Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 15, 2013

Babi Kloning Dikembangkan Cegah Penyakit Aterosklerosis

Para ilmuwan menciptakan babi kloning, hasil rekayasa genetik yang dapat mengembangkan gen manusia, seperti aterosklerosis. Hal ini memunculkan kemungkinan baru dalam diagnosa dan pengobatan penyakit mematikan.

Penelitian babi kloning memungkinkan untuk mempelajari perkembangan aterosklerosis pada babi secara modifikasi genetik. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan diagnosis, pencegahan dan pengobatan penyakit.

Aterosklerosis Babi Kloning Seperti Manusia

Aterosklerosis, merupakan salah satu pembunuh terkemuka, penyakit yang dikenal sebagai pengerasan arteri dapat mempengaruhi arteri dalam tubuh. Akibatnya, penyakit yang berbeda dapat berkembang pada yang arteri yang terinfeksi.



Aterosklerosis adalah paradoks bagi peneliti, penyakit ini berkembang sangat lambat dan saat ini perawatan pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin. Aterosklerosis adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, dan melalui rekayasa genetik pada babi kloning, para peneliti berharap dapat memecahkan paradoks dan menerjemahkan beberapa pengetahuan yang ada dalam diagnosis serta pengobatan yang efektif.

Model yang dikembangkan Bentzon dan rekannya dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan yang telah ada, dari penelitian dasar ke dalam mekanisme yang mendasari aterosklerosis dan metode diagnostik serta perawatan medis. Jembatan ini menggunakan babi kloning, rekayasa genetik yang dilakukan memiliki hiperkolesterolemia familial (penyakit keturunan yang menyebabkan kadar kolesterol sangat tinggi).

Dengan memberikan pakan lemak ekstra pada tahun pertama kehidupan, babi kloning mengembangkan aterosklerosis yang sangat mirip dengan manusia. Saat ini tidak ada metode terbaik untuk menilai apakah aterosklerosis berkembang begitu cepat sehingga penderita mengalami masalah seumur hidup dan memerlukan pencegahan.

Hal ini mirip dengan penyakit prostat, para peneliti kanker sedang berjuang keras menemukan obat penyembuhnya. Peneliti juga mengetahui bahwa sebagian besar pria memiliki kanker prostat ketika mereka mencapai usia tertentu, tetapi mereka tak memiliki metode untuk mengetahui bahwa pria memiliki kanker prostat agresif atau tidak.

Penelitian aterosklerosis pada tikus dimodifikasi secara genetik, Tapi tikus terlalu kecil untuk mengembangkan berbagai metode yang diperlukan untuk mempelajari dan mengobati manusia.

Alasan utama para peneliti ingin menciptakan babi kloning (rekayasa genetik) disebabkan kebutuhan hewan laboratorium yang cukup besar untuk membentuk dasar pengembangan beberapa teknik pemindaian yang dapat melihat ke dalam sistem pembuluh darah, dan melihat bagaimana aterosklerosis berkembang.

Metode babi kloning akan memberi kesempatan pada dokter untuk mengembangkan obat baru dan efektif, saat ini akan lebih mudah menargetkan bentuk pengobatan dan pencegahan aterosklerosis kepada pasien yang tepat.

No comments: