Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Aug 19, 2013

Smirna

Tujuh jemaat ini memang pernah ada dalam sejarah, namun keadaan yang digambarkan dalam 7 jemaat ini sesungguhnya situasi dan kondisinya terdapat dalam Gereja Tuhan sepanjang masa. Jadi, apa yang diungkapkan dalam surat Tuhan Yesus kepada 7 jemaat ini benar- benar 'aktuil'.
 
Dalam setiap surat itu terdapat 7 hal yang sama:
1.  Alamat surat
2.  Pernyataan diri Kristus
3.  Pujian untuk jemaat
4.  Kritik atas jemaat
5.  Nasehat Tuhan Yesus
6.  Tuntutan atas jemaat
7.  Janji bagi yang menang
 
I. Alamat surat: Kepada malaikat jemaat di Smirna
Didalam Wahyu 2: 8, diawali dengan kalimat sbb. "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna"
Dengan kata lain, ada malaikat untuk setiap jemaat.
Baca Wahyu 1: 20, dikatakan "ada tujuh bintang yang rasul Yohanes lihat pada tangan kanan Yesus."
Tujuh bintang itu berbicara mengenai tujuh malaikat sidang jemaat. Artinya ada dua macam:
  • Malaikat itu adalah Hamba Tuhan yang secara khusus di tugaskan untuk menggembalakan sidang tersebut.
  • Malaikat itu adalah malaikat khusus yang diutus Tuhan untuk setiap sidang jemaat.
 
Dari 7 kota yang disebut, Smirna adalah kota yang paling indah pemandangannya. Kota ini dikenal sebagai kota pelabuhan (Izmir yang sekarang ini), yang letaknya kurang lebih 60 km sebelah utara Efesus.
Yang paling dibanggakan oleh penduduk Smirna adalah jalan rayanya yang lurus, lebar dan penuh dengan pohon- pohonan  dikanan- kirinya. Smirna terkenal dengan 'jalan raya emasnya'. Dimana pada jalan itu terdapat banyak Kuil, seperti dewi Sbele, kuil dewa Apollos, kuil dewa Asklepios, kuil dewa Aphrodite dan kuil dewa Zeus.
Penduduk Smirna adalah penyembah- penyembah berhala yang sangat fanatik.
 
II. Pernyataan Kristus
Didalam Wahyu 2: 8, dikatakan "Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir yang telah mati dan hidup kembali."
  • Yang Awal (Alfa) dan Yang Akhir (Omega), yang artinya adalah Yesus telah mengawali segala sesuatu dan Ia juga yang akan mengakhiri segalanya.
  • Yang telah mati dan yang hidup kembali, yang artinya adalah Dia yang telah mati melalui jalan penganiayaan dan kemudian hidup kembali. Kristenan adalah satu- satunya kepercayaan yang menyembah Allah yang hidup.
 
Dalam hal ini, kita tidak perlu kuwatir untuk masa depan.
Yeremia 29: 11 mengatakan "Sebab Aku ini mengetahui rancangan- rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
Baca Amsal 23: 18!
 
Jadi, perlu kita fokuskan sekarang ini adalah 'persiapan' untuk memasukki masa depan yang penuh harapan itu.
 
III. Pujian untuk jemaat di Smirna
Dalam ayat 9, Tuhan Yesus memuji jemaat Smirna:
"Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu- namun engkau kaya dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis."
Kesusahanmu dan kemiskinanmu:

Pada tahun 26 Masehi, di kota Smirna didirikan sebuah kuil untuk menyembah Kaisar Tiberius. Hal ini menjadi suatu keharusan bagi tiap-tiap warga negara untuk setahun sekali menyembah patung Kaisar Tiberius (sebagai 'Kurios'). Hal ini diperbuat oleh pemerintah Roma semata- mata untuk menuntut loyalty dari penduduk setempat. Jadi bukan sebagai ikatan keagamaan, melainkan lebih cenderung kepada ikatan politik. Apalagi penyembahan itu di legalisir dengan diberikannya sebuah sertifikat tanda sudah menyembah Kaisar.
 
Bagi orang Kristen di Smirna, pada waktu itu, merupakan suatu tantangan yang serius. Karena setiap mereka yang tidak mau melakukan penyembahan terhadap patung Kaisar Tiberius akan di kucilkan dan mendapat perlakuan yang tidak adil.
Smirna adalah kota pelabuhan yang menghubungkan pelayaran dari India dan Persia, ke Roma. Jadi kota ini merupakan salah satu pusat perdagangan. Smirna dikenal sebagai kota yang terkaya, diantara tujuh kota yang disebut dalam kitab Wahyu ini. Dengan kata lain, pada umumnya penduduk Smirna adalah orang- orang kaya. Tetapi setiap orang yang menjadi pengikut Kristus, pada zaman itu, mendapat perlakuan yang tidak adil dan di kucilkan:
  • Pada waktu itu dunia perdagangan serta dunia usaha dikuasai oleh suatu organisasi "Serikat- Perdagangan" (union). Jadi apabila mereka menjadi orang Kristen maka usaha mereka akan di boykot oleh Serikat, dan akhirnya usaha mereka tidak berjalan baik.
  • Apabila mereka mempunyai pabrik, maka pegawai mereka meskipun yang bukan tergolong orang Kristen akan di kucilkan. Dengan kata lain, mendapat perlakuan yang sama seperti orang Kristen.
  • Apabila anak mereka sekolah, maka anak mereka tidak mendapat fasilitas yang sama.
  • Apabila mereka ke super market, maka mereka tidak mendapat pelayanan yang sama.
  • Apabila mereka kerumah sakit, mereka tidak akan dilayani.

Akibat perlakuan yang demikian, maka jemaat Smirna pada waktu itu, tergolong orang -orang yang susah dan miskin.
Menghadapi tuntutan pemerintah Romawi untuk menyembah patung Kaisar Teberius ini ada beberapa jalan yang bisa ditempuh:

·        Kalah - murtad
·        Berdusta - sembah secara luar saja
·        Menyesuaikan diri - kompromi
·        Tetap setia - mengambil resiko dengan aniaya

Jemaat Smirna memutuskan cara yang keempat.
 
Jadi, Tuhan Yesus memuji jemaat Smirna ini dalam segala kesusahan,penderitaan dan kemiskinan mereka.
Namun engkau kaya:
Jadi, ditengah- tengah kemiskinan dan penderitaan yang mereka alami, Tuhan berkata "mereka kaya".
Zaman dahulu, orang Kristen itu miskin jasmani tetapi kaya rohani. Sebaliknya zaman sekarang, orang Kristen itu kaya jasmani, namun miskin rohani.
Tidak banyak orang Kristen, zaman sekarang, yang kaya rohani, juga kaya jasmani.
Fitnah dari orang Yahudi sendiri (jemaah Iblis):
Pada waktu itu banyak orang Yahudi yang tinggal di Smirna. Mereka selalu menyebarkan fitnahan terhadap jemaat di Smirna. Pada waktu,Polycarpus, seorang tokoh besar gereja Smirna dibakar karena tidak mau menyangkal Yesus, orang- orang Yahudi ikut membawa kayu untuk membakarnya (adahal itu terjadi pada hari Sabbat).
 
IV. Kritik terhadap jemaat di Smirna
Smirna adalah satu- satunya Jemaat yang tidak dikritik oleh Tuhan Yesus.
 
V. Nasehat Tuhan Yesus terhadap jemaat di Smirna
Dalam ayat 10, Tuhan Yesus berkata, "Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!". Lalu Tuhan menambahkan lagi, "Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang diantara kamu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati."
 
Jangan takut (tetap bertekun) sebab penderitaan itu akan berlangsung selama 10 hari:
Perhatikan, perkataan 'berlangsung selama 10- hari' ini merupakan suatu nubuatan, yang artinya adalah '10 periode aniaya yang dialami gereja pada masa pemerintahan kerajaan Romawi':
1.  Nero  54- 68 (Masehi)
2.  Domitianus 81- 96 (Masehi)
3.  Trajanus 98- 117 (Masehi)
4.  Markus Aurelius  161- 180 (Masehi)
5.  Severus  193- 211 (Masehi)
6.  Maximinus  235- 238 (Masehi)
7.  Decius  249- 251 (Masehi)
8.  Valerianus  253- 260 (Masehi)
9.  Aurelianus  270- 275 (Masehi)
10. Diocletianus  284- 305 (Masehi)
 
Sejarah mencatat bahwa selama 10 periode kerajaan Romawi, yang dimulai dari Kaisar Nero sampai kepada Kaisar Diocletianus sejumlah 5 juta orang Kristen yang mati secara martir (dianiaya):
·        Mati dengan jalan di bakar hidup- hidup (diikat ditiang, lalu ditaruh kayu disekitarnya: Polycarpus di Smirna)
·        Mati dengan jalan digoreng dengan minyak
·        Mati dengan jalan dijadikan tontonan di arena (menjadi makanan dari singa yang lapar)
·        Mati dengan jalan diikat disebuah tiang, setelah dibalut dengan kulit binatang, lalu dilepaskan anjing hutan.
·        Mati dengan jalan disalib
·        Mati dengan jalan diremdan ter, lalu dijadikan obor pada malam hari.
 
Bahkan sejarah mencatat bahwa ketika kerajaan Romawi dibawa pemerintahan Kaisar Diocletianus, merupakan pemerintahan yang paling buruk: Kaisar Diocletianus bukan saja menganiaya tetapi juga memerintahkan untuk membakar seluruh Alkitab (ia bermaksud untuk memusnahkan Alkitab dari muka bumi ini).
Jadi, Tuhan Yesus menasehatkan supaya mereka jangan takut dengan apa yang harus mereka alami/derita.
 
Sejarah mencatat, dimana semakin dianiaya, kekristenan itu semakin berkembang dan semakin Alkitab dibakar, semakin banyak di produksi, bahkan di terjemahkan kedalam pelbagai macam bahasa. Akhirnya, pada waktu Kaisar Constantinus naik tahta, periode aniaya berhenti total dan pada tahun 313 Kristenan diakui dan disahkan sebagai agama negara Roma.
 
VI. Tuntutan Tuhan Yesus terhadap jemaat di Smirna
Pada Wahyu ayat 10c, Tuhan Yesus mengatakan "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."
 
Ada lima mahkota di dalam alkitab:
1.     Mahkota Kemegahan: Bagi pemenang jiwa (Fil. 4: 1, 1 Tes. 2: 19)
2.     Mahkota Kebenaran: Bagi mereka yang rindu kedatangan Kristus yang kedua kalinya (2Tim. 4: 8)
3.     Mahkota Yang Abadi : Bagi mereka para pemenang (1Kor. 9: 25)
4.     Mahkota Kemuliaan: Bagi para gembala yang setia (1 Pet. 5: 4)
5.     Mahkota Kehidupan: Bagi para martyrs (Why. 2: 10)
 
VII. Janji Tuhan Yesus bagi yang menang
Perhatikan, dalam setiap surat kepada jemaat, Tuhan Yesus selalu mengakhiri dan mengulangi kata yang sama, yaitu 'Barangsiapa menang'. Jelas artinya adalah barangsiapa yang mentaati semua perintahNya.
 
Konklusi:
Kekristenan tidak dapat dipisahkan dengan 'aniaya.'
 
Surat untuk jemaat di Efesus (2:2-7)

Gereja di Efesus sangat sukses tapi dikatakan mulai kehilangan kasih mula-mula, motivasi yang sangat penting dalam hidup kekristenan.
Apabila kita melihat surat ini dari sudut pandang sejarah gereja, banyak gereja yang mulai kehilangan kasih mula-mula selama periode setelah kematian para rasul, yang berlangsung dari 70 M sampai bait suci di Yerusalem dihancurkan (sekitar 160 M). selama masa tersebut, banyak gereja telah beralih dari pelayanan penuh kasih menjadi institusi religius yang formal tanpa kasih. Gereja menjadi penuh dengan konflik dan argumentasi teologis

Surat untuk jemaat di Smirna (2:8-11)

Kata smirna berarti myrrh atau mur, semacam bubuk untuk wewangian. Sebuah nama yang sesuai untuk gereja abad pertama di smirna, yang mengharumkan nama Kristus. Secara historis, gereja di Smirna mewakili periode para martir yang berlangsung dari 160 M hingga kebangkitan Constantine Agung (324 M).

I.  JEMAAT EPESUS 31-100 SM
GEREJA YANG SUDAH MENIGGALKAN CINTA MULA-MULA.
Wahyu 2:1-7 (311)

2.    Pada permulaan gereja telah berkembang satu persoalan yang adakalanya masuk pada kehidupan kerohanian sekarang ini.  Apakah yang sudah terjadi bagi jemaat Epesus?  Wahyu 2:4 (311)
(Lihat Ibrani 6:4-6 (277,288); 10:26-27 (282; 2Petrus 2:20-22 (299,300).
Hitunglah berapa kali perkataan "Barang siapa menang" muncul dalam Wahyu 2 dan 3 ? (311,412)

3.    Tuliskanlah dalam kata-katamu sendiri arti dari wahyu 2:5 (311).  Mengapa pertobatan itu perlu?

II.    JEMAAT SMIRNA 100-325 SM
GEREJA YANG DI  ANIAYA
Wahyu 2:8-11 (311)

4.    Yesus mendorong gereja ini dengan perkataan yang berbunyi:  "hendaklah sampai dan Aku akan mengaruniakan kepadamu Wahy 2:10 (311).
 
Smirna

Smirna (bahasa Yunani Kuno: Σμύρνη or Σμύρνα, Smyrna) adalah kota kuno yang terletak di bagian tengah dan strategis di pantai Laut Aegea dari wilayah Anatolia. Karena kondisi pelabuhan yang menguntungkan, mudahnya dipertahankan dan hubungan darat yang bagus, kota Smirna berkembang menjadi penting. Lokasinya sekarang ini terletak di dalam daerah kota modern İzmir, Turki.
Ada dua lokasi bekas kota ini. Yang bertama dibangun dan menjadi besar pada masa Archaic Yunani sebagai pemukiman kuno orang Yunani di bagian Anatolia barat. Yang kedua, landasannya dihubungkan dengan Aleksander Agung, menjadi kota metropolitan pada masaKekaisaran Romawi. Kebanyakan reruntuhan yang ditemukan sekarang ini berasal dari zaman Romawi, yaitu setelah gempa bumi di abad ke-2 M.

Etimology
Sejumlah penjelasan diberikan mengenai asal usul namanya. Salah satunya berhubungan dengan mitologi Yunani mengenai orang Amazon bernama "Σμύρνα" (Smyrna), yang juga merupakan nama satu bagian kota Efesus, dan juga dikenali dalam bentuk "Myrina", kota di Aeolis. Prasasti dan mata uang yang ditemukan sering bertuliskan "Ζμύρνα" (Zmurna), "Ζμυρναῖος" (Zmurnaios), "dari Smyrna".[1] Smirna juga merupakan kata Yunani kuno untuk mur.

Sejarah
Kota kuno ("Old Smyrna") mempunyai kuil dewi Atena dari abad ke-7 SM.

Periode Yunani

Aleksander Agung mempunyai ilham untuk membangun kembali kota Yunani berdasarkan tata kota, yang menurut Strabo, sebenarnya dikerjakan di bawah pemerintahan Antigonus (316—301 SM) dan Lysimachus (301 SM—281 SM), yang memperluas dan memperkuat kota ini. Reruntuhan pusat kota ("acropolis") yang disebut "crown of Smyrna" (mahkota Smirna), ada pada puncak terjal dengan ketinggian sekitar 1250  kaki, yang menjulang di bagian timur laut dari teluk. Kota modern İzmir dibangun di atas kota Yunani yang kemudian, sebagian di lereng bukit bundar yang oleh orang Yunani disebut Pagos (maknanya "bukit") dekat ujung tenggara dari teluk, sebagian lagi di tanah rendah di antara bukit dan lautan. Keindahan kota Yunani, bergerombol di tanah rendah dan naik lapis demi lapis di bagian bukit, seringkali dipuji di zaman kuno dan diperingati dalam mata-mata uang.

Zaman Romawi dan Byzantine
Sebagai salah satu kota Romawi penting di provinsi Asia,[5] Smirna bersaing dengan kota Efesus dan Pergamum untuk gelar "Kota Paling Utama di Asia."
Sebuah gereja Kristen berdiri di sini sejak awal sekali, mungkin bertumbuh dari koloni orang Yahudi. Merupakan salah satu dari "tujuh jemaat di Asia" yang disebutkan namanya dalam Kitab Wahyu.[6] Santo Ignatius dari Antiokhia mengunjungi Smirna dan kemudian menulis surat-surat kepada uskupnya, Polikarpus. Gerombolan orang Yahudi dan Yunani menyebabkan Polikarpus mati syahid pada tahun 153 M.[5] Ireneus, yang pernah mendengarkan Polikarpus ketika masih kecil, nampaknya berasal dari Smirna.[5] Penduduk kota lain yang terkenal dan dari zaman yang sama adalah Aelius

Aristides.
Polycrates melaporkan pergantian uskup-uskup termasuk Polikarpus dari Smryna, maupun yang lain di kota-kota terdekat misalnya Melito di Sardis.
 

No comments: