Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Jul 27, 2012

Kuil Sulaiman Peradaban Mesopotamia Kuno

Kuil Sulaiman masih menjadi tanda tanya bagi peneliti dan arsitektur kini,
mungkinkah di zaman peradaban Mesopotamia kuno Raja Sulaiman membangun kuil
setinggi 120 hasta atau berkisar 63 meter?

Kuil Sulaiman dibangun pada masa peradaban Mesopotamia kuno berukuran 500
hasta persegi. Sepanjang tembok timur Kuil Sulaiman dekat dinding ujung
utara terdapat lapisan yang mendasar, pra-Herodian yang menampilkan sudut
dinding sangat tua dan menonjol keluar. Menurut Leen Ritmeyer, seorang
arkeolog yang menghabiskan masa hidupnya selama 22 tahun di Yerusalem,
menyebut tempat ini sebagai sudut unik, dan jelas merupakan tonjolan yang
lebih tua dari sebuah dinding, dan sudut yang ada ketika Raja Herod
membangun tembok baru. Mungkinkah 'sudut unik' (offset) ini telah menjadi
halaman luar Kuil Sulaiman?

Pelataran luar Kuil Sulaiman di dokumentasikan oleh orang-orang yang
terbuang di Mishna. Orang-orang Yahudi yang dibebaskan oleh Persia kembali
ke Israel untuk membangun kembali Kuil Suci Kedua. Mereka mengukur halaman
luar sebesar 500 hasta persegi, tidak mengatakan membangun halaman
pelataran luar, alun-alun, seluas 500 hasta yang merupakan sisa-sisa Kuil
Pertama. Dengan pengukuran Yehezkiel di kuil Sulaiman, masing-masing
memiliki halaman luar seluas 500 persegi. Jadi, Kuil Sulaiman asli memiliki
halaman seluas dimensi tersebut, dan hanya tercatat dalam sejarah melalui
Yehezkiel.

Sudut timur laut Kuil Sulaiman ditempatkan di lokasi 'offset' (Laut Molten
atau Laut Brass) di mana para imam mencuci tangan mereka, berbaris tepat di
atas sumur bawah tanah terbesar. Sumur bawah tanah yang tidak biasa berada
di dalam pelataran dalam dan pelataran luar. Air hujan dihalaman dalam dan
luar bisa dikeringkan melalui sumur ini.

Pelataran dalam dibagian pilar berbentuk persegi seluas 100 hasta. Di
tengah alun-alun inilah terdapat mezbah yang memiliki tangga menghadap
timur. Para imam akan berbaris di sekitar altar dari Barat ke Timur,

No comments: