Sejarah Dunia Kuno

The Year of God Opening the Doors for Miracles

Friday, April 19, 2013

Kota Tua Jerusalem, Via Dolorosa, The Last Supper

Kota Tua Jerusalem sudah terlihat di depan mata. Benteng yang kokoh memanjang dan tegar berdiri seolah menaungi sejarah panjang Kota Suci ini. Suasananya benar-benar klasik, tak ada basa-basi dan dibiarkan natural seperti apa adanya. Di Jerusalem, modernisasi dan kondisi tradisional dibiarkan tumbuh bersama dan dipelihara dengan baik.

Kendaraan kami berhenti di suatu tempat, lalu kami turun dan berjalan sedikit menyusuri sebuah pasar tradisional di Kota Lama Jerusalem menuju ke suatu perkampungan bernama Via Dolorosa yang berarti Jalan Salib atau Jalan Duka.

Sebutan Via Dolorosa atau Jalan Salib itu berkaitan dengan suatu peristiwa sejarah Perjalanan Salib Yesus. Peristiwa sejarah ini kemudian diimani oleh umat Katolik dan Kristen sebagai suatu rangkaian peristiwa imani dalam kerangka Karya Penyelamatan Allah bagi umat manusia.

Di Via Dolorosa ini terdapat beberapa tempat yang diyakini sebagai lokasi rangkaian Perjalanan Salib Yesus. Dimulai dari depan Benteng Antonia tempat Yesus dijatuhi hukuman mati oleh penguasa Kerajaan Romawi pada saat itu Pontius Pilatus dengan cara disalib, 2.000 tahun silam, kemudian proses perjalanan Yesus memanggul salib sambil menerima siksaan dari para tentara Romawi, hingga Yesus disalibkan di puncak bukit Kalvari atau dalam bahasa Ibrani disebut Golgota yang letaknya di luar benteng Kota Tua. Di puncak Kalvari itulah, kemudian Yesus wafat, dimakamkan, lalu bangkit dan naik ke surga.

Tempat-tempat yang disebut dengan Stasi atau Pemberhentian Perjalanan Salib itu kini dijadikan gereja-gereja kecil. Semuanya ada 14 stasi. Tradisi ziarah Jalan Salib ini mulai populer sejak abad ke-16.
Jalanan di Via Dolorosa berupa lorong-lorong yang seolah dibentengi oleh tembok-tembok kuno yang kokoh di kiri kanannya itu membawa suasana begitu klasik. Lantai jalanan setapak itu terlihat mengkilap. Mungkin karena terinjak-injak ribuan peziarah dari seluruh dunia setiap harinya.

Jalanan setapak itu memang dibiarkan sebagaimana aslinya dulu. Begitu pula tembok kiri kanan di sepanjang lorong Via Dolorosa. Meskipun semuanya itu sudah mengalami pemugaran beberapa kali.
Di sepanjang lorong jalan setapak kawasan Via Dolorosa banyak para pedagang menjajakan berbagai macam suvenir terutama yang berkaitan dengan perziarahan. Para pedagang itu adalah warga Israel keturunan Arab dan Armenia.

Perjalanan Salib Yesus di Via Dolorosa, lalu melanjutkan napak tilas Yesus ke Kolam Bethesda dan Bukit Zaitun tempat Yesus ditangkap para prajurit Romawi. Dari bukit ini tampak jelas Lembah Kidron yang menjuntai memisahkan makam Muslim di bagian bawah dan Makam Yahudi di atas. Melihat pemandangan indah punggung benteng Kota Tua Jerusalem, Kubah Kuning Dome of The Rock, dan kubah kehijauan Masjid Al Aqsa.

Ketika hari menjelang siang beranjak menuju Holy Sepulchre atau Makam Kudus, lalu ke Ascention Chapel yang juga disebut Kapel Kenaikan Yesus ke surga. Tak terlalu jauh dari situ, lalu melanjutkan perjalanan setapak menuju Pater Noster Church tempat Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada para muridnya untuk pertama kali. Tempat ini sangat penuh oleh wisatawan peziarah dari berbagai negara.

Yang tak akan mungkin di lewatkan adalah melihat tempat Yesus dipenjarakan yakni di St Peter Galicantu. Penjara itu terletak di bawah tanah. Setelah itu barulah mengunjungi Taman Gethsemane yang menurut Kitab Suci Injil merupakan tempat Yesus berdoa sebelum disalibkan.

Waktu terasa begitu cepat berlalu. Udara sore menjelang pukul 16.00 waktu setempat di akhir Februari terasa sangat dingin apalagi angin berembus kencang. Tapi harus melihat dulu, tempat Yesus makan bersama ke duabelas rasul-Nya di Last Supper Room atau Ruang Perjamuan Terakhir yang letaknya berdekatan dengan makam Raja Daud atau David Tomb.

Kisah Perjamuan Terakhir ini menginspirasi perupa Leonardo da Vinci untuk menggoreskan lukisan yang amat terkenal itu: The Last Supper.

No comments:

Tuhan 2014 Tahun Dibukanya Pintu Pintu Mujizat

Yesus berkata "Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup

Hakikatku adalah yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan

Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan

Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya.

Tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi.

Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa Anda kemanamana.

Tidak ada eksperimen yang bisa membuktikn aku benar, namun sebaliknya sebuah eksperimen saja bisa membuktikan aku salah.

Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orangorangnya jahat, tapi karena orangorangnya tak perduli.

Mencari kebenaran lebih bernilai dibandingkan menguasainya.

Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.

Sudah saatnya citacita kesuksesan diganti dengan citacita pengabdian.

Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia.

Tidak ada yang lebih merusak martabat pemerintah dan hukum negeri dibanding meloloskan undangundang yang tidak bisa ditegakkan.

Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya.

Generasigenerasi yang akan datang akan kehilangan keyakinan bahwa manusia akan berjalan di muka bumi dengan darah dan daging.

Nilai manusia terletak pada apa yang bisa dia terima.

Orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perlawanan hebat dari orangorang picik.

Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru

Hal yang paling sukar dipahami di dunia ini adalah pajak penghasilan.

Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam.

Hanya ada dua cara menjalani kehidupan kita. Pertama adalah seolah tidak ada keajaiban. Kedua adalah seolah segala sesuatu adalah keajaiban.

Usaha pencarian kebenaran dan keindahan merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita untuk menjadi kanakkanak sepanjang hayat.

Kalau kau tidak bisa menjelaskannya dengan gamblang/sederhana, maka kau belum cukup memahaminya.

Di tengahtengah kesulitan ada kesempatan.

Kita tidak bisa memecahkan masalah kita dengan pemikiran yang sama pada saat kita menciptakannya.

Ini sungguh mengejutkan bahwa teknologi telah melebihi kemanusiaan kita.

Rahasia dari kreativitas adalah mengetahui cara menyembunyikan sumber kreativitas kita itu.