Sejarah Dunia Kuno

The Year of God Opening the Doors for Miracles

Wednesday, October 21, 2009

Kasih Karunia

Supaya kita bisa sampai kepada definisi yang alkitabiah dari ungkapan Kasih Karunia (anugrah), kita harus memeriksa "seluruh" Alkitab dan "hanya" Alkitab saja, -- membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain yang berbicara tentang hal yang sama di dalam seluruh Alkitab. Hal inilah tepatnya yang dilakukan oleh jemaat yang ada di kota Berea pada zaman dahulu seperti yang kita baca dalam kitab Kisah Para Rasul 17:11 demikian:


"Orang-orang Yahudi di kota itu [di Berea] lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima Firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

Ini adalah cara yang Allah beritahukan kepada kita sebagai prinsip untuk mempelajari Alkitab supaya kita dapat tiba pada Kebenaran yang sejati. Dan dalam kitab Roma 4:4 kita membaca demikian:

"Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah [anugrah], tetapi sebagai haknya."

Dan kitab Roma 11:6 menyatakan demikian:

"Tetapi jika hal itu terjadi karena Kasih Karunia [anugrah], maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka Kasih Karunia itu bukan lagi Kasih Karunia."

Dengan memeriksa dua ayat-ayat ini, kita segera menyadari bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara "kasih karunia" (anugrah) dan "perbuatan" (pekerjaan) dalam hubungannya dengan keselamatan. Perbuatan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan suatu macam upah. Seperti misalnya anda memiliki pekerjaan di sebuah perusahaan, jadi anda mengerjakan pekerjaan anda di tempat itu dan kemudian mendapatkan upah atau gaji.

Disisi yang lain, "anugrah" adalah bukan seperti pekerjaan, hal ini 100% merupakan hadiah atau anugrah. Jadi anda mendapatkan sesuatu upah tetapi anda "tidak mengerjakan apa-apa". Dan begitu pentingnya Injil Kasih Karunia (Injil Anugrah) ini sehingga Alkitab menyatakan dalam kitab Kisah Para Rasul 20:24 bahwa rasul Paulus (dan semua umat Kristen) harus memberikan kesaksian tentang "Injil Kasih Karunia Allah". Dalam ayat kita membaca demikian:

"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Dengan kata lain, tidak ada hal lainnya yang lebih penting di dunia ini daripada Injil Anugrah Allah untuk kesehatan rohani anda dan saya. Nasib kita di dalam kekekalan ditentukan berdasarkan hubungan kita dengan Injil Kasih Karunia ini. Kitab Titus 2:11 memberitahukan kita tujuan ilahi dari Injil Kasih Karunia Allah demikian:

"Karena Kasih Karunia [anugrah] Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata." [yaitu sudah dinyatakan kepada seluruh umat manusia - KJV]

Yang pertama dan terutama dari Kasih Karunia Allah adalah untuk menyelesaikan karya keselamatan -- yaitu untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dari hukuman yang kekal, demi keagungan dan kemuliaan Allah sendiri. Ingatlah dalam ayat yang sangat penting di kitab Efesus 2:8-9 kita membaca demikian:

"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu [yaitu iman itu] bukan hasil usahamu, tetapi pemberian [anugrah] Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Dan kitab 1 Korintus 1:29-31 menambahkan demikian:

"supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi Hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Karena Kasih Karunia Allah ini sebenarnya tidak pantas untuk kita dapatkan dan seluruhnya merupakan anugrah dan dapat diberikan kepada siapa saja yang Allah telah pilih sejak sebelum dunia dijadikan (dan kita tidak mengetahui siapa-siapa saja yang telah dipilih oleh Allah), maka anugrah ini tersedia bagi bermacam-macam orang tanpa memandang umur, jenis kelamin, tempat tinggal, kebangsaan, agama, atau status di dalam masyarakat atau klasifikasi apapun juga yang lainnya.

Dalam kitab Kejadian 6:6-8 di Perjanjian Lama kita membaca demikian:

"maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat Kasih Karunia [anugrah] di mata TUHAN."

Dan kitab 1 Korintus 1:4 menyatakan demikian:

"Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas Kasih Karunia [anugrah] Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus .... "

Walaupun kalimat ini ditulis oleh rasul Paulus yang digerakkan berdasarkan ilham dari Allah Roh Kudus (2 Petrus 1:21), setiap umat Kristen bersuka-cita di dalam pernyataannya yang ditemukan dalam kitab Efesus 3:8 yang kita baca demikian:

"Kepadaku [yaitu Paulus], yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan Kasih Karunia [anugrah] ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu...."

Dan rasul Paulus juga menjelaskan dalam kitab 1 Korintus 15:9 mengapa ia merasa demikian:

"Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah."

Karena sifat alami manusia yang memberontak terhadap Allah, ayat-ayat ini berlaku bagi semua orang-orang percaya dimana sebelumnya mereka adalah "mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mereka" sebelum Allah menyelamatkan mereka melalui Kasih Karunia-Nya. Ingatlah bahwa sesungguhnya kitab-kitab Perjanjian Lama juga mencatat dengan cukup jelas Injil Kasih Karunia ini (yaitu seluruh pekerjaan keselamatan hanya dapat dilakukan oleh Allah), seperti yang Allah katakan dalam kitab Yehezkiel 36:24-27 demikian:

"AKU akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. AKU akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu AKU akan mentahirkan kamu. Kamu akan KUBERIKAN hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan AKU akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan KUBERIKAN kepadamu hati yang taat. Roh-Ku [yaitu Roh Allah atau Roh Kristus atau Roh Kudus] akan KUBERIKAN diam di dalam batinmu dan AKU akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."

Sedangkan segala perbuatan baik yang kita lakukan sendiri adalah "hasil" dari keselamatan, hal itu tidak pernah menjadi "dasar" atau "penyebab" dari keselamatan, seperti yang kita baca dalam kitab Roma 9:11-13, 16 demikian:

"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya-- dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau ........ Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

Lebih jauh kitab Filipi 3:8-9 menekankan bahwa seluruh karya keselamatan merupakan Kasih Karunia atau anugrah atau hadiah dari Allah dalam semua aspek-aspeknya. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."

Berbicara tentang semua orang yang telah diselamatkan, Yakub yang berada dibawah ilham dari Allah Roh Kudus, menyadari dan bertindak dengan sangat rendah hati seperti yang kita temukan dalam kitab Kejadian 32:10 dimana ia berkata demikian:

"sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan."

Orang-orang yang telah Allah berikan hadiah keselamatan melalui Kasih Karunia, dalam cara apapun juga, tidak akan memegahkan diri tentang kebaikan dan karunia yang kekal ini, dan mereka juga tidak mau menerima kemegahan, kemuliaan atau pujian untuk hal ini. Kitab 2 Korintus 8:9 menunjukkan Kasih Karunia Allah yang agung yang diberikan kepada para penerima yang tidak pantas untuk menerima anugrah ini demikian:

"Karena kamu telah mengenal Kasih Karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya."

Kita tidak boleh melupakan fakta bahwa orang-orang yang diselamatkan sebelumnya adalah "mati atau buta secara rohani", dan berada di bawah murka Allah karena dosa-dosa mereka dan pantas untuk menderita hukuman kutukan yang kekal, sampai pada saat Allah menyelamatkan mereka melalui "mujizat" kelahiran kembali, seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 2:5 dan 7 demikian:

"telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh Kasih Karunia [anugrah] kamu diselamatkan -- ....... supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan Kasih Karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus."

Kita juga mengingat kepada seorang pencuri yang disalib disamping Yesus, yang tidak mampu untuk berbuat apa-apa lagi kecuali memohon kepada Tuhan, dan faktanya ia diselamatkan hanya beberapa jam sebelum kematiannya seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 23:43:

"Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Allah berbicara tentang program keselamatan melalui Kasih Karunia-Nya dengan panggilan dan penerimaan ilahi-Nya akan kita -- bukan sebaliknya seperti yang banyak diajarkan secara salah pada hari sekarang ini--. Ada banyak gereja (dan semua agama-agama lain) yang mengajarkan bila anda berbuat ini atau berbuat itu maka hari ini juga anda dapat diselamatkan. Tetapi keselamatan yang sejati dan kekal hanya dapat terjadi menurut jadwal dan kehendak Allah, yaitu ketika Ia memberikan anugrah kebangkitan jiwa yang baru. Hanya ada satu Injil sejati yang mengajarkan bahwa keselamatan jiwa adalah anugrah dan pekerjaan Allah dalam semua aspek-aspeknya, sedangkan semua injil-injil dan agama-agama yang lain mengajarkan hal yang sebaliknya.

Kitab Efesus 1:6-7 menunjukkan sudut pandang Allah dalam masalah ini demikian:

"supaya terpujilah Kasih Karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia [Kristus], yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan Kasih Karunia-Nya..."

Doa saya untuk anda dan untuk saya juga, biarlah kita semua pertama-tama mengenal Kasih Karunia Allah yang sangat agung dan mulia ini.

No comments:

All we need is love