Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 29, 2009

Jalan Emas

"Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dariemas murni bagaikan kaca bening." (Wahyu 21:21)

Di dalam Alkitab ketika Tuhan berbicara tentang kemuliaan Surgawi, tentang "langit yang baru dan bumi yang baru", Ia menggunakan gaya bahasa seperti yang kita baca dalam ayat ini. Ini adalah gaya bahasa untuk menunjukkan kalau Surga itu memiliki keindahan dan nilai yang begitu tinggi. Kita harus ingat bahwa di alam semesta yang baru yang akan Tuhan ciptakan nanti, itu akan jauh lebih ajaib dari alam semesta yang sekarang ini. Tetapi saya yakin bahwa Surga tidak akan mempunyai jalan-jalan yang terbuat dari emas murni betulan.

Kita tidak mengetahui dengan pasti bagaimana keadaan alam semesta yang baru nanti. Tidak ada manusia yang dapat memberitahukan kepada kita bagaimana mulianya Surga itu nanti. Jadi Allah menggunakan perumpamaan-perumpamaan untuk menunjukkan betapa ajaibnya langit dan bumi yang baru nanti.

Kita mengetahui kalau orang-orang yang percaya akan menerima kebangkitan tubuh yang baru yang jauh lebih mulia dan tidak dapat binasa pada hari yang terakhir. Alam semesta yang sekarang dirancang untuk disesuaikan dengan tubuh kita yang sekarang, kita menerima gizi dari tanah. Tanaman yang kita makan datangnya dari tanah. Ketika kita meninggal dunia, tubuh kita dikuburkan dan kembali menjadi debu tanah.

Jika Tuhan mengikuti pola rancangan-Nya, maka alam semesta yang baru akan diperkenalkan bersama dengan tubuh kita yang baru, jadi langit dan bumi yang baru akan jauh lebih mulia dari langit dan bumi kita yang sekarang ini.

Kitab Wahyu 21:10-11 bernubuat tentang kota tersebut demikian:

"Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal."

Kemuliaan Tuhan itu tidak terhingga, dan orang-orang percaya yang sejati dapat dilambangkan sebagai emas, perak dan batu-batu permata. Jadi kita tidak mau berpikir tentang emas betulan, itu hanyalah gaya bahasa untuk menunjukkan bahwa orang-orang yang percaya itu sungguh-sungguh berharga dan sungguh-sungguh dipermuliakan di sepanjang kekekalan dalam langit yang baru dan bumi yang baru. Dan ungkapan "bening" menandakan kesucian, yaitu tidak akan ada lagi dosa di dalam Surga.

No comments: