Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Sep 6, 2013

Krak des Chevaliers



Istana di Syiria ini merupakan satu contoh arsitektur militer pada zaman pertengahan terbaik di dunia. Istana ini dibangun oleh para prajurit perang salib yang berperang merebut kembali tanah suci dari tangan orang muslim.

Benteng Muslim
Syiria merupakan rute perdaganngan tertua di dunia, yaitu rute dari timur jauh ke Eropa. Sepanjang sejarah orang-orang telah berperang untuk memperebutkan daerah tersebut. Sekitar tahun 640 masehi, bangsa Arab menaklukkan Syiria, dan menjadikannya sebagai pusat kekaisaran mereka. Sebagian besar penduduk Syiria adalah Muslim, dan selama bertahun-tahun orang muslim dan orang Kristen duduk berdampingan.

Akan tetapi pada abad ke 11, orang-orang Turki yang menganut kepercayaan Muslim, mengambil alih sebagian besar Syiria. Mereka berubah menjadi bermusuhan terhadap biarawan Kristiani. Mulai tahun 1095, para prajurit perang Salib bergerak dari Eropa untuk berperang dengan orang Muslim. Pada tahun 1142, para kesatria perang salib menguasai benteng ong muslim di Qal'at di Al-Hosen, yaitu benteng yang dibangun untuk melindungi rute perdagangan dari laut Mediterania. Prajurit penakluk itu adalah ksatria hospital St John dari Yerusalem, kadang-kadang mereka disebut ksatria Hospitaller.

Istana Para Kstaria
Qal'at al-Hosen merupakan tempat yang sangat penting bagi para prajurit perang salib. Mereka membangun bangunan yang besar, dan benteng yang kuat di atas bukit, pada ketinggian 650 meter dari permukaan air laut. Benteng tersebut kemudian diberi nama  Krak Des Chevaliers, yang dalam bahasa Perancis-Arab berrati 'istana untuk para ksatria'.

Dinding Yang Tinggi
Krak De Chevaliers hampir tidak mungkin diserang.Benteng ini mempunyai dua dinding tinggi dan 13 menara. Dinding bagian dalam lebih tinggi daripada dinding bagian luar. Di antara dinding terdapat parit dan lereng yang curam. Benteng menutup daerah seluas 3.000 hektar meter. Benteng bisa terisi satu garnisun yang terdiri atas 2000 prajurit lengkap dengan kuda serta perlengkapan perang dan makanan yang cukup untuk jangka waktu 5 tahun.

Di Balik Tembok
Di dalam tembok bagian dalam adalah ruang kubah, kapel, ruang kerja, ruang perbekalan, dan juga maze. Benteng ini tampak seperti kota kecil yang berperisai. Para prajurit memepertahankan istana mereka selama lebih dari 100 tahun, melalui berbagai macam konflik. Pada tahun 1271, setelah sebulan pertarungan yang hebat, akhirnya istana tersebut jatuh ke tangan Baybar, Sultan Muslim dari Syiria dan Mesir.

No comments: