Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 21, 2011

Saulus dari Tarsus


"Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di Jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis." (Kis. 9:17-18)


Saulus dari Tarsus yang kemudian berganti nama menjadi Paulus adalah seorang Farisi yang berkedudukan cukup tinggi dan sangat terpelajar. Dia telah mendapatkan pendidikan yang terbaik dari seorang guru besar yang bernama Gamaliel, dan ia sangat rajin di dalam keinginannya untuk menjadi yang terbaik. Saulus hidup pada masa ketika dia dapat berbicara kepada banyak orang yang secara pribadi mengenal Tuhan Yesus.

Akan tetapi setelah ia berbicara dengan mereka dan mempelajari segala sesuatu yang dapat ia pelajari tentang Kristus, ia tidak mengerti sama sekali. Dan di dalam kecemburuannya untuk jujur kepada dirinya sendiri, dan untuk jujur kepada Firman Tuhan seperti ia mengertinya, ia siap untuk membunuh orang-orang yang mengikuti ajaran baru tentang Kristus itu. Kitab Kisah Para Rasul 8:1-2 mencatat demikian:

"Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem."

Sekarang apakah masalahnya? Apakah ia tidak jujur? Apakah ia kurang pintar? Tidak demikian, cukup jelas ia adalah seorang ahli teologi yang sangat pintar, tetapi masalahnya adalah mata rohaninya belum dibuka. Dan hanya Tuhan yang dapat membukanya. Jadi kemudian di dalam peristiwa perjalanan menuju Damaskus Tuhan Yesus menunjukkan diri-Nya kepada Saulus. Lalu setelah Ananias datang memberkatinya, ada "selaput" yang jatuh dari matanya setelah ia berdoa selama beberapa hari. Dan segera sesudah itu ia mulai untuk memberitakan kabar tentang Kristus kepada banyak orang. Kitab Kisah Para Rasul 8:18-19 dan 20 menyatakan demikian:

"Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.... Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah."

Ini adalah suatu gambaran bahwa ada selaput yang gugur dari mata Saulus sehingga ia dapat melihat Kebenaran. Saulus telah mengetahui segala sesuatu tentang Kristus, dia adalah seorang yang sangat ahli dalam Hukum Taurat (Hukum Tuhan). Ia mengetahui semua ayat-ayat yang berhubungan dengan Kristus di dalam Perjanjian Lama, akan tetapi sebelum Tuhan membuka mata rohaninya, dia tidak dapat mengerti. Semua hal itu masih tersembunyi baginya dan tidak dapat disesuaikannya.

Tetapi tepat pada saat Tuhan membuang selaput yang ada di matanya, lalu dengan cepat segala sesuatunya sesuai dengan sempurna. Dia mengetahui dimana Kebenaran berada. Dia tidak perlu untuk memulai dari permulaan dan mempelajari semuanya lagi. Dia mengetahui ayat-ayatnya. Tetapi sekarang Tuhan telah membuka matanya supaya dia dapat mengerti apa sesungguhnya yang dimaksud oleh ayat-ayat itu, daripada apa yang ia mengerti sebelumnya ketika ia masih buta secara rohani.

Kita harus selalu mengingat hal ini ketika kita berbicara kepada orang-orang yang kita kasihi atau teman-teman yang terkasih. Kita menunjukkan dari Alkitab dengan apa yang kita pikir adalah bahasa yang sangat gamblang, akan tetapi mereka tidak dapat mengerti. Mereka mengaku bahwa mereka mengasihi Tuhan dan mereka cukup mengenal Alkitab, tetapi ketika mereka mendengarkan kita, mereka mengelengkan kepala. Sangatlah jelas bahwa mereka tidak dapat mengerti. Tuhan belum membuka mata rohani mereka untuk memberikan kepada mereka pengertian.

Itulah sebabnya doa harus menjadi bagian yang sangat besar dari pelayanan kita pada saat ini. Kita harus memohon kepada Tuhan untuk saudara-saudara dan teman-teman yang kita kasihi dan orang-orang yang lainnya dimana kita berbagi Injil kepada mereka dan memperingatkan mereka tentang Hari Penghakiman yang akan segera datang. Kita harus memohon, "Ya Tuhan, apakah mungkin bahwa Engkau juga berkenan untuk membuka mata rohani dari orang-orang ini supaya mereka dapat melihatnya." Jadi pada akhirnya segala sesuatunya ada di tangan Tuhan.

No comments: