Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 28, 2009

Israel Rohani

"Sebab yang disebut Yahudi [Israel] bukanlah orang yang lahiriahYahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkansecara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidaknampak keyahudiannya [yaitu Yahudi di dalam hati] dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara harafiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah."(Roma 2:28-29)

Israel itu terdiri dari orang-orang Yahudi, tetapi dalam ayat ini Tuhan sedang berbicara tentang orang-orang yang sudah menjadi percaya, yaitu orang-orang yang secara rohani telah menjadi anggota dari bangsa Israel rohani. Sedangkan bangsa Israel yang ada di Timur Tengah bisa melacak garis keturunannya yang berasal dari Abraham, yang merupakan permulaan dari bangsa Israel. Abraham mempunyai anak yang bernama Ishak, dan Ishak mempunyai anak yang bernama Yakub, dan Yakub mempunyai 12 orang anak yang menjadi kepala dari suku-suku Israel. Dan keturunan darah Abraham ini berlanjut terus sampai hari ini. Tetapi Allah memberikan kepada kita definisi dari anak-anak Abraham yang sejati dalam kitab Galatia 3:7-9 demikian:

"Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman [=Kristus], mereka itulah anak-anak Abraham. Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati." Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu."

Jadi bukan keturunan darah Abraham yang akan diberkati oleh Tuhan, tetapi orang-orang yang mengikuti jejak iman Abraham yang akan diberkati. Nama Abraham sendiri berarti "bapa dari banyak bangsa." Dan Allah menyimpulkan hal ini dalam kitab Galatia 3:29 demikian:

"Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham [yaitu bangsa Israel rohani] dan berhak menerima janji Allah."

Dengan kata lain, menjadi keturunan darah dari Abraham tidak menjadikan kita sebagai bangsa Israel rohani milik Allah. Kita harus menjadi milik Kristus, dan iman Kristus-lah yang menyelamatkan kita dan membuat kita menjadi pewaris-pewaris menurut janji Allah. Di dalam pandangan Allah, orang-orang yang percaya sejati yang ada di seluruh dunia, tanpa memandang kebangsaan mereka, mereka adalah Israel rohani kepunyaan Allah.

Kitab Galatia 6:15-16 menjelaskan demikian:

"Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah [yaitu Israel rohani]."

Inilah Israel yang dimaksud dalam kitab Yesaya 45:17 yang berkata demikian:

"Sedangkan Israel diselamatkan oleh TUHAN dengan keselamatan yang selama-lamanya; kamu tidak akan mendapat malu dan tidak akan kena noda sampai selamanya dan seterusnya."

Akan tetapi kitab Yesaya 10:22 juga memperingatkan kepada kita demikian:

"Sebab sekalipun bangsamu, hai Israel, seperti pasir di laut banyaknya, namun hanya SISANYA akan kembali. TUHAN telah memastikan datangnya kebinasaan dan dari situ timbul keadilan yang meluap-luap."

Perhatikan bahwa hanya ada "suatu sisa menurut pilihan kasih karunia" yang akan diselamatkan seperti yang kita baca dalam kitab Roma 11:5-10 demikian:

"Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia [=anugrah], maka bukan lagi karena perbuatan [=pekerjaan], sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia. Jadi bagaimana? Israel [yaitu bangsa Israel keturunan darah Abraham] tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih [yaitu bangsa Israel rohani milik Allah] telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya, seperti ada tertulis: "Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini." Dan Daud berkata: "Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka. Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk."


1 comment:

Anonymous said...

Kitab Galatia 6:15-16 menjelaskan demikian: "Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah [yaitu Israel rohani]."

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap