Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 5, 2009

Orang Asing, Anak Yatim dan Janda

"Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi [yaitu suku imam] yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana."  (Ulangan 16:11)


Dalam ayat ini Tuhan sedang berbicara mengenai umat pilihan yang entah telah diselamatkan atau yang akan diselamatkan di masa yang akan datang. Hanya orang-orang percaya sejati yang dapat bersukaria di hadapan Tuhan. Akan tetapi cukup sering di dalam Alkitab kita menemukan ketiga kata-kata ini secara bersamaan yaitu orang asing, anak yatim dan janda. Melambangkan siapakah mereka dan mengapa? Adalah sangat menarik bahwa seringkali kita menemukan di dalam Alkitab Tuhan menggunakan istilah-istilah tersebut untuk berbicara tentang "umat pilihan yang belum diselamatkan".


Seperti contohnya, dalam kitab Mazmur 146:8-9 Tuhan berbicara tentang orang-orang yang Ia rencanakan untuk Ia selamatkan demikian:


"TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya."


Satu masalah adalah bahwa Tuhan tidak selalu menggunakan kata-kata ini seperti ini, tetapi sangat sering Tuhan melakukannya demikian. Pertama-tama, marilah kita berbicara tentang "janda" dan marilah kita mempertimbangkan keadaan dari seorang umat pilihan yang masih belum diselamatkan. Karena Kristus telah membayar bagi upah dosa-dosanya lama sebelum dia dilahirkan, maka syarat-syarat dari hukum Tuhan telah dipenuhi. Tuhan telah mewajibkan Diri-Nya sendiri untuk menyelamatkan orang tersebut sementara dia sedang hidup secara jasmani tetapi masih belum merupakan jadwal Tuhan untuk menyelamatkan dia.


Sekarang, apakah keadaan dari manusia siapapun yang belum diselamatkan? Pada dasarnya mereka semua secara otomatis menikah dengan Hukum Tuhan. Kita membaca mengenai hal ini di dalam kitab Roma 7:1-4 demikian:


"Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum-- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah."


Kita tidak akan mengembangkan ayat yang rumit itu sekarang, tetapi Tuhan sedang berbicara tentang suatu pernikahan ilahi antara umat manusia dengan Hukum Tuhan. Nah disini kita melihat bahwa Hukum Tuhan disamakan dengan sang Suami dari seorang perempuan, dimana perempuan disini merupakan gambaran dari seluruh umat manusia yang tidak diselamatkan. Dan pada Hari Penghakiman sang Suami kira-kira akan berkata, "Istriku telah memberontak terhadap Aku, dia telah berlaku tidak setia dan berzinah, oleh karena itu Aku (yaitu Hukum Tuhan atau Firman Tuhan) menitahkan bahwa dia harus membayar hukuman kutukan abadi."


Akan tetapi umat pilihan yang belum diselamatkan berada di dalam suatu keadaan yang berbeda. Ketika Kristus mengambil tempat kita di hadapan Takhta Penghakiman Allah yaitu sewaktu Kristus dihakimi, didakwa dan dihukum sebagai Pengganti umat pilihan, maka mereka sudah tidak lagi beridentifikasi dengan Hukum, tetapi mereka berada di bawah hukum kasih karunia.


Hal tersebut adalah seperti Sang Hukum (si Suami) telah "mati", oleh karena itu umat pilihan tidak perlu lagi menjalani hukuman mati karena dosa-dosa mereka. Oleh karena Kristus telah melakukan penebusan pada peristiwa kayu salib, maka "kematian kedua" (kutukan abadi) sudah tidak memiliki "kekuasaan" atau wewenang apapun atas orang-orang yang percaya, seperti yang kita baca dalam kitab Wahyu 20:6 demikian:


"Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya."


Kita sudah mempelajari bahwa ungkapan 1000 tahun disini menunjuk kepada kegenapan dari segala sesuatu yang ada dalam pandangan Allah dan dalam hal ini itu menunjuk kepada kekekalan. Dan di dalam makna itu umat pilihan yang belum diselamatkan sudah tidak menikah lagi kepada hukum, tetapi karena mereka belum diselamatkan dan menjadi mempelai perempuan Kristus maka dia adalah seorang janda. Dia masih belum menjadi pengantin rohani Kristus walaupun Kristus telah membayar untuk upah dosa-dosa mereka. Mereka masih berada dalam keadaan mati secara rohani dan masih berada di bawah murka Allah.


Jadi disini kita melihat bahwa seorang umat pilihan yang masih belum diselamatkan memiliki suatu status yang berbeda dari pada seseorang yang bukan merupakan umat pilihan. Dia sedang berada di dalam suatu keadaan sementara dia tidak menikah dengan hukum tetapi masih belum menjadi pengantin perempuan Kristus. Maka di dalam makna itu, dia adalah seorang janda. Itulah sebabnya mengapa Tuhan begitu seringnya menggunakan istilah "janda" sewaktu berbicara tentang umat pilihan yang masih belum diselamatkan.


Disisi yang lain, setiap manusia yang lainnya adalah menikah dengan Hukum Tuhan untuk selama-lamanya, oleh karena itu, mereka bukan merupakan janda-janda. Mereka memiliki suatu pernikahan yang tidak mereka sadari, tetapi pernikahan tersebut sesungguhnya resmi ada.


Kemudian bagaimana tentang "anak yatim" ? Ingatah bahwa manusia telah diciptakan menurut "gambar dan rupa Tuhan". Dalam makna itu ia adalah seorang Anak Tuhan, tetapi dia masih berada dalam keadaan mati secara rohani karena dia masih memberontak melawan Tuhan. Jadi umat pilihan yang masih belum diselamatkan belum menjadi seorang Anak Tuhan. Kristus telah membayar untuk segala upah dosa-dosanya, tetapi Tuhan masih belum menarik dia ke dalam kerajaan-Nya, seperti yang Tuhan bicarakan di dalam kitab Roma 8:15-17 demikian:


"Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."


Nah hal ini hanya terjadi sewaktu seorang umat pilihan menjadi diselamatkan -- yaitu, sewaktu Tuhan membangkitkan jiwanya dari kematian rohani. Jadi sebelum hal itu sesungguhnya terjadi secara rohani dia masih merupakan seorang "anak yatim" (yaitu seseorang yang tidak memiliki Bapa). Tuhan masih belum menjadi Bapa surgawinya. Dia masih berada di luar sana di dalam dunia seperti seorang anak yatim yang hilang. Dengan demikian kita mengerti mengapa seorang umat pilihan yang masih belum diselamatkan disebut sebagai janda dan anak yatim.


Berikutnya adalah tentang "orang asing". Ungkapan "orang asing" di dalam konteks ini berarti bahwa umat pilihan yang belum diselamatkan sesungguhnya telah ditentukan dari semula untuk menjadi seorang warga dari kerajaan Tuhan, tetapi dia masih belum berada disana. Karena Kristus telah membayar lunas untuk segala upah dosa-dosanya maka dia tidak dapat secara sah dicampakkan ke dalam lautan api kekal, yang berarti dibuang kepada kutukan abadi. Akan tetapi dia masih belum secara resmi menjadi seorang warga kerajaan Tuhan karena jiwa dan tubuhnya masih berada dalam keadaan mati secara rohani.


Maka apakah yang harus terjadi? Tuhan harus mengambil tindakan berikutnya untuk memindahkan umat pilihan yang belum diselamatkan itu supaya ia masuk ke dalam kerajaan Kristus, seperti yang kita baca dalam kitab Kolose 1:12-14 demikian:


"dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."


Dan di dalam kitab Filipi 3:20 kita membaca bahwa "kewargaan" orang-orang percaya adalah di dalam Surga:


"Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat"


Itu berarti Tuhan telah menjamin bahwa semua orang-orang percaya sejati akan tinggal bersama Kristus untuk selama-lamanya di dalam Langit yang baru dan Bumi yang baru. Maka, setelah Kristus membayar hukuman bagi dosa-dosa dari umat pilihan di dalam Penebusan, Tuhan harus melakukan dua hal utama untuk melengkapi keselamatan mereka. Dia harus pertama-tama menanamkan Firman-Nya ke dalam hati mereka dan memberi mereka anugrah kebangkitan jiwa yang baru, -- itu adalah "kebangkitan rohani pertama" yang Tuhan bicarakan di dalam kitab Wahyu 20:6:


"Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka...."


Perhatikan disini bahwa "kematian kedua", yaitu kutukan abadi tidak memiliki "kuasa" atau wewenang apapun lagi terhadap umat pilihan Tuhan, dan istilah simbolis "seribu tahun" di dalam konteks ini berarti "untuk selama-lamanya". Jadi Kristus telah membayar hukuman itu sebagai Pengganti mereka dan Tuhan berbicara tentang memberikan umat pilihan-Nya kehidupan rohani yang kekal (kebangkitan jiwa yang baru) seperti yang kita baca dalam kitab Yehezkiel 36:26-27 demikian:


"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."


Itu adalah suatu saat ketika umat pilihan sudah tidak merupakan "janda-janda" lagi, mereka telah menjadi mempelai perempuan Kristus. Itu adalah saat sewaktu umat pilihan sudah tidak merupakan "anak yatim" lagi, mereka telah dipungut masuk ke dalam keluarga besar Tuhan, mereka telah menjadi anak-anak Tuhan yang patuh. Dan itu adalah saat ketika umat pilihan tidak menjadi "orang-orang asing" lagi karena mereka telah menjadi warga dari Kerajaan Tuhan.


Itu adalah saat sewaktu Tuhan menanamkan Firman-Nya di dalam hati mereka dan membangkitkan mereka dari kematian rohani. Itu adalah saat ketika Tuhan secara rohani membangkitkan umat pilihan-Nya dari kematian dan memberikan mereka tempat duduk bersama dengan Kristus di dalam surga. Kitab Efesus 2:5-6 menjelaskan kepada kita demikian:


"telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga"


Sekarang berbicara sebagai seorang percaya yang sejati, dimanakah pekerjaan kita sendiri diikutsertakan ke dalam seluruh proses ini? Apakah yang saya harus lakukan untuk mengakibatkan seluruh hal ini untuk terjadi? Secara mutlak tidak ada apapun sama sekali! Tuhan-lah yang telah melakukan segala pekerjaan yang diperlukan untuk keselamatan "supaya" Tuhan-lah yang memperoleh seluruh kemegahan, kemuliaan, pujian dan kehormatan yang sangat besar tersebut. Kita tidak dapat melakukan apa-apa sama sekali untuk menyumbang kepada keselamatan. Kita melihat hal ini dengan jelas di dalam kitab Roma 8:28-30 yang berkata demikian:


"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya."


Disini Tuhan berbicara tentang "umat pilihan" sebagai "mereka yang terpanggil", yang Tuhan "benarkan" di dalam Penebusan, dan yang Tuhan "muliakan" sewaktu Dia menggenapi keselamatan mereka. Ungkapan "dibenarkan" berarti untuk "dinyatakan benar secara hukum" oleh Tuhan karena hukuman bagi dosa seperti yang dituntut oleh hukum Tuhan telah dilunasi secara penuh oleh Tuhan Yesus Kristus pada peristiwa Penebusan.

No comments: