Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Jul 28, 2009

Berdoa di dalam kamar

"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang TERSEMBUNYI akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya." (Matius 6:5-8)

Pada bagian Alkitab ini Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita jangan berdoa seperti orang-orang munafik tetapi sebaliknya jika kamu berdoa masuklah ke dalam sebuah "kamar" yang tersembunyi dan tutuplah pintunya. Secara rohani ini bukan berarti bahwa setiap kali berdoa kita harus masuk ke dalam sebuah kamar dari suatu rumah yang tidak ada orang di dalamnya yang akan bisa melihat kita berdoa, tetapi maksudnya kita masuk ke dalam "pikiran" kita yang paling dalam dan berdoa kepada Allah Bapa yang ada di Surga.

Kita dapat berdoa setiap saat, kita dapat berdoa di tempat tidur, saat kita berjalan, saat sedang mengendarai mobil, ketika kita menghadapi masalah-masalah, dll. Dan kita tidak perlu berdoa panjang-panjang dengan suara yang keras.

Dalam kitab Roma kita membaca mengenai Roh Kudus yang akan membawa doa-doa kita yang tidak sempurna dan menyempurnakannya di hadapan Allah. Dalam kitab Roma 8:26-27 kita membaca demikian:

"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh [dimulai dengan huruf besar] sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus."

Ketika kita berada di dalam kesulitan dan merasa putus asa, dan kita tidak tahu bagaimana harus berdoa, kita hanya berkata, "Ya Tuhan tolonglah saya. Ya Tuhan tolonglah saya", dan Tuhan mengetahui segala keinginan hati kita.

No comments: