Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 31, 2009

Kemenangan

"Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Markus 8:35-37)


Ayat-ayat ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa untuk hidup secara materialistik tanpa kehidupan rohani yang benar hanya akan membawa seseorang kepada hukuman yang kekal, kematian kedua. Disisi yang lain, ketika seseorang sudah diselamatkan dalam keberadaan jiwanya, kehidupannya secara fisik akan dipergunakan untuk melayani dan mematuhi sang Juruselamat untuk mempersiapkan hidup yang kekal bersama dengan-Nya.


Sebagai contohnya rasul Paulus, dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus, menyatakan apa yang orang lain katakan tentang perjalanan rohaninya dalam kitab Galatia 1:23 demikian:


" bahwa ia [yaitu Paulus] yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya."


Untuk membantu kita mengerti kalimat "barangsiapa kehilangan nyawanya karena Kristus dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya", kita dapat melihat pada kitab Filipi 3:4-9 dimana rasul Paulus menjelaskan demikian:


"Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah [yaitu injil pekerjaan], aku lebih lagi: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat [yaitu jemaat Kristus atau jemaat Injil anugrah], tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku [yaitu hal-hal yang disebutkan diatas], sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."


Lebih lanjut ayat 10-14 menyatakan demikian:


"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya [yaitu kematian terhadap dosa], supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."


Jadi apakah sebenarnya yang kita anggap benar-benar menguntungkan? Alkitab menjelaskan dalam ayat yang sangat penting di kitab Yohanes 6:63 demikian:


"Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu [yaitu Firman Tuhan] adalah Roh dan Hidup."


Yang betul-betul "menguntungkan" atau "berharga" adalah Alkitab itu sendiri. Ingatlah kitab Roma 10:17 berkata demikian:


"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan."


Kita tidak dapat pernah menekankan dengan cukup betapa pentingnya Alkitab itu. Akan tetapi Firman Tuhan juga bisa menjadi "tidak menguntungkan" bagi orang-orang yang hanya mendengarkan dengan "telinga fisik" dan bukan dengan "telinga rohani", seperti yang kita lihat dalam contoh yang menyedihkan dalam Ibrani 4:2, mengenai bangsa Israel yang keluar dari tanah perbudakan di Mesir tetapi tidak pernah sampai ke Tanah Perjanjian. Dalam ayat itu kita membaca demikian:


"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi Firman pemberitaan itu tidak berguna [yaitu tidak menguntungkan] bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya."


Kepuasan yang sejati hanya bisa diterima oleh seseorang yang jiwanya telah diberikan kehidupan yang kekal oleh "sang Pengarang dan Penyelesai dari iman" yaitu Tuhan Yesus Kristus, kitab Ibrani 12:2 menekankan demikian:


"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman [yaitu pengarang dari iman kita], dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [yaitu penyelesai dari iman kita], yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."


Ingatlah dalam khobah di bukit Yesus mengajar orang banyak di kitab Matius 5:10-13 demikian:


"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab Kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."


Dan di dalam seluruh Alkitab kita akan mempelajari bahwa Allah sendiri adalah kepuasan kita. Kitab Mazmur 16:11 menyatakan demikian:


"Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."


Dalam kitab Kejadian 15:1 Allah berjanji kepada Abram (yang kemudian namanya diganti menjadi Abraham) demikian:


"Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."


Dan Mazmur 42:1-2 menggambarkan tentang mereka-mereka yang haus kepada Allah sendiri demikian:


"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?"


Nah dimanakah kita dapat menemukan Allah? Kita beribadah atau bersekutu dengan Allah ketika kita mempelajari Firman-Nya dengan sangat teliti dan berhati-hati. Kitab Mazmur 107:7-9 berkata demikian:


"Dibawa-Nya mereka menempuh Jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang [yaitu orang-orang hidup]. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib [yaitu keselamatan] terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan."


Semua umat Kristen yang sejati menunggu suatu hari dimana mereka akan "mewarisi segala sesuatu", seperti yang dinyatakan dalam kitab Wahyu 21:6-7 demikian:


"Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku."

No comments: