Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Sep 16, 2013

Tuduhan Pertentangan Alkitab

Orang-orang Muslim, Kristen, Alkitab, dan Al-Quran
Ada beberapa alasan sehingga orang-orang Muslim tidak percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah.  Di bawah ini beberapa alasan yang diberikan oleh orang-orang Muslim:

    * Allah tidak bertentangan dengan diri-Nya sendiri, dan orang-orang Muslim menuduh bahwa ada banyak pertentangan di dalam Alkitab.
    * Orang-orang Muslim menuduh bahwa Injil dituliskan bertahun-tahun setelah masa Yesus.
    * Orang-orang Muslim yakin bahwa para penulis banyak merusak teks Alkitab.
    * Orang-orang Muslim mendefinisikan "Firman Allah" secara sempit dan meyakini bahwa "firman Allah" haruslah langsung berasal dari Allah sendiri.

Dan berkaitan dengan ketidakcocokkan, orang-orang Muslim yakin bahwa Al-Quran lebih unggul karena di dalamnya tidak ada ketidakcocokkan. Al-Quran mengatakan,
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (Al-Quran 4:82)

Keyakinan orang-orang Muslim tentang Keajaiban Al-Quran
Orang-orang Muslim percaya bahwa Al-Quran adalah perkataan langsung dari Allah.  Orang-orang Muslim percaya bahwa salah satu mujizat terbesar dari Al-Quran dan bukti dari asalnya yang Ilahi adalah karena tidak ada perbedaan versi dari manuskrip yang ada.  Orang-orang Muslim percaya bahwa semua salinan Al-Quran yang mereka miliki saat ini memiliki kaitan langsung yang tepat dengan apa yang sungguh-sungguh dikatakan oleh Muhammad sekitar 1.400 tahun yang lalu.

Tidak semua orang setuju bahwa tidak ada versi yang berbeda dari manuskrip Al-Quran, tetapi mari kita andaikan saja bahwa memang tidak ada manuskrip yang berbeda.  Apa bukti akan hal itu?  Apakah itu memang membuktikan bahwa Al-Quran memang berasal dari surga?  Jawabannya adalah, "Tidak."
"Bahkan kalaupun Al-Quran yang ada sekarang adalah salinan yang tepat sempurna kata-per-kata sebagaimana yang aslinya diberikan oleh Muhammad, hal itu tidak membuktikan bahwa naskah aslinya memang diilhamkan oleh Allah.  Semua itu hanya membuktikan bahwa Al-Quran yang ada sekarang adalah salinan tepat dari semua yang dikatakan oleh Muhammad; tetapi tidak akan mengatakan atau memberikan bukti apapun mengenai kebenaran dari apa yang dikatakannya.  Perkataan orang-orang Muslim bahwa mereka memiliki agama yang benar karena mereka memiliki salinan yang sempurna dari Kitab Suci mereka, secara logika adalah sama salahnya dengan memilih untuk memiliki uang palsu dengan cetakan yang tepat sama daripada memiliki uang asli yang cetakannya sudah sedikit berubah.  Pertanyaan yang paling penting, yang perlu dijawab oleh kaum apologet Muslim, adalah apakah naskah aslinya memang Firman Allah atau bukan, dan bukannya apakah salinannya tepat sama atau tidak." (Norman Geisler, Abdul Saleeb, Answering Islam: The Crescent in Light of the Cross [2nd ed.], 199).

Perjanjian Baru berisi salinan dari apa yang aslinya tertulis.  Dan semua salinan tidak semua saling setuju.  Kristen memiliki 100% dari apa yang tertulis dalam ribuan salinan potongan dan manuskrip, tetapi dengan 2% dari Perjanjian Baru kita perlu membuat pilihan tentang apakah bacaan itu, yang manakah yang asli dan yang mana yang tidak. Perbedaannya memang sangat kecil, dan harus dipahami bahwa tidak ada doktrin besar Kekristenan yang dipertaruhkan di sana.  Memutuskan mengenai 2% dari teks yang dipertanyakan itu memakai ilmu pengetahuan yang disebut ilmu kritik teks.1

Coba pikirkan ilustrasi berikut ini.  Memang sedikit ekstrim, tetapi sangat menolong untuk memahami mengapa seseorang masih bisa tetap menentukan yang mana bagian yang asli bahkan kalaupun naskah asli sudah tidak ada lagi dan bahkan ada salinan yang memakai versi yang berbeda.
Andaikan saja Sally suatu saat bermimpi, dan di dalam mimpi itu ia belajar mengenai resep ramuan yang akan membuat dia terus awet muda.  Ketika ia bangun, ia menuliskan resep itu dalam selembar kertas, lalu lari ke dapur untuk membuat satu gelas ramuan pertamanya.  Dalam beberapa hari penampilan Sally berubah.  Sally menjadi wanita yang memancarkan kemudaan karena ia meminum ramuan yang kemudian dikenal sebagai "Resep Rahasia Sally."
Sally sangat gembira dengan hal itu sehingga ia mengirimkan petunjuk pembuatan resep itu dalam bentuk tulisan tangan kepada tiga orang sahabat main kartunya (Sally hidup di jaman ketika tekhnologi belum modern belum ada mesin fotokopi atau email) dan dituliskan detail mengenai bagaimana membuat ramuan itu.  Kemudian, mereka, membuat sepuluh salinan dan mengirimkannya kepada sepuluh sahabat mereka sendiri.

Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari binatang peliharaan Selly, schnauzer, memakan tulisan asli dari resep itu. Sally sangat kebingungan.  Dalam kepanikan ia menghubungi ketiga sahabatnya yang secara luar biasa juga mengalami kejadian yang sama.  Salinan yang ada pada mereka juga hilang, sehingga dengan sangat cemas mereka menghubungi sahabat-sahabat mereka dalam usaha untuk mendapatkan kembali kata-kata asli dari ramuan itu.
Akhirnya mereka berhasil mengumpulkan semua salinan tulisan tangan itu, semuanya berjumlah dua puluh enam.  Ketika mereka menghamparkan semuanya di meja dapur, mereka mendapati ada beberapa perbedaan.  Dua puluh tiga salinan yang ada tepat sama.  Dari antara tiga lainnya, yang satu menunjukkan ada kata-kata yang salah tulis, lalu di dalam dua salinan, ada kata-kata yang terbalik ("campur lalu cincang" dan bukannya "cincang lalu campur) dan di salah satu salinan bahkan menuliskan ada bahan yang tidak tertulis di dalam salinan lainnya.
Pertanyaan kritisnya demikian:  Apakah anda berpikir Sally bisa dengan tepat mendapatkan kembali resep aslinya?  Tentu saja bisa.  Kata-kata yang salah tulis bisa dengan mudah diperbaiki, frase yang ditambahkan bisa dibetulkan, dan bahan yang ekstra bisa diabaikan.
Bahkan dengan banyaknya variasi itu, yang asli masih tetap bisa dibentuk dengan tingkat keyakinan yang tinggi atas dasar adanya bukti tekstual yang benar.  Salah tulis akan menjadi kesalahan yang nyata, perubahan akan menjadi sangat kentar dan dengan mudah diperbaiki, dan kesimpulan yang diambil adalah bahwa jauh lebih masuk akal untuk menganggap bahwa ada kalimat atau kata yang secara tidak sengaja masuk ke dalam salah satu salinan daripada adanya usaha menghapuskannya dari banyak salinan yang ada.

Ini, dalam bentuk yang sangat disederhanakan, adalah cara kerja dari ilmu kritik teks. (Gregory Koukl, "Facts for Skeptics of the New Testament").
Banyak orang yang sudah berusaha untuk mengubah dan memalsukan Perjanjian Baru. Tetapi salah satu cara Allah memelihara Perjanjian Baru adalah melalui tersedianya banyak salinan manuskrip.  Banyaknya salinan itu semua sepakat menegaskan bahwa Yesus mati di kayu salib; kita memahami bahwa pengajaran ini pasti merupakan pengajaran aslinya.  Yang perlu ditunjukkan oleh orang-orang Muslim bukanlah mengenai adanya orang-orang yang berusaha untuk mengubah Alkitab.  Islam adalah bukti yang hidup tentang adanya orang yang mau mengubahkan Alkitab.  Namun, orang-orang Muslim perlu menunjukkan dari bukti manuskrip dan/atau sejarah bahwa ada seseorang di dalam sejarah yang sudah berhasil dalam mengubahkan Perjanjian Baru sehingga sampai Alkitab yang ada sekarang mengajarkan bahwa Yesus mati di kayu salib.  Mereka tidak berhasil menunjukkan bukti ini, yang berarti bahwa Al-Quran justru merupakan pengakuan palsu bahwa kitab itu adalah Firman Allah.
Kenyataan penting lainnya adalah bahwa Yesus hidup oleh Kitab Suci dan karena itu Ia bangkit dari kematian.  Yesus sudah naik ke surga; dan Ia sudah menerima segala kuasa di langit dan di bumi (Mazmur 2:6-9; Matius 28:18-20). Ini adalah alasan yang sangat kuat untuk percaya bahwa Alkitab sudah terpelihara dalam kebenaran dan kelayakannya untuk bisa dipercaya.
Apakah ada yang dianggap sebagai pertentangan di dalam Al-Quran?  Bagaimanakah orang-orang Muslim menjelaskan hal itu dan apa tanggapan yang anda sampaikan kepada mereka yang mengatakan demikian?
 
Pandangan Yesus akan Alkitab dan Kelayakan Alkitab untuk Dipercaya

Pandangan Muslim tentang Alkitab tidak sama dengan pandangan Yesus tentang Alkitab
Dalam tulisan-tulisan terdahulu sudah menjawab keberatan kaum Muslim tentang Alkitab, dan sudah menunjukkan bagaimana Alkitab layak dipercaya dan tidak mengandung pertentangan.  Dalam tulisan ini, mau menunjukkan pandangan Yesus tentang Alkitab.  Orang-orang Muslim mengatakan bahwa mereka mengasihi Yesus.  Orang-orang Muslim mengatakan bahwa mereka percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi yang hebat.  Namun, orang-orang Muslim tidak mempercayai apa yang dipercayai Yesus.  Orang-orang Muslim tidak mempercayai semua yang diajarkan oleh Yesus di dalam sejarah. Ada dua hal kunci yang dari pengajaran dan teladan Yesus yang tidak dipercayai oleh orang-orang Muslim:

    * Orang-orang Muslim tidak percaya kepada pengajaran Yesus mengenai kematian-Nya di kayu salib.
    * Orang-orang Muslim tidak percaya kepada apa yang diajarkan Yesus mengenai Kitab Suci.

Orang-orang Muslim mengatakan bahwa mereka percaya kepada Yesus, tetapi orang-orang Muslim tidak percaya kepada Yesus yang ada di dalam sejarah.
Orang-orang Muslim tidak percaya kepada Alkitab yang sama dengan yang dipercayai dan dihidupi oleh Yesus
Orang-orang Muslim tidak membaca Kitab Suci yang sama dengan yang dibaca oleh Yesus.  Yesus membaca Perjanjian Lama (Kitab Suci Ibrani).  Yesus mempelajari Perjanjian Lama.  Yesus mendorong orang-orang lain yang tidak percaya kepada-Nya untuk berusaha memahami makna dari Perjanjian Lama.  Kebanyakan orang-orang Muslim tidak melakukan hal itu akan tetapi mereka mengatakan bahwa mereka percaya kalau Yesus adalah seorang nabi yang hebat. Yesus mengajarkan bahwa Perjanjian Lama adalah Firman Allah dan tidak boleh dilanggar (Yohanes 10:35). Orang-orang Muslim tidak percaya bahwa Perjanjian Lama adalah Firman Allah dan mereka yakin bahwa kitab itu sudah dipalsukan.  Lalu, apakah tepat kalau ada orang Muslim yang mengatakan kalau mereka percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi yang hebat?  Tidak, karena orang-orang Muslim tidak percaya kepada kepada apa yang dipercayai dan diajarkan oleh Yesus dalam sejarah.  Yesus yang dipercayai oleh orang-orang Muslim adalah Yesus di dalam Al-Quran dan bukan Yesus di dalam sejarah.
Pengajaran Yesus tentang Alkitab, dan contoh tentang kepercayaan Yesus kepada Alkitab
Artikel ini mengundang anda untuk membaca dari Injil dan mempelajari di sana mengenai Yesus yang ada di dalam sejarah dan pengajaran-Nya mengenai Firman Allah.  Kesimpulan singkat tentang apa yang akan di temukan:
Yesus menganggap tulisan Alkitab Perjanjian Lama sebagai benar, bisa dipercaya, dan
layak diyakini kebenarannya (Matius 12:39-42; Lukas 17:26,28; Matius 19:4-6).
  • Yesus percaya kepada pengajaran Perjanjian Lama mengenai kenyataan sejarah mengenai Adam (Matius 19:4-6 dengan Kejadian 2:24)
  • Yesus percaya kepada pengajaran Perjanjian Lama mengenai pertolongan kepada Nuh dan keluarganya dari Air Bah memakai sebuah bahtera (Matius 24:37-39; Lukas 17:26,28 dengan Kejadian 6-8)
  • Yesus percaya kepada pengajaran Perjanjian Lama mengenai penampakkan diri Allah kepada Musa di dalam semak belukar yang menyala (Matius 22:32 dengan Keluaran 3:4-6)
  • Yesus percaya kepada pengajaran Perjanjian Lama mengenai Allah memberi makan bangsa Israel dengan manna dari surga (Yohanes 6:49)
  • Yesus percaya kepada pengajaran Perjanjian Lama mengenai Yunus di perut ikan raksasa dan mengenai pertobatan Niniwe (Matius 12:40-41)
Ketika Yesus dicobai oleh Iblis, Yesus melawan si jahat itu dengan mengutip ayat-ayat dari Alkitab Perjanjian Lama.
Ketika Yesus dicobai oleh Iblis, Ia bisa melawan semua tipu daya si jahat itu dengan mengutip dari Kitab Suci.

    Matius 4:4//Ulangan 8:3 ("Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar")
    Matius 4:7//Ulangan 6:16 ("Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu")
    Matius4:10//Ulangan 6:13 ("Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah")

Pemakaian ayat-ayat Kitab Suci oleh Yesus untuk melawan si jahat menunjukkan bahwa Alkitab layak untuk dipercaya dan memiliki kuasa.
Alkitab sangat penting di dalam pengajaran Yesus, namun tidak demikian di dalam pengajaran Muhammad
Ada banyak contoh di dalam sejarah mengenai keyakinan Yesus akan Alkitab dan bagaimana Alkitab menjadi dasar yang sangat penting di dalam keyakinan dan pengajaran Yesus,
  • Yesus mengajarkan bahwa Alkitab itu penuh dengan kuasa (Matius 5:17-44 dan Yohanes 10:30-36)
  • Yesus mengajarkan bahwa para penulis Alkitab diilhami oleh Roh Kudus (Markus 12:36).
  • Yesus mengajarkan bahwa Alkitab Perjanjian Lama adalah sarana bagi keselamatan (Lukas 16:31; lihat Roma 10:17).
  • Ketika Yesus berdebat dengan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, Ia mengacu kepada apa yang dikatakan Kitab Suci (Matius 19:4 dengan Kejadian 2:24; Matius 22:41-46 dengan Mazmur 110:1)
  • Yesus mengajarkan bahwa kesalahan terjadi karena tidak mengerti akan Alkitab (Matius 22:29).
  • Yesus mengajarkan bahwa sangat penting isi Kitab Suci digenapi (Lukas 24:25,27,44; Matius 26:54)2
  • Yesus meletakkan kepercayaan kepada perkataan-Nya dalam tingkatan yang sama dengan kepercayaan kepada Alkitab percaya kepada (Yohanes 5:45-47).
Salah satu ciri dari nabi palsu adalah mereka membawa orang untuk berbalik dari Alkitab dengan memakai pengajaran yang bertentangan dengannya. Beberapa pengajaran dari para nabi palsu itu akan berkaitan dengan apa yang sudah dilakukan dan dinyatakan oleh Allah sebagaimana yang dituliskan di dalam Alkitab.  Namun, nabi palsu tidak akan menegaskan kebenaran tentang semua yang sudah dilakukan dan dinyatakan oleh Allah; dalam hal-hal yang merupakan inti pengajaran, mereka akan bertentangan dengan Alkitab.
Yesus mengatakan bahwa orang yang bijaksana membangun rumah di atas dasar batu karang yaitu firman-Nya
Yesus mengajarka bahwa mereka yang percaya kepada-Nya harus percaya kepada perkataan-Nya,
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." (Injil tulisan Matius 7:24-27)
Yesus hidup melalui Alkitab dan Yesus hidup saat ini
Salah satu bukti yang paling hebat bahwa Alkitab Kristen layak dipercaya adalah bahwa Yesus tidak hanya hidup melalui Alkitab, tetapi bahwa Yesus masih hidup saat ini kubur-Nya kosong (1 Korintus 15:1-4).
Apakah anda percaya kepada Yesus — Yesus yang ada di dalam sejarah? Apakah anda mengikuti teladan-Nya?  Apakah anda percaya kepada apa yang dipercayai Yesus mengenai Alkitab? Apakah Orang-Orang Muslim Percaya Kepada Hal-Hal Yang Tidak Pernah Ada Dan Tidak Pernah Terjadi?

Orang-orang Muslim dan Alkitab
Orang-orang Muslim mengatakan bahwa mereka percaya kepada Alkitab; bahkan, ada beberapa bagian di dalam Al-Quran yang sangat memberikan pujian kepada Injil, Taurat, dan Mazmur (bandingkan Quran 3:3;5:44-48,68-69; 6:115; 10:64; 12:111; 18:27; 34:31; 35:31).
Namun, orang-orang Muslim tidak percaya kepada Injil Kristen, mereka tidak percaya kepada Taurat dan Mazmur Ibrani yang ada di tangan orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi di jaman ini.  Banyak orang-orang Muslim percaya kalau Alkitab sudah dipalsukan.
Orang-orang Muslim percaya kepada kitab-kitab yang tidak ada dan tidak pernah ada
Kenyataannya adalah bahwa orang-orang Muslim percaya kepada sesuatu yang tidak ada dan tidak pernah ada – sebuah versi Islam dari kitab Taurat, Mazmur, dan Injil.

    Orang-orang Muslim percaya kepada Taurat yang tidak pernah ada
    Orang-orang Muslim percaya kepada Injil yang tidak pernah ada

Berkaitan dengan hal itu adalah bahwa orang-orang Muslim tidak percaya kepada peristiwa sejarah tentang kematian Yesus di kayu salib.  Bagi orang-orang Muslim, hal itu tidak mungkin pernah terjadi karena Al-Quran menyangkalinya.  Orang-orang Muslim mengatakan bahwa Al-Quran memperbaiki Perjanjian Baru di dalam bagian ini, tetapi hal itu juga berarti bahwa

    Orang-orang Muslim percaya kepada sejarah yang tidak pernah terjadi

Yang dikatakan oleh Muhammad mengenai penyaliban tidak bisa dilihat oleh manusia (Quran 4:157). Tidak ada catatan sejarah yang bisa dipercaya yang mendukung perkataan Muhammad yang kemudian dikumpulkan di dalam Al-Quran.  Orang-orang Muslim menyangkali sejarah untuk bisa percaya kepada sebuah sejarah yang tidak pernah disaksikan sendiri oleh Muhammad.  Orang-orang Muslim menyangkali sejarah untuk bisa percaya kepada suatu sejarah yang tidak pernah terjadi.  Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal.
Kepercayaan orang-orang Muslim sebenarnya adalah ketidak-percayaan.
Untuk menolong orang-orang Muslim melihat kepercayaan mereka kepada apa yang tidak nyata, dan mengajukan beberapa pertanyaan ini:
  1. Siapakah yang mengubah pengajaran Alkitab mengenai penyaliban dan kematian Yesus? Kapankah perubahan itu terjadi dan mengapa?
  2. Bukti manuskrip apa yang anda miliki untuk membuktikan adanya perubahan itu?  Dengan kata lain, bisakah anda menunjukkan bagian atau manuskrip yang lengkap dari Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib?
  3. Bisakah anda menunjukkan bukti sejarah (catatan tentang saksi mata, catatan tentang kesaksian dari saksi mata itu, catatan sejarawan, Injil, dll) yang bertanggal sebelum 100 M yang menyangkali kematian Yesus di kayu salib dan memberikan catatan yang benar mengenai Yesus yang mendukung kepercayaan Muslim anda?
Ketidakmampuan orang-orang Muslim untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu membuktikan bahwa mereka percaya kepada hal-hal yang tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi.  Itu membuat kepercayaan Muslim menjadi tidak masuk akal.

No comments: