Sejarah Dunia Kuno

The Year of God Opening the Doors for Miracles

Thursday, August 22, 2013

Kristen Beribadah Pada Hari Minggu

Mengapa Umat Agama Kristen Beribadah Pada Hari Minggu - Mungkin sebagian orang pasti banyak yang bertanya-tanya mengapa di dalam Agama Kristen beribadah pada hari minggu sedangkan umat Agama Islam melakukan ibadah setiap hari sholat 5 waktu yaitu Maghrib, Isya, Subuh, Dzuhur dan Ashar.

Mengapa orang Kristen ke gereja hari Minggu itu yang menjadi tanda tanya besar?

Orang Kristen beribadah pada hari Minggu, yaitu hari pertama dari sepekan. Kebiasaan ini telah terjadi sejak gereja di Perjanjian Baru. Karakteristik ibadah Kristen banyak menyerap unsur yang ada di ritus Yudaisme, meskipun terdapat pula beberapa kekhasan. Kekhasan itu khususnya didasarkan pada peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan Kristus. "Kalender Kristen" dengan demikian sangatlah Christ-centered.

Sejarah Mengapa Umat Agama Kristen Beribadah Pada Hari Minggu
Ada masalah di sini. Jika Yesus dari Nazaret itu adalah Mesias, penggenap nubuat Perjanjian Lama, maka mengapa para pengikut-Nya tidak mematuhi hukum ke-4, "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat"? Mengapa mereka beribadah di hari pertama, bukan hari ketujuh, seperti yang diperintahkan Tuhan di dalam loh hukum Taurat-Nya? Bukankah Yesus pun rajin beribadah di sinagoga tiap-tiap Sabat? Ia sendiri bersabda, satu titik pun dari Taurat tidak akan dihapuskan sebelum semuanya tergenapi (lih Mat. 5:18) , lalu apa pembenaran bahwa ibadah Kristen dilakukan pada hari Minggu? Penting untuk disimak pula, bahwa para rasul—yang nota bene adalah orang-orang Yahudi—mereka pun tetap setia melakukan ibadah pada hari Sabat. Tak satu pun di antara mereka yang memerintahkan untuk menyucikan hari Sabat, bukan?

Inilah inti protes yang dilancarkan oleh para pengikut Gereja Adven Hari Ketujuh. Ditengarai oleh perdebatan sengit mengenai hari ibadah pada tahun 200-an M., maka pada tahun 300-an M., Gereja Katolik Roma meresmikan hari Minggu sebagai hari ibadah. Mereka malahan menyangka, bahwa pengubahan hari untuk umat beribadah itu adalah akal bulus dari Katolik Roma dan imperium Roma, melalui persidangan yang diratifikasi oleh Kaisar Konstantinus. Klop sudah. Gereja berkolaborasi dengan negara, sehingga benarlah perkataan cuius regio, ius religio. Siapa yang menjadi raja, dialah yang berhak menentukan agama. Gereja, dari tahun 538 – 1890, telah mengkhianati iman yang murni, yang diperintahkan sendiri oleh Yahweh.

Maka, bagaimanakah kita memahami alasan untuk beribadah kepada Tuhan Allah pada hari pertama? Apakah kita telah disesatkan? Apakah kita telah dibelokkan menuju sebuah iman yang asing dari kebenaran Alkitab?

Kembali ke Alkitab

Adalah benar, bahwa di PB, tidak ada perintah untuk menaati hari pertama itu sebagai hari ibadah untuk umat Kristen. Dalam pada itu, hari pertama di satu pekan itu diindikasikan telah menjadi waktu bagi jemaat untuk menyembah Tuhan, sebagai ganti hari Sabat Yahudi.

Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. (Kis. 20:7)

Orang Adven Hari Ketujuh menafsirkan ayat ini demikian. Orang Kristen dapat melakukan Perjamuan Kudus di luar hari ibadah (Sabat), dengan dasar seperti yang dikatakan dalam Kis. 2:41-47

Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (ay. 42b)

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati. (ay. 46)

Ada indikasi, bila di Bait Allah di Yerusalem, mereka melakukan ibadah, tetapi bila di rumah-rumah jemaat, mereka mengadakan persekutuan untuk memecahkan roti Perjamuan Kudus. Harus diingat, perkataan "mereka berkumpul tiap-tiap hari" hanya dituliskan di sini. Pada bagian yang berparalel, yaitu 4:32-35, tidak disebutkan lagi bahwa mereka mengadakan persekutuan tiap-tiap hari. Tetapi hal yang meleset dari pengamatan kaum Adven adalah, bahwa mereka berkumpul tiap-tiap hari di Bait Allah. Bukan setiap hari Sabat atau hari tertentu! Jika demikian, bukankah seharusnya orang Kristen pun mengikuti teladan gereja mula-mula ini?

Lebih-lebih, di dalam Kisah Para Rasul, kita melihat ada peristiwa-peristiwa yang tidak melulu harus dapat diulangi. Peristiwa Pentakosta, misalnya. Roh Allah hanya sekali dicurahkan (Kis. 2:1-40). Mengenai hari untuk beribadah, disebutkan di 20:7 bahwa jemaat telah mengadakan persekutuan pada hari pertama. Hendaklah kita camkan baik-baik, tidak dikatakan lagi bahwa Paulus tiap-tiap hari berkumpul untuk memecahkan roti bersama jemaat! Hari pertama, telah menjadi hari beribadah untuk orang Kristen.

Perhatikan pula kutipan ayat di bawah ini,

Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu, hendaklah kamu masing-masing—sesuai dengan apa yang kamu peroleh—menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang (1Kor. 16:2)

Paulus menasihati jemaat Korintus yang melimpah dengan beragam karunia dan berkat, untuk menyisihkan kepunyaan untuk dikumpulkan pada hari pertama. Mengapa hari pertama? Sebab pada hari itu, jemaat mengadakan persekutuan.

Pertanyaan, mengapa terjadi pegeseran dari hari Sabat ke hari Minggu? Dari penyelidikan sederhana Alkitab di atas, kita telah mendapatkan indikasi adanya pergeseran, jauh sebelum Katolik Roma mengubah hari ibadah orang Israel. Tetapi marilah kita kembali melacak alasannya dari Alkitab.

Memang benar, para rasul, termasuk Paulus, selalu hadir dalam ibadah Sabat di sinagoga (mis. Kis. 13:14, 42, 44). Akan tetapi sedini itu pula, tantangan datang kepada para rasul. Paulus dan Barnabas dianiaya dan diusir dari Antiokhia (ay. 50). Selanjutnya, orang-orang Yahudi menolak pemberitaan mereka dan menghasut orang-orang yang tidak mengenal Allah (bukan orang Yahudi). Akhirnya kedua pihak bersekongkol untuk menyiksa dan melempari kedua rasul dengan batu. Mereka berdua pindah ke Listra, tapi orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium serasa tak puas dengan agresi mereka, mereka menyebarkan pengaruh ke Listra (14:19). Mereka melempari Paulus sampai sekarat.

Memang benar, para rasul dan jemaat mula-mula rajin beribadah di hari Sabat. Kendati begitu, mereka menghadapi tantangan ekstrenal, yaitu dari orang-orang Yahudi yang sangat membenci mereka. Mereka diusir dari rumah ibadah. Dapat kita pastikan, itulah yang terjadi pula terhadap jemaat. Di Kis. 8:1b bahkan telah dijabarkan, bahwa mulai terjadi penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem, sehingga mereka harus terserak ke luar Yerusalem.

Kita dapat saksikan, bukan kebencian orang Kristen terhadap orang Yahudi, sebaliknya, orang Yahudilah yang sangat membenci keberadaan orang Kristen. Mereka pun melarang orang-orang Kristen untuk "mengopi" ritus ibadah mereka; termasuk perkumpulan di sinagoga yang diadakan tiap-tiap hari Sabat. Orang Kristen tidak mendapatkan tempat di rumah ibadah Yahudi.

Itulah sebabnya, mengapa orang Kristen kemudian mengusung ibadah mereka pada hari Minggu. Mereka mengadopsi sebagian besar unsur ritual Yudaisme, tetapi melihatnya dari cara pandang Kristologi.

Istilah "Hari Tuhan" (Yun. kuriakē hēmēra; Ing. the Lord's Day; Por. Domingo) paling gamblang ditemukan di Wahyu 1:10. Di PL, kata "hari TUHAN" (Ibr. yôm YHWH), menunjuk kepada hari penghakiman akhir yang tidak berpihak. Tetapi kata ini dapat pula berarti hari perayaan bertakhtanya Yahweh pada perayaan tahun baru. Selain mengadopsi pemahaman ekstaologis (akhir zaman) di atas (mis. 2 Ptr. 3:1-13). di tulisan-tulisan awal umat Kristen, "hari Tuhan" mengindikasikan hari Minggu, hari pertama di tiap pekan.

No comments:

Tuhan 2014 Tahun Dibukanya Pintu Pintu Mujizat

Yesus berkata "Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup

Hakikatku adalah yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan

Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan

Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya.

Tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi.

Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa Anda kemanamana.

Tidak ada eksperimen yang bisa membuktikn aku benar, namun sebaliknya sebuah eksperimen saja bisa membuktikan aku salah.

Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orangorangnya jahat, tapi karena orangorangnya tak perduli.

Mencari kebenaran lebih bernilai dibandingkan menguasainya.

Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.

Sudah saatnya citacita kesuksesan diganti dengan citacita pengabdian.

Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia.

Tidak ada yang lebih merusak martabat pemerintah dan hukum negeri dibanding meloloskan undangundang yang tidak bisa ditegakkan.

Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya.

Generasigenerasi yang akan datang akan kehilangan keyakinan bahwa manusia akan berjalan di muka bumi dengan darah dan daging.

Nilai manusia terletak pada apa yang bisa dia terima.

Orang berjiwa besar akan selalu menghadapi perlawanan hebat dari orangorang picik.

Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru

Hal yang paling sukar dipahami di dunia ini adalah pajak penghasilan.

Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam.

Hanya ada dua cara menjalani kehidupan kita. Pertama adalah seolah tidak ada keajaiban. Kedua adalah seolah segala sesuatu adalah keajaiban.

Usaha pencarian kebenaran dan keindahan merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita untuk menjadi kanakkanak sepanjang hayat.

Kalau kau tidak bisa menjelaskannya dengan gamblang/sederhana, maka kau belum cukup memahaminya.

Di tengahtengah kesulitan ada kesempatan.

Kita tidak bisa memecahkan masalah kita dengan pemikiran yang sama pada saat kita menciptakannya.

Ini sungguh mengejutkan bahwa teknologi telah melebihi kemanusiaan kita.

Rahasia dari kreativitas adalah mengetahui cara menyembunyikan sumber kreativitas kita itu.