Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Sep 24, 2009

Penderitaan

"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya."  (1 Petrus 2:20-21)

Keselamatan bukanlah hal yang mudah sama sekali, sesungguhnya umat Kristen dipanggil untuk menderita bersama Kristus. Orang-orang percaya yang sejati akan "selalu" berada di dalam penderitaan dan penganiayaan karena mereka adalah seperti bau yang mematikan bagi orang-orang yang tidak percaya dan seperti bau yang harum bagi orang-orang yang diselamatkan. Dan Allah menggunakan penderitaan-penderitaan sebagai suatu alat bagi anak-anak-Nya untuk "bertumbuh di dalam kasih karunia".

Dalam kitab Efesus 4:11-15 kita membaca demikian:

"Dan Ialah [yaitu Kristus] yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua [yaitu orang-orang pilihan] telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada Kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."

Secara alami ini bukanlah suatu proses yang mudah, akan tetapi penderitaan ini bukanlah apa-apa dibandingkan harga yang Kristus telah bayar untuk menebus upah dosa-dosa kita. Kristus telah memberikan contoh yang utama untuk diikuti oleh orang-orang yang percaya, dimana kita tidak dapat menjadi lebih rendah ataupun lebih tinggi daripada-Nya, Ia adalah yang utama. Walaupun Krsitus tidak pernah berhenti menjadi Allah Yang Maha Kuasa tetapi Ia telah mengosongkan diri-Nya dari segala kemuliaan yang dimiliki-Nya sejak dunia dijadikan untuk menjadi Seorang hamba yang hina demi kebaikan umat-Nya.

Kitab Roma 8:18-20 menjelaskan demikian:

"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya"

Orang-orang yang percaya harus menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah "sia-sia" (lihat kitab Pengkhotbah yang ditulis oleh Salomo -- raja yang terkaya di dunia). Pada akhirnya seluruh alam semesta ini akan dihancurkan dengan api dan diganti dengan "langit yang baru dan bumi yang baru".

Kitab 2 Petrus 3:10-13 menyatakan demikian:

" Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah [yaitu hari kiamat]. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat Kebenaran."

Akan tetapi ada banyak gereja-gereja yang tersesat dan dengan salah mengajarkan tentang "injil kemakmuran", yaitu bila anda bergabung bersama kami maka Kristus akan menjamin keadaan ekonomi, kesehatan jasmani dan kebebasan politik anda. Kemudian disuatu saat ketika penderitaan dan penindasan datang mereka bertanya-tanya apakah saya kurang setia terhadap Tuhan? Apakah saya kurang rajin untuk pergi ke gereja? Apakah saya harus memberikan sumbangan yang lebih besar kepada gereja?

Saya mengetahui ada orang-orang yang memberikan sumbangan secara gila-gilaan kepada gereja dengan harapan bahwa mereka akan menerima kembali uang tersebut secara berlipat-ganda. Anda lihat disini fokusnya sudah salah, mereka sedang berfokus kepada hal-hal yang ada di dunia yang sudah dikutuk karena dosa (jasmani), mereka bukan sedang berfokus kepada Kerajaan Tuhan (rohani). Iman mereka sangat rapuh sekali dan sangat tergantung pada keadaan ekonomi karena mereka masih menginginkan begitu banyak hal dari dunia ini.

Dalam kitab Matius 13:20-23 Kristus mengajarkan perumpamaan tentang seorang penabur demikian:

"Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Nah perumpamaan ini sama sekali bukan sedang berbicara tentang uang, ini sedang berbicara tentang Injil yang disebarkan di dunia, dan ada yang tidak berbuah sama sekali dan ada juga yang berbuah banyak, seratus kali lipat, enam puluh kali lipat, dan tiga puluh kali lipat.

Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa orang-orang yang percaya akan selalu menjadi "sukses" di dunia ini. Justru sebaliknya kita mengetahui dari banyak contoh di dalam Alkitab bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul banyak mengalami penderitaan oleh karena Injil. Tuhan Yesus menjelaskan dalam kitab Matius 23:34 demikian:

"Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota"

Dan orang-orang kaya yang disebutkan dalam Perjanjian Lama seperti Abraham, Salomo, Ayub, dll. adalah gambaran dari orang-orang yang kaya secara rohani. Mereka adalah "gembala-gembala" dimana harta dan ternak mereka yang banyak merupakan gambaran dari orang-orang percaya yang Tuhan anugrahkan kepada mereka.

Disisi yang lain, kita mengetahui bahwa Yohanes Pembaptis mati dipancung karena ia melawan Herodes penguasa yang ada pada waktu itu. Dan dalam kitab Lukas 16 Tuhan mengajarkan perumpamaan tentang Lazarus dan orang kaya dimana Lazarus yang sangat miskin sebenarnya telah memiliki segala-galanya karena ia adalah seorang yang percaya, sedangkan orang kaya itu walaupun ia memiliki segala yang baik di bumi ini berakhir di dalam hukuman yang kekal.

Kita harus mengerti bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang pernah terjadi di dunia ini berada diluar kehendak Tuhan. Kita hanya harus mempelajari bagaimana Tuhan bekerja. Ingatlah tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat memerintahkan angin dan danau untuk menjadi tenang seperti halnya Yesus, tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat mengumpulkan ikan-ikan disuatu tempat di danau sehingga dapat ditangkap oleh murid-murid. Hanya Tuhan yang dapat berbuat demikian. Dan semua hal-hal ini benar-benar terjadi secara fisik tetapi merupakan perumpamaan dari suatu segi akan Injil Kristus.

Seluruh dunia ini diciptakan hanya untuk Kristus. Kitab Kolose 1:15-16 menekankan kepada kita demikian:

"Ia [yaitu Kristus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan UNTUK Dia."

Dengan kata lain segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi hanya untuk kemuliaan Allah. Kadang kita tidak mengerti bagaimana hal itu demikian, kadang keadaannya dapat menjadi begitu buruk sekali, tetapi kita mengetahui bahwa Tuhan berkerja di dalam segala sesuatu. Kitab Roma 8:28 bersaksi demikian:

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Jadi ya kadang Tuhan membiarkan keadaan-keadaan yang sangat buruk untuk terjadi supaya yang baik keluar daripadanya. Kitab Ibrani 2:10 menyatakan demikian:

"Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah --yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan."

Dan rasul Paulus yang berada dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus menjelaskan dalam kitab 2 Korintus 12:9 demikian:

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Dan dalam kitab Yosua 1:8-9 Tuhan berkata demikian:

"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

No comments: