagi.Keadaan Bangsa Yehuda agak mirip dengan sekelompok transmigran karena mereka memperoleh kemudahan-kemudahan dari pemerintah Babilonia, hal ini terbukti dengan mereka di perbolehkan mengatur hidupnya sendiri dan tidak diperlakukan sebagai layaknya orang buangan. Tetapi ada juga orang-orang buangan yang dipenjarakan dan ada juga yang dijadikan budak. Hal ini merupakan kebijakan dari raja Babel yang hanya memilih orang-orang yang sekiranya dapat menguntungkan bangsanya. Misalnya, dari orang-orang yang merupakan keturunan Raja, dan cendekiawan yang nantinya mereka di suruh belajar bahasa orang Kasdim setelah itu mereka harus bekerja untuk raja (Daniel 1:3-5). Mereka juga dengan cepat dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
D. Keluarnya Bangsa Israel dari Pembuangan
609 SM : Kematian raja Yosia
609–598 SM : Pemerintahan raja Yoyakim (menggantikan Yoahas, yang menggantikan Yosia, tetapi hanya memerintah selama 3 bulan)
605 SM : Penyerangan atas Yerusalem pada tahun ke-4 pemerintahan raja Yoyakim (tahun pertama raja Babel, Nebukadnezar II)
Pembuangan awal: sejumlah tenaga ahli dan bangsawan termasuk Daniel dan teman-temannya.
598/7 SM : Pemerintahan raja Yoyakhin (memerintah selama 3 bulan 10 hari). Pengepungan Yerusalem (597 SM).
a. Pembuangan besar pertama, 16 Maret 597 SM, raja Yoyakhin dan keluarganya, serta orang-orang, termasuk Yehezkiel.597 SM : Zedekia diangkat menjadi raja Yehuda oleh raja Nebukadnezar II594 SM : Persekongkolan Anti-Babel588 SM : Pengepungan Yerusalem (587 SM)
b. Pembuangan besar kedua: Juli/Agustus 587 SM583 SM : gubernur “Yehud Medinata” (provinsi Yehuda) yang diangkat oleh raja Babel, dibunuh. Sisa penduduk Yehuda lari ke Mesir dan kemungkinan ada yang mengalami pembuangan ketiga ke Babel562 SM : Raja Yoyakhin dilepaskan dari penjara Babel setelah 37 tahun dipenjarakan. Ia menetap di Babel.538 SM : Persia menguasai Babel (Oktober)538 SM : Koresh Agung mengeluarkan surat perintah yang mengizinkan orang Yahudi kembali ke Yerusalem520–515 SM : Kepulangan banyak orang Yahudi ke wilayah Yehuda dipimpin oleh Zerubabel dan Imam Besar Yesua.Landasan Bait Suci Kedua diletakkan

Tanah Kanaan Dijanjikan Tuhan

Kepemilikan tanah Kanaan dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham pada kurun waktu 2000 SM. Tanah Kanaan ini luas wilayahnya meliputi Israel, Lebanon, Yordania, Suriah dan Sebagian Timur Laut Mesir. Sepeninggalnya nabi Abraham generasi penerusnya adalah Ismail, Ishaq, Yaqub (Israel), Yehuda, Yusuf, Benyamin, Daud, Salomo, Rehabeam (Suku Yehuda) dan Yerobeam (Suku Efraim, Yusuf).

Pada masa Rehabeam menjadi raja Israel (922-915 SM), Kerajaan Israel terpecah menjadi 2 kerajaan, yaitu Kerajaan Israel Utara (Samaria/Israel, yang dipimpin oleh Yerobeam) dan Kerajaan Israel Selatan (Yerussalem/Yehuda, yang dipimpin oleh Rehabeam). Dua kerajaan Israel ini pecah dilatar belakangi oleh : 
  • Nabi Salomo telah melanggar janji Tuhan Israel untuk tidak memperisteri wanita asing yang berpaham Polytheisme, sementara Salomo sendiri menganut ajaran paham Monotheisme. 
  • Adanya Nubuat dari seorang Nabi Israel yang bernama Ahia, orang silo. Nubuat Ahia itu berisi tentang akan terbelahnya kerajaan Israel yang dipimpin oleh Salomo menjadi dua kerajaan Israel, yang disebabkan bangsa Israel sudah menyembah Illah lain akibat dari istri-istri Raja Salomo. 
  • Nubuat lain dari Ahia adalah, dari 2 kerajaan Israel tersebut, Yerobeam akan diberikan dan didukung oleh 10 Suku bani Israel dan Rehabeam akan didukung oleh 2 suku Bani Israel saja. Mendengar kabar nubuat dari Ahia ini, lalu raja Salomo memerintahkan untuk membunuh Yerobeam, usaha pembunuhan tersebut gagal, karena Yerobeam lari ke Mesir dan minta perlindungan raja Firaun bernama Sisak, sampai wafatnya raja Salomo. 
  • Adanya kebijakan dari Raja Rehabeam (anak Salomo) yang membuat aturan pajak yang sangat memberatkan bagi suku bani Israel.
Sepeninggalnya Raja Rehabeam (anak Salomo), lalu generasi selanjutnya sampai ke tangan Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Ahazia, Atalya, Yoas, Yosia (609SM), Yoahas, Elyakim (597 SM), dan Zedekia (586 SM). Sementara Raja Yerobeam (Suku Efraim, Yusuf anak Yaqub) generasi penerusnya hanya sampai ditangan Nadab (anak Yerobeam), pada tahun 909 SM raja Nadab pun tewas di bunuh oleh Baesa kemudian seluruh keturunan generasi Yerobeam pun musnah. Maka Kerajaan Israel Utara berpindah tangan tampuk kepemimpinannya ke tangan Raja Baesa (Keturunan Suku Isakhar, anak Yaqub), Baesa wafat pada tahun 877 SM. Posisi raja digantikan oleh anak Baesa yaitu Ela (raja ke 4 kerajaan israel utara Samaria). Raja Ela selama berkuasa dia memiliki dua orang panglima perang kerajaan yaitu Zimri dan Omri. Tapi Zimri mengkudeta raja Ela dan berhasil membunuh raja Ela. Dalam kudeta pemberontakan tersebut, semua keturunan laki-laki dari raja Ela dibunuh dan tak bersisa satupun generasi penerus dari Raja Ela. Zimri pun lalu menjadi Raja Israel Utara menggantikan Ela, tapi tak bertahan lama raja Zimri kemudian mati bunuh diri dengan cara membakar diri di dalam puri istananya sendiri, karena mendengar kota dan istananya telah direbut dan dikuasai oleh Omri (panglima perang setia raja Ela). Raja Zimri pun tewas lalu digantikan oleh Raja Omri. Dimasa kepemimpinan raja Omri ini lah Kerajaan Israel Utara yang semula berada di kota Tirza lalu dipindahkan kekota Samaria (Bit Omri). Kemudian raja Omri pun wafat pada tahun 869 SM, lalu digantikan oleh anaknya yang bernama Ahab. Raja Ahab adalah raja ke-8 kerajaan Israel Utara (Samaria), Raja Ahab adalah seorang raja lemah yang selalu dikuasai dan dipengaruhi oleh isterinya yaitu Izebel (Puteri Etbaal, raja orang Sidon). Tetapi meskipun begitu, raja Ahab merupakan pengikut setia Nabi Elia (Ilyas), Ahab selalu mendengarkan perkataan Nabi Elia untuk berbakti kepada Tuhan Israel. Sementara itu Izebel isterinya raja Ahab adalah penyembah berhala-berhala, Ahab akhirnya lemah dan dikuasai oleh Izebel (sang raja takut isteri). Akhirnya kerajaan Israel jatuh ditangan Izebel, kemudian Tuhan mengutus Nabi Elia (Ilyas) tadi untuk menentang Izebel dan Raja Ahab. Sepeninggal Raja Ahab dan Izebel, tahta kerajaan dikuasai oleh putra raja Ahab yaitu Ahazia (Raja Ke-9 Kerajaan Israel Utara Samaria). Pada masa raja Ahazia memerintah terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Raja Moab (Kerajaan Moab yang berada di pegunungan timur dan tenggara Laut Mati, Yordania). Raja Moab tidak lain adalah keturunan dari Lot (Nabi Luth, keponakan dari Ibrahim). Dalam ajaran agama Islam Lot (Nabi Luth) tak memiliki keturunan laki-laki, hanya memiliki 2 orang anak perempuan saja (Puteri Sulung dan Bungsu). Sementara dalam Torah (Taurat), Lot memiliki keturunan laki-laki dari hubungan badan kedua puteri sulung dan bungsunya itu. Kedua puteri Lot tersebut khawatir dan kasihan akan penerus keturunan dari ayah mereka, akhirnya mereka memberikan minuman anggur kepada ayah mereka sampai Lot mengalami mabuk berat, setelah itu terjadi lah hubungan badan antara anak dan ayah. Puteri Sulung melahirkan seorang putera bernama Moab dan puteri bungsu melahirkan putera bernama Amon.

Pemberontakan Raja Moab pun berhasil terhadap raja Ahazia, akhirnya Ahazia pun mati ditangan Moab, tapi malangnya raja Ahazia tak memiliki keturunan laki-laki sebagai penerus kerajaannya nanti. Pemberontakan Moab tersebut dapat ditaklukkan oleh Yoram. Maka sepeninggal Raja Ahazia digantikan oleh saudara kandungnya yaitu Yoram (Raja ke-10 kerajaan Israel Utara, Samaria). Raja Yoram dan Ahazia ini merupakan keturunan dari dinasti Raja Ahab tadi. Setelah kematian raja Yoram pada tahun 842 SM, keturunan dan dinasti Raja Ahab pun pupus dan berakhir. Selanjutnya Kerajaan Israel Utara dipegang kendali oleh Raja Yehu (Raja ke-11 kerajaan Israel Utara, Samaria). Yehu tak lain merupakan seorang Panglima perangnya raja Yoram.

Berikut akan dipaparkan silsilah (Genealogi) raja-raja kerajaan Israel Utara (Samaria) : Yerobeam I · Nadab · Baesa · Ela · Zimri · Tibni · Omri · Ahab & Izebel · Ahazia · Yoram · Yehu · Yoahas · Yoas · Yerobeam II · Zakharia · Salum · Menahem · Pekahya · Pekah · Hosea (721 SM).

Selanjutnya Adalah Silsilah Raja-raja Kerajaan Israel Selatan (Yerussalem) : Rehabeam · Abia · Asa · Yosafat · Yoram · Ahazia · Atalya · Yoas · Amazia · Uzia (atau Azarya) · Yotam · Ahas · Hizkia · Manasye · Amon · Yosia · Yoahas · Yoyakim (atau Elyakim) · Yekonya (atau Yoyakhin) · Zedekia (587 SM). 

Kemudian dibawah ini akan dipaparkan Silsilah Raja-raja Kerajaan Israel Bersatu : Saul · Isyboset · Daud · Salomo · Rehabeam.

Dua kerajaan Israel Utara dan Selatan masih berdiri kokoh dalam kurun waktu berabad-abad lamanya. Sampai pada kurun waktu 586 SM, tiba waktunya ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Raja Babilonia Modern (Nebukadnezar II, Orang Kasdim). Maka berakhirlah kerajaan Israel (Yehuda Yerussalem) kemudian tanah Yerussalem ini dipimpin oleh seorang Gubernur atas perintah dari Raja Nebukadnezar II. Ke-12 suku bangsa Israel kemudian eksodus (suaka) ke tanah Parsi (Iran), dan sebahagian lagi ke pembuangan Babilonia (Iraq), karena seluruh tanah Kanaan yang dimiliki oleh 12 suku bani Israel ini telah dikuasai oleh Nebukadnezar II. Perlu untuk diketahui, bahwa tanah Kanaan ini luas sekali cakupan wilayahnya, mulai dari Israel, Lebanon, Yordania, Suriah sampai sebagian kecil Mesir timur laut. Tak heran tanah Kanaan ini juga merupakan tanah yang telah dijanjikan oleh Tuhan Israel kepada 12 suku penerus bani Israel (Yaqub). Tak ada jalan lain bagi ke 12 suku bani Israel tersebut untuk menetap di Parsi (Iran) dan di tanah pembuangan bani Israel Yaitu Babel (Iraq).

Sampai pada era kepemimpinan Raja Koresh Yang Agung atau sering dikenal dengan nama CYRUSS THE GREAT, dari kerajaan Parsi (Iran) melakukan penaklukkan dan invansi besar-besaran ke tanah Babel, kerajaan Babilonia Modern (Neo Babilonia) yang dipimpin oleh raja NEBUKADNEZAR II. Raja Cyruss The Great menguasai tanah babilonia (Babel) kemudian membebaskan semua keturunan suku bani Israel yang ada dikota tersebut.

Berikut adalah daerah kekuasaan Raja Cyruss The Great dari Kerajaan Persia (Parsi, Iran) : 
  1. Kerajaan Media (wilayah Iran sekarang ini) dan provinsi Persis di barat daya Iran 
  2. Kerajaan Babilonia di Mesopotamia (wilayah Irak sekarang ini) 
  3. Suriah dan Palestina 
  4. Mesir 
  5. Beberapa daerah di timur laut dari kerajaan Media (Asia Tengah), didapatnya dari menaklukkan Massage Tae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Kaspia 
  6. Kerajaan Lidia di Asia Kecil (wilayah Turki sekarang ini) 
  7. Sebagian negara Pakistan dan Afganistan sekarang ini 
  8. Sedikit daerah India.

May 18, 2016

Wu Zetian - Kaisar Wanita di Tiongkok

Tiongkok tidak memiliki monarki sejak Revolusi Komunis 1949. Tapi untuk lebih dari 4.000 tahun sebelum itu, tiongkok diperintah oleh 308 kaisar yang berbeda yang mencakup 14 periode dinasti. Dari 308 kaisar, hanya satu yang adalah seorang wanita.

Itu terjadi selama dinasti Tang, yang memerintah tiongkok dari tahun 618 M hingga 907 M, sebuah masa dimana sering dianggap sebagai masa keemasan dari seni, sastra, filsafat, perdagangan, dan teknologi Tiongkok. Ibukotanya saat itu, Chang'an (kini bernama Xi'an), adalah kota terbesar dan budaya paling maju di dunia, dengan populasi lebih dari satu juta. Ini juga merupakan masa langka dimana perempuan tiongkok memiliki kebebasan; perempuan telah lama diperlakukan sebagai inferior, tapi di masa ini mereka menikmati kebebasan seperti hak untuk dididik, bercerai, memiliki tanah, dan mengambil bagian dalam politik. Tapi tidak seorangpun di masa itu yang mengharapkan seorang wanita untuk memiliki peran yang cukup besar sebagai seorang kaisar seperti Wu Zhao.

Gadis yang Beruntung?

Wu Zhao lahir di tahun 624 dalam sebuah keluarga bangsawan kaya, dan diberi pendidikan sejak usia dini dalam musik, seni, sastra, dan filsafat. Pendidikan yang akan membantunya kelak. Ketika ia berusia 13 tahun, hubungan keluarganya memungkinkannya mendapat kehormatan besar menjadi Cairen, salah satu dari sembilan selir dari Kaisar Tang Tai-tsung. Pendidikannya, bakat musiknya, kecantikannya, dan kecerdasan membuatnya lebih menonjol dari gadis-gadis lain, dan ia segera menjadi salah satu selir favorit kaisar. Kaisar memberinya gelar Meinang, atau "Charming Lady," dan ditugaskan untuk bekerja dalam studi kekaisaran. Di sana ia menambah pengetahuannya tentang cara kerja pemerintah- pengetahuan inilah yang dimanfaatkannya dalam tahun-tahun mendatang.

Pada 649, ketika Wu Zhao berusia 25 tahun, Kaisar Tai-tsung meninggal - ini bukan hal yang baik untuk selir: sesuai dengan tradisi, semua selir dikirim ke sebuah biara Buddha, di mana mereka menghabiskan sisa hidup mereka. Tapi anak kaisar Tai-tsung, Kao-tsung, yang menjadi kaisar, mulai mengunjungi Wu di biara. Banyak sejarawan percaya bahwa Wu Zhao telah berselingkuh dengan sang pangeran untuk beberapa tahun, mungkin karena ia tahu hal tersebut akan memberinya kesempatan untuk keluar dari biara ketika ayah pangeran Kao-tsung meninggal. Benar atau tidak, dua tahun kemudian kaisar baru melanggar tradisi dan membawa Wu Zhao kembali ke istana, di mana ia menjadi Wu Zhaoyi, Zhaoyi adalah pangkat tertinggi dari selir lapis kedua. Dan kini hanya ada dua perempuan di atasnya yang menghalangi dia dari tahta: istri Kao-tsung, Ratu Wang, dan selir pertamanya, Xiaoshu.

Penggantian Ahli Waris

Dalam beberapa tahun, Wu Zhaoyi memiliki dua anak laki-laki dengan kaisar- dua anak ini dapat menjadi pewaris tahta kaisar jika dia menyingkirkan dua perempuan yang menghalanginya. Dan dia segera melakukannya.

Ketika putrinya yang baru lahir meninggal, Wu menuduh Ratu Wang yang membunuh bayinya. Beberapa versi cerita mengatakan bahwa Wu benar-benar membunuh putrinya sendiri, kemudian menuduh permaisuri yang melakukannya. Benar atau tidak, yang jelas pada tahun 655 M, kaisar memenjarakan istrinya sendiri dan mengangkat Wu Zhaoyi sebagai permaisuri. Dengan cepat Wu menggunakan kekuasaan barunya untuk mengeksekusi mantan permaisuri dan selir pertama, Xiaoshu. Wu Zhao sekarang menjadi Empress Wu Zetian. Tapi dia masih ingin lebih.

Tang Kao Tsung dan Wu Zetian

Kaisar Kao-tsung memperbolehkan Wu Zetian untuk mengambil peran aktif dalam pemerintahan, dan sejarawan mengatakan dia melakukannya dengan sangat baik. Menerapkan perubahan seperti praktek peningkatan pertanian, pengurangan pajak, dan peningkatan efisiensi dalam administrasi pemerintahan, permaisuri turut membantu meningkatkan sebuah kerajaan yang sudah berkembang. Dia juga mulai menghilangkan orang-orang yang berani menentang dia, menggantinya dengan pendukungnya. Kaisar Kao-tsung menyadari apa yang permaisurinya lakukan, tapi sejarawan percaya bahwa kaisar takut atau tidak berdaya untuk menghentikannya. Pada tahun 660 Kao-tsung, berusia 32 tahun, mengalami stroke yang melemahkannya. Dia selamat, namun Empress Wu sekarang pada dasarnya mengambil tempat, menjadi penguasa tiongkok yang sebenarnya, dan itu masih belum cukup.

Wu kini mulai melakukan pembersihan secara brutal di istana. Siapapun yang menentang dia dipenjarakan, diasingkan, atau dieksekusi -termasuk anggota keluarga. Ketika kaisar akhirnya meninggal pada tahun 683, putra sulung Wu, Hung lah yang seharusnya menjadi yang pertama dalam antrean untuk tahta. (Pada saat ini, Wu Zetian memiliki empat anak.) Tapi Hung telah meninggal secara misterius tahun sebelumnya setelah mengeluh tentang aturan ibunya. Putra keduanya juga keluar dari antrean; ia pernah mengeluh tentang urusan ibunya, jadi dia telah dia diasingkan (ia akhirnya bunuh diri). Anak ketiga, Li Xian, akhirnya menduduki takhta ... dan diasingkan 54 hari kemudian, karena tampaknya terlalu sulit bagi permaisuri Wu untuk mengontrolnya. Dan akhirnya anak keempat, Li Dan, kemudian menjadi kaisar - meskipun hanya dalam nama karena ia sepenuhnya di setir oleh ibunya.

Penggambaran Wu Zetian dalam sebuah serial televisi

Di tahun 690,  Wu Zetian yang telah cukup banyak menyingkirkan musuh-musuhnya, hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh seorang wanita dalam sejarah Cina, menggulingkan anak nya sendiri yang menjadi kaisar bonekanya dan menyatakan dirinya sebagai satu-satunya penguasa Tiongkok - Memberikan dirinya sendiri gelar laki-laki, Kaisar Shengshen.

Penyebar Welas Asih yang Kejam

Kaisar Shengshen menyatakan akhir dari dinasti Tang dan kembali ke dinasti Zhou (Wu Zetian percaya dirinya sebagai keturunan dari prajurit Zhou kuno). Dia memerintah China selama 15 tahun ke depan. Ironisnya ia menyebarkan ajaran welas asih Buddha sementara dengan kejam ia menjagal musuh-musuhnya. Pada tahun 695 ia memperpanjang gelar kaisarnya, menambahkan gelar Buddha Kaisar Tiance Jinlun Shengshen - Kaisar Dewa yang Mengatur Semesta. Pada tahun 705, kini berusia 80 tahun, kekuasannya berakhir dengan adanya sebuah kudeta yang sukses. Anak ketiganya sekali lagi menjadi kaisar, mengakhiri dinasti Zhou setelah hanya satu penguasa dan memulihkan dinasti Tang. Dia meninggal sembilan bulan kemudian. Sebelum meninggal dia sempat meminta pada anak ketiganya (kaisar) untuk dimakamkan disamping makam Tang Kao Sung sebagai permaisurinya. Sehingga sampai saat ini, meskipun Wu Zetian pernah memerintah tiongkok sebagai kaisar selama 15 tahun, makam suaminya dan dia masih dianggap sebagai makam salah satu kaisar dan permaisurinya.

Dibangun selama 23 tahun sejak tahun 684, Musoleum Qianling dari Dinasti Tang (618-907) dikenal sebagai satu-satunya komplek pemakaman (multi burial) kerajaan dalam sejarah Cina. Menurut tradisi Tiongkok kuno, kaisar dan ratu biasanya memiliki makamnya di tempat yang terpisah (independent). Namun, Kaisar Tang Kao Tsung (628-683) dan ratunya Wu Zetian (624-705) - dimakamkan di tempat yang sama.

Wu Zetian banyak dijelek-jelekkan oleh para sarjana Tiongkok selama berabad-abad setelah pemerintahan nya. Cerita kebrutalan dan "perilakunya yang tidak bermoral" bahkan mungkin sejarah palsu, banyak ditulis oleh pembencinya selama berabad-abad setelah kematiannya. Banyak sejarawan berpendapat bahwa tindakannya sebagai penguasa, menonjol hanya karena dia adalah seorang wanita, dan sebenarnya tidak jauh berbeda dari dari tindakan kaisar laki-laki di masa-masa itu. [Kaisar Tang yang paling dipuja, Tang Tai Tsung (Li Shi Min), menjadi kaisar setelah membunuh dua orang kakaknya yang lebih berhak mewarisi tahta]

Ringkasnya, seorang mantan selir dapat memerintah China selama hampir 45 tahun, 15 tahun diantaranya sebagai kaisar. Sampai saat ini, tidak ada lagi wanita yang pernah memerintah Tiongkok.

Dinasti Tang

Dinasti Tang tidak hanya kekaisaran terbesar yang pernah memerintah Cina, tetapi juga adalah salah satu kekaisaran terbesar dalam sejarah. Selama pemerintahan dinasti ini banyak wilayah ditaklukkan dengan kekuatan militernya, dan membantu menyebarkan pengaruh budaya china sebagai dasar budaya Asia Timur. Chang'an dengan populasi 1-2 juta orang, saat itu adalah kota terpadat di dunia. Sebuah kota yang tidak akan terlihat lagi sampai dunia modern. Chang'an adalah seperti Paris, Los Angeles, dan London hari ini yang penuh dengan mode, perdagangan, pendidikan, budaya, seni, dan hiburan. Guangzhou selama dinasti Tang mirip dengan New York zaman modern dengan pelabuhan besar dan orang-orang asingnya. 

Di zaman dinasti Tang ini tiongkok ikut berpartisipasi dalam permainan olahraga internasional seperti Polo. Cuju menjadi olahraga profesional di dinasti Tang. Dan dengan penemuan-penemuan dan inovasi ilmiah dari dinasti Tang, itu benar-benar membuat tiongkok berada pada masa puncak kejayaannya. Namun, hal yang paling luarbiasa dari dinasti ini adalah pemikiran mereka yang terbuka. Dinasti Tang memiliki pandangan egaliter. Orang-orang asing atau orang-orang yang mereka kuasai diperlakukan sama dengan orang-orang Han dan bahkan berpelukan. Yang merupakan alasan utama mengapa budaya kosmopolitanisme begitu berpengaruh dan agama-agama(selain Buddhisme dan Taoisme) seperti Kristen, Islam, Yahudi, Zoroastrianisme, Paganisme, Hindu berkembang karena kebebasan beragama di dalam dinasti Tang. Perempuan juga ditetapkan pada pijakan yang sama dengan laki-laki tidak seperti dinasti tiongkok lainnya. Ditambah budak hanya terdiri kurang dari 1% dari populasi, dan bahkan budak memiliki hak. Memperlakukan budak sewenang-wenang itu melawan hukum, dan bahkan budak bisa memiliki properti. Ini adalah masa kekaisaran tiongkok yang paling indah yang pernah ada. Sayang, para sarjana Barat yang datang ratusan tahun setelah dinasti Tang seakan-akan mengabaikannya dan menganggap Dinasti Qin (dengan rajanya Qin Shih Huang) lah yang paling hebat, karena dianggap menyatukan tiongkok. Oleh karena itulah orang barat sampai saat ini menyebut tiongkok dengan nama China, turunan dari kata Qin. Mengenai China vs. Tiongkok dapat dibaca disini

Istana Daming

Salah satu prestasi arsitektur terbesar selama Dinasti Tang adalah Istana Daming, Istana termegah yang pernah dibangun di masa tiongkok kuno. Awalnya dibangun atas perintah kaisar Tang Tai Tsung di tahun 634, yang berencana mendirikan istana tempat peristirahatan ayahnya yang telah tua. Namun karena ayahnya keburu meninggal, proyek tersebut dihentikan. Baru pada tahun 662, proyek tersebut dilaksanakan kembali ata permintaan Wu Zetian dan seluruh proyek selesai dalam satu tahun, benar-benar menakjubkan. Istana ini adalah sekitar 4 kali lebih besar dari Istana Lama yang digunakan sebagai tempat tinggal kerajaan dari abad ke 14 hingga awal abad ke-20 yang sekarang di Beijing. Sayangnya ketika dinasti ini berakhir, istana besar ini dibakar dalam pemberontakan petani. Istana ini dirancang oleh Yan Li-ben, pelukis besar di abad ke-7. Sekarang di Xi'an - ibukota Dinasti Tang, kita hanya bisa melihat reruntuhannya, namun masih bisa membuat takjub dengan kemegahan yang tersisa.

Rahasia Kejantanan Kaisar Cina

Kegiatan seks kaisar-kaisar China memang sangat luar biasa, bahkan beberapa kaisar punya puluhan selir untuk memuaskan birahi-nya, mengapa kaisar-kaisar China memiliki kejantan yang luar biasa ? ternyata ini rahasia kejantan kaisar-kaisar China.

Sama seperti para raja di berbagai belahan dunia lain, para kaisar China juga suka berburu. Ada saatnya para raja keluar diiringi pembantu setianya dan para pengawal. Kelinci dan utamanya kijang acap jadi sasaran bidikan panah sang raja.

Selain dagingnya enak, binatang-binatang ini sangat lincah dan larinya tak kalah hebat dibandingkan kuda-kuda tunggangan kaisar dan pengikutnya. Jadi, kaisar bisa sekaligus olah fisik berkuda Saat keringat membasahi jubah emas sang raja yang berkilau diterpa mentari itulah gairah memburu makin menggebu. Apalagi sang raja tak hanya termotivasi oleh sulitnya mendapatkan binatang-binatang yang lincah itu.

"Ada obat yang sedang dicari para kaisar itu!" tutur Dr. Rahmat, ahli pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine atau TCM) dalam sebuah perbincangan di Klinik Shanghai, tempatnya berpraktik.

Tiap kali seekor kijang atau rusa muda tertembus panah sang raja, tanduknya langsung dipotong. "Nah, darah yang mengalir dari tanduk, ya paling beberapa tetes, dimasukkan dalam cangkir yang sudah diberi arak, langsung diminum," tuturnya. Dan, itulah obat manjur bagi kejantanan sang raja.

Puluhan ribu
lni sekilas kisah yang acap tertuang dalam kisah-kisah literatur Cina kuno. Tegukan setetes atau dua tetes darah dari tanduk rusa adalah sebagian kecil ramuan yang digunakan para kaisar Cina untuk meningkatkan stamina dan kejantanan. "Ada ribuan ramuan yang digunakan," ujarnya.

Ribuan ramuan itu merupakan gabungan dan variasi beberapa bahan herbal atau simplisia yang disebut para tabib sebagai pendongkrak libido dan stamina.

Menurut Dr. Rahmat, inti dari ramuan itu pada dasarnya untuk meningkatkan atau memperkuat energi (ginseng, astragalus, akar dang seng), menguatkan darah (dang qui, chuan xiong) dan ginjal (tanduk rusa, morinda officinalis how, batang dan akar benalu, dan cistanche salsa yang di Cina disebut roucongrong).

Ramuan herbal menjadi satu-satunya sarana karena latihan fisik seperti taichi dan kungfu tidak selalu dilakukan para kaisar, meski ada juga yang melatih fisiknya ini demi memperkuat stamina di ranjang. "Taichi bermanfaat untuk memperkuat pinggang," kata Sinse David Sungahandra.

Resep-resep pendongkrak ini pasti berbeda antara tabib dari kaisar satu dengan tabib kaisar sebelum atau sesudahnya. "Resep-resep ini penting bagi para kaisar karena mereka setiap hari sibuk dengan urusan kenegaraan," ungkap Dr. Rahmat.

Apalagi yang mesti didatangi kaisar adalah selir-selir yang jumlahnya puluhan. Jadi, dengan jadwal ketat, kaisar harus mengikuti berbagai protokoler. Mulai dari minum resep sampai menentukan hari dan siapa selir yang harus didatangi.

Sejak siang, para selir yang sudah tahu bakal dikunjungi kaisar mesti menyiapkan diri. "Pijat, mandi, dan dandan yang cantik adalah bagian dari protokol yang harus dijalani para selir itu," ujar Dr. Rahmat.

Bagi kaisar, prosedur tak sebegitu rumit. Sang raja cukup mandi dan diberi ramuan obat sore harinya, sebelum membuat para selir ini "terjungkir balik" di malam harinya.

Sex Sang Kaisar Cina

NA Hua Di Nei Jing adalah sebuah buku kedokteran yang ditulis lebih dari 2.000 tahun lalu. Tetapi karena ampuh, hingga sekarang masih jadi acuan bagi praktisi pengobatan tradisional China atau Traditional Chinese Medicine (TCM). Buku itu menguak rahasia para kaisar. Rahasia itu sempat tersimpan lama hingga jurnal rahasia ditemukan pada 1974 di makam Kaisar Ma di Chang Sha. Pembukaan jurnal yang ditulis pada perkamen bambu itu terkait seksualitas. Apa saja rahasianya ? 

Ada tujuh hal yang mesti dihindari dan delapan hal yang penting diperhatikan agar kehidupan seksual harmonis.
  • Nyeri akibat tergesa-gesa dan sikap kasar selama berhubungan seks akan menyebabkan  rasa sakit di organ dalam. Jadi, slow saja.
  • Gejala keringat dingin saat berhubungan seks. Hati-hati, mungkin ada masalah fisik.
  • Kelelahan akibat aktivitas seks berlebihan.
  • Tidak ada kekuatan seks atau disfungsi ereksi.
  • Sikap mengintimidasi dan gelisah.
  • Pemaksaan atau melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan pasangan akan menyebabkan sesuatu tak mengenakkan, terutama untuk pasangan wanita.
  • Terburu nafsu atau terlalu cepat adalah kondisi yang tidak menyenangkan bagi kedua pasangan. Ini wajib dihindari. 
Inilah delapan hal baik yang patut dipelihara:
  1. Pelihara Qi (energi). Setelah bangun tidur, lakukan latihan untuk memperkuat tulang punggung/belakang dan relaksasi bagian tubuh belakang. Latih anus untuk kontraksi sehingga energi dalam dialirkan ke bawah.
  2. Telan ludah. Secara teratur, telanlah air ludah sendiri dan yakinkan napas Anda tetap dan tenang.
  3. Ambillah saat yang tepat untuk berhubungan seks dan lakukan pemanasan hingga kedua pihak merasa nyaman.
  4. Akumulasi energi. Saat berhubungan seks, pasangan harus merelaksasikan bagian belakang tubuhnya dan mengontraksi anusnya.
  5. Hubungan seks tak bisa dipaksakan, harus lembut/pelan.
  6. Penetrasi mesti berlangsung lembut dan pelan. Kadang-kadang, berhentilah sejenak supaya pasangan wanita dapat menikmati sensasi nikmat sepenuhnya.
  7. Saat perempuan nyaris mencapai klimaks, si pria mesti melengkungkan punggungnya ke belakang. Setelah ejakulasi, penis jangan buru-buru dicabut.
  8. Penis harus ditarik sebelum sepenuhnya melunak dan mesti dibersihkan setelah itu.
Rahasia bercinta China Kuno yang tertuang dalam Hua Di Nei Jing mencakup hal-hal berikut:
- Kedua pasangan mesti terangsang secara memadai.
- Jangan bercinta bila salah satu tidak menginginkan hal itu.
- Cuci dan mandi setelah bercinta.
- Kehidupan seks mesti dijalankan sedang-sedang saja.

Seorang ahli pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine atau TCM) dalam sebuah perbincangan di Klinik Shanghai, menuturkan, setiap kali seekor kijang atau rusa muda tertembus panah sang raja, tanduknya langsung dipotong dan diambil darahnya. 
"Nah, darah yang mengalir dari tanduk, ya paling beberapa tetes, dimasukkan dalam cangkir yang sudah diberi arak, langsung diminum," tuturnya seraya menambahkan ramuan tersebut berfungsi untuk kejantanan sang raja.
lni sekilas kisah yang acap tertuang dalam kisah-kisah literatur Cina kuno. Tegukan setetes atau dua tetes darah dari tanduk rusa adalah hanya salah satu ramuan yang digunakan para kaisar Cina untuk meningkatkan stamina dan vitalitas untuk berhubungan intim.
Sebab, menurut Rahmat, masih ada ribuan ramuan lainnya yang digunakan digunakan oleh kasiar-kaisar China di masa lampau. Ribuan ramuan itu merupakan gabungan dan variasi beberapa bahan herbal atau simplisia yang disebut para tabib sebagai pendongkrak libido dan stamina.
Ramuan itu pada dasarnya untuk meningkatkan atau memperkuat energi (ginseng, astragalus, akar dang seng), menguatkan darah (dang qui, chuan xiong) dan ginjal (tanduk rusa, morinda officinalis how, batang dan akar benalu, dan cistanche salsa yang di Cina disebut roucongrong).
Ramuan herbal menjadi satu-satunya sarana karena latihan fisik seperti 'taichi' dan 'kungfu' tidak selalu dilakukan para kaisar karena kesibukannya mengurusi kerajaan, meski ada juga yang melatih fisiknya ini demi memberikan extra stamina di ranjang.
Apalagi, selir-selir kaisar jumlahnya puluhan. Sehingga, kaisar memiliki jadwal tetap meminum ramuan resep sampai menentukan hari dan siapa selir yang harus dikunjungi setiap harinya.
Bahkan, sejak siang hari, para selir yang mendapat jadwal dikunjungi kaisar mesti menyiapkan diri seperti pijat, mandi, dan dandan yang cantik. Berbeda dengan perlakuan bagi sang Kaisar, cukup mandi dan diberi ramuan pada sore harinya, sebelum membuat para selir ini 'kewalahan' malam harinya.

Beberapa Tips yang jarang diketahui oleh para Pria adalah sebagai berikut :

1. JURUS   4 - 7 - 8
Sebelum Penetrasi dilakukan cobalah sejenak menggunakan  4 - 7 - 8
Menghirup udara lewat hidung dengan 4 kali hitungan
Menahan udara yang dihirup tadi dengan 7 hitungan
Menghembuskan nafas lewat mulut pelan pelan dengan 8 hitungan
Hal ini penting untuk mengatur pernapasan dan memperkaya jumlah oksigen didalam paru paru anda.

2. MENEKUK LUTUT
Upayakan dalam setiap posisi Pria selalu melipat lutut satu lutut boleh , dua lutut lebih bagus.
Cara ini adalah untuk mencegah terjadinya ejakulasi dini dan anda akan bisa bermain lebih lama
karena dengan menekuk lutut  mengerem rangsangan syaraf Mr P 

3. JURUS JIUYAO = 9 - 1  
Artinya 9 kali tusukan dangkal ( separoh Mr. P ) Anda harus menghitung baik didalam hati maupun diucapkan. Tujuannya adalah untuk memecah konsentrasi anda.
Setelah 9 kali penetrasi dangkal , pada hitungan ke 10 penetrasi mr. P dibenamkan semaksimal mungkin dengan cara yang lembut namun mantap.Ini yang menurut cara Tiongkok kuno bagai Melakukan  sembilan kali serangan tipuan dan satu kali serangan yang mematikan bisa mengulangi untuk beberapa kali.

4. JURUS 40 TUSUKAN
Setelah Four play ( pemanasan dilakukan ) tibalah saat penyerangan dimulai.
Persilahkan si wanita berbaring dan melebarkan kedua kakinya kesamping. 
Selonjorkan kedua kaki anda  pria) dibawah paha pasangan anda sehingga mempertemukan Mr.P dan Mrs.V.
Masukkan pelan pelan Mr. P kedalam liang Mrs V hingga penuh kedalam.
Lakukan sebanyak 10 kali keluar masuk dengan sabar.
Selanjutnya lakukan tusukan penuh dengan gerak berirama mengikuti hitungan yang anda ucapkan mulai dari angka satu ...dua...tiga...sampai hitungan ke 40
Bila anda sudah berhasil berarti anda sudah melewati masa sensitif bagian pertama. 

Selanjutnya lakukan hitungan 1 sampai 40 tahap kedua ,ketiga dan seterusnya.
Usahakan mencapai hitungan 40 x 4 = 160 tusukan.
Bila anda merasa kelelahan rebahkan badan anda kebelakang dan tarik tangan pasangan anda untuk duduk diatas untuk melakukan teknik pompa dari atas kebawah sepuasnya.
Perlu diingat selama gerakan wanita itu berlangsung jangan lupa anda menyilakan kaki anda dibelakang bokongnya. Tujuannya adalah adalah untuk mengerem terjadinya ejakulasi. 

Hukuman Sadis Sejarah Kekaisaran Cina Kuno

Dalam sejarah hukuman kuno di negara China, ada 16 jenis hukuman yang paling terkenal akan kesadisannya.

1. Dikuliti

Saat menguliti mulai dari tulang belakang, kulit punggung dibelah menjadi dua, perlahan-lahan pisahkan kulit dengan daging, dibuka seperti kupu-kupu yang mengembangkan sayapnya. Selain itu, ada sebuah cara lain untuk menguliti, entah berapa besar tingkat kevalidannya. Yaitu dengan mengubur orangnya di tanah, hanya terlihat kepalanya saja. Buat goresan berbentuk tanda (+) di atas kepala, lalu buka kulitnya, tuangkan mecury ke dalamnya. 

Karena berat jenis mercury sangat berat, maka akan dapat memisahkan kulit dan daging, orang yang terbubur di tanah akan merasa sangat kesakitan, namun tidak dapat melepaskan diri. Lalu terakhir akan melompat keluar dari lubang, meninggalkan selembar kulit di tanah... lalu kulit tersebut dijadikan genderang, digantungkan di depan pengadilan untuk memperingatkan orang lain. Pada awalnya, hukuman dikuliti dilakukan setelah mati, kemudian berkembang menjadi dikuliti hidup-hidup.

2. Penggal pinggang

karena penggal pinggang adalah memisahkan tubuh seseorang dari bagian tengah, sedangkan organ-organ penting berada pada tubuh bagian atas, maka yang dihukum tidak akan segera mati, melainkan masih sadar dan memerlukan beberapa saat lagi hingga akhirnya mati. Saat Kaisar Chengzu dari dinasti Ming menghukum mati Fang Xiaoru, yang digunakan adalah penggal pinggang ini. Konon setelah dipenggal, Fang Xiaoru masih bisa merangkak dan menulis huruf 'cuan' (= merebut ; biasanya untuk merebut tahta) di tanah. Setelah menulis 12 setengah huruf, baru akhirnya mati.

3. Pisahkan dengan kereta

Nama lainnya adalah "membelah mayat dengan 5 kuda". Sangat sederhana, yaitu dengan mengikat kepala, kedua tangan & kedua kaki dengan tali, lalu ditarik oleh 5 ekor kuda ke 5 arah yang berbeda, sehingga tubuhnya terbelah menjadi 6 bagian. Konon Shang Yang dihukum mati dengan cara ini. Diperlukan tenaga besar jika ingin memisahkan tubuh orang menjadi 6 bagian, apalagi jika dengan ditarik. maka dapat dibayangkan penderitaan si penerima hukuman. Pada saat benar-benar sudah terpisah, mungkin ia sudah tidak merasakan penderitaan lagi. Kesakitannya adalah pada saat ditarik.

4. Lima hukuman

Gabungan dari penggal kepala, potong kaki, potong tangan, potong telinga dan hidung, "belah menjadi 8 bagian". Biasanya setelah orangnya mati, baru dipotong kepala, tangan & kakinya, lalu tubuhnya dibelah jadi 3. Setelah Kaisar Gaozu dari Dinasti Han mangkat, Permaisuri Lv menangkap selir kesayangannya, Nyonya Qi (ibu dari Liu Ruyi), memotong tangan dan kakinya, juga memotong hidung, telinga & lidahnya, mencungkil matanya, lalu dibuang ke kandang babi, diberi nama "ren zhi" (babi manusia). sampai-sampaia anak Permaisuri Lv juga sangat kaget melihatnya.

5. Hukuman mati pelan-pelan

Pada awalnya adalah setelah mati baru mayatnya dicincang jadi bubur daging, disebut 'hai'. yang pernah menerima hukuman ini adalah Zi Lu, dan putra sulung Zhou Wen Wang: Bo Yi Kao. Kemudian dalam perkambangannya, menjadi lebih mendetil, yaitu hukuman dilakukan apda saat orangnya amsih hidup, tujuannya adalah agar yang dihukum menderita, maka ada ketentuan harus dibacok sampai berapa kali dulu sebelum mati. 

Konon kemudian hukuman ini dilaksanakan oleh 2 algojo, mulai bacok dari kaki, terus hingga 1000 bacokan, yaitu dengan dipotong dagingnya selembar-selembar sampai mati. Katanya jika belum sampai 1000 bacokan sudah mati, maka algojonya juga akan kena hukum. Yang paling mengenaskan adalah jenderal penentang Qing pada jaman Ming akhir, Yuan Chonghuan. Karena kaisar Chongzhen terkena siasat adu domba musuh & mengira ia berkhianat, maka dijatuhi hukuman "lingchi".

Sebelum hukuman dijalankan, tubuhnya dililit dengan jala ikan agar daging-dagingnya menonjol keluar, lebih mudah untuk dipotong-potong. lalu dibawa keliling kota, ditonton oleh rakyat, dagingnya pun dimakan oleh rakyat. Penderitaan secara batin mungkin bisa melebihi penderitaan secara fisik. Ini adalah salah satu hukuman resmi di jaman Ming - Qing.

6. Jerat / gantung

Hukuman jerat di Zhongguo biasa menggunakan senar busur. Yaitu dengan meletakkan senar busur pada leher yang akan dihukum, senar menghadap ke depan, algojo berdiri di belakang sambil memutarkan busurnya semakin lama semakin kencang. Yang dihukum akan mati pelan-pelan. Ayah-anak Yue Fei mati di Paviliun Fengbo dengan cara seperti ini. (karena ia adalah pejabat berjasa, tidak boleh dipenggal, harus meninggalkan jasad yang utuh). Sedangkan Raja Gui dari Dinasti Ming akhir juga dibunuh dengan cara jerat/gantung ini oleh Wu Sangui.

7. Dimasak / direbus

Pada jaman Dinasti Tang, jaman pemerintahan Wu Zetian, ada seorang pejabat bernama Lai Junchen yang suka menggunakan cara-cara hukuman yang kejam. Terhadap tawanan yang tidak mau mengaku, ia sering menginterogasi dengan memaksa menggunkan hukuman sadis. Yaitu dengan menggunakan sebuah kuali dan menyuruh tawanan masuk ke dalamnya, lalu di bawah kuali dibakar api (seperti memasak). Kalau tawanan tetap tidak mau mengakui kesalahannya, maka akan mati kepanasan. 

Kemudian Wu Zetian mendengar hal ini dan memanggil Lai Junchen. Ia bertanya pada Lai Junchen, apa yang dilakukan bila ada tawanan yang tidak mau mengaku. Lai Juunchen menceritakan cara ini dengan bangga. Wu Zetian pun berkata dengan tenang, “Persilakan dia masuk ke kuali.” … dan Lai Junchen pun mati dibakar.

8. Kebiri habis

Sima Qian pernah menerima hukuman ini sebelum menuliskan kitab sejarah (Shi Ji). Cara kebiri di Zhongguo sangat mendetil. Pertama-tama, ikat adik kecil (termasuk kantung keturunan) agar darah tidak dapat mengalir, sampai rusak secara alami, baru kemudian dipotong dengan pisau (seluruhnya, bukan hanya adik kecilnya saja). Setelah dipotong, bubuhi dengan abu wangi untuk menghentikan darah, tancapkan bulu angsa pada lubang jalur kencing. Tunggu beberapa hari, cabut bulu angsa. Kalau bisa kencing, berarti proes kebiri telah berhasil.

Kalau tak bisa kencing, anggap saja gagal, jadi orang cacat, biasanya akan mati keracunan kencing yang tak bisa keluar. Jadi kalau mau mengebiri orang untuk dijadikan kasim, sebaiknya kebiri waktu masih kecil. Semakin tua, resikonya akan semakin besar. Hukuman ini sering digunakan oleh kaum bangsawan untuk menggantikan hukuman mati. Sebaliknya, untuk wanita, adalah dengan ditutup.

9. Lumpuhkan kaki

Untuk potong kaki ini, ada beberapa macam penjelasan yang berbeda. Ada yang bilang dengan memotong kaki dari lutut ke bawah. Ada juga yang bilang dengan mengambil tulang lutut. Yang kedua tampaknya lebih dapat dipercaya. Pokoknya, ini adalah sejenis hukuman kejam dengan membuat orang jadi lumpuh. Pada jaman Zhan Guo, Sun Bin (孙宾) pernah menerima hukuman ini.

Setelah menerima hukuman, baru namanya dibah menjadi Sun Bin (孙膑 --- 膑 : hukuman lumpuhkan kaki dengan diambil tulang lututnya). Jika tulang lutut diambul, maka antara kaki bagian atas dan kaki bagian bawah akan kehilangan hubungan, berdiri pun tidak bisa. Maka dalam sejarah tidak resmi, Sun Bin bahkan tak bisa emnunggang kuda saat berperang, harus naik kereta (baik kereta kuda ataupun kereta yang didorong manusia).

10. Tusuk dengan jarum

Yaitu dengan menusukkan jarum pada celah kuku. Biasa digunakan untuk tawanan wanita.

11. Kubur hidup-hidup

Sering digunakan pada jaman Zhan Guo. Karena hemat tenaga, juga cepat. Hukuman kubur pada jaman perang, biasanya tawanan perang disuruh menggali lubang sendiri, kemudian dibunuh dan dimasukkan ke dalam lubang itu. Kalau waktunya tidak cukup, langsung saja dimasukkan ke dalam lubang dan dikubur hidup-hidup. Hukuman kubur hidup-hidup ini sudah ada sejak jaman kuno. Tapi belum pernah tercatat ada tokoh terkenal yang mati dihukum dengan cara ini. Yang lebih kejam yaitu dengan dikubur dalam posisi berdiri, dengan kepala di atas permukaan tanah, kemudian disiksa dulu.

12. Racun Zhen

Racun zhen sepertinya merupakan cara yang cukup berperikemanusiaan di antara hukuman-hukuman kejam ini. Di antara racun-racun jaman Zhongguo kuno, yang paling terkenal adalah racun zhen. Dari sinilah asal muasal dari peribahasa “minum zhen untuk menghilangkan haus”. Biasa digunakan untuk hukuman “diberi kematian” (maksudnya disuruh bunuh diri sendiri).

13. Hukuman tongkat

Yang dimaksud dengan tongkat, bukan berarti dipukul dengan tongkat. Melainkan tongkat dimasukkan dari mulut sampai ke dalam tubuh sampai seluruh tongkatnya masuk, lambung dan organ tubuhnya pecah, yang dihukum akan mati dengan tragis. Dalam sejarah resmi, tidak ada catatan tentang hukuman ini. Cara hukuman ini muncul pada novel Xia Ke Xing karya Jin Yong. Bahkan ada julukan indahnya yaitu “membuka mulut dan tertawa”.

14. Potong dengan gergaji

Yaitu dengan menggergaji orang sampai mati. Ketragisannya sebanding dengan lingchi & kuliti. Maka di antara hukuman-hukuman kejam di neraka, ada tertulis tentang hukuman gergaji sampai mati ini. Sebenarnya, hukuman gergaji ini tidak hanya ada dalam dongeng, melainkan juga ada di dunia nyata. Dalam tercatat, bawahan dari selir kesayangan Raja Wu (Sun Hao), merampas harta rakyat di pasar.

Pengurus pasar, pejabat Chen Sheng adalah pejabat kesayangan Sun Hao. Ia menangkap sang perampas dan dihukum. Sang selir melapor pada Sun Hao, Sun Hao marah, lalu mencari-cari alasan dan menangkap Chen Sheng atas dalih kesalahan yang lain. Lalu memerintahkan algojo mambakar gergaji sampai memerah, dan emnggergaji kepala Chen Sheng. Mayatnya dibuang ke bawah Si Wang Tai.

15. Patahkan tulang belakang

Saat seseorang punya dendam yang mendalam pada musuhnya, maka ia akan terpikirkan cara mematahkan tulang belakang ini. cara ini memang merupakan salah satu cara untuk melampiaskan amarah, karena begitu tulang belakang patah, orangnya pasti akan mati. Dalam sejarah Zhongguo, patahkan tulang belakang ini juga merupakan salah satu bentuk hukuman yang penting. menurut, pada jaman Chunqiu, Ji Chong'er bermaksud menentukan hukum tertulis secara jelas agar masyarakat patuh pada hukum, kemudian ia berunding dengan para penasehat.


Seorang pejabat Ji Chong'er yang bernama Dian Jie datang sangat terlambat. Ada yang menganggap Dian Jie bersalah 7 harus dihukum. Ji Chong'er setuju, dan Dian Jie dihukum dengan dipatahkan tulang belakangnya. Semua pnasehat (pejabat) negara Jin dangat takut, mereka berkata: 'Dian Jie yang sudah ikut Ji Chong'er mengembara ke negara-negara selama 19 tahun, memiliki jasa yang sangat besar, karena kesalahan kecil saja dihukum dengan begitu berat. Bagaimana dengan kami?' Sejak saat itu, semua orang jadi sangat taat pada hukum.

16. Sisir & bersihkan

Yang dimaksud dengan sisir & bersihkan, bukanlah anak gadis yang sedang bersolek, melainkan nama sebuah hukuman sadis. yang dimaksud adalah menguliti kulit orang dengan sikat besi hingga hanya tinggal tulang & daging saja, sampai akhirnya mati. Pencetus pertama hukuman ini adalah Zhu Yuanzhang. Berdasarkan catatan karangan Shen Wen, pada saat menjalankan hukuman ini, algojo melepas seluuh pakaian penerima hukuman, lalu dibaringkan di atas ranjang besi, tubuhnya disiram dengan air mendidih beberapa kali, lalu dikuliti dengan menggunakan sikat besi. 

Sama halnya seperti rakyat menyiram babi dengan air panas untuk dicabuti bulunya. Terus hingga kulit dan daging terkelupas habis & tulangnya terlihat. Penerima hukuman biasanya belum sampai selesai sudah mati duluan. Sisir & bersihkan ini memiliki persamaan prinsip dengan hukuman mati pelan-pelan (no 5). Menurut ada tercatat, Wu Sansi pernah mengutus Zhou Lizhen untuk menangkap Heng Yanfan, kemudian diseret-seret di atas rakit bambu sampai dagingnya terkoyak & terlihat tulangnya, kemudian memukulinya dengan tongkat sampai mati.