Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Jul 22, 2009

Baptis Anak

Upacara baptis anak adalah untuk menyatakan kepada jemaat bahwa sang orang tua telah mengikat dirinya untuk membesarkan anak tersebut dalam asuhan dan didikan ajaran Tuhan. Tetapi kita harus ingat bahwa upacara baptis air adalah pekerjaan yang kita lakukan sendiri, dan pekerjaan yang kita lakukan sendiri tidak dapat menyelamatkan kita.

Kitab Efesus 2:8-9 mengajarkan kepada kita demikian:

"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman [Kristus]; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu [yaitu iman tersebut] bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Dan kitab Roma 9:11 dan 16 berkata demikian:

"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -- supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya ............... Jadi hal itu [yaitu keselamatan] tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

Itulah sebabnya kitab 1 Korintus 1:31 berkata demikian:

"Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan [Yeremia 9:23-24]."

Kita harus mengerti bahwa semua hukum-hukum upacara yang ada di dalam Alkitab, yaitu pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri, hanya merupakan suatu "tanda" atau "bayangan" atau "gambaran" atau "perumpamaan" dari isi rohani yang sebenarnya. Jadi tidak perduli berapa banyakpun kita melakukannya hal-hal tersebut sama sekali tidak dapat menjamin atau membuat kita lebih dekat kepada keselamatan. Ketika kita membaca tentang upacara-upacara tersebut di dalam Alkitab

kita hanya harus mencari arti rohaninya saja tetapi kita sudah tidak perlu untuk menjalankannya lagi secara jasmani.

Berada dibawah inspirasi ilahi rasul Paulus menjelaskan tentang hukum-hukum upacara dalam kitab Filipi 3:8-9 demikian:

" ... Oleh karena Dialah [yaitu Kristus] aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."

Itulah sebabnya dalam kitab Matius 5:18 Tuhan Yesus berkata demikian:

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hokum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk MENGGENAPINYA."

Jadi ingatlah selalu prinsip dasarnya bahwa keselamatan yang sejati seluruhnya adalah 100% pekerjaan Tuhan dalam semua aspek-aspeknya. Ketika kita mengira bahwa kita dapat melakukan suatu pekerjaan tertentu untuk menggenapkan keselamatan kita itu berarti kita sedang "memegahkan" diri bahwa kita dapat menyumbang sesuatu kepada kegenapan keselamatan kita. Kita sedang berkata: "Oh ya Kristus telah melakukan segala pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan saya, tetapi saya juga harus melakukan suatu pekerjaan tertentu untuk menggenapkan keselamatan tersebut". Tetapi tentu saja hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Alkitab (Efesus 2:8-9).

Pada kenyataannya kita sama sekali tidak dapat menentukan kapan kita mau diselamatkan, tetapi Tuhan-lah yang menentukan kapan kita dapat diselamatkan menurut kerelaan dan kasih karunia Tuhan. Kitab Ratapan 3:26 mengajarkan demikian:

"Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN [yaitu menanti keselamatan yang berasal dari TUHAN - KJV]."

Kita bukan dianjurkan untuk diam-diam saja tidak melakukan apa-apa sambil menanti-nanti, bukan begitu yang dimaksud ayat ini, Tuhan menyelamatkan melalui lingkungan yang baik dimana kita dapat mendengarkan Firman-Nya, oleh karena itu kita dianjurkan untuk mempelajari Firman Tuhan dengan teliti dan berhati-hati dan menantikan untuk diselamatkan.

Kitab Titus 3:5-7 yang berbicara mengenai seseorang yang sudah benar-benar diselamatkan melalui kasih karunia Tuhan berkata demikian:

"pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik [yaitu pekerjaan] yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya [anugrah-Nya] oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus [=baptisan rohani], yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya [anugrah-Nya], berhak menerima hidup yang kekal, sesuai

dengan pengharapan kita."

Dan ingatkah anda Yohanes Pembaptis berkata dalam kitab Matius 3:11 demikian:

"Aku membaptis kamu dengan air sebagai TANDA pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku [yaitu Kristus] lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan

kamu dengan Roh Kudus dan dengan api."

Kita sudah mengetahui bahwa Alkitab menggunakan "air" sebagai lambing dari Injil, dan kita sudah mempelajari bahwa upacara baptis yang diajarkan oleh Alkitab adalah baptisan secara percik (Yehezkiel 36:25 KJV), dengan demikian semua ini menunjuk kepada sebuah proses yang dapat memakan waktu yang lama bahwa kita dipercikan dengan "air jernih dari Injil" untuk dibersihkan dari dosa-dosa kita. Hal itu tidak terjadi dalam sekejap seperti halnya ketika kita menyelam dan kemudian

keluar lagi dari sebuah kolam air.

Dalam kitab Yohanes 3:5 kita membaca demikian:

"Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air [Injil] dan Roh [Allah Roh Kudus], ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Ayat ini juga menunjuk kepada baptisan secara rohani. Fungsi dari Allah Roh Kudus adalah untuk menerapkan Injil di dalam kehidupan orang-orang yang Ia akan selamatkan, dan ini adalah pekerjaan rohani yang dilakukan oleh Allah.

Kitab Ayub 32:8 menjelaskan kepada kita demikian:

"Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa [yaitu Firman], itulah yang memberi kepadanya pengertian."

Bila Tuhan mau berdasarkan kasih karunia-Nya Ia dapat menyelamatkan seorang bayi yang masih berada di dalam kandungan yang belum mengerti apa-apa dan tidak dapat berbuat apa-apa seperti halnya yang terjadi dengan Yohanes Pembaptis (Lukas 1:13-15).

Kita dilahirkan kembali oleh Injil ketika Allah Roh Kudus menerapkan Firman ke dalam hati kita. Dan hanya Tuhan saja satu-satunya yang dapat membuat kita dilahirkan kembali dari atas sehingga kita bisa menjadi anggota dari Kerajaan Allah. Hal ini juga ditekankan dalam kitab Yohanes 1:13 yang kita baca demikian:

"orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."

Ketika kita menyadari secara penuh ajaran Injil Kasih Karunia (Injil Anugrah) kita mengetahui bahwa sesungguhnya tidak ada pekerjaan jasmani apapun yang dapat kita lakukan sendiri untuk menyelamatkan kita. Kita tidak dapat membayar upah dosa-dosa kita sendiri di dalam Neraka yang kekal dan kemudian keluar lagi dari sana. Satu-satunya yang dapat menyediakan keselamatan yang sejati adalah pekerjaan rohani yang seluruhnya dilakukan oleh Tuhan melalui Injil.

No comments: