Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 16, 2009

Tubuh Manusia

"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya."  (Mazmur 139:13-16)


Tubuh manusia adalah ciptaan ilahi yang sangat mengherankan dan merupakan sebuah fenomena yang unik dari segala sesuatu yang Tuhan ciptakan melalui Firman-Nya yang kudus karena hanya manusia saja yang diciptakan dalam "gambar dan rupa Tuhan" (Kejadian 1:26-27, 2 Korintus 3:18).

Akan tetapi di dalam tubuh ini Tuhan juga memberikan beberapa kekurangan yang sangat serius, bahkan setelah seseorang diselamatkan melalui kelahiran kembali melalui Roh Tuhan dan Kebenaran yang berasal dari atas. Alasan untuk hal ini adalah "bait tanah liat" ini tetap tidak diselamatkan (dibangkitkan) sampai hari yang terakhir -- atau hari Penghakiman yang juga merupakan akhir dari alam semesta ini.

Kitab Filipi 3:21 menjelaskan apa yang akan terjadi pada tubuh orang-orang percaya yang sejati pada hari yang sedang mendekat dengan cepat itu. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"yang akan mengubah tubuh [soma] kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia [yaitu tubuh Kristus], menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya."

Kitab Roma 8:11 menjelaskan demikian:

"Dan jika Roh Dia [yaitu Roh Tuhan atau Roh Kudus], yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu."

Dan kitab 1 Korintus 15:52-57 mengajarkan demikian:

"dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."

Umat pilihan dan juga alam semesta ini sebagai suatu kesatuan menunggu-nunggu hari pembebasan yang sangat menakjubkan tersebut, kitab Roma 8:23 menjelaskan kepada kita demikian:

"Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita."

Dan kitab 2 Petrus 3:12-13 mencatat demikian:

"yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah [hari kiamat]. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat Kebenaran."

Ketika orang pilihan yang terakhir telah mendengarkan Injil yang sejati dan diselamatkan, maka datanglah hari yang terakhir yang sangat kita tunggu-tunggu itu. Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan keyakinan yang kuat di dalam Tuhan yang hanya dapat terjadi oleh karya Tuhan dalam menyelamatkan jiwa seseorang dari dosa dan kutukan yang kekal. Ingatlah, sekali Tuhan telah menebus seseorang, tubuh orang tersebut akan digunakan sebagai alat untuk kemuliaan, kehormatan dan kemegahan Tuhan.

Ada banyak bukti-bukti di dalam Alkitab yang menekankan doktrin ini, seperti yang kita lihat dalam ayat-ayat berikut:

Kitab Roma 6:12: "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya."

Kitab Roma 8:10: "Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena Kebenaran."

Dan Roma 8:13: "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup."

Prinsip yang sama ini juga dinyatakan dalam kitab Roma 12:1 yang menasihatkan kepada kita demikian:

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Perintah ini diberikan kepada orang-orang pilihan Tuhan, dan menekankan keinginan yang jujur dan yang ada secara terus-menerus dari umat Kristen yang sejati untuk "patuh" kepada seluruh Firman Tuhan, seperti yang Tuhan nyatakan dalam kitab Yohanes 15:10 demikian:

"Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya."

Dan kitab Yohanes 14:15 menambahkan demikian:

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."

Sebenarnya, ketika mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup kita sedang mengikuti contoh dari Tuhan Yesus sendiri, seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 5:2  demikian:

"dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan [thusia] dan korban yang harum bagi Allah."

Konsep ini juga dijelaskan dengan indahnya dalam kitab 1 Petrus 2:5 demikian:

"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."

"Trust in the LORD with all thine heart; and lean not unto thine own understanding. In all thy ways acknowledge Him, and He shall direct thy paths."  (Proverb 3:5-6)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

No comments: