Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

May 5, 2014

Galaksi Segue 1 Gagal Terbentuk Setelah Big Bang

Tim ilmuwan Carnegie Josh Simon berhasil menganalisis unsur kimia yang terdeteksi di galaksi yang samar-samar terlihat. Galaksi itu disebut Segue 1 dimana tim ilmuwan telah menentukan benda angkasa tersebut merupakan galaksi fosil yang tersisa dari alam semesta awal, gagal terbentuk setelah Big Bang.

Para astronom berharap untuk mempelajari tahap pertama pembentukan galaksi setelah terjadinya Big Bang. Tim ilmuwan menggunakan komposisi kimia yang terdeteksi dari bintang untuk membantu mengungkap sejarah Bima Sakti dan galaksi lain yang berada disekitarnya. Dengan menggunakan teknik analisis kimia, mereka mengkategorikan komposisi unik galaksi Segue 1 yang terbentuk sejak semesta awal. 

Segue 1 Gagal Membentuk Galaksi

Dalam ilmu pengetahuna umum, bintang terbentuk dari awan gas dan komposisi kimia berasal dari gas galaksi kelahirannya. Hanya beberapa juta tahun setelah bintang mulai pembakarannya, bintang paling masif kemudian meledak atau lebih dikenal dengan fenomena supernova. Supernova merupakan benih gas berisi elemen berat yang dihasilkan oleh bintang selama masa hidupnya. 

Bintang tertua terdiri dari dua elemen paling ringan yaitu hidrogen dan helium, karena sebelum ledakan supernova telah terbentul unsur yang lebih berat dalam jumlah yang sangat besar. Proses ini disebut siklus dalam galaksi, masing-masing generasi bintang berkontribusi lebih banyak menymbang unsur berat sebagai bahan baku kelahiran bintang baru. 
Tapi, pada kenyataanya hal tesebut tidak terjadi pada Segue 1, galaksi ini berbeda dengan galaksi lain. Analisis menunjukkan bahwa galaksi Segue 1 yang membentuk bintang berakhir gagal membentuk galaksi tersendiri karena ukurannya kecil. Setelah beberapa ledakan supernova terjadi di awal semesta, hanya satu generasi bintang baru yang berhsil terbentuk. Kemudian selama 13 miliar tahun lalu, galaksi ini belum menciptakan bintang.
Segue 1 memberi informasi unik tentang kondisi alam semesta tak lama setelah Big Bang. Galaksi lain telah mengalami beberapa ledakan supernova sejak pembentukannya. Supernova pertama biasanya berasal dari bintang yang paling besar dan paling tua, dimana bintang ini menghasilkan unsur seperti magnesium , silikon , dan kalsium. Kemudian disusul ledakan bintang yang lebih kecil, terutama untuk menghasilkan besi. 


Evolusi galaksi Segue 1 terputus, berarti materi dari ledakan pertama di galaksi Segue 1 telah diawetkan. Sementara unsur yang sangat berat seperti barium dan strontium hampir tak ditemukan pada bintang-bintang Segue 1. Menurut Anna Frebel, unsur terberat di galaksi itu berada ditingkat terendah yang pernah ditemukan dan eksplorasi luar angkasa.

Dalam eksplorasi luar angkasa menggunakan teleskop terkini, hanya tujuh bintang di seluruh galaksi yang berada dalam fase merah raksasa. Teleskop modern mendeteksi dan mengukur kelimpahan unsur kimia didalamnya. Tiga dari tujuh raksasa merah memiliki elemen berat lebih dari 3000 kali lebih rendah dari Matahari, hal ini menandakan bahwa galaksi dan bintang itu sangat primitif.

No comments: