Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Jun 18, 2009

Talenta

"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri [yaitu ke negeri yang jauh - KJV], yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat." (Matius 25:14-15)

Ungkapan "talenta" disini menunjuk kepada "Injil", dan orang yang memberikan Injil adalah Tuhan Yesus Kristus. Sekarang Ia telah pergi ke "negeri yang jauh" yaitu Surga, tetapi Kristus akan datang kembali untuk yang kedua kalinya di akhir zaman.

Dan pertanyaannya adalah "Apakah yang sudah kita lakukan dengan Injil?"
Hamba dengan lima talenta menggunakannya untuk beroleh laba lima talenta (Matius 25:16). Dengan kata lain, dia telah menjadi diselamatkan, lalu ia menggunakan Injil supaya orang lain mungkin dapat diselamatkan juga sehingga Injil tersembunyi di dalam hati orang-orang tersebut.

Jadi, ada laba atau keuntungan dari Injil. Dan inilah yang diharapkan terjadi dari semua orang yang menjadi orang-orang yang percaya.
Disisi yang lain, orang yang hanya menerima satu talenta, menyembunyikannya di dalam tanah atau "di dalam gua" (Matius 25:18, Wahyu 6:15).

Ini adalah seperti seseorang yang mendengarkan Injil tetapi tidak melakukan apa yang seharusnya ia lakukan, ia masih berada dalam keadaan mati rohani. Dia tidak dapat menjadi saksi yang baik untuk siapapun, jadi dia masih belum diselamatkan.
Ia adalah sama seperti lima gadis bodoh dalam perumpamaan tentang sepuluh gadis di dalam Matius 25, atau seperti seorang yang mendirikan rumahnya di atas pasir, bukan di atas Batu, seperti yang Kristus katakan dalam kitab Matius 7:26 demikian: "Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir [yaitu Injil yang sejati], lalu angin [yaitu Roh Kudus atau Roh Kristus atau Roh Tuhan] melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Sesungguhnya Injil dapat dikabarkan melalui radio, internet, buku-buku, selebaran-selebaran, misonaris-misionaris, dll. Pertanyaannya apakah yang akan kita lakukan dengan Injil? Dan yang lebih penting lagi, apakah kita sudah berlaku setia kepada Alkitab atau kita hanya setia kepada kelompok kita sendiri. Bila "akarnya" tidak baik maka seluruh pohon tidak akan baik.
Dan Allah sudah memberikan kepada kita perumpamaan di Matius pasal 25 ini untuk menganalisa pertanyaan tersebut. Dan orang yang menyembunyikan Injil itu masih berada di bawah murka Allah karena ia tidak mengasihi sesamanya manusia dan akan berakhir di dalam kematian kedua, kutukan yang kekal.

Kalau kita tidak percaya kepada Injil Alkitab, dan tidak percaya kepada Allah sebagai satu-satunya yang dapat membuat kita menerima Injil, maka kita harus bertanggung-jawab atas dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita. Dan hukuman dari satu buah dosa yang paling kecil saja adalah maut, dan maut yang dimaksud disini adalah kutukan yang kekal (Roma 6:23).
Tetapi ingatlah kecuali Allah berkenan untuk membuka mata rohani kita, maka kita akan tetap berada di bawah murka Allah.

No comments: