Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Mar 27, 2009

Rahab

"Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai [Israel] itu dengan baik." (Ibrani 11:31)

Alkitab selalu menekankan bahwa Tuhan melihat kepada "hati" bukan kepada penampilan luar. Seseorang dapat tampil sangat suci tetapi seringkali mencemoh orang-orang lainnya yang ia anggap lebih rendah daripadanya. Disisi yang lain ada orang-orang yang dianggap rendah di dalam masyarakat tetapi di dalam hati mereka memiliki rasa hormat yang sangat tinggi dan rasa takut yang sangat besar terhadap Tuhan.

Oleh karena itu kita tidak dapat melihat penampilan luar sebagai ukuran atas keselamatan, akan tetapi kita juga tidak dapat melihat ke dalam hati seseorang, hanya Tuhan yang mengetahui apakah sesungguhnya yang ada di dalam hati seorang manusia. Kita mungkin dapat menipu orang lain bahkan menipu diri kita sendiri, tetapi kita tidak pernah bisa menipu Tuhan.

Dari kisah-kisah yang kita baca di dalam Alkitab adalah sangat mengherankan bahwa Tuhan menyelamatkan Rahab dan Maria Magdalena yang adalah para pelacur. Dan seorang perempuan yang tertangkap basah melakukan perzinahan dalam segala kemungkinannya ia diselamatkan oleh Yesus. Kitab Yohanes 8:10-11 menyatakan demikian:

"Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Dan Rahab yang tinggal di kota Yerikho yang terkutuk memiliki kesaksian yang sangat indah terhadap Tuhan seperti yang kita baca dalam kitab Yosua 2:11 demikian:

"Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah."

Anehnya kita menemukan nama Rahab yang sama di dalam silsilah nenek moyang Yesus dari pihak Yusuf (yang adalah "bapa tiri" Yesus) seperti yang kita baca dalam kitab Matius 1:5-6:

"Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria"

Disini kita menemukan dua perempuan yang bukan berasal dari bangsa Israel. Kita sudah mengetahui Rahab berasal dari kota Yerikho yang dihancurkan sama sekali oleh bangsa Israel dan Rut adalah seorang Moab yang dianggap najis oleh bangsa Israel. Lebih dari itu Salomo anak Daud, raja agung yang membangun Bait Allah, diperanakkan dari Batsyeba, isteri Uria! Bagaimana hal itu mungkin?

Ada satu perempuan lagi yang menarik perhatian kita dalam silsilah ini, yaitu Tamar. Siapakah Tamar? Kitab Matius 1:1-3 mencatat demikian:
"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, [dstnya]"
Tamar sebenarnya adalah menantu Yehuda yang berzinah dengannya karena Yehuda tidak mau memberikan anaknya yang bungsu untuk menikah dengan Tamar.

Nah, mengapa bisa terjadi demikian? Bukankah nenek moyang Yesus seharusnya adalah orang-orang yang sangat suci dan tidak pernah berbuat salah? Akan tetapi mereka adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan-kesalahan, hanya Tuhan Yesus yang adalah Allah Manusia yang sama sekali sempurna dan tidak pernah berbuat salah. Bagaimanapun juga ada banyak orang yang akan mencemoh hal ini karena mereka tidak mengerti pelajaran apakah yang Tuhan sedang ajarkan kepada kita disini.

Sebelum diselamatkan kita adalah adalah para pelacur rohani yang banyak sekali melanggar hukum-hukum Tuhan. Setiap kali kita berbuat dosa kita sedang "berzinah" secara rohani karena sesungguhnya setiap manusia menikah dengan Hukum Tuhan.

Itulah sebabnya Hukum Taurat mengajarkan bahwa orang-orang yang melakukan perzinahan patut untuk dihukum rajam atau dilempari dengan batu sampai mati.

Akan tetapi setelah diselamatkan kita tidak lagi menikah dengan Hukum Tuhan, kita "bercerai mati" dengan Hukum Tuhan karena Ia telah mati di atas kayu salib. Dan kemudian orang-orang yang percaya menjadi pengantin rohani Kristus yang mampu membebaskan kita dari kutuk Hukum Taurat.

Itulah sebabnya Tuhan menekankan beberapa hal yang sangat penting tentang pernikahan dimana Tuhan juga tunduk kepada hukum yang dibuat-Nya sendiri.

Kitab Roma 7:1-4 menjelaskan kepada kita demikian:

"Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum-- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah."

No comments: