Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Apr 25, 2016

Kisah Perkawinan Sedarah Osiris Dan Isis

Dalam catatan sejarah literatur mesir kuno, Osiris dikenal sebagai dewa maut Mesir Kuno, disebut juga Asar, Asari, Aser, Ausar, Ausir, Wesir, Usir, Usire or Ausare. Kekuasaannya berada di barat, dalam mitos Mesir Osiris bertugas menghakimi jiwa manusia menurut amal perbuatan yang mereka kumpulkan. Dia digambarkan sebagai sosok berkulit hijau mengenakan janggut firaun, sebagian tubuhnya dibalut seperti mumi, mengenakan mahkota unik dengan dua bulu burung unta dikedua sisinya, memegang atribut kait dan cambuk.

Legenda Mesir menyebutkan, Osiris adalah putra sulung dewa bumi Geb, dan dewi langit Nut, sekaligus saudara kembar dan suami Isis. Putranya Horus, didapatkannya setelah dia meninggal. Kebanyakan mitos Osiris berasal dari Naskah Piramida yang tertulis sejak dinasti ke-5, kemudian pada masa kerajaan baru kisahnya disebutkan dalam dokumen Prasasti Shabka dan kisahnya diceritakan secara naratif oleh pujangga Yunani, termasuk Plutarch dan Diodorus Siculus.

Bagaimana kisah Osiris menurut versi buku yang ditulis berdasarkan fragmen yang diduga berasal dari Berosus, seorang imam Chaldean abad ke-3 SM? Kisah Osiris sangat berbeda dari terjemahan naskah yang tertulis di dinding Piramida Mesir, dia disebutkan sebagai sosok pemimpin Mesir, salah satu cucu Nuh, anak dari Ham (Cham). Daftar yang ditulis Berosus menyebutkan anak-anak Ham diantaranya Typhon (putra sulung dari istri pertamanya, Noegla), Cush (anak dari istri pertamanya, Noegla, ayah raja Nimrod), Osiris (anak dari istri keduanya, Rhea, juga diidentifikasi sebagai Misraim), dan Isis (putri dari istri kedua, Rhea).

Legenda Osiris Dan Isis

Sekitar tahun ke-43 pemerintahan Nynus (Raja Babilonia), Dionysius putra Hammon dan Almanthea membalas dendam pada Ham dan Rhea karena perlakukan mereka pada ayahnya. Dionysius mengusir mereka keluar kerajaan dan membuktikan dirinya sebagai raja yang sah. Saat itu, Dionysius merasa kasihan pada Osiris (anak Ham dan Rhea) kemudian mengambilnya sebagai anak angkat. Dionysius mengajarinya membaca dan menunjuk seorang terpelajar bernama Olympus sebagai guru Osiris.
Osiris menikahi adiknya Isis, dan mereka menjadi Raja dan Ratu Mesir. Pada saat itu Osiris berusia 60 tahun dan menikah diusia sekitar 50 tahun, meskipun pada waktu itu mereka berdua terlihat sangat muda karena panjang umur dan ukuran tubuh besar. Mereka unggul dalam menunaikan kebaikan dan kebajikan lebih daripada yang pernah dilakukan sang ayah, Cham. 

Osiris, Isis

Osiris Dan Isis mempelajari sifat tumbuh-tumbuhan dan penanaman, mengolahnya dan menabur jagung. Menginstruksikan masyarakat untuk bercocok tanaman jagung, termasuk negara tetangga yang berada di Palestina, dimana Sem yang pada waktu itu disebut Melchisedech merupakan orang pertama yang pernah menawarkan roti dan anggur kepada Allah (tradisi dalam menyembah Tuhan).

Kisah Osiris disebutkan memiliki banyak anak dari istrinya Isis dan dari perempuan lain, tidak jelas pada siapa saja yang telah dinikahinya dan karena tidak ada petunjuk adanya perzinahan. Beberapa anaknya yang tercatat antara lain adalah Hercules, Anubis, Macedon, Lidus, Meon, Neptune, dan Oros. Menurut catatan Holinshed, dia memberi dua gambaran berbeda tentang Neptunus, terkadang Neptunus dianggap sebagai anak Osiris dan terkadang dianggap sebagai saudara Osiris.

Osiris Dibunuh 26 Raksasa

Osiris melakukan perjalanan ke berbagai kerajaan disertai beberapa anaknya, dan meninggalkan ratunya untuk bertanggung jawab memimpin Mesir. Dia membawa tentara dan menundukkan raksasa-raksasa tirani, mendirikan pemerintahan sendiri dan mengajarkan orang tentang pertanian, bekal dan keadilan. Salah satu dari raksasa-raksasa itu adalah Typhon, raksasa yang berada dimana Troy nantinya akan didirikan. Typhon tak lain adalah saudara sedarah dari ayahnya, putra sulung Ham dari istri pertamanya, Noegla.

Pada waktu itu Isis selamat dan usianya 280 tahun, setelah memakamkan suaminya, dia meminta anak-anaknya untuk membalas kematian Osiris. Anak-anak dari Isis mengikuti instruksi ibunya dan bertempur melawan Typhon dan kelompoknya, mereka berhasil mengalahkan raksasa di sungai Oris, Saudi. Setelah pertempuran itu, Isis terus memerintah Mesir dalam damai.

No comments: