Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 29, 2014

Mengenal Israel Kuno

Israel adalah salah satu negara fenomenal didunia yang terkenal dengan keunikannya. Kebanyakan dari kita hanya mengenal Israel sebagai negara kaya dan maju dalam berbagai bidang. Ada juga yang hanya mengenal Israel sebagai satu-satunya bangsa yang dipilih Tuhan (YHWH) dan selalu diberkati oleh Tuhan. Tetapi dari semua itu, kita belum mengetahui lebih dalam mengenai sejarah bangsa "pilihan Allah" yang selalu disebutkan dalam Alkitab.

Kota-kota Penting di Israel

Betel merupakan sebuah kota yang terletak 19 km dari kota Yerusalem. Disebutkan dalam alkitab bahwa ketika Yakub melewati tempat ini, Ia bertemu dengan Tuhan dalam mimpinya. Dan kemudian tempat yang awalnya bernama Lus itu dinamakan Betel.

Yerusalem (bahasa Ibrani: ירושלים Yerushalayim, adalah kota di Timur Tengah yang merupakan kota suci bagi agama Kristen, Yahudi, dan islam. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel (meskipun tidak diakui secara internasional). Kota ini dianggap sangat penting oleh beberapa agama besar didunia. Diantaranya Kristen, Yahudi, dan Islam. Kota ini juga menjadi pusat kerajaan Yehuda pada saat itu dan menjadi pusat ibadah sejak penaklukan raja Daud hingga 3000 tahun setelahnya.

Babilon berasal dari kata "babila" yang artinya masih belum bisa diketahui. Namun dalam bahasa Akkaida, terdapat kata bab-ilim yang berarti Gerbang para Dewa yang diperkirakan juga sebagai asal nama kota ini. Didalam alkitab diceritakan bahwa kota ini pernah di bagun sebuah menara yang sangat tinggi (menara babel) dan terjadi peristiwa besar disana, dimana bahasa manusia pada saat itu dikacau balaukan oleh Allah, sehingga pembangunannya menjadi kacau balau.

Kota yang sering di bicarakan atau diperbincangkan. Baik dari segi alkitabiah itu sendiri maupun dari sisi sejarahnya.

Keadaan Alam
  1. Permukaan tanah

    Keadaan permukaan tanah di Israel dapat di golongkan sebagai permukaan tanah yang subur dan kaya akan asupan nutrisi pada tanah tersebut. Sebab sejak dahulu kala, curah hujan beberapa daerah di Israel masih sangat tinggi, contohnya di daerah Hermon curah hujan mencapai 152 cm per tahun. Walaupun daerah Israel berdekatan dengan padang gurun, namun permukaan tanah di Israel gembur dan tidak keras.

  2. Israel memiliki empat musim, yaitu musim gugur, musim dingin, musim semi, musim panas. Musim gugur menandai awal tahun. Musim ini merupakan masa peralihan pada musim hujan. Musim dingin adalah musim hujan. Namun suhu dingin terasa pada bulan Januari dan Februari. Musim ini berlangsung lumayan lama. Musim semi adalah masa yang hangat, tidak panas dan tidak dingin. Hujan masih turun walaupun tidak deras. Musim ini pendek dan terasa amat menyenangkan. Selama musim panas tidak ada hujan. Inilah musim panen yang di susul dengan musim kering yang sangat menyiksa. Pohon-pohon yang akarnya tidak dalam menjadi kering. Tetapi, ini masih bisa diimbangi dengan ketersediaan sumber mata air, waduk-waduk buatan, ataupun sumur-sumur yang dibuat oleh masyarakat pada saat itu untuk memenuhi kebutuhan akan air pada musim-musim seperti ini.

  3. Flora

    Israel memiliki beragam jenis flora. Dalam alkitab sendiri, ada beberapa jenis flora yang paling sering disebutkan. Diantaranya anggur dan zaitun. Sejak zaman dahulu, masyarakat Israel sudah sangat akrab dengan anggur. Tanaman ini biasanya diproduksi sebagai sejenis minuman yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Minuman Anggur ini diproduksi secara turun temurun sehingga sudah menjadi minuman tradisional bangsa Israel. Anggur sendiri juga sering dipergunakan sebagai analogi atau perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam alkitab.

    Selain itu juga terdapat pohon Zaitun. Flora jenis ini bahkan sudah tersebar di seluruh Israel. Buah dari pohon ini biasanya diproduksi sebagai minyak. Minyak ini biasa digunakan sebagai bahan bakar pelita, wewangian, dan sebagai media dalam ritual-ritual penting di Israel seperti sebagai minyak pengurapan raja, penguburan, dll.

  4. Fauna

    Israel juga memiliki keanekaragaman jenis fauna. Diantaranya kuda nil, badak, hyena bergaris, kuda, serigala, musang, macan, cheetah, burung unta, unta, beruang Suriah, berbagai jenis kijang, dan lain-lain. Selain itu juga terdapat domba dan keledai. Kedua hewan ini juga sering disebutkan oleh alkitab. Keledai biasa digunakan sebagai alat transportasi. Salah satu contoh, Yesus sering mengunakan keledai dalam perjalananNya. Domba juga sering dipergunakan sebagai perupamaan-perupamaan mengenai Yesus sendiri maupun kita sebagai pengikut-pengikutnya.

Perekonomian

Roda perekonomian di Israel pada umumnya digerakan oleh pertanian, peternakan, dan perdagangan. Bertani dan berternak sudah dimulai sejak zaman nenek moyang manusia dijadikan (pada masa Kain dan Habel). Sedangkan pada zaman Abraham dulu lebih menekankan pada pola mencari nafkah berternak dengan sistem nomaden, yaitu cara hidup berpindah-pindah dari tempat yang satu ketempat yang lain dengan maksud mencari ketersediaan pangan bagi kehidupan mereka. Semuanya itu mereka lakukan, hanya ntuk satu tujuan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Walaupun pola mencari nafkah mereka sudah berkembang pesat namun peralatan yang di gunakan masih sangat sederhana. Hal tersebut bisa dilihat pada zaman nabi Elisa yang pada saat itu membajak dengan menggunakan lembu. Sistem ini (baik pertanian dan peternakan) masih terus berjalan sampai bangsa Israel sampai di tanah perjanjian. Selain itu juga terdapat sektor ekonomi lainnya seperti: perdagangan, pengolahan logam, dan sebagainya, terdapat pula di negara-negara sekitar Israel. Namun lebih tepatnya sektor pertanianlah yang menjadi komoditi utama atau sumber mata pencaharian utama masyarakat di Israel dan sekitarnya.

Politik

Israel pada zaman dulu dikenal menggunakan sistem politik Theokrasi. Sistem politik ini berarti suatu sistem politik dimana Allah yang menjadi sumber dari segala aturan atau undang-undang. Sehingga setiap kata-kata atau ucapan yang datangnya dari Allah menjadi suatu keharusan untuk dilakukan. Sistem politik ini sudah dimulai sejak zaman nabi Musa, yang saat itu memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Diketahui pula bahwa pada saat itu, bangsa Israel pernah masuk dalam suatu masa "demokrasi" yang tidak bertahan lama, melalui pemilihan saul menjadi Raja, karena kemudian Daud mengembangkan sikap anti-demokrasi dan membangun teokrasi dengan sangat mapan.

Di samping itu orang-orang Yahudi lebih menerima sistem politik mereka sebagai suatu komunitas sosio-spiritualis, bukan politis-ekonomis. Karena sistem kepemimpinan dalam masyarakatnya dipegang oleh orang-orang, yang memiliki kharisma legal dan tradisional (melalui semacam dinasti), dan kharismatik (dalam hal ini imam dari suku Lewi, dan para Nabi). Semuanya selalu atas "petunjuk","kehendak",atau "panggilan" dari Tuhan secara langsung, dan hukum Taurat seakan mensahkannya. Hal ini menyebabkan pengekangan dalam sistem pemerintahannya karena seakan-akan segala sesuatu yang sudah ditetapkan bersifat mutlak dan tidak bisa dirubah.

Kemudian pada saat bangsa Israel sedang berada dalam kecaman bangsa Filistin yang hendak meperluas daerahnya, maka dibentuklah sistem pemerintahan Israel menjadi sebuah kerajaan pada tahun 1050 SM, dan pada tahun 1030 SM diangkatlah Saul menjadi raja yang pertama untuk Israel. Inilah awal bentuk pemerintahan Israel yang baru, yaitu Monarki.

Kepercayaan

Di dunia Timur Dekat kuno, terdapat berbagai kerpecayaan dan agama yang berkembang. Ini disebabkan oleh banyaknya suku bangsa yang berdiam di sana. Namun masing - masing suku bangsa ini memiliki semacam kesamaan dalam corak penyembahan terhadap sesembahannya.

Pada zaman bapa - bapa leluhur Israel, sering kali nama Allah muncul dalam berbagai bentuk, misalnya El-Shaddai, El-Roi, El-Betel, dan sebagainya. Sehingga seringkali orang berpendapat kalau bangsa Israel menggunakan pola pikir politheisme. Namun sebenarnya mereka menganut monotheisme praktis, yang tidak mempersoalkan eksistensi ilah - ilah lainnya.

Dalam corak kepercayaan bangsa Israel, terdapat satu paham ketuhanan yang dikenal dengan Yahwehisme. Yahwehisme sendiri diperkirakan baru berkembang pada zaman Musa. Yahweh (YHWH) menyatakan diri-Nya melalui pembebasan umat Israel dari Mesir, dan kemudian memberikan 10 perintah kepada mereka, yang perintah pertamanya adalah jangan ada allah lain dihadapan-Ku. Namun agaknya pola pikir politheisme Timur Dekat kuno justru mempengaruhi bangsa ini. Bangsa Israel sering kali menyembah ilah - ilah setempat sesuai dengan bangsa di sekitarnya. Yahweh dianggap sebagai dewa perang saja dan tidak dianggap bisa mengurusi masalah pertanian, perdagangan, dan hal - hal keseharian yang lainnya. Politheisme Israel ini kemudian dikontrol dan ditekan pertumbuhannya dengan sistem politik yang juga semakin berkembang di Israel yaitu pengangkatan hakim - hakim, lalu sistem pemerintahan Monarki.

Namun, meskipun sistem politik Israel telah menjadi Monarki, politheisme masih berkembang, bahkan dengan lebih pesat karena kepentingan politik dan hubungan dengan kerajaan sekitar Israel. Salomo dikatakan akhirnya juga jatuh dalam dosa penyembahan berhala karena terpengaruh istri - istrinya yang tak lain adalah putri - putri dari kerajaan tetangga. Pemerintahan Monarki malah membuat penyembahan kepada berhala semakin pesat dan terbuka.

Ibadah Israel umumnya dilakukan di kuil - kuil penyembahan. Bait suci yang tadinya difungsikan sebagai tempat ibadah Kerajaan, sekarang hanya menjadi salah satu tempat ibadah nasional saja. Akibatnya poilitheisme semakin berkembang di negara ini. Penyembahan di rumah - rumah juga tak luput dari pengaruh ini.

Kebudayaan

Pada dasarnya kebudayaan di Israel kuno meliputi beberapa hal. Diantaranya: seni pertunjukan, seni kerajinan, pakaian, dan perhiasan.

Jika kita menelusuri budaya-budaya yang dihasilkan oleh bangsa Israel, kita akan melihat bahwa Israel Kuno memiliki peradaban yang tergolong unik dan juga mengalami perkembangan. Terlebih lagi, kebudayaan yang dimiliki Israel memiliki ciri khas Timur Dekat Kuno yang terlihat dari produk budaya nya seperti alat-alat musik, tariannya, dan lain sebagainya. Namun demikian, ada juga produk budaya Israel Kuno yang mengadopsi atau menyesuaikan dengan kebudayaan sekitar Israel.

Hal menarik lainnya, yaitu bagaimana bangsa Israel Kuno menghayati kehidupan spiritual dengan produk budaya yang dihasilkan. Hampir setiap produk budaya yang dimiliki Israel kuno memiliki makna, baik itu seni penampilan (musik, nyanyian, dan tari), seni kerajinan (gambar&ukiran), perhiasan, dan juga perlengkapan rias. Dapat kita lihat bahwa Kebudayaan sangat kental pada kehidupan Israel. Bahkan boleh dikatakan kebudayaan adalah kebutuhan utama bagi mereka. Oleh sebab itu kebudayaan sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari Orang-orang Israel baik dalam aspek sosial maupun religius. Ini sekaligus memperhadapkan orang-orang Israel pada dampak buruk dari kaku nya budaya mereka.

No comments: