Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Jul 29, 2009

Mayat Musa

"Tetapi penghulu malaikat, Mikhael [yaitu Kristus dalam bentuk Roh],ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan,tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!" (Yudas 1:9)

Dalam ayat ini kita membaca kalimat yang aneh, tetapi Allah juga memberikan pertolongan kepada kita bagaimana untuk memahaminya. Pertama-tama terjemahan yang menyebutkan Mikhael sebagai "penghulu malaikat" (pemimpin malaikat) sebenarnya terjemahan yang kurang tepat, karena Yesus tentu saja bukan seorang malaikat. Ini seharusnya diterjemahkan sebagai Mikhael sang Pemimpin Utusan, dan Kristus adalah Utusan Perjanjian itu. Kata "malaikat" dapat juga diterjemahkan sebagai "utusan".

Nama Mikhael sendiri berarti "Siapakah yang seperti Allah?". Dan dalam kitab Daniel kita membaca tentang Mikhael sebagai Pemimpin Besar yang adalah pemimpin dari seluruh orang-orang yang percaya. Jadi Kristus adalah Pemimpin Besar itu. Hanya Kristus saja yang dapat menjadi Mikhael, dan Dia sama sekali bukan malaikat, Dia adalah Pemimpin Utusan. Semua orang-orang yang percaya adalah utusan-utusan juga dan Kristus adalah Pemimpin Utusan itu.

Kemudian jika anda membuka kitab Zakharia pasal 3 di Perjanjian Lama, Tuhan memberikan sebuah pernyataan yang sangat mirip dengan ayat di atas, dan konteksnya juga berbicara tentang hal yang mirip sama. Kita membaca dalam kitab Zakharia 3:1-2 demikian:

"Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua [di sini Yosua adalah gambaran dari Kristus sendiri, dimana nama Yosua dalam Perjanjian Lama adalah nama yang sama dengan nama Yesus] berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?"

Jadi kita melihat dalam ayat-ayat ini bahwa ada Yesus yang berdiri disini dan Iblis sedang mendakwa-Nya, tetapi Yesus berkata, "Allah kiranya menghardik engkau!" Dan kita bisa memahami apa yang sedang terjadi di dalam surat Yudas karena kita mengetahui bahwa mayat Musa dikubur oleh Allah sendiri. Kita membaca tentang hal ini di pasal yang terakhir dari kitab Ulangan, dan tak seorangpun yang mengetahui di mana letak kubur Musa. Kemudian di Matius pasal 17, kita melihat bahwa Musa muncul kembali bersama-sama dengan Elia di gunung tranfigurasi tempat Yesus dipermuliakan tepat sebelum Ia pergi ke kayu salib.

Kita mengetahui bahwa Elia telah diangkat naik ke dalam Surga dengan kereta berapi dalam angin badai, jadi kita mengetahui Elia sudah pasti berada di dalam Surga dengan tubuh yang baru yang sudah dipermuliakan. Sekarang jika Musa muncul bersama dengan Elia di gunung tranfigurasi, maka pastilah Musa juga sudah berada di dalam Surga dengan tubuh yang sudah dipermuliakan.

Nah, sekarang bagaimana Musa bisa sampai di sana? Kalau kita merangkai semuanya ini maka kira-kira kita harus berkata bahwa ketika Kristus pergi untuk membangkitkan tubuh Musa, Iblis melawan dengan berkata Engkau tidak boleh berbuat demikian, yaitu agar orang mati dibangkitkan, karena Engkau harus terlebih dahulu bangkit karena inilah rencana yang Allah telah tentukan. Dan Iblis-pun melawan tetapi Kristus tidak menghujat dan hanya berkata, "Allah kiranya menghardik engkau!" Memang pada waktu itu belum waktunya bagi Allah untuk mengikat Iblis dan membuangnya ke dalam Neraka, pengikatan terhadap
Iblis terjadi ketika Kristus pergi ke kayu salib.

No comments: