Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Sep 17, 2018

Seni bangunan Yunani Kuno

Sistem kepercayaan yang di anut oleh bangsa Yunani telah mendorong bangsa itu membuat bangunan indah untuk memuja dewa-dewa. Dalam masa permulaan (776-476 SM) bangunan Yunani banyak di buat di daerah daerah koloni. Misalnya di Italia selatan ditemukan kuil Hera dan Zeus. Sedangkan didaerah koloni di Asia ditemukan bangunan di Ephesos yang berupa kuil Arthemis, semuanya dengan gaya Ionia. Di Yunani, bangunan-bangunan yang terdapat di Korinthos dan Aigina bergaya Doria. 

Pada massa kejayaan Yunani (476-338 SM) banyak bangunan kuil dengan gaya Doria. Salah satu peninggalannya yang tersisa adalah Akropolis yang merupakan bagian kota Athena. Akropolis telah dihancurkan pasukan Persia dalam Perang Persia (480 479 SM). 

Bangunan lain yang terkenal pada masa kejayaan Yunani adalah kuil Zeus di bukit Olympus. Bangunan disebut Altis yang dipergunakan sebagai tempat pemujaan zeus sebagai dewa utama bangsa Yunani. Penghormatan kepada dewa Zeus dilakukan dengan mengadakan pertandingan olah raga yang disebut Olimpiade. pertandingan itu dilaksaakan empat tahun sekali. Cabang olah raga yang dilombakan antara lain lari cepat, gulat, lempar cakram, dan lompat galah. Bagi para pemenang akan memperoleh lambang kemenangan berupa daun zaitun yang menyerahkan dilakukan di Preytaneion.

1 comment:

Anonymous said...

Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yang penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh sebab agama. Sekarang orang saling membunuh karena agama. Dulu orang saling mengasihi karena beragama. Kini orang saling membenci karena beragama. Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yang berubah apanya? Manusianya? Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya. Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja. Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yang paling cerdas di antara orang-orang lainnya. Sekarang orang yang paling dungu yang tidak bisa bersaing dengan orang-orang lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama. Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian. Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, karena diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus. Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama. Dulu agama ditempuh untuk mencari Wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan. Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan, takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa. Agama kini diper-Tuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan. Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang-orang yang merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan. Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh? Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci? Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya. Agama dijadikan senjata untuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam di balik gundukan ayat-ayat dan aturan agama.