Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 19, 2009

Firman

"Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu." (Ulangan 11:18)

Dalam waktu kita bersama kali ini kita akan melihat pada ungkapan "perkataanku" dalam ayat yang sangat menonjol ini, ungkapan "perkataanku" menunjuk kepada "Firman Tuhan" yang ditemukan di dalam seluruh Alkitab (2 Timotius 3:16-17). Dan perhatikan bahwa ungkapan "hati", "jiwa" (atau roh), "tangan", dan "dahi" (yaitu pikiran) menunjuk kepada hal yang sama. Tangan atau kaki digunakan sebagai tanda yang akan menunjang segala sesuatu yang kita lakukan, sedangkan "dahi" (pikiran), "hati" dan "jiwa" mengandung maksud dari tujuan kita.

Lebih lanjut ungkapan "perkataan" juga menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus, yang merupakan "Sang Firman" (atau "logos"), seperti yang dinyatakan dalam kitab Yohanes 1:14 demikian:

"Firman [logos] itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan Kebenaran."

Dan kitab Yohanes 6:68 mencatat demikian:

"Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal"

Sesungguhnya Tuhan Yesus adalah fokus yang utama baik dalam kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru seperti yang Kristus katakan dalam kitab Yohanes 5:39 demikian:

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku"

Dan dalam kitab Lukas 24:44 Kristus berkata demikian:

"Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Sedangkan Mazmur 138:2b mencatat pernyataan yang sangat menakjubkan ini:

"... sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu [yaitu firman-Mu] melebihi segala sesuatu."

Ingatlah nama Tuhan yang terakhir adalah Yesus, yaitu nama Tuhan sebagai sang Juruselamat (Matius 1:21). Kemudian kitab 1 Yohanes 1:1-3 menyatakan bahwa para rasul berhubungan sangat dekat dengan Tuhan ketika mereka "mendengarkan", "melihat", "mencari" dan "memegang" -- Firman yang diberkati. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang FIRMAN HIDUP -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu. HIDUP itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus."

Perhatikan dengan sangat berhati-hati bahwa para rasul (dan semua orang-orang yang percaya) juga "memberitakan" kepada orang-orang lain pesan-pesan kebenaran dari Injil Anugrah Kristus. Pada hari kita sekarang ini ketika kemurtadan dan injil-injil palsu menyebar dengan sangat hebat seperti api, kita harus mengingat nasihat dari kitab Galatia 1:6-9 yang berkata demikian:

"Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia."

Kita berada dalam kewajiban ilahi untuk memastikan bahwa Injil yang kita beritakan harus setia berdasarkan Alkitab saja dan keseluruhannya, tidak ditambah dan tidak dikurangi. Kitab 2 Timotius 2:15-16 adalah peringatan yang baik bagi mereka-mereka yang mengaku sebagai pelayan-pelayan Kristus, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan Kebenaran itu. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan."

Hal ini berlaku bagi mereka semua yang sudah dilahirkan kembali dari atas. Ini juga adalah tugas yang utama bagi kita yang menjadi orang tua, terutama para ayah, seperti yang ditekankan dengan jelas dalam ayat-ayat berikut ini:

Kitab Efesus 6:4 menasihatkan demikian:

"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah [yaitu besarkanlah atau ektrepho:G1625] mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

Dan kitab Mazmur 78:1-8 menegaskan demikian:

"Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala. Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah."

Dan kitab Amsal 1:8-9 mengajarkan demikian:

"Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu [yaitu Bapa Surgawi], dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu [yaitu para pengantin rohani Kristus - Matius 12:48] sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu."

Dan kitab Amsal 4:1-7 menyatakan demikian:

"Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan HIDUP. Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya. Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian."

Biarlah Tuhan menebus kita semua melalui kasih karunia-Nya, sehingga kita patuh pada nasihat dalam kitab Efesus 4:15 yang berkata demikian:

"tetapi dengan teguh berpegang kepada Kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."

Dan akhirnya kitab Kisah Para Rasul 4:20 menyatakan demikian:

"Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

No comments: