Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Oct 23, 2009

Pengarang dan Penyelesai Iman

Dalam kesempatan kali ini kita ingin membahas mengenai apa yang terjadi ketika seseorang menerima "kasih karunia" Allah, dan dalam kitab Ibrani 12:2 kita membaca demikian:


"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman [yaitu pengarang dari iman], dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan [yaitu penyelesai dari iman], yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. "

Kata "kita" dalam ayat ini ditambahkan oleh orang yang men-translasikannya, kata ini sebenarnya tidak ada dalam versi bahasa Yunaninya. Jadi sekarang kita harus mengerti dengan lebih baik bahwa Kristus adalah "penyelesai dari iman". Kemudian marilah kita membandingkan ayat ini dengan kitab Filipi 1:6 yang berkata demikian:

"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus [yaitu hari kiamat]."

Sudah tentu, Allah sangat dapat dipercaya dalam segala sesuatu yang Ia katakan dan lakukan, tidak seperti kita manusia yang cenderung memiliki pikiran yang berdosa. Tetapi bagaimana Kristus dapat menjadi "pengarang dari iman" ? Ia adalah pengarang dari iman karena Ia memberikan Iman milik-Nya sendiri -- yang merupakan satu-satunya iman yang berhubungan dengan keselamatan. Dalam kitab Efesus 2:8-9 kita membaca demikian:

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu [yaitu berbicara tentang iman] bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Oleh karena itu, "satu-satunya iman" yang dapat menyelamatkan seseorang dari dosa dan hukuman kekal adalah iman milik Kristus sendiri, yaitu kesetiaan dan kepercayaan Kristus kepada Allah Bapa. Itulah sebabnya dalam kitab Galatia 3:11 kita membaca demikian:

"Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman [=Kristus]."

Keselamatan Berasal Dari Tuhan Kitab Yunus 2:9b adalah ayat yang pendek tetapi memiliki deklarasi yang sangat kuat tentang kekuasaan Allah, disitu kita baca:

" .... Keselamatan adalah dari TUHAN!"

Nah, mengapa demikian? Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya, manusia berdasarkan sifat alaminya, adalah "mati di dalam dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggarannya", seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 2:1-5 demikian:

"Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa [yaitu Iblis], yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita --oleh kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan--"

Dan fakta ini juga cukup jelas digambarkan dalam kitab Yehezkiel 37:1-2 yang berbicara tentang "lembah tulang yang sangat kering". Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering."

Seluruh pasal ini menggambarkan keadaan rohani manusia yang benar-benar bangkrut di dunia ini. Dan sesungguhnya ini adalah gambaran dari keadaan rohani anda dan saya sebelum kita diselamatkan, secara rohani manusia adalah seperti mayat-mayat yang mati. Tetapi kemudian Allah memberikan kita gambaran yang mengagumkan tentang keselamatan berdasarkan kasih karunia (anugrah), yang Ia sediakan bagi kita melalui Firman-Nya, Alkitab.

Ayat selanjutnya dalam kitab Yehezkiel 37, yaitu ayat 12-14 mengajarkan demikian:

"Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali...."

Kita harus mengerti bahwa ini bukan berbicara tentang "kebangkitan tubuh" pada akhir zaman (kebangkitan kedua), kebangkitan yang dibicarakan disini adalah "kebangkitan jiwa" (kebangkitan pertama) yang terjadi ketika seseorang menerima anugrah Roh Kudus (Roh Allah atau Roh Kristus). Dan Yesus berkata dalam kitab Yohanes 17:2 demikian:

"Sama seperti Engkau [yaitu Allah Bapa] telah memberikan kepada-Nya [yaitu Allah Putera] kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia [yaitu Kristus] akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya."

Ada banyak ayat-ayat di dalam Alkitab yang bersaksi tentang fakta bahwa keselamatan yang sejati "berasal dari Allah" dan diberikan 100% sebagai kasih karunia. Seperti misalnya kitab Mazmur 62:1 menyatakan demikian:

"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku."

Sesungguhnya peristiwa "lahir baru" (menerima kebangkitan jiwa yang baru di dalam Roh Kristus) adalah mirip dengan peristiwa kelahiran secara fisik. Dalam kitab Yohanes 3:3-6 kita membaca suatu kisah percakapan pada tengah malam antara Tuhan Yesus dengan seorang Farisi yang bernama Nikodemus. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh."

Ketika Yesus menunjuk kepada hal "dilahirkan kembali", kata Yunani untuk ungkapan "kembali" sebenarnya berarti "dari atas". Jadi kita dapat berkata bahwa "kita dilahirkan kembali dari atas" atau dari Surga. Seperti misalnya kita menemukan kata yang sama ini juga digunakan dalam kitab Yakobus 1:17 demikian:

"Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna [yaitu keselamatan], datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran."

Kita harus selalu mengingat bahwa hadiah keselamatan, yang datangnya dari Allah sendiri, sebenarnya adalah sesuatu yang tidak pantas untuk kita dapatkan, dan hal itu diberikan sebagai Kasih Karunia (anugrah) dari Allah. Singkatnya, "kelahiran kembali dari atas" akan membuat seseorang untuk dapat "melihat" Kerajaan Allah, yaitu melihat melalui mata rohani atau mata iman.

Ungkapan yang sama dengan "dilahirkan kembali" juga digunakan dalam kitab 1 Petrus 1:23 demikian:

"Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh Firman Allah, yang hidup dan yang kekal."

Sudahkah anda dilahirkan kembali dari atas melalui Firman Allah?

No comments: